System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.111 - Melanjutkan Perjalanan



Dua hari berlalu. Selama waktu itu, Qing Shandian menyibukkan diri untuk bertemu dan berbincang dengan semua Pemimpin Klan dan Tetua yang dia kenal. Selain itu, dia juga menghabiskan cukup waktu untuk menemani sembilan sahabatnya, yang tidak lain adalah Shi Zhifang, Sun Mingzhou dan tujuh orang lainnya.


Qing Shandian senang bahwa semua orang sangat betah dan bahagia tinggal di Dunia Jiwa. Kultivasi setiap orang meningkat drastis. Selain itu, para Alkemis, Master Array, Persenjataan, semua mengalami peningkatan. Bahkan bisa dikatakan, bahwa Dunia Jiwa kini telah berubah layaknya sebuah kota besar. Banyak bangunan baru yang didirikan oleh kerjasama semua orang. Seperti rumah makan, hiburan, dan tempat tinggal tambahan, bahkan ada tempat yang dikhususkan memproduksi anggur. Jalan yang awalnya acak-acakan pun menjadi rapi karena dibangun dengan perpaduan antara batuan khusus dengan giok kristal pelangi.


Tepat tengah hari, saat ini di depan rumah Qing Shandian terlihat begitu ramai. Qing Shandian menatap semua orang sambil lalu berkata dengan santai. "Apa kalian siap untuk memulai perjalanan panjang?"


Mereka tidak lain adalah Qing Yuan, Lin Lianhua, Qing Tian, Qing Yu, Qing Xue, She Xiaoqi, Qing Wenrou, Mu Lingyun, Xie Feng Xue, Xue Shui Jing, Qing Yin Yue, Yin Xing Yue, Qing Hei Bao, Qing Jialong, dan enam belas Binatang Kontrak lainnya, yang menemani dalam perjalanan sebelumnya.


"Hihi.. Kakak An, tentu saja aku siap. Ayo berangkat." Sahut She Xiaoqi terkikik pelan dengan nada bersemangat dan bergelayut manja di lengan kiri Qing Shandian.


Qing Yuan, Lin Lianhua menggelengkan kepalanya ketika melihat betapa manjanya She Xiaoqi pada putranya.


Qing Shandian tersenyum tipis sambil lalu mencubit pelan pipi kanan She Xiaoqi. Selama dua hari di Dunia Jiwa, She Xiaoqi menjadi lebih akrab dan semakin dekat dengannya, ayahnya, ibunya, paman, bibi, Qing Wenrou dan yang lain. Dia selalu menunjukkan sisi ceria dan periangnya.


Qing Shandian dengan nada lembut berkata, "Baik, baik. Kakak An tahu bahwa Xiaoqi yang manis ini sangat siap dan sudah tidak sabar dengan perjalanan ini, bukan?"


"Hihi.. Tentu saja. Pasti akan sangat menyenangkan, dan itu membuatku tidak sabar." Sahut She Xiaoqi dengan terkikik merdu.


"Hahaha... Aku juga siap, Tuan muda. Kali ini, perjalanan kita pasti akan menjadi lebih mudah dari sebelumnya." Sahut Qing Jiao Long dengan tawa renyahnya.


"Hihi... Jiao Long, tidak hanya kamu. Kita semua sangat siap berangkat kapan saja. Benar kan, kakak Yi Yu?" Sambung Qing Yin Yue sambil bergelayut manja di lengan kanan Bing Yi Yu.


Bing Yi Yu menghela nafas ringan dan berkata dengan nada tidak berdaya, "Haahh.. Yin Yue, kenapa kamu menjadi semakin lengket denganku? Apa kamu tidak bosan terus mengikutiku? Lihat... Masih ada Huli Yue, Huli Xue dan Hu Bing Yi juga, bukan?"


"Hmph.. Aku tidak peduli. Lagipula Yin Yue tidak akan bosan." Sahut Qing Yin Yue mendengus pelan.


Huli Yue, Huli Xue dan Hu Bing Yi terkikik merdu sambil menutup bibirnya. Sementara yang lain, mereka hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.


Qing Shandian sangat senang melihat keakraban diantara mereka. Dia berkata, "Baiklah, karena semua orang sudah siap, kita berangkat sekarang."


Ketika ucapannya jatuh, Qing Shandian membungkus semua orang dengan kekuatan spiritualnya, lalu menghilang dari tempat mereka berdiri.


...…………………………...


"Wuusshh..."


