
Di dalam dunia jiwa, Qing Shandian menyibukkan dirinya dengan memilah-milah berbagai Ramuan Spiritual dari Kelas dan Tingkat rendah. Dia berencana untuk berlatih memurnikan Pil Obat. Selain kumpulan berbagai Ramuan Spiritual, di depannya juga ada beberapa salinan resep pil obat yang dia salin dari buku yang berada dalam ruangan 'Paviliun Obat Shangdi'.
Qing Shandian meneliti sekali lagi bahan-bahan yang telah dia pilah, kemudian dia menyimpannya dalam cincin penyimpanannya. Dengan langkah ringan, Qing Shandian berjalan keluar dari ruangan 'Paviliun Obat Shangdi'. Begitu dia tiba diluar, dia memperhatikan sekeliling. Pandangannya akhirnya berhenti pada area kosong yang cukup luas, tidak jauh dari bangunan 'Paviliun Obat Shangdi'. Melangkahkan kaki, dia menuju ke area kosong itu.
Begitu Qing Shandian sampai di area kosong, dia mengangguk puas. Dia memperkirakan, luas area kosong itu akan cukup untuk dia meletakkan bangunan khusus 'Ruang Alkimia'. Setelah memperhatikan area kosong itu dengan cermat, dia membuka panel system. Dia segera masuk ke menu 'Toko' lalu memilih pilihan 'Bangunan'. Dia menggeser pilihan yang tersedia, hingga akhirnya dia menemukan Bangunan Khusus Ruang Alkimia. Dia segera membelinya dengan harga 100 Juta Poin System. Begitu pembelian berhasil, dia meletakkannya ke area kosong dengan fikirannya.
Dari atas kepalanya muncul bangunan besar yang megah berwarna putih dengan empat lantai. Pintu berwarna emas berukir naga kembar, tiang juga berornamenkan ukiran naga yang melilit berwarna emas. Bangunan itu turun perlahan sesuai kehendak Qing Shandian dan sesaat kemudian terdengar dentuman keras ketika bangunan itu dengan tepat mendarat di area kosong.
"Dhummm..."
Debu mengepul berhamburan. Begitu debu hilang tertiup angin, bangunan besar yang terlihat megah terpampang jelas didepan mata Qing Shandian. Dia berjalan mendekat, mengusap pelan pintu berukir naga kembar, mengamati bentuk bangunan yang terlihat unik dan tradisional, lalu dengan sedikit tenaga, dia membuka pintu...
"Krekk...."
Begitu pintu itu terbuka, ruangan luas membentang, dengan deretan rak yang tersusun rapi disebelah kanan kiri, dan diujung ruangan ada dua ruangan pemurnian. Qing Shandian berjalan mengamati sejenak sambil menganggukkan kepala. Kemudian dia naik ke lantai dua. Di lantai dua, ada empat ruangan pemurnian, deretan rak yang tersusun rapi, dan dua set meja kursi. Di lantai tiga, ada empat deretan rak, dua deret disebelah kiri kanan, dua lainnya berada ditengah, sehingga terbagi menjadi dua jalur. Lalu di lantai terakhir, tidak ada ruangan pemurnian. Hanya ada ruangan luas yang kosong. Di tengah ruangan, terdapat lantai yang sedikit naik membentuk lingkaran.
Qing Shandian mengusap dagunya, lalu dia teringat akan Tungku Pil yang dia ambil dari 'Paviliun Obat Shangdi'. Berjalan menuju lantai tadi, dia melambaikan tangannya. Tungku Pil Hitam Emas muncul dan jatuh tepat di tengah-tengah lantai. Setelah itu, dia mengeluarkan semua Ramuan Spiritual yang telah dia pilah sebelumnya. Menghirup udara dalam-dalam, Qing Shandian memejamkan matanya. Dia menelusuri fikirannya, mengingat kembali Buku 'Kaisar Obat' dan 'Alkimia 3.600 Jalur' yang telah dia pelajari sebelumnya. Melepaskan nafas pelan, dia memulai pelatihan pertamanya memurnikan Pil Obat.
...-------------------------...
"Boomm... " Bunyi ledakan terdengar dengan asap hitam mengepul, membungkus Qing Shandian.
"Uhukk.. Uhukk.. Uhukk.. Sialan! Kenapa gagal lagi..." Qing Shandian terbatuk-batuk sambil menggerutu karena luapan asap itu.
Sudah beberapa kali Qing Shandian mengalami kegagalan pemurnian, menyebabkan Tungku Pil meledak. Namun, dari upayanya yang gagal itu, dia mulai merenung, memahami kesalahan-kesalahan yang telah dia lakukan selama proses pemurnian.
