
Di atas langit, setelah kepergian Qing Yuan dan Lin Lianhua, Qing Shandian menatap lurus kebawah, menyaksikan kubangan raksasa bekas halaman Istana Kekaisaran Tianhuo. Tidak ada rasa iba maupun penyesalan sedikit pun dari sorot matanya.
Qing Shandian memutar badannya perlahan dan menyapukan pandangannya ke seluruh kelompok orang yang berdiri diatas tanah, maupun diatas langit. Dia menghirup nafas dalam-dalam, lalu dengan menambahkan kekuatan spiritual dia berkata, "Semuanya, maafkan aku karena telah menghancurkan Keluarga Kekaisaran dan para pendukungnya. Semua ini, bukan karena aku kejam. Tapi, semua ini terjadi karena Kaisar Zhou yang bertindak sesuka hatinya dan berhasrat ingin membunuhku. Hari ini, aku ingin meminta semua petinggi klan dalam lingkup Ibukota Kekaisaran Tianhuo untuk mengadakan pertemuan darurat. Aku ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting untuk semua orang."
Qing Shandian berhenti berbicara. Dia mengalihkan pandangannya ke arah delapan klan yang sebelumnya telah terpilih sebagai perwakilan Wilayah Timur. Dia berkata, "Pemimpin Wang, dan kalian bertujuh, jangan pergi dulu. Aku ingin kalian juga mengikuti pertemuan ini mewakili kota kalian."
"Bekas halaman Istana Kekaisaran, akan aku dirikan istana yang baru. Aku ingin semua klan dalam lingkup Ibukota Kekaisaran berkumpul dalam waktu paling lambat satu jam. Ini bukan perintah. Melainkan sebuah keharusan jika kalian ingin Wilayah Timur tetap aman." Sambung Qing Shandian sambil menyapukan pandangan kembali kearah semua orang, lalu dia melesat turun ke area bekas halaman Istana Kekaisaran.
Banyak orang yang kebingungan dengan apa yang dikatakan Qing Shandian. Ada yang segera bergegas pergi tanpa sepatah kata pun, ada juga yang memberanikan diri mendekati area kubangan dalam bekas halaman istana.
Qing Shandian saat ini benar-benar tidak peduli dengan reaksi setiap orang. Dia berdiri dengan tenang dan segera memasuki 'Toko' system. Dia mencari bangunan luas yang dia butuhkan untuk menggantikan Istana yang telah hilang. Setelah cukup lama mencari, dia akhirnya menemukan paket bangunan istana yang sudah lengkap dengan harga 1 Triliun PS. Ada bangunan istana, barak pasukan, barak pelayan, gedung alkemis, gedung penempaan, gudang harta, dll.
Qing Shandian kembali melesat ke langit. Tanpa melihat kerumunan orang, dia berkata, "Semuanya, tolong sedikit menjauh dari area halaman istana."
Ketika ucapan itu jatuh, semua orang kembali bingung. Meskipun begitu ,mereka tetap menjauhi area bekas halaman istana, dan menyaksikan apa yang akan dilakukan Qing Shandian.
Qing Shandian memejamkan matanya dan merentangkan tangan. Tiba-tiba, dari kehampaan muncul sebidang bangunan lengkap yang luas, dengan istana megah tepat dibagian tengah. Secara perlahan, bayangan bangunan mulai memenuhi area yang luas, hingga akhirnya itu mendarat dengan sempurna di dalam kubangan bekas halaman Istana Kekaisaran yang telah lenyap.
Bersamaan dengan kemunculan bangunan megah yang luas dari kehampaan, setiap pasang mata yang menyaksikan aksi Qing Shandian membelalakkan matanya dengan mulut ternganga. Jelas mereka sangat terkejut dengan kemunculan bangunan sebesar dan seluas itu dari udara tipis.
Qing Shandian memutar badan. Dia kembali menatap kerumunan orang yang hadir dan berkata, "Dari kota manapun, jika ada diantara kalian yang merupakan bagian dari sebuah klan, jangan ragu untuk mengikuti pertemuan ini. Sehingga ketika kalian kembali ke kota masibg - masing, kalian bisa menyampaikan hasil pertemuan yang akan diadakan hari ini."
Ketika ucapan Qing Shandian jatuh, seorang pria paruh baya berambut hitam dengan kumis tipis dan mengenakan jubah sutra hijau bercorak garis perak melayang maju. Dia menangkupkan tangannya dan dengan ramah berkata, "Maaf Tuan muda. Namaku Wu Jisheng, Pemimpin Klan Wu dari kota Bambu Kuning. Apakah aku juga boleh mengikuti pertemuannya, Tuan muda?"
