
Di dalam kamar, Qing Shandian duduk di kursi berhadapan dengan She Xiaoqi, memejamkan mata sambil lalu berselancar di 'Toko' system.
[Ding... Membeli Set Teknik dan Pedang Ular Pembelah Ruang, Kelas Surga Tingkat Tinggi.. 1 Milliar PS berhasil dikurangi... Sisa Poin System \= 437,86665 Triliun PS]
Setelah beberapa saat mencari, Qing Shandian akhirnya menemukan apa yang dia inginkan. Perlahan membuka matanya, dia kemudian mengeluarkan sebuah gulungan giok hitam serta pedang hitam yang mirip dengan pedang yang diberikan pada Bing Yi Yu dan tiga orang lainnya. Dia memberikannya pada She Xiaoqi dan berkata dengan lembut. "Ini untukmu. Pedang itu bernama Pedang Ular Pembelah Ruang, dan termasuk senjata Kelas Surga Tingkat Tinggi. Sedangkan gulungan giok itu adalah teknik yang akan melengkapinya. Jadi, jika kamu ingin menggunakan pedang itu dengan sempurna, pelajari itu terlebih dahulu."
She Xiaoqi menerima pedang dan gulungan itu dengan tangan sedikit gemetar. Matanya tampak berbinar. Dia membelai pedang itu dengan lembut, lalu menatap Qing Shandian dan berkata, "Kakak An, pedang ini memiliki jejak ruang yang sangat kuat, dan entah kenapa, aku merasa bahwa itu sangat selaras denganku. Darimana Kakak An mendapatkan benda sebagus ini?"
Qing Shandian tersenyum dan berkata, "Xiaoqi, tentang itu, kakak tidak bisa mengatakannya. Darimana itu tidaklah penting, bukan? Saat ini, bukankah keinginanmu sudah terpenuhi? Kenapa kamu tidak segera mempelajari tekniknya?"
She Xiaoqi memanyunkan bibirnya. Dia dengan nada tidak puas berkata, "Dasar kakak An pelit. Begitu saja tidak mau mengatakannya. Padahal Xiaoqi hanya ingin tahu."
"Hihi.. Xiaoqi, jika kamu seperti ini, lama kelamaan bibirmu akan memanjang seperti paruh angsa. Lihat..." Qing Shandian terkikik sambil lalu mencubit bibir She Xiaoqi ketika dia berbicara.
"Sembarangan.. Apanya yang paruh angsa. Lagipula, siapa juga yang mau memiliki bibir seperti paruh angsa. Dasar kakak An bodoh. Ini, rasakan.. Rasakan..." She Xiaoqi memukul tang Qing Shandian dan menyahuti dengan gerutuan sambil lalu mencubit pipi Qing Shandian kanan kiri.
"Aahh.. Aahh.. Baik, baik.. Xiaoqi selalu imut, manis dan cantik. Cepat.. Lepaskan.. Itu sakit. Aahh..." Qing Shandian berteriak pelan ketika mendapat cubitan itu, sambil lalu memegang tangan She Xiaoqi.
"Hmph! Rasakan... Itu hadiah untuk kakak An yang bodoh. Siapa yang meminta untuk menggoda Xiaoqi.. Rasakan.. Rasakan..." She Xiaoqi mendengus ringan ketika dia menyahuti.
"Aahh.. Baik, baik. Kakak salah, kakak salah. Kakak minta maaf. Cepat lepaskan." Ucap Qing Shandian dengan nada tidak berdaya.
She Xiaoqi melepaskan cubitannya, lalu terkikik merdu sambil menutup bibirnya. Dia berjalan pelan meninggalkan kamar sambil berkata, "Baiklah. Xiaoqi akan ke ruang kultivasi dulu. Sampai jumpa nanti.."
Qing Shandian mengusap pipinya yang masih terasa nyeri. Dia dengan sigap meraih tangan She Xiaoqi. Dia menyahuti sambil lalu menyelipkan sebuah cincin hitam di jari telunjuk kanan She Xiaoqi. "Tunggu, Xiaoqi. Ini, juga untukmu. Kakak suda siapkan beberapa sumberdaya untuk membantu pelatihanmu dan berjaga-jaga jika terjadi hal merepotkan di masa depan. Jika persediaannya menipis, beritahu kakak. Ohh.. Di dalamnya juga ada baju pelindung untukmu. Jangan lupa untuk memakainya."
