
Pindah ke Area Tengah
Hari dengan cepat berganti. Matahari secara perlahan menyingsing naik, keluar dari persembunyiannya. Sorot cahayanya menelisik manja, menyapu kegelapan malam hingga berangsur terang dan panas.
Sementara itu, diantara lembah terjal yang luas, Qing Shandian dan kelompoknya terlihat bergerak cepat saling beriringan. Mereka hampir setengah hari melakukan perjalanan, namun tidak kunjung menemukan buruan. Suasana lembah benar-benar sangat sepi.
"Wuusshh..Wuusshh..Wuusshh..Wuusshh.."
Sambil bergerak, Qing Shandian dengan nada serius berkata, "Tidak jauh di depan kita ada kawanan besar Binatang Spiritual. Seperti biasa, aku akan menangani mereka yang berada di Kelas 4 terlebih dahulu. Ingat baik-baik!! Jangan mengulangi kesalahan yang sama. Jika tidak..."
"Baik. Aku mengerti." Sahut Shi Zhifang dengan nada tegas.
"Kami mengerti." Sahut delapan orang lainnya serempak.
Tidak sampai dua menit setelah percakapan singkat itu, Qing Shandian dan kelompoknya akhirnya melihat kawanan besar Binatang Spiritual. Mereka menghentikan pergerakan. Qing Shandian berkata, "Tunggu disini dengan tenang sampai aku memberi kalian perintah."
"Hati-hati. Kami akan menunggumu." Sahut Sun Mingzhou dengan nada tenang.
"Wuusshhh"
Qing Shandian melesat cepat menerjang ke arah kawanan besar Binatang Spiritual menggunakan 'Sayap Emas Petir Angin". Dia mengeluarkan 'Pedang Terbang Petir Angin', lalu bergumam, sebelum kemudian melepaskan pedangnya. "Pengganda Bayangan.. Pedang Terbang Bayangan."
"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."
Pedang Qing Shandian terbelah menjadi ratusan, dan melesat cepat ke arah kawanan besar Binatang Spiritual.
"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."
"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."
"Crashh..Crashh..Crashh..Crashh..Crashh.."
"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."
"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."
Pembantaian dimulai. Pedang-pedang bayangan itu menebas dan menikam kawanan Binatang Spiritual itu dari berbagai arah, sehingga membuat mereka kewalahan dan meraung-raung. Satu demi satu dari mereka tumbang diiringi dengan darah yang mengalir dari tubuh mereka meskipun telah meluncurkan serangan balasan. Sementara itu, Qing Shandian juga tidak menganggur. Tubuhnya nampak berkelip-kelip kesana kemari seperti bintang jatuh sambil menebaskan pedangnya yang lain, sambil mengendalikan teknik pedang terbang bayangannya.
"Grooaaarrrrr"
"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."
Salah satu Binatang Spiritual meraung sangat keras diikuti oleh yang lain.
"Sungguh lancang!! Kau mencari kematian!"
Mereka menatap tajam ke arah Qing Shandian dengan tatapan membunuh, lalu mereka melesat cepat menerjang ke arahnya.
Hanya perlu dua menit bagi Qing Shandian untuk membereskan ribuan Binatang Spiritual Kelas 4 Rendah dan Menengah. Bersamaan dengan itu juga, dia melesat naik sambil berteriak. "Lakukan sekarang!"
Di sisi lain, ketika ucapan Qing Shandian jatuh, Shi Zhifang dan delapan orang lainnya segera menyebar, melesat ke arah kawanan besar Binatang Spiritual, dan meluncurkan serangan serempak, membentuk formasi pengepungan sembilan sisi. Shi Zhifang tertawa nyaring, lalu berkata, "Hahahaha... Saatnya kita berpesta. Ini akan sangat menyenangkan! Tombak Penghakiman!"
"Tarian Pisau Angin!"
"Panah Langit Mengguncang Surga!"
"Tarian Pedang Api!"
"Hujan Pedang Es"
Satu per satu, Shi Zhifang dan delapan orang lainnya meluncurkan serangan mereka, membombardir kawanan besar Binatang Spiritual dari berbagai arah.
"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."
"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."
"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."
"Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu.."
"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."
"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.."
"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."
"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."
"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."
"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."
"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm......"
