
"Nguunggg"
Di alun-alun kota yang luas dan ramai, sebuah monumen tiba-tiba bersinar dan membentuk pusaran, diiringi suara dengungan ringan. Sesaat setelah itu, Pemimpin Wang dan tujuh orang lainnya keluar dari pusaran itu, lalu disusul oleh Qing Shandian dan sembilan orang lainnya.
Ketika Pemimpin Wang, Wang Xiu melihat bahwa semua orang tidak ada yang tertinggal, dia mengangguk dan berbicara sambil menatap Qing Shandian dan sembilan orang lainnya. "Saat ini, kita sudah berada di Wilayah Utara. Tepatnya di Ibukota Kekaisaran Dong Yu. Kita akan langsung menuju Istana Kekaisaran. Ingat, kalian jangan membuat keributan jika tidak ada masalah yang serius. Jangan pedulikan hal-hal sepele. Apa kalian mengerti?"
Qing Shandian dan yang lain mengangguk, lalu berkata serempak. "Kami mengerti."
Wang Xiu mengangguk dan berkata, "Emm.. Bagus kalian mengerti. Sekarang, mari kita menuju Istana. Ikuti kami." Pungkasnya sebelum kemudian dia berbalik, dan melangkahkan kakinya ke arah kanan dari portal transfer.
Namun, ketika mereka baru berjalan beberapa langkah, sebuah suara tawa memasuki telinga mereka.
"Hahaha... Wang Xiu, Xing Lihai, aku tidak menyangka bahwa kita bisa bertemu disini. Apakah itu berarti bahwa kalian yang memimpin para peserta dari Wilayah Timur?"
Suara itu terdengar agak serak. Bersamaan dengan itu, Wang Xiu dan yang lainnya menghentikan langkah mereka. Mereka pun berbalik dan melihat sekelompok orang yang berdiri di depan portal transfer. Pandangan Wang Xiu tertuju pada pria tua yang mengenakan jubah sutra merah bercorak kuning bergaris. Dia mengerutkan kening ketika mengenali pria tua itu. Dengan tenang dia berkata, "Ohh? Lan Changju, rupanya itu kamu. Aku tidak menyangka bahwa kamu juga muncul disini. Apakah kamu yang memimpin peserta dari Wilayah Selatan kali ini?"
Pria tua yang dipanggil Lan Changju pun kembali tertawa, lalu berkata, "Hahaha.. Itu benar. Kali ini aku dipilih untuk memimpin peserta Wilayah Selatan."
Setelah berucap, Lan Changju menyapukan pandangannya ke sekelompok pemuda pemudi yang berdiri di belakang Wang Xiu, dan memeriksa mereka dengan persepsi spiritualnya. Dia mengangkat alisnya sebelah sebelum berkata, "Wang Xiu, Xing Lihai, apakah kalian yakin mengikutkan mereka dalam acara Kompetisi Berburu kali ini? Bahkan tidak ada satu pun tingkat Sovereign diantara mereka. Apakah Wilayah Timur benar-benar telah sangat menurun? Hahahahaha... Jika begitu, bukankah kali ini Wilayah Timur akan benar-benar hancur?"
"Hmmpphh!! Lan Changju, kompetisi masih belum dimulai, dan Siapa yang akan hancur juga belum ditentukan. Bukankah kamu terlalu percaya diri?" Xing Lihai mendengus dingin ketika dia menyahuti ucapan Lan Changju.
"Hahaha... Tentu saja aku percaya diri. Setidaknya mereka yang aku bawa tidak akan mengecewakanku dan Wilayah Selatan. Karena aku percaya dengan kekuatan mereka." Lan Changju kembali tertawa ketika dia berbicara.
"Hmmm.. Semoga seperti yang kamu katakan. Baiklah, aku tidak akan membuang waktuku yang berharga disini. Jadi, selamat tinggal." Sahut Xing Lihai dengan acuh tak acuh, lalu segera berbalik dan kembali melanjutkan langkah mereka yang tertunda.