She Xiaoqi memandang cincin hitam yang telah tersemat di jarinya untuk sesaat, lalu menatap Qing Shandian dengan tatapan hangat. Dia mencium pipi kanan Qing Shandian, lalu dengan suara lembut berkata, "Terimakasih, Kakak An. Xiaoqi akan memakainya nanti. Sampai jumpa nanti.." Pungkasnya yang kemudian bergegas meninggalkan kamar dengan langkah cepat.
Qing Shandian menggelengkan kepalanya ketika melihat sikap malu-malu She Xiaoqi. Dia kemudian berjalan menuju tempat tidur untuk beristirahat.
...…………………………...
Satu minggu berlalu. Selama perjalanan melintasi lautan kali ini, Qing Shandian dan kelompoknya tidak mendapati gangguan dan tidak menemukan sesuatu yang menarik. Di ujung kapal, Qing Shandian berdiri dengan tenang sambil bersendekap dengan tatapan jauh kedepan. Sementara itu, Qing Yuan, Lin Lianhua, She Xiaoqi, Qing Wenrou, Mu Lingyun, Xie Feng Xue, Xue Shui Jing dan kelompoknya yang lain terlihat duduk santai sambil berbincang ringan tidak jauh di belakangnya.
Setengah jam kemudian, Qing Shandian mengernyitkan alisnya ketika pandangannya menangkap delapan kapal hitam tengah mengepung sebuah kapal hitam perak. Tanpa menoleh, dia berseru, "Xing Yue, naikkan ketinggian dan tingkatkan kecepatan kapal. Ada sesuatu yang terjadi di depan kita."
Seruan Qing Shandian pun membangkitkan rasa penasaran semua orang. Mereka berdiri, lalu menghampiri Qing Shandian dan memfokuskan pandangan ke depan.
Yin Xing Yue dengan sigap bergegas menuju anjungan kapal dan menambah laju kecepatannya.
Hanya sesaat kapal melesat, Qing Shandian dan kelompoknya tiba tidak jauh di atas sembilan kapal yang di maksud. Dengan adanya array penyamaran yang menyelimuti Kapal Langit Petir Angin, kedatangan mereka sama sekali tidak ada yang menyadarinya, dan mereka disuguhi oleh pertempuran yang terlihat tidak seimbang. Tiga puluh orang berjubah hitam dengan ganas membombardir delapan orang yang mengenakan pakaian kuning dengan berbagai serangan dari segala arah.
"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."
"Aahhh..Aahhh..Aahhh..Aahhh.."
Qing Yuan menoleh ke arah Qing Shandian dan berkata, "An'er, apa kamu ingin menolong mereka? Sepertinya, orang-orang berjubah hitam itu berasal dari organisasi pembunuh."
Qing Shandian tidak segera menjawab. Dia menatap ke arah medan pertempuran sambil melepaskan persepsi spiritualnya, mencoba untuk menangkap pembicaraan yang mungkin terjadi diantara kelompok orang-orang itu.
Sementara itu, di medan pertempuran, orang-orang berjubah hitam dengan mudah mengalahkan delapan orang berpakaian kuning hingga terkapar di kapal mereka (Kapal Hitam Perak).
Seorang pria berjubah hitam yang terlihat kekar melangkah maju sambil memainkan pedang ditangannya. Dia membuka kain yang menutup mulutnya dan menghampiri seorang pria paruh baya yang mencoba bangkit. Dia tertawa lantang, lalu berkata, "Hahaha... Ye Yuan, sudah aku katakan bahwa tidak satu pun dari kalian dapat melarikan diri dari kami."
Pria paruh baya yang di panggil Ye Yuan mengangkat tangannya. Dia terbatuk-batuk dan menunjuk ke arah pria berjubah hitam itu sambil berseru karena terkejut. "Uhukk.. Uhukk.. Itu kamu, Xia Niu! Kamu bajingan! Semua anggotamu bajingan! Kenapa kamu melakukan ini pada kami? Apa tujuanmu sebenarnya?!"
