
Setelah selesai dengan aktivitas di ruang pemurnian, Xie Feng Xue mengajak Qing Shandian ke ruangannya. Dia tidak segera melanjutkan perbincangannya. Tetapi, dia meminta Qing Shandian untuk membersihkan diri terlebih dahulu karena hari sudah malam. Setelah beberapa saat, Qing Shandian pun selesai membersihkan diri tanpa mengenakan Topeng Giok Naga-nya, dan Xie Feng Xue menjadi yang berikutnya.
Ketika bayangan Xie Feng Xue tidak lagi terlihat, Qing Shandian merenung, merasa aneh dengan dirinya. Entah kenapa, saat bersama dengan Xie Feng Xue tidak membuatnya merasa canggung sama sekali. Seolah-olah seperti mereka telah lama saling mengenal satu sama lain.
Lima belas menit kemudian, Xie Feng Xue keluar dari kamar mandi. Dia mengenakan pakaian yang sedikit longgar dengan warna putih, dan pita kecil yang mengikat bagian pinggangnya. Rambut panjang yang tetap diikat rapi, wajah putih oval yang masih menyisakan sedikit air, membuatnya terlihat semakin kontras, cantik alami. Bahkan itu membuat Qing Shandian yang sedang duduk di tepian ranjang menatapnya tanpa berkedip.
Xie Feng Xue dengan langkah ringan berjalan menghampiri Qing Shandian dan segera duduk disampingnya. Melihat tatapan Qing Shandian yang tidak berkedip sedikitpun, dia terkikik merdu sambil menutup bibirnya, lalu berkata, "Hihihihi..... An gege, apa yang kamu lihat sampai tidak berkedip?"
"Seorang bidadari yang sangat cantik." Ucap Qing Shandian yang masih terpaku pada kecantikan Xie Feng Xue, sebelum kemudian dia tersadar dan berkata, "Feng Xue, apa ada yang salah?"
Mendengar ucapan itu, pipi Xie Feng Xue merona merah lalu memalingkan wajahnya agar Qing Shandian tidak melihatnya. Dia dengan tenang menjawab, "Tidak ada. An gege hanya terlalu sembrono."
Mendapat jawaban tanpa melihat wajah Xie Feng Xue, Qing Shandian segera mengulurkan tangannya, dan menangkup wajahnya, lalu di arahkan ke pandangannya. Setelah itu, senyum lebar tampak mengembang menghias wajah Qing Shandian. Dia dengan lembut berkata, "Kenapa Feng Xue terlihat malu? Apa aku sudah menggodamu tanpa aku sadari?"
Xie Feng Xue, dengan wajahnya yang masih merona merah mengedipkan matanya sebelum menerkam Qing Shandian, lalu menyembunyikan wajah merahnya di dada bidang Qing Shandian. Namun, karena Qing Shandian tidak siap dengan terkamannya, itu membuat posisi mereka terlihat ambigu, dengan tubuhnya menindih tubuh Qing Shandian. Dia memberontak ingin melarikan diri, tapi dia tidak bisa, karena Qing Shandian memeluknya dengan erat. Dengan suara lirih dia berkata, "An gege, cepat lepaskan aku. Posisi ini agak aneh bukan?"
"Hehe.. Tidak apa-apa Feng Xue. Aku merasa nyaman dalam posisi ini. Jadi, tetap diam. Jangan membuat keributan." Qing Shandian terkekeh sebelum akhirnya berbicara sambil mengusap pelan punggung Xie Feng Xue.
"Emmhh..."
Desa han kecil akhirnya lolos dari bibir Xie Feng Xue ketika punggungnya diusap oleh Qing Shandian, dan diikuti dengan tubuhnya yang bergetar halus. Dia merasa seperti disengat oleh aliran listrik kecil. Kemudian dia mendongakkan kepalanya menatap Qing Shandian dengan bibirnya yang mengerucut.
