System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.53 - Musnahnya Klan Duan dan Klan Wen



Berdiri seorang diri di ruangan luas Kediaman Klan Mu, Qing Shandian dengan malas meregangkan tubuhnya. Namun setelah itu, tatapan matanya menjadi serius dan tajam. Dari informasi yang dia dapatkan dari Mu Yuanli, kekuatan tertinggi Klan Duan adalah pada tingkat Saint bintang 8, dan ada sembilan orang di tingkat Saint dengan rata-rata kekuatannya berada di Saint bintang 4. Sementara untuk Klan Wen, kekuatan tertinggi berada pada tingkat Saint bintang 9 puncak, dan para Tetua di tingkat Saint bintang 5 - 6.


Setelah mengingat informasi itu, Qing Shandian duduk bersila, mengeluarkan 2 butir 'Pil Pemulih Qi Spiritual' Kelas 8 Tingkat Tinggi, lalu menelannya. Memasuki mode pelatihan, dia menjalankan teknik 'Pusaran Elemen Langit' ke tingkat maksimal untuk mempercepat proses penyerapan khasiat pil. Tidak sampai dua menit, dia pun secara perlahan membuka matanya. Dia merasakan bahwa tubuhnya kembali bertenaga dengan dantiannya yang kembali terisi penuh. Perlahan berdiri, dia menggunakan 'Sayap Emas Petir Angin', sebelum lenyap tanpa jejak, menghilang ke udara tipis.


...…………………………...


"Wuusshh..."


Muncul di atas langit Kediaman Klan Duan, Qing Shandian tidak menunda waktu. Dia melepaskan auranya yang sangat ganas, diikuti oleh simbol bulan bintang yang muncul di dahinya. Kemudian, dia membentuk segel tangan yang terlihat rumit, lalu bergumam pelan.


"Petir Suci Semesta! Kemarahan Naga Petir Semesta! Meraunglah!"


"Raawwrrrrrr..."


"Duarr.. Duarr.. Duarr.. Duarr.. Duarr..."


Pusaran awan hitam legam berbalut petir tiga warna secara tiba-tiba muncul, diiringi suara raungan yang menggema menjangkau area luas. Secara perlahan, sosok naga petir tiga warna keluar dari dalam pusaran itu.


"Klan Duan, karena ulah kalian sendiri, maka jangan menyalahkan siapapun atas musnahnya klan kalian." Ucap Qing Shandian dengan nada dingin disertai kekuatan spiritual. Sehingga itu menggema melingkupi seluruh Kediaman Klan Duan.


Bersamaan dengan itu, keributan segera terjadi di seluruh Kediaman Klan Duan begitu suara raungan itu terdengar dan disusul oleh ucapan Qing Shandian.


"Anak muda, kau benar-benar memiliki keberanian untuk datang sendirian. Karena itu masalahnya, jangan berharap bisa keluar dari Klan Duan hidup-hidup!" Ucap Pemimpin Klan Duan yang melesat terbang ke arah Qing Shandian, diikuti oleh beberapa Tetua.


"Hahahahaha... Pak tua... Sudah terlambat untukmu menyelamatkan Klan-mu! Hancurkan untukku!" Qing Shandian tertawa keras ketika berbicara. Setelah itu, dia segera menghilang menjadi ketiadan dari tempatnya melayang.


"Raawwrrrrrrrr"


"Wuuussshhhhhh..."


Mengikuti selesainya ucapan Qing Shandian, naga petir tiga warna raksasa langsung melesat dengan cepat, menerjang ke arah Pemimpin Klan Duan, dan terus melesat ke Kediaman Klan Duan.


"Duarr.. Duarr.. Duarr.. Duarr.. Duarr..."


"Tidaakkkkkk!!!!" Teriak Pemimpin Klan Duan sebelum dilenyapkan oleh naga petir yang menerkam ke arahnya.


"Boooommmmmmmm......"


Ledakan hebat disertai badai energi yang mengamuk meluluh-lantakkan seluruh Kediaman Klan Duan beserta seluruh anggotanya. Guncangan hebat menggetarkan bumi sekali lagi terjadi, menyebabkan keributan dimana-mana. Banyak tokoh kuat yang bergerak secepat yang mereka bisa menuju arah sumber ledakan. Sayangnya, mereka terlambat selangkah. Yang mereka lihat hanyalah sebuah kubangan dalam tanpa satu jiwa pun yang hidup dengan debu yang mengepul. Sisa-sisa badai energi bahkan masih jelas terasa. Serangan itu, jelas membawa kekuatan penghancur yang sangat ganas dan liar.


...…………………………...


"Wuusshhh.."


