System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.59 - Pertarungan Yang Seperti Permainan



Pemimpin Klan Xiang, dan para Tetua yang sejak awal sudah terkejut dengan kemunculan sosok naga petir raksasa tiga warna, kembali dikejutkan oleh kemunculan dua orang yang kekuatan masing-masing dari mereka mampu meratakan Klan Xiang dengan mudah. Mereka sangat kebingungan dengan asal usul pemuda yang ada di hadapan mereka.


Hanya bawahan tapi berada di tingkat Saint King? Kekuatan macam apa di belakangnya. Itulah yang difikirkan Pemimpin Klan Xiang. Dia pun berkata, "Anak muda, karena kamu sudah menunjukkan nyalimu, maka jangan salahkan kami karena kejam! Bunuh dia!"


"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."


Mereka dengan cepat melesat menerjang kearah Qing Shandian. Namun, dia tetap tenang. Dia hanya mengangkat tangan kanannya dan mengayunkannya ke depan sambil berkata, "Hancurkan untukku!"


"Rawwrrrrrrr...."


"Wuusshhh.. Duaarr.. Duaarrr.."


Ketika naga petir tiga warna melesat cepat, lima tetua yang tidak beruntung langsung lenyap tanpa jejak ketika tersapu oleh naga petir itu. Sedangkan yang lain, mereka beruntung bisa menghindar dan kembali ke posisi semula, berkumpul lagi bersama Pemimpin Klan Xiang.


Sedangkan para aggota Klan Xiang yang menyaksikan pertempuran itu dari Kediaman Klan Xiang, mereka bergidik ngeri. Kegaduhan melanda seluruh klan, hingga itu menjadi sunyi.


"Wuusshhhh.... Grrrrrrrr.."


Dengan Qing Shandian sebagai pengendali, naga petir itu kembali, mengelilingnya sebentar sebelum melayang disamping Qing Shandian sambil menggeram.


Sementara itu, para pengamat yang menyaksikan keganasan naga petir itu, merasakan di punggung mereka mengalir keringat dingin.


Qing Shandian dengan tatapan dinginnya berkata, "Pak tua Xiang, jika kamu tidak ikut menyerangku, semua Tetuamu aku pastikan akan segera lenyap satu demi satu hingga tak bersisa. Tapi sebelum itu...."


"Anak muda, kamu memang memiliki banyak kemampuan. Sayangnya, kamu hanya seorang diri, dan hanya semut di mataku." Sahut Pemimpin Klan Xiang dengan arogan dan sinis.


Qing Shandian tidak menjawab, dia dengan gerak cepat mengeluarkan 'Pil Pemulih Qi Spiritual' dan menelannya, lalu dengan cepat menyerapnya. Sesaat kemudian, dia menghembuskan nafas keruh.


"Pak tua Xiang, waktu pesta dimulai.. Hancurkan untukku!" Ucap Qing Shandian keras, diikuti oleh naga petir yang menukik tajam ke arah Kediaman Klan Xiang.


Pemimpin Klan Xiang yang melihat arah menukiknya naga petir raksasa itu, matanya terbelalak kaget, dan mau tidak mau berteriak keras, "Tidaaaakkkkk!!"


"Duuaarrrr.... Boooommmmmm..."


Ledakan yang membawa badai energi ganas itu dalam sekejap menyapu seluruh Kediaman Klan Xiang berserta para anggotanya. Debu mengepul membumbung tinggi. Hingga angin menyapu kepulan debu itu, sebuah kubangan dalam akhirnya terpampang jelas dan memasuki pandangan setiap pasang mata yang memandang. Suasana setelah ledakan itu benar-benar sunyi. Hanya suara hembusan angin yang menderu ringan yang terdengar. Namun, kesunyian itu pecah ketika sebuah tawa keras terdengar di setiap telinga.


"Hahahahaha.... Luar biasa... Benar-benar pesta pemusnahan yang meriah.." Qing Shandian tertawa keras dan berbicara dengan nada bersemangat. Dia pun melanjutkan, "Pak tua Xiang, seperti yang kamu katakan, yang kuat akan selalu menindas yang lemah. Tapi aku... Aku hanya menghancurkan mereka yang pantas untuk dihancurkan."