Lan Changju menyeringai ketika dia mendengar jawaban Xing Lihai dan melihat kepergian mereka. Pandangannya terpaku pada Qing Shandian, lalu dia dengan suara pelan memerintahkan seorang pemuda untuk menyerang Qing Shandian yang terlihat tidak memiliki aura sedikitpun. "Lan Chengyi, bunuh dia. Kamu tidak perlu memikirkan konsekuensinya. Aku akan yang akan bertanggung jawab."
"Baik, Pemimpin Lan." Sahut pemuda yang dipanggil Lan Chengyi sambil tersenyum, sebelum kemudian dia melesat dengan cepat ke arah Qing Shandian sambil menghunuskan pedangnya dengan kekuatan penuh.
"Wuusshhh"
Sementara itu, Qing Shandian yang telah mendengar pembicaraan Lan Changju pun menghela nafas panjang. Ini adalah hari pertamanya menginjakkan kaki di Wilayah Utara, namun sudah ada yang ingin membunuhnya. Dia tetap bersikap tenang, seolah tidak ada apapun yang terjadi.
Wang Xiu, Xing Lihai, serta enam Pemimpin Klan lainnya yang merasakan datangnya serangan itu pun segera berbalik. Wang Xiu berteriak, "Lan Changju, apa kamu ingin melakukan pembunuhan disini?"
"Hahaha... Aku hanya mengurangi sampah agar tidak mengotori Ibukota Kekaisaran Dong Yu. Jadi itu bukan..." Sahut Lan Changju yang tertawa nyaring ketika berbicara. Namun, ucapannya terhenti ketika dia melihat bahwa Qing Shandian tengah mencengkeram leher Lan Chengyi.
Di sisi Qing Shandian, dia mengabaikan Lan Chengyi yang memberontak dan meronta-ronta dalam cengkeramannya. Dia terlihat tenang tanpa ekspresi. Dia berkata, "Karena Pemimpin Lan berkata ingin mengurangi sampah, maka biarkan aku yang melenyapkan sampah itu tanpa menyisakan residu." Pungkasnya sebelum kemudian 'Api Dingin Bulan Bintang' dengan kuat menyembur menyelimuti seluruh tubuh Kan Chengyi.
"Aaaahhhhhh"
Teriakan Lan Chengyi terdengar sangat keras, namun itu sangat singkat sebelum kemudian tubuhnya lenyap menjadi ketiadaan. Aksi Qing Shandian juga menarik perhatian banyak orang, dan membuat banyak orang menelan ludah kasar.
Qing Shandian segera menarik apinya. Dia menatap Lan Changju dengan tatapan tenang. Dia bisa melihat ekspresi kemarahan Lan Changju dan kelompoknya. Namun, dia mengabaikan itu, lalu berkata, "Sesuai yang Pemimpin Lan katakan. Aku sudah mengurangi satu sampah tanpa menyisakan apapun. Jika Pemimpin Lan ingin menghilangkan sampah lainnya, jangan ragu untuk mengatakannya. Aku akan dengan senang hati melenyapkan semuanya seperti sampah sebelumnya."
"Hahahahaha... Bagus, kata-kata yang sangat bagus. Aku sangat setuju denganmu An kecil. Sampah harus dibersihkan tanpa menyisakan apapun. Dengan begitu, itu tidak akan menimbulkan penyakit." Sahut Xing Lihai dengan tawanya yang menggelegar.
Lan Changju kembali tersadar dengan matanya yang memerah. Dia menatap Qing Shandian dengan tatapan maut. Dia dengan kemarahannya berkata, "Anak muda, kau benar-benar berani membunuh anggota klan ku tepat dibawah hidungku. Kau sungguh lancang!"
"Pemimpin Lan, kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya. Awalnya, aku tidak ingin membuat keributan. Namun tanpa alasan yang jelas, kamu tiba-tiba ingin membunuhku dengan pisau orang lain. Aku tidak peduli dengan omong kosongmu. Jika kamu ingin menyusulnya, aku tidak keberatan untuk mengantarmu menuju pintu kematian. Jika kamu ingin mencobanya, kita bisa mulai. Aku tidak punya banyak waktu untuk orang sepertimu." Qing Shandian berbicara dengan tenang sambil tersenyum. Namun, senyum itu lebih terlihat seperti sabit kematian.
