System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.47 - Menuju Kota Matahari Terbit



Setelah keluar dari Gedung Pertemuan Rumah Dagang Bulan Jingga, Qing Shandian tidak kembali lagi ke rumah tamu. Dia dan Mu Lingyun berjalan dengan langkah tenang menuju gerbang kota Bulan Jingga bagian utara, sambil sesekali menyapukan pandangannya ke keramaian. Dia tidak lagi mempunyai keinginan untuk berlama-lama di kota Bulan Jingga.


Memiringkan kepalanya ke arah Mu Lingyun, dia berkata, "Lingyun, perjalananku kali ini akan sangat jauh, dan aku tidak mungkin harus membawamu. Selain itu, aku juga tidak tahu, seperti apa situasinya nanti. Dengan kekuatanku sekarang, aku tidak cukup yakin untuk melindungimu. Jadi..."


Ketika mendengar ucapan Qing Shandian, seketika Mu Lingyun menghentikan langkahnya. Dia berdiri mematung dengan tubuh sedikit bergetar sambil menatap Qing Shandian dengan tatapan sendu. Dengan suara lirih dan terdengar sedih, dia berkata, "An gege, lalu.. Lalu, apakah kamu akan meninggalkan Lingyun disini sendirian?"


Qing Shandian yang mendengar itu pun hanya menatapnya dengan tatapan tenang. Menghela nafas ringan, dia berkata, "Hahh.. Lingyun, siapa yang mengatakan bahwa aku akan meninggalkanmu disini sendirian? Aku belum menyelesaikan ucapanku dan kamu sudah memotongnya lebih dulu. Haiihh..." Pungkasnya sebelum kemudian menggelengkan kepalanya, lalu berbalik dan melanjutkan langkahnya sambil berkata, "Jika kamu tetap berdiri disana, aku mungkin akan benar-benar meninggalkanmu di kota ini."


Begitu suara Qing Shandian jatuh, Mu Lingyun segera tersadar dari fikirannya yang berkecamuk dan segera mengejar Qing Shandian yang berjalan semakin jauh.


Begitu mereka kembali berjalan berdampingan, Qing Shandian bertanya dengan nada santai. "Lingyun, aku hampir lupa menanyakan ini padamu. Apakah di kota ini kamu memiliki keluarga?"


"Tidak ada.. Aku memang masih memiliki orangtua, tapi mereka tidak tinggal disini. Melainkan tinggal di Klan Mu yang berada di kota Matahari Terbit. Jika dari Kota Bulan Jingga, itu sekitar dua minggu perjalanan dengan menggunakan kereta. Jika menggunakan transportasi udara, satu minggu perjalanan mungkin sampai." Sahut Mu Lingyun dengan nada santai sambil mengimbangi langkah Qing Shandian.


Mendengar penuturan itu, Qing Shandian dengan penasaran bertanya, "Lalu, apakah disana tidak ada sekte atau akademi, sehingga membuatmu bergabung dengan Sekte Bulan Jingga?"


"Sebenarnya, ada beberapa sekte. Tapi, karena rasa penasaranku dengan dunia luar, aku memilih untuk berpetualang dan meninggalkan Klan secara diam-diam. Sedangkan bergabung dengan Sekte Bulan Jingga, itu karena suatu kebetulan. Dalam petualanganku, aku secara tidak sengaja bertemu dengan Pemimpin Sekte Qianyu, yang akhirnya dia menawariku untuk bergabung dengan Sekte Bulan Jingga. Mungkin... Itu sekitar dua tahun yang lalu." Ucap Mu Lingyun menjelaskan.


"Uhh.. Lingyun, apakah kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan orangtuamu? Bagaimana kekhawatiran mereka? Bukankah kamu terlalu ceroboh? Bagaimana jika kamu secara tidak terduga bertemu berandalan ditengah jalan? Haiihh... Aku benar-benar tidak percaya bahwa aku akan menemukan gadis cantik yang kabur dari rumah." Qing Shandian membalas dengan nada terkejut sebelum kemudian menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepalanya.


