
Melayang tinggi diatas langit, Qing Shandian dengan ekspresi tenangnya melesat dengan kecepatan sedang menuju ke arah utara. Lebih tepatnya, dia menuju ke Ibukota Kekaisaran Tianhuo. Perjalanan kali ini, meskipun dia merasa kesepian, namun hatinya dipenuhi api tekad yang membara.
Dari hari masih gelap hingga hari menjadi terang, sudah enam jam Qing Shandian melakukan perjalan melalui udara.sejauh mata memandang, hanya ada barisan pegunungan dengan lautan pepohonan yang memasuki pandangan. Ketika kepulan debu yang membumbung tinggi memasuki pandangannya, Qing Shandian segera memperlambat kecepatannya. Dia mendekati area kepulan debu itu secara perlahan, lalu melayang turun ke subuah cabang pohon besar, lalu berjongkok dengan satu kaki dan memperhatikan dengan tenang apa yang terjadi didepannya sebelum kemudian dia mendengar suara raungan keras yang menjangkau area luas, diiringi hembusan angin yang kuat yang menyapu kepulan debu.
"Raawwrrrrr..."
"Wuusshhh.."
"Manusia, kenapa kau mengganggu ketenanganku?"
Ketika debu yang menghalangi pandangan memperlihatkan apa yang ada dibaliknya, tatapan Qing Shandian menjadi serius. Namun, dia juga merasa sangat bersemangat. Tidak jauh dari tempatnya mengintai, dia bisa melihat seorang pria paruh baya dengan rambut hitam sebahu, mengenakan pakaian hitam keemasan sambil memegang tombak perak ditangan kanannya. Pria paruh baya itu memiliki basis kultivasi tingkat Saint bintang 9. Sementara itu, berdiri didepan pria paruh baya itu adalah seekor Binatang Spiritual 'Kirin Petir Tanduk Naga' Kelas 5 Menengah. Lebih tepatnya, 'Kirin Petir Tanduk Naga' itu setara dengan Saint King bintang 2. Jika kalian ingin tahu bagaimana Qing Shandian bisa mengetahui kultivasi yang berada diatas tingkatannya, itu karena garis keturunan 'Serigala Bulan Bintang Penelan Surga' yang mempengaruhi matanya. Itu seperti sebuah teknik mata khusus. Bedanya, itu menyatu dengan mata Qing Shandian tanpa perlu pengaktifan, atau penggunaan segel tangan khusus.
Kembali ke medan pertempuran, pria paruh baya itu hanya dengan santai menjawab dengan suara yang agak serak. "Kirin tua.. Sebenarnya aku tidak bermaksud untuk mengganggumu. Hanya saja, aku membutuhkan 'Kristal Petir' untuk membuat sesuatu. Jika kamu tidak menyerangku, aku juga tidak akan memberikan serangan balasan. Berikan padaku 'Kristal Petir', dan aku akan segera pergi."
"'Kristal Petir'?.. Hahahahaha... Manusia, 'Kristal Petir' bukanlah sesuatu yang bisa dengan mudah untuk dibentuk. Dalam 10 tahun, bahkan aku hanya mampu membentuk satu 'Kristal Petir', dan sekarang kamu berkata menginginkannya? Jangan membuat lelucon untukku!" 'Kirin Petir Tanduk Naga' itu berbicara dengan nada sinis, sebelum kemudian meninggikan nada bicaranya.
"Aku tidak peduli dengan alasanmu. Yang aku pedulikan hanya satu hal. 'Kristal Petir', aku pasti akan mendapatkannya dengan cara apapun." Sahut pria paruh baya itu dengan nada dingin, sebelum kemudian auranya meletus dari dalam tubuhnya.
"Grrrrr... Manusia, karena kamu mencari kematianmu sendiri, jangan salahkan aku karena kejam! Tusukan Spiral Petir!" Kirin Petir Tanduk Naga menggeram dan membalas ucapan pria paruh baya itu, sebelum meluncurkan serangan baut petir yang saling melilit dan berputar dengan kecepatan tinggi.
"Wuusshhh"
"Duarrr... Boommmmm.."
Pria paruh baya yang tidak siap akan serangan tiba-tiba itu terpental sambil memuntahkan darah sebelum akhirnya mendarat dengan tombak sebagai penopangnya.
"Sialan kau, Kirin tua... Aku akan melawanmu! Tombak Penghancur!" Ucap pria paruh baya itu sambil mengayunkan tombaknya, lalu sebuah tombak Qi besar melesat dengan cepat ke arah 'Kirin Petir Tanduk Naga'.
"Rawwrrr..."
