System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.72 - Hari Pertama Kompetisi 2



Mengumpulkan Peninggalan Qin Laohu


Di dalam ruangan luas, Qing Shandian masih terlihat terbaring tidak sadarkan diri. Sementara itu, Shi Zhifang dan delapan orang lainnya terlihat sibuk memeriksa berbagai hal yang ada di dalam ruangan itu.


Bulu mata Qing Shandian bergetar lembut. Secara perlahan, matanya mulai terbuka. Dia merintih lirih dan berusaha duduk. Setelah pandangannya kembali jelas, dia menatap ke arah kotak kristal yang tidak jauh darinya, lalu segera meraihnya. Tanpa melihat isinya, Qing Shandian segera menyimpannya ke dalam 'Inventory' system. Dia berdiri dan meregangkan tubuhnya dengan malas, lalu memandang ke arah kelompoknya. Dia berjalan mendekat dan berkata, "Bagaimana itu? Aakah kalian menemukan sesuatu yang baik?"


Ketika suara Qing Shandian jatuh, Shi Zhifang segera bereaksi lebih dulu. Dia bergegas menghampiri Qing Shandian dan berkata, "Shandian, apakah kamu masih merasakan sakit? Apakah kamu baik-baik saja?"


Qing Shandian tersenyum, lalu berkata, "Aku baik-baik saja sekarang. Aku hanya menerima terlalu banyak informasi, sehingga itu membuatku kesakitan. Maafkan aku sudah membuat kalian cemas. Ngomong-ngomong, apakah kalian mendapatkan sesuatu yang baik?"


"Hehe.. Tentang pil yang ada dalam botol giok, kami tidak bisa mengidentifikasinya. Tapi kami menemukan beberapa teknik bertarung kelas surga tingkat tinggi yang sesuai dengan keahlian kami." Sahut Shi Zhifang sambil terkekeh ringan.


Qing Shandian mengangguk dan berkata, "Itu berita yang bagus. Lalu, kenapa kalian tidak menyimpan Batu Spiritual, Senjata dan Baju Pelindung?"


Sun Mingzhou segera menyahuti dengan nada tenang. "Shandian, selain teknik, kami juga telah memilih senjata dan baju pelindung untuk kami simpan sebagai cadangan. Itu sudah lebih dari cukup bagi kami. Lagipula, kamu yang menemukan tempat ini dan mematahkan arraynya. Jadi, semua ini pada dasarnya adalah milikmu."


Qing Shandian menatap mereka dengan tatapan hangat. Dihadapkan dengan harta karun yang melimpah, mereka tidak serakah dan tahu batas mereka. Hal itu membuat Qing Shandian puas. Dia mengalihkan pandangan ke arah gunungan Batu Spiritual. Dia melepaskan persepsi spiritualnya, dan dengan cepat mulai menghitung. Sesaat kemudian dia berkata, "Kalau begitu, aku akan menyimpan sisanya. Sedangkan untuk Batu Spiritual, kita akan membaginya secara merata. Aku sudah menghitung jumlah totalnya. Semuanya ada 25 Milliar Batu Spiritual Tingkat Tinggi. Jadi, setiap orang akan mendapatkan 2,5 Milliar. Bagaimana menurut kalian?" Pungkasnya sambil memandang kelompoknya.


"Begitu banyak!!" Sahut Shi Zhifang dan delapan lainnya secara serempak.


"Hehe... Kita memang akan menjadi kaya, tapi setelah kita mengumpulkan semua peninggalan dari pemilik reruntuhan ini." Qing Shandian terkekeh ringan ketika menyahuti ucapan mereka. Lalu dia melanjutkan. "Baiklah, aku akan mengambil bagianku." Pungkasnya sambil lalu mengibaskan tangannya, dan memindahkan sejumlah Batu Spiritual ke dalam 'Inventory' system.


"Hihihi... Kalau begitu, aku juga akan mengambil bagianku." Sahut Bao Yinxue sambil terkikik merdu.


"Ahh.. Aku juga." Sahut Wang Xue Jia, Zhi Miyue dan Xing Yuezhi bersamaan.