Bernafas pelan, Qing Shandian yang telah selesai merenung, memulai pemurnian baru. Api Qi Spiritual menyembur dari telapak tangannya dan memasuki Tungku Pil. Menunggu sesaat, Qing Shandian kemudian memasukkan bahan pertama 'Spiritual Qi Recovery Pill' kelas 1. Dengan tenang, dia mengendalikan suhu api dalam tungku pil. Waktu perlahan-lahan berlalu. Satu demi satu bahan dia masukkan, dan dia terus mengendalikan suhu api. Setelah beberapa saat berlalu, terlihat beberapa cairan dengan warna berbeda. Qing Shandian yang dalam konsentrasi tinggi, mulai menggabungkan semua cairan obat sambil mengendalikan suhu api. Kekuatan Spiritualnya menggelegak, menyapu ke dalam Tungku Pil. Di dahinya, tampak butir-butir keringat halus yang bersiap meluncur kapan saja.
Sesaat kemudian, beberapa cairan obat berhasil menyatu. Itu terlihat berwarna warni. Qing Shandian tetap berkonsentrasi, hingga beberapa saat, Qing Shandian berkata, "Padatkan.."
Mengikuti teriakan Qing Shandian, secara perlahan cairan obat itu mulai mengeras, semakin lama semakin terlihat mengkilap, hingga akhirnya, pil obat bulat sempurna terbentuk. Dengan menghela nafas ringan, Qing Shandian memadamkan api dan menarik kekuatan spiritualnya. Dia mengulurkan tangannya membuka tungku, dan mengambil butir pil obat itu. Mebuka tangannya, dia mengamati keberhasilan pertamanya dalam memurnikan pil obat. Di matanya, rasa kepuasan terbentuk. Sessat kemudian, dia bergumam,"Meski aku telah mempelajari Buku 'Alkimia 3.600 Jalur' dan 'Kaisar Obat', mempraktikkannya tetap tidak mudah. Huhh... Aku harus puas dengan hasil saat ini. Garis besarnya, aku sudah 80% mengerti. Meski sekarang hanya Kelas 1 Tingkat rendah, jika aku terus berlatih malam ini, mungkin aku bisa segera memurnikan Pil Obat Kelas 3 hingga tingkat tinggi. Atau mungkin bahkan mencapai Kelas 4."
...-------------------------...
Waktu terus berlalu hingga tanpa sadar hari telah berganti. Ketika sinar pagi menerobos masuk melalui celah-celah ruang, Qing Shandian yang baru saja selesai memurnikan pil terakhirnya, terhenyak. Dia mendongak dan menyadari bahwa sebenarnya dia telah tenggelam dalam latihannya.
Memasukkan pil terakhir ke dalam botol giok dan menyimpannya di cincin penyimpanan, dia meregangkan tubuhnya hingga bunyi tulang bergemeretak terdengar. Dengan langkah santai, dia keluar dari ruang pemurnian untuk menemui ayah dan ibunya.
Baru menginjakkan kaki sejauh sepuluh langkah setelah keluar dari bangunan alkimia, telinganya berdenging...
"Bocah kecil... Apa yang sudah kamu lakukan semalaman? Lalu, darimana bangunan besar ini? Kamu.. Bocah kecil sialan... Kenapa selalu tampil misterius?" Ucap Qing Yuan dengan berteriak keras.
Qing Shandian hanya memutar matanya dengan malas sambil mengusap-usap telinganya. Dia kemudian berkata, "Ayah sialan... Sejak kapan kamu suka berteriak? Bukankah kita bisa bicara baik-baik? Uhhh... Lama-lama telingaku akan cepat tuli jika ayah selalu berteriak ketika bicara denganku." Pungkasnya dengan menggerutu.
Lin Lianhua yang melihat perdebatan pagi mereka, hanya bisa menggelengkan kepala. Melangkahkan kaki mendekati Qing Yuan dan Qing Shandian, dia berkata dengan nada dingin dan mata menyipit, "Kalian berdua... Jika kalian terus berdebat, aku tidak akan ragu mencambuk punggung kalian... Yuan gege, apakah kamu ingin merasakan nikmatnya cambukku?" Pungkasnya sambil tersenyum dingin...
Qing Yuan yang mendengar Lin Lianhua berkata seperti itu, merasakan hawa dingin dipunggungnya. Tubuhnya sedikit bergetar, lalu disertai tawa kering dia berkata, "Haha.. Hua'er... Sebenarnya, aku tidak berdebat dengan An'er... Aku hanya bertanya... Bertanya... Hehe."
Qing Shandian yang melihat tingkah serta ekspresi ayahnya yang ketakutan-pun tertawa sambil menutupi mulutnya. Setelah puas dengan tawanya, dia berkata, "Ibu, hari ini, apakah kita akan langsung kembali ke Kota Teratai Salju?"
