System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch. 62 - Membawa Xie Feng Xue ke Dunia Jiwa



"Hueekk.. Hueekk.. Hueekk..."


"Aahh.. Ahhh.."


Dalam ruangan istana saat ini, suasana terlihat ramai. Adegan memprihatinkan mewarnai ruangan istana. Terlihat saat ini bahwa empat orang pemuda dan empat orang wanita sedang memegangi perut dan kepala mereka. Mereka terus muntah-muntah dan berteriak merasakan kepala mereka sangat sakit karena efek dari teleportasi yang Qing Shandian lakukan.


Sementara itu, setelah melakukan teleportasi bolak-balik yang melelahkan ke Kediaman delapan Klan, Qing Shandian saat ini masih dalam meditasinya menyerap khasiat 'Pil Pemulih Qi Spiritual' untuk memulihkan Qi Spiritualnya yang terkuras. Perlahan, warna kemerahan mulai terlihat di wajah Qing Shandian, dan tampilan pucatnya hilang seiring pulihnya Qi Spiritual dalam dantiannya. Ketika dia membuka mata, adegan yang tersaji dalam pandangannya juga membuatnya merasa kasihan. Namun dia tidak ambil bagian untuk mengurus mereka karena tugasnya telah selesai.


Qing Shandian perlahan berdiri. Dia menyapukan pandangannya pada delapan pemimpin klan yang baru selesai membantu anggotanya, lalu berkata, "Karena semuanya telah berkumpul, aku rasa tugasku telah selesai. Oleh karena itu, aku akan beristirahat. Pemimpin Klan tidak perlu khawatir dengan mereka. Biarkan mereka istirahat agar kondisi mereka pulih."


Zhou Fenglian mengangguk ringan ketika mendengar ucapan Qing Shandian. Dia berkata, "Baiklah. Aku tahu kamu juga sangat kelelahan. Beristirahatlah dengan tenang. Aku akan meminta pelayan untuk mengantarmu ke ruangan khusus. Besok, kita akan melakukan perjalanan dengan portal teleportasi antar wilayah."


"Itu tidak perlu. Aku perlu mengunjungi suatu tempat. Jadi, kita akan bertemu lagi disini besok pagi." Qing Shandian berbicara dengan nada tenang sebelum kemudian berjalan ke arah Xie Feng Xue.


"Karena itu yang kamu inginkan, maka aku tidak akan memaksamu untuk tinggal." Sahut Zhou Fenglian sambil tersenyum. Sesaat kemudian, dia tiba-tiba teringat dengan istrinya. Dia pun bertanya, "An kecil, lalu bagaimana dengan istriku? Kapan dia akan kembali?"


Mendengar pertanyaan itu, Qing Shandian yang sudah memeluk pinggang ramping Xie Feng Xue pun menyeringai licik. Dia pun membalas, "Hehe.. Kaisar Zhou, tentu saja dia akan kembali bersamaku besok pagi. Tapi sebelum itu, akan lebih baik jika aku berduaan dengan Permaisuri Xue terlebih dahulu bukan? Hahaha...."


"Uuhh.. Bocah sialan! Apa yang kamu bicarakan? Aku akan menghajarmu!" Sahut Zhou Fenglian dengan suara keras dan langsung menerjang Qing Shandian.


"Kaisar Zhou, kamu terlambat. Sampai jumpa besok pagi. Hahaha.." Ucap Qing Shandian dengan diiringi tawanya yang menggelegar sebelum dia menghilang ke udara tipis.


"Wusshh"...


"Bocah sialan! Awas saja jika kamu berani berduaan dengan istriku! Aku akan mengulitimu hidup-hidup!" Zhou Fenglian bersungut-sungut meraung keras. Sementara semua orang yang melihat reaksi Zhou Fenglian hanya menggelengkan kepalanya. Mereka merasa kasihan, tapi juga merasa lucu.


...…………………………...


"Wuusshh"


Muncul tidak jauh dari tempat tinggal pribadinya, Qing Shandian memiringkan kepalanya ke arah Xie Feng Xue yang berada dalam dekapannya. Melihat ekspresi terkejut Xie Feng Xue, dia menatapnya dengan tatapan lembut, lalu menoel hidung kecilnya yang mancung. Sambil tersenyum dia berkata, "Selamat datang di duniaku, Feng Xue. Aku harap kamu menyukainya. Selama aku mengikuti kompetisi, kamu bisa tinggal disini tanpa perlu khawatir akan adanya gangguan."


