System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.87 - Perburuan Berlanjut



"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


"Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu..Siuu.."


"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."


"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.."


"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."


"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."


"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


Waktu dengan cepat berlalu begitu saja seperti air mengalir. Saat ini, terlihat bahwa pertempuran skala besar sedang terjadi di area lembah yang luas. Suara desingan, raungan, ledakan, tebasan, tusukan, saling bersahutan menggema membentuk rangkaian melodi.


Sembilan orang dengan gesit, lincah dan cepat saling bahu membahu melepaskan serangan demi serangan, membantai kawanan besar Binatang Spiritual yang melebihi 10.000 ekor. Mereka menerjang kesana kemari dengan penuh semangat. Mayat bergelimpangan dimana-mana, berserakan, dengan darah membanjiri area lembah yang putih menjadi merah.


"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."


"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


Sementara itu, di pusat kawanan besar Binatang Spiritual itu, ada satu orang yang melakukan pertempuran sengit dengan ribuan lawan. Dia tidak menahan diri sama sekali. Puluhan bayangan pedang dengan lihainya menari-nari membantai mereka. Satu demi satu dari mereka tumbang, menyisakan raungan terakhir mereka sebelum akhirnya senyap. Sesaat setelah pembantaiannya, dia melesat melayang ke langit dengan sayap emas yang menghias punggungnya sambil lalu meluncurkan serangannya. Di belakangnya, ratusan Binatang Spiritual mengejarnya dengan cepat sambil melancarkan serangan, namun hanya mengenai udara kosong.


"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm..."


"Grooarrr... Manusia! Kau sangat lancang! Kau pastas mati!! Pisau Angin Membelah Langit!!" Raung salah satu Binatang Spiritual dengan amarahnya yang meledak-ledak sebelum kemudian dia meluncurkan serangannya, diikuti oleh ratusan lainnya.


"Hmph!! Mari kita cari tahu, siapa yang mati lebih dulu! Seribu Pedang Pemusnah!" Sahut orang itu dengan mendengus dingin.


"Boommmm"


"Pengganda Bayangan! Pedang Terbang Bayangan!"


"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."


"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."


"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."


Pertemuan dua serangan menimbulkan ledakan yang diiringi badai energi ganas yang menyapu area luas di langit. Namun, belum juga reda ledakan itu, ratusan Binatang Spiritual yang menjadi lawan orang itu segera dihujami ratusan pedang bayangan yang melesat cepat ke arah mereka, hingga tidak mampu bereaksi tepat waktu. Satu demi satu dari mereka jatuh menukik tajam menghantam area lembah.


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


"Baamm..Baamm..Baamm..Baamm.."


Orang itu menatap kejatuhan mereka dengan tatapan acuh tak acuh. Dia menyapukan pandangannya ke area lembah pada kawanan besar Binatang Spiritual yang masih bergerombol seperti semut. Dia berbicara dengan sedikit berteriak. "Semua mundur! Serahkan sisanya padaku!"


Ucapan itu, membuat sembilan orang yang masih berkutat dengan pertarungan mereka dengan cepat melesat menjauhi medan pertempuran.


Sembilan orang itu tidak lain adalah Shi Zhifang, Sun Mingzhou dan tujuh orang lainnya. Sementara yang melayang di langit tidak lain adalah Qing Shandian.


Begitu mereka menjauh dari medan pertempuran, Qing Shandian tidak menunda waktu. Dia mengangkat pedangnya lalu bergumam pelan, sebelum kemudian dia mengayunkannya ke bawah.


"Seribu Pedang Membelah Langit! Hujan Pedang!"


Ketika ucapannya jatuh, ribuan pedang Qi dengan cepat terbentuk di langit sebelum kemudian itu menukik tajam menghujani kawanan besar Binatang Spiritual di area lembah.


"Wusshh..Wusshh..Wusshh..Wusshh.."


"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."


