System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.27 - Menemani Qing Wenrou dan Binatang Kontrak Kedua



Di dunia jiwa, suasana terlihat begitu hidup. Setiap Klan melakukan kesibukannya masing-masing. Di wajah setiap anggotanya pun tampak begitu bersemangat.


Tidak terlalu jauh dari Kediaman Klan Qing, portal putih transparan tiba-tiba muncul. Dari portal itu terlihat Qing Shandian yang berjalan santai diikuti oleh seekor Rubah Bulan.


"Wuusshhh"


Begitu mereka muncul di dunia jiwa, Rubah Bulan, Qing Yin Yue berdiri mematung. Tubuhnya bergetar hebat begitu merasakan kepadatan Qi Spiritual yang begitu tinggi. Dia menoleh ke arah Qing Shandian, lalu berkata, "Tuan muda, dimana ini? Qi Spiritual disini puluhan kali lebih padat daripada Pegunungan Lingshan.."


"Hmmm.. Bagaimana? Tidak menyesal bukan, telah mengikutiku? Kita saat ini ada di dalam duniaku, Dunia Jiwa... " Ucap Qing Shandian membalas dengan santai.


"Dunia Jiwa? Dunia Jiwa yang bahkan jarang dimiliki oleh seorang kultivator tingkat Saint King?!" Sahut Yin Yue dalam keterkejutannya, diiringi gelengan kepala.


"Emm... Kamu benar.. Bagaimana kamu tahu tentang itu?" Balas Qing Shandian ingin tahu..


Yin Yue menghirup udara dalam-dalam, tatapannya melayang jauh kedepan. Dia pun berkata, "Sebenarnya, dulu sekali... Yin Yue juga mempunyai seorang Tuan... Tapi, karena suatu peristiwa, Tuan Yin Yue yang sebelumnya terbunuh. Yin Yue tidak bisa melindunginya. Karena saat itu, Yin Yue masih muda, baru menjadi Binatang Spiritual Kelas 2 Tingkat Menengah. Dia seorang kultivator yang baik, berwawasan luas, dan juga sangat berbakat. Darinya, Yin Yue mendapatkan banyak pengetahuan... Dan juga..." Pungkasnya dengan nada sedih tanpa melanjutkan ceritanya.


Disampingnya, Qing Shandian hanya tersenyum, lalu berkata, "Yin Yue, itu sudah menjadi masa lalu... Aku tidak akan menjadi sepertinya.. Aku akan berjuang menjadi kuat dan lebih kuat, agar aku tidak akan dengan mudah terbunuh. Lagipula, kamu juga belum banyak mengetahui tentangku, bukan?" Pungkasnya memberikan dorongan semangat.


Setelah berhenti sejenak, Qing Shandian berkata lagi, "Baiklah.. Lupakan semua hal yang menyedihkan. Saatnya kamu bangkit dan menatap masa depan. Sekarang ikuti aku... Aku akan memperkenalkanmu dengan keluargaku." Pungkasnya sambil berjalan ke arah Kediaman Klan Qing


...…………………………...


Kediaman Klan Qing.


Berjalan didepan dengan seekor Rubah Bulan setinggi 2 meter mengikuti dibelakangnya, Qing Shandian terlihat sangat santai. Namun, berbeda halnya dengan para anggota klan Qing yang sedang melihatnya. Mereka sangat terkejut begitu melihat seekor Binatang Spiritual yang bahkan tidak bisa mereka ukur kekuatannya. Satu pun dari mereka tidak ada yang berani mendekat, dan bahkan banyak yang sudah lari tunggang langgang.


Sesaat kemudian, Pemimpin Klan, para Tetua, Qing Yuan dan Lin Lianhua muncul secara serempak. Mereka memasang sikap waspada terhadap Rubah Bulan itu. Bahkan para Tetua menelan ludah mereka karena tidak mampu mengukur tingkat kekuatannya.


"An'er, apakah kamu baik-baik saja? Dan ini... Kenapa kamu membawa Rubah Bulan ini?" Ucap Lin Lianhua yang telah melangkah maju lebih dulu sambil memeriksa Qing Shandian.


"Bocah kecil... Apa kamu ingin menyebabkan bencana bagi Klan? Bagaimana kamu bisa membawa Binatang Spiritual yang bahkan ayah tidak bisa mengukurnya?" Cerca Qing Yuan menyambung ucapan Lin Lianhua.


