
Angin dingin bertiup lembut, menyebabkan berbagai tanaman menari, melambai - lambai. Sinar pagi menerobos lembah, memberikan kesan hangat, yang disertai kicauan burung yang bersenandung merdu saling bersahutan memenuhi seisi lembah. Sesekali, terdengar juga raungan Binatang Spiritual.
Saat ini, Berjalan tiga orang dengan seorang bocah kecil yang memimpin. Sesekali, pandangannya menyapu area yang luas disekitarnya. Dia tampak bersemangat. Dengan jubah hitam dan rambut putihnya yang terurai, dia terlihat sangat tampan. Langkahnya yang mantap, membuatnya terlihat gagah.
Cukup lama mereka berjalan menyusuri lembah sebelum tiba-tiba bocah kecil itu menghentikan langkahnya. Dua orang dibelakang juga berhenti. Ya, mereka adalah Qing Shandian dan kedua orangtuanya, Qing Yuan dan Lin Lianhua.
Qing Shandian mengendus, mengikuti suatu aroma yang harum dan menggiurkan sebelum kemudian melangkahkan kaki menuju ke arah tertentu, diikuti kedua orangtuanya. Dengan nada bersemangat, sambil sedikit menoleh ke belakang, Qing Shandian berkata, "Awal hari yang baik!... Ayah, ibu, kita sangat beruntung dapat menemukannya."
"Menemukan? Menemukan apa, An'er?" Sahut Lin Lianhua dengan nada penasaran.
"Hehe... Ibu, kita akan mendapatkan sesuatu yang sangat enak. 'Madu Hitam Lebah Emas Perak'." Ucap Qing Shandian dengan senyum mengembang menghias wajahnya.
"Ahh... Apa kamu bilang? Madu Hitam Lebah Emas Perak? Ramuan Spiritual Kelas 6 Tingkat Tinggi?!" Tiba-tiba menghentikan langkah kakinya, Lin Lianhua berkata sedikit keras dengan ekspresi terkejut sambil menutup bibirnya.
"Hmmm... Iya itu... Bukankah ayah dan ibu juga bisa mencium aromanya? Sangat harum dan menggiurkan." Ucap Qing Shandian dengan nada santai, namun sorot matanya berbinar-binar.
Qing Yuan yang sedari awal mendengar percakapan ibu dan anak itu pun segera menyahuti, "Bocah kecil... Sebenarnya seberapa banyak yang sudah kamu pelajari tanpa sepengetahuan kami?" Pungkas Qing Yuan dengan rasa penasaran yang menggebu.
"Emm.. Mungkin... Mungkin seribu jenis, atau mungkin juga lebih dari seribu. An'er tidak bisa mengingat berapa jumlah pastinya." Memegang dagu, Qing Shandian menjawab dengan ringan sambil mengangkat bahunya.
Mendengar jawaban santai putranya, Qing Yuan hanya bisa tertawa getir, sedangkan Lin Lianhua hanya bisa menggelengkan kepala. Putranya ini benar-benar telah melampaui ekspektasi mereka.
Tidak berselang lama kemudian, mereka bertiga berhenti sekitar 20 meter dari sarang Lebah Emas Perak. Mereka mengamati sejenak, sebelum tiba-tiba Qing Shandian menyalakan sesuatu. Asap mengepul, Qing Shandian memegang dengan erat sesuatu ditangannya. Perlahan dia berjalan mendekat ke arah sarang lebah. Ketika sudah dekat, Qing Shandian melambai-lambaikan tangannya, menyebabkan asap tebal menyebar. Lebah Emas Perak yang merasakan kehadiran asap tebal segera keluar dari sarang mereka, lalu terbang menjauh. Qing Shandian yang melihat itu pun segera bergegas mendekati sarang lebah. Mengeluarkan pisau kecil, lalu dia memotong sarang yang menggantung di cabang pohon. Dengan gerak cepat, Qing Shandian segera berlari secepat yang dia bisa.
"Ayah ,ibu, cepat kita pergi sebelum Lebah Emas Perak itu kembali." Ucap Qing Shandian sambil berlari tanpa menunggu jawaban orangtuanya.
Qing Yuan dan Lin Lianhua hanya terkikik sebelum menghilang, lalu muncul disebelah Qing Shandian. Dengan cepat meraih bahunya, sebelum mereka bertiga menghilang bersama-sama.
Tak berselang lama, Qing Shandian dan orangtuanya muncul di titik terakhir tempat mereka berhenti sebelum mengambil sarang lebah emas perak.
