System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.71 - Hari Pertama Kompetisi 1



Qin Laohu


Di depan sebuah reruntuhan bangunan besar, sepuluh orang pemuda pemudi berkumpul bersama. Ekspresi di wajah mereka terlihat serius. Mereka tidak lain adalah Qing Shandian dan kelompoknya.


Saat ini, Qing Shandian dengan serius mengamati susunan array yang masih aktif melindungi reruntuhan bangunan didepannya. Kadang dia menyentuh larik array itu, kadang juga mengusapnya. Ekspresinya juga berubah-ubah tidak menentu. Lima belas menit setelah pengamatan teliti, mata Qing Shandian berbinar. Dia berbalik, menatap Shi Zhifang dan delapan lainnya, lalu berkata, "Kalian mundurlah sedikit lebih jauh. Aku akan mematahkan array ini. Pastikan, agar tidak ada yang mengganguku."


"Shandian, apakah kamu yakin bisa mematahkan array ini? Kenapa kita tidak menyerangnya secara langsung?" Ucap Shi Zhifang sambil mengerutkan dahinya dengan nada bingung.


Qing Shandian menggelengkan kepalanya. Dia berkata, "Menyerang langsung akan dengan mudah menghancurkan array ini. Tapi, kita akan memerlukan lebih banyak waktu. Karena array ini, bukan array kelas Langit. Selain itu, aku tidak ingin menyebabkan keributan yang tidak perlu."


Mendengar ucapan itu, Xie Huang Yang mengangguk dan berkata, "Shandian, jika seperti itu, maka lupakan saja. Bukankah lebih baik jika kita memburu Binatang Spiritual? Dengan begitu, kita akan bisa mengumpulkan lebih banyak poin."


"Emm.. Aku juga setuju itu." Sahut Sun Mingzhou sambil mengangguk ringan, diikuti oleh yang lain.


Qing Shandian menggelengkan kepalanya ketika mendengar ucapan mereka. Dia menatap mereka dengan tenang, lalu berkata, "Memang benar, jika kita berburu lebih cepat, maka kita akan mendapatkan lebih banyak poin. Tapi, aku tidak akan terburu-buru. Aku tertarik dengan sesuatu yang misterius. Apalagi, bangunan ini telah runtuh, namun array masih aktif. Aku sangat penasaran dengan hal itu. Jika kalian ingin berburu, silakan. Aku tidak akan melarang kalian."


"Pengganda Bayangan." Ucap Qing Shandian pelan.


"Wushh..wushh..wushh..wushh..wushh"


Sepuluh sosok yang identik dengan Qing Shandian muncul dan langsung menyebar ke arah yang berbeda, begitu dia mengeluarkan tekniknya. Setelah itu dia berbalik ke arah array dan berkata, "Kalian bisa pergi jika ingin berburu. Aku bisa melindungi diriku sendiri."


Shi Zhifang, Xie Huang Yang, Sun Mingzhou dan enam lainnya terdiam. Mereka berdiri mematung tanpa sepatah kata pun. Shi Zhifang tersadar. Dia menghela nafas panjang dan berkata, "Haahhhh... Aku tidak bermaksud untuk meragukanmu. Maafkan aku. Hanya saja, mengumpulkan poin itu lebih penting menurutku."


"Zhifang, Huang Yang, Mingzhou, kalian semua... Apa yang kalian fikirkan memang benar. Jadi, kalian pergilah. Aku bisa berburu sendiri ketika urusanku disini selesai." Sahut Qing Shandian sambil lalu mengeluarkan pena dan tinta khusus untuk membuat array, lalu dia menyibukkan dirinya menoreh berbagai macam simbol rumit, menimpa larik array yang melindungi bangunan, dan mengabaikan semua orang.


Shi Zhifang dan delapan lainnya tidak bergerak sedikitpun dari tempat mereka berdiri. Mereka tenggelam dalam dilema, apakah harus pergi, atau tetap tinggal. Pada akhirnya, mereka tidak meninggalkan Qing Shandian dan dengan tenang mengamati apa yang Qing Shandian lakukan.


Setengah jam lagi berlalu. Butiran keringat halus terlihat menutupi dahi Qing Shandian. Pengeluaran kekuatan spiritualnya sudah cukup banyak setelah menoreh berbagai macam simbol array. Sesaat kemudian, dia berhenti menoreh simbol, lalu menyimpan pena dan tinta khusus yang ada ditangannya. Dia berdiri dengan tenang menghadap array, lalu tangannya membentuk segel. Dia dengan pelan berkata, "Aktifkan."