"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.. Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


Ketika pedang-pedang Qi itu jatuh, kepulan debu membumbung tinggi memenuhi area lembah, diiringi dengan raungan kawanan besar Binatang Spiritual yang saling bersahutan sebelum akhirnya berhenti. Dengan berakhirnya pertempuran itu, Qing Shandian juga mendengar suara pemberitahuan di dalam fikirannya.


[Ding... An gege berhasil membunuh 4.800 Binatang Spiritual Kelas 3 Menengah, 3.150 Kelas 3 Tingkat Tinggi, Mendapatkan 16,71 Triliun PS, mendapatkan 8,355 Triliun PP]


[Ding... An gege berhasil membunuh 2.180 Binatang Spiritual Kelas 4 Tingkat Rendah, mendapatkan 21,8 Triliun PS, mendapatkan 10,9 Triliun PP]


[Ding... An gege berhasil membunuh 980 Binatang Spiritual Kelas 4 Menengah, mendapatkan 24,5 Triliun PS, mendapatkan 12,25 Triliun PP]


[Ding... An gege berhasil membunuh 360 Binatang Spiritual Kelas 4 Tingkat Tinggi, mendapatkan 18 Triliun PS, mendapatkan 9 Triliun PP]


[Ding... Total Poin System saat ini \= 290.054.077.222.000 PS]


[Ding... Akumulasi Poin Pengalaman 124,317255 Triliun/400 Triliun PP]


"Wuusshh..."


Qing Shandian mengabaikan suara pemberitahuan itu. Dia melesat cepat ke medan pertempuran dan berdiri dengan tenang. Ketika kepulan debu menghilang tertiup angin, pemandangan yang tersisa di depannya adalah area lembah yang berantakan dengan lautan mayat dan tanah yang telah memerah karena darah.


"Wushh..Wushh..Wushh..Wushh..Wushh.. Wushh..Wushh..Wushh..Wushh.."


"Zhifang, jangan samakan kita dengannya. Dia itu tidak normal." Sahut Sun Mingzhou dengan nada tidak berdaya.


Bao Yinxue terkikik merdu sambil menutup bibirnya, lalu menimpali. "Hihihi... Kalian berdua kenapa tiba-tiba menjadi tidak bersemangat? Bukankah keberadaannya sangat bagus untuk kelompok kita?"


"Emm.. Yinxue benar. Lagipula, kita semua sudah melakukan terbaik yang kita mampu. Jika dibandingkan dengan sebelumnya, kita yang sekarang sudah tidak terlalu tertekan dengan pertempuran skala besar seperti ini. Selain itu, hal seperti ini juga akan membantu perkembangan mentalitas, konsentrasi, dan keterampilan kita." Sahut Wang Xue Jia dengan anggukan kecil ketika dia berbicara.


"Aku juga setuju itu. Kita sangat beruntung memilikinya di pihak kita." Sambung Xie Huang Yuang yang diikuti oleh anggukan setuju dari Meng Wanglu, Yan Huo Tian, Zhi Miyue dan Xing Yuezhi.


Qing Shandian menatap mereka dengan tatapan tenang sambil tersenyum sambil mendengarkan percakapan mereka. Dia lalu berkata, "Sudahlah. Tidak perlu meributkan itu. Lagipula, dengan begini kita bisa menyelesaikannya dengan cepat. Aku juga senang melihat perkembangan kalian. Dalam waktu singkat, kalian bahkan mampu membantai ribuan dari mereka. Itu adalah awal yang baik. Biarkan aku mengurus mayat-mayat ini. Setelah itu, kita lanjutkan perburuan kita."


"Hahaha... Kalau begitu, cepat lakukan. Aku sudah tidak sabar untuk pertempuran selanjutnya. Aku sangat yakin, jika di luar sana ekspresi para Tetua yang menyaksikan monumen pemantauan sedang terbelalak dan ternganga sangat lebar. Mereka pasti dihantui rasa penasaran yang menggelitik hati. Hahahahaha....." Sahut Shi Zhifang dengan tawa renyahnya.


"Hihihi... Mungkin saja." Sahut Bao Yinxue yang kembali terkikik merdu, diikuti oleh tawa nyaring delapan orang lainnya.