Xie Feng Xue tersadar. Dia membalas tatapan Qing Shandian dengan ekspresi penuh tanya. Ketika dia memperhatikan tatapan lembut dan senyum di bibir Qing Shandian, dia berkata dengan sedikit ragu. "An gege, kamu mengatakan bahwa ini adalah duniamu. Apa itu sebenarnya? Kenapa Qi Spiritual disini terasa sangat padat? Aku rasa, itu puluhan kali lebih padat daripada di Ibukota Kekaisaran Tianhuo."


"Apa kamu menyukainya? Hmm?" Sahut Qing Shandian sambil tersenyum.


Xie Feng Xue tidak segera menjawab. Dia menyapukan pandangannya dan benar - benar terpukau. Dia bisa melihat barisan pegunungan yang memanjang, air terjun yang terlihat cantik dengan aliran sungai yang berkilauan, tiga bangunan besar dan juga ladang Ramuan Spiritual yang luas, yang dibagi dalam kelompok barisan. Setelah cukup memandang, dia menghirup nafas yang dalam, berusaha menenangkan dirinya, lalu berkata, "Aku sangat menyukainya. Tidak hanya Qi Spiritual yang sangat padat, tetapi udara disini juga lebih segar dan juga pemandangannya sangat bagus."


Qing Shandian tersenyum lebar, lalu mengeratkan dekapannya pada pinggang ramping Xie Feng Xue. Dia dengan lembut berkata, "Aku senang jika kamu menyukainya. Dunia ini adalah dunia jiwaku. Tapi kamu harus ingat dengan baik, bahwa apa yang kamu lihat dan rasakan tentang tempat ini, cukup kamu sendiri yang tahu. Jangan memberi tahu siapapun, atau hari-hari kita tidak akan damai. Apa kamu mengerti?"


"Dunia Jiwa? Apakah yang An gege maksud adalah sebuah dunia yang bisa kita bentuk dalam jiwa kita?" Sahut Xie Feng Xue dengan nada sedikit kaget, sambil memiringkan kepalanya menatap Qing Shandian.


"Benar, ini adalah dunia yang yerbentuk dalam jiwaku. Jadi, kemanapun aku pergi, meskipun kalian berada disini, kalian akan selalu bersamaku." Ucap Qing Shandian dengan nada santai.


"Baik. Aku mengerti, dan akan aku simpan rahasia ini untuk diriku sendiri. Tempat seperti ini sudah pasti akan menyebabkan pertumpahan darah jika sampai diketahui oleh orang-orang yang serakah." Xie Feng Xue dengan suara yang lembut membalas, sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Qing Shandian.


Mengangguk ringan, Qing Shandian dengan lembut berkata, "Itu bagus jika kamu mengerti. Sekarang, aku akan menjelaskan beberapa hal tentang apa yang ada di dunia ini. Pertama, untuk saat ini ada enam klan yang tinggal disini, dan semuanya adalah bagian dari kita. Mereka adalah Klan Qing, Lin, Luo, Sangguan, Xue, dan Mu. Selain mereka, ada juga puluhan Binatang Kontrakku yang tinggal disini selain Yin Xing Yue dan Qing Jiao Long."


Qing Shandian berhenti untuk sejenak. Dia mengirim transmisi suara pada Qing Yin Yue, Qing Hei Bao, Qing Lin Long, Qing Tian Shi, Qing Feng Hu, Qing Tian Yuan, Qing Xing Lang.


Setelah beberapa saat, tujuh Binatang Spiritual datang satu demi satu, lalu merendahkan tubuh mereka. Secara serempak mereka berkata, "Kami menyapa, Tuan muda."


Qing Shandian mengangguk ringan, lalu berkata. "Aku memanggil kalian bertujuh karena aku ingin memperkenalkan kalian padanya. Dia adalah calon istriku. Namanya Xie Feng Xue."


Ketika ucapan itu jatuh, mereka kembali berkata secara serempak. "Kami menyapa Nona muda Feng Xue."


"Salam kenal semuanya. Kalian benar-benar membuatku terkejut." Ucap Xie Feng Xue sambil berusaha menenangkan dirinya dari keterkejutan.


Qing Shandian tersenyum tipis. Dia lalu berkata, "Feng Xue, aku akan memperkenalkan mereka padamu. 'Rubah Perak Ekor Empat' ini bernama Qing Yin Yue. 'Panther Hitam Bersayap' bernama Qing Hei Bao. 'Kirin Api Ekor Naga' bernama Qing Lin Long. 'Singa Langit Petir Hitam' bernama Qing Tian Shi. 'Harimau Angin Taring Panjang' bernama Qing Feng Hu. 'Kera Langit Tanduk Emas' bernama Qing Tian Yuan.