"Nguungggg"


Ketika ucapan Qing Shandian jatuh, suara dengungan ringan terdengar, diiringi oleh berbagai simbol yang dia tulis menyala satu demi satu, lalu array di depannya memperlihatkan retakan-retakan kecil dan terus menyebar.


"Krackk.. Kraacckk.. Kraacckkk.. Pyarrrrrr.."


[Ding... Selamat, An gege berhasil meningkatkan profesi Master Array ke Kelas Surga tingkat menengah]


Sesaat setelah hancurnya array itu, suara pemberitahuan terdengar dalam fikiran Qing Shandian. Namun, Qing Shandian mengabaikan itu. Dia segera duduk bersila, mengeluarkan lima 'Pil Pemulih Qi Spiritual' dan langsung menelannya. Dia dengan segera melakukan penyerapan. Perlahan, wajah Qing Shandian mulai memperlihatkan warna kemerahan, dan Qi Spiritualnya juga perlahan kembali pulih. Setelah selesai memulihkan diri, Qing Shandian perlahan membuka matanya. Namun, dia terkejut ketika apa yang ada di hadapannya saat ini bukanlah sebuah bangunan yang runtuh. Itu adalah bangunan besar yang masih berdiri kokoh dan megah. Dia berdiri, lalu membalikkan badan. Dia juga melihat ekspresi terkejut kelompoknya. Menghirup nafas dalam-dalam, dia berdehem, lalu berkata, "Eheemm... Apakah kalian tidak jadi pergi berburu? Atau kalian ingin mengikutiku masuk dan melihat-lihat?"


Deheman keras Qing Shandian menyadarkan Shi Zhifang dan delapan lainnya. Shi Zhifang berkata, "Shandian, apakah itu benar-benar reruntuhan bangunan yang sebelumnya kita lihat? Kenapa itu terlihat masih sangat kokoh tanpa cacat sedikitpun?"


"Aku tidak akan banyak bicara. Jika kalian ingin masuk, ikuti aku. Jika tidak, kalian tetaplah disini." Sahut Qing Shandian sambil lalu berbalik dan menuju bangunan besar.


Ketika sampai di depan pintu bangunan yang tinggi, Qing Shandian membuka pintu itu perlahan dengan sedikit kekuatan.


"Kreekkkk"


Begitu pintu terbuka, apa yang ada dalam ruangan itu membuat Qing Shandian berdiri mematung terkejut. Bersiri dibelakangnya, kelompoknya juga terkejut dengan mulut ternganga lebar dengan mata terbelalak. Bagaimana mereka tidak terkejut? Begitu banyak botol giok yang tersusun rapi dalam barisan rak yang berjajar. Selain itu, ada beberapa gunungan Batu Spiritual yang berkilauan. Ada juga item lain seperti senjata, baju pelindung, buku, dan gulungan giok yang menumpuk. Qing Shandian segera tersadar. Dia menghirup udara dalam - dalam, menenangkan dirinya. Tanpa menoleh ke belakang, dia berkata, "Apakah kalian tidak ingin berburu? Bukankah poin adalah yang terpenting? Aku berbeda dengan kalian. Apa yang ada dalam ruangan ini, hal seperti itulah yang paling penting."


Shi Zhifang, Xie Huang Yang, dan tujuh orang lainnya tersadar kembali. Mereka merasa malu ketika mendengar ucapan Qing Shandian. Shi Zhifang dengan nada bersalah berkata, "Maafkan aku. Aku salah telah meragukanmu. Seharusnya aku mendengarkan dan benar-benar mengikutimu. Kamu adalah ketua tim ini. Aku akan mengikuti keputusanmu mulai sekarang."


Qing Shandian melangkah maju memasuki ruangan. Dia berjalan pelan sambil berkata, "Qing Wenrou sudah mengingatkan kalian sebelumnya. Jadi aku tidak akan bicara omong kosong. Kalian memang sahabatku. Tapi, kalian belum mengenalku dengan baik. Jalanku tidak akan sama dengan kalian. Aku akan menapaki jalanku sendiri. Aku juga tidak peduli jika orang lain meragukanku. Saat ini, yang terpenting adalah apa yang ada dihadapanku."