"Kita tidak diburu waktu, jadi kamu tenang saja, An'er. Kita akan mengunjungi Klan Lin di Kota Mawar Biru. Kakek Buyutmu pasti sangat menantikan kedatanganmu. Selain itu, kamu juga bisa sedikit mengenali dunia luar selain Kota Teratai Salju dan Pegunungan Lingshan. Ibu fikir, itu hal baik, agar ketika suatu saat kamu berpetualang sendirian, kamu tidak canggung." Tutur Lin Lianhua dengan tenang sambil tersenyum lembut.
Qing Shandian menganggukkan kepalanya. Setelah hening sesaat, dia berkata lagi, "An'er setuju dengan yang ibu katakan. Ohh.. An'er ingat, kebetulan An'er ingin menjual sesuatu. Jadi ini saat yang tepat."
"Ohh... Apa itu? Apakah itu ramuan spiritual atau pil?" Ucap Lin Lianhua sedikit penasaran.
"Hehe... Apa ibu ingat, saat An'er bilang ingin menjadi alkemis?.." Ucap Qing Shandian kembali bertanya.
"Alkemis?... Jangan bilang bahwa kamu sekarang ..." Lin Lianhua berkata tanpa menyelesaikan ucapannya sambil menutup bibirnya. Dia terkejut untuk sesaat, lalu bertanya dengan penasaran, "Apakah kamu sekarang benar-benar seorang alkemis, An'er? Dan juga, apa tingkatanmu sekarang?"
"Uhh... Bu, apakah An'er pernah membohongi ibu? An'er sekarang, juga seorang alkemis. Meskipun hanya mampu memurnikan Pil Kelas 4 Tingkat Tinggi..." Ucap Qing Shandian dengan nada memelas.
"Apa kamu bilang? Hanya? Kelas 4 Tingkat Tinggi kamu bilang 'hanya'?... Bocah kecil... Jika para orangtua dalam asosiasi alkemis mendengar keluhanmu tadi... Ayah yakin, mereka tidak akan ragu memukul kepalamu.. Kamu fikir Alkemis itu kubis china yang bertebaran dipasar?... Bocah kecil sialan... Kamu hampir membuat ayahmu mati jantungan!" Sahut Qing Yuan dengan diakhiri gerutuan.
"Kamu... Uuhhh... " Ucap Qing Yuan dengan mata melotot sambil memegang dadanya..
"Ayah... Sudahlah... An'er hanya bercanda. Lagipula, menggoda ayah itu sangat menyenangkan menurutku.. Hehe..." Jelas Qing Shandian. Lalu dia berkata lagi, "Baiklah, ayo kita memulai perjalanan lagi... Bukankah ibu juga setuju? Banyak hal nantinya yang harus kita selesaikan... Bukankah lebih cepat lebih baik?" Pungkasnya mengingatkan.
"Emmm... Ibu juga berfikir begitu. Kita harus segera kembali ke Klan Qing setelah berkunjung ke Klan Lin." Sahut Lin Lianhua dengan anggukan.
...-------------------------...
Waktu bergulir, dua jam berlalu sekejap mata. Saat ini, di depan gerbang Kota Mawar Biru, kelompok tiga orang, Qing Shandian, Qing Yuan, dan Lin Lianhua sedang dalam antrian memasuki kota.
Lalu lalang jalan sangat ramai dengan berbagai kultivator, juga orang biasa yang tengah menjalani kesibukannya. Beberapa saat berlalu, tibalah giliran kelompok Qing Shandian mendapat pemeriksaan identitas. Petugas yang menjaga gerbang, merupakan prajurit keamanan kota dengan kultivasi di tingkat Qi Foundation Bintang 5. Dia berkata kepada kelompok Qing Shandian, "Tolong tunjukkan identitas kalian..."
Lin Lianhua tidak menjawab, namun mengeluarkan Token Emas Klan Lin. Begitu penjaga itu melihat token itu, dia segera membungkuk hormat dan berkata dengan suara sedikit bergetar, "Silakan masuk Nona Muda. Maafkan saya karena tidak mengenali Nona."
"Emmm.. Tidak apa-apa. Kamu melakukan tugasmu dengan baik... Ini, ambillah... Bagikan pada rekanmu yang lain." Lin Lianhua mengangguk, menjawab, lalu dia mengeluarkan 5 botol giok yang berisi 'Spiritual Qi Gathering Pill' dan menyerahkannya kepada penjaga itu.
"Terimakasih Nona.. Terimakasih... Silakan masuk Nona, Tuan Tua pasti akan bahagia dengan kunjungan Nona." Kata penjaga itu dengan penuh syukur. Wajahnya terlihat sangat senang.
"Baiklah... Lanjutkan tugasmu. Kami akan masuk." Ucap Lin Lianhua sambil melangkahkan kaki memasuki kota, diikuti Qing Yuan dan Qing Shandian.
