System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.19 - Pertarungan Antara yang Kuat



[Ding... Tuan berhasil membunuh 148 Kultivator Golden Core mendapatkan 74 Juta PS, mendapatkan 37 Juta PP]


[Ding... Tuan berhasil membunuh 43 Kultivator Nascent Soul mendapatkan 43 Juta PS, mendapatkan 21.5 Juta PP]


[Ding... Tuan berhasil membunuh 65 Kultivator Soul Formation mendapatkan 325 Juta PS, mendapatkan 162.5 Juta PP]


[Ding... Tuan berhasil membunuh 36 Kultivator Raja mendapatkan 7.2 Milliar PS, mendapatkan 3.6 Milliar PP]


[Ding... Menghitung Keseluruhan Poin System... Poin System 181.542.447.250 PS]


[Ding... Poin Pengalaman 4.402 Milliar/75 Milliar]


Qing Shandian, yang baru saja menggunakan serangan skala besar dari teknik terkuatnya, saat ini dalam keadaan terengah-engah. Dia bahkan mengabaikan pemberitahuan system. Wajahnya tampak sedikit pucat, dengan butir-butir keringat halus menempel di dahinya. Dia tidak menyangka, bahkan dengan dantian gandanya, Qi Spiritualnya nyaris terkuras habis.


Disampingnya, Lin Lianhua dan Qing Yuan berdiri mematung tanpa suara apapun. Sementara para anggota Klan Lin, tubuh mereka tampak sedikit bergetar setelah menyaksikan serangan mengerikan dari Tuan muda kecil mereka. Tidak ada satu pun anggota klan yang mengira, bahwa Tuan muda kecil mereka sebenarnya sangat kuat dan ganas seperti monster.


Tersadar dari keterkejutannya, Lin Lianhua segera memeriksa kondisi Qing Shandian. Setelah memastikan bahwa kondisi Qing Shandian baik-baik saja, dia menghela nafas lega. Dengan segera, dia mengeluarkan 'Spiritual Qi Recovery Pill' dan memberikannya pada Qing Shandian sambil berkata, "Cepat telan pil ini... Itu akan memulihkan Qi Spiritualmu..."


Dengan senyum pahit, Qing Shandian memandang ibunya dan berkata, "Satu butir pil tidak akan cukup, bu.. Setidaknya aku perlu 5 butir."


Mendengar penuturan putranya, Qing Yuan yang mendengar itu segera berkata, "Bocah kecil.. Jangan terlalu rakus... Itu akan sia-sia.."


"Uhh.. Ayah, aku berkata yang sebenarnya. 5 butir baru bisa memulihkan Qi Spiritualku." Ucap Qing Shandian mengulangi.


Tanpa bertanya lagi, Lin Lianhua segera mengeluarkan 4 butir pil yang sama, lalu menyerahkannya pada Qing Shandian.


Qing Shandian segera menelan semua pil layaknya makan permen gula. Dengan cepat, dia duduk bersila, memasuki mode pelatihan. Teknik Pusaran Elemen Langit segera bekerja pada tingkat maksimal. Setelah beberapa saat, Qing Shandian membuka matanya, lalu menghembuskan nafas keruh.. Dia perlahan berdiri, lalu berkata sambil tersenyum ke arah Lin Lianhua, "Terimakasih, bu.. Itu cukup. Sekarang, 85% Qi Spiritualku telah pulih."


Lin Lianhua dan Qing Yuan yang mendengar kalimat terakhir putranya, ternganga lebar, lalu sama-sama bergumam, "Hanya 85%?"


Namun, sesaat kemudian, Lin Lianhua dan Qing Yuan terlihat serius begitu mereka merasakan ledakan aura kuat dari Kediaman Klan Xing yang telah hancur lebur. Aura itu lebih kuat dari Lin Huangli...


Xing Hongling yang auranya saat ini tengah meledak-ledak, menatap lingkungan sekelilingnya dengan tubuh gemetar hebat. Dengan teriakan nyaring, dia meraung ke langit, "Aahhhhhh... Klan Lin! Aku akan memusnahkan kalian semua tanpa sisa!"


Setelah berkata demikian, Xing Hongling melesat ke arah para anggota Klan Lin sambil meluncurkan serangan ganas dengan tombaknya. Cahaya kuning gelap melesat kuat diiringi deru angin yang tajam.


"Wind Spear - Destroying Wind, Langkah Keenam, Pusaran Tombak Angin!"


