System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.45 - Upgrade System serta Merevitalisasi Kekuatan Paman dan Bibi



Setelah pembicaraan di Gedung Pertemuan Rumah Dagang Bulan Jingga, Qing Shandian, Qing Wenrou dan Mu Lingyun beristirahat di Rumah Tamu Khusus Tamu Kehormatan.


Berbaring dengan malas di tempat tidur, Qing Shandian perlahan duduk. Ekspresinya terlihat santai sebelum dia berbicara. "Wenrou, tampilkan status."


[Ding]


[STATUS]


Nama : Qing Shandian


Gelar : «»Pencipta Teknik Kelas Dewa, «»Kaisar Serigala Bulan Bintang Penelan Surga


Umur : 8 Tahun


Ras : Manusia / Setengah Binatang Spiritual


Garis Keturunan : Serigala Bulan Bintang Penelan Surga


Tipe Tubuh : Tubuh Multiverse


Kultivasi : Nivana ★7 (7,272805 Triliun/135 Triliun PP)


Profesi : «»Alkemis (Kelas Surga), «»Master Array (Kelas Surga), «»Master Binatang Spiritual (Kelas Surga), Master Persenjataan (Kelas Surga)


Skill / Teknik :


«» Teknik 'Penyembunyian Aura', Kelas Langit Tingkat Tinggi


«» Teknik 'Seribu Pedang Membelah Langit', Kelas Langit Tingkat Tinggi


«» Teknik 'Langkah Bintang Jatuh', Kelas Langit Tingkat Tinggi


«» Teknik 'Petir Suci - Kemarahan Naga Petir', Kelas Surga Tingkat Rendah (Bisa Ditingkatkan)


«» Teknik 'Teleportasi', Kelas Langit Tingkat Tinggi


«» Teknik 'Jari Petir Penghancur', Kelas Surga Tingkat Tinggi (Bisa Ditingkatkan)


«» Teknik Terbang : 'Sayap Emas Petir Angin', Kelas Surga Tingkat Tinggi


«» Teknik 'Evolusi Api Langit', Kelas Surga Tingkat Tinggi (Bisa Ditingkatkan)


«» Teknik 'Pengganda Bayangan', Kelas Surga Tingkat Tinggi (Bisa Ditingkatkan)


«» Teknik 'Serangan Jiwa', Kelas Surga Tingkat Tinggi (Bisa Ditingkatkan)


«» Teknik 'Pedang Terbang Bayangan', Kelas Surga Tingkat Tinggi (Bisa Ditingkatkan)


«» Teknik 'Petir Semesta', Kelas Dewa Tingkat Rendah (Bisa Ditingkatkan)


«» Teknik 'Petir Suci Semesta', Kelas Dewa Tingkat Menengah (Bisa Ditingkatkan)


Teknik Kultivasi : «» 'Sembilan Putaran Naga Petir', «» 'Pusaran Elemen Langit'


Senjata :


«» 'Pedang Langit Meteorit Biru', Kelas Bumi Tingkat Tinggi


«» 'Pedang Bintang Meteorit Hitam', Kelas Surga Tingkat Rendah


«» 'Pedang Terbang Petir Angin', Kelas Surga Tingkat Tinggi (Bisa Ditingkatkan)


«»'Pedang Petir Bulan Bintang' Kelas Dewa Tingkat Rendah (Bisa Ditingkatkan)]


Armor : «» 'Rompi Hitam Bulan Bintang', Kelas Surga Tingkat Tinggi, «» 'Jubah Hitam Bulan Bintang', Kelas Surga Tingkat Tinggi


Poin System : 288.994.677.237.750 PS]


Poin Keterampilan : 4.525.000 PK


Poin Percepatan : 6.187


Kekayaan : Batu Spiritual


«» Tingkat Rendah 600 Juta


«» Tingkat Menengah 500 Juta


«» Tingkat Tinggi 2,295 Milliar


Inventory : «»Buku Teknik Kultivasi 'Pusaran Elemen Langit', «»Buku Teknik 'Petir Semesta', Kelas Dewa Tingkat Rendah, «»Buku Teknik 'Ledakan Api Langit' Kelas Surga Tingkat Tinggi, «»10 Tetes Embun Kehidupan, «»9 Butir 'Pil Perubahan Tubuh Binatang Spiritual', «»Objek Bulan Bintang


[ Toko ]


Setelah secara singkat mengamati statusnya, Qing Shandian berkata ringan, "Wenrou, pelajari Teknik 'Ledakan Api Langit'."