Ketika Qing Shandian mendengar desa han kecil Xie Feng Xue, dia juga balas menatapnya. Dia pun menurunkan tangannya sedikit, lalu mengusap lembut pinggang kecil Xie Feng Xue dari bawah ke atas.
"Mmmhh.. Aahh..."
Ketika desa han itu kembali lolos, Xie Feng Xue sedikit membuka bibirnya, dan Qing Shandian secara tiba-tiba memagut bibir cerinya terlihat berkilau dibawah remang cahaya yang terpancar dari batu bulan. Xie Feng Xue membelalakkan matanya ketika Qing Shandian mencium bibirnya. Dia ingin memberontak, namun tangan Qing Shandian yang lain telah berulah di area yang berbeda, sehingga menyebabkan fikiran Xie Feng Xue menjadi kosong, menyebabkan tubuhnya seolah kaku disengat listrik kecil.
Qing Shandian juga seperti kerasukan oleh suatu hal. Dia seolah tidak bisa mengendalikan dirinya, dan terbawa dalam suasana. Tangannya bergerilya dari satu tempat ke tempat yang lain, sementara bibirnya memagut bibir Xie Feng Xue yang kemudian juga dibalas dengan pagutannya.
Setelah beberapa saat, mereka berdua melepaskan pagutan bibir mereka. Qing Shandian menatap Xie Feng Xue dengan tatapan lembut, begitupun sebaliknya dengan Xie Feng Xue.
Qing Shandian pun membalikkan tubuh mereka, dengan Xie Feng Xue yang kini berada di bawah kungkungannya. Sekali lagi, Qing Shandian memagut bibir ceri dihadapannya yang dibalas dengan pagutan Xie Feng Xue, sehingga mereka berdua saling memagut satu sama lain. Lidah mereka berdua saling bertaut, membelit dan melilit, menar-nari di dalam kegelapan. Tangan Qing Shandian juga tidak tinggal diam. Mereka seumpama selancar yang berada di puncak bersalju, meliuk-liuk menjelajahi area yang luas, dan itu berhenti ketika dihadapkan dengan puncak lain yang menjulang tinggi. Berputar-putar dengan pelan, sebelum akhirnya mulai merem*s nya dengan lembut.
"Mmmhh.."
******* kecil kembali lolos dari mulut kecil Xie Feng Xue disela pagutan mereka berdua.
Qing Shandian pun akhirnya tersadar dengan ulahnya. Dia melepaskan pagutannya dengan lembut, dan sekali lagi memberikan rem*san di tempat itu sebelum menyingkirkan tangannya dari sesuatu yang kenyal dan lembut itu. Dia dengan lembut mengecup kening Xie Feng Xue, lalu berkata dengan nada bersalah, "Feng Xue, maafkan aku sudah berlebihan. Aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri." Pungkasnya sebelum membaringkan tubuhnya disamping Xie Feng Xue.
Ketika mendengar nada bersalah Qing Shandian, Xie Feng Xue tidak segera menjawab. Dia merapatkan tubuhnya ke tubuh Qing Shandian dan memeluknya, dengan kepalanya bersandar di lengan Qing Shandian. Lalu dengan suara lembut dia berkata, "An gege tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Feng Xue tidak marah. Jika tidak sekarang, mungkin suatu hari juga akan terjadi."
Qing Shandian pun membalas pelukan Xie Feng Xue dengan memeluk erat bahunya sambil mencium puncak kepalanya, lalu berkata, "Aku tahu itu. Feng Xue, apakah kamu mau mendengar sedikit tentangku?"
"Apa itu? Feng Xue akan mendengarnya." Sahut Feng Xue dengan suara pelan, dan rasa ingin tahu.