Pria yang dipanggil Xia Niu tertawa nyaring, lalu berkata dengan nada sarkastik. "Hahahaha.. Ye Yuan, Ye Yuan.. Tidak perlu terkejut begitu. Apapun yang kamu katakan, itu tidak ada artinya, karena kamu sebentar lagi akan mati. Tentang tujuanku, aku akan mengatakannya sebagai hadiah sebelum kematianmu. Aku yakin bahwa kamu tahu tentang rencana perebutan tahta kaisar yang akan dilakukan Klan Xia, bukan? Jika aku tidak membunuhmu, maka Klan Ye akan menjadi penghalang utama jika mereka mengetahui hal ini." Pungkasnya dengan suara yang dalam.
Ye Yuan memegang dadanya yang terasa sakit. Dia terbatuk sambil memuntahkan darah, lalu berkata, "Uhukk..uhukk.. Kamu dan Klan Xia-mu sangat licik. Kamu.. Uhukk.. Uhukk.. Kamu telah berubah, Xia Niu. Aku benar-benar kecewa padamu. Selama ini aku menganggapmu sebagai sahabat yang baik. Aku tidak menyangka, bahwa kamu sebenarnya memiliki sifat yang seperti ini. Uhukk.. Uhukk.. Klan Xia tidak akan pernah bisa mengambil kursi kepemimpin dalam kekaisaran. Kalian..akan menerima..balasan yang setimpal. Klan Ye.. Pasti akan menuntut balas pada kalian.." Pungkasnya dengan suara yang terbata-bata dan suaranya melemah.
Xia Niu mendengus dingin, lalu berkata, "Hmphh!! Kamu tidak perlu menceramahiku. Karena kamu sudah tahu tujuanku, sudah saatnya kamu mati!" Pungkasnya sambil lalu mengayunkan pedangnya.
"Tringg..."
"Pyarrr..."
Tanpa di duga, dari kehampaan muncul sebuah pedang hitam yang menari layaknya ular, dan menghantam pedang Xia Niu hingga hancur berkeping-keping. Xia Niu dengan sigap segela melompat mundur ketika bentrokan itu terjadi. Dengan marah dia berseru sambil menyapukan pandangannya ke segala arah. "Siapa yang berani mencampuri urusanku?! Keluar!!"
"Wuusshh.."
Ketika ucapan Xia Niu jatuh, Kapal Langit Petir Angin secara tiba-tiba muncul tidak jauh dari kelompok Xia Niu dan Ye Yuan.
Xia Niu mengerutkan dahinya dan berkata dengan suara mengancam. "Siapa kalian hingga beranj mencampuri urusanku?! Enyahlah! Atau kalian akan mati!"
"Hahahahaha... Tuan muda, bukankah dia terlalu berani? Itu membuatku kagum. Sayangnya, dia sangat bodoh dan tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa." Qing Hei Bao tertawa terbahak-bahak ketika dia menyahuti ucapan Xia Niu.
"Tuan muda, apakah kami boleh menghancurkan mereka? Kami tidak sabar ingin menguji pedang ini." Ucap Huli Yue sambil mengelus pedang di tangannya.
She Xiaoqi pun dengan sigap menyela dengan nada tegas. "Ehh.. Tidak! Tidak boleh. Kalian tidak boleh merebut giliranku. Biarkan aku mencobanya lebih dulu."
Qing Shandian mengusap lembut kepala She Xiaoqi dan berkata, "Xiaoqi, bukankah kamu sudah mencobanya tadi? Kamu akan mendapat giliran yang memuaskan di masa depan. Biarkan Huli Yue dan Huli Xue yang menangani mereka, oke?"
"Baik, Nona muda." Sahut Huli Yue dan Huli Xue bersamaan.
"Selesaikan dengan cepat!" Seru Qing Shandian pada Huli Yue dan Huli Xue, yang dibalas dengan anggukan sebelum kemudian mereka berdua melesat ke arah kelompok Xia Niu.
Di sisi Xia Niu, dia terlihat sangat marah karena diabaikan. Dengan suara dingin dia berseru dan memerintah anggotanya. "Beraninya kalian mengabaikanku! Kalian bunuh mereka! Sisakan para wanita untuk kita nikmati!"
