
Meninggalkan area perbatasan antara hutan bagian timur dan tengah, Hei Bao melesat dengan cepat menuju area yang lebih dalam. Awalnya, Hei Bao berencana membawa mereka ke area yang tidak terlalu jauh. Namun, ditengah perjalanan, Qing Shandian mengubah rencana. Dia ingin segera menyelesaikan perburuannya di Pegunungan Lingshan.
"Tuan muda, apakah Tuan muda yakin tetal ingin memasuki area yang lebih dalam? Bukan tidak mungkin kita secara tidak sengaja bertemu Binatang Spiritual Kelas 4 Tingkat Menengah maupun Tingkat Tinggi. Dengan kekuatanku dan Tuan muda, aku takut...." Ucap Hei Bao tanpa menyelesaikannya.
"Tidak apa-apa, Hei Bao. Lanjutkan saja... Tidak jauh dari sini, aku merasakan ada kawanan Binatang Spiritual yang tidak terlalu banyak. Kita mulai darisana." Ucap Qing Shandian membalas.
"Baik... Tuan muda harus berhati - hati." Sambung Hei Bao.
Beberapa saat kemudian, Hei Bao menghentikan pergerakannya. Dengan suara sedikit bergetar, dia berkata, "Tuan muda, kita sudah dekat..."
"Baiklah, kamu bersembunyilah. Aku dan Wenrou akan pergi." Sahut Qing Shandian sebelum kemudian tubuhnya berkelip, yang diikuti oleh Qing Wenrou yang juga berkelip.
Sesaat kemudian, Qing Shandian dan Qing Wenrou tiba tidak jauh dari kawanan Binatang Spiritual. Seperti biasa, Qing Shandian selalu menyembunyikan auranya, begitupun dengan Qing Wenrou. Qing Shandian mengamati dengan cermat sambil menyapukan persepsi spiritualnya sejauh mungkin. Setelah pengamatan itu, Qing Shandian tahu bahwa Binatang yang akan mereka hadapi adalah 'Red Horned Salamander'
"Wenrou, apakah kamu mampu membantuku menahan mereka sebentar? Aku ingin mencoba 'Lightning Universe' dengan tingkatanku sekarang." Ucap Qing Shandian.
"An gege tidak perlu khawatir tentang itu. Bersiap saja dengan bagian An gege." Sahut Qing Wenrou dengan nada lembut sambil tersenyum.
"Baik... Terimakasih Wenrou.." Ucap Qing Shandian sambil membalas senyuman.
Segera setelah itu, Qing Wenrou menghilang dari pandangan. Sementara Qing Shandian segera menggunakan Teknik Terbang : 'Wind Lightning Golden Wings', segera menyusul Qing Wenrou.
Disisi Qing Wenrou, kedatangannya tidak diketahui oleh kawanan 'Red Horned Salamander'. Dia segera meluncurkan tekniknya.
"Gravity Field - Load Enhancer! Lumpur Penghisap!"
Mengikuti ucapan Qing Wenrou, tekanan area kawanan 'Red Horned Salamander' meningkat, diikuti oleh tanah yang tiba-tiba berlumpur dan lengket, menenggelamkan kaki mereka. Namun, mereka masih bisa bergerak meskipun perlahan.
Disisi Qing Shandian, dia menghirup udara dalam-dalam, lalu membuat segel tangan dan berucap,
"Universe Lightning!"
"Wuuusshhhh..."
Angin kencang menderu-deru diikuti awan hitam legam yang dengan sangat cepat berkumpul, lalu baut petir putih transparan raksasa dengan sangat cepat menghujam ke area kawanan 'Red Horned Salamander' dengan ganas dan liar.
"Blaarrrrrrr...."
"Boooommmmmmm....."
Suara sambaran petir dan ledakan yang begitu keras benar-benar menyelimuti seluruh area hutan bagian tengah Pegunungan Lingshan. Sesaat setelah ledakan itu, suara pemberitahuan terdengar dalam fikiran Qing Shandian.