Sedangkan 'Serigala Bintang Badai Petir' ini bernama Qing Xing Lang.


"Baik. Aku akan mengingat nama mereka. An gege, apakah mereka tidak bisa berubah dalam bentuk manusia?" Sahut Xie Feng Xue dengan nada penarasan sambil mengerutkan alisnya.


Qing Shandian yang mendengar itu pun tiba-tiba teringat dengan 'Pil Perubahan Bentuk Binatang Spiritual'. Dia menepuk keningnya pelan dan berkata, "Ah.. Kamu benar, Feng Xue. Aku benar-benar melupakan tentang itu. Tunggu sebentar."


Menyelesaikan ucapannya, Qing Shandian segera mengeluarkan botol giok berwarna merah transparan dari Inventory System, lalu menuangkan isinya dan membagikan tujuh butir 'Pil Perubahan Bentuk Binatang Spiritual' kepada tujuh Binatang Kontraknya. Dia berkata, "Telan dan serap khasiat pil itu. Kalian akan bisa mengambil bentuk seperti manusia setelah mengkonsumsinya."


Mendengar ucapan Qing Shandian, tubuh mereka bergetar hebat untuk sesaat. Tanpa bicara sepatah kata pun, mereka segera menelan pil yang melayang di hadapan mereka dan segera melakukan proses penyerapan.


Setelah beberapa saat menunggu, serangkaian cahaya merah kehijauan membungkus mereka masing-masing, hingga mereka pun berubah menjadi bentuk manusia. Mereka memandangi tubuh mereka dengan perasaan bersemangat dan bahagia. Setelah itu, mereka segera berlutut di depan Qing Shandian dan berkata bersamaan. "Terimakasih, Tuan muda. Kami akan selalu setia pada Tuan muda."


Melihat reaksi mereka, Qing Shandian menggelengkan kepalanya, lalu berkata. "Berdiri. Mulai sekarang, aku tidak mengizinkan kalian untuk berlutut. Aku tidak menyukai kebiasaan itu. Bukankah sudah aku katakan, bahwa aku tidak akan memperlakukan kalian dengan buruk selama kalian setia padaku? Aku senang kalian bisa mengambil bentuk manusia. Lihatlah, betapa tampan dan gagahnya kalian. Dan untukmu Yin Yue, ck.ck.ck... Kamu benar-benar berubah menjadi wanita yang sangat cantik dan mempesona."


"Hihihi.. Tuan muda, kamu terlalu memujiku. Semua berkat Tuan muda, sehingga aku bisa seperti ini. Terimakasih, Tuan muda." Qing Yin Yue terkikik merdu ketika dia berbicara.


"Sudahlah. Tidak perlu terlalu melebih-lebihkan tentangku. Karena kalian sekarang telah mengambil bentuk manusia, akan lebih baik jika kalian berkultivasi di dalam Ruang Khusus Kultivasi yang ada di samping tempat tinggalku. Juga, ajaklah Xing Yue dan Jiao Long untuk berkultivasi bersama. Yang terakhir, kalian harus sering berlatih tanding untuk meningkatkan kemampuan kalian. Dan untuk Yin Yue, karena kamu seorang wanita, sering-seringlah bergaul dengan ibuku, Feng Xue, Lingyun, dan Wenrou. Agar kamu mempunyai teman bicara sesama wanita." Qing Shandian melambaikan tangannya sebelum dia berbicara.


"Baik. Terimakasih, Tuan muda." Sahut Qing Yin Yue dengan perasaan bahagia. Setidaknya, dengan begitu, dia tidak merasa sendirian.


"Terima kasih, Nona muda Feng Xue." Sahut Qing Yin Yue yang semakin bahagia ketika mendapat tanggapan dari Xie Feng Xue.


"Baiklah, kalian bisa kembali berkultivasi. Aku akan melanjutkan mengenalkan tempat ini pada Feng Xue. Mungkin besok atau lusa, Wenrou akan kembali. Jika kalian membutuhkan sebuah pil maupun teknik bertarung, kalian bisa membicarakan hal itu dengannya."


"Baik, Tuan muda. Kami permisi." Sahut mereka bersamaan, sebelum kemudian mereka bergegas menuju Ruang Khusus Kultivasi.