Dua puluh sembilan anggota Xia Niu tampak berbinar ketika mendengar ucapan itu. Tanpa menjawab apapun, mereka menerjang ke arah Huli Yue dan Huli Xue sambil meluncurkan serangan mereka.
Sementara itu, Huli Yue dan Huli Xue tersenyum sinis ketika melihat serangan orang-orang berjubah hitam itu. Mereka berdua mengayunkan pedangnya hingga membentuk layaknya sebuah perisai.
"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."
Serangan orang-orang berjubah hitam itu menimbulkan ledakan beruntun ketika menghantam perisai pedang. Namun sesaat setelah ledakan itu, pedang Huli Yue dan Huli Xue melesat layaknya seekor ular yang dapat terbang dan langsung mengincar orang-orang berjubah hitam itu.
"Tringg..Tringg..Tringg..Tringg..Tringg.."
"Crashh..Crashh..Crashh..Crashh..Crashh.."
"Aahhh..Aahhh..Aahhh..Aahhh..Aahhh.."
orang-orang berjubah hitam itu tidak tinggal diam. Mereka dengan sigap menangkis dan mencoba menghindar. Sayangnya, pedang mereka hancur berkeping-keping ketika berbenturan dengan pedang Huli Yue dan Hui Xue. Usaha mereka untuk menghindar pun sia-sia. Tubuh mereka terkena tebasan seperti di rajam oleh senjata bergerigi. Pakaian dan baju pelindung mereka bahkan tidak mampu menahan kekuatan pedang Huli Yue dan Huli Xue. Daging mereka terkoyak, darah memercik, diiringi teriakan keras memilukan yang keluar dari mulut mereka, sebelum akhirnya mereka lenyap menjadi serpihan daging halus, dan menghujani lautan.
Di sisi Qing Shandian, dia terlihat tersenyum ketika mendengar suara pemberitahuan dalam fikirannya.
[Ding... 29 Saint King terbunuh.. An gege mendapatkan 14,5 Triliun PS... Mendapatkan 7,25 PP]
[Ding... Akumulasi total Poin Pengalaman \= 7,2501 Triliun/5 Kuadriliun PP]
Sementara itu, Xia Niu terlihat gemetar hebat ketika menyaksikan semua anggotanya lenyap dalam waktu singkat. Dia dengan sigap berbalik dan bermaksud untuk kabur. Sayangnya, sebuah pedang hitam yang meliuk-liuk telah menyambutnya, dan merajam seluruh tubuhnya dengan ganas, hanya menyisakan kabut darah.
Lenyapnya Xia Niu membuat suasana menjadi sangat sunyi. Ye Yuan dan kelompoknya hanya terdiam membisu dengan pandangan kosong. Hanya sekelip mata, bahkan tanpa sempat berteriak, Xia Niu sebenarnya telah lenyap begitu saja? Kekuatan macam apa yang mampu melakukannya semudah itu? Mungkin itulah yang ada dalam fikiran mereka.
"Wuusshhh..."
Angin berhembus kencang, menyebarkan aroma anyir darah. Huli Yue dan Huli Xue dengan sigap menghampiri Ye Yuan dan kelompoknya. Bersamaan dengan itu, Qing Shandian dan She Xiaoqi juga muncul.
"Hehe.. Kakak An, bagaimana itu? Apakah teknikku menjadi lebih baik?" Ucap She Xiaoqi dengan nada senang.
Qing Shandian menatap She Xiaoqi sambil tersenyum. Dia mengangguk, lalu berkata, "Emm.. Kamu sudah semakin mahir dalam menggunakan teknik itu. Kakak sangat puas." Pungkasnya sambil lalu mengalihkan pandangannya ke arah Ye Yuan dan berkata, "Apakah paman memiliki pil pemulih?"
Ye Yuan yang masih terkejut pun segera tersadar. Dia terbatuk pelan dan berkata, "Uhukk.. Terimakasih telah menolong kami, anak muda. Aku, Ye Yuan akan mengingat budi ini, dan membalasnya dengan kebaikan lain. Kami memang memilikinya. Tapi untuk pulih, itu sangat mustahil. Serangan mereka telah menyebar dan menembus jauh ke dalam tulang."