Qing Shandian dan kelompoknya muncul di bekas wilayah kerajaan manusia ular. Dia melirik ke arah She Xiaoqi dan berkata, "Xiaoqi, apa kamu benar-benar sudah siap meninggalkan tempat ini?"


She Xiaoqi tidak segera menjawab. Pandangannya menatap lurus ke area yang telah lama menjadi tempat dia tumbuh. Dia memejamkan mata sambil lalu menghela nafas panjang. Dengan nada tegas dia menjawab, "Kakak An, aku sudah siap untuk itu. Saat ini, hanya ada masa depan yang menanti. Masa lalu sudah berlalu. Tempat ini, biarlah menjadi sebuah kenangan."


Qing Shandian tersenyum sambil lalu mengusap kepala She Xiaoqi. Dia menatap semua orang dan berkata, "Baiklah. Kalau begitu, semua tolong saling terhubung. Kita tinggalkan tempat ini."


Semua orang dengan cepat mengikuti arahan Qing Shandian. Setelah itu, mereka menghilang dari tempat mereka berdiri.


...…………………………...


"Wuusshhh..."


Qing Shandian dan kelompoknya muncul dan melayang di atas lautan. Dia dengan santai berkata, "Xing Yue, keluarkan 'Kapal Langit Petir Angin'. Aktifkan perisai penyamaran, dan setelah itu kita meluncur dengan kecepatan penuh."


"Hahaha... Baik, Tuan muda." Sahut Yin Xing Yue dengan tawa renyahnya, mengeluarkan kapal hitam kecil dan melemparkannya ke udara.


Ketika kapal itu membesar, Qing Shandian dan kelompoknya segera naik dan memasuki anjungan kapal. Yin Xing Yue dengan sigap melakukan tugasnya, lalu menaikkan ketinggian kapal sebelum kemudian melesat cepat membelah awan.


"Wuusshhh..."


Qing Shandian duduk dengan tenang sambil menatap dua puluh binatang kontraknya dan berkata, "Apa kalian ingin menggunakan senjata untuk menunjang pertarungan kalian?"


Qing Yin Yue dan yang lainnya bertukar pandang ketika mendengar hal itu. Lalu Qing Yin Yue menyahuti. "Tentu saja, Tuan muda. Meskipun kami bisa bertarung tanpa itu, tapi kami juga ingin menggunakannya. Hanya saja, dalam Aula Teknik dan Harta Karun di Dunia Jiwa memiliki jumlah senjata yang terbatas. Sehingga kami hanya menggunakannya sesaat untuk sekedar berlatih teknik."


Qing Shandian mengangguk, lalu berbicara, "Aku memang belum menyediakan dalam jumlah banyak. Karena tujuanku agar semua orang giat berkultivasi terlebih dahulu. Sementara untuk pengalaman bertarung, itu hanya sebagai pengisi waktu disaat jenuh. Lagipula, aku masih belum membutuhkan kekuatan mereka dalam waktu dekat. Lalu, senjata apa yang ingin kalian gunakan?"


"Tuan muda, kami lebih tertarik dengan teknik pedang daripada yang lain. Itu yang selama ini kami latih di sela waktu." Sahut Yin Xing Yue dengan nada tenang.


Qing Shandian mengangguk faham, lalu dengan tenang berkata, "Baiklah. Mungkin aku memilikinya. Tunggu sebentar." Pungkasnya sambil lalu memejamkan mata dan memasuki toko system.


[Ding... Membeli 3 Pedang Awan Kristal Angin, Kelas Surga - Tinggi... 300 Juta PS berhasil dikurangi]


[Ding... Membeli 3 Pedang Meteorit Api, Kelas Surga - Tinggi... 400 Juta PS berhasil dikurangi]


[Ding... Membeli 3 Pedang Hitam Meteorit Petir, Kelas Surga - Tinggi... 300 Juta PS berhasil dikurangi]


[Ding... Membeli 2 Pedang Beku Meteorit Biru, Kelas Surga - Tinggi... 200 Juta PS berhasil dikurangi]


[Ding... Membeli 2 Pedang Giok Kristal Langit, Kelas Surga - Tinggi... 200 Juta PS berhasil dikurangi]


[Ding... Membeli 4 Pedang Patah Tulang Dingin, Kelas Surga - Tinggi... 400 Juta PS berhasil dikurangi]


[Ding... Membeli Pedang Cahaya Meteorit Bintang, Kelas Surga - Tinggi... 100 Juta PS berhasil dikurangi]


[Ding... Membeli Pedang Kembar Yin Yang, Kelas Surga - Tinggi... 100 Juta PS berhasil dikurangi]


[Ding... Membeli Pedang Kembar Api Es, Kelas Surga - Tinggi... 100 Juta PS berhasil dikurangi]


"Wuusshh..."