Menghela nafas ringan, Qing Shandian Berkata, "Haahhh.. Semuanya tenanglah... Ayah, ibu, jika kalian bertanya terus, lalu bagaimana An'er menjelaskan? Bahkan mengucap sepatah kata pun tidak sempat.." Pungkasnya menggerutu.


Qing Shandian memandang Pemimpin Klan, para Tetua, Lin Lianhua dan Qing Yuan secara bergantian, lalu dia melanjutkan, "An'er akan memperkenalkannya pada kalian semua. Ini 'Four-tailed Silver Moon Fox', An'er memberinya nama Qing Yin Yue. Dia adalah Binatang Kontrak pertama An'er."


"Hahhh?...Apa.. Apa kamu bilang tadi? Binatang Kontrak? Sejak kapan kamu menjadi seorang Spiritual Beast Master? Bagaimana kamu menjinakkan Binatang Spiritual dari kelas yang begitu tinggi?" Ucap Qing Yuan serampangan dengan pertanyaan yang berderet...


"Uhhh... Ayah sialan... Kenapa kamu akhir-akhir ini selalu berbicara seperti panjangnya gerbong kereta?.. Haiiih... Sudahlah.. Intinya, Kapan dan Bagaimana tentang yang ayah katakan, di awal kita memasuki 'Paviliun Obat Shangdi' sudah An'er jelaskan sedikit. An'er tidak bisa memberi tahu lebih banyak.. Maafkan An'er." Sahut Qing Shandian tanpa menjelaskan rahasianya.


"Yin Yue, kita saat ini berada di Kediaman Klan Qing. Yang berbicara seperti gerbong kereta panjang adalah ayahku, Qing Yuan. Yang cantik dan berkata lembut ini adalah ibuku, Lin Lianhua. Sedangkan mereka semua adalah para Tetua dan Pemimpin Klan.


"Salam, Tuan Yuan, Nyonya Hua, para Tetua dan Pemimpin Klan. Aku Qing Yin Yue, Binatang Kontrak Tuan muda." Ucap Qing Yin Yue memberi salam dan memperkenalkan diri.


Mendengar ucapan Yin Yue. Mereka semua hanya membalas dengan anggukan.. Mereka tidak tahu harus bagaimana untuk merespon.


"Ohh.. Ngomong-ngomong, dimana Wenrou, bu? Kenapa dia tidak terlihat?" Ucap Qing Shandian sambil mencari-cari keberadaan Qing Wenrou.


"Hihi... Kenapa? Apakah kamu sudah merindukannya?" Celetuk Lin Lianhua sambil terkikik.


"Hehe... An'er hanya bertanya... Karena ibu tidak mau mengatakannya, An'er akan mencarinya sendiri.." Pungkasnya sambil lalu melenggang pergi. Dia pun berkata lagi dengan sedikit berteriak sambil berjalan santai, "Yin Yue,, kamu bisa mencari tempat yang tenang untuk kultivasimu.. "


"Baik, Tuan muda.." Ucap Yin Yue membalas, dan dia pun segera pergi juga tanpa mengusap perpisahan.


Setelah kejadian menghebohkan itu, semua kembali ke kesibukannya masing - masing.


...…………………………...


Suara gemerisik dan deburan air terjun yang menghantam kubangan sungai menghadirkan suasana yang riuh. Di pinggiran sungai itu, Qing Shandian dan Qing Wenrou duduk berdampingan, sementara kaki mereka direndam dalam aliran sungai yang tenang.


"Wenrou, maaf, aku belum mendapatkan sesuatu yang bagus untukmu." Ucap Qing Shandian merasa bersalah. Dia berhenti sejenak, mengeluarkan botol giok yang berisi madu 'Golden Cloud Honey Bee', lalu melanjutkan. "Tapi, aku mendapatkan sesuatu yang bagus untuk semua orang.. Apakah Wenrou mau mencobanya?" Pungkasnya sambil mengulurkan botol giok itu.


Qing Wenrou tidak menjawab, namun menerima botol giok itu. Dia membuka tutupnya, lalu mengendusnya. Seketika, aroma yang harum dan menggiurnya memasuki hidungnya yang mungil dan lancip. Dia tertegun untuk sesaat, lalu berkata, "An gege... Darimana An gege mendapatkan madu ini?"