Qing Shandian mengangguk ringan, lalu membalas tangkupan tangan Wu Jisheng dan berkata, "Namaku Qing Shandian. Tentu saja itu akan sangat bagus jika Pemimpin Wu mau mengikuti pertemuan. Karena ini benar-benar menyangkut masalah yang krusial, dan tidak mungkin menundanya."
"Baik. Kalau begitu, aku akan mengikuti saran Tuan muda." Sahut Wu Jisheng dengan nada tenang.
Qing Shandian segera memandang ke arah delapan pemimpin klan yang sudah dia kenal. Dia berkata, "Pemimpin Wang, Pemimpin Shi, Pemimpin Meng, Pemimpin Yuan, Pemimpin Zhi, Pemimpin Xing, Pemimpin Xie, Pemimpin Bao. Mari masuk ke Istana yang baru. Kita bisa menunggu kedatangan klan lainnya disana."
"Hahaha.. Tentu saja. An kecil, kamu yang memimpin jalannya." Xing Lihai tertawa riang ketika dia berbicara dengan perasaan bersemangat. Apa yang telah dilakukan oleh Qing Shandian, telah membuka matanya. Dia benar-benar merasa takjub hingga tidak mampu berkomentat apapun.
Qing Shandian mengangguk dan segera melayang turun menuju istana, diikuti oleh delapan pemimpin klan dan anggotanya, lalu pemimpin Wu, dan juga beberapa orang lainnya.
...…………………………...
Satu jam telah berlalu. Di dalam istana, meskipun dia tidak banyak bicara, tapi dia akhirnya tahu, klan apa saja yang tinggal dan menetap di Ibukota Kekaisaran Tianhuo. Suasana juga tampak hidup dengan berbagai obrolan.
Qing Shandian yang duduk di kursi singgasana dengan tenang menyapukan pandangannya ke semua orang yang hadir dalam ruangan. Dia dengan nada santai berkata, "Baiklah. Semuanya tolong tenang."
Ketika suara Qing Shandian jatuh, semua orang segera menghentikan obrolan mereka, dan mengalihkan pandangan ke arah Qing Shandian.
Melihat tanggapan semua orang, Qing Shandian menghirup nafas dalam-dalam dan berkata, "Aku tidak akan berbasa - basi. Namaku Qing Shandian. Aku mengumpulkan kalian semua disini bukan bermaksud untuk menjadi sosok penguasa Wilayah Timur. Tapi, tujuanku mengumpulkan kalian disini, adalah untuk membangkitkan semangat kalian dalam membangun ulang kekaisaran dengan kepemimpinan yang baru. Pertama, aku ingin semua klan saling bekerja sama untuk menjaga perdamaian Wilayah Timur. Jangan sampai karena kekosongan kepemimpinan, membuat kekuatan wilayah lain merangsek dan merongrong Wilayah Timur. Kedua, tentang istana kekaisaran, aku tidak ingin itu di monopoli oleh satu klan. Sama seperti yang aku katakan dibagian pertama, bahwa kalian juga harus saling bekerjasama. Dengan kata lain, seorang kaisar, dan para petinggi istana kekaisaran harus ditentukan melalui musyawarah dan pembagian yang adil. Dengan begitu, hal serupa seperti yang dilakukan oleh kepemimpinan Kaisar Zhou tidak akan terulang lagi."
Qing Shandian berhenti sejenak. Dia menghirup nafas ringan dan melanjutkan. "Ketiga, karena waktu kita tidak banyak sampai dimulainya acara 'Kompetisi Berburu Tahunan', bagi yang memiliki informasi tentang acara itu, tolong kirimkan padaku informasinya. Aku akan memimpin delapan anggota klan yang terpilih menuju ke Wilayah Utara untuk mengikuti kompetisi itu. Sedangkan untuk orang terakhir, aku minta pendapat dan saran kalian. Aku minta agar jangan ada perdebatan. Semakin cepat semakin baik. Karena ini juga demi Wilayah Timur."
"Hahaha.. An kecil, kamu benar-benar lihai seperti namaku. Aku setuju dengan apa yang kamu sampaikan. Beruntung bahwa kamu mengambil tindakan sebelumnya. Jika tidak, mungkin kami berdelapan akan menjadi umpan meriam kaisar Zhou sialan itu." Sahut Xing Lihai dengan tawanya yang nyaring.
