System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.70 - Dimulainya Kompetisi



Setelah keluar dari 'Toko Antik Dong Shang', Qing Shandian tidak mengunjungi tempat lain. Dia dengan cepat bergegas menuju Istana Kekaisaran Dong Yu, dan berkumpul kembali dengan kelompoknya.


Saat ini, suasana di ruang istana terlihat agak kaku. Tentu saja, itu karena wilayah yang kuat merasa bahwa mereka perlu diprioritaskan. Namun, sebagai Tuan rumah, Wilayah Utara jelas tidak mau memihak. Saat ini, seorang pria paruh baya tampan yang mengenakan jubah sutra biru langit bercorak putih bergaris, duduk dengan tenang di kursi singgasana. Dia dikenal sebagai Kaisar yang adil dan bijaksana. Namanya adalah Dong Jun. Di kursi sebelahnya, seorang wanita cantik bergaun biru muda duduk dengan tenang dan anggun. Dia bernama Yu Meilin, Permaisuri Kekaisaran Dong Yu.


Dong Jun menatap semua orang dengan tenang, lalu dengan tegas dia berkata, "Sudah cukup. Tidak perlu melanjutkan perdebatan kalian. Disini, aku menganggap semua orang memiliki hak yang sama. Tidak ada prioritas, dan tidak ada juga superioritas. Tujuan kita berkumpul adalah untuk satu hal, yaitu Kompetisi Berburu Tahunan. Namun, perlu kalian ketahui, bahwa tempat kompetisi kali ini adalah sebuah peninggalan kuno yang baru kami temukan. Kami sudah melakukan banyak upaya penyelidikan, namun tidak banyak hasil yang kami dapat. Oleh karena itu, aku akan menegaskan sekali lagi, apapun resiko dan semua kemungkinan terburuknya, kami tidak akan bertanggung jawab. Dan aturan ini, sama halnya dengan di Wilayah kalian. Jika kalian tidak siap kehilangan perwakilan dari wilayah kalian, maka lebih baik mengundurkan diri dari sekarang sebelum semuanya terlambat. Hasil akhirnya, tentu kalian mengerti maksudku. Diskualifikasi, yang berarti, posisi wilayah kalian akan langsung diturunkan ke bawah."


Ketika mendengar penjelasan Dong Jun, Qing Shandian yang awalnya duduk sambil terpejam, secara tiba-tiba membuka matanya. Minatnya terusik, dan dia menjadi sangat penasaran dengan tempat itu. 'Mungkinkah itu tempat yang sama seperti yang aku fikirkan?' Ucap Qing Shandian dalam benaknya.


"Hahahaha... Kaisar Dong, sebagai yang terkuat, kami dari Wilayah Tengah sudah pasti tidak akan mundur dari kompetisi ini." Sahut seorang pria paruh baya yang mengenakan jubah brokat ungu emas dengan tawanya yang nyaring. Dia terlihat sangat percaya diri.


Seperti biasa, mungkin karena bawaan dari namanya, Xing Lihai dengan cepat menyahuti dengan nada sarkastik. "Juan Jixun, jangan terlalu percaya diri. Bahkan Kaisar Dong sudah mengatakan dengan jelas, bahwa pihak kekaisaran hanya mendapat sedikit hasil dari banyak upaya penyelidikannya. Jangan sampai kamu menangis meronta-ronta ketika perwakilan yang kamu bawa tewas semua tanpa kita ketahui."


Pria paruh baya yang dipanggil Juan Jixun pun berkata sambil menyipitkan matanya. "Xing Lihai, aku harap kamu masih bisa bersikap tenang setelah kompetisi berakhir. Berdoalah agar perwakilan keroco yang kamu bawa tidak bentrok dengan perwakilanku."


"Hahaha... Entah kenapa, aku berharap agar mereka bisa bentrok dengan perwakilanmu. Dengan begitu, bukankah mereka bisa mendapat bahan latihan berkualitas?" Xing Lihai tertawa renyah menimpali ucapan Juan Jixun.


"Hmphh!! Aku juga mengharapkannya lebih daripada yang kamu fikirkan." Ucap Juan Jixun mendengus dingin.


