System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.114 - Makam Pedang 1



Menjelajahi Makam Pedang


'Wuusshhh...'


Angin berhembus kencang menyapu panas teriknya matahari. Dedaunan melambai lembut membawa udara sejuk. Diantara lautan pepohonan itu, kelompok Ye Yuan dan Qing Shandian bergerak cepat saling beriringan depan belakang.


"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."


Lima belas menit kemudian, Ye Yuan dan kelompoknya berhenti tepat di depan mulut lembah yang disusul oleh kelompok Qing Shandian.


"Tap..Tap..Tap..Tap..Tap..Tap..Tap..Tap..."


Lembah itu nampak sangat luas dikelilingi oleh barisan perbukitan yang melingkar. Namun, lembah itu diselimuti oleh perisai penghalang yang terlihat samar, sehingga hanya menampakkan pemandangan yang sangat indah. Meskipun demikian, itu dapat dengan mudah diterka oleh Qing Shandian bahwa array itu sangat kuat dan tidak mudah untuk dihancurkan.


Ye Yuan menatap Qing Shandian dan berkata, "Shandian, seperti yang kamu lihat. Inilah lembah yang aku maksud. Dari sini, mungkin itu hanya memperlihatkan sebuah pemandangan perbukitan melingkar yang indah. Namun jika kita melewati array penghalang dan memasukinya, itu akan sangat berbeda. Di dalamnya, itu merupakan makam pedang yang sudah ada entah sejak berapa ribu tahun yang lalu siapa yang tahu. Aku akan memperingatkan semua orang agar melindungi diri masing - masing dengan perisai energi, karena aura pedang di dalam makam pedang bisa dikatakan cukup ganas. Selain itu, jangan memaksakan diri untuk memasuki pusat makam pedang. Aku pribadi, dulu pernah hampir mati karena tekanan aura pedang disana."


"Hmm.. Selama aku berpetualang di benua ini, makam pedang ini adalah hal baru yang belum pernah aku jumpai. Jika itu seperti yang kamu katakan, makam ini mungkin peninggalan dari seorang ahli pedang atau mungkin, tempat ini dulunya menjadi medan pertempuran besar saat itu." Sahut Qing Yuan sambil memegang dagunya ketika memberi evaluasi.


Qing Shandian terlihat cukup antusias. Dia terkekeh pelan dan menyahuti dengan nada bersemangat. "Hehehe.. Tidak masalah. Bukankah itu bagus? Kebetulan bahwa kita semua adalah kultivator pengguna pedang. Aku fikir, aura pedang di tempat itu akan dapat membantu kita untuk meningkatkan kemampuan kita dalam penguasaan berpedang. Siapa tahu kita mendapat keberuntungan untuk dapat membangkitkan hati pedang."


Ye Yuan mengangguk dan berkata, "Emm.. Itu benar. Tiga kali aku memasuki tempat ini, aku beruntung dapat membangkitkan niat pedang meskipun masih terbilang lemah. Meskipun demikian, itu sudah cukup membuatku puas. Kalian tentu tahu, betapa sulitnya membangkitkan niat pedang, bukan? Setiap orang memiliki bakat dan keberuntungannya masing-masing. Lalu, bagaimana jika kita masuk sekarang?"


Qing Shandian tidak segera menjawab. Dia menatap kelompoknya untuk meminta pendapat. Ketika dia mendapati anggukan dari semua orang, dia berkata, "Karena semua orang setuju, kita akan masuk. Tapi, aku ingin mengatakan beberapa hal lebih dulu. Tujuan utama kita disini adalah untuk menemukan keberadaan Binatang Spiritual yang dikatakan Paman Ye. Sedangkan untuk memanfaatkan aura pedang di dalam, itu adalah bonus untuk kita. Jadi, kita akan bagi kelompok kita menjadi tiga kelompok kecil. Bagaimana menurut ayah dan ibu?" Pungkasnya sambil lalu menatap Qing Yuan dan Lin Lianhua.


Lin Lianhua dengan suara tenang berkata, "Itu ide yang bagus. Dengan begitu, kita bisa mempersempit pencarian. Lalu, biarkan ibu, ayah, paman, bibimu, dan lima dari mereka menjadi satu tim untuk kelompok pertama. Sedangkan kelompok kedua, biarkan Xing Yue memilih anggotanya. Sedangkan yang terakhir, kamu sendiri yang akan memimpin."