Wang Xiu, Xing Lihai, enam pemimpin klan, serta sembilan pemuda pemudi di belakang Qing Shandian menelan ludah dengan kasar ketika mendengar ucapan itu. Hawa dingin seolah merayapi punggung mereka.
Sementara itu, Lan Changju yang masih dalam gejolak kemarahannya tidak berani menyahuti. Dia memikirkan konsekuensi serius yang mungkin dia terima, jika dia membuat keributan. Sedangkan kelompok orang dibelakangnya, mereka masih dalam keadaan terkejut ketika mengingat bagaimana Lan Chengyi lenyap menjadi ketiadaan.
Melihat bahwa Lan Changju tidak memberi tanggapan, Qing Shandian kembali berkata, "Karena Pemimpin Lan terlihat sangat ragu, maka aku akan pergi. Aku akan selalu menantikan kedatangan Pemimpin Lan jika benar-benar ingin aku mengantarmu ke pintu kematian. Aku berharap, semua orang bersamamu saat itu. Dengan begitu, aku tidak perlu membuang tenaga untuk kali berikutnya."
Qing Shandian berbalik dan menatap ke arah kelompoknya. Dia berkata, "Pemimpin Wang, semuanya, mari kita lanjutkan perjalanan. Tentang peristiwa tadi, anggap saja sebagai angin lalu."
Wang Xiu mengangguk dan berkata, "Emm.. Kamu benar. Kita tinggalkan tempat ini sebelum ada pengganggu lainnya."
Begitu ucapan Wang Xiu berakhir, mereka segera berbalik dan melanjutkan langkah mereka menuju Istana Kekaisaran.
Setelah menghilangnya mereka dari pandangan, di tempat yang cukup jauh dari area portal transfer, seorang pria dan wanita paruh baya yang mengenakan jubah hitam dengan tudung di kepala keluar dari tempat persembunyiannya. Tatapan mereka tertuju ke arah menghilangnya kelompok Qing Shandian. Wanita paruh baya itiu berkata, "Bocah yang menarik. Didepan sekumpulan orang tingkat Saint King, dia bahkan tetap bisa bersikap tenang."
"Apakah kita perlu mengawasinya? Ataukah kita memperingatkan keluarga kekaisaran lebih dulu?" Ucap wanita paruh baya itu sambil mengerutkan alisnya.
"Aku rasa pilihan kedua adalah yang paling baik. Bocah itu tidak biasa. Sepertinya, dia sengaja menyembunyikan kultivasinya." Sahut pria paruh baya itu dengan tenang.
"Kalau begitu, kita pergi ke Istana secepatnya. Aku takut jika kita terlambat..." Ucap wanita itu sambil menatap pria paruh baya disampingnya yang dibalas dengan anggukan. Dan keduanya pun menghilang dari tempat mereka berdiri.
...…………………………...
Di jalan kota yang ramai, kelompok Qing Shandian berjalan dengan langkah tenang. Meskipun begitu, mereka sesekali menyapukan pandangan ke banyak tempat.
Qing Shandian juga terlihat bersemangat. Dia tidak bisa berhenti mengagumi keindahan Ibukota Kekaisaran Dong Yu. Tiba-tiba, dia berhenti berjalan, yang menyebabkan kelompoknya keheranan. Tatapannya tertuju pada sebuah bangunan biasa yang terlihat tua dan usang, yang terletak di gang kecil. Dia fokus ke plakat bangunan yang tertulis 'Toko Antik Dong Shang'. Kata 'antik' itu berhasil menarik perhatian Qing Shandian. Lalu dia menoleh ke arah kelompoknya dan berkata, "Aku ingin mengunjungi toko itu sebentar. Kalian bisa duluan ke Istana. Nanti aku akan menyusul."
Wang Xiu dan Pemimpin Klan lainnya saling bertukar pandang. Lalu dia berkata, "Baiklah. Jangan terlalu lama. Kami akan menunggumu di Istana."