"Thousand Swords Split the Sky, Langkah Pertama - Tusukan Pedang!"


"Booommmmm..."


Sayangnya, sebuah serangan pedang yang Kuat juga menyambut serangan Xing Hongling, yang menyebabkan serangan itu meledak lebih dulu bahkan sebelum mengenai para anggota Klan Lin. Ledakan itu menyebabkan dia terpental karena riak energi Qi dari ledakan dua teknik yang bertabrakan. Dia dengan keras berusaha untuk menghentikan efek rebound.


Xing Hongling menatap dingin dengan kemarahan dimatanya yang semakin membara.. Dengan nada keras dia berkata, "Siapa kau?! Enyahlah! Jangan mengganggu bisnisku!"


"Hehe.. Aku? Aku hanya seorang menantu.. Xing tua... Klan Lin juga bagian dari keluargaku. Jadi... aku tidak mungkin sembunyi tangan bukan?" Jawab orang itu dengan sedikit tawa...


Sedikit agak jauh dari lokasi Xing Hongling dan orang yang menghalau serangan itu, ada Lin Huangli yang sambil merajut alis memperhatikan.. Ketika mata tuanya mengamati dengan cermat, dia mengenali siapa orang itu. Dia adalah Qing Yuan, suami Lin Lianhua, cucunya.


"Karena kau bersikeras untuk mengganggu bisnisku, jangan salahkan aku karena bersikap kejam!" Dengan suara dalam yang serak Xing Hongling berkata sebelum dia menghilang.


Qing Yuan yang melihat hal itu, dia tiba-tiba mengayunkan Pedang Bintang Inti Petir ke arah sebelah kiri, diikuti oleh cahaya petir hitam kebiruan yang berderak..


"Boommm...."


Ledakan terjadi karena benturan antar aglomerasi Teknik dan Qi spiritual. Sejalan ledakan itu, Xing Hongling terlihat seperti bayangan buram yang melesat cepat menghantam tanah.


"Baammmm..."


Debu mengepul, dan angin dari dampak sosok yang menghantam tanah itu pun menyapu sekelilingnya. Perlahan Xing Hongling itu bangkit, sambil terbatuk-batuk. Dia menyangga tubuhnya dengan tombak ditangannya. Ketika dia akan menyerang lagi, dari belakangnya sudah datang serangan yang kuat. Dengan sigap, dia mengerahkan sisa kekuatannya, lalu memberikan serangan balasan.


"Langkah Kelima, Angin Pembelah!"


Cahaya petir hitam kebiruan dan cahaya kuning gelap saling bertabrakan, dan ledakan pun terjadi lagi.


"Booommmmm..."


Qing Yuan dalam keadaan yang lebih baik karena dia sudah mengantisipasi serangan balasan. Sementara Xing Hongling, dia tampak menyedihkan, terbatuk-batuk memuntahkan darah dengan tubuh yang terlihat semakin lemah.


Melihat bahwa lawannya sudah tidak berdaya, Qing Yuan segera melesat lagi, bermaksud memberikan serangan terakhir untuk mengakhiri hidup Xing Hongling. Namun, itu berbeda dengan apa yang diharapkannya. Tiba-tiba, seorang pria tua dengan jubah biru terang menangkis pedangnya.


"Tiingggggg.."


Bunyi dentingan melengking terdengar nyaring, menggema di udara. Qing Yuan segera mundur menjaga jarak. Dengan mengernyitkan dahinya, dia berkata, "Pak tua, siapa kamu?! Kenapa menghalangiku membunuh kentut tua Xing?!"


"Orang biasa memanggilku Xing Kongming, atau Setan Tua Ming! Anak muda.. Apakah kamu yang telah menghancurkan Klan Xing-ku? " Ucap Xing Kongming bertanya balik sambil lalu memperkenalkan diri.


Qing Yuan yang mendengar itu semakin mengernyitkan dahinya, lalu dia berkata, "Tidak penting apakah aku atau bukan yang melakukannya.. Itu sudah terjadi. Jika kamu menghalangiku, aku juga tidak akan lagi menahan diri."


"Bagus.. Sangat bagus!!! Karena kamu ingin mencari kematianmu, aku akan mengabulkannya!" Balas Xing Kongming diikuti oleh auranya yang meledak.