Shi Zhifang dan delapan orang lainnya tertunduk malu, merasa bersalah. Mereka tidak bisa berkomentar apapun.


Qing Shandian mengabaikan mereka. Menurutnya, dia harus memberikan mereka sedikit pukulan agar tidak tergesa-gesa dalam suatu hal. Lagi pula, itu belum ada satu hari sejak kompetisi dimulai. Qing Shandian terus berjalan semakin dalam, dengan atapannya berkeliaran ke segala arah. Tiba-tiba dia berhenti berjalan. Tatapan terpaku pada lima boneka yang berbentuk layaknya manusia. Dia dengan cepat berjalan mendekati boneka itu.


"Analisis."


[Ding]


[Boneka Spiritual Surga : Kelas Surga Tingkat Tinggi, Bergaris Tiga. Setara dengan kutivator tingkat Saint King ★9 Puncak. Menggunakan Batu Suci atau Batu Dewa sebagai energi penggerak. Membutuhkan Penempaan Petir dan Pembakaran Api Langit untuk meningkatkan Kelas]


[Boneka Spiritual Surga : Kelas Surga Tingkat Menengah, Bergaris Tiga. Setara dengan kutivator tingkat Saint King ★5. Menggunakan Batu Suci atau Batu Dewa sebagai energi penggerak. Membutuhkan Penempaan Petir dan Pembakaran Api Langit untuk meningkatkan Kelas]


[Boneka Spiritual Surga : Kelas Surga Tingkat Tinggi, Bergaris Dua. Setara dengan kutivator tingkat Saint ★9 Puncak. Menggunakan Batu Suci atau Batu Dewa sebagai energi penggerak. Membutuhkan Penempaan Petir dan Pembakaran Api Langit untuk meningkatkan Kelas]


Ketika layar pemberitahuan itu terpampang di depannya, dia sangat bersemangat. Tubuhnya bergetar lembut, namun dia berusaha menekan kegembiraannya. Dia menghirup udara dalam-dalam, lalu berkata dalam fikirannya, "Wenrou, apa itu Batu Suci dan Batu Dewa? Dimana aku bisa mendapatkannya?"


[Ding… Batu Dewa adalah Batu Spiritual yang memiliki tingkatan lebih tinggi daripada Batu Suci, dengan kepadatan Qi Spiritual yang terkompres lebih dari 100 juta tahun. Berbentuk kristal segi enam kuning transparan. Bisa digunakan sebagai sarana kultivasi dengan cara menyerapnya. An gege bisa menukarnya dengan poin system. 1 Juta PS \= 1 Batu Dewa]


Ketika pemberitahuan itu terdengar dalam fikirannya, Qing Shandian menghirup udara dingin. 'Bukankah aku akan jatuh miskin jika sebanyak itu konversi penukarannya?' Fikirnya dalam hati. Dia menenangkan dirinya. Lalu dia berkata, "Wenrou, tolong tukarkan 1 Triliun PS menjadi Batu Dewa."


[Ding… Menukarkan 1 Triliun PS menjadi Batu Dewa]


[Ding… Berhasil menukarkan 1 Triliun PS menjadi 1 Juta Batu Dewa. Sisa Poin System \= 150.415.377.222.000 PS]


Qing Shandian menghela nafas panjang, lalu dia memberikan tanda jiwa pada lima boneka di depannya, lalu menyimpannya ke dalam 'Inventory' system. Dia berbalik dan melihat kelompoknya yang berlari kesana kemari dengan gaduh. Menggelengkan kepala ringan, dia kembali menyapukan pandangannya sebelum kemudian dia berjalan ke arah gulungan giok yang menumpuk di salah satu rak besar. Tanpa memeriksa apa isinya, dia mengibaskan tangannya, menyimpan tumpukan gulungan giok itu ke dalam cincin penyimpanannya. Setelah itu, dia berjalan lagi menuju ke arah sebuah meja kecil di bagian paling ujung ruangan.


Sesaat kemudian, dia tiba di depan meja kecil itu. Tatapannya terpaku pada sebuah kotak kristal putih. Dia mengulurkan tangan mengambil kotak itu, lalu membukanya. Sebelum dia beraksi, cahaya kuning pucat dengan sangat cepat melesat memasuki ruang diantara kedua alisnya.


