System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.11 - Berkumpul Bersama Lagi



Suasana ruangan kembali kekehingannya untuk sesaat, sebelum perlahan Qing Shandian perlahan membuka matanya. Dia bisa merasakan ada sebuah dunia yang luas dalam jiwanya. Mengamati dunia itu sejenak, dia lalu berkata, "Wenrou, bagaimana caraku masuk ke Dunia Jiwa?"


[Ding... Tuan cukup memikirkan untuk memasukinya, maka akan muncul portal yang mengarah ke dunia jiwa Tuan.]


Mendengar jawaban Qing Wenrou, Qing Shandian mencoba memikirkan untuk memasuki dunia jiwanya. Sesaat kemudian, portal cahaya putih transparan terpampang jelas didepannya. Mengambil nafas panjang, dia kemudian melangkahkan kakinya dan memasuki portal itu.


"Wushh.." Qing Shandian lenyap dari dalam ruangan begitu pula dengan portal itu...


...--------------------...


"Wushh.." Dalam Dunia Jiwa, saat ini Qing Shandian muncul di dataran yang cukup luas. Disebelah kiri dia berdiri, ada barisan pegunungan yang memanjang. Disebelah kanannya, itu juga sama, namun tidak jauh dari pandangan matanya, dia bisa melihat deru air terjun yang menghantam bebatuan. Air sungai yang mengalir dengan riuh bergemerisik menampakkan kilaunya saat cahaya menerpa.


Qing Yuan menghirup udara dalam-dalam sambil menutup matanya. Dia merasakan aliran Qi Spiritual disekitarnya yang benar-benat padat. "Luarbiasa! Benar-benar Qi Spiritual yang sangat padat. Berlatih disini, akan memberikan efek setidaknya 50x peningkatan lebih cepat jika dibandingkan dengan di Klan." Ucap Qing Shandian dengan ukiran kepuasan nampak jelas menghias wajahnya. Senyum lebar mengembang dari telinga ke telinga.


"Wenrou, bisakah kamu memindahkan Dunia kecil di daerah ini? Kurasa tempat ini sangat cocok. Buat juga perisai pelindung, agar suatu saat, jika ada yang tinggal disini, tidak sembarang orang bisa masuk." Qing Shandian berkata kepada Qing Wenrou dengan nada hangat.


[Ding... Memulai proses pemindahan...]


Setelah beberapa saat menunggu, diikuti oleh suara Qing Wenrou, didepannya kini terhampar lautan Ramuan Spiritual yang dikelompokkan dalam masing-masing barisan, berikut juga bangunan 'Paviliun Obat Shangdi'.


[Ding... Proses pemindahan telah selesai. Saat ini, hanya Tuan yang akan bisa memasuki dunia kecil. Wenrou juga telah memindahkan dua orang yang terdeteksi ke lembah sebelumnya]


"Ahh... Ohh... Itu pasti ayah dan ibu. Aku sampai melupakan mereka. Huh... Ibu pasti sangat mngkhawatirkanku sekarang. Baiklah... Lebih baik segera kembali. Terimakasih Wenrou."


[Ding... Wenrou senang membantu Tuan]


"Wushh..." Qing Shandian kembali menghilang.


...-------------------------...


Didekat area air terjun, sebuah portal putih transparan tiba-tiba muncul, "Wushh...." Berjalan dengan santai Qing Shandian keluar dari portal. Begitu dia melihat Qing Yuan dan Lin Lianhua, dia segera menghampiri mereka.


"Ayah, Ibu, An'er kembali..." Ucap Qing Shandian sambil tersenyum lembut.


Lin Lianhua yang mendengar suara seseorang yang memanggilnya-pun segera menoleh. Dia merajut alisnya. Dengan sedikit waspada, Lin Lianhua lalu berkata, "Siapa kamu? Kenapa kamu memanggil kami dengan panggilan ayah dan ibu?"


Mendengar pertanyaan balik dan melihat sikap waspada ibunya, Qing Shandian menghentikan langkahnya. Sambil menghela nafas panjang, Qing Shandian berkata dengan lembut, "Haahhhhh.... Ibu, apa kamu sudah melupakan putramu sendiri? Ini An'er... Qing Shandian. Bukankah kita bertiga melakukan perjalanan mencari tiga bahan utama 'Bone Strengthening Pill', namun An'er membawa kalian memasuki lembah harta karun ini? Bahkan kalian mengatakan bahwa lembah ini hanya lembah yang indah dan sangat cantik... Ohh.. Hati An'er terasa sakit... Bahkan ibu pun telah melupakanku seorang bocah kecil yang malang... Haahhh..." Di akhir ucapannya, Qing Shandian sedikit menyindir sebelum kemudian berpura-pura sedih sambil melepas topengnya.