Qing Shandian yang menyaksikan betapa cerianya mereka, hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis. Dia berbalik menatap lautan mayat, dan merentangkan tangannya.


"Wuusshhh"


Kekuatan spiritual yang kuat menggelegak keluar dari tubuhnya dan segera menyelimuti seluruh mayat Binatang Spiritual di medan pertempuran itu, lalu semuanya menghilang dari pandangan, menyisakan tanah merah dengan bau anyir.


Setelah itu, dia berbalik menghadap ke arah kelompoknya. Dia tersenyum lebar dan berkata, "Semua sudah beres. Kalian saling berpegangan agar terhubung denganku. Kita akan menggunakan teleportasi untuk menyingkat waktu. Mulai dari sekarang, kita tidak perlu menahan diri lagi dalam setiap pertempuran. Biarkan semua orang menjadi gemetar menyaksikan kegilaan kita disini."


"Hahahahaha... Aku menyukai caramu. Mari kita bantai ratusan ribu Binatang Spiritual." Sahut Shi Zhifang yang kembali tertawa nyaring. Dia dengan sigap merangkul bahu Qing Shandian, diikuti oleh delapan orang lainnya yang saling berpegangan, sebelum kemudian mereka menghilang dari tempatnya berdiri, meninggalkan kesunyian lembah yang tampak mencekam.


"Zheeepppp"


...…………………………...


"Tidak mungkin!! Mustahil!! Aku tidak percaya poin mereka melonjak secara tiba-tiba! Mereka pasti memanipulasi token. Mereka pasti curang!!" Seru Juan Jixun dengan tubuh yang bergetar hebat ketika dia menyaksikan melejitnya poin Wilayah Utara.


"Benar! Itu sangat mustahil! Mereka pasti berbuat curang! Kaisar Dong, bagaimana kamu akan menangani masalah ini?!" Seru seorang Tetua dari Wilayah Barat yang mengenakan jubah sutra abu-abu dengan corak garis biru. Dia merasa hal yang terjadi juga merupakan kecurangan yang dilakukan oleh Wilayah Barat.


Keributan kali ini benar-benar pecah tidak dapat lagi terbendung. Berbagai komentar ditumpahkan layaknya sebuah sungai yang banjir. Semua pihak mengalami keterkejutan yang hebat, bahkan untuk Wilayah Timur. Selama dua hari, kelompok perwakilan Wilayah Timur yang seolah berhibernasi tidak mengalami kenaikan bahkan satu poin pun, secara tiba-tiba bangkit dalam satu gerakan yang sulit untuk dipercaya. Sebuah angka yang fantastis terpampang jelas di mata mereka. Bagaimana tidak, dari 598.000 poin, melejit hingga menembus angka 1.868.000 poin. Siapa yang tidak penasaran dengan apa yang sudah diperbuat oleh perwakilan kelompok Wilayah Timur? Bahkan posisinya kembali menempati urutan pertama di monumen pemantauan.


Kaisar Dong Jun juga dilanda kebingungan. Dia sangat terkejut hingga tidak bisa berkomentar apapun. Ketika mendengar berbagai seruan, dia pun tersadar, lalu mengalihkan pandangan ke arah semua orang. Ditengah kebingungannya, dia berbicara dengan sedikit keras. "Semua diam! Apakah menurut kalian, hanya kalian saja yang terkejut? Perlu kalian tahu, bahwa aku pribadi bahkan sangat terkejut. Tapi jika kalian mengatakan bagaimana aku menangani ini, maka aku akan bertanya pada kalian."


Setelah menyelesaikan ucapannya, tatapan Dong Jun menjadi sangat serius. Dengan suara yang dalam dia berkata, "Bagaimana dengan Wilayah Tengah yang selalu memimpin posisi tertinggi pada setiap kompetisi? Bukankah kalian ingat, bahwa poin mereka selalu sangat jauh lebih tinggi dari yang lain? Lalu, apakah aku harus memprotes? Ataukah aku harus meminta penjelasan? Katakan padaku! Jangan hanya asal bicara untuk menjatuhkan kredibilitas Wilayah Utara-ku."


