
Sebelum Qing Shandian duduk di kursi tunggu, dia mendengar suara teriakan nyaring tepat dibelakangnya.
"Hei.. Bocah kecil... Pergilah! Tuan Muda ini ingin duduk... Cepat menyingkir!" Ucap seorang pemuda berjubah biru terang dengan kata 'Xing' yang dirajut di jubah bagian dadanya.
Orang-orang yang ada di dalam Rumah Dagang Emas Hitam yang mendengar teriakan itu segera menoleh ke arah sumber suara. Begitu mereka melihat siapa yang telah berteriak, salah satu kelompok diantara mereka berkata, "Hei.. Bukankah itu Tuan Muda Xing Hongchu? Kenapa dia berteriak sekeras itu?
"Entahlah.. Siapa yang tahu.. Bukankah dia memang selalu begitu? Dia sangat sombong! Dengan kekuatan dibelakangnya, siapa yang akan berani mengganggunya jika dia membuat ulah?" Sahut seseorang yang satu kelompok dengan seseorang yang berbicara tadi. Berhenti sejenak, lalu melanjutkan "Uhh... Kasihan pemuda malang itu harus berurusan dengan Tuan muda Xing Hongchu."
Disisi lain, Qing Shandian tidak menanggapi. Dia dengan acuh mengabaikan peringatan pemuda itu. Dia melangkah maju, dan akan duduk, namun tiba-tiba pemuda itu menyerangnya dari belakang sambil berteriak, "Bocah sialan, karena kamu tidak menghormati Tuan muda ini, maka jangan salahkan aku jika bersikap kasar! Matilah bocah sialan!.."
Qing Shandian yang mendapat serangan dadakan tetap bersikap tenang, seolah tidak terjadi apa-apa. Tubuhnya tiba-tiba berubah menjadi seperti bayangan, dan muncul di belakang pemuda itu. Qing Shandian mengulurkan tangannya, mencengkeram kepala bagian belakang pemuda itu, lalu dia dengan dingin berkata, "Aku awalnya tidak ingin melukai seseorang, karena ini hari pertamaku di kota ini. Dan lagi, aku juga tidak mengenalmu. Karena kamu berani meluncurkan serangan padaku, jangan salahkan aku jika lebih bersikap kasar!"
Pemuda berjubah biru itu mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Qing Shandian. Namun, sekuat apapun dia berjuang, dia tetap tidak bisa melepaskan diri. Dengan berteriak, dia berkata, "Bocah sialan! Cepat lepaskan Tuan muda ini atau kau benar-benar akan..."
Qing Shandian mengabaikan teriakannya, dan dengan kuat dia membantingnya ke lantai.
"Baammm..."
Mengikuti suara itu, lantai batu yang keras itu retak. Terlihat ada warna merah yang mengalir mewarnai lantai yang terhantam kepala seorang pemuda berjubah biru.
Belum sempat Qing Shandian mengambil nafas, seorang pria paruh baya tiba-tiba berteriak padanya sambil menerjang, meluncurkan serangan ganas dengan pedang ditangannya, "Bocah kecil.. Kamu berani melukai Tuan Muda kami?! Kamu pantas mati!"
Qing Shandian yang melihat itu pun, tatapannya berubah menjadi semakin dingin. Dia menghela nafas pelan, sebelum menghilang dari pandangan.
"Tiinggggg..."
Dua pedang yang bertabrakan menyebabkan suara dentingan nyaring. Pedang pria paruh baya itu patah menjadi dua bagian, dengan ujung pedang melayang di udara untuk sesaat sebelum jatuh ke lantai..
" Tingg.. Ting.. Ting..."
Begitu ujung pedang itu menghantam lantai, terdengar kembali suara dentingan. Pria paruh baya itu hanya berdiri dengan tubuh kaku yang bergetar hebat. Itu karena pada saat ini, sebuah logam dingin yang tajam tengah menempel di lehernya.
"Aku tidak peduli siapa dan dari Klan mana kalian berasal. Jika kamu ingin hidup, jangan melanjutkan pertarungan ini. Aku tidak suka masalah. Tapi, aku juga tidak takut akan masalah. Sekarang enyahlah dari pandanganku sebelum aku berubah fikiran... Bawa Tuan muda-mu kembali... Ohh... Satu hal lagi.. Aku sarankan agar jangan memperbesar masalah ini jika tidak ingin terjadi pertumpahan darah!" Ucap Qing Shandian dengan nada dingin sambil lalu memperingatkan pria paruh baya itu. Dengan segera, pria paruh baya itu membawa pemuda yang tidak sadarkan diri dilantai, dan menghilang dari Rumah Dagang Emas Hitam.