Pemimpin Klan Xiang yang tubuhnya bergetar hebat, tiba-tiba mencetuskan auranya yang kuat. Matanya memerah ketika dia melihat tak ada lagi sisa Klan. Hanya mereka yang melayang di udara yang tersisa. Sambil menggenggam erat pedang di tangannya, dia dengan kemarahannya berkata melalui teriakannya. "Aku akan membunuhmu dengan cara yang paling kejam! Haaaa!" Pungkasnya sebelum kemudian dia melesat cepat menghapus jarak antara dia dan Qing Shandian.


"Tebasan Pencakar Langit!"


"Wusshhh"


"Pengganda Bayangan!"


Ketika tebasan itu akan mengenainya, tubuh Qing Shandian telah terbelah menjadi sepuluh bayangan, dan sebelas termasuk dirinya yang asli.


"Boommm..."


Tebasan itu menghantam salah satu bayangan Qing Shandian dan langsung melenyapkannya. Qing Shandian dan bayangannya secara bersamaan berkata, "Pak tua Xiang, jika hanya ayunan lembek pedangmu itu yang kamu andalkan, masih perlu banyak usaha untuk membunuhku. Itu pun jika kamu mampu! Mari kita saling menguji teknik sebelum makanan penutup."


"Pengganda Bayangan, Pedang Terbang Bayangan!" Ucap Qing Shandian yang meluncurkan teknik serangannya, sambil membuat 'Pedang Petir Bulan Bintang' melayang, sebelum kemudian itu membelah diri menjadi banyak pedang dan melesat cepat menghapus jarak, menari-nari dengan ganas menerjang ke arah Pemimpin Klan Xiang dan sembilan Tetua yang tersisa.


"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."


"Siuu.. Siuu.. Siuu.. Siuu.. Siuu.. Siuu..."


"Tingg.. Tingg.. Tingg.. Tiingggggg..."


"Aaahhh...aahhhh..aahhhhh...."


Pedang-pedang bayangan itu menebas, menusuk dan menyayat satu demi satu bagian tubuh diantara mereka. Teriakan dan dentingan pedang yang beradu terdengar saling bersahutan membentuk irama ratapan kematian.


Sementara itu, ketika Pemimpin Klan Xiang sedang sibuk, Qing Shandian segera melesat dengan kecepatan tercepatnya menggunakan 'Sayap Emas Petir Angin' menerjang ke arahnya.


"Hmphh!!" Qing Shandian mendengus dingin sambil mengayunkan pedangnya.


Pemimpin Klan Xiang yang dalam kemarahannya yang menggebu, dia segera mengayunkan pedangnya juga. "Mati kau bocah sialaannn!"


"Tiiinggggggg.."


"Kraakkk.. Pyarrr"


Setelah pertemuan dua pedang itu, pedang Pemimpin Klan Xiang langsung retak parah sebelum akhirnya hancur berkeping-keping.


"Pak tua Xiang, karena pedangmu hancur, aku akan bermain denganmu dengan tinjuku." Ucap Qing Shandian yang sudah kembali menerjang kearah Pemimpin Klan Xiang.


"Ledakan Api Langit!"


"Sungguh lancang! Hmmpphh!!"


"Bangg..Bangg..Bangg..Bangg..Bangg..."


Tinju antara Qing Shandian dan Pemimpin Klan Xiang saling beradu. Mereka beegerak cepat, berpindah kesana kemari sambil terus beradu pukulan. Pemimpin Klan Xiang, yang merasa diuntungkan dengan basis kultivasinya pun tidak bisa tidak tertawa.


"Hahahahaha... Bocah sialan! Kematianmu sudah dekat! Haaaaa!"


"Kamu terlalu cepat berbahagia Pak tua Xiang! Hmmpphhh!!"


"Baannggg.."


Dari benturan kedua tinju itu, masing-masing mendapat rebound dari efek serangan mereka. Namun, Qing Shandian tersenyum dan berkata, "Pak tua, tinjuku tidak sama dengan milikmu. Karena tinjuku, adalah sebuah bom yang menungu kapan untuk diledakkan!"


"Hmmpphh!! Omong kosong!" Sahut Pemimpin Klan Xiang mendengus dingin.