Percakapan antara Xing Lihai dan Juan Jixun benar-benar menghidupkan suasana. Terlihat bahwa pemimpin dan perwakilan dari Wilayah Barat, Utara dan Selatan sangat penasaran dengan kekuatan sebenarnya dari perwakilan Wilayah Timur. Selain sikap mereka yang tenang, mereka bahkan terlihat seolah tidak peduli dengan bagaimana tempat kompetisi diadakan.


"Baiklah. Aku senang bahwa kalian sangat bersemangat. Aku juga tahu bahwa kalian sangat penasaran dengan tempat yang aku katakan. Aku akan menjelaskan sedikit tentang tempat itu sesuai hasil penyelidikan yang kami dapatkan." Ucap Dong Jun dengan nada tenang.


"Hasil penyelidikan yang berhasil kami kumpulkan, hanyalah sebatas pada area bagian luar. Ada banyak ramuan spiritual yang bisa kita panen. Bahkan ramuan spiritual kelas 6 pun bisa kita temukan jika kita berupaya lebih keras. Di area luar, cukup banyak juga Binatang Spiritual Kelas 3 tingkat rendah. Selain itu di tempat itu juga terdapat array dan perangkap. Aku yakin, kalian sudah membuat persiapan untuk segala kemungkinan yang terjadi. Tapi, kalian harus berhati-hati dan tidak ceroboh jika tidak ingin terbunuh di hari pertama saat kompetisi di mulai." Dong Jun berbicara dengan nada serius ketika dia melanjutkan penjelasannya.


Sementara itu, Qing Shandian merasa sangat senang. Dia berfikir bahwa itu adalah sesuatu yang tidak terduga. Lagipula, tempat itulah yang menjadi tujuannya dalam petualangan kali ini. Benar-benar seperti mimpi. Qing Shandian tenggelam dalam fikirannya, sebelum tiba-tiba sebuah suara yang cukup keras memasuki telinganya, dan membuatnya kembali tersadar. Namun itu membuatnya tersenyum.


"Yang Mulia Kaisar, ada seorang pria tua dan wanita diluar. Mereka mengatakan, bahwa mereka ingin bertemu dengan Qing Shandian dari Wilayah Timur." Ucap seorang penjaga sambil berlutut satu kaki sambil menangkupkan tangannya.


Dong Jun mengangkat alisnya sebelah. Dia mengalihkan pandangannya ke arah kelompok perwakilan Wilayah Timur, lalu menatap Wang Xiu dan berkata, "Pemimpin Wang, apakah ada seorang bernama Qing Shandian dalam kelompokmu?"


"Benar. Dia ada dalam kelompok kami, Kaisar Dong." Sahut Wang Xiu sebelum kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Qing Shandian dan berkata, "An kecil, apakah kamu tahu, siapa orang yang mencarimu?"


Qing Shandian mengangguk ringan dan berkata, "Emm... Mereka adalah orangku. Apakah diperbolehkan, jika mereka memasuki ruangan istana? Jika tidak, biarkan aku yang menemui mereka."


Wang Xiu tidak segera menjawab. Dia menatap Dong Jun dan berkata, "Kaisar Dong, apakah mereka diizinkan untuk memasuki istana? Mereka adalah bagian darinya."


Dong Jun mengangguk ringan dan berkata, "Emm.. Selama mereka tidak membuat keributan, aku akan mengizinkan mereka masuk." Pungkasnya dengan tenang sebelum kemudian dia memandang penjaga yang masih berlutut dan berkata, "Penjaga, undang mereka masuk. Orang yang mereka cari ada disini."


"Baik, Yang Mulia." Ucap penjaga itu sebelum kemudian berjalan mundur tiga langkah sambil membungkuk, lalu berbalik dan keluar ruangan.


Sesaat kemudian, seorang pria tua dan wanita cantik mengenakan cadar putih tipis berjalan dengan tenang memasuki istana. Mereka menatap Dong Jun dengan tatapan tenang, kemudian menangkupkan tangannya. Pria tua itu berkata, "Salam, Yang Mulia. Namaku Luan Feng. Sedangkan disampingku adalah putriku, Luan Mei. Maaf telah mengganggu acara pertemuan Yang Mulia. Kedatangan kami tidak lain hanya untuk bertemu dengan Tuan muda Qing Shandian."