"Itu adalah keberuntungan.. Jika Yin Yue tidak mengatakan bahwa dia diserang 'Golden Cloud Honey Bee', aku juga tidak mungkin bisa menemukan sarangnya. Tapi sekarang, di lahan Ramuan Spiritual, kita memiliki ternaknya.. Jadi, jika yang ada sekarang habis, kita bisa memanennya lagi nanti." Ucap Qing Shandian menjelaskan.


"An gege sungguh beruntung.. Madu 'Golden Cloud Honey Bee' sangat langka, dan sulit untuk ditemukan. Lalu... Bisakah Wenrou menyimpan ini semuanya?" Sahut Qing Wenrou sambil memandang Qing Shandian dengan tatapan penuh harap.


"Hihi... Wenrou-ku benar-benar sangat imut dan lucu.. Tentu saja itu semua untuk Wenrou." Kata Qing Shandian sambil terkikik.


"Benarkah?.. Terimakasih, An gege." Ucap Qing Wenrou membalas dengan suara riang.


"Untuk apa berterimakasih?... Wenrou, kamu juga orang terpenting bagiku... Sekarang, apakah Wenrou sudah merasa lebih baik?.." Balas Qing Shandian sambil tersenyum lembut dan mengusap kepala Qing Wenrou.


Qing Wenrou yang mendapat perlakuan manis seperti itu, hanya bisa mrnunduk. Namun, dia merasa bahagia di hatinya. Hening sejenak, dia pun membalas, "Emm... Wenrou, lebih baik sekarang.. Lain kali, apakah An gege mau menemani Wenrou lagi?.."


"Hehe... Tentu saja... Baiklah, kita kembali sekarang... An gege juga ingin berburu lagi..." Ucap Qing Shandian membalas dan diikuti anggukan Qing Wenrou.


Mereka pun berjalan beriringan kembali ke Kediaman Klan Qing.


...…………………………...


Setelah memperkenalkan Qing Yin Yue kepada keluarganya dan menemani Qing Wenrou, Qing Shandian kembali melanjutkan perjalanannya di area perbatasan antara hutan bagian timur dan bagian tengah. Dia bergerak secepat yang dia bisa menggunakan "Falling Star Steps'-nya.


Cukup lama menyusuri kawasan hutan lebat, Qing Shandian akhirnya menemukan kawanan Binatang Spiritual yang bahkan lebih besar. Dia memperkirakan kawanan itu berjumlah setidaknya 5000 lebih.


Usai berkata demikian, dia menggunakan teknik 'Wind Lightning Golden Wings'. sepasang sayap berwarna emas berbalut petir halus berwarna hitam transparan, yang diaglomerasi dari penggunaan Teknik Terbang dan Qi Spiritual pun muncul dipunggungnya. Perlahan melayang ke langit, dia melesat hingga tepat berada di atas kawanan Binatang Spiritual itu. Merentangkan tangannya, dia bergumam, "Saatnya pembantaian massal..." Lalu berkata lagi dengan suara keras,


"Holy Lightning - Lightning Dragon Rage! Kemarahan Naga Petir!"


Mengikuti teriakan itu, awan hitam legam dengan cepat berkumpul, lalu membentuk pusaran. Sesaat setelah itu, seekor naga petir yang diaglomerasi dari penggunaan teknik dan Qi Spiritual keluar dari pusaran awan hitam. Raungan naga petir membahana di perbatasan hutan itu. Sementara bersamaan dengan itu, kawanan Binatang Spiritual meraung-raung karena kehadiran Qing Shandian dan Naga petir itu. Keributan pun terjadi. Namun, ketika mereka mulai bergerak melarikan diri, kekuatan penghancur itu turun dengan sangat cepat ke arah mereka..


"Boooommmmmm....."


Ledakan kuat itu menimbulkan sapuan angin yang menderu-deru membawa riak Qi Spiritual yang ganas, diikuti derak petir halus dan debu yang berhamburan seperti badai pasir. Begitu ledakan usai, Qing Shandian tetap waspada.