"Shandian, sepertinya kamu membawa keberuntungan yang sangat tinggi. Aku tidak akan meragukanmu lagi." Ucap Shi Zhifang sebelum kemudian dia bergegas menyimpan sejumlah Batu Spiritual juga, lalu diikuti oleh empat pemuda lainnya.


Ketika semua orang telah mengambil bagiannya masing-masing, Qing Shandian berkata, "Kita keluar dulu. Aku akan memindahkan bangunan ini ke tempatku."


"Baik." Ucap Shi Zhifang dan delapan orang lainnya bersamaan, lalu mereka pun keluar dari ruangan itu.


Sesampainya di luar, Qing Shandian segera merentangkan tangannya, menutupi bangunan megah di depannya dengan kekuatan spiritualnya, lalu memindahkannya ke dunia jiwa.


"Zheeppp"


Bangunan itu menghilang dari tempatnya. Qing Shandian berbalik. Dia menatap kelompoknya dengan tatapan serius dan berkata, "Ketika aku pingsan, aku mendapatkan semua informasi tentang tempat ini. Jadi, aku akan mengatakannya sekali lagi. Aku tidak terburu-buru untuk memulai perburuan. Tapi, aku ingin mengumpulkan semua peninggalan di tempat ini terlebih dahulu. Apakah kalian akan ikut atau tidak?"


"Kami ikut." Sahut mereka serempak.


Qing Shandian mengangguk dan berkata, "Kalau begitu, kita tidak perlu menunda lagi. Semuanya segera saling berpegangan, kita akan langsung ke lokasi selanjutnya."


Begitu ucapan itu jatuh, semua orang segera saling berpegangan agar terhubung satu sama lain. Setelah itu, mereka menghilang dari tempat mereka berdiri.


"Zheepppppp"


...…………………………...


Di area luar yang cukup jauh dari tempat berlangsungnya kompetisi, Dongjun, Juan Jixun, Xing Lihai dan Pemimpin dari perwakilan Wilayah lainnya sedang menatap sebuah monumen yang menampilkan status poin perburuan dengan tatapan aneh. Posisi paling atas ditempati oleh kelompok dari Wilayah Tengah dengan nilai 3.700 poin. Posisi kedua adalah Wilayah Utara dengan nilai 3.300 poin. Ketiga adalah Wilayah Selatan dengan nilai 2.600 poin. Keempat adalah Wilayah Barat dengan nilai 2.300 poin. Sementara Wilayah Timur berada diposisi paling akhir dengan nilai 0 poin.


"Hahahaha... Xing Lihai, Wang Xiu, apakah kalian melihatnya? Hahahaha... Mungkinkah perwakilan yang kamu bawa telah mati semuanya?" Juan Jixun tertawa terbahak-bahak ketika mendapati nilai 0 poin di Wilayah Timur.


"Hehe... Juan Jixun, masih terlalu dini untuk merayakan. Ini baru hari pertama, dan itu bahkan belum genap satu hari. Waktu kompetisi masih sangat panjang. Saranku, duduklah dengan tenang sambil makan atau minum sesuatu." Sahut Xing Lihai terkekeh ringan. Dia terlihat sangat tenang seolah tidak ada sesuatu yang terjadi.


"Hmmph! Kita lihat saja nanti. Apakah poin dari perwakilanmu akan bertambah, atau itu akan tetap sama." Ucap Juan Jixun mendengus dingin.


Xing Lihai hanya mengendikkan bahunya acuh tak acuh.


...…………………………...


Kembali ke tempat kompetisi. Didepan sebuah gubuk kecil, saat ini Qing Shandian terlihat serius berkonsentrasi menoreh simbol-simbol array, menimpa larik array yang menyelimuti gubuk kecil itu. Sementara itu, anggota kelompoknya berdiri dengan tenang di belakangnya sambil mengamati situasi disekitar mereka.


Sesaat kemudian, Qing Shandian berdiri, lalu membentuk sebuah segel dan berkata, "Aktifkan"


"Ngunggg"


Larik array itu bersinar dengan diiringi dengungan ringan sebelum kemudian menghilang bersama dengan hubuk kecil itu, dan digantikan dengan sebuah pemandangan yang sangat memukau mata.


