System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.81 - Kebersamaan di Dunia Jiwa 1



Sukses dengan perekrutannya, Qing Shandian kembali ke area lembah dimana anggota kelompoknya dan enam kelompok Binatang Spiritual menunggu. Ketika dia sampai, dia tidak membuang sedikitpun waktu dan dengan sigap segera melakukan penanaman segel kontrak secara massal. Begitu proses itu selesai, dia menatap Shi Zhifang dan delapan lainnya, lalu berkata, "Apakah terjadi sesuatu selama kepergianku?"


"Shandian, apa kamu sedang bercanda? Bagaimana mungkin sesuatu terjadi? Lagipula, siapa yang cukup berani untuk mendekati area ini jika ada kelompok kuat seperti mereka?" Sahut Shi Zhifang sambil memutar matanya dengan malas. Dia pun bertanya balik, "Lalu, bagaimana denganmu? Apakah kamu berhasil menaklukkan tiga kelompok Binatang Spiritual itu?"


Qing Shandian mengangguk ringan dan berkata, "Emm.. Mereka semua bersamaku sekarang. Meskipun di akhir harus terjadi pertarungan, namun semua baik-baik saja."


Jawaban Qing Shandian membuat Shi Zhifang dan delapan orang lainnya menatapnya dengan tatapan kompleks.


Qing Shandian mengabaikan reaksi mereka. Dia mengalihkan pandangan ke arah Hu Bing Yi, Huli Yue, Huli Xue, Lang Tian, Jiu Tou Long dan Shi Xue Han. Dia dengan nada santai berkata, "Bagaimana dengan kalian? Apakah kalian ingin mengatakan sesuatu?"


Enam pemimpin Binatang Spiritual yang ditanya Qing Shandian saling bertukar pandang. Hu Bing Yi dengan sedikit ragu dan penasaran berkata, "Tuan muda, apakah kami semua perlu mengikuti Tuan muda kemanapun dengan kelompok kami yang sebanyak ini? Jika begitu, bukankah itu akan menarik perhatian banyak kultivator dan Binatang Spiritual lainnya?"


"Aku juga berfikir seperti itu, Tuan muda." Sahut Lang Tian dengan nada ragu.


Ketika mendengar ucapan mereka, Qing Shandian tertawa renyah sebelum berbicara. "Hahahahaha... Aku lupa menjelaskan sesuatu pada kalian. Tentu saja aku hanya akan bepergian bersama sembilan anggota kelompokku. Sedangakan untuk kalian, aku akan membawa kalian ke tempat lain." Pungkasnya sebelum kemudian dia melambaikan tangannya, membuka portal dunia jiwa yang besar. Dia dengan tenang berkata, "Kalian semua, ikuti aku. Jangan ada satu pun yang tertinggal."


"Baik, Tuan muda." Sahut enam kelompok Binatang Spiritual serempak.


"Zhifang, kalian semua juga ikut." Ucap Qing Shandian sambil berjalan memasuki portal putih transparan.


Setelah Qing Shandian masuk, Shi Zhifang dan delapan orang lainnya juga mengikuti, lalu disusul oleh enam pemimpin Binatang Spiritual, dan terakhir para anggotanya.


...…………………………...


Di dataran luas dunia jiwa yang tidak jauh dari area kelompok 'Kirin Es Bersayap', 'Rajawali Elemen Api Es', 'Beruang Es Yin Yang' dan 'Naga Giok Kembar Skala Tiga Warna', Qing Shandian dan kelompoknya berdiri dengan tenang menghadap enam kelompok Binatang Spiritual yang diam mematung tanpa sedikitpun pergerakan.


Qing Shandian berdehem keras dan berkata, "Eheemmm... Mulai sekarang, kalian semua akan menetap dan meningkatkan kekuatan disini. Aku hanya akan memanggil kalian disaat aku benar-benar membutuhkan bantuan kalian."


Ketika suara Qing Shandian jatuh, itu segera menyadarkan mereka semua. Sementara itu, Jiu Tou Long dengan terbata-bata bertanya, "Tu..Tu.. Tuan.. Tuan muda, dimana kita sekarang? Kenapa tempat ini memiliki kepadatan Qi Spiritual yang sangat tinggi? Bahkan, bahkan mungkin, itu puluhan kali lebih padat dari tempat kami sebelumnya."