"Baiklah. Kalau begitu, biarkan Xing Yue memimpin kelompok pria. Sedangkan An'er, hehe.. Para wanita akan menjadi timku. Adil bukan?" Sahut Qing Shandian dengan nada sangat bersemangat. Raut wajahnya nampak berseri-seri.


"Hahaha... Tuan muda, bukankah kamu terlalu berterus terang?" Sahut Yin Xing Yue dengan tawa renyahnya.


"Hehe.. Tentu saja. Aku tidak akan membiarkan para wanita pergi begitu saja. Bukankah itu hal baik? Terlebih, bukankah mereka semua sangat cantik? Selain itu, mereka semua juga kuat. Bagaimana itu, kalian juga setuju bukan?" Qing Shandian terkekeh senang dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika menyahuti, sambil lalu menatap Qing Wenrou dan lainnya yang tertunduk malu.


"Hihihi... Tuan muda, meskipun kami kuat, Tuan muda harus siap untuk melindungi kami jika ada bahaya, atau keindahan itu akan pergi seperti angin lalu." Celetuk Qing Yin Yue dengan terkikik merdu sambil menutup bibirnya.


Qing Yuan, Lin Lianhua, Qing Tian, Qing Yu dan Qing Xue menggelengkan kepalanya ketika melihat putranya yang bertingkah genit. Sementara itu, Yin Xing Yue dan para pria tertawa renyah ketika melihat reaksi para wanita yang terlihat malu-malu mau.


Qing Shandian menatap Ye Yuan dan berkata, "Baiklah. Mari kita masuk. Paman Ye, kamu bisa tetap bersama anggotamu. Kami akan berpencar untuk melakukan pencarian begitu sampai di dalam."


"Hehe.. Tidak masalah. Kita alirkan kekuatan spiritual kita ke perisai pelindung untuk membuat jalan masuk." Sahut Ye Yuan terkekeh ringan dengan nada santai.


Setelah itu, semua orang mengalirkan kekuatan spiritual mereka pada perisai penghalang yang menutupi seluruh lembah.


"Nguungg.."


Perisai terbuka cukup lebar membentuk sebuah pintu masuk diiringi dengungan pelan. Bersamaan dengan itu, lautan pedang memasuki pandangan semua orang. Namun, aura pedang yang ganas juga meletus keluar, dan dengan sigap semua orang menyelimuti tubuh mereka dengan perisai energi. Ye Yuan pun berseru pelan sambil lalu memasuki makam pedang. "Cepat masuk! Ini hanya bertahan sebentar dan akan menutup lagi."


Ketika ucapan itu jatuh, semua orang dengan sigap melesat masuk tanpa berkata apapun.


Begitu semua orang masuk, Ye Yuan menatap Qing Shandian dan berkata, "Shandian, bagaimana menurutmu tentang tempat ini?"


"Luar biasa. Aura pedang disini memang sangat kuat. Tidak salah lagi, tempat ini memiliki maksud pedang tertinggi. Ini benar-benar hal baik. Tidak aku sangka bahwa Wilayah Selatan memiliki tempat seperti ini dan menyembunyikannya dengan sangat baik." Ucap Qing Shandian dengan nada senang sambil membiasakan diri dengan tempaan aura pedang dan menyapukan pandangan ke segala arah.


"Kamu salah, Shandian. Memang ini dalam Wilayah Selatan. Namun sampai saat ini, hanya kelompokku yang mengetahui keberadaan tempat ini. Baiklah, kita akan berpisah disini. Aku dan anggotaku akan mencari tempat untuk bermeditasi. Mungkin, aku hanya berada disini selama tiga atau lima hari sebelum kembali ke Klan. Kalian berhati-hatilah." Pungkasnya sebelum kemudian dia memimpin kelompoknya melesat sedikit ke arah kiri.


Setelah kepergian mereka, kelompok Qing Shandian kembali membiasakan diri dengan aura pedang yang menindas hingga beberapa saat.


"Hahaha.. Ini sangat luarbiasa, Tuan muda. Dengan ini, penguasaan pedang kita pasti akan mengalami peningkatan. Apakah Tuan muda tidak...." Sahut Yin Xing Yue dengan tawa renyahnya, sambil lalu bermaksud menanyakan sesuatu, namun dia menghentikannya.