Pecahnya pertempuran skala besar itu membuat kekacauan semakin meningkat. Keributan terjadi dimana-mana, hingga udara seolah terdistorsi. Tidak ada satu pun Binatang Spiritual yang bisa lepas dari bombardir serangan ganas mereka. Kerjasama mereka terlihat sempurna tanpa celah, dan itu membuat mereka terlihat bersemangat dalam debut pembantaian itu.
"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."
"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm......"
Di atas langit, Qing Shandian juga dalam pertarungan sengit dengan ratusan Binatang Spiritual. Dia bahkan tidak punya waktu untuk meluncurkan serangan lain. Berbagai serangan membombardirnya dari segala arah.
"Grooaarrr... Manusia! Kamu harus mati! Kau terlalu lancang!!"
"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm......"
"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."
"Wuusshh..Wuusshh..Wuusshh..Wuusshh.."
Serangan demi serangan saling beradu dan berbenturan. Meskipun cukup kesulitan menghadapi kekompakan lawannya, Qing Shandian tetap terlihat tenang. Dia juga membalas serangan mereka sambil menghindar.
"Grrooaaarrrrr!! Jangan harap kamu bisa melarikan diri hidup-hidup!! Matilah!! Ledakan Atom Es!!" Raung salah satu Binatang Spiritual sebelum kemudian dia meluncurkan serangan bola es yang berputar dengan kecepatan tinggi.
"Jaring Pisau Angin!!"
"Jarum Es Pembeku Langit!!"
Secara serempak, ratusan Binatang Spiritual meluncurkan serangan mereka ke arah Qing Shandian.
"Wuushh..Wuusshh..Wuusshh..Wuusshh.."
"Hmph!! Siapa yang akan mati masih belum ditentukan!! Mari kita lihat siapa yang akan berdiri paling akhir!! Petir Suci!! Badai Petir!!" Qing Shandian yang berhasil meloloskan diri dari pengepungan membalas raungan itu dengan dengusan dingin, lalu memanfaatkan kesempatan singkat itu untuk meluncurkan teknik petirnya.
Awan hitam menggulung, dan dengan cepat membentuk puluhan pusaran tornado berbalut petir putih yang menyambar - nyambar ke segala arah, menyapu apapun yang dilaluinya.
"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.."
"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."
"Groarr..Groarr..Groarr..Groarr..Groarr.."
Ekspresi Qing Shandian tampak dingin. Dia tidak membuang kesempatan yang ada, lalu berseru pelan sebelum kemudian dia melepaskan pedangnya dari genggamannya dan membuat pedang itu melayang. "Pengganda Bayangan! Pedang Terbang Bayangan!"
"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."
"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."
Mengikuti kendalinya spiritualnya, ratusan pedang bayangan itu melesat cepat ke segala arah, dan langsung menembus kepala mereka. Qing Shandian terlihat acuh tak acuh dan membiarkan mayat mereka. Setelah membereskan kelompok terkuat itu, dia mengalihkan pandangannya ke arah medan pertempuran di lembah. Dia melesat cepat dan meluncurkan teknik pedang terbang bayangan, sambil berkelip kesana kemari mengayunkan pedangnya yang lain.
"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."
"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."
"Groarr..Groarr..Groarr..Groarr..Groarr.."
Raungan keras saling bersahutan. Bergabungnya Qing Shandian menjadikan medan pertempuran semakin kacau berantakan. Satu per satu Binatang Spiritual dengan cepat ditumbangkan. Pedang terbang bayangan Qing Shandian menari - nari dengan bebas seolah tanpa halangan apapun, menemani debut Shi Zhifang dan delapan orang lainnya.
"Haha... Luarbiasa!! Sangat menyenangkan! Lagi.. Lagi.. Lagi.. Bantai mereka semua.." Shi Zhifang tertawa ringan dan berseru riang sambil terus meluncurkan serangan.
"Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu.."
"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."
"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.."
"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."
"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."
"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."
"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."
"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."
"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm......"
Lima menit kemudian, pertempuran mereka akhirnya berakhir. Lautan mayat kembali menghiasi area lembah yang menjadi medan pertempuran. Qing Shandian tidak menunda waktu sedetik pun. Dia dengan sigap menyelimuti semua mayat itu dengan kekuatan spiritualnya, memindahkannya ke dunia jiwa.
Bersamaan dengan berakhirnya pertempuran itu juga, suara pemberitahuan terdengar dalam fikiran Qing Shandian.