Mendengar rentetan pertanyaan Qing Shandian, sambil mengerucutkan bibirnya, Mu Lingyun menyahuti. "Lagipula, siapa yang akan tahu jika lokasi Sekte Bulan Jingga akan sejauh itu? Meskipun aku mungkin kuat, untuk kembali dan melewati hutan belantara yang memiliki begitu banyak Binatang Spiritual, sudah pasti aku akan menemui kematian bahkan sebelum aku sampai di kota Matahari Terbit. Belum lagi jika secara tidak sengaja aku bertemu dengan orang kuat yang jahat."


Menghela nafas panjang, Qing Shandian berkata, "Haahhh... Baiklah, aku akan mengantarmu pulang lebih dulu sebelum melanjutkan perjalananku. Nanti, kirimkan padaku lokasi kota Matahari Terbit."


...…………………………...


Dua jam berlalu dengan cepat setelah keluarnya Qing Shandian dari Gedung Pertemuan Rumah Dagang Bulan Jingga.


Saat ini, Qing Shandian dan Mu Lingyun berdiri berdampingan di tepi hutan bagian utara kota Bulan Jingga yang terlihat porak poranda setelah terjadinya pertempuran melawan gelombang serangan Binatang Spiritual.


Memiringkan kepalanya ke arah Mu Lingyun, Qing Shandian berkata. "Aku akan membawamu ke suatu tempat." Pungkasnya sebelum portal putih transparan muncul di depan mereka. Qing Shandian lalu berkata lagi, "Ikuti aku. Jika tidak, kamu akan tertinggal disini sendirian." Ungkapnya sebelum melangkahkan kakinya memasuki portal dan Mu Lingyun segera mengikuti dibelakangnya.


...…………………………...


"Wuusshh.."


Tidak jauh dari Kediaman Klan Qing di Dunia Jiwa, Qing Shandian dan Mu Lingyun keluar dari portal putih transparan. Sementara itu, Mu Lingyun berdiri mematung karena sensasi rasa nyaman yang mengalir memasuki seluruh bagian tubuhnya. Dantiannya bergejolak hebat sebelum suara teredam terdengar dalam tubuhnya.


"Boomm.."


"Aku menerobos? Begitu saja?" Ucap Mu Lingyun dalam keterkejutannya. Sesaat kemudian, dia merasakan setiap untaian benang Qi Spiritual di sekitarnya, dan itu membuatnya semakin terkejut karena kepadatan Qi Spiritual yang puluhan kali lebih padat dari yang pernah dia rasakan. Mengalihkan pandangan ke arah Qing Shandian, dia melihat bahwa Qing Shandian memberinya sebuah senyuman hangat.


"Selamat, kamu telah menerobos ke tingkat Kaisar bintang 3." Ucap Qing Shandian dengan nada hangat.


"An gege, dimana kita sekarang? Kenapa Qi Spiritual disini begitu padat?" Sahut Mu Lingyun dengan nada sedikit bergetar.


"Kita saat ini berada disuatu tempat yang tidak akan bisa ditemukan oleh siapapun. Baiklah... Jangan banyak bertanya. Ikuti aku. Aku akan memperkenalkanmu dengan ayah dan ibuku. Dan malam ini kita istirahat disini, sebelum kita menuju ke kota Matahari Terbit." Qing Shandian hanya menjawab seperlunya sebelum berjalan memasuki Kediaman Klan Qing.


"Ahh... An gege, tunggu aku." Sahut Mu Lingyun sebelum berjalan cepat mengejar Qing Shandian.


Tidak lama mereka berjalan, akhirnya mereka tiba di depan sebuah rumah. Melangkah maju dan mengetuk pintu, Qing Shandian lalu berkata, "Ayah, ibu, An'er pulang."


Sesaat setelah suara Qing Shandian berakhir, langkah kaki ringan terdengar dari dalam rumah, dan pintu pun terbuka.


Lin Lianhua yang melihat kehadiran seorang gadis yang tidak dia kenal sedang berdiri dibelakang putranya pun mengerutkan alisnya dan bertanya, "An'er siapa dia? Apakah kamu bermain-main dengan banyak gadis diluar sana?"