"Haahhh... Aku harap kamu tidak membenciku setelah ini. Karena aku telah banyak menyentuh bagian tubuhmu, aku pasti bertanggung jawab untukmu." Qing Shandian menghela nafas ringan sebelum berbicara. Setelah itu di berhenti sejenak dan melanjutkan ucapannya. "Sebelum mengenalmu, aku juga mengenal dua gadis lain. Yang pertama adalah Qing Wenrou. Itu nama yang aku berikan untuknya. Aku bisa sampai pada titik sekarang ini, semua karena dia yang selalu membantuku. Yang kedua adalah Mu Lingyun. Dia salah satu Tetua dari sebuah sekte yang berada di kota Bulan Jingga, Sekte Bulan Jingga. Saat itu, gelombang serangan Binatang Spiritual tiba-tiba mengepung semua sisi kota, dan semua orang bergandengan tangan untuk melawan. Ketika pertempuran yang tidak seimbang terjadi, aku pun akhirnya turun tangan. Setelah itu, aku menyelamatkannya dari kematian, hingga akhirnya dia juga mengikuti. Itulah yang ingin aku katakan padamu. Jika kamu ingin membenciku, aku tidak akan mengeluh sedikitpun. Tapi ketahuilah, bahwa kamu adalah wanita pertama yang mendapatkan ciuman pertamaku.. Haahhh..." Pungkasnya dengan menghela nafas panjang.
Begitu Qing Shandian menyelesaikan ucapannya, suasana dalam ruangan itu menjadi sunyi. Hanya ada suara nafas diantara mereka berdua. Xie Feng Xue tidak segera menjawab. Dia mengencangkan pelukannya, kemudian berkata, "Feng Xue tidak akan membenci An gege. Ini pilihan Feng Xue sendiri untuk mengikuti An gege. Jika Feng Xue boleh jujur, sejak kehadiran An gege, Feng Xue merasa bahagia. Perasaan sepi dan kosong di hati Feng Xue juga lenyap begitu saja."
Qing Shandian mengeratkan dekapannya di bahu Xie Feng Xue, lalu berkata, "Terimakasih, Feng Xue... Ngomong - ngomong, haruskah kita melanjutkan yang tadi? Aku belum puas merasakannya. Seolah itu dengan mudah meluncur seumpama berselancar menuruni puncak salju."
"Dasar An gege mesum..." Sahut Xie Feng Xue bersungut-sungut sambil mengulurkan tangannya menggapai sesuatu dibalik pakaian Qing Shandian sebelum menggenggamnya dengan kuat.
"Ahhhh... Feng Xue.. Tolong jangan yang itu. Jika itu patah, masa depan kita akan suram..aahhh.. Ampun.. Ampun.. Aku salah, aku salah." Teriak Qing Shandian sambil berbicara dengan suara yang bergetar dan tubuh merinding.
"Apanya yang suram. Paling-paling hanya An gege yang masa depannya suram..." Sahut Xie Feng Xue yang masih bersungut-sungut, namun segera melepaskan sesuatu yang berada dalam genggamannya, lalu mengusapnya dengan lembut untuk beberapa saat, sehingga menyebabkannya bangkit sempurna menjulang tinggi dan kokoh. Ketika melihat itu, mata Xie Feng Xue terbelalak kaget. Dengan suara bergetar, dia pun berkata, "An gege, apakah itu asli? Bagaimana bisa begitu besar? Bagaimana jika itu menerobos ruang kehampaanku? Bukankah itu akan membuat ruang kehampaanku robek?"
"Feng Xue, kamu harus bertanggung jawab karena sudah membangunkannya, atau itu akan benar-benar memakanmu malam ini juga." Ucap Qing Shandian menakut-nakuti.
"An gege... La..lalu, ba..bagaimana caranya? A.. Aku tidak tahu harus bagaimana." Sahut Xie Feng Xue dengan tubuhnya yang bergetar hebat sambil terus menatap hal yang tersaji dalam pandangannya.
"Bagaimana jika kamu membantuku dengan dua ini?" Ucap Qing Shandian sambil memegang daging yang menggembung yang menempel di dadanya.
"Oke... Ayo cepat, An gege.. Aku tidak ingin itu memakanku malam ini.." Sahut Xie Feng Xue harap-harap cemas.