"Pemimpin Xing, itu terjadi juga diluar dugaanku. Siapa yang mengira jika kaisar Zhou secara tiba-tiba berubah drastis." Ucap Qing Shandian sambil menggelengkan kepala tak berdaya.
Seorang pria tua berambut putih dengan jubah sutra hitam bercorak merah pun segera menimpali, "An kecil, pak tua ini bernama Sun Quan. Tentang apa yang sudah kamu jelaskan, aku memahami garis besar masalahnya. Aku juga tidak menyangka jika kaisar Zhou akan bertindak seperti itu. Kebetulan aku memiliki informasi terkait 'Kompetisi Berburu Tahunan". Jadi biarkan aku mengirimkan informasinya padamu."
Qing Shandian yang mendengar ucapan itu pun menganggukkan kepalanya ringan, dan berkata, "Emm.. Terimakasih pak tua Quan. Kalau begitu, mohon bantuannya."
Pria tua yang menyebut dirinya Sun Quan pun segera mentransfer informasi yang dia katakan kepada Qing Shandian.
Setelah beberapa saat, Qing Shandian yang telah mencerna informasi itu merasa cukup bersemangat. Sambil memegang dagunya, dia berkata, "Dari informasi yang Pak tua Quan berikan, kompetisi itu sepertinya cukup menarik. Berburu Binatang Spiritual akan menjadi poin utamanya. Tapi jika kita juga bisa memanen dan mengumpulkan Ramuan Spiritual, itu juga akan menjadi poin tambahan."
Sun Quan terkekeh ringan ketika mendengar evaluasi Qing Shandian. Dia berkata, "Hehe.. Tentu saja itu menarik. Meskipun begitu, jika tidak bisa menjaga hasil buruan kita, itu juga akan percuma bukan? Bentrokan dengan peserta dari wilayah lain jelas tidak akan bisa dihindari. An kecil, lalu apa rencanamu untuk kompetisi ini? Apakah kamu memiliki keyakinan untuk bisa memenangkan posisi teratas? Jika tidak... Haihhh..." Pungkasnya menghela nafas dan menggelengkan kepala.
Qing Shandian mengangguk tanda mengerti. Dia menyapukan pandangan - nya pada semua orang dalam ruangan dan berkata, "Tentang kompetisi, kalian semua tidak perlu khawatir. Serahkan padaku dan yang lainnya. Tugas kalian sebagai orang tua adalah sesegera mungkin membangun ulang tatanan pemerintahan kekaisaran yang baru. Jangan sampai menghilangnya keluarga kekaisaran menjadikan celah bagi wilayah lain untuk menjajah Wilayah Timur."
Ketika ucapan Qing Shandian jatuh, seorang pria tua yang mengenakan jubah sutra putih bermotif awan berkata, "Namaku Jin Kong Su. Tentang apa yang kamu katakan, aku sangat setuju dengan itu. An kecil, hehe... Caramu berbicara seperti seorang pria tua yang sudah hidup ratusan tahun. Kamu benar-benar berfikiran luas dan bertindak cepat. Serahkan saja urusan kekaisaran pada kami para orangtua. Kami tidak akan mengecewakanmu."
Ucapan pria tua yang menyebut dirinya Jin Kong Su diangguki oleh para Pemimpin Klan yang lain dalam ruangan istana.
Qing Shandian mengangguk ringan dan berkata, "Emm.. Itu lebih baik. Lalu, apa kalian punya rekomendasi untuk orang terakhir yang akan mewakili Wilayah Timur?"
"Tentu, tidak masalah. Minta seseorang untuk segera membawanya ke istana. Waktu kita tidak banyak, karena kita masih perlu mengatur persiapan." Sahut Qing Shandian dengan nada tetang.
Sun Quan mengangguk, dan segera menoleh ke arah seorang pria paruh baya dan memintanya untuk menjemput seseorang yang dipanggil Yang Shi.
...…………………………...
Sepuluh menit kemudian, seorang pria paruh baya memasuki istana beraama dengan seorang pemuda gagah yang tampan berambut hitam panjang yang diikat rapi. Dia mengenakan pakaian merah dengan corak seekor harimau putih dibagian punggungnya.
Pemuda itu berjalan dengan tenang hingga mencapai barisan kursi pemuda lainnya. Dia menangkupkan tangan sambil sedikit membungkuk, lalu berkata, "Sun Mingzhou menyapa para Tetua dan Pemimpin semuanya."
Ketika ucapan pemuda yang menyebut dirinya Sun Mingzhou berakhir, para Tetua dan Pemimpin klan yang ada dalam istana mengangguk. Sun Quan pun segera berkata, "Mingzhou, apa kamu tahu kenapa kamu diundang ke istana?"