"Shandian, tetap berhati-hati dan segeralah menyusul kami." Ucap Shi Zhifang sambil tersenyum.
"Emm.. Aku pergi dulu." Sahut Qing Shandian, lalu dia segera berjalan ke arah toko itu.
Sesaat kemudian, Qing Shandian sampai di Toko Antik Dong Shang. Ketika dia memasuki toko, berbagai macam item berjajar rapi di setiap rak dan memasuki pandangannya.
Sementara itu, di sudut ruangan, terlihat seorang pria tua yang mengenakan jubah cokelat lusuh dan nampak malas sedang menyesap minuman panas di tangannya. Pria tua itu menatap ke arah Qing Shandian yang memasuki tokonya untuk sesaat, sebelum kemudian mengabaikannya. Dia dengan malas berkata, "Ambil yang kamu butuhkan, bayar, dan cepat pergi."
Ketika ucapan itu memasuki telinga Qing Shandian, dia segera mengalihkan pandangannya ke arah pria tua itu, lalu berkata, "Baik. Biarkan aku melihat-lihat dulu. Jika ada sesuatu yang membuatku tertarik, aku tidak akan mengganggumu lebih lama lagi." Pungkasnya sebelum kemudian mengamati item-item di depannya.
Setelah cukup lama mengamati banyak item, akhirnya ada empat item yang menarik perhatian Qing Shandian. Dia mengulurkan tangannya, lalu mengambil empat item itu dari rak yang berbeda. Item itu adalah sebuah gulungan kulit yang terlihat usang, kristal putih berbentuk oval namun tidak beraturan, kubus hitam dan sebuah piramida emas. Dia berkata dalam fikirannya. "Wenrou, tolong analisis empat item itu."
[Ding]
[Cetak Biru Boneka Spiritual : Berisi panduan membuat sebuah boneka yang kuat dengan Qi Spiritual sebagai energi penggerak dan Kekuatan Spiritual sebagai penanda agar mengenali tuannya. Boneka ini mampu menyerang dan bertahan. Semakin tinggi kelas bahan yang digunakan, semakin kuat pula boneka itu.]
[Kristal Jiwa Stalagtit : Kristal yang terbentuk dari Embun Jiwa dan Susu Stalagtit yang telah mengalami pembekuan dari suhu dingin ektrim. Bisa ditemukan di tempat lembab yang sangat dingin. Berguna untuk meningkatkan kekuatan fisik dan mental seorang kultivator]
[Kubus Hitam : Gagal mengidentifikasi item. Level system terlalu rendah]
[Piramida Poros Langit : Artefak ruang yang bisa diperkecil maupun diperbesar sesuai keinginan pengguna. Memiliki kemampuan pertahanan Kelas Dewa Tingkat Rendah. Bisa menampung makhluk hidup dan dapat digunakan sebagai alat transportasi udara, dengan kecepatan sangat cepat]
Ketika pemberitahuan itu menampilkan rincian item itu, mata Qing Shandian berbinar. Dia nampak bersemangat, namun dia menekan kebahagiaannya. Namun, dia juga cukup penasaran dengan kubus hitam yang tidak diketahui itu. Menghirup udara dalam-dalam, dia membawa empat item itu ke meja sudut ruangan, dimana pria tua pemilik toko sedang duduk dengan malas.
"Aku akan mengambil empat item ini. Berapa yang harus aku bayarkan, Pak tua?" Ucap Qing Shandian dengan nada tenang setelah dia duduk di kursi, sambil meletakkan empat item yang dia bawa diatas meja.
Pria tua itu menatap item-item itu, lalu menatap Qing Shandian. Dia berkata, "Tidak buruk. Kamu memiliki mata yang tajam. Tapi, aku tidak membutuhkan Batu Spiritual sebagai pembayaran. Jika kamu bisa mengeluarkan sesuatu yang bernilai sama, empat benda itu akan menjadi milikmu."
