System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.77 - Perburuan 5



Pertarungan Sengit dan Kontrak Paksa


Di luar area situs peninggalan kuno, keributan pecah diantara para pemimpin perwakilan peserta setiap wilayah. Itu juga termasuk Kaisar Kekaisaran Dong Yu, Dong Jun dan Permaisuri Yu Meilin. Hal ini terjadi ketika mereka melihat poin Wilayah Timur di monumen pemantauan yang terus melejit naik dengan sangat cepat hingga menembus angka 535.600 poin, dan berhasil menempati posisi pertama. Mereka jelas sangat terkejut dan merasa kebingungan.


Sementara itu, di kelompok Perwakilan Wilayah Tengah, Juan Jixun yang tidak percaya dengan kejadian itu dengan nada tinggi berkata, "Bagaimana itu bisa terjadi? Kaisar Dong, apakah terjadi kesalahan disini? Apa monumen pemantauin ini rusak? Tidak mungkin keroco Wilayah Timur bisa membalik posisi Wilayah Tengahku."


Di sisi kelompok Wilayah Timur, Xing Lihai yang mendengar ucapan Juan Jixun dengan sinis berkata, "Juan Jixun, kamu adalah orang tua. Jangan bicara omong kosong. Jika kamu tidak bisa mempercayai matamu, apakah itu berarti matamu menjadi buta? Kamu benar-benar konyol! Bukankah kamu juga tahu bahwa monumen ini tidak mungkin menampilkan hasil yang salah? Mentang - mentang wilayahmu kuat, bukan berarti kami akan dengan mudah takut. Selama ini, tidak pernah ada seorang pun yang mengeluh dengan hasil monumen pemantauan bukan? Kamu adalah orang pertama yang berani meragukannya di depan semua orang. Apa kamu tidak malu? Atau kamu sulit untuk menerima kenyataan?"


"Pemimpin Juan, apa yang dikatakan Pemimpin Xing itu benar. Monumen pemantauan tidak pernah salah saat menampilkan hasilnya. Jika kamu meragukan itu, kenapa kamu tidak memeriksa monumen itu sendiri untuk memastikannya?" Sahut Dong Jun dengan suara yang tidak puas. Dia juga merasa terganggu dengan ucapan Juan Jixun.


"Hahaha... Kaisar Dong, kamu memang yang paling realistis disini. Lagipula kita juga tidak bisa memutuskan hasilnya untuk saat ini. Kompetisi masih akan berlangsung untuk waktu yang lama. Jadi perubahan pasti akan terus terjadi." Wang Xiu tertawa renyah ketika dia berbicara dengan nada tenangnya.


Dong Jun mengangguk ringan dan berkata, "Emm... Pemimpin Wang benar. Sebagaimana yang telah kita amati, bahwa posisi mereka juga naik turun bergantian. Jadi lebih baik terus mengamati dengan tenang."


"Hmpphh!! Kita lihat saja. Apakah Wilayah Timur mampu mempertahankan posisinya." Juan Jixun mendengus dingin ketika dia menyahuti. Dia benar-benar merasa tidak senang.


………………………


Bersamaan dengan keributan yang terjadi diluar situs peninggalan Qin Laohu, di medan pertemuan saat ini suasana juga sama kacaunya. Ledakan dahsyat yang sebelumnya terjadi, membuat puluhan Binatang Spiritual Kelas 4 Tingkat Tinggi dan Kelas 5 Tingkat Rendah mendatangi lokasi pertempuran. Sejauh yang mereka lihat hanyalah lembah yang hancur disana - sini, dengan mayat Binatang Spiritual yang bergelimpangan dimana-mana.


Kelompok Binatang Spiritual ini terbagi menjadi enam kelompok kecil, yang terdiri dari 'Harimau Es Sayap Kristal', 'Singa Salju Api Dingin', 'Rubah Bulan Kristal Hitam', 'Rubah Salju Berkepala Tiga', 'Serigala Langit Sembilan Warna' dan 'Hydra Naga Berkepala Sembilan'.


"Hu Bing Yi, apakah kamu menemukan sesuatu?" Ucap pemimpin 'Singa Salju Api Dingin' bertanya.