Sun Mingzhou menatap Sun Quan dan berkata, "Sedikitnya aku tahu, Pemimpin Quan. Itu tentang menjadi peserta terakhir untuk mewakili Wilayah Timur dalam 'Kompetisi Berburu Tahunan'."
Sun Quan mengangguk ringan dan berkata, "Emm.. Bagus jika kamu tahu. Sekarang duduklah bersama delapan peserta lainnya." Pungkasnya sambil mengalihkan pamdangannya pada Qing Shandian. Dia berkata, "An kecil, dia adalah pemuda yang aku maksud. Aku harap dia tidak akan membuatmu kecewa."
Qing Shandian mengangguk-anggukan kepalanya sambil mengamati Sun Mingzhou. Qing Shandian bisa melihat ketebalan aura yang terpancar dari tubuhnya. Bisa dikatakan, itu lebih tebal dari kultivator Kaisar rata-rata. Dia berkata, "Emm.. Tidak buruk. Aku yakin dia memiliki beberapa kemampuan. Selain itu, auranya juga lebih tebal dari rata-rata kultivator setingkatnya."
Setelah menyelesaikan ucapannya, Qing Shandian mengalihkan pandangannya ke semua orang dan berkata, "Baiklah. Karena semua peserta perwakilan Wilayah Timur telah berkumpul, aku akan membuat persiapan akhir sebelum hari keberangkatan besok. Perihal urusan kekaisaran, aku serahkan pada kalian para Tetua dan Pemimpin semuanya. Aku harap, kalian bisa menyelesaikannya hari ini juga. Meskipun mungkin ini terkesan terburu-buru, mengingat krusialnya hal ini, kita jelas tidak punya waktu untuk menunda."
"Emm.. Serahkan urusan kekaisaran pada kami. Kamu bisa fokus pada persiapan kalian. Pergilah." Sahut Jin Kong Su.
Qing Shandian mengangguk. Dia memandang sekelompok pemuda dan pemudi, lalu berkata, "Kalian bersembilan ikuti aku. Ada sesuatu yang harus aku katakan pada kalian." Pungkasnya sebelum kemudian dia turun dari kursi singgasana dan berjalan keluar dari ruangan istana dengan santai, diikuti oleh sembilan orang.
...…………………………...
Di Aula Pelatihan yang masih berada dalam lingkup area Istana Kekaisaran, Qing Shandian saat ini duduk bersila di lantai dibagian depan. Sementara sembilan orang lainnya, mereka duduk di sisi kanan kiri. Mereka tidak lain adalah sembilan peserta yang akan mengikuti kompetisi di Wilayah Utara untuk mewakiki Wilayah Timur.
Qing Shandian memandang mereka semua, dan dwngan nada santai berkata, "Aku akan mengenalkan diri sekali lagi. Namaku Qing Shandian. Aku tahu kalian lebih tua dariku. Tapi bagiku, usia bukanlah masalah utama. Aku juga tahu bahwa kalian merasa aneh jika aku menjadi ketua dalam tim ini. Namun, prioritasku bukan kepemimpinan. Itu adalah keselamatan semua orang saat kompetisi dimulai nanti. Oleh karena itu, mohon kerjasamanya."
"Hehe... Shandian, itu tidak masalah. Kekuatan tetap yang utama. Aku percaya padamu. Uhh.. Kamu benar-benar mengerikan. Kamu tahu? Aku sangat merinding dan hampir jantungan ketika kamu mengeluarkan serangan sekuat itu. Selain itu, bahkan pendukung dibelakang- mu juga sama mengerikannya." Sahut seorang pemuda tampan yang mengenakan pakaian kuning bercorak singa dibagian punggungnya. Dia bernama Shi Zhifang.
Menghela nafas panjang, Qing Shandian berkata, "Haahhh... Sebenarnya, aku lebih suka jika itu membantai kawanan Binatang Spiritual. Tapi, siapa yang akan menduga jika akan ada perubahan tidak terduga seperti itu." Pungkasnya dengan nada sedikit murung.
Qing Shandian berhenti sejenak. Dia menghirup nafas ringan dan berkata, "Sudahlah. Lupakan yang sudah terjadi. Aku akan membuat pengaturan untuk tim kita. Kita akan membagi tugas agar bisa saling melengkapi. Pertama, kita perlu dua orang yang bertugas sebagai pengintai dan penyelamat. Kedua, dua orang sebagai pendukung serangan jarak jauh. Ketiga, empat orang sebagai pengumpul hasil buruan, namun juga boleh ikut menyerang. Keempat, dua orang sebagai penyerang utama."