Qing Shandian memandangi sarang lebah dikedua tangannya. Dia menoleh kearah ayahnya. Qing Yuan yang melihat tatapan putranya segera mengerti. Lalu dia melambai dan muncul wadah giok besar didepannya (Bayangkan saja kapasitas 10 liter). Qing Shandian segera menggunakan sedikit Qi nya untuk merang sang madu yang masih dalam sarangnya. Perlahan, madu hitam mulai mengalir keluar, jatuh tepat di mulut wadah giok. Hingga beberapa saat kemudian, tetesan madu hitam berhenti.
Qing Shandian yang melihat genangan madu hitam dalam wadah giok sangat puas. Dia mengangguk anggukan kepalanya. Meskipun hanya terisi 3/4 nya saja, itu bisa dikatakan sangat banyak, karena kelangkaan Lebah Emas Perak. Jadi, bagaimana mungkin Qing Shandian bisa tidak puas?
"Sangat banyak! Dengan 'Madu Hitam Lebah Emas Perak' ini, bahkan jika kita menggunakan untuk kebutuhan alkimia, ini akan bertahan 1000 hingga 2000 kali pemurnian pil." Ucap Qing Shandian dengan nada bersemangat.
"An'er, apakah mungkin bagimu untuk membaginya untuk klan? Itu akan sangat berguna nantinya..." Sahut Qing Yuan dengan nada ragu.
Qing Shandian memandang ayahnya, merenung sejenak lalu dia berkata dengan ekspresi sedih. "Baiklah... An'er akan membaginya. 60% untuk klan, 40% untuk An'er simpan. Ohh... Madu ku yang berharga...." Pungkas Qing Shandian sambil meratap sedih.
Lin Lianhua menanggapi, "Sudahlah An'er, lagipula, bukankah itu juga hal yang baik? Dan lagi, bukankah kita perlu menelusuri lembah ini?"
'Menelusuri Lembah!' Mendengar ucapan ibunya, Qing Shandian segera teringat tujuan utama hari ini. Dia melambaikan tangannya, dan Wadah giok didepannya menghilang. Meregangkan tubuhnya dengan malas, dia berkata dengan semangat dan tertawa lantang, "Ayo berangkat! Kita harus mencari lagi harta karun lainnya... Hahahahaha.."
Qing Yuan dan Lin Lianhua yang melihat perubahan sikap Qing Shandian hanya bisa tersenyum kecut dengan bibir bergerak-gerak.
...-------------------------...
Suara air menghantam bebatuan terdengar begitu nyaring, memercik berkilauan saat tersapu terik matahari. Air terjun yang tinggi nampak berguling-guling dengan deras.
Saat ini, Qing Shandian dan orangtuanya tengah menikmati pemandangan di depannya. Setelah berkeliling setengah hari, mereka sejenak melepas lelah. Dari penelusuran setengah hari ini pun, panen mereka tidaklah sedikit. Banyak ramuan kelas tinggi yang mereka dapatkan. Bahkan untuk bahan utama terakhir untuk memurnikan 'Sovereign Breaker Pill', 'Buah Langit Giok Biru' pun berhasil diperoleh, lengkap dengan empat bahan pendukungnya.
Menghirup udara dalam-dalam, pandangan Qing Shandian tertuju pada air terjun yang jatuh berguling-guling dengan deras. Dia merasakan ada keanehan. Sekilas, itu tampak seperti riak sebuah celah jika diperiksa dengan persepsi spiritual. Namun tidak akan sama jika hanya menggunakan mata telanjang. Dengan ragu-ragu, Qing Shandian melangkah maju sebelum tiba-tiba dia melompat ke arah aliran deras air terjun.
"Slapp...." Qing Shandian menghilang dari pandangan.
Qing Yuan dan Lin Lianhua terkejut dengan tindakan Qing Shandian yang tiba-tiba. Mereka gagal bereaksi sampai menghilangnya Qing Shandian dari pandangan mereka. Begitu tersadar, barulah mereka bereaksi. Segera, Qing Yuan meraih pinggang Lin Lianhua dan melompat ke arah air terjun, seperti yang dilakukan Qing Shandian.
"Slapp....." Mereka pun juga menghilang.
...-------------------------...
Didalam dunia yang tampak asing, seorang bocah kecil membuka matanya perlahan sambil memegangi kepalanya merasa sedikit pusing dan berkata lirih, "Uhhh... Dimana ini? Kenapa terasa berbeda dari area lembah?..."