Qing Shandian pun menatap Xie Feng Xue dengan tatapan lembut. Dia dengan tenang berkata, "Feng Xue, aku akan melanjutkan menjelaskan beberapa hal padamu. Tepat di depan kita saat ini, itu adalah tempat tinggal pribadiku. Sedangkan bangunan yang berdiri disebelahnya adalah Ruang Khusus Kultivasi. Di dalam ruangan itu terdapat array pengumpul Qi Spiritual dan Array 100 kali percepatan waktu. Jadi, jika kamu ingin berkultivasi, atau mempelajari sesuatu yang rumit, kamu bisa memanfaatkan bangunan itu. Itu akan menghemat waktu. Selanjutnya, Ayo kita berkeliling." Ucap Qing Shandian sambil menggandeng tangan Xie Feng Xue dan berjalan dengan langkah santai ke arah ladang Ramuan Spiritual dan bangunan 'Paviliun Obat Shangdi'.


Sesaat kemudian, Qing Shandian tiba di depan perisai pelindung area 'Paviliun Obat Shangdi' dan ladang Ramuan Spiritual. Dia memiringkan kepalanya ke arah Xie Feng Xue dan berkata, "Feng Xue, alirkan kekuatan spiritualmu ke perisai pelindung. Aku akan membuatnya untuk mengenalimu, agar nantinya kamu bisa memasukinya sesuka hati."


"Baik." Ucap Xie Feng Xue singkat, dan menuruti apa yang Qing Shandian katakan. Meskipun dia sudah menekan rasa terkejutnya, terlihat jelas bahwa tangannya masih gemetar halus.


Ketika Xie Feng Xue meletakkan telapak tangannya pada perisai pelindung, Qing Shandian dengan sigap membentuk sebuah segel tangan untuk membuat agar perisai pelindung itu mengenali aura Xie Feng Xue. Sesaat kemudian, perisai pekindung itu bersinar untuk sesaat, lalu terbuka membentuk jalan masuk selebar tiga meter. Melihat itu ,Qing Shandian berkata, "Ayo masuk. Sekarang, bisa dianggap bahwa perisai pelindung itu telah mengenali auramu."


Xie Feng Xue seolah kehabisan kata-kata. Dia hanya mengangguk ringan sebelum berjalan mengikuti langkah Qing Shandian. Ketika Dia melewati perisai pelindung, dia benar-benar terpukau oleh barisan Ramuan Spiritual yang memasuki pandangannya. Sambil berjalan, tubuhnya gemetar halus. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya. "An gege, apakah semua ini nyata? Begitu banyak Ramuan Spiritual yang terbilang langka di Wilayah Timur atau mungkin diseluruh Benua Tianxia. Bahkan ada banyak yang tidak aku ketahui apa itu. Tapi disini, itu membentuk sebuah barisan yang memanjang. Aku sulit mempercayai apa yang aku lihat."


"Hehe.. Tentu saja itu nyata. Mulai sekarang, kamu bisa mengembangkan kemampuanmu dalam memurnikan pil tanpa perlu khawatir kekurangan bahan. Jika kamu ingin berlatih memurnikan pil, kamu bisa mengunjungi Ruangan Alkimia disana." Qing Shandian terkekeh ringan lalu menjelaskan, sebelum kemudian menunjuk ke sebuah bangunan empat lantai berwarna putih.


"Sedangkan untuk bangunan didepan kita, itu adalah tempat penyimpanan pil yang sudah di murnikan. Di dalamnya juga terdapat banyak Buku Kumpulan Resep Pil dan Buku Pengenalan Ramuan Spiritual. Tapi Feng Xue, tentang yang satu ini, tolong ingat baik-baik dan jangan membocorkannya pada siapapun. Aku tidak ingin timbul sifat keserakahan pada penghuni dunia ini. Meskipun mereka termasuk bagian dari kita, tapi kita tidak tahu hati manusia. Di dalam bangunan itu ada banyak pil kelas dewa. Apa kamu bisa aku percaya, Feng Xue?" Pungkas Qing Shandian dengan nada yang sangat serius.


Begitu ucapan itu jatuh, tubuh Xie Feng Xue mematung dan bergetar hebat. Fikirannya terasa kosong, sehingga dia gagal bereaksi. Qing Shandian segera melanjutkan ucapannya. "Jangan berteriak, oke? Tenangkan dirimu. Ambil nafas perlahan."