"Maka... Meledak untukku!"


Begitu suara Qing Shandian jatuh, setiap pukulan yang bersarang di tubuh Pak tua Xiang meledak satu demi satu saling bersahutan, dan diiringi dengan teriakan kesengsaraan Pemimpin Klan Xiang.


"Aaahhh...aahhhh...aahhhh...ahhhhh..."


Teriakan terus bersahutan selama dua menit sebelum akhirnya berhenti. Tubuh Pemimpin Klan Xiang yang sangat lemah akhirnya jatuh dengan cepat menghantam tanah dengan keras.


"Baammm."


Di sisi lain, sembilan Tetua yang mendapat serangan bertubi-tubi dari bayangan Qing Shandian dengan teknik 'Pedang Terbang Bayangan' juga mengalami nasib yang sama. Satu demi satu tubuh mereka jatuh menghantam tanah dengan keras.


Qing Shandian berdiri dengan tenang melayang di udara. Dia mengeluarkan 'Pil Pemulih Qi Spiritual', menelannya, dan langsung melakukan penyerapan. Sesaat kemudian, dia merasa bahwa Qi Spiritual dalam dantiannya sudah cukup pulih. Setelah itu, dia melayang turun mendekati tubuh lemah Pemimpin Klan Xiang. Sementara untuk sembilan Tetua, bayangan Qing Shandian segera menghabisi mereka sebelum akhirnya menghilang.


Qing Shandian menatap dingin ke arah Pemimpin Klan Xiang yang berada pada nafas terakhirnya. Matanya tampak kuyu dan sendu penuh dengan penyesalan. Dia dengan nada tenang berkata, "Pak tua Xiang, jika kamu diberi kesempatan untuk bereinkarnasi, hiduplah dengan cara yang lebih baik. Jangan mengandalkan kekuatanmu untuk menindas mereka yang lemah. Aku rasa, garamnya dunia sudah banyak kamu rasakan. Jadi, pergilah dalam damai."


Ketika ucapan Qing Shandian selesai, Pemimpin Klan Xiang menghembuskan nafas terakhirnya. Qing Shandian segera melemparkan api langitnya, dan membakar tubuh Pemimpin Klan Xiang dan para Tetua klan Xiang.


Di sisi lain pada jarak yang cukup jauh dari area pertempuran, suasana benar-benar sunyi. Mereka bergidik ngeri ketika melihat setiap teknik yang di luncurkan Qing Shandian. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menghela nafas tidak berdaya karena perasaan iri. Meskipun, ada juga dari beberapa orang yang memiliki tatapan serakah dalam sorot matanya.


...…………………………...


"Xing Yue, segera kembali. Jiao Long, bawa Feng Xue kemari juga." Qing Shandian berbicara melalui transmisi suara pada Yin Xing Yue dan Qing Jiao Long.


Sesaat kemudian, Xie Feng Xue, Yin Xing Yue, dan Qing Jiao Long tiba. Xing Yue dan Jiao Long secara bersamaan berkata, "Tuan muda,"


"Emm... Terimakasih telah membantuku menjaga situasi. Jika tidak, kemungkinan akan ada seseorang yang akan ikut campur." Qing Shandian berbicara sambil menatap mereka berdua dengan tatapan hangat.


"Tentu, Tuan muda. Itu tugas kami untuk memastikan keselamatan Tuan muda." Sahut Yin Xing Yue dengan nada bersemangat.


Xie Feng Xue yang sedari tadi diam dan hanya mengamati penampilan Qing Shandian yang berantakan, akhirnya berkata dengan suara pelan. "An gege, bagaimana keadaanmu? Apa kamu baik-baik saja?"


"Hmm? Kenapa? Apa kamu mulai mengkhawatirkanku sekarang?" Sahut Qing Shandian dengan nada santai sambil tersenyum tipis.


"Aku... Aku hanya bertanya. Jika An gege tidak mau menjawab, maka lupakan saja." Ucap Xie Feng Xue sambil menunduk.