[Ding... Mempelajari Teknik 'Ledakan Api Langit'... Membutuhkan 500.000 PK. Apakah An gege ingin melanjutkan?]


"Ya. Lakukan." Sahut Qing Shandian singkat dengan suara serius sebelum memejamkan matanya.


[Ding... Berhasil mengurangi 500.000 PK. Memulai proses...1%..2%..5%..10%..]


Begitu suara pemberitahuan berakhir, berbagai informasi tentang penggunaan Api Langit dalam pertarungan membanjiri fikiran Qing Shandian. Setelah beberapa saat, suara pemberitahuan kembali terdengar.


[Ding... Berhasil mempelajari Teknik 'Ledakan Api Langit'.]


Perlahan membuka mata, Qing Shandian tersenyum lebar setelah mendapatkan informasi tentang Teknik 'Ledakan Api Langit'. Dalam suasana hati yang baik itu, Qing Shandian kembali berkata dalam fikirannya. "Wenrou, dengan jumlah poin systemku saat ini, berapa banyak itu bisa meningkatkan level system?"


[Ding... Memulai perhitungan...]


[Ding... Setelah perhitungan, An gege bisa meningkat system hingga Level 16 dengan harga 265 Triliun PS. Apakah An gege ingin melanjutkan?]


"Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai peningkatan system selesai?" Sahut Qing Shandian sambil mengangkat alisnya sebelah.


[Ding... Waktu peningkatan akan berlangsung selama 20 tahun. An gege hanya bisa mempercepat peningkatan maksimal 10 tahun. Apakah An gege ingin melanjutkan.]


Mendengar ucapan itu, Qing Shandian membelalakkan matanya lebar-lebar sebelum berkata dengan keterkejutannya. "Begitu lama?! Wenrou, apakah se-lama itu prosesnya?"


[Ding... Memang itu lama waktu peningkatannya. Apakah An gege ingin melanjutkan?]


Menelan ludah dengan kasar, Qing Shandian menghirup nafas dalam-dalam. Dia berkata, "Lanjutkan. Tingkatkan system ke Level 16. Gunakan poin percepatan untuk mempercepat waktu.]


[Ding... Mengurangi 3.644 poin percepatan... Sisa poin percepatan 2.543]


[Ding... Memulai proses... Selama Wenrou tidak ada, harap An gege berhati-hati selama petualangan. An gege masih bisa menggunakan fitur system secara manual.]


Begitu suara itu berakhir, suasana dalam kamar menjadi sunyi. Qing Shandian hanya menghela nafas panjang sebelum perlahan berdiri. Dia melambaikan tangannya, dan sebuah portal putih transparan muncul didepannya, lalu memasukinya.


...…………………………...


"Wuusshh..."


Keluar dari portal dunia jiwa, Qing Shandian muncul di tempat tumpukan mayat Binatang Spiritual yang dia pindahkan dari medan pertempuran sebelumnya. Sambil menatap tenang ke arah tumpukan mayat itu, Qing Shandian melepaskan kekuatan spiritualnya menyelimuti mayat Binatang Spiritual dengan Kelas 4 tingkat rendah dan menengah, lalu menyimpannya ke dalam 'Inventory' system.


Begitu selesai, Qing Shandian menghirup udara dalam-dalam sebelum kemudian dia mulai membentuk segel tangan yang rumit. Ketika dia menyelesaikan segelnya, kekuatan spiritualnya sekali lagi meluap menyelimuti seluruh mayat Binatang Spiritual.


"Untuk perkembangan dunia jiwaku, menyatulah dengan alam!"


Qing Shandian berseru keras diikuti oleh kemunculan sebuah simbol bulan bintang seluas tumpukan mayat. Simbol bulan bintang itu bersinar semakin terang, diikuti oleh tumpukan mayat yang menyebar kesegala arah, berubah menjadi untaian benang Qi Spiritual murni sebelum kemudian lenyap dan menyatu dengan lingkungan.