"Hahaha.. Shandian, pemikiranmu benar - benar sempurna. Karena kamu sudah bicara, aku akan menjadi salah satu dari anggota pengintai dan penyelamat." Sahut Shi Zhifang dengan tawanya yang bersemangat.
Ketika Qing Shandian dan Shi Zhifang selesai dengan ucapannya, Xie Huang Yang, seorang pemuda berpakaian biru bercorak garis putih berkata, "Aku juga akan menjadi anggota pengintai dan penyelamat. Kebetulan aku memiliki teknik penyembunyian dan gerakan yang cepat."
"Baik. Berarti posisi pengintai sekaligus penyelamat telah terisi. Aku akan menjadi penyerang utama. Sedangkan orang terakhir, aku akan memilih Sun Mingzhou sebagai partner penyerang utama. Aku minta maaf sebelumnya. Meskipun tingkatannya lebih rendah dari kalian, tapi aku bisa tahu, bahwa Mingzhou memiliki gerakan yang sangat cepat. Selain itu, dari auranya, dia memiliki teknik serangan yang mungkin bisa melukai kalian dengan parah." Sahut Qing Shandian menjelaskan sambil menatap semua orang.
Mendengar penuturan Qing Shandian, mereka semua ternganga. Sementara itu, Sun Mingzhou sebagai orang yang disebut Qing Shandian dengan nada terkejut berkata, "Shandian, darimana kamu tahu itu?"
"Hehe.. Kamu tidak perlu tahu tentang itu. Yang terpenting adalah kebenaramnya bukan?" Ucap Qing Shandian terkekeh ringan.
"Huh.. Sialan. Apa kamu memiliki mata untuk melihat dalam diri seseorang? Padahal aku tidak ingin mengatakannya pada siapapun." Sahut Sun Mingzhou menggerutu, dan itu menyebabkan empat orang wanita dalam ruangan itu terkikik.
"Sudahlah. Biar bagaimanapun, kita akan menjadi satu tim. Jadi, aku harap kamu tidak akan mengecewanku." Ucap Qing Shandian santai. Dia berhenti sesaat dan berkata, "Untuk dua orang pendukung serangan jarak jauh, aku akan mempercayakan tugas ini pada Meng Wanglu dan Yuan Huo Tian. Sedangkan untuk para gadis, Wang Xue Jia, Zhi Miyue, Xing Yuezhi, dan Bao Yinxue, kalian akan mengumpulkan hasil buruan dan juga boleh memberikan serangan bantuan jika terjadi keadaan darurat. Jangan merasa tidak puas dulu. Aku tidak bermaksud untuk meragukan kemampuan kalian. Meskipun tugas mengumpulkan hasil buruan terlihat sepele, kalian mungkin akan menjadi incaran peserta dari wilayah lain. Selain itu, jika sesuatu yang tidak terduga terjadi, kami para pria pasti juga akan melindungi kalian. Intinya, prioritas kita adalah meraih posisi teratas tanpa korban jiwa. Apa kalian mengerti?"
"Kami mengerti." Sahut Wang Xue Jia, Zhi Miyue, Xing Yuezhi, dan Bao Yinxue bersamaan.
"Haahhh... Karena kamu sudah berkata begitu, mau bagaimana lagi? Aku pasti akan berusaha sebaik mungkin nanti." Sahut Sun Mingzhou dengan menghela nafas panjang.
Mendengar penuturan panjang itu, Yuan Huo Tian, seorang pemuda tampan berpakaian hitam bercorak awan merah, berkata sambil menyipitkan matanya, "Shandian, apakah kamu benar - benar memiliki mata untuk melihata ke dalam diri seseorang? Bagaimana kamu tahu bahwa aku berspesialisasi dalam serangan jarak jauh? Atau, mungkinkah kamu sudah lama memantau kami semua yang ada disini?"
"Haha.. Tentu saja tidak. Bukankah aku menjemput kalian bersama pemimpin klan kalian masing-masing? Mungkin hanya kebetulan jika aku tahu bukan?" Sahut Qing Shandian dengan tertawa kering sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Hmm.. Aku juga merasa begitu. Dia memang bocah yang aneh." Celetuk Meng Wanglu sambil mengangguk kecil.
Qing Shandian hanya bisa menggeleng tidak berdaya ketika mendengar ocehan mereka, sementara yang lain tertawa dan terkikik.
...…………………………...
** Bersambung …