"Itu benar, Tuan muda. Aku sangat setuju dengan pendapat Jiu Tou Long. Tempat ini sangat luarbiasa. Jika kami bisa menetap disini, mungkin dalam waktu singkat, kekuatan kami akan melambung lebih tinggi. Bahkan, mungkin kami bisa memasuki tingkat yang baru. Tingkat yang bahkan hanya ada dalam angan-angan dan mimpi kami." Sahut Hu Bing Yi dengan nada bersemangat. Ucapan Hu Bing Yi mendapat anggukan dari lima lainnya serta semua anggota mereka.


Qing Shandian tersenyum tipis dan berkata, "Kalian semua saat ini berada di duniaku, Dunia Jiwa. Jadi, kemanapun aku pergi, kalian semua sudah pasti akan mengikutiku. Apakah itu cukup untuk menjawab pertanyaan kalian sebelumnya?"


"Dunia Jiwa? Apa itu Tuan muda?" Sahut Lang Tian penasaran.


"Dunia jiwa adalah sebuah dunia yang terbentuk dalam jiwa seorang kultivator. Namun, untuk bisa membentuknya, itu tidak mudah. Aku tidak akan menjelaskan tentang itu lebih banyak. Saat ini, bukankah kalian perlu membangun sebuah tempat tinggal baru selama kalian dalam bentuk Binatang Spiritual?" Qing Shandian berkata dengan santai sambil tersenyum.


"Ahh... Tuan muda benar." Sahut Hu Bing Yi sedikit kaget ketika baru teringat bahwa mereka belum memiliki tempat tinggal.


Qing Shandian menggelengkan kepala, lalu berkata, "Buatlah tempat tinggal di area ini agar tidak berjauhan dengan kelompok 'Kirin Es Bersayap', 'Rajawali Elemen Api Es', 'Beruang Es Yin Yang' dan 'Naga Giok Kembar Skala Tiga Warna'. Di dunia ini, jika kalian pergi ke arah timur, kalian akan menemukan tempat tinggal pribadiku dan beberapa kediaman Klan. Selain itu, ada juga binatang kontrakku yang lain. Intinya, semua yang tinggal di dunia ini adalah bagian dari kita. Jadi, jangan ada yang berselisih."


"Kami mengerti, Tuan muda." Sahut mereka serempak.


"Bagus. Kalau begitu, aku akan pergi. Buatlah tempat tinggal sementara. Aku akan segera menyediakan 'Pil Perubahan Bentuk Binatang Spiritual' untuk kalian." Ucap Qing Shandian mengangguk ringan.


"Baik, Tuan muda." Sahut Hu Bing Yi dan lima pemimpin lainnya.


Setelah penjelasan singkat dan pengaturan itu, Qing Shandian dan sembilan anggota kelompoknya menghilang dari pamdangan.


...…………………………...


"Wuusshh"


Didepan tempat tinggal pribadinya, Qing Shandian dan sembilan anggota kelompoknya muncul. Qing Shandian menatap Shi Zhifang dan delapan orang lain nya dan berkata, "Kita akan beristirahat selama dua hari disini agar aksi kita tidak terlalu mencolok. Kalian bisa berkultivasi dengan tenang di Ruang Khusus Kultivasi. Jika merasa jenuh, kalian bisa mengunjungi Kediaman Klan Qing maupun yang lainnya untuk mengadakan latih tanding."


"Emm.. Aku setuju itu. Perburuan kita dua hari ini, membuat poin kita melejit naik dengan sangat cepat. Aku yakin, para orang tua di luar sana sangat terkejut sekaligus penasaran dengan kenaikan poin kita yang tiba-tiba." Sahut Shi Zhifang mengangguk ringan dan memegang dagunya.


Sun Mingzhou dengan cepat menyambung ucapan Shi Zhifang. "Aku juga berfikiran sama. Kami akan mengikuti pengaturanmu. Lagipula, berkultivasi disini juga akan sangat membantu peningkatan kekuatan kami. Sedangkan untuk latih tanding, kami akan melakukannya nanti."


"Lalu, bagaimana denganmu? Apakah kamu tidak akan berkultivasi?" Ucap Bao Yinxue ingin tahu.


Qing Shandian menggelengkan kepalanya ringan dan berkata, "Aku tidak akan berkultivasi untuk saat ini. Ada urusan lain yang harus aku selesaikan. Jadi, kalian pergilah."


"Ohhoo.. Shandian, apakah itu tentang kekasihmu? Hmm?" Sahut Shi Zhifang dengan tatapan menyelidik.


