System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.97 - Kembali Ke Wilayah Timur



Waktu bergulir dengan cepat. Malam yang dingin telah berganti pagi yang hangat dan cerah.


Saat ini, kelompok Wilayah Timur terlihat berjalan beriringan meninggalkan kediaman tamu menuju ke Istana Kekaisaran. Wang Xiu dan tujuh Pemimpin Klan lainnya berjalan di depan, sementara kelompok Qing Shandian mengikuti di belakang mereka.


Setelah sepuluh menit berjalan, akhirnya mereka sampai di tujuan. Kedatangan mereka disambut hangat oleh penjaga yang bertugas. Di dalam istana juga tampak ramai, karena kelompok dari Wilayah Barat dan Selatan telah berkumpul. Dengan langkah tenang, mereka memasuki istana sebelum kemudian duduk di kursi yang telah di sediakan seperti sebelumnya.


Setelah peristiwa sebelumnya di luar area kompetisi, Wilayah Barat dan Selatan tidak lagi memiliki keberanian untuk mengusik Wilayah Timur. Mereka hanya memberikan sapaan dengan anggukan ringan.


"Selamat datang, Pemimpin Wang, semuanya. Sepertinya kalian beristirahat dengan baik semalam." Ucap Kaisar Dong Jun dengan nada hangat sambil tersenyum tipis.


"Terimakasih, Kaisar Dong. Semua berkat Kekaisaran yang menyediakan tempat terbaik, sehingga kami bisa beristirahat dengan nyaman." Sahut Wang Xiu sambil membalas senyum Kaisar Dong Jun.


"Itu bagus. Senang mendengarnya." Ucap Kaisar Dong Jun sambil mengangguk ringan. Dia kemudian menyapukan pandangan ke arah semua orang, lalu berkata, "Baiklah. Karena semua orang telah berkumpul, aku tidak akan banyak bicara omong kosong. Aku hanya ingin menyampaikan beberapa hal acak. Yang pertama, aku ucapkan terimakasih pada kalian semua karena telah mengunjungi tempatku yang dingin. Kedua, aku berharap besar pada kalian, agar saling menjaga perdamaian benua ini. Namun aku tidak memaksakan tentang itu. Semua kembali pada kalian masing-masing. Ketiga, sekali lagi aku ucapkan selamat untuk Wilayah Timur karena memenangkan kompetisi tahunan kali ini. Yang terakhir, aku ingin menjamu kalian semua sebelum kalian kembali."


"Hahaha.. Kaisar Dong, kamu memang berfikiran luas dan mementingkan alasan jangka panjang daripada jangka pendek. Ngomong-ngomong, tentang jamuan, tidak akan lengkap jika tanpa sebuah anggur yang baik, bukan?" Sahut Xing Lihai dengan tawanya yang renyah.


"Tentu saja, Pemimpin Xing. Masa depan yang baik selalu lebih utama daripada keuntungan sesaat yang bisa menyebabkan bencana. Semua orang tidak perlu khawatir. Aku telah menyiapkan anggur khusus untuk kalian." Ucap Kaisar Dong Jun dengan nada tenang sebelum kemudian dia bertepuk tangan ringan, memanggil para pelayan agar segera menyajikan hidangan.


Setelah tepuk tangan itu, para pelayan wanita segera berdatangan memasuki istana sambil membawa berbagai hidangan dan anggur, lalu menyusunnya dengan rapi di setiap meja, sebelum kemudian mereka meninggalkan istana.


Kaisar Dong Jun menyapukan pandangan pada semua orang dan berkata, "Semuanya, silakan nikmati hidangannya. Aku berharap kalian puas."


"Terimakasih, Kaisar Dong." Sahut semua orang serempak.


Setelah itu, acara jamuan berlangsung dengan khidmat dan sesekali suara obrolan ringan juga terdengar diantara mereka.


Setelah beberapa waktu, acara jamuan itu pun berakhir. Para pelayan kembali memasuki istana dan segera membereskan sisa jamuan.


Kaisar Dong Jun menatap semua orang dan berkata, "Baiklah. Karena jamuan telah berakhir, aku tidak akan menunda kalian lagi. Silakan jika masih ada yang ingin kalian lakukan di Ibukota Kekaisaranku, tapi jangan membuat kekacauan."


"Terimakasih atas jamuan meriahnya, Kaisar Dong. Kalau begitu, kami tidak akan tinggal lebih lama. Kami permisi." Sahut Lan Changju sambil berdiri dan menangkupkan kedua tangannya.


Kaisar Dong Jun mengangguk dan berkata, "Emm.. Semoga perjalanan kalian lancar."


Setelah itu, kelompok Wilayah Selatan juga mengundurkan diri dan meninggalkan istana, dan menyisakan kelompok Wilayah Timur.


"Kaisar Dong, kami juga tidak akan tinggal lebih lama lagi. Kami memiliki urusan mendesak yang harus kami selesaikan secepat mungkin." Ucap Xing Lihai sambil berdiri dan menangkupkan kedua tangannya.


"Baiklah. Kalian bisa kembali. Tapi biarkan An kecil tinggal sedikit lebih lama. Ada hal yang ingin aku bicarakan dengannya." Sahut Kaisar Dong Jun dengan nada serius.