Setelah memusnahkan Klan Duan, Qing Shandian segera menuju target selanjutnya, Klan Wen. Melayang dengan tenang di atas langit Kediaman Klan Wen, Qing Shandian dengan cepat mengeluarkan 'Pil Pemulih Qi Spiritual' dan langsung menelannya, lalu menyerap khasiatnya. Satu menit kemudian, dia mengeluarkan nafas keruh, lalu kembali melepaskan aura ganasnya, diikuti simbol bulan bintang yang muncul, dan dengan cepat membentuk segel tangan yang rumit sekali lagi.


"Petir Suci Semesta! Kemarahan Naga Petir Semesta! Meraunglah!"


"Raawwrrrrrr..."


"Duarr.. Duarr.. Duarr.. Duarr.. Duarr..."


"Hancurkan untukku!"


"Duarr.. Duarr.. Duarr.. Duarr.. Duarr..."


"Boooommmmmmmm......"


Ketika ledakan itu terjadi, Qing Shandian tidak segera pergi. Dia dengan dingin menatap ke arah Kediaman Klan Wen yang telah menghilang dengan kepulan debu yang membumbung tinggi, menyisakan sebuah kubangan yang dalam. Namun, masih ada satu orang yang masih hidup dan mencoba untuk berdiri. Dia terlihat sangat lemah dengan aura yang kacau dan menatap ke arah Qing Shandian yang berdiri dengan tenang di langit.


Qing Shandian mengabaikan tatapan itu. Dia menghilang dari langit, dan muncul di depan orang itu. Orang itu terlihat tua dengan rambut putih panjang, dengan jenggot tebal yang menghiasi dagunya, pakaian cokelat terang namun sudah sangat berantakan. Dengan nada dingin Qing Shandian berkata, "Pak tua Wen, bagaimana rasanya dimusnahkan? Apakah itu membuatmu puas? Kau tentu sudah banyak makan garamnya dunia bukan? Tapi sayangnya, kau tidak belajar dari semua itu. Kau memang kuat, tapi kau juga melupakan hal lain. Diatas langit masih ada langit. Pak tua Wen, tidak semua orang bisa dengan mudah untuk kau tindas. Dan itu termasuk aku. Aku tidak pernah mengusik siapapun kecuali mereka mengusikku terlebih dahulu. Apakah kau ingin mengatakan sesuatu?"


Orang itu tidak lain adalah Pemimpin Klan Wen. Dia menatap Qing Shandian lekat-lekat, sebelum kemudian dengan suara serak dan lemah dia berkata, "Anak muda, kau sangat kuat. Aku tahu apa kesalahanku. Aku telah dibutakan oleh kekuatan dan kekuasaan. Aku hanya punya satu pertanyaan untukmu."


"Katakan." Sahut Qing Shandian singkat.


"Anak muda, dari teknik yang kamu gunakan, apakah kamu dari Klan Qing? Jika benar, siapa namamu?" Ucap Pemimpin Klan Wen dengan lemah.


"Benar. Aku dari Klan Qing. Namaku Qing Shandian." Qing Shandian berkata tanpa ada perubahan ekspresi. Meskipun, sebenarnya dia terkejut karena Pemimpin Klan Wen mengetahui asalnya.


"Hahaha.. Tidak aku sangka, bahwa sebenarnya aku telah menjadikan Klan temanku sendiri menjadi musuhku.. Sungguh ironi.. Anak muda, sampaikan salamku untuk Qing Rui jika kamu kembali ke Klan-mu. Dia adalah seorang teman yang baik. Uhukk..uhukk..uhukk.. Aku hanya.. punya.. permintaan terakhir untukmu. Tolong, biarkan.. mayatku utuh dan kuburkan.. aku dengan layak. Maafkan aku.. telah.. menjadikanmu target.. pembunuhan..." Pemimpin Klan Wen berbicara dengan suara lemah menggunakan sisa kekuatannya sebelum akhirnya dia mati dengan senyum penyesalan di wajahnya.


Qing Shandian hanya menatap dengan dingin sebelum bergerak dengan cepat menguburkan mayat Pemimpin Klan Wen. Setelah itu, dia melambaikan tangannya.


"Wuusshh"


Seorang pria tua mengenakan jubah hitam perak, yang tidak lain adalah kakeknya sendiri, Qing Rui, muncul dari udara tipis. Dia mengerutkan kening sebelum bertanya pada Qing Shandian. "An'er, dimana ini? Kenapa kakek merasa tidak asing dengan tempat ini?"