Qing Shandian menatap Yin Xing Yue. Dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak untuk saat ini. Tapi aku punya rencana yang lebih baik. Semoga saja itu bisa dilakukan sesuai harapanku."


"Emm.. Pergilah. Kalian juga harus berhati-hati. Segera kabari aku jika kalian menemukan keberadaan Binatang Spiritual itu. Ingat, selalu tekan aura kalian sebaik mungkin agar tidak mengusiknya."


"Baik, Tuan muda. Kami pergi dulu." Sahut Yin Xing Yue sebelum kemudian dia pergi bersama Qing Hei Bao, Qing Lin Long, Qing Tian Shi, Qing Feng Hu, Qing Xing Lang, Tian Yuan, Yi Shuang dan Er Shuang.


"An'er, kami juga akan pergi ke arah kanan. Kalian semua berhati-hatilah. Jangan ceroboh sedikitpun." Ucap Lin Lianhua dengan nada lembut namun tegas.


"Baik, Bu. An'er pasti berhati-hati. Ayah, ibu, paman, bibi, dan kalian berlima, berhati - hatilah juga. Kita akan saling memberi kabar jika menemukan keberadaan Binatang Spiritual itu."


"Emm.. Baiklah, kami pergi dulu." Sahut Qing Yuan sambil lalu melesat ke arah kanan bersama Lin Lianhua, Qing Tian, Qing Yu, dan Qing Xue.


"Kami pergi dulu, Tuan muda." Ucap Qing Jiao Long, Jiu Tou Long, Lang Tian, Ying Bing Huo, dan Xiong Bing Guang secara serempak sebelum kemudian melesat cepat menyusul Qing Yuan dan yang lain.


Setelah kepergian kelompok Qing Yuan dan Yin Xing Yue, Qing Wenrou mendekat dan berkata pelan pada Qing Shandian. "Apakah An gege berencana untuk memindahkan makam pedang ini ke Dunia Jiwa?"


Qing Shandian mengangguk ringan sebagai jawaban, lalu menyahuti. "Itu benar. Tapi, aku sedikit ragu. Wenrou, apa itu mungkin untuk memindahkannya ke Dunia Jiwa? Jika tidak, aku berencana menarik mereka kemari."


"Hihihi.. An gege jangan khawatir. Itu bisa dilakukan. Serahkan saja pada Wenrou." Ucap Qing Wenrou dengan terkikik merdu sambil menutup bibirnya. Dia kemudian berkata lagi melalui transmisi suara. "Tapi sebagai gantinya, An gege harus terus meningkatkan level system, dan selama di benua ini, An gege harus berusaha meningkatkan system ke Level 25. Bagaimana, An gege setuju bukan?"


"Tanpa kamu mengatakannya, aku pasti melakukannya. Kita akan tumbuh kuat bersama-sama. Hanya saja, sangat disayangkan jika hal sebaik ini ditinggalkan begitu saja, bukan? Ini akan bermanfaat untuk keluarga besar kita di Dunia Jiwa." Sahut Qing Shandian melalui transmisi suara sambil tersenyum dan menatap Qing Wenrou.


Qing Wenrou membalas tatapan dan senyuman itu, lalu berkata dengan suara lembut. "Terimakasih, An gege."


"Wenrou, apa yang kamu bicarakan dengan An gege?" Ucap Xie Feng Xue penasaran ketika mendengar ucapan Qing Wenrou sambil berjalan mendekat.


"Hihihi.. Bukan apa-apa, Feng Xue. Hanya hal kecil, jadi tidak perlu membicarakannya." Balas Qing Wenrou sambil terkikik pelan dan menutup bibirnya.


"An gege, apa kamu ingin bermain rahasia di belakang kami?" Sahut Mu Lingyun sambil bersendekap dan menyipitkan matanya ketika menatap Qing Shandian.


"Hmph... Begitulah kakak An. Selalu saja bersikap misterius. Pasti dia punya rencana lain dibalik lengan bajunya. Atau mungkin, itu adalah hal yang tidak baik. Siapa yang tahu?" Celetuk She Xiaoqi mendengus pelan ketika ikut menyahut dan ikut mendekat.