"Shan.. Shandian... Ap..Apakah ini mimpi? Ap..Apakah kita berhalusinasi? Bagaimana itu bisa menjadi hamparan Ramuan Spiritual yang sangat luas." Ucap Shi Zhifang terbata-bata.


"Plakk"


"Ahhh... Apa yang kau lakukan Huang Yang!" Ucap Shi Zhifang sedikit berteriak sambil mengusap lengannya yang terasa panas.


"Zhifang, aku hanya memastikan bahwa kita semua tidak sedang berhalusinasi dan bermimpi. Sakit yang kamu rasakan adalah buktinya." Sahut Xie Huang Yang dengan santai sambil mengendikkan bahunya.


"Uuhhh.. Sialan kau. Tamparanmu terasa panas." Ucap Shi Zhifang bersungut-sungut.


Qing Shandian menggelengkan kepalanya, lalu berkata, "Sudah. Tidak perlu berdebat. Apakah kalian tidak ingin memanennya?"


"Shandian, diantara kita semua, hanya kamu yang memiliki profesi alkemis. Meskipun Ramuan Spiritual itu terhampar luas, tidak ada satu pun yang kami kenali. Jadi akan percuma jika kami memanennya. Akan lebih baik jika kamu memindahkannya bukan?" Sahut Yuan Huo Tian dengan nada tidak berdaya.


"Hehehe... Shandian, apa yang dikatakan Huo Tian benar. Lagipula, bukankah masih ada kamu disini? Jika kami kehabisan atau membutuhkan pil, kami tidak perlu repot - repot dengan hal seperti itu. Kami bisa membelinya darimu secara langsung bukan?" Meng Wanglu terkekeh ketika dia menyambung ucapan Yuan Huo Tian sambil mengusap-usap telapak tangannya.


Mendengar ucapan itu, empat wanita diantara mereka terkikik merdu. Qing Shandian menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Baiklah. Karena kalian sudah berkata begitu, aku akan memindahkannya. Sebagai gantinya, aku akan memberikan kalian pil untuk membantu meningkatkan kultivasi kalian nanti. Jika kalian memiliki permintaan, katakan saja."


"Kami mengerti." Sahut mereka bersamaan.


Setelah itu Qing Shandian segera memindahkan ladang Ramuan Spiritual dihadapannya, dan mereka segera menghilang kembali ketika proses pemindahan selesai.


...…………………………...


"Wuusshhh"


Dari udara tipis, Qing Shandian dan kelompoknya muncul di bawah sebuah jurang berkabut. Tepat dihadapan mereka saat ini terpampang sebuah gua besar dengan lebar 20 meter.


"Ayo masuk. Ingat baik-baik! Ikuti aku dengan hati-hati. Jangan sembarangan melangkah. Karena ada banyak perangkap yang terpasang di jalan masuk gua ini." Ucap Qing Shandian dengan suara serius sambil memandang anggota kelompoknya. Setelah itu dia berjalan pelan memasuki gua dengan langkah hati-hati, sambil mengingat informasi yang dia dapat.


Shi Zhifang dan lainnya saling bertukar pandang sebelum kemudian mengangguk, lalu segera mengikuti langkah Qing Shandian.


Setelah sepuluh menit memasuki gua, Qing Shandian dan kelompoknya akhirnya berhasil melewati semua perangkap yang terpasang di jalan masuk. Dihadapan mereka saat ini adalah ruangan gua yang sangat luas dengan lima ruangan kecil dibagian pinggir. Namun, sebelum mereka menggela nafas lega, badan mereka seolah menggigil, namun bukan kedinginan. Itu karena mereka sangat terkejut dengan apa yang memasuki pandangan mereka.


Tepat dibagian tengah ruangan ada sebuah teratai kristal kuning yang berkilauan. Di atas teratai kristal itu ada nyala api kuning berbentuk seperti teratai yang melayang melambai-lambai. Mungkin karena adanya teratai kristal, api itu seolah tidak terasa panas.