Qing Shandian tersenyum lebih lebar, lalu berkata, "Aku baik-baik saja. Jangan khawatir. Mereka berdua ini adalah binatang kontrakku. Tapi aku menganggap mereka sebagai rekan yang tumbuh kuat bersama. Yang beroakaian putih adalah Yin Xing Yue, dan yang berpakaian biru gelap adalah Qing Jiao Long." Pungkasnya sambil memperkenalkan mereka.


Xie Feng Xue pun mengangguk ketika mendengar penjelasan Qing Shandian. Dia berkata, namaku Xie Feng Xue, mulai sekarang aku akan mengikutinya berpetualang. Mohon bantuannya, paman Xing Yue, paman Jiao Long.


Yin Xing Yue dan Qing Jiao Long tertegun melihat sikap yang ditunjukkan pada mereka berdua, lalu menoleh ke arah Qing Shandian yang dibalas dengan anggukan ringan. Mereka pun serempak berkata, "Dengan senang hati, Nona muda."


"Ahh... Nona muda?" Ucap Xie Feng Xue dengan sedikit terkejut. Namun, dia akhirnya mengerti, kenapa Xing Yue dan Jiao Long memanggilnya begitu. Dan itu membuat pipinya merona merah, dan dengan cepat bersembunyi dibelakang punggung Qing Shandian.


"Hihi.. Feng Xue, tidak perlu malu. Mereka bagian dari kita juga. Dan itu tidak hanya mereka berdua saja. Tapi banyak juga yang lainnya." Qing Shandian terkikik pelan sebelum berbicara. Kemudian dia menatap Xing Yue dan Jiao Long dengan tatapan serius, lalu berkata, "Xing Yue, Jiao Long, apakah kalian sudah merasakannya sejak awal?"


Xing Yue dan Jiao Long bertukar pandang, lalu Xing Yue menimpali. "Benar Tuan muda. Sepertinya, dia dari keluarga kekaisaran. Apa kita perlu membawanya kemari?"


Qing Shandian menggelengkan kepala ringan, lalu berkata, "Tidak perlu. Aku akan memanggilnya sendiri."


Dalam transmisi suara, Qing Shandian berkata pada seseorang dengan suara tenang. "Apakah kalian akan terus bersembunyi, atau aku yang harus memaksa kalian keluar dengan naga petirku?"


Di sisi lain, seorang pria paruh baya dengan setelan pakaian mewah berwarna merah emas bagian atas, dan warna hitam pada celana, yang saat ini sedang dalam persembunyiannya menyaksikan pertarungan Qing Shandian dan Klan Xiang menjadi tertegun ketika transmisi suara Qing Shandian memasuki fikirannya. Dia memiringkan kepalanya ke kiri, lalu erkata pada seorang wanita cantik yang mengenakan gaun mewah merah emas disampingnya. "Jing'er, ayo temui dia. Dia mengirimiku transmisi suara. Jika tidak, dia akan mengirim naga petirnya kesini. Bisa mati kita... Hiiii... Benar-benar teknik yang mengerikan." Pungkasnya yang kembali merinding.


"Hihihi.. Baiklah, kita temui dia. Aku sangat penasaran, dari klan mana dia berasal. Kenapa keluarga kekaisaran kita tidak pernah mendengar adanya kultivator jenius di Wilayah Timur?" Wanita yang dipanggil Jing'er itu pun terkikik merdu sambil menutup bibirnya, sebelum membalas ucapan pria paruh baya itu. Setelah itu, mereka pun menghilang bersama.


...…………………………...


"Wuusshhh..."


Di depan kelompok Qing Shandian, dua orang muncul dari udara tipis. Mereka tidak lain adalah seorang pria paruh baya dan wanita cantik yang dipanggil Jing'er. Namun, kemunculan mereka tidak membuat kelompok Qing Shandian kaget sedikitpun.


Pria paruh baya dan wanita itu tertegun ketika melihat Xing Yue dan Jiao Long yang kulivasinya setingkat Saint King. Mereka pun segera tersadar. Pria paruh baya itu menangkupkan tangannya ssbagai salam dan berkata, "Anak muda kamu benar-benar luarbiasa. Jika kami tidak menyaksikan pertempuranmu secara langsung, mungkin akan ada banyak korban selain Klan Xiang... Namaku Zhou Fenglian dan ini istriku, Xue Shui Jing."