Perlahan, Qing Yuan melayang ke udara. Memandang Xing Kongming, dia berkata dengan suara dalam, "Pak Tua, karena kamu menginginkan pertarungan, aku tidak akan menahan diri lagi. Siapa yang akan mati, kita akan tahu setelah serangan ini!"


Xing Kongming mengikuti ke udara. Dia membiarkan Xing Hongling tergeletak ditanah tidak sadarkan diri.


Melihat Xing Kongming juga naik ke udara, aura Qing Yuan meledak sepenuhnya. Menggenggam pedang dengan kedua tangan, dia kemudian mengangkatnya tinggi-tinggi menunjuk langit, lalu mengeluarkan tekniknya.


"Thousand Swords Split the Sky, Langkah Ketujuh!"


Ucapan berakhir, dan Seribu pedang Qi yang muncul satu demi satu dengan cepat, terlihat memenuhi ruang kosong diatas kepala Qing Yuan. Kemudian, seribu pedang Qi itu berkumpul menjadi satu kesatuan, membentuk pedang Qi raksasa..


Disisi lain, Xing Kongming juga mengeluarkan tekniknya. Dia juga menggenggam pedangnya dengan kedua tangan, memiringkannya kesamping kanan tubuhnya dengan tubuh ssdikit membungkuk dengan kuda-kuda lebar, lalu berkata,


"Eternal Swords, Langkah Kelima!"


Begitu kata-katanya berakhir, lima pedang Qi berukuran besar yang berputar searah jarum jam dengan cepat terbentuk di atas kepalanya. Dia melanjutkan ucapannya, sambil lalu mengayunkan pedangnya.


"Ledakan Tarian Pedang!"


Disisi Qing Yuan juga melanjutkan tekniknya, sambil lalu mengayunkan pedangnya ke depan.


"Seribu Pedang Pemusnah!"


Ketika dua teknik bertemu, ledakan keras bergema menyelimuti seluruh Kota Mawar Biru.


"Booommmmmm..."


Qing Yuan terlihat tetap tenang dengan sorot matanya yang dingin. Disisi lain, tubuh Xing Kongming bergetar, sebelum memuntahkan banyak darah segar. Sorot matanya tampak kuyu...


Xing Kongming memandang ke arah Qing Yuan dengan tatapan kuyu dan penuh penyesalan. Dia ingin mengatakan sesuatu, tapi suara itu seolah tidak bisa keluar dari mulutnya. Tiba-tiba, dia merasakan sesuatu yang dingin menusuk tubuhnya, dia pun menunduk hanya untuk mendapati sebuah bilah pedang hitam kebiruan yang diwarnai merah telah menembus tepat di jantungnya. Dia sekali lagi memuntahkan darah, lalu mendengar suara Qing Yuan dengan nada yang dalam.


"Pak Tua.. Aku tidak pernah takut melawan siapapun yang lebih kuat dariku... Aku juga tidak pernah memberikan belas kasihan kepada semua lawan yang ingin membunuhku. Kehancuran klan-mu, itu karena ulah mereka sendiri. Yang kuat memang akan selalu bisa menindas yang lemah. Tapi... yang ditindas tidak selamanya akan tertindas." Berhenti sejenak, Qing Yuan melanjutkan, "Pak Tua... Dunia ini kejam... Tapi tidak semua orang bersikap kejam, kecuali mereka melewati garis bawah seseorang. Saranku, jika kamu bereinkarnasi, cobalah untuk menjadi orang yang bisa mendidik anggota klan nya dengan baik."


Mengakhiri ucapannya, dia menarik keluar pedangnya dari tubuh Xing Kong Ming, lalu mengibaskannya.


Tubuh Xing Kongming pun jatuh dari langit dengan cepat. Kekuatan hidupnya telah lenyap. Qing Yuan dengan acuh tak acuh memandang tubuh Xing Kongming yang menghantam tanah. Sesaat kemudian, dia menghilang dan muncul disamping Xing Hongling yang masih tidak sadarkan diri, lalu segera menghabisinya...


Disisi lain, para anggota Klan Lin bersorak sorai begitu melihat pertarungan telah selesai. Mereka berteriak menatap lain yang terik, melepaskan beban yang sekian lama mereka tahan. Sementara itu, Lin Huangli juga ikut bergabung dengan keramaian begitu dia selesai menghabisi anggota Klan Xing yang masih hidup.


Qing Yuan, yang tengah melihat kebahagiaan Klan Lin setelah beban berat mereka terlepas, tiba-tiba saja teringat akan Klan-nya sendiri, yang masih menanggung beban yang sama. Dia pun bergumam pelan, "Benua Tiankong... Suatu hari nanti, Klan Qing akan kembali..."