Ketika selesai, Qing Shandian menyerahkan pedang-pedang itu pada Qing Yin Yue dan yang lain sesuai atribut masing-masing. Dia dengan tenang berkata, "Untuk saat ini, itu akan menjadi senjata kalian, kelas surga tingkat tinggi. Jika suatu hari ada yang lebih baik, pasti akan aku berikan untuk kalian."


Ketika dia menyelesaikan ucapannya, dia sedikit terkejut ketika melihat Bing Yi Yu, Huli Yue, Huli Xue dan Hu Bing Yi yang ingin mengayunkan pedang mereka. Dengan sigap dia berseru pelan. "Hentikan! Jangan lakukan disini. Meskipun kalian memiliki afinitas es yang sama seperti Shi Xue Han dan Tian Yuan, namun senjata kalian berbeda dari mereka. Jadi, jika kalian ingin mencobanya, lakukan diluar. Ruangan ini bisa hancur dengan pedang kalian."


Keempat wanita itu segera menelan ludah dengan kasar ketika mendengar seruan itu. Qing Yin Yue yang sangat penasaran segera memeluk lengan Bing Yi Yu dan berkata, "Cepat... Ayo keluar, Kakak Yi Yu. Aku ingin tahu, apa yang membuat pedang kalian menjadi berbeda."


"Baiklah. Kita pergi ke geladak." Sahut Bing Yi Yu sambil lalu berjalan pelan meninggalkan anjungan kapal, diikuti oleh Huli Yue, Huli Xue dan Hu Bing Yi.


Qing Shandian yang melihat kepergian mereka pun menghela nafas dan berkata, "Huuhhh... Hampir saja. Untung saja aku bertindak cepat."


"Hihihi.. An gege, seharusnya An gege menjelaskannya pada mereka. Aku yakin mereka akan berteriak terkejut setelah ini." Sahut Qing Wenrou dengan terkikik merdu sambil menutup bibirnya.


Lin Lianhua yang sedari awal diam akhirnya menimpali karena penasaran. "An'er, bukankah pedang mereka terlihat sama saja dengan yang lain? Lalu apa perbedaannya?"


"Benar. Kakak An, apa yang membuat itu menjadi berbeda?" Celetuk She Xiaoqi penasaran.


"Hehe... Ayo kita keluar. Kalian akan tahu sendiri nanti." Sahut Qing Shandian sambil lalu berjalan meninggalkan anjungan, diikuti oleh yang lain.


...…………………………...


"Tringg..Tringg..Tringg..Tringg..Tringg.."


Ketika Qing Shandian dan yang lain tiba diluar, She Xiaoqi dan yang lain dibuat ternganga saat melihat pedang Bing Yi Yu dan Hu Bing Yi saling berbenturan. Itu menimbulkan bunga api dan memancarkan aura dingin. Pedang mereka memanjang dan terbagi menjadi ruas-ruas pendek, meliuk-liuk seperti ular. Itu terlihat seolah dapat hancur kapan saja, namun pada kenyataannya, itu sangat kuat dan kokoh.


"Waahhh... Sangat cantik.. Luarbiasa... Kakak An, aku juga mau memiliki pedang yang sama seperti mereka. Kakak An masih memilikinya, bukan? Cepat.. Berikan padaku." Seru She Xiaoqi dengan nada ceria, kemudian dia merengek manja sambil menggoyang-goyangkan tangan kanan Qing Shandian.


"Baik, baik. Kakak juga akan berikan yang sama untuk Xiaoqi. Tapi tidak sekarang, oke?" Sahut Qing Shandian dengan nada lembut sambil tersenyum.


"Ayolah, Kak.. Sekarang saja... Aku juga mau mencobanya bersama mereka." Ucap She Xiaoqi dengan nada manjanya.


Qing Shandian menggelengkan kepalanya sambil berkata dengan nada serius. "Tidak, Xiaoqi. Kamu memiliki atribut yang berbeda dari yang lain. Meskipun kakak bisa memberikannya padamu saat ini juga, tidak semudah itu jika kamu ingin mencobanya. Karena kamu menganggapku sebagai seorang kakak, kamu harus mendengarkan apa yang kakakmu katakan. Kakak ingin memberikan yang terbaik untukmu. Apa kamu mengerti?"