Dong Jun mengerutkan alisnya. Entah kenapa, berhadapan dengan pria tua yang menyebut dirinya Luan Feng membuat kewaspadaannya bangkit. Dia menekan kegelisahannya dan berkata, "Emm... Dia ada di kelompok sebelah kanan. Pergilah."


"Terimakasih, Yang Mulia." Ucap Luan Feng, kemudian dia mengalihkan pandangannya, dan segera menemukan keberadaan Qing Shandian yang duduk mengelilingi meja bundar besar bersama sembilan orang. Dia berjalan dengan tenang ke arahnya diikuti oleh putrinya Luan Mei.


Ketika mereka berdua tiba di depan Qing Shandian, Luan Feng menatapnya dengan tatapan kompleks. Dia menghela nafas ringan, lalu berkata melalui transmisi suara. "Tuan muda, ucapanmu terus terngiang dalam fikiranku, dan itu membuatku harus memikirkannya dengan serius. Aku setuju dengan apa yang Tuan muda katakan. Aku percayakan semua pada Tuan muda. Mulai hari ini, Aku, Luan Feng dan putriku Luan Mei, bersumpah kepada langit, bahwa kami akan selalu setia kepada Tuan muda Qing Shandian sampai nafas terakhir. Jika kami berkhianat, biarkan jiwa raga kami beserta semua keturunan kami dilenyapkan oleh sembilan petir semesta."


"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.. Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.."


Ketika ucapan Luan Feng berakhir, suara sembilan kali sambaran petir terdengar menggelegar, diikuti oleh sebuah cahaya putih yang menembak ke arah dada Luan Feng, Luan Mei dan Qing Shandian, lalu membentuk sebuah simbol rumit. Qing Shandian tahu apa cahaya putih itu. Itu semacam kontrak jiwa yang mengikat mereka bertiga. Namun, itu tidak akan menyakitinya. Itu hanya berlaku pada Luan Feng dan Luan Mei jika mereka berkhianat.


Semua orang dalam ruangan istana nampak terkejut ketika sembilan kali sambaran petir itu turun. Mereka tidak yakin apa yang terjadi. Namun, mereka segera tersadar dan mengalihkan pandangan ke arah Qing Shandian, Luan Feng dan Luan Mei yang hanya diam saling menatap satu sama lain. Dari hal itu, mereka menyadari satu hal, bahwa Qing Shandian, Luan Feng dan Luan Mei sedang berkomunikasi melalui transmisi suara fikiran. Mereka pun mengabaikannya dan melanjutkan pembicaraan mereka.


Sementara itu, Qing Shandian tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Melalui transmisi suara juga, dia dengan lembut berkata, "Seharusnya kalian tidak berlebihan seperti itu. Bagaimana jika secara tidak sengaja kalian memiliki pemikiran untuk mengkhianatiku? Selain itu, jika jiwa kalian lenyap, bukankah kalian tidak akan bisa bereinkarnasi?"


"Tidak, Tuan muda. Itu adalah tekadku dan putriku. Jadi kami tidak akan pernah menyesal." Ucap Luo Feng dengan nada tegas.


"Baiklah, baiklah... Aku mengerti. Ambil ini. Telanlah satu butir dulu dan segeralah menyerapnya. Jika kurang, tambah lagi. Aku akan mematahkan segel itu sepenuhnya ketika aku kembali." Ucap Qing Shandian dalam transmisi suaranya, sambil memberikan botol giok hijau tranparan yang berisi 'Pil Pemulih Vitalitas dan Durabilitas'.


"Baik, Tuan muda. Terimakasih." Sahut Luo Feng sebelum kemudian mencari tempat dan segera duduk bersila lalu melakukan apa yang Qing Shandian katakan.


"Baik, Tuan muda." Ucap Luan Mei dengan suara pelan.