Setelah selesai dengan fikirannya sendiri, Qing Yuan segera kembali berkumpul dengan Lin Lianhua dan Qing Shandian


...-------------------------...


Kediaman Klan Lin...


Setelah pertempuran besar berakhir, para anggota Klan Lin segera kembali ke Klan. Sementara diluar Klan, berita musnahnya Klan Xing telah menggemparkan Kota Mawar Biru. Meskipun dikatakan bertempur, kenyataannya hanya Lin Huangli yang terlibat dalam bentrokan. Sementara yang lain hanya berdiri mematung karena aksi Tuan muda kecil mereka, Qing Shandian dan suami cucunya, Qing Yuan.


Saat ini, di dalam rumah tamu, Qing Yuan, Lin Lianhua dan Qing Shandian sedang berbincang ringan.


"Hua'er, An'er, urusan kita disini sudah selesai. Kita harus segera kembali ke Klan Qing. Apakah ada sesuatu yang ingin kalian lakukan sebelum kita kembali?" Ucap Qing Yuan sambil menikmati aroma teh yang dia sesap.


"Ahhh... Kembali? Begitu cepat?!" Sahut Qing Shandian kaget.


Sementara Lin Lianhua, dia menundukkan kepalanya. Baru 2 atau 3 hari dia bertemu kembali dengan kakeknya, dan kini harus segera kembali? Hati Lin Lianhua terasa mencelos. Sesaat kemudian, dia mengangkat kepalanya. Dengan suara lirih, dia bertanya, "Yuan gege, apakah harus secepat itu kita kembali? Kita baru 2 atau 3 hari disini... Kakek...." Pungkas Lin Lianhua menggantung ucapannya.


Mendengar pertanyaan istrinya, Qing Yuan menghela nafas panjang sebelum berkata, "Haahhhh... Hua'er, masalah Klan Lin sudah diselesaikan. Kita bisa berkunjung sesering mungkin jika kita mau, selama urusan kita di Klan Qing selesai. Jadi, bersabarlah untuk saat ini.. Kita pergi bukan untuk tidak bertemu lagi, bukan?"


Melihat suasana yang turun drastis, Qing Shandian segera menyambar kesempatan. Dia berkata, "Ibu... Tenanglah. Tidak perlu sedih.. Jika ibu mengizinkan, bukankah An'er bisa memindahkan Klan Lin dengan mudah? Dan lagi, untuk Klan Qing, An'er juga punya pemikiran yang sama. Namun, itu perlu persetujuan para Tetua dan Pemimpin Klan. Jadi kesimpulannya, semua kembali pada ayah dan ibu... Mengizinkan atau tidak.. Dan juga, apakah Klan Lin setuju atau tidak." Pungkas Qing Shandian sedikit membeberkan rencananya.


"Memindahkan Klan Lin? Apakah maksud An'er ke tempat itu?" Sahut Lin Lianhua dengan nada bersemangat.


"Tentu saja... Memangnya ke mana lagi?" Celetuk Qing Shandian dengan santai.


"Jika kamu berkata begitu..... " Menggantungkan ucapannya lagi, Lin Lianhua memandang Qing Yuan dengan tatapan penuh harap dan mata berkaca-kaca.


Qing Yuan yang melihat tatapan Lin Lianhua, hanya bisa menghela nafas tak berdaya, sebelum kemudian dia berkata, "Uuhhh... Baiklah.. Baiklah.. Aku mengizinkannya. Apakah sekarang Hua'er senang?"


"Hihihi.... Tentu saja sangat senang.. Terimakasih Yuan gege." Ucap Lin Lianhua dengan perasaan senang lalu dia mencium pipi Qing Yuan. Dia sejenak melupakan kehadiran Qing Shandian karena terlalu bersemangag....


Qing Shandian yang melihat tindakan ibunya, menutup matanya dengan jari-jari yang terbuka, sambil berkata, "Ahh... Ayyaaaa.... Mataku telah ternoda oleh ibu... Haiihhh... Kepolosanku telah hilang sekejap mata."


Lin Lianhua akhirnya tersadar akan tindakannya, sebelum kemudian melarikan diri... Qing Yuan dan Qing Shandian yang melihat itu pun tertawa terbahak-bahak...


...… … … … …...


** Bersambung …