Disisi lain, seorang pria paruh baya yang baru saja turun dari lantai dua tercengang ketika melihat aksi Qing Shandian. Bagaimana tidak? Seorang pemuda tidak dikenal, yang tidak memiliki aura sama sekali sebenarnya mampu mengalahkan seorang pria paruh baya dengan kultivasi tingkat Golden Core bintang 8 dalam sekali serangan singkat... Ya, dia adalah manager Rumah Dagang Emas Hitam.
Usai berkata seperti itu, Qing Shandian kembali ke sikap tenangnya. Namun, sebelum dia duduk, dia mendengar seseorang memanggilnya dengan sopan dan berkata, "Ahh.. Tuan muda. Maaf atas ketidaknyamanannya. Saya Huang Pojun, Manager Rumah Dagang Emas Hitam. Apakah benar, Tuan muda yang menjual 5 jenis Pil yang dikatakan resepsionis kami?"
Qing Shandian segera memutar badannya. Dengan tenang dia menjawab, "Ya, itu aku. Apakah kita bisa membicarakan bisnis?"
"Ahh.. Tentu.. Tentu Tuan muda. Kami akan senang jika mendapatkan mitra bisnis seperti Tuan muda. Mari, ikuti saya ke dalam ruangan pemeriksaan barang." Ucap Huang Pojun , sambil mempersilakan Qing Shandian untuk mengikutinya.
...-------------------------...
Didalam ruangan pemeriksaan barang, seorang pria paruh baya, dengan Lencana alkemis berwarna Perak dengan 2 Garis yang tergantung di jubah bagian dadanya, sedang dengan cermat melakukan pemeriksaan kualitas Pil yang ingin dijual oleh Qing Shandian.
Di Dunia ini, Warna Lencana Alkemis mewakili Kelas (Tingkatan) yang dicapai seorang Alkemis. Diantaranya adalah,
» Token Perunggu : Alkemis Kelas Bumi
» Token Perak : Alkemis Kelas Langit
» Token Emas : Alkemis Kelas Surga
» Token Giok : Alkemis Dewa
Setiap Lencana, memiliki maksimal 3 Garis atau Cincin. Hal ini bertujuan untuk mengetahui dengan pasti, sampai kelas mana seorang alkemis mampu memurnikan pil. Seperti Qing Shandian, saat ini dia mampu memurnikan Pil Kelas 4 Tingkat Tinggi. Yang berarti, saat ini dia termasuk 'Alkemis Kelas Langit'. Jika disertifikasi di Asosiasi Alkemis, dia akan mendapatkan 'Lencana Perak 1 Garis'....
Qing Shandian duduk dengan tenang menunggu. Sesaat kemudian, pemeriksaan kualitas pil yang dibawa Qing Shandian selesai. Dengan bersemangat, alkemis itu berkata, "Manager, semua pil ini memiliki kelas dan tingkat seperti yang dikatakan Tuan muda ini. Semua lolos pemeriksaan..."
"Tidak apa-apa, itu bukan masalah. Kembali ke topik awal. Jadi, bagaimana dengan bisnisnya? Jika Rumah Dagang Emas Hitam setuju untuk bekerjasama denganku... Mmm... Mungkin, mungkin kedepannya akan ada pil kelas 5, 6, atau bahkan sampai kelas 9... " Ucap Qing Shandian dengan santai sambil menambahkan bahan bakar menarik minat manager Huang Pojun.
Karena kaget, Huang Pojun sampai berdiri, diam mematung dengan tubuh bergetar.. "Kelas 5, 6, atau bahkan sampai kelas 9..." Ucap Huang Pojun dalam gumamannya mengulangi ucapan terakhir Qing Shandian.
Sementara alkemis paruh baya yang berada disampingnya terkejut hebat hingga terjatuh ke lantai karena pingsan.
"Uhh... Manager, aku tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan. Jika Manager tidak setuju untuk bekerjasama, aku akan mencari rumah dagang lain." Kata Qing Shandian yang sudah merasa bosan.
"Ahh... Tuan Muda, maafkan saya. Tentu saja kami setuju.. Kami setuju bekerjasama." Ucap Huang Pojun.
Setelah jeda, Huang Pojun melanjutkan, "Saya akan mulai menghitung.. Dalam 1 botol, lengkap 1 Batch dan semua ada 10 batch masing-masing. Jadi, » 'Spiritual Qi Gathering Pill' Kelas 2 Tingkat Menengah, 2 Juta. » 'Spiritual Qi Recovery Pill' Kelas 2 Tingkat Tinggi, 5 Juta. » 'Golden Core Breaker Pill' Kelas 4 Tingkat Rendah, 250 Juta. » 'Spiritual Strength Strengthening Pill' Kelas 3 Tingkat Tinggi, 100 Juta. » 'Physical Strengthening Pill' Kelas 3 Tingkat Tinggi, 100 Juta. Jadi Total keseluruhan, 457 Juta Batu Spiritual tingkat Rendah. Bagaimana Tuan muda, apakah Tuan muda puas dengan harganya? Jika tidak..." Kata Huang Pojun dengan penuh semangat. Ini adalah bisnis besar!
