
"Wuussshhhhhh.."
Terbang di langit dengan kecepatan penuh, tanpa terasa tiga jam sudah berlalu semenjak Qing Shandian meninggalkan gua tempat tinggal Jiao Long.
Saat ini, matanya tiba-tiba berbinar dan semangatnya terangkat kembali, ketika pandangannya menangkap sebuah kota yang terlihat kecil. Meskipun demikian, Qing Shandian bisa memperkirakan jika luas area kota itu setidaknya lima kali luas kota Bulan Jingga. Dan mungkin, itu sekitar tujuh kali jika dibandingkan dengan kota Teratai Salju. Setelah perjalanan yang panjang yang membosankan, akhirnya pemandangan lautan pepohonan berganti menjadi sebuah lanskap bangunan yang berjajar rapi dengan jalan yang bercabang-cabang.
Tidak lama kemudian, Qing Shandian melayang turun dan mendarat di tepian hutan yang tidak jauh dari tembok kota. Setelah itu, dia perlahan duduk bersila. Mengeluarkan 'Pil Pemulih Qi Spiritual' dan menelannya, kemudian memulai proses penyerapan. Ketika dia selesai menyerap khasiat pil, dia secara perlahan membuka matanya, menghembuskan nafas keruh, lalu berdiri dan meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.
Merasa cukup dengan peregangannya, Qing Shandian memulai langkahnya menuju ke arah kota.
Setelah sepuluh menit dia berjalan, dia melihat antrian masuk yang cukup panjang. Wajar saja, waktu masih jauh dari sore. Selain sebagai pusat pemerintahan Wilayah Timur Benua Tianxia, kota Kekaisaran Tianhuo juga merupakan pusat aktivitas berkumpulnya berbagai kultivator dari berbagai penjuru kota.
Qing Shandian berdiri dengan tenang dalam barisan antrian, sementara pandangannya jauh menatap kedepan. Dia bisa melihat barisan berbagai bangunan yang tertata rapi, dengan lalu lalang manusia yang benar-benar padat hampir memenuhi jalanan kota.
Setelah beberapa saat mengantri, Qing Shandian mendapat giliran pemeriksaan identitas. Namun, sebelum penjaga itu bertanya, Qing Shandian segera berkata, "Penjaga, tolong buatkan untukku plakat identitas sementara. Namaku Shandian, dari kota Matahari Terbit, seorang kultivator independen."
"1.000 Batu Spiritual Tingkat Rendah untuk 10 hari, 5.000 untuk 1 bulan." Sahut penjaga itu dengan suara serak dan nada datar.
Qing Shandian mengangguk ringan dan berkata, "Aku akan mengambil plakat identitas untuk satu bulan." Pungkasnya sambil menyerahkan 5 Batu Spiritual Tingkat Menengah.
"Baik. Tunggu sebentar." Sahut penjaga itu dengan nada yang sama, sebelum kemudian mulai membuatkan plakat identitas untuk Qing Shandian.
Setelah beberapa saat menunggu, penjaga itu menyerahkan plakat perak sambil berkata, "Ini plakat identitasmu. Simpan dengan baik. Tanpa plakat identitas, kamu akan dianggap sebagai mata-mata. Apa kamu mengerti?"
Mengangguk ringan, Qing Shandian menerima plakat itu, lalu berkata, "Aku mengerti. Terimakasih."
"Baiklah. Sekarang masuklah. Jangan membuat keributan di dalam kota. Jika tidak, kamu akan menerima sanksi dari Istana Kekaisaran." Penjaga itu berkata sekali lagi. Namun, kali ini dia berkata dengan nada serius.
"Aku akan mengingatnya." Ucap Qing Shandian dengan nada tenang, lalu dia berjalan melewati gerbang, dan memasuki kota Kekaisaran Tianhuo.
...…………………………...
Berjalan dengan langkah ringan diantara lalu lalang manusia, Qing Shandian sesekali menyapukan pandangannya ke arah barisan bangunan kota. Tidak hanya kios kecil yang tertangkap pandangannya. Bahkan kios besar, rumah makan, penginapan, juga masuk dalam pandangannya. Qing Shandian benar-benar puas dengan lingkungan kota Kekaisaran Tianhuo. Itu tidak hanya bersih, bahkan jalanan kota juga lebar dengan pohon rindang yang tertanam di sisi kiri kanan jalan membawa udara yang sejuk.