Qing Shandian terkekeh ringan sambil mengusap hidungnya dan berkata, "Hehe.. Bagaimana kamu tahu tentang itu? Tapi, tidak hanya itu yang ingin aku lakukan. Itu masih berkaitan dengan apa yang kita dapatkan dari situs peninggalan. Baiklah,, aku pergi dulu." Pungkasnya sebelum kemudian dia melesat menuju Kediaman Klan Qing.


Sun Mingzhou menepuk kepala Shi Zhifang dan menyahuti, "Bukankah kamu juga bisa melakukannya, jika kamu memiliki kekasih?" Pungkasnya sebelum kemudian dia berjalan ke arah Ruang Khusus Kultivasi.


"Ahh.. Mingzhou! Itu sakit! Lagipula, siapa yang mau denganku yang berwajah pas-pasan." Ucap Shi Zhifang sedikit berteriak sambil mengusap kapalanya sebelum kemudian dia menggerutu. Dia pun juga segera menyusul Sun Mingzhou.


Gerutuan Shi Zhifang dengan jelas di dengar oleh yang lain, sehingga itu membuat mereka tertawa dan terkikik.


...…………………………...


Kediaman Klan Qing.


Saat ini, suasana di halaman belakang tempat tinggal Qing Yuan tampak begitu semarak dan hidup. Qing Yuan, Lin Lianhua, Qing Shandian, Qing Wenrou, Mu Lingyun, Xie Feng Xue, dan Xue Shui Jing, duduk mengelilingi meja bundar besar.


Saat ini Qing Shandian terlihat canggung ketika diapit oleh Qing Wenrou dan Mu Lingyun di sebelah kanan, sementara di sebelah kiri ada Xie Feng Xue dan Xue Shui Jing. Dia dengan tidak berdaya berkata, "Apa kalian perlu mengapitku seperti ini? Apa tidak malu dilihat ayah dan ibu?"


"Kenapa kami harus malu? Lagipula, ayah Yuan dan ibu Lin tidak mempermasalahkan. Selain itu, An gege juga jarang kembali ke dunia jiwa, bukan?" Sahut Qing Wenrou dengan nada santai sambil memegang cangkir yang sedikit mengepulkan asap dengan kedua tangannya sebelum kemudian menyesap teh di dalamnya.


Mu Lingyun mengangguk ringan dan menyahut. "Itu benar, aku fikir tidak ada gunanya menjadi pemalu. Lagipula ayah Yuan dan Ibu Lin sudah mengetahui tentang hubungan kita."


"Haiihhh.. Sejak kapan kalian seakur dan sekompak ini? Kalian membuatku canggung didepan ayah dan ibu." Qing Shandian menghela nafas panjang ketika berbicara.


"Hihihi.. An gege tidak perlu mengeluhkan tentang kami. Cukup nikmati saja kebersamaan ini. Bukankah begitu, Shui Jing." Xie Feng Xue terkikik merdu sambil menutup bibirnya ketika menyahuti ucapan Qing Shandian.


Xue Shui Jing mengangguk ringan dan berbicara sambil tersenyum lebar. "Emm.. Itu benar. Lagipula, bukankah An gege sendiri yang memninta agar kami akur dan rukun? Karena itu, kami membuang sikao egois kami. Dan.... Beginilah sekarang."


Qing Yuan dan Lin Lianhua tersenyum lebar mendengar percakapan mereka. Lalu sambil mengusap dagunya, Qing Yuan berkata, "An'er, ngomong-ngomong, berapa lama kamu tinggal disini?"


"An'er akan tinggal disini selama dua hari. Kami terlalu cepat menaikkan poin perburuan. Jadi, untuk menghindari hal-hal yang merepotkan ketika kompetisi berakhir, An'er membuat pilihan ini. Selain itu, selama dua hari ini kelompok An'er juga bisa meningkatkan kekuatan mereka." Qing Shandian menatap Qing Yuan ketika dia menjawab pertanyaan itu sambil lalu menjelaskan seperlunya.


Lin Lianhua mengangguk faham. Dia berkata, "Kalau begitu bagus. Kamu tinggal disini bertepatan dengan acara latih tanding yang akan diadakan besok siang oleh semua klan. Apakah kamu mau mengikutinya, An'er?"


Qing Shandian menaikkan alisnya sebelah dan membalas, "Latih tanding? Kenapa An'er tidak tahu tentang hal itu?"