Setelah proses ritual persembahan itu berakhir, konsentrasi kepadatan Qi Spiritual di dunia jiwa menjadi bertambah pekat. Qing Shandian mengangguk puas dengan hasil itu sebelum menghilang dari tempatnya berdiri.


...…………………………...


Muncul didepan rumah Qing Yuan dan Lin Lianhua, Qing Shandian segera melangkah maju dan mengetuk pintu sebelum berbicara. "Ayah, ibu, apa kalian didalam?"


Sesaat setelah menunggu, dari dalam rumah terdengar suara langkah kaki ringan.


"Kreekkk"


Menatap putranya dengan tatapan lembut, Lin Lianhua yang telah membukakan pintu berkata, "An'er, bagaimana pelelangannya? Apa kamu menikmatinya?"


"Emm.. Cukup membosankan. Tapi setidaknya, ada satu baranv yang berhasil menarik minat An'er." Dengan mengangguk ringan, Qing Shandian membalas pertanyaan ibunya dengan nada yang terdengar bosan.


"Hihi.. An'er, bukankah itu bagus? Ngomong-ngomong, kenapa kamu kembali hanya sendirian? Dimana Wenrou?" Lin Lianhua terkikik pelan sebelum membalas, lalu menyapukan pandangannya mencari seseorang.


Qing Shandian yang mendengar pertanyaan ibunya hanya bisa menghela nafas ringan lalu berkata dengan nada tidak berdaya. "Hahh.. Wenrou mempunyai urusan yang tidak bisa di tunda, bu. Mungkin, akan membutuhkan waktu lama sebelum dia kembali berkumpul bersama kita lagi."


"Begitu... Lalu, apakah ada sesuatu yang ingin kamu lakukan sekarang? Dan lagi, kenapa ibu merasa bahwa kepadatan Qi Spiritual di dunia ini bertambah lagi?" Sahut Lin Lianhua sedikit penasaran.


"Tentang itu, An'er ingin membantu paman dan bibi merevitalisasi kekuatan mereka sebelum An'er melanjutkan perjalanan berpetualang. Dan mengenai kepadatan Qi Spiritual, An'er hanya melakukan sedikit upaya dari ribuan mayat Binatang Spiritual yang An'er kumpulkan selama gelombang serangan Binatang Spiritual di kota Bulan Jingga. Nanti sebelum An'er keluar, An'er juga akan meninggalkan mayat binatang Spiritual Kelas 4 rendah dan menengah untuk membantu semua orang meningkatkan kekuatan." Ucap Qing Shandian memberikan penjelasan.


Mendengar penjelasan Qing Shandian, Lin Lianhua tertegun sejenak sebelum kemudian dia tersadar. Sambil menggelengkan kepalanya ringan, Lin Lianhua berkata, "Sudahlah. Lupakan tentang itu. Kamu bisa menunggu paman dan bibimu di Ruang Khusus Kultivasi dekat tempat tinggal pribadimu. Ibu akan mengantar mereka nanti."


"Baik. Kalau begitu, An'er pergi dulu bu." Sahut Qing Shandian sebelum kemudian dia menghilang dari pandangan.


Setelah menghilangnya Qing Shandian, Lin Lianhua segera melesat ke arah tertentu menuju tempat tinggal Qing Tian, Qing Yu dan Qing Xue.


...…………………………...


Beberapa waktu kemudian, di dalam Ruang Khusus Kultivasi, Qing Shandian yang dalam meditasi secara perlahan membuka matanya ketika mendengar suara langkah kaki memasuki ruangan. Dia dengan ringan berkata, "Paman Tian, Paman Yu, Bibi Xue, apakah ibu sudah menjelaskan tujuan membawa kalian kesini?" Pungkasnya sambil memandang ke arah paman, bibi dan ibunya.


"Emm.. Ibumu sudah menjelaskan sedikit. Lalu, apa yang akan kamu lakukan untuk membantu kami? Bukankah berkultivasi di ruangan ini sudah cukup?" Sahut Qing Tian sambil mengangkat sebelah alisnya karena penasaran.