Qing Shandian menaikkan alisnya sebelah ketika mendengar Luan Mei memanggilnya 'Tuan muda'. Dia dengan tegas berkata, "Luan Mei, khusus untuk kamu tidak boleh memanggilku 'Tuan muda'. Cukup panggil namaku saja."


"Tapi Tuan muda, bukankah itu tidak sopan?" Sahut Luan Mei kebingungan.


Qing Shandian menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Tidak ada tapi-tapian. Dengan begitu, kita bisa akrab."


Luan Mei menatap Qing Shandian dengan ekspresi tertegun. Lalu dia menundukkan kepalanya dan berkata, "Baik, kalau begitu, Luan Mei akan memanggil An gege sebagai gantinya."


"Hehe.. Begitu lebih baik." Sahut Qing Shandian sambil terkekeh, lalu kembali memperhatikan pembicaraan pemimpin klan.


Dong Jun dengan tenang duduk di singgasananya sambil mengetukkan jarinya di sandaran kursi. Dia menatap semua perwakilan yang terlihat tenggelam dalam lamunan. Dia berdehem ringan, lalu berkata, "Ehemm... Aku rasa itu saja yang bisa aku sampaikan. Semua keputusan aku kembalikan pada kalian. Apakah ada yang ingin kalian tanyakan lagi?"


Melihat tidak ada yang mengajukan pertanyaan, Dong Jun berkata, "Karena tidak ada pertanyaan, lebih kita segera berangkat menuju tempat kompetisi." Pungkasnya sambil berdiri perlahan, lalu berjalan pelan meninggalkan ruangan istana, diikuti oleh Permaisuri Yu Meilin, lalu disusul oleh semua orang.


...…………………………...


Waktu bergulir dengan cepat. Setelah melakukan perjalanan udara selama tiga jam dengan Binatang Spiritual Rajawali Salju, Dong Jun dan perwakilan dari empat wilayah akhirnya sampai di sebuah area luas yang nampak seperti reruntuhan. Tempat dihadapan mereka tampak sunyi tanpa ada tanda-tanda kehidupan.


Dong Jun berdiri dengan tenang sambil mengamati ekspresi semua orang yang kebingungan. Dia dengan suara serius berkata, "Semuanya, disini akan menjadi tempat kompetisi kali ini. Aku akan mengingatkan. Jangan menilai sesuatu dari luarnya. Yang kalian lihat mungkin tampak tanpa kehidupan. Namun, di dalamnya tersimpan banyak bahaya yang tidak terduga. Oleh karena itu, aku harap kalian tidak meremehkan apapun yang memasuki pandangan kalian."


Ketika suara itu jatuh memecah keheningan, Juan Jixun segera menimpali, "Kaisar Dong, bukankah kamu hanya terlalu khawatir? Hahaha... Wilayah Tengah bukanlah penakut yang akan bersembunyi seperti kura-kura."


"Juan Jixun, aku berharap kamu masih bisa tertawa lantang seperti saat ini ketika kompetisi berakhir." Sahut Xing Lihai dengan sinis.


"Hmphh!! Xing Lihai, aku berharap Wilayah Timur tidak akan jatuh setelah kompetisi berakhir. Dan berharaplah perwakilanmu tidak berbentrokan dengan perwakilanku." Ucap Juan Jixun sarkastik.


Xing Lihai tidak menjawab. Dia hanya menyeringai lebar sebelum kemudian dia mengalihkan pandangan ke kelompok Qing Shandian dan berkata, "Kalian semua, aku serahkan tugas kepemimpinan kelompok pada An kecil. Berhati-hatilah dan jangan memaksakan diri. Keselamatan tim adalah prioritas utama kalian. Hasil akhirnya, fikirkan nanti."


Qing Shandian menatap Xing Lihai, Wang Xiu, dan enam Pemimpin Klan lainnya. Dia mengangguk ringan, lalu berkata dengan suara pelan. "Kalian tidak perlu khawatir. Serahkan saja urusan kompetisi pada kami. Kalian fokus saja menjaga keselamatan sendiri."