[Ding... An gege berhasil membunuh 3815 'Winged Black Panther' Kelas 3 Tingkat Menengah, mendapatkan 763 Milliar PS, mendapatkan 381.5 Milliar PP]


[Ding... An gege berhasil membunuh 1025 'Winged Black Panther' Kelas 3 Tingkat Tinggi, mendapatkan 1,025 Triliun PS, mendapatkan 512.5 Milliar PP]


[Ding... Akumulasi Poin Pengalaman 1,2015 Triliun/650 Milliar PP]


[Ding... Akumulasi Poin Pengalaman telah tercukupi...]


[Ding... Selamat, An gege menerobos Tingkat Kaisar ★3..]


[Ding... Akumulasi terobosan selanjutnya 551.5 Milliar/850 Milliar PP]


Mengikuti berakhirnya pemberitahuan itu, Qing Shandian merasakan perasaan nyaman yang mengalir ke seluruh tubuhnya, diiringi dengan bunyi teredam.


"Boomm.."


Namun, Qing Shandian merasa senang meskipun telah menerobos. Justru pandangannya terlihat sangat serius. Karena saat ini, Binatang Spiritual Kelas 4 Tingkat Rendah atau setara dengan Kultivator 'Sovereign' ternyata menyembunyikan auranya dan bersembunyi diantara kawanan yang telah dia bantai.


"Bocah manusia... Kau benar-benar membantai semua rakyatku! Sungguh berani!!" Ucap Winged Black Panther itu meraung penuh amarah. Dia pun berkata lagi, "Karena kau berani membantai rakyatku, jangan harap bisa keluar dari pegunungan ini hidup-hidup!" Begitu ucapannya selesai, aura kuat menggelegak dari tubuhnya, dan dia segera melesat terbang ke arah Qing Shandian.


Qing Shandian tidak menghindar. Dia mengeluarkan Pedang Terbang Petir Angin, dan segera melesat ke arah Winged Black Panther yang juga menerjang dengan ganas ke arahnya, sambil lalu mendengus dingin.


"Hmph! Panther tua... Aku juga tidak ingin melarikan diri darimu.. Kita lihat siapa yang mengalahkan siapa!"


"Lancang!!!..."


"Boommmmm....."


Keduanya bentrok dilangit. Qing Shandian yang kekuatannya jauh lebih lemah dari Winged Black Panther pun terpental semakin tinggi ke langit karena efek rebound dari bentrokan itu. Sementara disisi Winged Black Panther sendiri, juga tidak baik-baik saja meski dia tetap mengudara.


"Panther tua! Karena kau benar-benar berniat membunuhku, aku akan melawanmu dengan baik!" Ucap Qing Shandian diiringi dengan meledaknya aura yang lebih ganas dari Winged Black Panther. Setelah itu dia berteriak keras dan berucap lagi,


"Haaa!!! Thousand Swords Split the Sky! Seribu Pedang Penghancur!"


Winged Black Panther yang merasakan keganasan aura yang ditunjukkan Qing Shandian, tubuhnya bergetar hebat. Dia bergumam lirih, "Heaven Swallowing Star Moon Wolf Emperor!"


"Black Panther Sky Claw! Membelah Badai!" Ucap Winged Black Panther yang juga mengeluarkan serangannya.


"Boooommmmmm...."


Ledakan hebat mengguncang kawasan perbatasan lagi. Angin bergejolak menderu-deru menyapu ke segala arah. Serangan yang diluncurkan Qing Shandian yang dicampur dengan aura ganasnya benar-benar diluar dugaan Winged Black Phanter.


"Wuushhhh..." Disisi Qing Shandian, dia terpental jauh. Jubah ditubuhnya terlihat compang-camping disana-sini, dengan darah juga mengalir menghias sudut bibirnya. Dia terbatuk-batuk dan memuntahkan darah. Selain itu, dia juga merasakan mati rasa disekujur tubuhnya. Beruntung bahwa dia telah mengenakan baju pelindung Rompi Naga Emas Hitam, Kelas Surga Tingkat Tinggi. Jika tidak, mungkin saat ini dia akan berada dalam keadaan yang lebih menyedihkan. Dia pun memaksa menggerakkan tangannya, mengeluarkan 'Spiritual Qi Recovery Pill' Kelas 6 Tingkat Tinggi dan langsung menelannya, untuk memulihkan Qi Spiritualnya yang terkuras karena dua kali penggunaan Teknik Tingkat Tinggi.