[Ding... An gege berhasil membunuh 5.200 'Red Horned Salamander' Kelas 3 Tingkat Tinggi, mendapatkan 5,2 Triliun PS, mendapatkan 2,6 Triliun PP]
[Ding... An gege berhasil membunuh 3.600 'Red Horned Salamander' Kelas 4 Tingkat Rendah, mendapatkan 18 Triliun PS, mendapatkan 9 Triliun PP]
[Ding... An gege berhasil membunuh 900 'Red Horned Salamander' Kelas 4 Tingkat Menengah, mendapatkan 9 Triliun PS, mendapatkan 4,5 Triliun PP]
[Ding... Akumulasi Poin Pengalaman 17,1655 Triliun/6 Triliun PP]
[Ding... Akumulasi Poin Pengalaman telah tercukupi...]
[Ding... Selamat, An gege menerobos Tingkat Sovereign ★3..]
"Boommm.." "Wuusshh."
[Ding... Akumulasi terobosan selanjutnya 16,1655 Triliun/8 Triliun PP]
[Ding... Akumulasi Poin Pengalaman telah tercukupi...]
[Ding... Selamat, An gege menerobos Tingkat Sovereign ★4..]
"Boommm.." "Wuusshh."
[Ding... Akumulasi terobosan selanjutnya 8,1655 Triliun/10 Triliun PP]
Usai terobosannya, Qing Shandian membuka matanya perlahan, sambil menghembuskan nafas keruh. Dia merasakan rasa nyaman dan hangat mengalir ke seluruh bagjan tubuhnya. Namun, sesuatu yang tidak terduga terjadi.
"Awwooooooooo....."
Di kejauhan, terdengar suara auman panjang yang begitu keras, seolah itu Qing Shandian dengar tepat di depannya. Sementara itu, Qing Wenrou yang selalu berdiri disampingnya menyipitkan matanya.
Bersamaan dengan auman itu, terdengar suara angin yang menderu-deru dengan cepat menuju arah Qing Shandian dan Qing Wenrou.
Hingga sesaat kemudian, cukup jauh dari mereka, seekor Serigala Perak dengan Simbol Bulan Bintang di dahinya muncul seperti hantu. Dengan mata tajamnya, Serigala Perak itu menatap lekat ke arah Qing Shandian dan Qing Wenrou. Dia lalu berkata dengan suara yang dalam dan bengis, "Bocah manusia... Kalian telah berani mengganggu pengasinganku Penguasa Pegunungan Lingshan! Sungguh lancang!" Pungkasnya dengan nada yang semakin tinggi.
Ketika Qing Wenrou akan meluncurkan serangan, Qing Shandian segera mengangkat tangannya sebelah. Dia perlahan menggerakkan sayap di punggungnya, dan berdiri didepan Qing Wenrou. Dengan nada yang tidak kalah bengis, Qing Shandian membalas, "Serigala tua... Pegunungan ini bukanlah milikmu! Jadi siapapun yang memiliki kemampuan, berhak memasuki area manapun di Pegunungan Lingshan!"
"Keberanian yang bagus... Sangat bagus! Bahkan sedikitpun tidak menaruh hotmat padaku... Karena kamu telah berani mengganggu pengasinganku, jangan harap bisa keluar dari Pegunungan Lingshan hidup-hidup!" Sahutnya dengan kemarahan yang meledak-ledak dan langsung melesat ke arah Qing Shandian sambil mengayunkan cakarnya.
Bersamaan dengan itu juga, Qing Shandian berkata dengan teriakan, "Wenrou, menjauhlah!"
Sejalan dengan teriakan Qing Shandian, aura ganas dan liar yang tidak kalah kuat dari Serigala Perak meledak dari tubuhnya. Mengeluarkan 'Star Moon Lightning Sword', Dia pun langsung mengepakkan sayapnya ke tingkat maksimal menyambut serangan Serigala perak.
"Diingggg..."
"Diingg.. Diingg.. Diinggg..."
Suara dentingan logam dan cakar yang berulang kali saling beradu, membawa riak energi yang menyapu disekeliling mereka. Mereka terbang kesana kemari dan terus saling bertukar serangan. Merasa pertukaran diantara mereka menemui jalan buntu, Qing Shandian dan Serigala Perak sama - sama mundur berjauhan.
"Bocah manusia! Saatnya semua berakhir!... Star Moon Atomic Explosion!!"
Mengikuti ucapan itu, Bola energi hitam yang dikelilingi cincin-cincin putih berputar cepat dan bertambah besar seiring waktu.