Qing Shandian yang mendengar pertanyaan itu pun hanya menggosok hidungnya yang tidak gatal, dia terkekeh ringan sebelum berkata. "Hehe.. Paman Tian, jika hanya berkultivasi disini, cepat atau lambat kalian akan semakin jauh tertinggal di belakang An'er, ayah dan ibu, juga yang lain."


Dengan pandangan serius, Qing Shandian segera melanjutkan ucapannya. "Apa yang An'er lakukan, itu akan membuat kalian merasakan rasa sakit yang hebat. Tentu saja, jika kalian bisa bertahan sampai akhir, kalian juga akan bisa mengejar ketertinggalan kalian dari ibu dan ayah. Jangan berfikir mengejar An'er. Kalian tidak akan bisa."


"Ohh? Apakah begitu? Sepertinya An'er kecil kita telah menjadi seseorang yang misterius." Celetuk Qing Xue menyahuti.


"Lupakan yang lain. An'er akan bertanya pada pada paman dan bibi. Apakah kalian ingin menjadi lebih kuat atau tidak? Jika ya, lebih baik kita segera memulai prosesnya. Jika tidak, maka An'er tidak akan bisa berbuat apa-apa." Ucap Qing Shandian dengan tenang.


Qing Tian, Qing Yu dan Qing Xue saling bertukar pandang. Mereka terlihat seakan ragu dan terdiam dalam perenungan. Namun, hal itu segera dibuyarkan oleh suara Lin Lianhua yang sedari tadi memperhatikan "Kalian tidak perlu khawatir. Bahkan aku saja mampu melewatinya. Untuk apa lagi kalian masih merenung dan ragu? Apa kalian senang jika setiap kali kalian keluar terus menerus ditangkap dan disiksa seseorang? Benar-benar memalukan."


Mendengar ucapan dan sindiran Lin Lianhua, semangat di mata Qing Xue berkobar. Dia dengan cepat berkata, "An'er, cepat lakukan itu. Biarkan bibi menjadi yang pertama. Bibi tidak percaya jika usaha bibi akan menghilang begitu saja."


"Emm.. Baik, karena bibi dengan penuh semangat ingin menjadi yang pertama, maka An'er tidak akan menunda lebih lama. Paman dan ibu bisa sedikit menjauh." Sahut Qing Shandian membalas ucapan Qing Xue, sebelum mengalihkan pandangannya pada Lin Lianhua, Qing Tian dan Qing Yu.


"Bibi duduk dengan posisi meditasi di depanku. Sisanya, serahkan pada An'er." Qing Shandian kembali berbicara begitu ibu dan pamannya telah mundur sedikit lebih jauh.


Begitu ucapan Qing Shandian jatuh, Qing Xue segera melakukan apa yang Qing Shandian minta.


Sementara itu, Qing Shandian menyibukkan dirinya menjalankan fungsi system secara manual. Dia membeli semua tipe tubuh. Sebelum kemudian dia berkata, "Ini peringatan serius untuk bibi. Apapun yang terjadi, bibi harus bertahan sampai akhir dan terus menjaga kesadaran, atau semua akan sia-sia. Apakah bibi mengerti?"


"Baik. Lakukan." Sahut Qing Xue singkat.


Seger setelah itu, Qing Shandian menempelkan tangannya dipunggung Qing Xue, diikuti oleh cahaya multiwarna yang langsung menyelimuti tubuhnya. Seiring berjalannya waktu, proses penyatuan tipe tubuh pun berlangsung, hingga kesunyian ruangan akhirnya pecah oleh suara teriakan.


"Aaahhhh....aahhh.. Aahhhhh.."


Qing Shandian mengabaikan teriakan itu dan terus fokus pada tugasnya. Teriakan demi teriakan berlangsung selama satu setengah jam hingga itu terdengar sangat lirih dan serak sebelum akhirnya mereda, diikuti oleh tubuh Qing Xue yang langsung terkulai lemah dengan pakaian yang menempel memperlihatkan lekuk tubuhnya yang menggoda karena banyaknya keringat yang dia keluarkan.