'Harimau Es Sayap Kristal' yang dipanggil Hu Bing Yi menggelengkan kepalanya. Dengan suara feminim dia berkata, "Shi Xue Yan, aku tidak menemukan apapun. Ini sangat aneh. Jelas sekali bahwa pertempuran ini baru saja terjadi. Tapi sedikitpun aku tidak mendeteksi adanya aura asing disekitar sini."


Mendengar jawaban itu, pemimpin 'Singa Salju Api Dingin' yang dipanggil Shi Xue Yan menoleh ke arah serigala sembilan warna dan berkata, "Lalu bagaimana denganmu, Lang Tian? Apakah dengan hidung tajammu kamu juga tidak bisa menemukan petunjuk apapun?"


"Aku juga mengalami hal yang sama. Aku sama sekali tidak bisa menemukan aura asing." Sahut serigala sembilan warna yang dipanggil Lang Tian sambil menggelengkan kepalanya.


"Ggrrrr... Siapa sebenarnya yang berani mengusik wilayah kita?! Dia punya nyali untuk melakukan pembantaian!" Shi Xue Yan menggeram marah ketika dia berbicara.


Namun begitu ucapannya jatuh, Lang Tian dengan cepat berseru. "Ada yang datang!"


"Zheepppp"


Bersamaan dengan berakhirnya ucapan Lang Tian, sosok Qing Shandian muncul cukup jauh dari mereka sambil berdiri melayang menggunakan 'Sayap Emas Petir Angin'. Dia menatap kelompok Binatang Spiritual di hadapannya dengan tatapan serius, namun terlihat tenang. Dia berkata, "Apakah kalian sedang mencari seseorang?"


Hu Bing Yi, Shi Xue Yan, Lang Tian dan tiga kelompok kecil lainnya memberikan tatapan tajam yang menyelidik ketika mereka melihat kemunculan Qing Shandian.


Shi Xue Yan sambil menyipitkan matanya berkata, "Bocah manusia, apa kau tahu siapa yang sudah melakukan hal ini?"


"Tentu saja aku tahu. Karena aku adalah pelakunya. Apakah ada yang salah dengan hal itu?" Qing Shandian berbicara dengan santai sambil meregangkan tubuhnya dengan malas.


"Ggrrr... Apa yang salah katamu?! Bocah manusia, kau sangat lancang dan berani!!" Sahut Lang Tian menggeram meraung marah.


Qing Shandian mengendikkan bahunya dan menyahuti. "Itu tidak penting. Pertanyaanku sangat sederhana. Apa kedatangan kalian ingin menuntut balas padaku?"


"Roaarrrr... Sangat lancang!! Kau memcari kematianmu!!" Shi Xue Yan meraung keras ketika dia menimpali ucapan Qing Shandian.


Hu Bing Yi yang juga geram menahan marah pun segera menambahkan. "Bocah manusia, apa tujuanmu membantai mereka? Apa kau tidak tahu, bahwa lembah ini ada di bawah pengawasan kami?"


Qing Shandian menatap enam kelompok Binatang Spiritual dihadapannya dengan seksama lalu berkata, "Aku tidak tahu tentang itu. Tapi, meskipun aku tahu, aku akan tetap melakukannya. Karena aku membutuhkan poin dan kekuatan. Jika aku tidak melakukannya, wilayah tempatku berasal, besar kemungkinan akan menjadi medan pertempuran besar. Jika kalian ingin menuntut balas, tidak perlu banyak bicara omong kosong."


"Hmmpphh!!! Kau memiliki nyali yang besar! Kau memang pantas mati!" Sahut Shi Xue Yan mendengus dingin sebelum kemudian menerjang ke arah Qing Shandian.


"Wuusshh"


"Shi Xue Yan, jangan gegabah!!" Teriak Hu Bing Yi mencegah, namun dia sudah terlambat.


"Kita akan mencari tahu, siapa yang berdiri paling akhir!" Ucap Qing Shandian dingin sebelum kemudian menerjang ke arah Shi Xue Yan.


"Diinnggg..."


"Dingg..Dingg..Dingg..Dingg..Dingg..Dingg.."


"Bocah manusia, kau memang memiliki kemampuan. Tapi jika hanya itu... Hmph!!" Ucap Shi Xue Yan mendengus dingin disela pertarungannya.


"Boomm.. Boomm.. Boomm..."