She Xiaoqi menatap Qing Shandian dengan lekat dan penuh kasih. Meskipun mereka dipertemukan melalui cara yang kurang tepat, She Xiaoqi merasa sangat beruntung dan bahagia. Dengan suara lembut namun tegas dia berkata, "Baik, kakak An. Xiaoqi akan patuh dan mendengarkan kakak."


Lin Lianhua berjalan mendekat dan menghampiri She Xiaoqi yang masih bergelayut manja di lengan Qing Shandian. Dia mengusap lembut kepalanya dan berkata, "Itu bagus jika Xiao'er patuh. Ibu sangat senang. Ibu yakin, kakakmu pasti akan memberikan yang terbaik untukmu. Jadi, bersabarlah untuk sementara waktu."


"Baik, Bu. Xiaoqi mengerti." Sahut Xiaoqi dengan nada lembut sambil lalu menyandarkan kepalanya di bahu kiri Lin Lianhua.


Qing Shandian tersenyum ketika melihat tingkah manja dan kedekatan She Xiaoqi dengan ibunya. Dia dan yang lain kembali melihat debut Bing Yi Yu dan Hu Bing Yi.


"Tringg..Tringg..Tringg..Tringg..Tringg.."


"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."


Ketika benturan hebat antara dua pedang terjadi, energi liar berhamburan ke segala arah dan menghantam perisai pelindung kapal hingga bercahaya. Qing Shandian yang melihat itu segera berseru. "Sudah cukup. Jangan dilanjutkan."


Bing Yi Yu dan Hu Bing Yi dengan sigap mengakhiri debut mereka dan menarik kembali pedangnya hingga menyatu layaknya pedang panjang pada umumnya.


"Tuan muda, pedang ini sangat luarbiasa dan selaras dengan atribut kami." Ucap Hu Bing Yi dengan nada bersemangat.


"Benar, Tuan muda. Pedang ini sangat fleksibel dan bisa digerakkan sesuai keinginan dengan kekuatan spiritual. Ini bisa dijadikan perisai sekaligus senjata." Sambung Bing Yi Yu sambil membelai pedangnya.


Qing Shandian tersenyum tipis dan berkata, "Itu bagus bahwa kalian menyukainya. Jika debut tadi belum membuat kalian puas, dalam pertempuran mendatang, kalian bisa memuaskan hasrat bertarung kalian."


"Hihi... Kami tidak sabar untuk itu. Setelah melihat Yi Yu dan Bing Yi, kami menjadi penasaran dan ingin segera mengujinya dengan kekuatan penuh." Sahut Huli Yue dengan terkikik merdu.


Qing Shandian tersenyum dan berkata, "Pedang kalian memiliki kelebihannya masing-masing. Jadi, jangan beranggapan bahwa aku tidak adil pada kalian. Nanti, akan aku berikan teknik berpedang yang selaras dengan pedang itu agar kalian bisa mengeluarkan potensi penuhnya."


"Terimakasih, Tuan muda." Sahut Yin Xing Yue dan sembilan belas lainnya secara serempak.


"Baiklah. Karena perjalanan masih panjang, lakukan apapun yang kalian inginkan, dan jangan lupa untuk memberitahuku jika ada sesuatu. Aku akan masuk lebih dulu." Ucap Qing Shandian dengan nada santai.


"Baik, Tuan muda." Sahut Yin Xing Yue dan sembilan belas lainnya secara serempak, sebelum kemudian mereka berjalan menuju anjungan.


Qing Shandian mengalihkan pandangan ke arah Qing Wenrou, Mu Lingyun, Xie Feng Xue, dan Xue Shui Jing. Dia dengan lembut berkata, "Wenrou, bantu aku untuk memberikan pedang baru untuk Ayah, Ibu, Paman, Bibi, Lingyun, Feng Xue dan Shui Jing. Ada sesuatu yang harus aku lakukan untuk Xiaoqi. Jadi, maafkan aku karena tidak bisa menemani kalian."


"An gege jangan khawatir. Serahkan saja pada Wenrou. Pergilah.." Sahut Qing Wenrou dengan nada lembut sambil tersenyum manis.


Qing Shandian membalas senyuman Qing Wenrou, lalu berjalan memasuki salah satu kamar sambil lalu berkata, "Xiaoqi, kamu ikut denganku."


"Baik, Kakak An." Sahut She Xiaoqi dengan ceria, lalu segera mengikuti Qing Shandian.


Setelah kepergian mereka berdua, Qing Wenrou mengajak Qing Yuan, Lin Lianhua dan yang lain untuk memasuki salah satu ruangan terbesar.


...…………………………...


** Bersambung …