"Aaaahhhhhh"


Qing Shandian terduduk dan berteriak keras sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut-denyut hebat ketika banyak informasi mengalir membanjiri fikirannya.


Teriakan keras Qing Shandian sontak menarik perhatian Shi Zhifang dan yang lain. Shi Zhifang yang melihat Qing Shandian memegangi kepalanya sambil berteriak-teriak dengan cepat melesat ke arahnya, begitu pun yang lain segera mengikuti. Dia memegangi bahu Qing Shandian dan dengan cemas berkata, "Shandian, kamu... Apa yang terjadi? Cepat katakan... Shandian... Shandian..."


"Aaaahhhhh"


Qing Shandian tidak merespon. Dia masiih dengan erat memegangi kepalanya sambil berteriak, sebelum kemudian dia tergeletak tak sadarkan diri, hingga terlepas dari tangan Shi Zhifang.


"Zhifang, apa yang terjadi padanya? Bagaimana dia bisa seperti ini?" Ucap Xie Huang Yang dengan penasaran.


Shi Zhifang menggelengkan kepalanya. Dia berkata, "Aku tidak tahu. Dia tidak merespon ucapanku. Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Lebih baik kita menunggu. Hanya itu satu - satunya hal yang bisa kita lakukan.'


"Cepat. Pindahkan dia ke kursi itu. Kita tunggu sampai dia sadar." Ucap Sun Mingzhou mengingatkan.


...…………………………...


Di tempat yang asing, Qing Shandian yang tergeletak tidak sadarkan diri secara perlahan membuka matanya. Dia perlahan duduk sambil memegangi kepalanya, lalu menyapukan pandangannya kesekeliling. Sambil meringis dia berkata, "Aahh.. Dimana ini? Kenapa kepalaku terasa sangat sakit? Kenapa aku disini?"


"Anak muda, kau sudah bangun rupanya." Ucap seorang pria paruh baya berjubah sutra emas yang tiba-tiba muncul di depannya.


Qing Shandian terkejut melihat kemunculan pria paruh baya itu. Dia mengabaikan rasa sakitnya dan melompat mundur kemudian memasang sikap waspada. Dia berkata, "Siapa kamu? Dimana aku?"


"Hahaha... Tenanglah anak muda. Kamu tidak perlu waspada terhadapku. Aku tidak akan menyakitimu. Namaku Qin Laohu. Kamu bisa memanggilku Laohu ataupun Qin Hu. Terserah kamu." Pria paruh baya yang menyebut dirinya Qin Laohu tertawa ketika dia melihat reaksi Qing Shandian sebelum berbicara. Dia berhenti sejenak, lalu berkata, "Kamu saat ini sedang berada di alam bawah sadarmu sendiri. Aku memang sengaja membawamu kemari, karena ada sesuatu yang ingin aku katakan."


Mendengar penuturan Qin Laohu, Qing Shandian merilekskan tubuhnya dan menghela nafas lega. Dia menatap Qin Laohu dengan tenang, lalu berkata, "Bicaralah. Aku akan mendengarkannya. Setelah itu, segera kembalikan aku ke tempatku."


"Hahaha... Kamu bocah yang menarik. Kalau begitu, aku tidak akan membicarakan omong kosong yang tidak perlu. Apakah kamu ingat tentang kotak kristal putih yang kamu pegang sebelumnya?" Qin Laohu kembali tertawa ketika dia mendengarkan ucapan Qing Shandian.


Qing Shandian tidak segera menjawab. Dia perlahan duduk bersila lalu berkata, "Aku ingat itu. Bahkan sebelum aku bereaksi, kotak sialan itu membanjiri fikiranku dengan banyaknya informasi yang membuatku kesakitan."


Qin Laohu juga ikut duduk bersila. Dia mengangguk ringan dan berkata, "Emm... Aku tidak bermaksud menyakitimu. Hanya saja, situasi saat itu tidak memungkinkanku untuk bertahan lebih lama lagi. Jadi, aku meninggalkan semua informasi yang aku miliki bersama dengan sisa jiwaku saat ini. Aku yakin, informasi yang sudah kamu dapatkan akan sangat berguna bagimu dimasa depan. Aku memiliki permintaan, tapi aku tidak akan memaksamu."