Selain teratai kristal kuning dengan nyala api, banyak item yang menumpuk lima ruangan kecil. Diantaranya adalah beberapa jenis logam dengan berbagai ukuran dan warna, plat array, senjata, baju pelindung dan tungku penempaan.


Menghadapi begitu banyak material penempaan dan item lain, Qing Shandian tetap bersikap tenang. Namun berbeda bagi sembilan orang lainnya yang ternganga dan terbelalak karena terkejut.


Qing Shandian mengabaikan ekspresi kolompoknya. Karena dia juga memiliki Api Langit, dia jelas tahu tentang nyala api didepannya. Itu adalah salah satu Api Langit yang berada di Peringkat Ke-5 dari 17 jenis Api Langit, 'Api Teratai Lidah Naga'. Dia dengan tenang melangkah ke arah teratai kristal. Begitu tiba di depan teratai kristal, Qing Shandian bisa merasakan suhu panas samar. Dia berkata dalam fikirannya, "Wenrou, apakah api ini bisa aku simpan dalam 'Inventory'?"


[Ding… An gege tidak bisa menyimpannya dalam Inventory. Tapi An gege bisa memindahkannya ke ruang alkimia di lantai teratas]


Mendengar jawaban system, Qing Shandian berkata, "Baiklah. Terimakasih, Wenrou."


Setelah itu, Qing Shandian menyelimuti teratai kristal dengan kekuatan spiritualnya, lalu memindahkannya ke dunia jiwa. Dia berbalik dan menatap kelompoknya dan berkata, "Kalian periksalah senjata dan baju pelindung yang ada disini. Siapa tahu diantara semua itu ada Kelas yang lebih tinggi dari yang kalian miliki saat ini."


Shi Zhifang memutar matanya dengan malas lalu menyahuti dengan nada tidak berdaya. "Shandian, apa kamu sengaja menggoda kami dan menganggap kami bodoh? Jika bukan karena petunjuk dalam ruangan sebelumnya, kami tidak akan tahu senjata kelas apa yang telah kami ambil."


Qing Shandian yang mendengar itu pun menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. Dia tertawa kering dan berkata, "Haha... Maaf. Aku lupa tentang itu. Kalau begitu, biar aku simpan semua item disini. Ketika kompetisi berakhir, aku akan memeriksanya untuk kalian." Pungkasnya sebelum kemudian dia menyimpan semua item dalam gua ke dalam cincin penyimpanannya.


"Emm... Lalu, apakah masih ada tempat yang perlu kita kunjungi lagi?" Shi Zhifang mengangguk ringan sebelum dia bertanya.


Qing Shandian mengangguk ringan, lalu berkata, "Ya. Hanya tersisa satu tempat lagi. Setelah itu, kita akan mulai perburuan kita di tempat yang dihuni banyak Binatang Spiritual Kelas 3 dan 4. Dengan begitu, kita bisa mengejar ketertinggalan. Tapi aku akan mengatakannya lebih awal. Saat perburuan nanti, jangan menghancurkan mayatnya. Aku membutuhkan mayatnya untuk suatu hal. Namun jika kalian tidak bisa membunuh tanpa menghancurkannya, itu juga tidak masalah."


Begitu ucapan Qing Shandian berakhir, Shi Zhifang dan delapan orang lainnya saling bertukar pandang. Mereka jelas bingung dan merasa aneh. Namun pada akhirnya mereka tidak menanyakan tujuan Qing Shandian menginginkan mayat binatang spiritual. Shi Zhifanh berkata, "Baik. Kami akan berusaha untuk tidak menghancurkannya. Lalu, bisakah kita berangkat ke tempat selanjutnya? Lebih cepat lebih baik, bukan?"


Qing Shandian menggelengkan kepalanya ringan, lalu dia berkata, "Baiklah. Berpeganganlah. Kita berangkat sekarang."


Begitu ucapan Qing Shandian jatuh, semua orang segera bergandengan tangan terhubung ke Qing Shandian, lalu mereka menghilang, mengembalikan ketenangan ruangan gua.


"Zheeppppp"


...…………………………...


** Bersambung …