Qing Shandian mencubit pipi She Xiaoqi dan berkata, "Kamu gadis kecil.. Tidak ada hal seperti itu. Bagaimana mungkin kakakmu yang tampan dan baik hati ini memiliki pemikiran tidak baik? Sudahlah, ayo kita pergi juga. Kita akan mengambil jalan lurus. Ingat, semua hati-hati." Pungkasnya sambil lalu berjalan dengan santai beriringan dengan Qing Wenrou.


"Hihihi.. Baiklah. Xiaoqi, ayo pergi. Jangan berfikiran buruk tentang kakakmu." Sahut Xue Shui Jing dengan terkikik merdu, lalu menggandeng She Xiaoqi dan segera menyusul Qing Shandian bersama yang lain.


...…………………………...


Menit demi menit berlalu. Kelompok Qing Shandian tidak hentinya menyapukan pandangan dan persepsi spiritualnya untuk memeriksa tempat di sekitar mereka. Luasnya area makam pedang, membuat mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.


Setengah jam berlalu. Sepanjang jalan menyusuri makam pedang, Qing Shandian dan kelompoknya belum menemukan keberadaan Binatang Spiritual yang dia cari, maupun sesuatu yang menarik. Sejauh mata memandang, hanya berbagai jenis pedang yang mereka jumpai, dan itu hanya merupakan pedang yang telah rusak.


"Huhh.. Tidak ada yang menarik di area pinggiran makam pedang ini. Semua hanya besi tua usang yang berkarat." Ucap Qing Shandian menggerutu dengan hembusan nafas kasar.


"An gege, sesuatu yang baik, pasti berada di tempat terbaik. Kita lanjutkan saja hingga ke pusat makam. Siapa tahu hal bagus telah menanti kita disana. Mengingat tekanan aura pedang yang terus meningkat, Wenrou yakin jika kita sudah tidak jauh dari area pusat." Sahut Qing Wenrou dengan nada lembut.


"Itu benar, An gege. Bersabarlah. Lagipula, tidak semua keberuntungan milik kita, bukan? Dengan aura pedang ini saja, kita sudah diuntungkan. Jadi Feng Xue rasa, perjalanan ini sama sekali tidak ada ruginya." Ucap Xie Feng Xue menyambung ucapan Qing Wenrou.


"Dasar kakak menyebalkan. Apa-apa hanya hal menarik yang difikirkan. Kakak An harus ingat, bahwa di luar sana, masih banyak orang yang terus berjuang dengan susah payah dan bermandikan darah untuk mendapat sesuatu. Kakak harus bersyukur, bahwa kakak memiliki banyak hal luarbiasa yang tidak dimiliki oleh orang lain. Bahkan untuk Xiaoqi, dulu harus berjuang tanpa mengenal waktu dan lelah untuk dapat menikmati kedamaian serta melindungi rakyatku." Sahut She Xiaoqi menegur Qing Shandian.


Qing Shandian berhenti berjalan. Dia memiringkan kepalanya dan menatap She Xiaoqi lekat-lekat. Dia tersenyum tipis dan berkata, "Kamu benar, Xiaoqi. Aku hampir melupakan hal mendasar itu. Aku beruntung memiliki semua itu, sehingga dapat memberikan yang terbaik untuk kalian. Sementara di luar sana, mungkin tidak ada seorang pun yang dapat dibandingkan denganku. Selain cantik dan manis, ternyata kamu juga baik. Aku sangat bangga memilikimu sebagai adikku. Terimakasih telah mengingatkanku." Pungkasnya sambil lalu mengusap lembut kepala She Xiaoqi.


She Xiaoqi membalas tatapan Qing Shandian untuk sesaat. Dia merasa senang karena ucapan itu, lalu mengalihkan pandangan untuk menutupi rasa malunya akibat pujian Qing Shandian. Dia dengan tergagap berkata, "Ap..apa? Si..siapa yang baik? Xiaoqi hanya berbicara secara acak. Lupakan saja.. Ahh.. Lihat.. Kita hampir tiba di pusat makam. Ayo pergi.." Pungkasnya sambil lalu berjalan cepat meninggalkan yang lain.


Qing Shandian dan yang lain tersenyum ketika melihat reaksi She Xiaoqi. Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju pusat makam pedang.


...…………………………...


** Bersambung …