"Bocah bodoh! Bagaimana kamu bisa tahu jika kamu tidak pernah menanyakan apapun? Bukankah kamu selalu sibuk dengan urusanmu dengan dunia luar?" Sahut Qing Yuan sambil menggelengkan kepalanya.


Qing Shandian mengendikkan bahunya dan berkata, "Mau bagaimana lagi? An'er juga ingin menjadi lebih kuat. Selain itu, An'er membutuhkan pengalaman nyata. Dengan begitu, An'er tidak akan terlalu kaget jika suatu saat nanti terjadi hal tidak terduga yang merepotkan."


"Kami bisa mengerti itu. Lalu, apa kamu mau mengikuti acara itu?" Sahut Lin Lianhua dengan nada lembut.


Qing Shandian menggelengkan kepalanya ringan dan berkata, "An'er tidak akan ikut berpartisipasi latih tanding. Biarkan kelompok An'er yang mengikutinya. Itu akan bermanfaat untuk mereka."


"Ohh? Kenapa tidak ikut berpartisipasi? Bukankah itu bagus juga untukmu?" Ucap Qing Yuan penasaran.


Qing Shandian terkekeh ringan, lalu berkata, "Hehe... Tentu saja An'er tidak ikut. Lagipula, selain Wenrou, An'er fikir tidak ada satu pun yang bisa menjadi lawan An'er di dunia jiwa ini. Bukankah begitu, Wenrou?" Pungkasnya sebelum kemudian dia mengalihkan pandangannya ke arah Qing Wenrou sambil tersenyum lebar.


Mendengar penjelasan itu, selain Qing Wenrou, semua orang sedikit terkejut. Mereka dengan cepat menatap Qing Wenrou dengan tatapan ingin tahu. Lin Lianhua dengan pelan bertanya, "Rou'er, memangnya berada ditingkat apa kultivasimu sekarang?"


Qing Wenrou kebingungan untuk menjawab ketika mendengar pertanyaan itu. Dia menoleh ke arah Qing Shandian yang dibalas dengan senyum dan anggukan kecil. Setelah itu, dia menatap Lin Lianhua dan berkata, "Maafkan Wenrou, ibu Lin. Wenrou tidak bisa mengatakan pastinya. Namun, Wenrou bisa memberitahu kalian sedikit. Jika itu hanya melawan 1000 kultivator Saint King, Wenrou bisa mengalahkan mereka dengan mudah."


Ketika ucapan itu jatuh, semua orang ternganga terbelalak lebar. Jelas mereka sangat terkejut. Pertanyaan tentang seberapa kuat Qing Wenrou sebenarnya, terngiang-ngiang dalam fikiran mereka. Sesaat kemudian, mereka pun tersadar dan menenangkan diri dari keterkejutan.


Qing Yuan menelan ludah dengan kasar. Dia menghirup udara dalam-dalam, lalu berkata, "Sudahlah. Kita bicarakan yang lain saja. Ingat ini. Kalian jangan membandingkan diri dengan mereka. Mereka berdua layak mendapat julukan monster kecil tampan dan monster kecil cantik. Mereka tidak normal seperti kita." Pungkasnya sambil menatap Lin Lianhua, Mu Lingyun, Xie Feng Xue dan Xue Shui Jing bergantian.


"Ayah bau sialan! Kenapa kamu selalu menyebutku monster kecil? Benar-benar menyebalkan. Bagaimana bisa rupa tampan begini disebut monster?" Sahut Qing Shandian bersungut-sungut.


"Hihihi... An'er, ibu juga sependapat dengan ayahmu. Kamu telah menjadi monster kecil kami." Ucap Lin Lianhua terkikik merdu sambil menutup bibirnya.


"Ohh.. Ayolah, bu. Kenapa ibu juga berfikiran seperti ayah sialan yang bau itu. Coba ibu perhatikan baik-baik. Bukankah An'er masih sama tampannya, imut dan menggemaskan dengan sebelumnya?" Sahut Qing Shandian sambil melepas topengnya dengan nada yang dibuat seolah merasa teraniaya. Dia mengerucutkan bibirnya sambil menaik - turunkan alisnya secara bergantian. Dia berharap mendapat pembelaan dari Lin Lianhua.


Sayangnya, apa yang Qing Shandian harapkan tidak terjadi. Justru tingkahnya membuat semua orang tertawa terbahak - bahak hingga suara tawa itu terdengar seperti alunan musik.


...…………………………...


** Bersambung …