"Hahaha... Kaisar Dong, kamu benar. Aku sangat setuju dengan ucapanmu. Bahkan tidak ada satu pun dari kita yang mengatakan bahwa mereka curang, apalagi memanipulasi token." Sahut Xing Lihai dengan tawanya yanh nyaring. Dia kemudian mengalihkan pandangannya ke arah semua orang, lalu terpusat pada Juan Jixun. Dia dengan sarkastik berkata, "Juan Jixun, gunakan akalmu. Jangan bertindak seolah-olah kamu sangat bodoh. Token kompetisi, sampai hari ini tidak ada yang mengetahui bagaimana cara untuk memanipulasinya. Lalu, jelaskan pada kami semua. Bagaimana tepatnya token itu di manipulasi? Mungkinkah kamu mengetahui sesuatu, sehingga ingin menyudutkan Wilayah Timur-ku? Jika kamu tidak terima dengan kenyataan, maka pulanglah, kembali ke tempat kamu berasal. Jangan mengadu domba semua orang."


Ucapan Xing Lihai terasa menusuk hati semua orang. Juan Jixun menatap tajam ke arah Xing Lihai. Sambil menggertakkan giginya, dia berkata, "Xing Lihai, jangan memfitnah wilayahku. Bagaimana mungkin kami tahu cara memanipulasi token kompetisi? Itu jelas lebih mustahil."


"Lalu, apa maksud ucapanmu tadi ketika berseru keras? Bukankah kamu mengatakan bahwa Wilayah Timur memanipulasi token dan berbuat kecurangan? Jika kamu hanya ingin bicara omong kosong, lebih baik jangan asal berkomentar, dan tutup saja mulutmu rapat-rapat. Kamu fikir kami sebagai para orang tua yang membawa mereka tidak terkejut? Benar-benar tidak tahu malu." Sahut Wang Xiu dengan nada geram sambil menahan amarahnya.


"Benar-benar orang bodoh!" Sambung Xing Lihai dengan nada sinis.


"Kalian!! Baik. Sangat baik! Aku akan mengingat ini. Jangan menyesal ketika saatnya tiba. Aku akan memastikan semua anggotamu akan lenyap setelah acara ini selesai!" Ucap Juan Jixun dengan tubuh gemetar hebat sambil menunjuk ke arah Wang Xiu dan Xing Lihai. Wajahnya terlihat memerah karena menahan marah.


Jatuhnya ucapan Juan Jixun, seketika menyebabkan suasana menjadi sangat mencekam. Itu jelas merupakan ancaman langsung. Luan Feng yang selalu menjadi pendengar setia dan selalu diam, akhirnya membuka matanya. Dia menatap Juan Jixun dengan tatapan membunuh, lalu melepaskan auranya dan memusatkannya pada Juan Jixun beserta kelompoknya.


"Wuusshhh"


"Brukk..Brukk..Brukk..Brukk..Brukk.."


"Aahhhhh..." Juan Jixun dan kelompoknya berteriak keras ketika merasakan rasa sakit di dadanya. Mereka seketika jatuh berlutut sambil memuntahkan darah.


Jatuhnya kelompok Juan Jixun menambah suasana yang sudah mencekam menjadi berbau kematian.


Luan Feng masih dengan ekspresi membunuhnya. Dia dengan nada dingin berkata, "Itu adalah peringatan pertama dariku. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada Tuan mudaku, aku bisa memastikan, bahwa seluruh Wilayah Tengahmu akan rata dengan tanah tanpa menyisakan satu jiwa pun. Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku. Jika kalian tidak percaya, kalian bisa mencobanya!!" Pungkasnya sambil lalu menarik kembali auranya.


Menghilangnya aura penekanan itu membuat Juan Jixun dan kelompoknya bisa kembali merasakan perasaan lega, seolah beban berat telah terangkat dari tubuh mereka. Namun dalam kedalaman mata mereka, terlihat rasa ketakutan yang dalam dan teramat sangat.