[Ding... An gege berhasil membunuh 2.250 Binatang Spiritual Kelas 3 Menengah, 1.830 Kelas 3 Tingkat Tinggi, Mendapatkan 9,6 Triliun PS, mendapatkan 4,8 Triliun PP]
[Ding... An gege berhasil membunuh 2.540 Binatang Spiritual Kelas 4 Tingkat Rendah, mendapatkan 25,4 Triliun PS, mendapatkan 12,7 Triliun PP]
[Ding... An gege berhasil membunuh 1.480 Binatang Spiritual Kelas 4 Menengah, mendapatkan 37 Triliun PS, mendapatkan 18,5 Triliun PP]
[Ding... An gege berhasil membunuh 264 Binatang Spiritual Kelas 4 Tingkat Tinggi, mendapatkan 13,2 Triliun PS, mendapatkan 6,6 Triliun PP]
[Ding... Total Poin System saat ini \= 4,168409567 Kuadriliun PS]
[Ding... Akumulasi Poin Pengalaman 567,495 Triliun/750 Triliun PP]
Ketika lautan mayat itu menghilang, hembusan angin yang cukup kencang membawa bau anyir darah yang menyengat menerpa hidungnya. Qing Shandian acuh tak acuh dengan hal itu. Dia menatap kelompoknya yang sedang memulihkan diri untuk sesaat, lalu dia mengambil posisi meditasi untuk memulihkan kekuatannya dengan bantuan 'Pil Pemulih Qi Spiritual'.
Karena kali ini Qing Shandian tidak mengeluarkan teknik yang menguras Qi Spiritual, pemulihannya hanya berlangsung selama sepuluh menit. Dia perlahan membuka matanya, lalu menghembuskan nafas keruh dari mulutnya. Dia perlahan berdiri dan sedikit meregangkan tubuhnya. Perjalan pelan, dia menghampiri kelompoknya yang juga telah mulai terbangun dari meditasinya. Dengan santai dia berkata, "Kerjasama yang bagus. Perkembangan kalian semakin baik. Aku sangat puas."
Sambil menepuk-nepuk pakaiannya, Shi Zhifang terkekeh kecil, lalu menyahuti. "Hehehe... Itu juga karena kamu yang tidak kurang dalam penyediaan sumberdaya dan tempat terbaik. Tanpamu, kami semua tidak akan sampai pada titik ini."
"Haahhhh... Tapi tetap saja, kami tidak bisa dibandingkan denganmu yang ganas seperti monster. Lihat.. Kamu seorang diri bahkan mampu mengimbangi pembantaian yang kami lakukan. Benar-benar tidak normal." Sahut Sun Mingzhou dengan helaan nafas panjang, dan merasa tidak berdaya.
Bao Yinxue terkekeh merdu sambil menutupi bibirnya, lalu berkata, "Hihihi... Dia memang tidak normal, dan layak mendapat julukan monster kecil. Kita tidak perlu membandingkan diri dengannya."
"Ohh.. Ayolah... Kenapa kalian juga menyebutku seorang monster kecil? Tidak ayahku, tidak kalian, sama saja. Benar-benar menyebalkan." Ucap Qing Sahndian menggerutu sambil memutar matanya dengan malas.
"Hahaha... Lalu bagaimana kamu ingin disebut? Monster liar? Induk monster? Atau monster besar? Hahahaha..." Sahut Xie Huang Yang di sela tawanya yang nyaring.
Zhi Miyue menggelengkan kepalanya ringan dan berkata dengan lembut. "Sudah, sudah. Kalian ini akhir - akhir ini selalu saja meledeknya. Bukankah kita tidak lama lagi juga akan menjadi monster sepertinya?"
"Emm.. Kamu benar, Miyue. Entah bagaimana reaksi Pemimpin Klan kita nanti ketika melihat peningkatan kita." Sahut Xing Yuezhi dengan anggukan kecil.
Qing Shandian menghela nafas panjang, lalu berkata, "Haahhhh... Terserah kalian saja mau menyebutku apa. Sebaiknya kita pergi ke area tengah. Disini sudah semakin sulit untuk menemukan keberadaan kawanan Binatang Spiritual. Aku yakin, disana populasinya pasti masih sangat berlimpah. Bagaimana menurut kalian?"
"Aku setuju dengan saranmu. Kita bergerak kesana saja. Hitung-hitung perjalanan kembali. Bagaimana dengan kalian?" Sahut Yuan Huo Tian sambil mengangguk.