"Senior Qin silakan bicara. Selama aku bisa melakukannya, aku pasti memenuhi permintaanmu. Anggap saja itu sebagai timbal balik atas semua informasi yang kamu tinggalkan." Ucap Qing Shandian dengan tenang.


Qin Laohu menatap Qing Shandian lekat - lekat. Entah kenapa, dia mengingatkannya pada seseorang. Namun dia segera tersadar lalu berkata, "Aku tidak akan meminta banyak hal darimu. Jika suatu hari nanti kamu naik ke Benua Shangdi, pergilah ke Kediaman Klan Qin. Aku meninggalkan sebuah pesan di dalam giok perekam yang ada dalam kotak kristal yang kamu pegang sebelumnya. Berikan giok itu kepada istriku. Namanya Yin Zhisu. Jika saja aku tidak terluka parah dan dipaksa jatuh ke benua ini, mungkin aku masih bisa berkumpul dengan keluargaku. Aku sangat menyesal tidak bisa melihatnya di saat terakhirku. Hahhhh..." Pungkasnya dengan nada penyesalan yang dalam sebelum menghela nafas panjang.


Qing Shandian bisa tahu bahwa Qin Laohu mempunyai musuh yang sangat kuat. Jika tidak, dia pasti tidak akan turun ke benua rendah seperti Benua Tianxia ini. Dia berkata, "Aku tahu apa yang sebenarnya terjadi padamu. Jadi kamu tidak perlu mengatakannya. Aku tidak akan berjanji. Tapi aku akan mengingat permintaanmu. Jika Klan Qin masih ada disaat aku naik ke Benua Shangdi, aku pasti akan mengunjungi istrimu."


"Hahaha... Anak muda, kamu terlalu meremehkan Klan Qin. Bagaimana mungkin Klan Qin bisa dengan mudah dihancurkan? Namun sebelum itu, kamu harus terlebih dahulu melalui jalan yang sangat panjang untuk sampai kesana." Qin Laohu tertawa renyah ketika dia menyahuti ucapan Qing Shandian. Dia berhenti sejenak, lalu berkata, "Anak muda, siapa namamu? Kamu benar - benar terlihat mirip dengan seseorang yang aku kenal."


Qing Shandian menatap Qin Laohu dengan lekat. Dia mengamatinya dengan seksama, lalu mengerutkan alisnya dan berkata, "Namaku Qing Shandian. Bagaimana mungkin aku bisa mirip dengan orang lain? Sementara aku terlahir di benua ini? Kita juga belum pernah bertemu bukan?"


Qin Laohu menatap Qing Shandian sesaat, lalu menggelengkan kepala. Dia berkata, "Aku tidak tahu. Hanya saja kamu benar - benar mirip dengannya. Kamu juga mempunyai nama yang sama, 'Shandian'. Sudahlah.. Lupakan itu. Waktuku hampir berakhir."


Qin Laohu berhenti sejenak. Dia menghirup nafas ringan, menatap Qing Shandian dengan tatapan lembut, lalu berkata, "Reruntuhan tempat dimana kamu berada, sebenarnya itu hanyalah kamuflase yang tidak nyata. Semua bangunan masih berdiri dengan kokoh. Aku hanya mengaburkannya dengan sebuah array. Kamu sudah mendapatkan semua informasi yang aku tinggalkan. Jadi aku yakin, kamu akan dengan mudah mematahkan setiap array. Selain itu, aku juga meninggalkan banyak hal sebelum kematianku. Temukan dan ambillah semuanya. Pesan terakhirku, berjuanglah untuk menjadi yang terkuat. Karena dunia ini sangat kejam melebihi apa yang kamu ketahui. Aku percayakan semuanya padamu, termasuk satu-satunya istriku, Yin Zhisu. Shandian, akuu senang bertemu denganmu di akhir waktuku." Pungkasnya diiringi senyuman yang mengembang menghiasi wajahnya, sebelum perlahan dia menghilang menjadi butiran cahaya.


"Terimakasih untuk semua, dan terimakasih sudah mempercayaiku." Sahut Qing Shandian dengan suara lembut sambil tersenyum.


Qing Shandian menatap sisa jiwa Qin Laohu yang perlahan menghilang dengan tatapan sendu. Di hatinya, dia seolah merasakan ada sesuatu yang hilang, namun dia tidak tahu apa itu sebenarnya.


...…………………………...


** Bersambung …