Namun, Qing Shandian mengabaikan itu semua meskipun ada sesuatu yang bereaksi disisi lain. Dengan sigap dia menangkap tubuh Qing Xue, lalu mengeluarkan 'Pil Pemulih Vitalitas dan Durabilitas' dan memasukkan pil itu ke dalam mulutnya. "Serap pil itu, Bibi Xue. Itu akan memulihkan kondisi bibi." Pungkasnya sambil membantu proses penyerapan khasiat obat.


Setelah beberapa saat, Qing Xue membuka matanya secara perlahan. Dia merasakan tubuhnya penuh dengan energi yang mengalir di seluruh bagian tubuhnya, namun dia tidak menyadari bahwa lekuk tubuhnya saat ini terpampang dengan sangat jelas. Dia berkata, "An'er, kamu sangat kejam pada bibimu."


"Uhh... Bibi, lupakan itu. Lebih baik bibi segera pergi mengganti pakaian. Tubuh bibi saat ini....." Sahut Qing Shandian tanpa melanjutkan ucapannya sambil mengalihkan pandangan.


Ketika Qing Shandian selesai berucap, Qing Xue segera memperhatikan tubuhnya dengan cermat. Dia terkejut untuk sesaat sebelum tiba-tiba dia terkikik dan berkata, "Hihihi... An'er apakah kamu memanfaatkan bibimu? Hmm? Berapa lama kamu melihatnya? Bagaimana itu?" Pungkasnya yang justru menggoda Qing Shandian.


"Uhukk..uhukk..uhukk.. Bibi, bagaimana An'er bisa memanfaatkan bibi? An'er hanya melihat sedikit.. Sedikit.. Dan itu sesuatu yang bagus." Qing Shandian terbatuk-batuk dengan keras sebelum membalas ucapan serampangan Qing Xue.


Qing Xue yang mendengar ucapan Qing Shandian pun menyapukan pandangannya ke bagian tubuh Qing Shandian yang lain. Melihat sesuatu yang lain itu, dia menyeringai licik sambil mendekatkan tubuhnya lalu berbisik ditelinga Qing Shandian. "Bagaimana itu? Apakah An'er kecil bibi menyukainya sampai bereaksi seperti itu dibawah sana?


"Ehemm... Baiklah. Lupakan itu. Sekarang giliran paman selanjutnya." Sahut Qing Shandian menyudahi godaan bibinya yang dibalas dengan suara cekikikan.


Setelah itu, proses yang sama kembali terulang hingga giliran Qing Tian dan Qing Yu berakhir dan dilanjutkan dengan penyaluran teknik yang sama, yang pernah dia berikan untuk ayah dan ibunya.


...…………………………...


Waktu berlalu dengan cepat. Keesokan harinya, di rumah tamu, setelah membersihkan diri, Qing Shandian keluar dari kamarnya. Dia memiringkan kepalanya ke arah kamar Mu Lingyun sebelum berkata, "Lingyun, apa kamu sudah bangun?"


Sesaat setelah Qing Shandian selesai berbicara, dari dalam kamar, Mu Lingyun menjawab dengan suara malasnya. "Ya. Aku baru saja bangun."


"Baiklah. Bersihkan dirimu. Aku akan menunggumu di ruang depan." Sahut Qing Shandian sambil lalu melangkahkan kaki dengan tenang menuju ruang depan.


Beberapa saat kemudian, Mu Lingyun menyusul di ruang depan dengan ekspresi bingung karena dia hanya mendapati Qing Shandian yang menyandarkan kepalanya di sandaran kursi sambil memejamkan mata. Dia berkata, "An gege, dimana Wenrou? Apa dia belum bangun?" Pungkasnya sambil perlahan duduk.


Qing Shandian perlahan membuka mata, lalu menegakkan tubuhnya ketika mendengar pertanyaan Mu Lingyun. Dia dengan tenang berkata, "Wenrou pergi tadi malam. Dia mempunyai urusan penting yang tidak bisa ditunda."


"Ohh? Urusan penting? Kemana dia? Apakah akan lama?" Sahut Mu Lingyun dengan nada sedikit kaget.