Dia adalah Qing Shandian yang telah memasuki dunia aneh. Perlahan, dia mencoba berdiri, menelisik situasi disekitarnya. Dengan perasaan ragu, Qing Shandian melangkahkan kaki, mencoba menelusuri dunia yang tampak aneh. Namun, bahkan sebelum sepuluh langkah, Qing Shandian berhenti. Dia membuka lebar-lebar kedua matanya, dan dengan perasaan terkejut, lalu dia berkata lantang, "Buah Phoenix Api, Buah Apel Emas Bergaris, Bunga Roh Salju Biru,... Begitu banyak! Bahkan banyak yang tidak aku tahu...."
Dengan tubuh yang gemetar karena terkejut, bersemangat, senang, Qing Shandian segera berjalan mendekat kearah barisan kelompok Ramuan Spiritual didepannya, seolah itu memang sengaja dibudidayakan oleh seseorang. Menghentikan langkah, dia ragu untuk memanennya.
"Jika itu dibudidayakan, lalu siapa yang membudidayakannya? Begitu banyak Jenis Ramuan Spiritual dengan Kelas dan Tingkat yang Tinggi...." Sambil bergumam, Qing Shandian menyapukan pandangannya ke segala arah dan dia mendapati sebuah bangunan megah yang cukup jauh. Secara arsitektur, itu jelas sama dengan bangunan-bangunan yang dia lihat di Kota Teratai Salju. Hanya saja, yang membedakan adalah jenis bahan bangunannya. "Semua bahan dari kelas dan tingkat tinggi! Bahkan aku tidak tahu, apa nama bahan-bahan itu." Gumam Qing Shandian masih dengan keterkejutannya.
Dengan perasaan berdebar-debar, Qing Shandian bergegas menuju kearah bangunan megah itu berdiri. Tak lama, sampailah dia di depan pintu bangunan. Dia mendongak, "Paviliun Obat Shangdi" ucap Qing Shandian membaca tulisan emas pada papan nama itu.
"Paviliun Obat Shangdi? Apakah itu berarti, paviliun ini bukan milik seseorang yang asli dari Benua Tianxia?..." Banyak pertanyaan yang bersarang dalam benak Qing Shandian. Namun, dia tidak akan mendapatkan jawaban apapun. Sedikit ragu untuk sesaat, Qing Shandian menghirup udara dalam-dalam, lalu melangkah maju, mendorong pintu besar didepannya.
"Krekkkk.... " Suara berderit keras terdengar begitu pintu itu terbuka. Menandakan bahwa sudah sangat lama pintu itu dibiarkan tertutup.
Begitu pintu terbuka, aroma obat yang kuat langsung membanjiri hidung Qing Shandian, meresap ke setiap pori-pori tubuhnya dan langsung membuat Qi Spiritual dalam Dantiannya bergejolak hebat. Dengan perasaan kaget, Qing Shandian segera duduk, mengambil posisi meditasi, memasuki mode pelatihan. Sesaat kemudian, terdengar bunyi teredam dalam tubuh Qing Shandian, "Boomm.. Boomm.. Boomm.. Boomm.. Boommm..."
Hembusan angin kencang menyapu sekeliling Qing Shandian. Lima kali terobosannya, menyebabkan aliran Qi Spiritual di sekitarnya berputar cepat, memasuki setiap pori-pori tubuh Qing Shandian, terserap dan dimurnikan ke dalam Dantiannya. Lima belas menit kemudian, alis Qing Shandian sedikit bergetar, dan dia perlahan membuka matanya.. "Bintang 5 Tempered Body... Uhh... Benar-benar keberuntungan dalam kemalangan! Aku tidak tahu tempat macam ini, namun sudah mendapat lima kali terobosan. Hanya aromanya saja, membuatku mengalami terobosan beruntun. Hanya pil obat tingkat apa yang ada di dalam..." Ucap Qing Shandian dengan nada penasaran sambil mengerutkan dahinya.
Perlahan berdiri, Qing Shandian menepuk jubahnya yang berdebu, lalu memasuki ruangan luas didepannya. Alangkah terkejutnya begitu dia melihat begitu banyak rak yang berjajar rapi. Disebelah kiri, di rak - rak itu tersusun rapi ribuan botol giok yang berkilauan. Di sebelah kanan, juga hal yang sama. Sementara di depannya, dia melihat tungku pil yang besar berwarna emas hitam dengan ukiran naga kembar yang saling membelit. Selain itu, ada meja kecil dengan sebuah kotak hitam emas di tengahnya. Dibelakang meja, ada lima rak yang berjajar, dengan buku-buku yang tersusun rapi. Qing Shandian membuka matanya lebar-lebar dengan mulut menganga.