Xing Lihai mengernyitkan dahinya ringan, lalu menoleh ke arah Qing Shandian dan berkata, "An kecil, apakah kamu tidak keberatan untuk tinggal sedikit lebih lama?"


Qing Shandian yang sedari awal diam memperhatikan pun berkata dengan nada santai. "Selama itu bukan untuk membicarakan omong kosong, aku akan tinggal."


"An kecil, aku tahu kamu juga memiliki sesuatu untuk dilakukan. Aku hanya ingin berbicara serius denganmu." Sahut Kaisar Dong Jun dengan suara serius.


"Baik. Kalau begitu aku akan tinggal." Ucap Qing Shandian dengan nada santai, lalu dia menatap kelompoknya dan berkata, "Pemimpin Wang, semuanya, kalian pergilah lebih dulu. Aku akan menyusul kalian nanti. Jika kalian ingin menemuiku, aku akan menunggu di Istana Kekaisaran."


"Baiklah. Kami pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik." Sahut Wang Xiu dengan nada hangat lalu berjalan meninggalkan istana.


"Shandian, kami pergi dulu." Ucap Shi Zhifang sambil tersenyum sebelum kemudian dia mengikuti kelompok Wang Xiu diikuti oleh delapan lainnya.


...…………………………...


Setelah kepergian kelompoknya, suasana dalam istana menjadi hening cukup lama. Qing Shandian diminta berpindah tempat duduk di depan Kaisar Dong Jun dan Permaisuri Yu Meilin, sementara mereka juga turun dari kursi singgasananya.


"An kecil, aku tidak akan berbasa-basi. Aku hanya akan menanyakan beberapa hal padamu." Kaisar Dong Jun berbicara dengan nada santai namun serius.


Kaisar Dong menoleh ke arah Permaisuri Yu Meilin yang dibalas dengan anggukan sambil tersenyum. Lalu dia menatap Qing Shandian dengan tatapan tenang dan berkata, "Sebelumnya, Senior Luan Feng mengatakan, bahwa suatu hari nanti akan ada seseorang yang meninggalkan benua ini. Aku sudah memikirkannya berulang kali tentang ucapan itu. Meski awalnya sedikit ragu, namun aku memutuskan untuk percaya dengan firasatku. Lalu, aku akan bertanya padamu. Apakah kamu akan meninggalkan benua ini?" Pungkasnya dengan nada serius.


Qing Shandian membalas tatapan Kaisar Dong Jun. Dia tersenyum tipis dan dengan nada santai berkata, "Itu benar. Suatu hari nanti aku akan meninggalkan benua ini. Apakah ada sesuatu tentang itu yang membuatmu terusik, Kaisar Dong?"


Ketika ucapan itu jatuh, tubuh Dong Jun bergetar halus, lalu berseru dengan suara sedikit keras. "Benarkah?! Apakah kamu serius dengan ucapanmu?"


"Aku sudah mengatakannya sekali. Jadi aku tidak akan mengulanginya untu kedua kali. Meskipun aku terlahir di benua ini, namun disini bukan tempat asal Klan ku." Ucap Qing Shandian dengan nada santai sebelum kemudian menyesap teh yang disuguhnya untuknya.


"Baik, baik. Maafkan aku. Aku hanya terlalu bersemangat. Jujur saja, sebenarnya aku dan istriku juga mempunyai impian untuk meninggalkan benua ini. Kami ingin mencari dan menyusul keluarga kami yang sudah lebih dulu naik ribuan tahun lalu. Kami selalu berkeinginan untuk naik. Tapi, karena seringnya terjadi masalah pada portal transfer antar benua, seiring waktu harapan kami pupus, dan itu membuat kami tidak memiliki cukup keberanian untuk melakukannya. Berbicara tentang itu, aku ingin tahu, apakah kamu bisa membawa kami berdua untuk ikut bersamamu?" Sahut Dong Jun dengan nada sedikit ragu.


Qing Shandian menatap Dong Jun dan Yu Meilin dengan tatapan tenang dan berkata, "Aku mengerti bagaimana perasaan kalian. Membawa kalian untuk ikut serta bukanlah perkara sulit. Namun, itu akan menjadi masalah yang sangat serius jika kalian mengetahui semua tentangku. Aku tidak bisa secara acak membawa orang lain bersamaku tanpa kesetiaan mereka."


Dong Jun mengerutkan dahinya dalam hingga membentuk lipatan. Dia jelas mengerti arah ucapan itu meskipun Qing Shandian menyampaikannya secara tersirat. Dia menoleh ke arah Yu Meilin dan berkata, "Lin'er, semua terserah padamu sekarang. Jika kamu setuju, aku juga akan setuju. Jika itu sebaliknya, aku juga tidak keberatan."


Yu Meilin tidak segera menjawab. Dia menatap Qing Shandian dengan tatapan sendu, lalu dengan suara agak serak dia berkata, "An kecil, apakah harus dengan hal itu agar kamu mau membawa kami?"