Setelah 30 menit berjalan menyusuri jalan kota yang ramai, Qing Shandian menghentikan langkahnya secara tiba - tiba. Hidungnya mencium aroma harum Ramuan Spiritual. Mengikuti aroma itu, tatapannya terpaku pada sebuah halaman yang sangat luas dengan gerbang lebar yang tinggi. Banyak orang berlalu-lalang tanpa kegaduhan. Tepat di tengah, berdiri bangunan besar enam lantai berwarna putih dengan motif ornamen berwarna emas. Di sisi kiri kanan bangunan itu berdiri sebuah bangunan dengan tiga lantai berwarna perunggu. Sementara itu, bangunan satu lantai berjajar rapi mengelilingi tiga bangunan utama ditengah.
Tatapan Qing Shandian pun akhirnya terfokus pada papan nama yang tergantung diatas gerbang masuk. Dia memperhatikan papan nama itu dengan seksama, sebelum dia bergumam pelan. "Asosiasi Alkemis."
Memegang dagunya, dia sejenak berfikir sebelum berbicara pada dirinya sendiri. "Asosiasi Alkemis yaa?.. Kebetulan aku belum memiliki lencana alkemis. Kalau begitu, aku akan mengikuti ujian alkemis untuk mendapatkannya." Pungkasnya sebelum kemudian berjalan menuju arah Asosiasi Alkemis dengan langkah tenang.
Ketika Qing Shandian memasuki halaman Asosiasi Alkemis, banyak tatapan mata terarah padanya dan disertai dengan berbagai bisikan. Namun, Qing Shandian tidak menghiraukan itu dan tetap melangkah menuju bangunan utama putih berlantai enam.
Beberapa saat kemudian, Qing Shandian yang telah memasuki aula luas Gedung Asosiasi Alkemis segera menuju meja resepsionis.
Sementara itu, seorang resepsionis cantik yang mengenakan pakaian putih, dengan lencana alkemis berwarna perak dengan satu garis, yang tergantung di dadanya, ketika melihat kedatangan Qing Shandian yang mengarah kepadanya pun tertegun oleh ketampanan Qing Shandian yang sebagian wajahnya tertutup oleh topeng putih. Namun, dia segera tersadar ketika sebuah suara memasuki telinganya.
"Kakak.. Apa kau mendengarku?" Ucap Qing Shandian sambil melambaikan tangannya didepan wajah resepsionis wanita itu.
Resepsionis wanita itu dengan nada kaget menjawab. "Ahh.. Maaf. Apakah ada yang bisa aku bantu, adik kecil?"
Qing Shandian mengangguk ringan, lalu berkata, "Emm. Aku ingin mengikuti ujian alkemis untuk mendapatkan lencana alkemis."
"Ohh, ujian alkemis? Adik kecil, lalu kelas apa yang ingin kamu ambil?" Resepsionis itu dengan sedikit terkejut menimpali dengan senyum lembut.
"Kelas Langit tingkat tinggi sudah cukup. Bisakah kakak membantuku mendaftar?" Ucap Qing Shandian dengan nada santai.
Ketika ucapan Qing Shandian jatuh, resepsionis wanita itu terbelalak dengan mulut menganga. Dia segera tersadar dan berkata, "Adik kecil, apa kau yakin ingin mengambil ujian itu? Untuk lulus ujian, setidaknya adik kecil harus berhasil memurnikan pil kelas 6 tingkat tinggi."
"Emm.. Aku yakin. Tolong bantu aku mendaftar." Qing Shandian mengangguk ringan sebelum membalas ucapan resepsionis itu.
"Hahh.. Baiklah. Karena kamu bersikeras, maka aku akan mendaftarkanmu. Biaya untuk pendaftarannya 100 Ribu Batu Spiritual Tingkat Rendah. Sebutkan nama, usia, Klan, dan kota asal." Sahut wanita itu dengan helaan nafas.
Mendengar ucapan resepsionis wanita itu, Qing Shandian mau tidak mau bertanya. "Kakak, apakah datanya harus se-rinci itu?"
"Tentu saja. Jika tidak, bagaimana alkemis lain akan mengenalimu? Begitu kamu dinyatakan lulus ujian dan mendapatkan lencana alkemis, informasi tentangmu akan diumumkan ke seluruh Asosiasi Alkemis di wilayah manapun. Dengan begitu, kamu akan memiliki identitas yang valid. Apakah kamu mengerti, adik kecil?" Resepsionis wanita itu menjelaskan pentingnya data yang konkrit.
Menghela nafas tak berdaya, Qing Shandian akhirnya tetap menyerahkan 100 Ribu Batu Spiritual Tingkat Rendah dan berkata, "Hahh... Baiklah. Aku tetap akan mendaftar. Nama Qing Shandian, usia 8 tahun, dari Klan Qing, kota Teratai Salju."