Mendengar sekali lagi ucapan Qing Shandian, Xie Feng Xue tersadar kembali. Dia menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Dia menatap Qing Shandian dengan tatapan rumit, lalu berkata, "An gege, berapa banyak lagi kejutan yang akan kamu berikan untukku? Meskipun aku sudah berusaha untuk tidak terkejut, tapi aku masih tetap saja terkejut. Siapa An gege sebenarnya?"


Qing Shandian tidak segera menjawab. Dia tersenyum lembut, lalu meraih pinggang Xie Feng Xue dan memeluknya. Dia berkata, "Aku bukan siapa-siapa, Feng Xue. Aku hanya Qing Shandian seperti yang kamu kenal. Tentang kejutan, mungkin ada lagi meskipun tidak banyak. Itu hanya Teknik, Senjata dan Baju Pelindung kelas Surga Tingkat Tinggi untuk saat ini. Sedangkan untuk kelas dewa, mungkin masih perlu waktu. Ohh.. Aku hampir lupa satu hal. Dengan tingkatanmu sekarang, aku yakin kamu sudah sangat mampu untuk menyatu dengan Api Langit, sehingga kamu bisa meningkatkan profesimu lebih cepat."


"Api Langit!" Ucap Xie Feng Xue dengan nada terkejut sambil menjauhkan diri dari pelukan Qing Shandian dan menatapnya dengan tatapan tidak percaya.


Qing Shandian tersenyum lembut. Dia mengusap kepala Xie Feng Xue dan berkata. "Benar. Api Langit seperti yang kamu fikirkan. Mungkin besok atau lusa, Wenrou akan kembali. Dia yang akan membantu proses penyatuan dan pemurnian Api Langit untukmu. Selain itu, aku akan memintanya untuk membantumu meningkatkan kultivasimu, serta memberikan teknik bertarung dan pendukung pergerakan kelas surga tingkat tinggi untukmu dan juga Lingyun."


Qing Shandian melepaskan tangannya dari kepala Xie Feng Xue. Lalu dia melanjutkan ucapannya. "Berusahalah untuk akrab dengan Wenrou dan Lingyun. Disini, Wenrou hanya dekat dengan ayah dan ibuku. Meskipun ada Lingyun, tapi jika mereka bertemu, mereka akan selalu berdebat. Kamu lebih dewasa dan memiliki pemikiran yang lebih matang daripada mereka berdua. Jadi, aku ingin memberikan kepercayaanku padamu. Tolong, bantu aku untuk menggantikan posisiku disaat aku sedang tidak ada. Aku ingin kalian saling akur dan saling menjaga satu sama lain. Apakah Feng Xue keberatan dengan permintaan An gege?"


Xie Feng Xue menatap Qing Shandian dengan tatapan lembut. Dia tersenyum lebar sebelum kemudian memeluknya dengan erat, lalu berkata, "Terimakasih An gege. Feng Xue tidak keberatan sedikitpun. Feng Xue tidak akan mengecewakan kepercayaan An gege dan pasti melakukan yang terbaik."


"Terimakasih, Feng Xue." Ucap Qing Shandian sambil membalas pelukan Xie Feng Xue. Lalu dia berkata lagi. "Baiklah. Kita sudah selesai dengan urusan disini. Sekarang, aku akan membawamu ke Kediaman Klan Qing dan mengenalkan kamu pada ayah dan ibuku." Pungkasnya sebelum kemudian mereka berdua menghilang dari tempat mereka berdiri.


...…………………………...


"Wusshh"


Muncul dari udara tipis di depan tempat tinggal Qing Yuan dan Lin Lianhua, Qing Shandian segera melepaskan Xie Feng Xue dari pelukannya dan melangkah maju, diikuti Xie Feng Xue yang berdiri disampingnya. Dia mengetuk pintu dan berkata dengan suara sedikit keras.


"Ayah, ibu, An'er pulang."


Ketika ucapan itu berakhir, langkah kaki ringan segera terdengar dari dalam rumah. Sesaat kemudian pintu pun terbuka.


"Kreekkk"


Ketika pintu itu perlahan terbuka, itu menimbulkan suara berderit. Lin Lianhua dengan cepat melangkah kesamping Qing Shandian dan langsung memeluk lengan Xie Feng Xue. Dia menatap Qing Shandian dengan tatapan ingin tahu. Diiringi senyum yang mengembang di wajahnya, dia berkata, "An'er, berapa banyak istri yang akan kamu kumpulkan? Lihat... Betapa cantiknya calon istri ketigamu. Apa kamu tidak akan mengenalkannya pada ibumu? Siapa namanya? Dan darimana kali ini kamu menemukan peri cantik ini?"