Lin Lianhua tidak mengatakan sepatah kata pun. Dia segera berlari memeluk Qing Shandian begitu dia mengenali wajah putranya... Ya, wajar jika Lin Lianhua merasa asing. Tidak hanya perawakannya yang semakin tinggi, namun perlengkapan set jubahnya juga telah berubah, disertai dengan adanya topeng yang menutup sebagian wajahnya. Lin Lianhua menangis sesunggukan sambil memeluk putranya. Dengan suara tersengal-sengal, dia berkata, "Darimana.. Sa..aja kamu, An'er? Ibu.. Ibu dan ayahmu.. mencarimu sepanjang hari."


Cukup lama Lin Lianhua memeluknya Qing Shandian, sampai akhirnya dia melepaskan pelukannya. Menenangkan dirinya sedikit, dia kemudian melanjutkan, "Setelah kamu tiba-tiba menghilang di air terjun, kami bergegas mengejarmu. Namun, bukannya bertemu denganmu. Tapi kami justru terlempar ke dunia aneh, dunia yang asing. Disana banyak jenis Ramuan Spiritual dengan Kelas dan Tingkat yang Tinggi. Namun kami tidak menghiraukan itu sama sekali. Kami menelusuri area disana sini hanya untuk mencarimu... Tapi... Tapi kemudian kami tiba-tiba terlempar kembali ke lembah ini..." Tutur Lin Lianhua pada Qing Shandian.


Qing Shandian yang mendengar upaya ayah dan ibunya yang berjuang mencarinya merasa sangat bersalah. Dengan menundukkan kepalanya, di berkata dengan lirih. "Ayah, ibu, An'er minta maaf karena sudah membuat kalian khawatir. An'er minta maaf sudah membuat kalian pontang-panting untuk mencari An'er.... An'er terlalu ceroboh."


Sesaat kemudian Qing Shandian mengangkat kepalanya. Rasa bersalah itu semakin menjadi disaat pandangannya bertemu dengan mata berkaca-kaca ibunya. Dia mengulurkan tangannya, mengusap lembut airmata yang tertahan dipelupuk mata ibunya, sambil berkata, "Lain kali, An'er akan lebih berhati-hati dan tidak membuat ibu khawatir. Ibu jangan sedih. Bukankah An'er baik-baik saja? Bagaimana menurut ibu, apakah An'er sekarang lebih tampan dan gagah?" Di akhir ucapannya, Qing Shandian berkata sambil menaik-turunkan alisnya, dengan senyum lebar, sehingga itu membuat Lin Lianhua terkikik sambil menutup bibirnya.


"Bagaimana itu?.. Bukankah An'er lebih tampan dari ayah?... Lihat saja wajah ayah yang terlihat masam itu.. Tatapan yang garang dengan bibir berkedut-kedut... Lebih baik ibu ikut An'er... An'er akan memberikan kejutan untuk ibu, bagaimana?.." Qing Shandian menyindir ayahnya yang berwajah masam, sambil mengulurkan tangannya menggoda ibunya dengan senyum yang mengembang dari telinga ke telinga...


"Hiihihi... Sejak kapan An'er kecil ibu menjadi begitu dewasa dan pandai merayu?" Mengulurkan tangannya menyambut tangan Qing Shandian, Lin Lianhua berkata sambil terkikik seperti bunyi lonceng kaki yang bergemincing merdu.


Sebelum Qing Shandian menjawab pertanyaan ibunya, Qing Yuan yang merasa diabaikan pun berkata dengan berteriak, "Bocah kecil sialan... Apa kamu sengaja melupakan ayahmu?.. Sialan.. Sejak kapan kamu berubah begitu dewasa dan mengabaikan ayahmu?.. Huh! Tahukah kamu bagaimana ayah dan ibumu mencarimu bahkan tanpa istirahat?.. Jika ayah tahu kamu akan mengabaikan ayahmu ini, huh... Lebih baik aku tidak mencarimu.. Bocah kecil sialan." Pungkas Qing Yuan dengan menggerutu


Sementara disisi lain, Qing Shandian dan Lin Lianhua terkikik dan tertawa.