"Uhhh.. Bu, apa An'er terlihat seperti itu? Dia adalah Mu Lingyun. Salah satu Tetua dari Sekte Bulan Jingga. Aku hanya menyelamatkannya, dan dia mengikutiku." Qing Shandian membalas pertanyaan ibunya dengan nada tidak berdaya. Setelah itu, dia memiringkan badannya dan menoleh ke arah Mu Lingyun sebelum bicara. "Lingyun, ini adalah ibuku, Lin Lianhua."


"Salam, ibu Lin. Aku Mu Lingyun." Sahut Mu Lingyun memberi salam dengan menangkupkan kedua tangannya dan sedikit membungkuk memperkenal diri.


"Baiklah. Kalian berdua masuklah dan bersihkan diri kalian. Ibu akan memasak untuk makan malam kita." Ucap Lin Lianhua sebelum berbalik, diikuti oleh Qing Shandian dan Mu Lingyun.


Menjelang malam, Qing Yuan, Lin Lianhua, Qing Shandian dan Mu Lingyun berkumpul di meja makan menyantap hidangan yang disajikan oleh Lin Lianhua. Qing Yuan memandang Mu Lingyun untuk sesaat sebelum mengalihkan pandangannya ke arah putranya dengan tatapan kompleks tanpa berkedip dan berkata, "Bocah kecil, sepertinya perkembanganmu tidak hanya terbatas pada peningkatan kekuatanmu. Namun itu juga termasuk pesonamu dalam memikat seorang gadis cantik. Ayah kagum padamu... Hmmm.."


"Uhukk..uhukk..uhukk... Ayah, omong kosong apa yang kamu bicarakan? An'er tidak mengerti." Sahut Qing Shandian dengan terbatuk-batuk sebelum meminum segelas air.


"Ayah sialan... Jika kamu terus membicarakan omong kosong, An'er akan berduel denganmu." Sahut Qing Shandian yang malu sambil menggertakkan giginya.


"Hahahahaha.. Hua'er, lihat... Bukankah bocah kecil kita menjadi lebih pemalu sekarang?" Sambung Qing Yuan yang semakin senang menggoda Qing Shandian.


"Hihihi.. Yuan gege, sudahlah. Jangan menggodanya terus. Apakah kamu tidak melihat jika Lingyun ikut menjadi malu? Lebih baik kita lanjutkan makan malamnya." Lin Lianhua terkikik dan menyahuti ucapan Qing Yuan dengan nada tenang.


Setelah menyahuti ucapan Qing Yuan, Lin Lianhua memandang Qing Shandian dengan tatapan lembut, dan dengan serius berkata, "An'er, dunia kultivator memang tidak melarangmu untuk memiliki banyak pendamping. Tapi, kamu juga harus ingat, hati wanita itu mudah rapuh. Jangan memberikan harapan jika kamu tidak bisa memberi kepastian. Jangan mempermainkan hati banyak gadis jika kamu tidak bisa berlaku adil. Selain itu, perjalananmu masih panjang dan usiamu juga masih sangat muda. Jadi, jangan sembarangan memilih seorang pendamping, karena itu juga untuk kebahagiaanmu sendiri. Dan juga, carilah yang benar-benar bisa menerima apa adanya. Apakah kamu mengerti?"


Qing Shandian mendengarkan nasehat ibunya dengan baik. Dia memandang ibunya dengan tatapan lembut lalu berkata, "Baik, bu. An'er mengerti dan akan selalu mengingat nasehat ibu."


"Bagus kamu mengerti. Itu sudah cukup. Setelah ini, istirahatlah. Bukankah kalian akan menuju kota Matahari Terbit besok?" Sahut Qing Yuan dengan nada santai.


"Ya. An'er akan mengantar gadis yang kabur selama dua tahun ini untuk menerima hukuman Klannya." Celetuk Qing Shandian sambil menganggukkan kepalanya. Namun, tiba-tiba dia merasakan sakit di pinggangnya dan ekspresinya berubah sebelum berteriak.


"Aahh... Lingyun, itu sakit, sakit... Baik baik, kamu gadis baik, oke? Aahhh.." Ucap Qing Shandian disela-sela teriakannya.


"Rasakan.. Dasar An gege bodoh..hmph." Sahut Mu Lingyun mendengus dingin sebelum melanjutkan makannya dengan tenang. Sementara itu, Lin Lianhua dan Qing Yuan terkikik melihat kesengsaraan putranya.


...…………………………...