Begitu mereka memasuki kota, Qing Shandian yang tidak pernah tahu keramaian dunia luar pun merasa sedikit berkunang. Lalu lintas jalanan penuh sesak dengan banyaknya orang yang berlalu-lalang. Dia tertawa getir merasakan hal itu. Menghadapi kumpulan binatang spiritual dia baik baik saja. Namun menghadapi lautan manusia yang berlalu-lalang justru merasa pusing.
Terus berjalan, sambil melihat ke kanan dan ke kiri, pandangan Qing Shandian menyapu kios-kios toko yang berjajar. Sesaat kemudian, pandangannya berhenti ketika melihat bangunan besar dengan papan nama bertuliskan 'Rumah Dagang Emas Hitam'. Dia menoleh ke arah ibunya, lalu berkata, "Bu, apakah kamu pernah datang ke Rumah Dagang Emas Hitam?"
"Ohh?.. Ada apa, An'er? Apakah kamu ingin melihat dan masuk?" Jawab Lin Lianhua singkat.
"Ya... An'er ingin menjual sesuatu yang sebelumnya An'er katakan. Emm.. Jika diingat-ingat lagi, An'er seperti uang berjalan sekarang... Hihi." Kata Qing Shandian dengan terkikik..
"Hihi... Kamu benar. Baiklah, kamu selesaikan urusanmu, dan kami akan langsung menuju Kediaman Klan Lin." Ucap Lin Lianhua memberikan persetujuannya sambil ikut terkikik.
"Baik, An'er akan segera menyusul ayah dan ibu." Ucap Qing Shandian sambil berjalan menuju Rumah Dagang Emas Hitam.
...-------------------------...
Setelah memasuki bangunan Rumah Dagang Emas Hitam, Qing Shandian memperhatikan keramaian para kultivator yang membeli maupun menjual suatu barang. Qing Shandian terus berjalan dengan tenang menuju meja resepsionis.
"Selamat datang di Rumah Dagang Emas Hitam, Tuan muda, apakah ada yang bisa kami bantu?" Ucap resepsionis itu dengan ramah. Dia memanggil Qing Shandian dengan 'Tuan muda', dikarenakan jubah yang Qing Shandian kenakan terlihat berkelas dan mahal.
"Emm.. Bisakah aku menjual barang?" Balas Qing Shandian.
"Jika Tuan Muda ingin menjual barang, silakan ikuti saya ke meja disebelah sana." Setelah menjawab, Resepsionis itu memimpin didepan. Pinggangnya yang sempit, lekuk tubuh yang proporsional, gerakannya yang melenggak-lenggok seperti ular, seolah ingin menggoda Qing Shandian.
Qing Shandian yang melihat itu tetap bersikap tenang. Meskipun fisiknya telah berubah layaknya pemuda berusia 15 tahun, kenyataannya berusia baru 8 tahun.
Sesaat kemudian mereka sampai di meja resepsionis lain yang dikhususkan untuk seseorang yang ingin menjual barang mereka.
"Bisakah Tuan muda tunjukkan, apa yang ingin Tuan muda jual?" Resepsionis itu kembali bertanya.
"Tentu.." Qing Shandian hanya menjawab singkat sambil mengangguk, lalu melambaikan tangannya. Setelah itu, 50 botol giok muncul dan tertata rapi di meja resepsionis. Dia lalu menjelaskan, sambil menunjuk tiap barisan botol giok. "10 botol ini adalah 'Spiritual Qi Gathering Pill' Kelas 2 Tingkat Menengah. Yang ini, 'Spiritual Qi Recovery Pill' Kelas 2 Tingkat Tinggi. Yang ini, 'Golden Core Breaker Pill' Kelas 4 Tingkat Rendah. Yang ini, Spiritual 'Strength Strengthening Pill' Kelas 3 Tingkat Tinggi. Yang terakhir, 'Physical Strengthening Pill' Kelas 3 Tingkat Tinggi. Masing-masing botol giok berisi 1 batch penuh."
Mendengar penjelasan Qing Shandian, Resepsionis itu ternganga lebar. Dengan suara sedikit bergetar dia berkata, "Tuan muda, Ap.. Apakah Anda yakin ingin menjualnya ke Rumah Dagang Emas Hitam?"
"Ya... Itulah kenapa aku kemari. Aku ingin berbisnis dengan Rumah Dagang Emas Hitam." Kata Qing Shandian dengan nada tenang.
"Kalau begitu, tunggu sebentar Tuan Muda, saya tidak memiliki wewenang menangani hal ini. Saya akan memanggil Manager. Tuan muda silakan duduk dulu." Ucap Resepsionis itu menjelaskan, lalu segera naik ke Lantai dua memanggil Manager rumah dagang.
...… … … … …...
** Bersambung …