"Hahaha... Singa tua, apakah ini krmampuan yang kamu miliki?! Buat aku lebih terhibut." Ucap Qing Shandian tertawa nyaring sambil beradu serangan.


"Hmph!! Karena kamu mencari kematianmu, jangan salahkan aku karena kejam!" Sahut Shi Xue Yan mendengus dingin dengan kemarahannya. "Api Dingin Peledak!"


"Hmph!! Terima ini juga Singa tua! Pedang Penghancur!" Seru Qing Shandian sambil meluncurkan teknik pedangnya juga.


"Booommmm"


"Aahhh... Bocah sialan! Kau benar-benar membuatku marah!" Teriak Shi Xue Yan ketika terpental akibat bentrokan serangan mereka.


Qing Shandian dan Shi Xue Yan terlibat bentrokan hebat. Mereka saling kejar dan beradu serangan dengan ganas. Bentrokan cakar, pedang dan teknik diantara mereka berdua menimbulkan riak-riak di udara.


Sementara itu, di sisi kelompok Binatang Spiritual, mereka mengamati pertarungan keduanya. Lang Tian menatap 'Harimau Es Sayap Kristal', 'Rubah Bulan Kristal Hitam', 'Rubah Salju Berkepala Tiga' dan 'Hydra Naga Berkepala Sembilan' bergantian sambil berkata, "Hu Bing Yi, Huli Yue, Huli Xue, Jiu Tou Long, apa kita akan diam dan hanya menyaksikan pertempuran mereka?"


'Hydra Naga Berkepala Sembilan' yang dipanggil Jiu Tou Long menoleh ke arah Lang Tian dan membalas dengan suara agak serak. "Aku juga ingin ikut bermain. Tapi, apa kamu tidak melihat bagaimana kehancuran area ini? Aku yakin dia masih menahan diri."


"Emm.. Jiu Tou Long benar. Jika kita ikut bergabung, kita harus menyerang bersama. Jika tidak, akan sulit untuk membuatnya terpojok." Sahut 'Rubah Bulan Kristal Hitam' yang dipanggil Huli Yue dengan suara feminimnya. Dia mengangguk ringan ketika hendak berbicara.


"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."


Sambil menatap langit ke arah lertempuran Qing Shandian dan Shi Xue Yan, 'Rubah Salju Berkepala Tiga' yang dipanggil Huli Xue berkata, "Kita serang bersama. Aku tidak percaya jika bocah manusia itu bisa menahan serangan gabungan kita semua."


"Grrr... Kalau begitu, kelompok kita masing - masing akan memberikan serangan kejutan untuk memecah konsentrasinya, sementara kita berenam akan menyerangnya secara langsung! Berpencar!!" Sahut Lang Tian sambil menggeram sebelum kemudian dia melesat cepat ke arah Qing Shandian yang sibuk beradu serangan dengan Shi Xue Yan. Sinar kemarahan tampak meledak dari sorot matanya.


"Wuusshhh.. Wuusshhh.. Wuusshhh..."


Bergeraknya Lang Tian secara beriringan diikuti oleh Hu Bing Yi, Huli Yue, Huli Xue dan Jiu Tou Long.


Sementara itu, di sela pertarungannya, Shi Xue Yan tertawa nyaring sebelum kemudian dia berbicara, "Hahahahaha.. Bocah manusia! Menurutmu kemana kamu akan melarikan diri!"


Qing Shandian mengabaikan ucapan itu. Dia benar-benar berkonsentrasi penuh dengan sekitarnya. Ketika dia merasakan lima aura kuat lain mendekatinya, diikuti oleh berbagai serangan yang melesat cepat ke arahnya, dia menyunggingkan seringai lebar. Dia mengeluarkan auranya yang lain, dan dengan ganas mengayunkan pedangnya sambil berkata, "Karena kalian semua akhirnya bergerak, maka giliranku untuk menjadi lebih serius! Haaaa!!"


"Boommmm"


"Ahhhhh" Teriak Shi Xue Yan ketika dia mendapat serangan yang jauh lebih kuat dari Qing Shandian. Dia terpental jauh hingga menghantam kelompok kecil Binatang Spiritual.


"Boomm..Boomm..Boomm..Boomm.."