Qing Shandian menatap Mu Lingyun dengan lembut. Dia tersenyum dan berkata, "Aku tidak tahu kemana dia pergi, dan berapa lama dia akan kembali. Bukankah kamu senang jika Wenrou tidak ada?"


Mendengar ucapan itu, Mu Lingyun menundukkan kepalanya, lalu berkata dengan nada yang sedikit murung. "Sebenarnya, kami tidak benar-benar bertengkar. Itu hanya cara kami agar menjadi lebih akrab. Lagipula, menurutku dia gadis yang baik dan menyenangkan. Apa aku menyakitinya?" Pungkasnya dengan nada sedih.


"Hihi.. Lingyun, tidak perlu sedih bukan? Dia pergi bukan karena kamu sudah menyakitinya. Dia hanya memiliki urusan yang memang tidak bisa ditunda. Jadi, jangan menyalahkan diri sendiri. Yaahh... Meskipun, suasana akan terasa sepi, setidaknya masih ada kamu disini." Qing Shandian berbicara dengan nada lembut diiringi senyum hangat yang menghias wajahnya.


"Hmph.. Siapa yang sedih? Aku tidak bersedih. Dan juga, jangan berfikir untuk memanfaatkanku, atau......" Sahut Mu Lingyun mendengus ringan sebelum mengepalkan tangan kecilnya ke arah Qing Shandian.


"Lingyun, bagaimana aku bisa memanfaatkanmu? Bukankah kamu sendiri yang sedari awal menempel padaku? Uhh.. Tapi aku menyukainya. Itu benar-benar terasa nyaman, lembut dan kenyal seperti jeli." Celetuk Qing Shandian sambil melamunkan sesuatu.


Mu Lingyun, yang mendengar ucapan serampangan Qing Shandian pun memerah malu sebelum menerkam Qing Shandian dan memberinya cubitan di lengannya.


"Aahhh.. Lingyun.. Aahh.. Hei, kenapa kamu mencubitku lagi? Bukankah aku tidak berbuat apapun padamu? Aahhh..." Qing Shandian berteriak kaget dan langsung tersadar dari lamunannya sebelum berbicara.


"Dasar An gege mesum.. Apa yang An gege bayangkan? Aaahh.." Sahut Mu Lingyun mencerca sebelum tiba-tiba dia berteriak kaget karena ditarik oleh Qing Shandian kepelukannya.


"Lingyun, karena kamu senang mencubitku, maka kamu bisa mencubitku sepuasnya sekarang. Sedangkan aku... Biarkan aku memelukmu sedikit lebih lama." Bisik Qing Shandian lirih tepat di telinga Mu Lingyun.


Mu Lingyun yang mendengar bisikan itu, tubuhnya menjadi kaku dan gagal merespon, menyebabkan pipinya semakin memerah. Suasana ruangan pun kembali ke keheningannya.


...…………………………...


Menjelang pertengahan hari, seorang pelayan wanita mendatangi Rumah Tamu Khusus Tamu Kehormatan. Dia mengetuk pintu beberapa kali sebelum berkata, "Tuan muda, Pemimpin Wen meminta Anda untuk datang ke Gedung Pertemuan."


Begitu ucapan berakhir, terdengar langkah ringan dari dalam rumah.


"Kreekkk"


Begitu pintu terbuka, sambil memandang pelayan wanita itu, Qing Shandian berkata, "Baik, aku akan segera kesana. Kamu bisa kembali. Terimakasih."


"Tentu Tuan muda, tidak masalah. Kalau begitu, saya permisi." Sahut pelayan wanita itu sebelum kemudian melenggang pergi.


Ketika bayangan pelayan wanita itu sudah tidak terlihat, Qing Shandian segera berkata, "Lingyun, aku akan ke Gedung Pertemuan. Apa kamu ikut?"


"Ahh.. Ya. Aku ikut." Sahut Mu Lingyun yang masih di dalam sebelum kemudian berlari kecil menghampiri Qing Shandian.


Mereka berdua pun berjalan beriringan meninggalkan rumah tamu menuju arah Gedung Pertemuan Rumah Dagang Bulan Jingga.


...…………………………...


** Bersambung …