"Tidak masalah. Aku akan mengikuti pengaturan manager." Sahut Qing Shandian santai.
"Kalau begitu, senang berbisnis dengan Tuan muda... Ahh.. Ini adalah Kartu Spiritual VIP rumah dagang kami. Semua pembayaran tersimpan didalamnya. Tuan muda bisa menggunakan Kartu ini dimanapun, karena penggunaannya hanya dengan mengalirkan Qi Spiritual. Agar kartu ini tidak sembarangan digunakan orang lain, silakan teteskan darah Tuan muda." Ucap Huang Pojun sambil menyerahkan token VIP Rumah Dagang Emas Hitam.
Qing Shandian menerima kartu itu, lalu menyimpannya. Dia perlahan berdiri, lalu berkata sambil melangkah pergi, "Baiklah... Karena urusanku disini selesai, aku akan pergi. Terimakasih kerjasamanya manager."
"Haha.. Justru kami yang berterimakasih.. Jika Tuan muda membutuhkan sesuatu, jangan ragu datang ke rumah dagang kami kapanpun. Kami akan selalu menyambut Tuan muda." Balas Huang Pojun dengan nada riang. Melihat bayangan pemuda itu menghilang, dia bergumam, "Sungguh pemuda yang misterius... Dengan pil sebanyak itu... Darimana sebenarnya dia..."
...-------------------------...
Setelah Qing Shandian keluar dari Rumah Dagang Emas Hitam, dia bertanya pada seseorang, bermaksud menanyakan arah Kediaman Klan Lin. Dengan langkahnya yang tenang, dia menyusuri jalanan kota. Cukup lama dia berjalan, dia akhirnya sampai di depan gerbang Klan Lin.
Penjaga gerbang paruh baya yang melihat seorang pemuda asing datang, dia berkata, "Anak muda, siapa kamu? Ada keperluan apa kamu datang ke Kediaman Klan Lin?"
"Ahh.. Paman, bisakah kamu menyampaikan pesanku pada Pemimpin Klan Lin? Katakan bahwa cicitnya datang berkunjung." Ucap Qing Shandian pada penjaga paruh baya didepannya.
"Ahhh... Tuan muda kecil... Maafkan saya.." Kata penjaga itu dengan suara bergetar sambil membungkkan badannya.
"Tidak apa-apa paman, bisakah paman menyampaikan pesanku?" Ucap Qing Shandian mengulangi.
"Ahh.. Tentu Tuan muda kecil.. Mari ikuti saya.." Balas penjaga itu sambil lalu memimpin Qing Shandian menuju rumah utama Klan.
Tidak lama berjalan, mereka pun tiba di sebuah bangunan besar yang terlihat unik dengan berbagai ornamen yang menghias.
Penjaga itu mengetuk pintu, lalu berkata, "Pemimpin Klan, Tuan muda kecil datang berkunjung..."
Didalam ruangan, Pemimpin Klan Lin, Lin Huangli, yang mendengar ucapan penjaga itu pun tidak menjawab. Namun, dia segera bergegas menuju pintu dan..
"Brakkkk.."
Pintu terbuka dengan keras. Penjaga yang masih berdiri didepan pintu terlonjak kaget. Namun hanya sesaat sebelum kemudian memberi hormat dan pergi...
"Hahaha... Cicit kecilku... Akhirnya kamu mengunjungi kakek buyutmu disini..." Ucap Lin Huangli sambil tertawa bahagia.
"Hehe.. Salam kakek buyut." Ucap Qing Shandian dengan menangkupkan tangannya sambil sedikit membungkuk..
"Emm..emm.. Kamu sekarang sudah besar... Tampan dan gagah. Hahh.. Maafkan kakek buyut, karena tidak bisa mengunjungimu di Klan Qing. Kakek buyut tidak bisa meninggalkan Klan, keadaan Klan Lin belum stabil. Karena sampai saat ini, Klan Lin masih sering dilanda masalah."
"Ohh.. Masalah? Apakah itu serius, kakek buyut?" Sahut Qing Shandian sedikit penasaran.
"Ahh.. Ayo masuk dulu. Kita belum pernah bertemu bahkan sejak kamu lahir... Kita bicara di dalam. Ayah dan ibumu juga ada di dalam." Sambung Lin Huangli sambil mengajak Qing Shandian masuk ruangan.
...……………...
** Bersambung …