Qing Shandian yang melihat itu pun dengan dingin berkata, "Serigala tua... Teknik seranganmu memang terlihat kuat. Tapi bukan hanya kamu yang bisa melakukannya! Kamu akan menjadi bahan uji coba teknik terbaruku! Siapa yang akan mati masih belum ditentukan!!" Pungkasnya sambil membentuk segel tangan seperti saat mengeluarkan serangan 'Universe Lightning'. Namun, yang sekarang sedikit lebih rumit. Begitu selesai, dia mengangkat dan merentangkan tangannya tinggi ke langit.
"Universe Holy Lightning! Universe Lightning Dragon Rage!!... Haaaa!!... Meraunglahhh!!!..."
"Raawwrrrr...."
Tanpa sebuah tanda, Awan hitam legam tiba-tiba muncul dan berputar sangat cepat diiringi petir putih, petir hitam, dan petir emas yang berderak membawa kekuatan penghancur yang sangat ganas. Lalu, sebuah kepala besar dengan tiga warna perlahan keluar dari dalam pusaran awan hitam itu.
"Serigala tua... Mari kita lihat... Siapa yang bertahan paling akhir!... Hancurkan untukku!" Ucap Qing Shandian berteriak.
Mengikuti ucapan Qing Shandian Naga Petir Raksasa sepanjang 300 meter melesat dengan sangat cepat. Begitupun Serigala Perak juga meluncurkan Bola energi yang berputar dengan kecepatan tinggi.
"Raawwrrrrr...."
"Nguungggg..."
"Blaaarrrrrrrrr..."
"Booooommmmmmm....."
Suara ledakan menjangkau seluruh area Pegunungan Lingshan tanpa terkecuali. Riak energi ganas dari ledakan pertemuan dua serangan yang sama - sama membawa kekuatan penghancur yang luar biasa, menghempaskan dan menghancurkan apapun yang berada dalam radius 2 Km keliling, dan ledakan itu menciptakan sebuah kubangan yang dalam dengan area disekitar kubangan itu yang tampak tandus dan gersang.
Bersamaan dengan saag ledakan terjadi, Qing Wenrou dan Hei Bao yang menyaksikan ledakan itu pun langsung melesat terbang lebi jauh.
Kembali ke area pertarungan. Suara petir 3 warna yang berderak masih berlama - lama tanpa menunjukkan tanda-tanda menghilang. Segera setelah itu, petir 3 warna itu kembali berkumpul, dan membentuk sosok Naga Petir lagi, lalu melesat terbang, berputar-putar mengelilingi Qing Shandian, sebelum berhenti di sampingnya, seolah-olah itu Naga Sejati yang mempunyai tanda kehidupan.
Disisi Qing Shandian, dia sama sekali tidak tergores atau terluka sedikitpun... Namun, nafasnya tampak kacau. Dengan sigap, dia segera mengeluarkan dan menelan 5 butir 'Spiritual Qi Recovery Pill. Tubuhnya juga memancarnya cahaya putih transparan, dengan simbol bulan bintang berwarna Putih-Hitam-Emas yang menghias di dahinya. Namun, Qing Shandian tidak mengetahui akan hal itu. Dalam keadaan tenangnya, dia mendengar suara pemberitahuan dalam fikirannya.
[Ding... Selamat, An gege berhasil Menggabungkan 2 Teknik dari Kelas yang berbeda dengan kekuatan penghancur melampaui Teknik 'Universe Lightning'. Menciptakan Teknik baru Kelas Dewa Tingkat Menengah, Teknik 'Universe Holy Lightning' (Bisa Ditingkatkan)]
[Ding... Selamat, An gege mendapatkan Gelar 'God Class Technique Creator', mendapatkan 2x Terobosan instan]
"Boomm..Boommm.." "Wuusshhh.."
[Ding... Selamat, An gege telah menerobos ke Tingkat Sovereign ★6]
Mendengar pemberitahuan dan mendapatkan terobosan itu, Qing Shandian mengabaikannya dia fokus ke pemulihan Qi Spiritualnya. Sementara disisi Serigala Perak, saat ini tubuhnya penuh dengan luka yang bersimbah darah.