Tindakan dan peringatan keras Luan Feng membuat jantung semua orang berdetak cepat dengan tubuh gemetar ngeri. Butiran-butiran keringat menutupi dahi mereka sebelum akhirnya mengalir membasahi pipi mereka. Bagaimana mungkin mereka tidak merasa takut dan ngeri? Bahkan seorang Saint King dapat di tekan hanya dengan aura saja? Kekuatan macam apa yang disembunyikan Luan Feng? Suara tegukan terdengar saling bersahutan ketika mereka menelan ludah dengan kasar. Mereka benar-benar merasa kering di tenggorokan.


Dong Jun memberanikan diri menatap Luan Feng dan berkata, "Maaf, Senior Feng. Apa yang sudah dikatakan olehnya, tolong jangan diambil hati."


"Kaisar Dong, aku kagum dengan sikapmu. Selama aku tinggal dan menetap di Wilayah Utara, aku puas dengan kepemimpinanmu. Tapi perlu kamu ketahui, dunia kultivasi tidaklah setenang dan sedamai seperti yang kamu bayangkan. Jika suatu saat kamu bisa meninggalkan benua ini, kamu akan tahu betapa kejamnya dunia kultivasi." Luan Feng berkata dengan nada tenang dengan suaranya yang terdengar agak serak.


Dong Jun kembali terkejut. Sesaat kemudian dia menggelengkan kepalanya dan menyahuti. "Meninggalkan benua ini? Bagaimana bisa semudah itu, senior Feng? Hal seperti itu hanya menjadi sejarah yang telah terkubur. Sampai hari ini, aku belum pernah mendengar ada seseorang yang berhasil meninggalkan benua ini."


"Hehe... Mungkin. Tapi tidak lama sejarah itu akan kembali terukir ulang. Aku akan memberitahu kalian semua agar tidak lagi penasaran dan saling mengadu domba. Bahkan tanpa aku turun tangan, Tuan mudaku mampu meratakan Wilayah Tengah tanpa menyisakan satu nyawa pun. Itulah alasan sebenarnya kenapa kelompoknya mampu menaikkan poin dengan sangat cepat. Aku bisa merasakan aura mereka secara samar. Mereka saat ini berada di area terdalam situs peninggalan itu. Jadi, menurut kalian, seperti apa lawan yang mereka hadapi, dan seberapa banyak itu?"


"Apaa!! Bukankah itu terlalu berbahaya?! Bahkan anggota kekaisaran kami tidak dapat menemukan petunjuk lain tentang situs peninggalan ini. Bagaimana mungkin mereka mampu menembus area terdalam?" Dong Jun menyahuti dengan suara keras karena terkejut.


Ucapan Luan Feng juga menyebabkan reaksi yang sama pada semua orang. Namun dia mengabaikan hal itu. Luan Feng dengan nada serius menyahuti. "Kalian tidak perlu mengkhawatirkan mereka. Lebih baik tenang dan terus memperhatikan. Sekali lagi aku akan mengingatkan kalian. Jangan memprovokasi Tuan mudaku. Dia mungkin terlihat pendiam dan selalu tenang. Namun dari sorot matanya, aku bisa tahu bahwa dia tidak mengenal kata ampun pada setiap lawannya."


Dong Jun menatap Luan Feng dengan tatapan serius. Ucapannya dan sorot matanya terlihat bukan omong kosong. Dia pun lantas menimpali. "Tentu, senior Feng. Kami akan mengingatnya. Terimakasih sudah mengingatkan kami."


"Emm.. Tetaplah menjadi kaisar yang bijak dan memiliki pandangan yang jauh kedepan. Jangan memandang keuntungan sekilas atau itu akan membawamu ke dalam kesengsaraan tanpa akhir dan penyesalan." Ucap Luan Feng dengan nada tenang sebelum kemudian dia kembali memejamkan matanya.


Hening. Itulah suasana yang ada diantara mereka. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani berkomentar lagi.


...…………………………...


** Bersambung …