Qing Shandian memandang kakeknya sesaat sebelum berkata, "Tempat ini, adalah bekas Kediaman Klan Wen, Kota Matahari Terbit. Didepan kakek, itu adalah makam Pemimpin Klan Wen. Dia bilang, kakek adalah teman yang baik baginya."


Qing Rui yang mendengar penjelasan Qing Shandian pun berdiri mematung dengan tubuh bergetar lembut. Dia menghirup nafas dalam-dalam sebelum bertanya, "Apakah... Apakah kamu yang memusnahkan Klan nya, An'er?"


"Benar. An'er yang memusnahkan mereka. Jika kakek ingin membenci An'er, silakan. Beginilah An'er, kek. An'er tidak pernah mengusik siapapun kecuali mereka mengusikku terlebih dahulu." Qing Shandian berbicara dengan tenang namun tatapannya melayang jauh.


Qing Rui tidak segera menimpali. Dia menatap Qing Shandian dengan tatapan kompleks. Menghela nafas ringan, dia berkata, "Hahh.. Semua sudah terjadi. Tidak ada gunanya menyesali apapun. Kamu melakukan ini, pasti bukan karena masalah kecil. Kakek tidak akan menyalahkanmu."


"Sebenarnya, semua ini berawal dari masalah kecil ketika An'er pertama kali memasuki kota ini. An'er sudah memberikan peringatan yang jelas. Namun, belum ada satu malam, mereka sudah menyewa pembunuh bayaran dari Organisasi Pembunuh Bayangan. Jumlah mereka yang ingin membunuh An'er juga tidak main-main. 20 Sovereign, 15 Nirvana dan 5 Saint. Bagaimana menurut kakek? Jika An'er tidak kuat seperti saat ini, maka An'er yang akan mati." Qing Shandian menjelaskan semua secara singkat tentang apa yang terjadi.


"Begitu banyak?! Lalu, apa yang terjadi pada mereka?" Qing Rui dengan kaget menimpali.


"Mereka? Mereka sudah An'er jadikan nutrisi untuk perkembangan dunia kita. Bukankah kakek juga merasakannya? Menurut kakek darimana datangnya Qi Spiritual yang terus meningkat?" Sahut Qing Shandian dengan nada malas..


"Uuhh.. An'er, kamu benar-benar telah melampaui ekspektasi kakek. Kamu sekarang menjadi semakin misterius. Tapi, karena kamu juga, semuanya bisa meningkat lebih cepat. Tidak butuh waktu lama sebelum semuanya benar-benar bangkit sepenuhnya." Ucap Qing Rui dengan nada bersemangat.


"Baiklah, An'er akan mengirim kakek kembali. An'er juga harus melakukan perjalanan jauh setelah ini. Jika An'er memiliki waktu luang, An'er pasti akan kembali." Sahut Qing Shandian menjelaskan singkat.


"Kamu harus berhati-hati. Pulanglah jika kamu lelah. Keluargamu akan selalu menyambut kedatanganmu." Ucap Qing Rui sambil tersenyum lembut, dan dibalas dengan anggukan oleh Qing Shandian, sebelum akhirnya dia menghilang dari tempatnya berdiri.


Ketika suasana menjadi tenang, Qing Shandian segera melayang ke langit menggunakan 'Sayap Emas Petir Angin'. Kemudian, dia menyapukan pandangannya ke semua orang yang berkerumun menyaksikan Klan Wen yang telah musnah. Dia berkata, "Semuanya, urusanku di kota ini telah selesai. Maaf telah mengganggu kenyamanan kalian. Aku hanya akan mengingatkan dua hal. Pertama, jangan sembarangan menyinggung seseorang, atau akhirnya akan menjadi seperti Klan Duan dan Klan Wen. Kedua, anggota Organisasi Pembunuh Bayangan di tingkat Saint dan Nirvana telah banyak yang aku musnahkan. Jadi, jika kalian merasa organisasi mereka adalah perusak keharmonisan kota kalian, maka ini akan menjadi saat yang tepat untuk memusnahkan mereka sampai ke akarnya. Aku rasa, cukup itu saja. Aku berharap, suatu saat kota Matahari Terbit menjadi jauh lebih baik dan berkembang." Pungkasnya sebelum kemudian dia melesat dengan sangat cepat ke arah utara melebihi kultivator tingkat Saint.


Sementara itu, semua orang yang memandang menghilangnya Qing Shandian ke kejauhan, mereka menjadi bersemangat karena suatu hal. Klan Duan dan Klan Wen telah musnah. Organisasi Pembunuh Bayangan juga telah banyak mengalami kerugian besar. Mereka segera berbondong-bondong menuju suatu arah dengan semangat yang berkobar.


...…………………………...


** Bersambung …