Ketika suara itu memasuki telinga Qing Shandian, dia menaikkan alisnya sebelah. Dia merasa ada yang salah dengan pria tua itu, dan tidak segera menjawab. Dia mengamati pria tua didepannya dengan seksama. Setelah pengamatan yang rinci, Qing Shandian mengerutkan alis dan dahinya, lalu berkata, "Pak tua, sejak kapan kamu mendapatkan segel racun itu?"
Pria tua itu terkejut ketika mendengar pertanyaan Qing Shandian. Dia menyipitkan matanya dan menatap Qing Shandian dengan tatapan tajam. Dengan suara serak dan dalam dia berkata, "Bocah kecil, bagaimana kamu tahu tentang hal itu? Apakah kamu juga salah satu dari mereka?"
"Hah? Mereka? Aku tidak tahu siapa yang kamu maksud. Kamu tidak perlu bersikap waspada terhadapku. Tentang bagaimana aku tahu, itu tidak penting. Jadi, jangan menilaiku berdasarkan usia. Aku bisa merasakan bahwa Auramu sangat kacau. Aliran Qi Spiritual berjalan sangat lambat seolah itu ditekan. Nafas terasa berat, dan vitalitasmu seolah terus mengalami penurunan. Selain itu, pembuluh darahmu terlihat biru dan menghitam." Ucap Qing Shandian dengan tenang menjelaskan. Dengan 'Mata Kebenaran', Qing Shandian tahu siapa yang pak tua itu maksud. Namun, dia berpura-pura tidak tahu.
Pria tua itu perlahan merilekskan tubuhnya. Dia menatap Qing Shandian dan berkata, "Bocah kecil, sepertinya kamu mengetahui banyak hal. Karena begitu, itu akan mudah. Jika kamu bisa membantuku mematahkan segel racun di tubuhku, empat item itu akan menjadi milikmu. Selain itu, aku akan menambahkan beberapa hal lagi padamu."
Qing Shandian terkekeh. Dia mengendikkan bahunya dan berkata, "Hehe.. Pak tua, mematahkan segel itu bukanlah hal yang sulit bagiku. Namun, apakah empat item acak ini setara dengan hidupmu? Aku rasa nilainya bahkan tidak sebanding dengan hidupmu bukan? Aku juga bisa merasakan kebencian dan dendam dari sorot matamu."
Pak tua itu mengerutkan dahinya dalam - dalam. Dia berkata, "Katakan padaku. Apa yang kamu inginkan sebagai imbalannya. Selama aku bisa pulih, aku pasti akan memenuhi permintaanmu."
"Baik. Aku tidak akan bicara omong kosong. Aku ingin kamu menjadi pengikutku mulai sekarang. Selama kamu mau bersumpah setia padaku kepada langit, aku tidak hanya akan mematahkan segel racun di tubuhmu. Tapi, aku juga akan membantumu kembali ke kondisi puncakmu dalam waktu singkat, dan bahkan menjadi lebih kuat dari sebelumnya." Qing Shandian berbicara dwngan nada serius sambil menatap pak tua itu.
Pak tua itu jelas terkejut dengan ucapan Qing Sahndian. Dia terlihat marah dengan tangannya yang terkepal erat hingga mengeluarkan bunyi bergemeretak.
Qing Shandian mengabaikan kemarahan pak tua itu. Sebelum pak tua itu membalas ucapannya, dia perlahan berdiri dan berkata lagi. "Simpan kemarahanmu itu untuk Klan Tiandu. Suatu hari nanti, aku akan meninggalkan benua ini. Jadi, fikirkan ucapanku baik-baik. Aku tidak main-main. Aku akan memastikan, bahwa kamu tidak akan pernah menyesal mengikutiku. Tawaranku, hanya berlaku untuk satu kali ini saja. Aku titipkan empat item ini padamu. Jika kamu sudah membuat keputusan, kamu bisa langsung menyusulku ke Istana Kekaisaran dan menyebutkan namaku. Aku, Qing Shandian, dari Wilayah Timur." Pungkasnya sebelum kemudian dia berjalan meninggalkan pria tua itu yang terkejut dan tenggelam dalam fikirannya.
...…………………………...
** Bersambung …