Hampir bersamaan dengan itu, Qing Shandian melesat lebih cepat menghindari berbagai serangan yang tertuju padanya sebelum kemudian serangan-serangan itu meledak saling bersahutan mengenai udara kosong.


"Ada yang salah! Auranya berubah!! Serang bersama!!" Teriak Lang Tian yang kaget ketika merasakan perubahan dan peningkatan aura Qing Shandian.


"Badai Elemen Pemusnah!"


"Jarum Kristal Pembeku Langit!"


"Bilah Angin Penghancur!"


"Bilah Cahaya ...."


"Nafas Api ...."


Qing Shandian tidak gugup sama sekali. Dia siap menyambut serangan yang mereka luncurkan ke arahnya. Dengan cepat menyimpan pedangnya, dia langsung membentuk segel tangan dan berkata, "Petir Suci! Kesengsaraan Petir!"


"Jedderrr..Jedderrr..Jedderrr..Jedderrr.. Jedderrr..Jedderrr..Jedderrr..Jedderrr.. Jedderrr.."


"Boommm..Boommm..Boommm.... Boommm..Boommm..Boommm.."


"Aaahhhhhh..." Teriak lima pemimpin Binatang Spiritual yang paling dekat dengan Qing Shandian ketika mereka tersapu badai energi dan sambaran petir. Itu membuat mereka menukik tajam sebelum kemudian jatuh menghantam tanah dengan keras.


"Baammm.. Baammm.. Baammm.. Baammm.. Baammm..."


Kekacauan besar kembali terjadi ketika berbagai serangan saling berbenturan. Badai energi dari pertemuan berbagai serangan itu mengamuk liar ke segala arah, bahkan juga menyapu kelompok kecil Binatang Spiritual yang membokong Qing Shandian.


...………………………...


Di area yang jauh dari pertempuran, Shi Zhifang dan delapan orang lainnya merasakan debaran kuat di jantung mereka ketika melihat pertempuran yang sangat kacau. Mereka merasakan ketegangan ketika melihat sengitnya pertempuran itu. Langit menjadi penuh warna dengan riak - riak energi yang berhamburan ke segala arah. Suara dentingan, desingan, raungan, ledakan, saling bersahutan memasuki telinga mereka. Badai energi yang memasuki pandangan mereka berlangsung cukup lama sebelum akhirnya berhenti.


"Di... Dimana Shandian? Ke.kenapa dia tidak terlihat? Dia baik-baik saja bukan?" Dengan suara terbata-bata dan sedikit bergetar, Shi Zhifang berbicara.


Kelompok Shi Zhifang tidak segera menjawab, dan memfokusnya pandangan ke arah langit medan pertempuran.


Xie Huang Yang, dengan jarinya yang menunjuk suatu arah berbicara. "Lihat disana! Qing Shandian terlihat baik-baik saja. Namun sudah pasti dia juga terkena sapuan badai energi itu."


Mengikuti arah yang ditunjuk Xie Huang Yang, Shi Zhifang menghembuskan nafas kasar dan berkata, "Huhhh.. Syukurlah dia baik-baik saja. Itu membuatku takut setengah mati."


"Jangan terlalu cepat senang. Pertarungan masih belum berakhir. Kita amati saja." Ucap Sun Mingzhou mengingatkan sambil memfokuskan pandangan ke medan pertempuran.


...………………………...


Sementara itu, di sisi Qing Shandian, meskipun dia baik-baik saja, dia juga terkena imbas dari badai energi itu, hingga membuatnya juga terpental jauh. Di sudut bibirnya juga terlihat ada darah yang mengalir. Pertarungan seperti ini adalah pertama kalinya dia alami, dan itu membuatnya kewalahan. Dia menghapus darah di sudut bibirnya sebelum kemudian mengeluarkan tiga 'Pil Pemulih Qi Spiritual' dan langsung menelannya. Namun disaat dia akan melakukan penyerapan, sebuah teriakan memasuki telinganya.


"Bocah manusia sialan! Matilah!! Pusaran Bola Api Pemusnah!!" Teriak Shi Xue Yan meraung marah meluncurkan tekniknya dari area lembah dengan sedikit melayang.


