System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.33 - Kota Bulan Jingga



Di dalam gua batu, Qing Shandian dan Qing Wenrou duduk berhadapan. Sementara Yin Xing Yue meringkukkan tubuh besarnya disamping mereka.


"Xing Yue.. Apakah kamu tidak bisa mengecilkan tubuhmu?" Ucap Qing Shandian.


Dengan terkekeh, Xing Yue menjawab, "Hehe... Tentu saja bisa, Tuan muda. Hanya saja, meskipun dikatakan kecil, itu masih setinggi satu meter. Apakah baik-baik saja Tuan muda?"


Qing Shandian mengangguk sambil berkata, "Emm.. Itu tidak masalah. Ngomong-ngomong, kamu sekarang berada di Kelas 5 Tingkat Rendah. Tapi kenapa kamu belum bisa berubah bentuk menjadi seperti manusia? Begitu juga Binatang Spiritual yang lain. Bukankah sangat banyak yang sudah mencapai Kelas 4?"


Mendengar ucapan Qing Shandian, Xing Yue menjawab dengan nada murung, "Sebenarnya, aku juga tidak tahu Tuan muda. Aku hanya merasa seolah ada suatu hal yang menghalangi kami para Binatang Spiritual untuk mengambil bentuk manusia."


Mengernyitkan dahinya, Qing Shandian berkata, "Itu sangat aneh. Tapi apa penyebabnya?... Lalu, apakah kamu ingin mengambil bentuk manusia, Xing Yue? Mungkin aku bisa membantumu."


"Benarkah, Tuan muda?!" Sahut Xing Yue dengan nada menggelegar. Lalu dia tersadar dan berkata, "Ahh.. Maafkan aku Tuan muda. Aku terlalu bersemangat."


"Uhh... Suaramu benar-benar seperti guntur." Sahut Qing Shandian, sambil lalu mengambil botol giok dalam 'Inventory' system, kemudian mengeluarkan satu butir pil berwarna merah kehijauan, dan menyimpan kembali sisanya.


Sambil memainkan pil dengan dua jarinya, Qing Shandian berkata, "ini adalah 'Pil Perubahan Bentuk Binatang Spiritual'. Cobalah.. Apakah itu berhasil.." Pungkasnya sambil lalu melemparkan pil itu ke arah Xing Yue.


Xing Yue yang melihat itu sangat terkejut. Namun, buru-buru dia segera menangkap pil itu dengan mulutnya, kemudian dia bermeditasi dengan cara meringkuk.


Beberapa saat kemudian, cahaya merah kehijauan menyelimuti Xing Yue, dan tubuhnya perlahan melayang. Sesaat kemudian, dia berubah menjadi seorang pria paruh baya tampan berjubah putih dengan rambut panjang hitam bercampur putih yang terikat rapi. Alisnya bergetar, dan dia perlahan membuka matanya. Dia memandangi tubuhnya sebelum kemudian dia tertawa keras dan berkata, "Hahahahaha... Akhirnya... Akhirnya aku bisa menjadi manusia... Perasaan ini.. Hmmm.. Luarbiasa..."


"Xing Yue! Sekali lagi kamu bersuara sekeras itu, akan aku pastikan mulutmu tersumpal batu!" Ucap Qing Shandian sambil menggosok-gosok telinganya, begitupun dengan Qing Wenrou.


Mendengar teguran itu, Xing Yue segera tersadar. Dia pun berkata sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Maaf, Tuan muda. Aku benar-benar terlalu bersemangat."


"Sudahlah.. Lupakan.." Sahut Qing Shandian singkat. Dia lalu bertanya, "Xing Yue, Apakah kamu bisa mengumpulkan Binatang Spiritual Kelas 4 terbaik yang ada di Pegunungan Lingshan ini?"


"Ohh? Apakah Tuan muda ingin menjadikan mereka binatang kontrak Tuan muda?" Ucap Xing Yue membalas.


Dengan anggukan ringan Qing Shandian berkata, "Emm.. Aku ingin menjadikan mereka binatang kontrakku. Aku akan memilahnya, jadi tidak semuanya akan mengikutiku." Pungkasnya menjelaskan.


"Baik, aku mengerti Tuan muda. Kalau begitu, aku permisi..." Sahut Xing Yue, lalu melangkah keluar gua.


Begitu Xing Yue pergi, suasana menjadi canggung. Berdehem ringan, Qing Shandian berkata, "Ehemm.. Wenrou, apakah kamu menginginkan sesuatu?"