Sesaat kemudian, Lin Lianhua berkata, "Sudah-sudah. Kalian ini akhir-akhir ini menjadi sering bertengkar dan meledek satu sama lain. Daripada seperti itu,..." Menjeda ucapannya, Lin Lianhua memandang Qing Shandian dan melanjutkan dengan nada serius, "Bukankah seharusnya kamu menjelaskan pada kami tentang apa yang terjadi, An'er? Kemana kamu menghilang? Dan apa yang terjadi sehingga kamu berubah menjadi seperti ini?"


Mendengar rentetan pertanyaan ibunya yang serius, tenggorokan Qing Shandian berguling. Menghela nafas, sambil memandang ayah dan ibunya, dia kemudian berkata, "Hahh... Lebih kurangnya, An'er juga terlempar ke dunia yang sama seperti ayah dan ibu. Mungkin, kita terlempar secara acak ke area yang terpaut jauh, oleh karena itu ayah dan ibu tidak bisa menemukan An'er... Dan tentunya, banyak hal yang terjadi, bu. Cukup banyak......"


Berhenti sejenak, kemudian Qing Shandian melanjutkan dengan nada yang lebih serius. "Sebelum An'er melanjutkan penjelasan, maukah ayah dan ibu berjanji untuk tidak mengatakan apapun yang terjadi disini kepada siapapun? Karena ini menyangkut hidup An'er."


Mendengar pertanyaan putranya, Qing Yuan dan Lin Luanhua merajut alis mereka. Mereka merasa aneh dengan sikap serius dan misterius putranya. Setelah hening sesaat, Lin Lianhua mengangguk dan berkata lebih dulu. "Baik... Jika itu benar-benar berkaitan dengan hidupmu,... Ibu berjanji tidak akan mengatakannya kepada siapapun. Kecuali jika kamu yang mengatakannya sendiri..."


Mendengar janji orangtuanya, Qing mengangguk. Sesaat kemudian, sebuah portal putih transparan muncul disamping mereka. Qing Shandian melangkahkan kakinya hendak memasuki portal. Berhenti sesaat, dia berkata, "Jika ayah dan ibu percaya pada An'er, sekarang ikuti An'er ke suatu tempat..."


Usai berucap, Qing Shandian memasuki portal itu. Qing Yuan dan Lin Lianhua yang melihat itu pun, sejenak merasa ragu untuk mengikuti. Namun tidak lama setelah keraguan itu melintas, Lin Lianhua melangkah maju memasuki portal putih transparan menyusul Qing Shandian.


Disisi lain, Qing Yuan hanya bisa mendesah tanpa daya, kemudian melangkahkan kakinya juga menyusul Qing Shandian dan Lin Lianhua.


...-------------------------...


"Wushh... Wushhh..." Lin Lianhua dan Qing Yuan keluar dari sebuah portal, dan portal itu menghilang. Pandangannya menyapu ke barisan pegunungan disisi kanan kiri mereka, lalu berhenti pada barisan Ramuan Spiritual yang tertanam berjajar dengan rapi sesuai masing-masing jenis.


Menoleh ke arah Qing Shandian, Lin Lianhua bertanya, "An'er, dimana kita sekarang? Seingat ibu, sebelumnya tidak ada barisan pegunungan yang begitu panjang."


Qing Yuan lalu menambahkan, "Benar... Qi Spiritual disini juga jauh berbeda jika dibandingkan dengan tempat sebelumnya. Disini konsentrasi Qi Spiritualnya sangat padat. Bahkan lebih padat daripada lembah yang kita kunjungi."


Qing Shandian yang mendengar perkataan ayah dan ibunya terdiam sejenak, dia memandang ke arah barisan Ramuan Spiritual, kemudian dia menjawab sambil menjelaskan. "Memang, saat ini kita berada di tempat yang berbeda. Sebenarnya, setelah An'er menghilang, An'er terbangun tidak jauh dari barisan Ramuan Spiritual itu. Karena An'er terlalu bersemangat, An'er tidak memperhatikan area disekitar. Tapi, ketika An'er akan memanen Ramuan Spiritual itu, ada keraguan di hati An'er. Barulah saat itu An'er mulai memperhatikan sekitar dengan cermat, hingga An'er menemukan keberadaan sebuah bangunan..."