Qing Shandian mengecup puncak kepala Xie Feng Xue. Dia terkikik pelan sebelum berkata, "Hihi.. Sudah, biarkan saja. Nanti akan tidur dengan sendirinya. Kita harus beristirahat. Aku sangat lelah karena dari kemarin aku belum tidur." Pungkasnya sambil tangannya tidak berhenti memainkan sesuatu yang terasa kenyal dan lembut.
"Mmmhhh... Dasar An gege mesum..." Ucap Xie Feng Xue sambil menahan desa han nya.
"Apakah itu terasa enak? Hmm?" Ucap Qing Shandian pelan.
"Emm... Ya.. Itu terasa aneh, tapi enak..." Sahut Xie Feng Xue sebelum akhirnya dia bangkit dari pelukan Qing Shandian, dan mereka pun kembali mengulangi kegiatan yang terputus sebelumnya.
...…………………………...
Qing Shandian memperhatikan wajah tenang Xie Feng Xue yang masih terlelap. Sambil tersenyum, dia dengan lembut mengusap pipi Xie Feng Xue dan berkata, "Feng Xue, ayo bangun. Hari sudah pagi."
Ketika mendengar sebuah suara diiringi usapan lembut di pipinya, Xie Feng Xue menggerakkan pelan kepalanya. Dia secara perlahan membuka matanya, lalu sedikit menggoletkan badannya, turun dari atas tubuh Qing Shandian. Dia pun duduk, lalu sambil mengucek mata dia berkata, "Selamat pagi, An gege."
Qing Shandian juga segera duduk ketika Xie Feng Xue telah turun dari tubuhnya. Dia tersenyum tipis dan berkata, "Selamat pagi juga, Feng Xue. Sepertinya kamu sangat menikmati waktu tidurmu."
"Emm.. Aku belum pernah tidur hingga senyaman dan selelap itu sebelumnya." Xie Feng Xue berbicara dengan nada lembut diringi senyum manis di bibirnya, sambil menatap Qing Shandian.
"Bagus jika begitu. Sekarang, bersihkan dirimu terlebih dahulu. Aku akan menjadi yang berikutnya. Bukankah hari ini kamu bilang akan mengumpulkan para Tetua Asosiasi Alkemis?" Ucap Qing Shandian dengan nada lembut.
"Baik. Tapi, An gege tidak boleh mengintip. Jika sampai ketahuan mengintip..." Sahut Xie Feng Xue sambil mengarahkan kepalan tangannya ke arah Qing Shandian, kemudian dia perlahan turun dari tempat tidur dan segera bergegas membersihkan diri.
"Hihi.. Feng Xue, aku tidak akan mengintipmu, tapi hanya melihatnya secara langsung." Celetuk Qing Shandian sambil terkikik.
"Dasar An gege mesum.." Sahut Xie Feng Xue dengan nada bersungut-sungut.
...…………………………...
Tiga puluh menit telah berlalu. Qing Shandian dan Xie Feng Xue keluar dari kamar, dan berjalan berdampingan menuju Aula Pertemuan di lantai empat.
Tidak sampai dua menit, mereka pun akhirnya sampai di Aula Pertemuan. Di ruangan itu, 22 Tetua Asosiasi Alkemis telah berkumpul, dan saling berbincang dengan berbagai topik pembicaraan seputar pemurnian pil. Namun, mereka segera mengakhiri perbincangan itu ketika mendengar suara langkah kaki memasuki ruangan. Pandangan mereka segera beralih ke arah Qing Shandian dan Xie Feng Xue.
Sementara itu, Qing Shandian yang melihat kursi kosong yang dekat pintu masuk pun segera duduk. Sedangkan Xie Feng Xue tetap melanjutkan langkahnya menuju kursi Ketua, sebelum akhirnya dia duduk dengan tenang.
Xie Feng Xue menyapukan pandangan ke arah semua Tetua yang ada dalam ruangan itu. Dia menghirup nafas dalam sebelum berbicara.
"Semuanya, terimakasih telah datang untuk menghadiri pertemuan kali ini. Aku tidak akan banyak berbasa-basi. Tujuanku mengadakan pertemuan ini adalah karena aku ingin menyampaikan beberapa hal penting untuk kalian semua."