"Singa tua bajingan!! Karna kau benar-benar ingin mati, aku akan mengabulkannya!! Kemarahan Naga Petir Semesta! Meraunglah! Hancurkan untukku!!" Teriak Qing Shandian yang terlanjur kesal dan geram sambil membentuk segel tangan dan meluncurkan serangannya.


"Raawwrrrrrrrr"


"Jederr..Jederr..Jederr..Jederr..Jederr.."


Ketika naga petir tiga warna raksasa itu muncul, derak petir menyambar-nyambar ke segala arah, dan melesat cepat menukik tajam menyambut serangan Shi Xue Yan.


Bersamaan dengan itu, Hu Bing Yi dan yang lainnya terbelalak. Dia dengan keras berteriak. "Tidak baik!! Cepat pergi! Jauhi area ini!!"


"Sudah terlambat!!" Sahut Qing Shandian dengan nada dingin.


"Tidaakkkkk!!" Teriak Shi Xue Yan ketika melihat bahwa serangan yang dia luncurkan tidak mampu mengimbangi serangan Qing Shandian.


Bersamaan dengan itu, ketika ucapan Qing Shandian jatuh, naga petir tiga warna telah bertemu dengan pusaran bola api dan meledak dengan dahsyat.


"Booommmmmmmmm...."


[Ding... An gege berhasil membunuh 42 Binatang Spiritual Kelas 4 Tingkat Tinggi. Mendapatkan 2,1 Triliun PS, Mendapatkan 1,05 Triliun PP]


[Ding... An gege berhasil membunuh 12 Binatang Spiritual Kelas 5 Tingkat Rendah. Mendapatkan 6 Triliun PS, Mendapatkan 3 Triliun PP]


[Ding... Total Poin System saat ini \= 176.661.177.222.000 PS]


[Ding... Akumulasi Poin Pengalaman 33,812255 Triliun/400 Triliun PP]


Ledakan itu berlangsung cukup lama. Badai energi yang mengamuk bahkan lebih ganas dari pada sebelumnya. Debu mengepul membumbung tinggi sebelum akhirnya menghilang tersapu angin.


Selama ledakan itu, Qing Shandian mengabaikan suara pemberitahuan dalam fikirannya. Dia tidak membuang kesempatan. Dengan cepat, dia melakukan proses penyerapan pil yang tertunda. Setelah itu, dia menatap datar ke arah lembah yang semakin hancur. Ketika persepsi spiritualnya masih mendeteksi keberadaan lawannya, Qing Shandian dengan sigap segera menghilang dari tempatnya berdiri melayang. Muncul di depan lima pemimpin Binatang Spiritual yang terkulai lemah, dia menggores telapak tangannya dan membentuk segel tangan. Setelah itu dia menempelkan tangannya di dahi salah satu dari mereka, dan mengulangi hal yang sama.


Lima pemimpin Binatang Spiritual itu cukup beruntung bisa selamat karena cukup jauh dari pusat ledakan. Sementara untuk Shi Xue Yan bisa dipastikan lenyap tanpa jejak. Setelah Qing Shandian selesai menanamkan segel kontrak, dia dengan sigap mengeluarkan lima 'Pil Pemulih Vitalitas dan Durabilitas' yang dikhususkan untuk Binatang Spiritual, dan langsung memasukkan ke mulut mereka. Dia berkata, "Cepat! Serap pil itu!"


Ketika ucapan itu jatuh, tanpa keraguan lima pemimpin Binatang Spiritual itu langsung mencerna khasiat pil yang diberikan Qing Shandian.


Setengah jam menunggu, Qing Shandian melihat mata mereka yang perlahan terbuka. Dia dengan tenang berkata, "Mulai sekarang, kalian adalah binatang kontrakku. Meskipun itu merupakan paksaan, kalian harus bersyukur bahwa kalian masih bisa selamat dengan utuh. Tugas pertama kalian, kumpulkan anggota kalian dan 'Singa Salju Api Dingin' yang masih hidup."


"Baik, Tuan." Ucap mereka serempak sebelum kemudian bergerak ke berbagai arah, menyeret anggotanya yang masih hidup namun sekarat.


Qing Shandian meregangkan kekakuan tubuhnya. Dia menghela nafas ringan dan berkata melalui transmisi spiritual. "Zhifang, Mingzhou, kalian semua bisa datang kesini. Semua sudah berakhir."


...…………………………...


** Bersambung …