Sampai disini, Qing Shandian berhenti berkata. Menoleh ke arah ayah dan ibunya, Qing Shandian melanjutkan dengan bertanya, "Apakah ayah dan ibu ingin tahu seperti apa isi di dalam bangunan itu?"


Qing Yuan dan Lin Lianhua terdiam. Dibenak mereka, saat ini banyak pertanyaan yang menumpuk. Sesaat kemudian, Lin Lianhua berkata, "An'er, bawa kami kesana."


Mereka pun berjalan bersama menuju area 'Paviliun Obat Shangdi' dengan Qing Shandian yang memimpin. Ketika jarak mereka hanya terpaut 50 meter, Qing Shandian berkata pada Qing Wenrou dalam fikirannya, "Wenrou, bisakah kamu membuat agar ayah dan ibuku bisa memasuki area 'Paviliun Obat Shangdi'?"


[Ding... Tentu Tuan, itu mudah]


Setelah beberapa saat, terdengar pemberitahuan lagi.


[Ding... Proses verifikasi telah selesai. Ayah dan ibu Tuan hanya perlu mengalirkan Qi Spiritual pada perisai pelindung, agar itu dapat mengenali aura mereka.]


Setelah mendengar penjelasan Qing Wenrou, Qing Shandian berkata dalam fikirannya, "Terimakasih Wenrou..." Lalu dia menoleh kearah orangtuanya, lalu berkata, "Ayah, ibu, letakkan tangan kalian pada perisai pelindung, lalu alirkan sedikit Qi Spiritual kalian, agar itu bisa mengenali aura kalian di lain waktu."


Mendengar penuturan Qing Shandian, Qing Yuan segera melakukannya sesuai arahan. Setelah beberapa saat, perisai pelindung menampakkan cahaya yang berkilau, lalu perlahan terbuka selebar 3 meter. Mereka pun segera masuk, lalu perisai itu tertutup kembali.


Sesampainya mereka di depan bangunan 'Paviliun Obat Shangdi', Qing Shandian segera membuka pintunya.


"Krekkkkk..."


Begitu pemandangan dalam ruangan memasuki pandangan Qing Yuan dan Lin Lianhua, mulut mereka ternganga lebar. Sejauh mata memandang, hanya nampak barisan ribuan botol giok yang tersusun rapi di rak. Aroma obat yang kuat, membuat tubuh mereka bergetar lembut.


"An'er... Ap.. Apa semua botol giok itu berisi pil obat?" Tanya Qing Yuan dengan suara bergetar. Keingintahuannya menyebabkan perasaannya berdebar-debar.


"Ya... Semua dalam botol giok di ruangan ini berisi pil obat dengan kelas yang berbeda, namun semuanya tingkat tinggi. Meskipun, An'er belum memeriksa, jenis pil obat apa pastinya." Kata Qing Shandian sambil menggelengkan kepalanya begitu melihat reaksi ayah dan ibunya yang terkejut. Dia sendiri bahkan mengalami terobosan saat baru membuka pintu. Dengan begitu banyaknya pil obat sebanyak itu, siapa yang tidak akan terkejut.


"Lalu... Lalu kenapa kamu tidak memeriksanya sebelumnya? Apa yang kamu lakukan, An'er?" Sahut Lin Lianhua.


Qing Shandian memandang mereka sesaat, sebelum dia berkata, "Sebenarnya, disinilah An'er mendapatkan semua perubahan ini. Pemilik Paviliun sebelumnya meninggalkan sebuah warisan, dan secara tidak sengaja An'er mendapatkan warisan itu. Sampai sekarang, bukankah ayah dan ibu belum mengetahui, pada tingkat apa kultivasi An'er sekarang?"


Sampai disini, barulah Qing Yuan dan Lin Lianhua ingat, bahwa mereka memang tidak tahu apa tingkatan kultivasi Qing Shandian setelah dia menghilang.


"Lalu, ditingkat apa kamu sekarang, An'er?" Ucap Lin Lianhua dengan rasa penasaran.


Qing Shandian tidak menjawab, tetapi melepaskan auranya.


"Wushhh..."


Begitu Qing Shandian mengungkapkan basis kultivasinya, Qing Yuan dan Lin Lianhua kembali terkejut dengan mulut menganga lebar. Mereka sama-sama bergumam, "Golden Core..."


...… … …...


** Bersambung …