"Itu adalah jalan terbaiknya. Meskipun aku bisa mengetahui pemikiran kalian, tapi aku tidak ingin mengambil resiko apapun. Jika kalian setuju, aku tidak akan ragu membawa kalian dan memberikan perawatan terbaik. Namun jika kalian menolak, aku juga tidak akan memaksa. Lagipula, yang diuntungkan adalah kalian berdua." Sahut Qing Shandian dengan nada santai sebelum kemudian menikmati tehnya lagi.


Setelah mendengar penuturan itu, Yu Meilin terdiam menunduk. Sejujurnya, dia telah lama memendam kerinduan terhadap keluarga dan Klan-nya. Rasa itu tertanam di hati sejak lama dan kian menumpuk seiring berlalunya waktu. Sekarang, jalan telah terbuka di hadapannya, meskipun itu cukup sulit dan menyebabkan dilema. Yu Meilin tertunduk lesu tenggelam dalam fikirannya sendiri.


Setelah beberapa saat keheningan, Yu Meilin menghirup nafas dalam-dalam, lalu menatap Qing Shandian dengan tatapan membara penuh keyakinan. Sorot matanya terlihat tegas tanpa sedikitpun keraguan. Dia pun dengan suara sedikit keras berseru. "Aku, Yu Meilin, bersumpah pada langit, akan menjadikan Qing Shandian sebagai Tuanku, dan memberikan sepenuhnya kesetiaanku untuknya. Jika aku berkhianat, biarkan jiwaku dan seluruh keturunanku dilenyapkan oleh hukum langit."


"Duarrr..Duarrr..Duarrr..Duarrr..Duarrr..Duarrr.. Duarrr..Duarrr..Duarrr.."


Ketika sumpah Yu Meilin terucap, sembilan kali sambaran petir putih kehitaman segera menghiasi langit Ibukota Kekaisaran Dong Yu yang cerah. Bersamaan dengan itu pula, sebuah cahaya putih menembak ke arah dada Yu Meilin dan Qing Shandian, lalu membentuk sebuah simbol rumit. Itu adalah tanda yang sama seperti ketika Luan Feng dan Luan Mei bersumpah setia pada Qing Shandian.


Dong Jun awalnya cukup terkejut dengan tindakan Yu Meilin. Namun, ketika dia melihat tekad membara di mata istrinya itu, dia akhirnya melakukan sumpah yang sama, sebelum kemudian dia juga mendapatkan simbol yang sama di dadanya.


Qing Shandian masih dalam ekspresi tenangnya. Dia menyesap tehnya sekali lagi, lalu menatap Dong Jun dan Yu Meilin. Sambil tersenyum, dia berkata, "Aku tidak menyangka, bahwa kalian benar-benar nekad membuat sumpah seperti itu dan memilih menjadi pengikutku. Aku kagum dengan tekad kalian berdua. Karena begitu, tidak perlu lagi omong kosong. Apakah kalian sudah membuat pengaturan untuk Kekaisaran Dong Yu?"


"Sudah, Tuan muda. Aku sudah membuat pengaturannya setelah pertemuan singkat kemarin. Meskipun awalnya banyak yang keberatan, pada akhirnya mereka menerima keputusanku." Sahut Dong Jun dengan nada santai namun terdengar tegas ketika dia menjelaskan seperlunya.


"Itu bagus jika kamu sudah melakukan persiapan. Kalau begitu, kalian temui mereka untuk berpamitan. Aku akan menunggu kalian di alun-alun kota. Jika ada yang ingin kalian bawa, cukup bawa yang paling penting saja. Sisanya serahkan padaku." Ucap Qing Shandian dengan nada santai sambil lalu berdiri.


"Baik, Tuan muda. Kami akan segera menyusul." Sahut Dong Jun dengan sangat antusias sebelum kemudian dia dan Yu Meilin berjalan cepat meninggalkan istana.


Sementara itu, Qing Shandian yang ditinggal seorang diri hanya bisa menggelengkan kepala ketika menyaksikan betapa bersemangatnya kedua orang itu, sebelum kemudian dia menghilang dari tempatnya berdiri.


...…………………………...


Menit demi menit berlalu. Di depan portal transfer, Qing Shandian berdiri dengan tenang setelah selesai melakukan persiapan untuk mengaktifkan portal, dan menunggu kedatangan Dong Jun dan Yu Meilin.


Setelah lima menit lagi berlalu, Dong Jun dan Yu Meilin yang mengenakan jubah hitam datang menghampirinya. Qing Shandian dengan santai berkata, "Apakah urusan kalian sudah terselesaikan?"


"Semua sudah beres, Tuan muda." Sahut Dong Jun dengan nada santai.


"Baiklah. Kalau begitu, kita pergi sekarang." Ucap Qing Shandian sebelum kemudian dia mengaktifkan portal transfer menuju Wilayah Timur.


"Nguunggg"


Ketika portal itu diaktifkan, itu membentuk pusaran diiringi suara dengungan ringan. Qing Shandian dengan sabar menunggu hingga portal itu benar-benar stabil, lalu dia memasukinya dengan Dong Jun dan Yu Meilin yang mengikuti di belakangnya.


...…………………………...


** Bersambung …