Selesai menjawab ucapan Xing Lihai, Qing Shandian menoleh ke arah Luan Feng dan Luan Mei. Di lalu berkata melalui transmisi suara. "Luan Feng, Luan Mei, kalian temani Pemimpin Wang, Xing dan lainnya. Jika sesuatu yang tidak terduga terjadi selama kepergianku, jangan ragu untuk memusnahkan siapapun."


Luan Feng dan Luan Mei membalas tatapan serius Qing Shandian, lalu Luan Feng berkata, "Aku mengerti, Tuan muda. Jangan khawatirkan mereka. Selama aku ada, tidak akan ada yang bisa melukai mereka sedikitpun."


Qing Shandian mengangguk dan berkata, "Itu bagus. Konsumsi pil yang aku berikan sampai aku kembali. Setelah itu, aku akan membantumu mematahkan segel itu."


"Baik, Tuan muda." Sahut Luan Feng singkat.


Qing Shandian mengangguk, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Xing Lihai, Wang Xiu dan lainnya. Dia dengan nada serius berkata, "Aku akan meninggalkan Luan Feng dan Luan Mei bersama kalian semua. Mereka akan membantu kalian jika sesuatu terjadi."


Xing Lihai, Wang Xiu, dan enam lainnya membalas tatapan serius Qing Shandian. Lalu Wang Xiu menimpali, "Baiklah, kami mengerti."


Kembali pada Dong Jun. Ketika dia melihat bahwa semua orang telah selesai memberikan petuah kepada para perwakilan mereka, dia berkata, "Sebelum kita memulai kompetisi ini, aku akan membagikan token khusus untuk kalian." Pungkasnya sambil membagikan 5 Token berbentuk oval berwarna cokelat emas kepada 5 kelompok.


Ketika token itu sampai di masing-masing kelompok, mereka segera mengalirkan kekuatan spiritual mereka ke dalam token. Melihat itu, Dong Jun mengangguk dan berkata lagi, "Token itu akan secara otomatis menghitung poin perburuan kalian. Kalian hanya perlu mengalirkan kekuatan spiritual ke dalam token, agar itu bisa langsung mendeteksi buruan yang berhasil kalian bunuh. Untuk Binatang Spiritual Kelas 2 Rendah benilai 1 poin, Kelas 2 Menengah 3 poin, Kelas 2 Tinggi 5 poin, Kelas 3 Rendah 10 poin, Kelas 3 Menengah 25 poin, Kelas 3 Tinggi 50 poin, Kelas 4 Rendah 100 poin, Kelas 4 Menengah 250 poin, Kelas 4 Tinggi 750 poin, dan Kelas 5 Rendah bernilai 2500 poin. Kalian diperbolehkan menggunakan cara apapun. Namun, sekali lagi aku mengingatkan kalian. Jangan memaksakan diri, atau kalian tidak akan tahu bagaimana kalian mati. Waktu kompetisi ini adalah satu bulan. Aku umumkan, Kompetisi Berburu Tahunan dimulai! Berpencar!"


Begitu ucapan Dong Jun jatuh, empat kelompok segera melesat cepat ke arah yang berbeda. Sementara itu, Qing Shandian dan kelompoknya masih tetap tenang. Qing Shandian melihat tatapan aneh semua orang yang tertuju pada mereka. Lalu dia berkata, "Shi Zhifang, Xie Huang Yang, saatnya kalian menunjukkan kemampuan kalian. Semua, kalian saling berpegangan. Kita berangkat!"


Ketika suara Qing Shandian berakhir, Shi Zhifang dan delapan lainnya mengerti. Mereka ssgera saling berpegangan satu sama lain, terhubung dengan Qing Shandian. Sesaat setelah itu, mereka semua menghilang dari tempat mereka berdiri.


"Zheeppppp"


Menghilangnya mereka secara tiba-tiba menyebabkan ekpresi tiga pemimpin dari Wilayah Barat, Selatan dan Tengah tertegun. Sementara itu, Dong Jun juga berekspresi sama. Namun, itu berbeda halnya dengan Luan Feng, Luan Mei, Xing Lihai, Wang Xiu, dan enam lainnya. Mereka tampak biasa saja, seolah itu bukan apa-apa.


...…………………………...


** Bersambung …