Qing Shandian mengangguk ringan, lalu menangkupkan tangannya dan berkata, "Aku Qing Shandian, wanita di sebelahku adalah Xie Feng Xue, Ketua Asosiasi Alkemis sebelumnya. Pria berpakaian putih adalah Yin Xing Yue, dan yang berpakaian biru gelap adalah Qing Jiao Long. Senang bertemu Kaisar dan Permaisuri. Maaf, telah mengganggu waktu damai kalian."


"Ohh? Kamu bisa mengenali kami? Dan juga kamu mengatakan bahwa dia adalah Ketua Asosiasi Alkemis? Kenapa dia mengikutimu?" Sahut Xue Shui Jing dengan sedikit terkejut.


"Hehe.. Tentu saja karena dia calon istriku. Dan tentang kalian, Di Ibukota Kekaisaran Tianhuo ini, orang yang berpenampilan mewah namun memiliki pemikiran yang tinggi dan penuh perhitungan bisa dihitung dengan jari bukan? Selain itu, teknik penyembunyian dan teleportasi yang kalian gunakan juga tidak mungkin dimiliki oleh seseorang secara acak." Qing Shandian berkata dengan sangat santai seolah dia sedang berbicara dengan seseorang yang telah dia kenal.


"Calon istri? Benarkah?" Sahut Xue Shui Jing dengan tidak percaya.


Qing Shandian menjawab dengan anggukan ringan. Sementara itu, Xie Feng Xue sudah bersembunyi lagi di belakang Qing Shandian karena pipinya merona merah karena malu.


"Haiihhh... Benar-benar sulit dipercaya. Anak muda, aku tidak pernah menyangka jika kamu dapat memikat hati Ketua Alkemis yang bahkan tidak tertarik oleh apapun. Aku tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan sampai dia mau melepas posisinya sebagai ketua Asosiasi Alkemis dan memilih untuk mengikutimu" Ucap Zhou Fenglian dengan nada tak berdaya. Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan. "Ngomong-ngomong, apakah kamu memiliki waktu luang? Kami ingin berbicara denganmu. Namun, disini tidak nyaman untuk melakukan pembicaraan."


"Itu tidak masalah selama tidak ada gangguan lagi seperti sebelumnya yang menghancurkan suasana hatiku." Sahut Qing Shandian sebelum kemudian dia menoleh ke arah Xing Yue dan Jiao Long. Dia berkata, "Xing Yue, Jiao Long, kalian bisa kembali. Aku akan memanggil kalian ketika sesuatu yang merepotkan terjadi."


"Baik, Tuan muda." Sahut Xing Yue dan Jiao Long serempak.


Qing Shandian segera melambaikan tangannya ringan, lalu Xing Yue dan Jiao Long menghilang dari tempatnya bediri. Dia mengalihkan pandangannya pada Zhou Fenglian dan Xue Shuijing dan berkata, "Sekarang, kita bisa pergi. Apakah tujuan kita ke istana kekaisaran?"


"Benar. Kita bisa berbicara dengan tenang disana. Mari kita pergi." Sahut Zhou Fenglian dengan nada santai meskipun dalam hatinya, dia penasaran kemana perginya Xing Yue dan Jiao Long.


"Baik." Ucap Qing Shandian singkat, lalu berkata pada Xie Feng Yue. "Feng Xue, pegang lenganku."


Xie Feng Xue tidak berkata apapun, dan dengan patuh menurut. Qing Shandian pun berkata kepada Zhou Fenglian, "Apakah Kaisar dan Permaisuri ingin terbang atau kita pergi bersama?"


"Pergi bersama? Bagaimana kita pergi bersama?" Sahut Zhou Fenglian.


"Jika Kaisar Fenglian tidak keberatan, Kaisar Fenglian bisa memegang bahuku, lalu permaisuri Shuijing memegang lengan Kaisar." Ucap Qing Shandian tanpa menjelaskan caranya.


Tanpa berkata apapun, Zhou Fenglian segera memegang bahu Qing Shandian, dan Xue Shui Jing memegang lengan Zhou Fenglian. Setelah itu, mereka menghilang dari tempatnya berdiri, meninggalkan jejak hembusan angin kecil.


...…………………………...


** Bersambung …