Begitu ucapan Qing Shandian jatuh, resepsionis wanita itu mematung untuk waktu yang lama sebelum akhirnya dia berteriak karena terkejut. "Apa!! 8 tahun?!"
Teriakan keras resepsionis itu segera menarik perhatian semua orang yang ada dalam aula Gedung Asosiasi Alkemis. Suasana hening untuk sesaat sebelum akhirnya suara tawa menggelegar memecah keheningan itu. Bersamaan dengan tawa itu, Qing Shandian juga membalikkan badannya.
"Hahahahaha... Bocah kecil, jika kamu ingin membuat lelucon, ucapan mu tadi benar-benar tepat sasaran. Dimana di dunia ini usia 8 tahun menjadi alkemis? Hahahaha.... Aku, Tetua Asosiasi Alkemis, Meng Huo An, akan bersujud di kakinya jika seorang bocah kecil 8 tahun bisa memurnikan pil." Ucap seorang pria tua berambut putih dengan jenggot panjang yang mengenakan pakaian putih dengan lambang Asosiasi Alkemis, dengan lencana alkemis kelas surga satu garis, yang menyebut namanya Meng Huo An. Dan enam Tetua yang mengikutinya ikut tertawa terbahak-bahak.
Ketika pria tua Meng Huo An menyelesaikan ucapannya, Qing Shandian mengangkat alisnya sambil menyaksikan para Tetua yang tertawa. Setelah itu, dia dengan sinis berkata, "Ohh? Benarkah? Bagaimana jika seorang bocah kecil berusia 8 tahun benar-benar bisa memurnikan pil? Apakah Tetua Meng benar-benar akan bersujud padanya?"
Pria tua yang dipanggil Meng Huo An segera menghentikan tawanya, lalu menatap Qing Shandian dengan tatapan dingin. Dia berkata dengan suara dalam, "Bocah kecil, jika kamu ingin bermain-main, Asosiasi Alkemis bukan tempat yang cocok. Pergilah ke taman bermain dan bermainlah sepuasnya disana."
Mendengar pertanyan yang sama, Tetua Meng Huo An dengan kemarahannya berkata, "Bocah kecil, sepertinya kamu tidak tahu dimana tempatmu. Karena seperti itu, aku tidak akan bersikap sopan." Pungkasnya sebelum dia melambaikan tangannya, diikuti oleh Api Qi berwarna Ungu yang melesat ke arah Qing Shandian.
Qing Shandian tidak bergerak sedikitpun. Dia hanya tersenyum ringan melihat serangan api yang mengarah kepadanya. Kemudian, dia dengan santai menangkap api Qi Ungu itu dan memainkannya sesuka hati di telapak tangannya dan berkata, "Hmm.. Lumayan. Sebagai alkemis Kelas Surga Tingkat Rendah, bahkan Tetua Meng bisa melatih Api Qi ke tingkat ini. Cukup mengesankan. Tapi, jika hanya api seperti ini, maka Tetua Meng berurusan dengan orang yang salah. Api ini bahkan tidak membuat sedikitpun lepuhan di telapak tanganku."
Dalam dunia alkemis, Api Qi dibedakan menjadi 9 warna, yang semakin tinggi tingkatannya, maka juga akan semakin kuat. Sembilan Api Qi itu diantaranya, Api Qi Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila, Nila Keunguan, Ungu, Putih. Warna Putih, adalah tinggi tertinggi dari Api Qi, dan itu hanya mampu digunakan untuk memurnikan Pil Kelas 9. Sedangkan untuk memurnikan pil dengan kelas diatasnya, seorang alkemis perlu menemukan Ap Langit untuk meningkatkan kemampuannya.
Mata semua orang dalam aula Gedung Asosiasi Alkemis terbelalak kaget dengan mulut ternganga ketika melihat Qing Shandian yang baik-baik saja ketika menyentuh dan memainkan Api Qi berwarna ungu ditangannya. Siapa yang tidak tahu bagaimana sebenarnya keganasan suhu tinggi dari Api Qi itu? Bahkan jika dia seorang kultivator tingkat Saint, itu akan dengan mudah dihanguskan. Namun, Qing Shandian sebenarnya baik-baik saja? Fikiran-fikiran setiap orang berputar cepat di otaknya.
Sementara itu, Tetua Meng yang juga terkejut akhirnya tersadar. Dia pun berkata dengan suara serius dengan nada yang dalam. "Anak muda, siapa kamu sebenarnya?"
Ketika mendengar pertanyaan itu, Qing Shandian menggenggamkan telapak tangannya dan Api Qi Ungu itu meledak ringan.
"Boomm.."