"Perisai Pusaran Petir!".
"Zzzzzzzttttt..... Boommmm...."
Tombak Qi itu menghantam perisai petir yang berputar sebelum akhirnya meledak.
Ketika ledakan itu terjadi, Pria paruh baya itu segera melayang tinggi. Dia dengan dingin menatap ke arah ledakan yang saat ini diselimuti oleh kepulan debu dan badai energi. Namun, ketika dia berfikir bahwa 'Kirin Petir Tanduk Naga' pasti terluka parah oleh ledakan itu, sebuah bayangan dengan cepat melesat kearahnya, yang ternyata adalah 'Kirin Petir Tanduk Naga' yang masih dalam keadaan tanpa luka sedikitpun.
"Manusia, kamu harus mati! Tusukan Spiral Petir!" Ucap 'Kirin Petir Tanduk Naga' dengan kemarahannya.
"Tombak penghakiman!"
"Boommmmm...."
Ketika ledakan itu terjadi, badai energi yang ganas langsung menyapu pria paruh baya itu hingga terpental jauh disertai semburan darah yang menghambur seperti kabut dari mulutnya. Pakaian ditubuhnya compang camping, sehingga memperlihatkan banyaknya luka yang menghias, dengan darah yang menjadi pewarnanya.
Sementara itu, 'Kirin Petir Tanduk Naga' juga terpental hingga menghantam tanah dengan keras, menyebabkan debu berhamburan. Namun, dari tanda vitalnya, dia tidak mengalami luka serius apapun.
Di sisi lain, Qing Shandian yang mengamati pertarungan mereka, dia tetap dengan tenang berjongkok di cabang pohon besar, sebelum kemudian dia mengiris telapak tangannya dan membentuk sebuah segel tangan, lalu menghilang dari tempatnya, dan langsung muncul diatas kepala 'Kirin Petir Tanduk Naga'. Tanpa penundaan, Qing Shandian langsung menempelkan telapak tangannya diatas dahi 'Kirin Petir Tanduk Naga', lalu dia melayang menggunakan 'Sayap Emas Petir Angin'.
"Rawrrrr... Rawrrrr... Rawrrrr...."
Sementara itu, 'Kirin Petir Tanduk Naga' yang tiba-tiba dikontrak dengan paksa pun meraung-raung dan berguling-guling untuk beberapa saat sebelum akhirnya berhenti, diikuti oleh simbol bulan bintang yang menghilang dari dahinya.
Ketika proses kontrak selesai, Qing Shandian segera turun, dan menapakkan kakinya dengan tenang. Dia menatap 'Kirin Petir Tanduk Naga', lalu dengan nada tenang dia berkata, "Mulai sekarang, kamu akan mengikutiku sebagai binatang kontrakku. Jadi, jangan berfikir bahwa kamu bisa berkhianat padaku. Apa kamu mengerti?"
"Aku mengerti, Tuan." Sahut 'Kirin Petir Tanduk Naga' dengan menundukkan kepalanya.
"Itu bagus jika kamu mengerti. Namaku Qing Shandian. Cukup panggil aku Tuan muda saja. Dan mulai saat ini, kamu akan dipanggil Qing Jiao Long." Ucap Qing Shandian masih dalam ekspresi tenangnya, sebelum mengalihkan pandangannya ke arah jatuhnya pria paruh baya.
"Terimakasih, Tuan muda." Jiao Long berkata dengan nada bersemangat ketika Qing Shandian memberinya sebuah nama. Dia tidak berani memikirkan sesuatu yang negatif. Karena disaat segel kontrak itu tertanam, dia mendapatkan informasi tentang siapa Tuannya.
Qing Shandian mengangguk ringan, lalu memandang Jiao Long dan berkata. "Jiao Long, selain kamu, aku juga telah menundukkan 'Kirin Api Ekor Naga, dan aku memberinya nama Qing Lin Long. Apa kamu tahu, dimana para Kirin yang lain?"
Membalas pandangan Qing Shandian, Jiao Long berkata, "Lokasi pastinya aku tidak tahu, Tuan muda. Tapi, tempat itu sudah pasti sangat jauh. Yang tersisa dari mereka, aku rasa berada di wilayah yang berbeda. 'Kirin Es', mungkin ada di Wilayah Utara benua ini, tempat paling dingin. 'Kirin Langit Sisik Emas', di Wilayah Barat. 'Kirin Kekosongan', hanya ada di persimpangan dimensi. Untuk Wilayah Selatan dan Tengah, aku tidak yakin tentang itu, Tuan muda."