"Tidak masalah. Aku juga sependapat dengan itu." Sahut Meng Wanglu santai.
"Aku juga." Sahut Sun Mingzhou.
"Kami juga setuju." Sahut Bao Yinxue dan tiga wanita lainnya serempak.
"Baiklah. Kalau begitu, kita pergi sekarang. Semua saling berpegangan. Kita gunakan perjalanan tercepat saja. Hari sudah semakin siang." Ucap Qing Shandian dengan nada tenangnya.
Segera, kelompoknya saling bergandengan terhubung satu sama lain, lalu mereka menghilang dari area lembah.
"Zheeepppp"
...…………………………...
"Wuusshhh"
Muncul dari udara tipis, Qing Shandian dan kelompoknya berteleportasi di dekat sebuah danau es yang luas. Menurut informasi yang dia dapat dari sisa jiwa Qin Laohu, itu bernama 'Danau Yin Beku'.
"Shandian, apakah kita sekarang berada di area tengah?" Tanya Shi Zhifang sambil menyapukan pandangannya ke segala arah.
"Benar. Saat ini kita berada di area 'Danau Yin Beku'. Kita hanya perlu bergerak ke arah timur jika ingin keluar dari situs peninggalan ini." Sahut Qing Shandian dengan nada tenang. Dia menatap kelompoknya dengan tatapan tenang, lalu melanjutkan. "Tapi sebelum itu, tunggu aku disini sebentar. Aku perlu memeriksa sesuatu."
"Ohh? Apakah itu sesuatu yang sangat penting?" Ucap Shi Zhifang ingin tahu.
"Tunggu saja disini. Lagipula, hanya aku yang bisa memeriksanya. Kalian tidak akan bisa mengikutiku." Sahut Qing Shandian sambil lalu berjalan ke arah danau yang tidak jauh darinya.
Tidak hanya Shi Zhifang yang penasaran. Sun Mingzhou dan tujuh orang lainnya pun sama penasarannya. Mereka menatap arah yang dituju Qing Shandian dengan seksama. Sun Mingzhou mengangkat alisnya sebelah dan berkata, "Shandian, apa yang kamu lakukan? Jangan bilang bahwa kamu ingin menyelam ke danau itu?"
Qing Shandian mengabaikan ucapan itu. Dia menyelimuti tubuhnya dengan nyala api kuning pucat bercampur kuning gelap, lalu dia melompat ke dalam danau, dan menyelam dengan cepat.
Di kedalaman danau yang sangat dingin itu, Qing Shandian tidak merasakan apapun selain perasaan nyaman. Hal itu jelas dikarenakan nyala api yang menyelimuti tubuhnya adalah Api Langit yang telah berevolusi ke peringkat yang mungkin setara dengan Api Langit Peringkat Ke-4.
Cukup lama Qing Shandian menyelam, akhirnya dia sampai di dasar danau. Matanya tampak berbinar terang ketika hamparan kristal biru kehitaman transparan yang berkilauan memasuki pandangannya. Sejauh mata memandang, kristal itu seolah tidak ada habisnya. Qing Shandian menenangkan dirinya ketika pandangannya menangkap sebuah tumbuhan putih kebiruan berbentuk teratai dalam jumlah banyak.
"Aku benar-benar beruntung. Tidak sia-sia aku menerima semua informasi Qin Laohu. 'Teratai Kristal Yin' ini tidak lebih buruk dari 'Teratai Es Sembilan Kelopak'. Itu akan sangat membantu meningkatkan kekuatan kultivator atribut es." Qing Shandian bergumam dalam hatinya sambil memanen tumbuhan berbentuk teratai di hadapannya. Dia bergerak cepat kesana kemari, namun tetap berhati-hati dalam prosesnya.
Tanpa terasa, setengah jam berlalu. Ketika dia tidak lagi menemukan 'Teratai Kristal Yin', dia dengan cepat mulai mengumpulkan kristal-kristal yang menghampar luas sambil dengan gembira bergumam dalam hati. "Barang bagus. 'Kristal Yin Beku' ini juga tidak buruk. Sayang jika dibiarkan begitu saja. Lagipula aku nanti juga akan meninggalkan benua ini. Hahaha... Aku kaya.. Aku kaya.. Hahaha......"
...…………………………...
** Bersambung …