Suhu tinggi pun segera menyapu ruangan, menyebabkan sedikit distorsi udara. Namun, itu tidak menyebabkan kerusakan apapun. Qing Shandian tetap dalam sikap tenangnya. Dia menatap Tetua Meng Huo An dengan tatapan dalam dan berkata, "Aku bukan siapa-siapa. Tetua Meng, seharusnya seperti inilah sikap seorang Tetua Asosiasi Alkemis. Jangan hanya membabi buta meninggikan dirimu sendiri. Beruntung bahwa aku cukup sabar, karena aku membutuhkan lencana alkemis. Jika tidak, bahkan tubuhmu tidak akan meninggalkan abu." Pungkasnya sebelum mengeluarkan 'Api Dingin Bulan Bintang' untuk beberapa saat sebelum menghilangkannya lagi.
Ketika Api Putih dengan semburat Hitam memasuki pandangan semua orang dalam aula Gedung Asosiasi Alkemis, suhu panas yang jauh lebih tinggi dari Api Qi Ungu Tetua Meng menyebabkan udara dalam aula menjadi terdistorsi hebat. Mereka pun segera berhamburan menjauh, dan itu termasuk Tetua Meng Huo An dan enam Tetua lainnya. Mereka tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika api itu menyentuh tubuh mereka.
Qing Shandian yang melihat reaksi mereka hanya bersikap acuh tak acuh. Setelah menghilangkan api itu, dia berkata, "Tujuanku datang ke Asosiasi Alkemia bukan untuk membuat keributan. Aku datang dengan baik-baik dan mendaftarkan diri dengan baik-baik untuk mengikuti ujian alkemis. Tapi siapa yang akan mengira bahwa sikap kalian sebagai Tetua Asosiasi Alkemis sangat memalukan. Aku benar-benar kecewa, dan tidak perlu lagi bagiku melanjutkan urusanku disini."
Setelah berkata seperti itu, Qing Shandian segera mengalihkan pandangannya ke arah resepsionis yang sebelumnya melayaninya. Dia berkata, "Untuk uang pendaftaranku, ambil saja untuk kakak. Terimakasih sudah bersedia menemani pembicaraanku yang membosankan." Pungkasnya sebelum melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
Namun, hanya sepuluh langkah Qing Shandian berjalan, dia dihentikan oleh sebuah suara feminim yang terdengar sangat merdu.
"Tunggu, Tuan muda."
Qing Shandian pun menghentikan langkahnya dan berbalik secara perlahan. Ketika dia menyapukan pandangannya, dia melihat seorang wanita cantik berambut hitam panjang mencapai punggungnya yang diikat rapi, mengenakan pakaian merah ketat menampilkan bentuk dadanya yang menonjol, dengan pita hitam yang mengikat pinggang sempitnya, dan sebuah rok panjang merah hitam, sedang berjalan dengan cepat menuruni anak tangga dari lantai dua.
"Katakan. Apa itu? Aku sudah membuang waktuku terlalu banyak disini, dan semuanya sia-sia. Mendapatkan lencana alkemis tidak hanya disini saja bukan?" Qing Shandian berkata dengan ketus.
Ketika Wanita itu akhirnya menapakkan kakinya di lantai pertama aula, dia segera menyapukan pandangannya ke arah Tetua Meng Huo An dan enam Tetua lainnya. Dia dengan dingin berkata, "Apakah Asosiasi Alkemis pernah mengajari kalian untuk bersikap kurang ajar? Sepertinya aku terlalu memanjakan kalian akhir-akhir ini. Sebagai hukuman, kalian harus memurnikan pil dengan kelas tertinggi yang kalian bisa sebanyak 100 batch dalam satu minggu. Jika tidak, posisi kalian akan aku gantikan dengan orang lain yang memiliki etika seorang alkemis. Apa kalian menerimanya?"
Jatuhnya ucapan itu, menyebabkan Tetua Meng Huo An dan enam Tetua lainnya menggigil. Namun mereka tetap menjawab dengan tubuh bergetar, "Kami menerimanya, Ketua Xue."
Mendengar jawaban mereka, wanita yang dipanggil Ketua Xue segera mengalihkan pandangannya ke arah Qing Shandian dan menjawab ucapan Qing Shandian dengan nada bersalah. "Tuan muda, tolong jangan marah dengan sikap para Tetua Asosiasi Alkemis-ku. Aku akan memastikan untuk mendisiplinkan mereka agar menjadi lebih baik."