"Wilayah Utara yaa... Mungkin, aku bisa menemukannya. Sudahlah... Lupakan. Sekarang, bawa aku ke tempatmu." Qing Shandian berbicara sambil memegang dagunya sebelum akhirnya menggelengkan kepala.
"Baik, Tuan muda. Silakan naik ke punggungku, Tuan muda." Sahut Jiao Long sambil menurunkan tubuhnya yang tinggi.
Lima menit setelah Jiao Long bergerak, mereka tiba di sebuah gua besar di bawah tebing terjal yang gelap dan diselimuti oleh petir halus berderak - derak. Qing Shandian yang melihat adanya petir-petir itu sangat bersemangat dengan sorot mata yang berbinar cerah, lalu dia melompat turun dari punggung Jiao Long.
Dua menit memasuki gua, Jiao Long dan Qing Shandian pun tiba di kedalaman gua yang luasnya sepuluh kali dari mulut gua. Tepat di tengah, ada sebuah kolam dengan petir yang berderak-derak. Tanpa berkata apapun, Qing Shandian segera melesat dan langsung terjun ke dalam kolam.
"Byur... Zzztt..zzzttt..zzzttt..."
Jiao Long, yang melihat tindakan Qing Shandian pun membelalakkan matanya lebar-lebar dengan mulut menganga. Dia dengan gusar berkata, "Tuan muda, jangan sembarangan menyerapnya, itu berbahaya."
Qing Shandian yang mendengar suara Jiao Long tidak menanggapi. Dia segera memasuki mode pelatihannya, dan menjalankan teknik 'Pusaran Elemen Langit' ke tingkat maksimal.
"Wuusshhh.."
Segera, untaian benang Qi Spiritual disekitarnya yang disertai petir halus segera mengamuk, berputar cepat mengelilinginya hingga membentuk seperti kabut, dan secara perlahan memasuki setiap pori-pori tubuhnya.
Sementara itu, Jiao Long hanya bisa melongo tidak percaya, bahwa Qing Shandian sebenarnya baik-baik saja. Bahkan dia sendiri tidak berani menyerap petir-petir itu secara langsung dari dalam kolam dan hanya bisa menyerap dari tepi. Dia dengan tak berdaya menggelengkan kepala, sebelum kemudian meringkukkan tubuhnya.
Tiga jam dengan cepat berlalu, namun Qing Shandian masih dalam mode pelatihannya. Untaian benang Qi Spiritual yang disertai petir halus masih berputar seperti sebelumnya hingga tampak seperti kabut. Namun, sesaat kemudian, suara teredam terdengar dari dalam tubuh Qing Shandian, diiringi air yang memercik ke segala arah.
"Booommm..."
Setelah mencapai terobosannya, Qing Shandian tetap melanjutkan meditasinya. Untaian petir-petir itu sangat berguna untuk meningkatkan kekuatan fisiknya. Satu jam lagi berlalu. Terlihat bahwa bulu mata Qing Shandian sedikit bergetar, sebelum dia secara perlahan membuka matanya. Dia merasakan perasaan nyaman dan segar disekujur tubuhnya. Setelah itu, dia melompat, keluar dari dalam kolam, lalu memperhatikan bahwa petir di kolam itu sudah tidak ada lagi. Hanya terlihat air kolam yang jernih.
"Selamat atas terobosannya, Tuan muda." Ucap Jiao Long ketika melihat Qing Shandian telah keluar dari kolam.
Qing Shandian hanya membalas dengan anggukan ringan. Dia kemudian memandang Jiao Long dan berkata, "Jiao Long, pria yang bertarung denganmu sebelumnya mengatakan bahwa dia menginginkan 'Kristal Petir' bukan? Apa itu?"
"Apakah Tuan muda menginginkannya?" Sahut Jiao Long membalas ucapan Qing Shandian dengan nada tenang.
"Biarkan aku melihatnya dulu. Jika itu memang sesuatu yang berharga bagimu, aku tidak akan mengambilnya secara gratis. Bagaimana dengan 'Pil Perubahan Tubuh Binatang Spiritual'?" Qing Shandian berkata dengan nada santai.
"Apa yang Tuan muda katakan?! 'Pil Perubahan Tubuh Binatang Spiritual'?" Sahut Jiao Long dengan suara keras karena terkejut.
Qing Shandian menatap Jiao Long dengan tatapan dingin sambil mengusap telinganya. Dia berkata, "Jiao Long, kamu mungkin bisa menggunakan teknik dengan atribut petir. Tapi belum tentu mampu menahan serangan petir bukan? Bagaimana jika mengujinya dengan naga petirku untuk membuktikannya?"