Melihat hal itu, Qing Shandian berkata dengan nada bengis, "Serigala tua! Apakah kamu masih ingin melanjutkan?Sekarang tentukan pilihanmu!... Tunduk padaku atau mati!"
Serigala perak yang mendengar ucapan Qing Shandian mencoba menggerakkan kepalanya dan mendongak. Dia memandang Qing Shandian dengan tatapan tajamnya, dan ketika dia melihat simbol bulan bintang di dahi Qing Shandian yang tampak bersinar, dia bergumam sangat lirih. "Heaven Swallowing Star Moon Wolf Emperor!"
Sesaat setelah keterkejutannya, dia tersadar dan segera memaksakan tubuhnya untuk berjalan ke arah Qing Shandian.
Sementara itu, Qing Shandian juga sudah bersiap untuk situasi terburuk. Namun, tindakan yang dilakukan Serigala Perak itu diluar dugaannya.
"Hamba.. Yin Xing Yue menyapa Yang Mulia Kaisar" Ucap Serigala Perak dengan suara yang dia paksakan.
"Kaisar? Apa maksudmu?!" Sahut Qing Shandian sambil menyipitkan matanya.
"Hamba akan mengabdi dan mengikuti Kaisar dengan setia." Ucap Serigala Perak tanpa menjawab pertanyaan Qing Shandian.
"Baik... Karena kau memilih tunduk, aku tidak akan membunuhmu... Dan jangan panggil aku kaisar! Namaku Qing Shandian. Cukup panggil aku Tuan muda. Tidak ada alasan, tidak ada kata tapi!" Ucap Qing Shandian dengan nada tegas, lalu dia mengakhiri tekniknya. Begitupun dengan cahaya putih transparan yang menyelimuti tubuhnya dan simbol bulan bintang di dahinya juga menghilang.
Setelah itu, Qing Shandian segera menggores telapak tangannya hingga berdarah, lalu membentuk segel tangan dan menempelkannya ke dahi Serigala Perak itu. Cahaya putih samar muncul, diikuti oleh simbol bulan bintang yang terbentuk di dahi Serigala Perak, sebelum kemudian menghilang.
Usai menanamkan segel kontrak, Qing Shandian mengusap Cincin Bulan Bintang, mengeluarkan 'Spiritual Beast Vitality and Durability Restoration Pill' lalu melemparkannya ke Serigala Perak sambil berkata, "tangkap dan telan pil itu.."
Segera, dengan sigap Serigala Perak itu membuka mulutnya dan menelan pil itu. Qing Shandian yang melihat Serigala Perak mulai menyerap khasiat pil, dia segera memanggil Qing Wenrou dan Hei Bao....
Setengah jam berlalu dengan cepat. Kondisi Serigala Perak itu pun telah kembali pulih ke puncaknya. Dia perlahan berdiri. Karena tubuhnya yang setinggi 2 meter, dia sedikit menundukkan kepalanya, lalu berkata, "Maaf, Tuan muda... Apakah Tuan muda mau mengikutiku ke Gua tempat tinggalku?"
"Ohh? Apakah ada sesuatu yang ingin kamu tunjukkan padaku?" Sahut Qing Shandian dengan nada penasaran.
Menganggukkan kepalanya, Serigala Perak menjawab, "Benar, Tuan muda. Ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan.."
"Baik... Aku akan mengikutimu." Sahut Qing Shandian dengan santai. Lalu menoleh ke arah Hei Bao. "Hei Bao, kamu kembali dulu ke tempatku.." Pungkasnya, sambil lalu membuka portal dunia jiwa.
"Baik, Tuan muda." Balas Hei Bao singkat, dan dia menghilang bersama portal itu.
"Xing Yue, apa kau keberatan jika kami menaikimu?" Kata Qing Shandian pada Serigala Perak.
"Ahh.. Tentu tidak Tuan muda. Silakan naik..." sahut Yin Xing Yue sambil lalu menurunkan tubuhnya.
Setelah mendengar ucapan Yin Xing Yue, Qing Shandian dan Qing Wenrou segera melompat dan duduk di atas punggungnya. "Baiklah... Sekarang bawa aku ke tempatmu."
Begitu ucapan Qing Shandian selesai, Serigala Perak segera melesat menuju pusat wilayah bagian tengah Pegunungan Lingshan.
...…………………………...
** Bersambung …