Waktu berlalu, hari pun berganti. Cahaya pagi perlahan menelisik, menerobos setiap celah, menerangi sudut gelap. Qing Shandian yang masih tertidur, secara perlahan mulai membuka matanya. Mengerjap beberapa kali sebelum perlahan duduk, dan beranjak membersihkan diri.


Sesaat kemudian, dia keluar dari bilik mandi dan merapikan pakaiannya. Duduk dengan tenang, dia memasuki 'Toko' system untuk membeli perlengkapan tertentu, seperti 'Pil Pemulih Qi Spiritual' serta lainnya, yang menghabiskan 1,5 Milliar PS. Setelah itu, dia beranjak keluar dari kamarnya.


Ketika Qing Shandian tiba di ruang depan, terlihat bahwa Lin Lianhua sedang berbincang ringan dengan Mu Lingyun. Perlahan duduk, dia berkata dengan nada santai, "Sepertinya ibu sangat senang memiliki teman bicara."


"Hihi.. Tentu saja. Kamu sudah pasti hafal seperti apa ibumu bukan? Ibu tidak terlalu banyak memiliki teman yang akrab kecuali bibimu, Rou'er dan Yun'er." Lin Lianhua terkikik pelan sebelum dia membalas ucapan Qing Shandian.


"Nanti ibu akan memiliki banyak kesempatan untuk lebih sering berbicara dengan Lingyun maupun Wenrou. Tapi sebelum itu, An'er minta maaf. An'er harus mengantarnya pulang ke Klan nya lebih dulu. Semoga saja semuanya berjalan lancar." Sahut Qing Shandian sambil tersenyum hangat ke arah Lin Lianhua.


"Ibu mengerti. Kalian harus berhati-hati selama perjalanan. Ingat, jangan membuat ulah jika tidak diperlukan." Sahut Lin Lianhua mengingatkan.


Mengangguk ringan, Qing Shandian berkata. "Baik, An'er mengerti. Kalau begitu, An'er pergi dulu, bu." Pungkasnya sebelum melangkah keluar dari rumah.


"Baiklah, pergilah dan kembali dengan selamat. Kami akan selalu menunggu kepulanganmu." Sahut Lin Lianhua.


"Ibu Lin, Lingyun pergi dulu." Ucap Mu Lingyun sebelum berdiri dan segera menyusul Qing Shandian.


...…………………………...


"Wuusshh.."


Keluar dari portal dunia jiwa, Qing Shandian dan Mu Lingyun muncul di tempat yang sebelumnya. Qing Shandian dengan segera melepaskan persepsi spiritualnya, memastikan bahwa tidak ada seorangpun di area sekitarnnya. Ketika semua aman, dia menghela nafas lega sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Mu Lingyun dan berkata, "Lingyun, apakah kamu sudah siap untuk melakukan perjalanan ke kota Matahari Terbit?"


"Emm.. Aku siap berangkat kapan saja." Sahut Mu Lingyun dengan nada tenang.


Mendengar hal itu, Qing Shandian mengangguk ringan sebelum kemudian bergerak cepat dan membopong Mu Lingyun. Dia pun berkata, "Kalau begitu, kita akan berangkat sekarang."


Sementara itu, Mu Lingyun yang terkejut dengan aksi Qing Shandian pun pipinya merona merah dan segera berkata dengan lirih, "An gege, apa yang kamu lakukan? Cepat, turunkan aku."


Terkekeh ringan, Qing Shandian pun membalas. "Hehe.. Jika aku menurunkanmu, bagaimana kamu akan cepat sampai di kota Matahari Terbit?" Pungkasnya sebelum kemudian sepasang sayap berwarna emas berbalut petir halus berwarna hitam transparan terbentang dari punggungnya, dan langsung mengepakkannya dengan kecepatan sedang menuju arah timur laut, ke kota Matahari Terbit.


"Aaaaaaaaaa... Dasar An gege bodoh." Teriak Mu Lingyun.


"Hahahahaha... Dengan begini, kita akan cepat sampai bukan?" Sahut Qing Shandian sebelum kemudian meningkatkan lagi kecepatannya ke tingkat maksimal.


"Aaaaaaaaaaaa....."


...…………………………...


** Bersambung …