Qing Shandian mengeluarkan botol giok hijau transparan, dan menyerahkannya pada Ye Yuan sambil berkata, "Cobalah, paman. Mungkin itu bisa membantu."
Ye Yuan membuka tutupnya, menuangkan isinya, hingga sebuah pil berwarna hijau berguling lembut di telapak tangannya. Dia terkejut untuk sesaat, lalu tanpa ragu segera menelan pil itu dan menyerapnya.
Qing Shandian, She Xiaoqi, Huli Yue dan Huli Xue tidak berbicara sepatah kata pun. Mereka dengan tenang memperhatikan Ye Yuan yang telah memasuki meditasi.
Setelah setengah jam berlalu, Ye Yuan membuka matanya dan menghembuskan nafas keruh. Rasa sakit dan lemah yang menderanya seolah lenyap dan tidak pernah ada. Dia justru merasakan bahwa tubuh serta kekuatannya telah pulih ke kondisi puncaknya. Dengan perasaan senang, dia perlahan berdiri, kemudian menatap Qing Shandian lekat-lekat. Dia menangkupkan kedua tangannya dengan badan sedikit membungkuk dan berkata, "Terimakasih, anak muda. Pil yang kamu berikan sangat luarbiasa. Itu telah memulihkan kondisiku sepenuhnya, dan tidak meninggalkan gejala sisa sedikitpun. Aku, Ye Yuan pasti membalas budi ini di masa depan."
Qing Shandian melambaikan tangannya santai dan berkata, "Tidak perlu, paman. Lebih baik paman segera membantu anggota paman yang lain."
"Ahh... Bagaimana aku bisa melupakan mereka." Sahut Ye Yuan dengan nada sedikit kaget ketika tersadar akan kondisi tujuh orang anggotanya, lalu bergegas membantu mereka.
Setelah setengah jam lagi berlalu, anggota Ye Yuan juga pulih ke kondisi puncaknya. Mereka dengan sigap menghampiri Qing Shandian dan menangkupkan kedua tangan sambil lalu berkata, "Terimakasih, telah menolong kami anak muda."
Qing Shandian tersenyum dan berkata, "Tidak masalah. Itu hanya kebetulan bahwa kami sedang melintasi jalur ini. Kalian bisa memanggilku Shandian."
"Ohh? Apa itu berarti bahwa kamu dan kelompokmu melintasi sepanjang lautan ini? Lalu kemana tujuanmu?" Sahut Ye Yuan sedikit terkejut.
"Kami ingin menuju Wilayah Selatan. Ada sesuatu yang perlu kami lakukan disana." Ucap Qing Shandian dengan santai.
"Wilayah Selatan? Lalu, darimana kalian berasal?" Sahut Ye Yuan ingin tahu.
Qing Shandian tersenyum dan berkata, "Kami dari Wilayah Timur. Tentang melintasi lautan, itu hanya sekedar hiburan. Baiklah, karena kalian sudah baik-baik saja, maka kita akan berpisah disini."
"Wilayah Timur?! Kalian melintasi lautan luas ini hanya untuk menuju Wilayah Selatan?! Bagaimana kalian bisa selamat sampai disini?!" Seru Ye Yuan yang terkejut dengan penuturan itu.
Qing Shandian tersenyum kecil dan berkata, "Bagaimanapun itu tidaklah penting. Yang terpenting kami bisa sampai disini dengan selamat sebagaimana yang kalian lihat." Pungkasnya sambil lalu berbalik bermaksud kembali ke kapalnya.
"Tunggu dulu! Jika kalian ingin ke Wilayah Selatan, aku bisa menjadi penunjuk jalan untukmu. Kebetulan kami juga berasal dari sana. Katakan kemana tujuanmu, aku pasti akan mengantarmu kesana." Seru Ye Yuan pelan ketika melihat Qing Shandian hendak pergi.
Qing Shandian dan tiga orang lainnya pun segera mengurungkan niatnya untuk kembali ketika mendengar ucapan itu.
...…………………………...
** Bersambung …