"Baammm.." Bersamaan dengan itu, disisi Winged Black Panther juga tidak terlihat begitu baik. Efek ledakan dari bentrokan serangan terakhir mereka membuatnya terluka disana sini. Darah merah menghias mewarnai bulunya yang hitam legam. Auranya juga menjadi kacau dan lemah.


"Slaapp"


Menggunakan Teknik Teleportasinya, Qing Shandian muncul di depan Winged Black Panther sambil memegang erat Pedang Terbang Petir Angin. Dengan menyipitkan matanya, dia dengan dingin berkata, "Panther tua... Aku tidak tahu jika kau dan rakyatmu merupakan sebuah ras dari 'Winged Black Panther'... Yang aku tahu, aku membutuhkan kekuatan.. Jika kau menunjukkan dirimu, sudah pasti aku tidak akan membantai mereka semua... Sekarang, tentukan pilihanmu! Menjadi Pengikutku, atau mati seperti anggota ras-mu yang lain.. Aku tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan!"


Winged Black Panther itu hanya menggeram, mencoba menggerakkan kepalanya, namun dia merasa lemah. Dia pun hanya bisa berkata dengan lemah, "Bocah manusia... Jika kau ingin membunuhku, aku yakin kau sudah melakukannya sejak tadi. Oleh karena itu, aku akan menjadi pengikutmu mulai sekarang. Pengikut yang setia..."


"Karena kau sudah membuat pilihan, aku akan menanamkan segel kontrak padamu.." Balas Qing Shandian sambil lalu menanamkan segel kontrak di atas dahi Winged Black Panther.


Ketika proses penanaman kontrak selesai, Qing Shandian segera mengeluarkan 'Spiritual Beast Vitality and Durability Restoration Pill', lalu berkata, "Buka mulutmu.. Telan pil ini. Itu akan memulihkanmu ke kondisi puncak..."


Setengah jam berlalu. Setelah kondisi Winged Black Panther kembali ke puncaknya, dia memandang Qing Shandian lekat-lekat, lalu berkata, "Tuan, siapa kau sebenarnya? Aura yang Tuan keluarkan sebelum terakhir bahkan lebih ganas dariku. Jika bukan karena aura ganas yang bercampur dengan serangan terakhirmu, aku tidak akan berada dalam keadaan se-menyedihkan itu."


Qing Shandian juga merasakan keanehan yang sama. Setiap kali dia mengeluarkan aura itu, dia juga merasa, seolah dirinya menjadi sesuatu yang lain. Namun, segera dia mengabaikan pemikiran itu. Dia lantas menjawab, "Aku bukan siapa-siapa... Kau pun jelas mengetahuinya, bahwa aku hanyalah bocah manusia kecil.. Namaku Qing Shandian. Sedangkan untukmu, mulai sekarang, kamu akan dikenal dengan Qing Hei Bao... Dan kamu cukup memanggilku Tuan muda saja.. Aku belum tua untuk kau panggil Tuan."


"Baik, Tuan muda. Hei Bao merasa sangat senang dengan nama ini, Panther Hitam.. Hahaha.." Ucap Hei Bao yang diiringi tawanya yang keras.


"Haihh... Sudahlah. Apakah kamu tahu, dimana aku bisa menemukan kawanan Binatang Spiritual Kelas 3 Tingkat Menengah dan Tingkat Tinggi? Jika kamu tahu, antarkan aku kesana.. Perburuan ini akan meningkatkan kekuatanku... Kamu harus tahu, aku tidak ingin bergantung pada pengikutku. Aku ingin menjadi lebih kuat bersama dengan semua pengikutku nantinya." Sahut Qing Shandian sambil mengingatkan Hei Bao.


"Baik, Hei Bao mengerti Tuan muda... Aku akan mengantarmu ke tempat kawanan besar Binatang Spiritual seperti yang Tuan muda inginkan... Hahaha.." Ungkap Hei Bao dengan riang, lalu melanjutkan, "Silakan naik ke punggungku Tuan muda."


Mereka pun menghilang dari pandangan. Meninggalkan suasana sunyi dengan area yang hancur sebagai bukti pembantaian sepihak, dengan mayat gosong bergelimpangan dimana-mana.


...…………………………...


** Bersambung …