Setelah cukup puas meraba tungku pil, Qing Shandian berjalan menuju meja kecil. Memperhatikan dengan cermat kotak diatas meja itu untuk sesaat, kemudian Qing Shandian mengulurkan tangannya bermaksud mengambil kotak itu. Namun, baru sekedar menyentuhnya, siapa yang menduga, jika sesuatu yang diluar nalarnya terjadi.
Kotak itu tiba-tiba memancarkan sinar putih menyilaukan, yang membuat Qing Shandian menutupi matanya dengan kedua tangan. Disekeliling Qing Shandian muncul ukiran aneh seperti sebuah simbol prasasti. Itu dengan cepat terserap masuk kedalam tubuh Qing Shandian, yang membuatnya berteriak kesakitan.
"Aacchhh... Aaahhhhhhh..... " Qing Shandian berulangkali berteriak untuk beberapa saat sebelum kemudian, dia mendengar suara aneh dalam fikirannya.
[Ding... Mendeteksi tubuh Tuan baru... Memulai Sinkronisasi... 1%...2%...5%...25%...50...%...100%...]
[Ding... Sinkronisasi selesai... Selamat datang Tuan... Selamat telah menerima warisan System]
[Ding... Selamat, Tuan mendapatkan 10.000 poin system]
[Ding... Selamat, Tuan mendapatkan hadiah Kotak Perunggu Kecil]
[Ding... Selamat, Tuan mendapatkan hadiah peningkatan kultivasi 1 Tingkat penuh]
Begitu pemberitahuan itu berakhir, Qing Shandian merasakan Qi dalam Dantiannya bergejolak. Dia segera duduk bersila, memasuki mode pelatihan. Begitu dia memasuki mode pelatihannya, Qing Shandian langsung menerobos.
"Boomm...Boomm...Boomm...Boomm... Boomm...Boomm...Boomm...Boomm... Boomm..."
Begitu terobosan itu selesai, Qing Shandian melanjutkan untuk menstabilkan fondasinya. Setelah beberapa saat, alis Qing Shandian bergetar halus, perlahan dia membuka matanya.
Qing Shandian yang dalam ekspresi tertegun, bergumam, "Qi Transformation Bintang 5..."
Qing Shandian merasa aneh dengan dengan kejadian ini, apalagi dengan suara difikirannya, lalu dia berkata dengan waspada. "Kamu bilang bahwa kamu system? Apa itu system? Kenapa kamu bisa muncul difikiranku?"
[Ding... System adalah sebuah Artefak Khusus Tingkat Tinggi yang akan membantu Tuan Menembus Batas… System ada dalam fikiran Tuan, karena Tuan sebelumnya telah meninggalkan perintah melalui simbol khusus untuk segera menyatu dengan Tuan yang baru begitu ada yang menyentuh Kotak Unik Hitam Emas]
Hening sesaat, Qing Shandian kembali bertanya, "Lalu, Dimana Tuan-mu sebelumnya? Kenapa dia meninggalkanmu disini?"
[Ding... Tuan yang lama memilih menjalani reinkarnasi.. Itu saja yang bisa system katakan. Apa Tuan ingin melihat Status Tuan?]
Qing Shandian tidak segera menjawab. Dia terdiam dalam renungannya, lalu berkata, "Baiklah, tampilkan statusku."
[Ding...] <> [STATUS]
Nama : Qing Shandian
Umur : 8 Tahun
Ras : Manusia
Kultivasi : Qi Transformastion 5 (115/300.000)
Profesi : -
Skill :
<> Teknik Penyembunyian Aura, Kelas Langit Tingkat Tinggi
<> Teknik Thousand Swords Split the Sky, Kelas Langit Tingkat Tinggi
Teknik Kultivasi : 9 Putaran Naga Petir
Senjata :
<> Pedang Langit Meteorit Biru, Kelas Bumi Tingkat Tinggi
Poin System : 10.000 Poin
Poin Keterampilan : -
Kekayaan : Batu Spiritual
<> Tingkat Rendah 200 Juta
<> Tingkat Menengah 500 Juta
<> Tingkat Tinggi 1,3 Milliar
>> Toko
>> Inventory
...………...
** Bersambung …