Setelah menyampaikan ucapan pembukanya, Xie Feng Xue memandang para Tetua dengan tatapan serius. Lalu dengan nada serius juga, dia berkata, "Hal pertama yang ingin aku sampaikan adalah tentang etika seorang Alkemis. Aku rasa kalian semua sudah tahu apa maksudku bukan? Jadi, untuk kedepannya, aku berharap agar kalian menjadi lebih baik. Hal yang kedua adalah, aku ingin mengatakan pada kalian, bahwa mulai hari ini, aku akan mengundurkan diri dari posisiku sebagai Ketua Asosiasi Alkemis."
Begitu ucapan itu jatuh, keributan pun segera terjadi. Di wajah mereka nampak jelas rasa kebingungan. Hingga akhirnya, salah satu Tetua di kursi terdepan sebelah kanan pun berkata, "Maaf, Ketua Xue. Kenapa kamu tiba-tiba ingin mengundurkan diri dari posisi Ketua? Apakah sesuatu telah terjadi? Jika benar, mungkin kami semua bisa membantu."
Sekali lagi, Xie Feng Xue menyapukan pandangannya ke semua Tetua. Dia mengangkat tangan kanannya agar semua kembali tenang, sebelum kemudian dia berkata, "Bukan apa-apa. Hanya saja, aku akan melakukan perjalanan yang sangat panjang, dan itu akan membutuhkan waktu bertahun - tahun. Aku ingin meningkatkan kemampuanku dalam pemurnian pil agar lebih baik. Selain itu, aku juga perlu meningkatkan kultibasiku. Itulah kenapa aku memilih untuk mengundurkan diri dari posisi Ketua Asosiasi Alkemis."
"Lalu, bagaimana dengan Asosiasi Alkemis jika tanpa seorang Ketua? Bukankah itu akan menyebabkan kekacauan?" Sahut Tetua yang duduk di kursi terdepan sebelah kanan, diikuti anggukan setuju dari Tetua yang lainnya.
"Tetua Kong, semuanya, ini juga termasuk yang ingin aku sampaikan pada kalian semua. Hal ketiga adalah memilih seorang Ketua yang baru. Aku tidak ingin kalian berfikiran bahwa aku mendiskriminasi yang lain. Karena itu, kalian bisa menentukan, siapa kandidat terbaik menurut kalian. Jangan asal memilih secara acak, tapi pertimbangkan bagaimana Asosiasi Alkemis kedepannya." Xie Feng Xue berbicara dengan nada tenang sambil memandang para Tetua dalam ruangan itu.
Mendengar penuturan Xie Feng Xue, para Tetua itu saling bertukar pandang dan berembug. Sepuluh menit berlalu, dan para Tetua kembali ke ketenangannya masing-masing.
Tetua yang duduk di kursi terdepan sebelah kanan, yang dipanggil Tetua Kong, menghirup udara dalam-dalam. Dia menatap semua Tetua dengan tatapan tidak berdaya. Lalu dengan sedikit ragu dia berkata, "Ketua Xue, seperti yang kamu dengar, bahwa mereka semua memilihku sebagai kandidat Ketua selanjutnya. Apakah Ketua Xue keberatan?"
"Tetua Kong, keputusan itu adalah milik kalian. Aku tidak mungkin untuk tidak setuju. Karena kalian semua sudah sepakat dengan hasil musyawarah kalian, maka mulai hari ini, aku menyatakan Tetua Kong sebagai Ketua baru Asosiasi Alkemis Wilayah Timur. Yang terpenting dan perlu kalian tanamkan pada diri kalian adalah etika baik seorang alkemis. Tanpa mereka yang membutuhkan kita, apa gunanya menjadi seorang alkemis? Selama itu hal baik, jangan asal membabi buta mengambil tindakan secara acak dan tanpa fikir panjang. Seperti sebelumnya, apa kalian tahu, bagaimana Tuan muda di ujung sana menjalani ujian alkemis yang aku awasi secara pribadi?" Xie Feng Xue berbicara sambil menyapukan pandangannya ke arah Qing Shandian.