Begitu ucapan itu jatuh, Jiao Long segera membalas. "Ahh... Tidak, tidak.. Jangan Tuan muda. Maafkan aku. Aku hanya terlalu terkejut. Ini, Tuan muda bisa memeriksanya." Pungkasnya sambil mengeluarkan sebuah kristal berwarna biru gelap yang mengandung kekuatan petir dari dalam mulutnya dan melayang ke arah Qing Shandian.
Qing Shandian menerima kristal itu dan mengamatinya dengan seksama menggunakan kekuatan spiritualnya. Setelah puas dengan pengamatannya, dia mengangguk puas dengan senyum lebar, lalu segera menyimpannya dalam cincin penyimpanannya. Setelah itu, dia mengeluarkan satu butir 'Pil Perubahan Bentuk' dari Inventory, lalu memberikannya pada Jiao Long sambil berkata, "Ambillah. Telan pil itu dan kamu akan dapat berubah menjadi seperti manusia."
Jiao Long menghirup udara dalam-dalam sebelum menghisap pil di tangan Qing Shandian, lalu dia segera menutup matanya, dan menyerap khasiat 'Pil Perubahan Tubuh Binatang Spiritual'.
Beberapa saat kemudian, cahaya merah kehijauan menyelimuti Jiao Long, dan tubuhnya perlahan melayang. Seiring dengan berjalannya proses itu, tubuhnya berubah menjadi seorang pria paruh baya tampan dengan pakaian biru gelap dengan rambut panjang hitam sebahu bercampur putih yang terikat rapi. Alisnya bergetar, dan dia perlahan membuka matanya. Dia memandangi tubuhnya untuk sesaat, lalu berkata dengan pelan. "Akhirnya aku bisa menjadi manusia... Perasaan ini.. Hmmm.. Benar-benar Luarbiasa..."
Setelah menikmati perasaan bahagianya, dia mengalihkan pandangannya ke arah Qing Shandian, lalu berjongkok dengan satu kaki, menunduk sambil menangkupkan kedua tangannya, lalu berkata, "Tuan muda, terimakasih. Terimakasih telah memberikan kebahagiaan ini untuk Jiao Long. Jiao Long pasti berjuang sekuat tenaga untuk menjadi pelindung bagi Tuan muda."
"Sudahlah.. Perjalananku masih sangat panjang. Lebih baik kamu terus meningkatkan kekuatanmu. Suatu hari, akan ada saatnya aku akan membutuhkan kekuatanmu." Sahut Qing Shandian dengan nada santai. Kemudian dia melambaikan tangannya.
"Wuusshh.."
"Salam, Tuan muda. Apakah Tuan muda membutuhkan bantuanku?" Ucap Yin Xing Yue begitu dia muncul dari dunia jiwa.
"Emm... Dia adalah bagian dari kita juga. Aku rasa, kamu pasti bisa mengetahui wujud aslinya bukan? Aku memberinya nama Qing Jiao Long." Qing Shandian berbicara sambil menatap Yin Xing Yue, lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah Jiao Long dan berkata. "Jiao Long, dia juga bagian dari kita. Namanya Yin Xing Yue. Kalian harus akrab, dan sering-seringlah berlatih tanding agar keterampilan kalian tidak menurun. Sekarang, ikutlah dengannya ke suatu tempat. Disana, kamu bisa meningkatkan kekuatanmu dengan lebih cepat."
"Baik, Tuan muda. Aku mengerti." Sahut Jiao Long sebelum mengalihkan pandangannya ke arah Yin Xing Yue dan berkata, "Saudara Xing, mohon bantuannya."
"Tentu... Ikuti aku. Aku akan memperkenalkanmu dengan yang lain, dan menjelaskan apa yang aku ketahui." Yin Xing Yue mengangguk ringan sebelum menjawab, lalu segera memasuki portal putih transparan.
"Berhati-hatilah, Tuan muda. Jika terjadi sesuatu yang tidak bisa Tuan muda selesaikan, jangan ragu memanggil kami." Ucap Jiao Long sambil memandang Qing Shandian.
Mengangguk ringan, Qing Shandian berkata, "Emm. Itu sudah pasti. Sekarang pergilah. Aku harus melanjutkan perjalananku."
"Baik, Tuan muda." Sahut Jiao Long sebelum menghilang bersama portal itu.
Setelah kepergian Jiao Long, Qing Shandian dengan malas meregangkan tubuhnya, lalu menyapukan pandangannya ke seluruh gua. Karena tidak menemukan apapun, dia berjalan keluar dari gua.
...…………………………...
** Bersambung …