Xie Feng Xue yang mendapat sambutan hangat dan perlakuan seperti itu dari Lin Lianhua hanya menundukkan kepalanya. Wajahnya terlihat memerah hingga leher.


"Hehe.. Bu, lihatlah.. Kamu membuatnya malu jika kamu terlalu berterus terang seperti itu." Qing Shandian terkekeh kecil sambil menutup bibirnya ketika dia berbicara.


Lin Lianhua mengabaikan ucapan Qing Shandian. Dia tersenyum lembut. Lalu dengan nada lembut bertanya pada Xie Feng Xue. "Jadi, gadis, apakah kamu tidak akan memperkenalkan dirimu padaku? Namaku Lin Lianhua. Kamu bisa memanggilku Ibu Lin mulai sekarang."


"A..aku.. Na.. Namaku.. Xie Feng Xue.. Feng Xue menyapa Ibu Lin." Sahut Xie Feng Xue dengan suara terbata-bata.


"Hihihi... Feng Xue, tidak perlu malu dan gugup. Kamu akan terbiasa nantinya. Kita masuk dulu ke rumah. Kalian pasti lelah bukan? Ibu ingin mendengarkan ceritamu nanti. Bagaimana kamu bisa mengikuti bocah kecil seperti putraku." Lin Lianhua terkikik merdu seperti lonceng kaki yang bergemerincing sebelum berbicara, lalu melangkahkan kakinya memasuki rumah dengan Xie Feng Xue yang masih dalam dekapannya, mengabaikan Qing Shandian yang berdiri mematung di luar rumah.


"Haiihh... Bu, apakah kamu sengaja melupakanku dan meninggalkanku disini sendiri?" Ucap Qing Shandian menghela nafas dan menggerutu.


Ketika mendengar gerutuan itu, Lin Lianhua yang sudah di dalam rumah dengan santai berkata, "An'er, kamu juga punya kaki bukan? Selain itu, apakah kamu iri dengan seorang wanita? Cepat masuk dan bersihkan dirimu, atau aku akan menguncimu di luar."


Menghela nafas ringan, Qing Shandian berkata, "Hahh.. Baiklah... Ibu bisa menghabiskan waktu bersama Feng Xue. An'er akan pergi membersihkan diri. Ohh.. Ngomong-ngomong, Lingyun dimana, Bu? Ayah juga tidak terlihat. Apa mereka sedang berkultivasi?" Pungkasnya sambil berjalan memasuki rumah.


"Ya. Yun'er sedang berkultivasi sekarang. Dia sering menemani dan berlatih dengan ibu. Sepertinya, kamu cukup memarahinya bukan? Ibu bisa melihat bahwa dia benar-benar bertekad untuk berubah, dan itu membuat ibu puas. Dengan begitu, dia akan mampu menghilangkan sikap cerobohnya. Sedangkan untuk ayahmu, sepertinya dia sedang bersama kedua pamanmu." Sahut Lin Lianhua sambil menuangkan teh untuk dirinya dan Xie Feng Xue.


Qing Shandian mengangguk ringan, lalu berkata, "Benar. An'er memang cukup memarahinya. Tapi itu tidak bisa dikatakan memarahi. Akan lebih tepat jika dikatakan sebagai nasehat. Lingyun sangat ceroboh. Selain itu, dia juga tidak bisa membedakan kapan saatnya serius, dan kapan saatnya santai. Jika An'er tidak begitu, dia hanya akan selalu mengandalkan An'er. Itu tidak akan baik untuk siapapun. Namun tidak hanya Lingyun. An'er juga sedikit memberikan Feng Xue penegasan, bahwa mengikuti An'er harus benar-benar siap dengan segala kemungkinan terburuk. Karena perjalanan kita kedepannya akan banyak kesulitan."


"Kamu sudah benar. Tapi, jangan terlalu keras pada Rou'er, Yun'er, maupun Xue'er. Biar bagaimanapun, mereka adalah wanita. Hati mereka mudah sakit dan rapuh. Jika sampai ibu tahu bahwa kamu membuat mereka menangis... Ibu akan mencambukmu 1000 kali. Apa kamu mengerti?" Ucap Lin Lianhua memberi nasehat dan mengingatkan.


"An'er mengerti, Bu. Baiklah, An'er akan membersikan diri dulu. Ibu bisa berbicara dengan Feng Xue." Sahut Qing Shandian sambil lalu melenggang pergi.


...…………………………...


** Bersambung …