Para Tetua akhirnya sadar dengan kehadiran Qing Shandian yang selama ini diam di kursi paling belakang. Ucapan Xie Feng Xue membuat mereka menerka - nerka dalam hati, bagaimana hasil ujian itu.
Tetua yang duduk di kursi terdepan sebelah kanan, yang dipanggil Tetua Kong, karena rasa penasarannya, dia segera menyahuti, "Ketua Xue, jika kamu tidak keberatan, bisakah kamu menjelaskan kepada kami bagaimana hasilnya?"
Xie Feng Xue tersenyum tipis ketika mendengar pertanyaan Tetua Kong. Dengan nada ringan berkata, "Apa kalian ingat tentang resep 'Pil Roh Peremajaan' yang kita dapatkan dari pelelangan beberapa tahun yang lalu?"
"Apakah maksud Ketua Xue adalah resep pil yang selalu membuat Ketua Xue frustasi?" Sahut Tetua yang duduk di kursi terdepan sebelah kiri dengan penasaran.
Xie Feng Xue mengangguk ringan dan berkata, "Tetua Lang benar, memang itu. Tuan muda dengan sempurna telah memperbaiki resep pil itu, dan berhasil memurnikannya dengan kualitas sempurna. Kalian periksalah ini." Pungkasnya sebelum kemudian dia mengeluarkan dan menyerahkan botol giok putih transparan yang berisi satu butir pil kepada Tetua Lang yang duduk di kursi terdepan sebelah kiri.
Tetua Lang segera menerimanya dengan hati-hati. Dia membuka tutup botol giok itu dan menuangkan isinya, sehingga terpampanglah sebuah pil bulat mutiwarna transparan yang berkilauan. Tangan Tetua Lang terlihat gemetar, dan dengan sedikit terkejut dia berkata, "Luarbiasa. Sungguh spiritualitas yang berlimpah. Bahkan aura vitalitas dari pil ini juga sama. Kemurniannya mencapai 100%. Tanpa kotoran apapun."
Tetua Lang segera mengalihkan pandangannya ke arah Qing Shandian yang duduk dengan tenang seolah tidak terganggu, lalu menyerahkan pil ditangannya kepada Tetua yang lain.
Melihat betapa bersemangatnya para Tetua itu, Xie Feng Xue segera berkata, "Baiklah. Aku rasa pertemuan ini sudah mencapai hasil yang diperlukan. Aku minta maaf pada kalian semua para Tetua, karna tidak bisa untuk terus ikut mengembangkan Asosiasi Alkemis. Tapi, sebelum aku pergi, Resep 'Pil Roh Peremajaan' yang sudah disempurnakan ini akan aku berikan sebagai hadiah perpisahan dariku. Aku berharap, itu akan menjadi dobrakan bagi Asosiasi Alkemis untuk lebih berkembang." Pungkasnya sambil lalu menyerahkan gulungan giok berwarna hitam kepada Tetua Kong.
Tetua Kong yang menerima gulungan giok itu gemetar halus. Dia menghirup nafas panjang dan berkata, "Ketua Xue, aku pasti melakukan yang terbaik bersama semua anggota Asosiasi Alkemis."
Xie Feng Xue mengangguk ringan dan berkata, "Emm.. Baiklah, kita akhiri pertemuan ini. Semua bisa kembali ke tugas kalian masing-masing. Aku juga harus segera memulai perjalananku." Pungkasnya sebelum dia kemudian berdiri secara perlahan, diikuti oleh semua Tetua.
"Baik, Ketua Xue." Sahut para Tetua dengan sedikit membungkuk sambil menangkupkan kedua tangan.
Setelah itu, semua orang pun bubar. Sementara Qing Shandian dan Xie Feng Xue adalah orang terakhir yang meninggalkan ruangan.
...…………………………...
** Bersambung …