"Haahhh... Aku tidak marah dengan sikap mereka. Hanya saja, sebagai sesama alkemis, seharusnya mereka bisa saling memahami, dan bukannya merundung alkemis baru yang tidak pernah diketahui. Benua ini, tidak hanya terbatas pada Kekaisaran Tianhuo bukan?" Qing Shandian menghela nafas panjang sebelum mengungkapkan fikirannya.
"Maafkan perlakuan kami sekali lagi. Jika Tuan muda tidak keberatan, aku, Xie Feng Xue, sebagai Ketua Asosiasi Alkemis akan mengawasi ujian Tuan muda secara pribadi. Apakah Tuan muda puas dengan itu?" Ucap wanita itu sambil memoerkenalkan dirinya.
Begitu suara itu berakhir, semua orang dalam aula itu kembali terkejut. Sejak kapan ketua mereka mengawasi ujian alkemis secara pribadi? Fikir mereka dalam hati.
Qing Shandian tidak segera menjawab. Dia menatap wanita itu dengan tatapan kompleks sebelumnya akhirnya berkata dengan suara ringan sambil menyeringai. "Baik. Aku setuju dengan itu. Tapi, karena Ketua Feng Xue secara pribadi akan mengawasi ujianku, aku akan meningkatkan ujian yang ingin aku ambil. Melihat tingkatan Ketua Feng Xue, Kurasa itu tidak masalah bukan?"
"Ohh? Lalu, kelas apa yang ingin Tuan muda ambil?" Sahut Xie Feng Xue dengan sedikit kaget sambil menaikkan alisnya sebelah.
"Ketua Feng Xue bisa tenang. Aku hanya akan mengambil Kelas tertinggiku saat ini." Ucap Qing Shandian dengan nada santainya. Dia berhenti sejenak, lalu menatap Xie Feng Xue dengan tatapan serius dan berkata, "Kelas Surga Tingkat Tinggi."
'Nguuungggggg..."
Begitu suara Qing Shandian jatuh, telinga semua orang yang ada dalam ruangan itu terasa seperti berdengung. Suasana dalam aula saat ini sangat sunyi begitu Qing Shandian menyelesaikan ucapannya. Namun, segera, mereka secara serempak berkata dengan suara keras.
"Apaaa!!!"
Qing Shandian beruntung telah bersiap menutupi telinganya begitu melihat reaksi di wajah semua orang. Sehingga disaat mereka secara serempak berteriak, Qing Shandian tetap dalam sikap tenang. Dia pun berkata, "Bagaimana, Ketua Feng Xue? Apakah siap untuk mengawasi ujianku?"
Xie Feng Xue segera tersadar dari keterkejutannya. Dia menatap Qing Shandian dengan tatapan aneh dan berkata, "Tuan muda, ini bukan lelucon sama sekali. Kamu hampir membuat jantungku melompat keluar dari tempatnya." Pungkasnya sambil memegangi dadanya yang terasa berdegup kencang.
Qing Shandian menatap Xie Feng Xue. Dia kemudian menghela nafas panjang dan berkata, "Haahhhh... Apa Ketua Feng Xue juga menganggapku sedang membuat lelucon? Jika begitu, lupakan saja. Aku akan mendaftar di Asosiasi wilayah lain. Aku permisi. Benar-benar membuang waktu saja." Pungkasnya dengan menggerutu, lalu segera berbalik dan melangkah pergi.
Xie Feng Xue yang melihat kepergian Qing Shandian segera berlari mengejarnya dan langsung memeluk lengannya. Dia terkekeh dan berkata, "Hihi.. Tuan muda, aku tidak berfikir seperti itu. Hanya saja, itu benar-benar membuat jantungku serasa ingin melompat."
Qing Shandian yang kembali merasakan sesuatu yang kenyal dan lembut membungkus lengannya pun berhenti berjalan. Dia menoleh ke arah Xie Feng Xue dan dengan seringai licik dia menjawab. "Ohh? Benarkah? Lalu, bolehkah aku menyentuhnya? Mungkinkah itu benar-benar akan melompat?"
Xie Feng Xue segera memerah malu. Lalu mencubit lengan Qing Shandian dan berkata, "Tuan muda, bagaimana sekarang rasanya? Apakah itu sakit?"
"Aahhh... Aku hanya bercanda, aahh.. Baik, baik.. Aku salah, aku salah.." Ucap Qing Shandian yang merasakan nyeri di lengannya sambil berteriak.
"Rasakan.. Itu hadiah untukmu karena berani menggodaku. Sekarang ,ikuti aku ke ruangan pemurnian di lantai enam." Sahut Xie Feng Xue dengan bersungut - sungut sebelum menarik lengan Qing Shandian yang berada dalam pelukannya kembali memasuki aula.
...…………………………...
** Bersambung …