Qing Wenrou yang ditanya tidak segera menjawab. Dia memandang wajah Qing Shandian lekat-lekat untuk beberapa saat. Dia pun berkata dengan suara yang sangat pelan. "An gege... Bisakah kita melakukan perjalanan tanpa ada yang lain?"


"Ohh? Coba katakan sekali lagi.. An gege ingin mendengarnya lebih jelas..." Balas Qing Shandian sambil mendekatkan telinganya didepan Qing Wenrou. Namun, bukan sebuah suara yang dia dengar. Melainkan telinganya yang sakit terkena gugitan.


Sambil berteriak, Qing Shandian berkata, "Aahhhh... Wenrou.. Aahh...Baik. Baik... An gege tidak akan menggodamu lagi.. Cepat.. Lepaskan.. Telinga An gege mau putus... Aahhh"


Setelah melepaskan gigitannya, Qing Wenrou berkata dengan menggerutu, "Rasakan... Siapa yang meminta An gege untuk terus menggoda Wenrou.."


"Haiihh... Ahh...hss... Baik, kita bisa melakukan perjalanan hanya berdua." Ucap Qing Shandian sambil marasakan nyeri di telinganya, namun masih tersenyum.


"Benarkah? Terimakasih An gege.." Sahut Qing Wenrou dengan perasaan senang.


...…………………………...


Setengah jam setelah kepergian Xing Yue, satu demi satu Binatang Spiritual Kelas 4 datang dan mulai memenuhi pinggiran area jurang. Qing Shandian dan Qing Wenrou juga dengan tenang menunggu hingga semuanya tiba.


Waktu bergulir, dan setengah jam lagi berlalu. Semua Binatang Spiritual Kelas Empat berkumpul membentuk barisan memanjang. Qing Shandian memperhatikan dengan cermat sebelum kemudian berkata, "Ehemm.. Maafkan aku karena mengganggu waktu kalian. Aku tidak akan banyak bicara omong kosong. Aku meminta Yin Xing Yue untuk mengumpulkan kalian, karena aku ingin memilih sebagian dari kalian untuk mengikutiku. Dengarkan dulu dan jangan membuat keributan." Pungkasnya sambil lalu menghembuskan nafas ringan.


Setelah jeda sesaat, Qing Shandian kemudian melanjutkan, "Kalian yang akan aku pilih untuk mengikutiku, tidak akan pernah menyesal. Aku akan memperlakukan kalian dengan baik. Tidak hanya sumberdaya yang melimpah, tapi kalian juga akan memiliki kesempatan untuk menjadi seperti Yin Xing Yue. Apa yang aku katakan sangat serius. Jadi, jangan menganggap ini sepele. Atau konsekuensi nya akan sangat buruk..."


"Apakah kalian mengerti?" Sahut Yin Xing Yue dengan suara dalam.


"Kami mengerti penguasa." Ucap para Binatang Spiritual serempak.


Mendengar itu, Qing Shandian berkata, "Baiklah, aku akan mulai memilih. Dan kalian yang aku sebutkan, segeralah memisahkan diri dari barisan... ... 'Harimau Hitam Loreng Putih Bersayap', 'Harimau Jurang Putih Bersayap', 'Singa Api Bersayap', 'Macan Tutul Bersayap Awan Hitam', 'Rajawali Petir Hitam', 'Kera Emas Lengan Panjang', 'Kera Langit Lengan Baja', 'Singa Emas Bertanduk', 'Serigala Salju Taring Panjang', 'Rubah Salju Ekor Enam', 'Serigala Bayangan', 'Macan Dahan Hitam', 'Musang Hitam Petir Angin', 'Tikus Kecil Emas', 'Kelelawar Petir', 'Laba-Laba Racun Langit', 'Laba-Laba Jaring Baja'... Cukup itu saja..."


Begitu Qing Shandian selesai memilih, Binatang Spiritual yang tidak terpilih terlihat kecewa. Qing Shandian yang melihat hal itu segera berkata, "Kalian yang tidak terpilih, jangan kecewa. Aku akan memberikan sedikit hadiah untuk kalian."


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Qing Shandian segera memasuki 'Toko' system. Dia segera mencari sebuah pil untuk meningkatkan kultivasi Binatang Spiritual.


[Ding... Berhasil membeli 30 botol 'Pil Pusaran Pengompres Qi Binatang Spiritual'... Mengurangi 3 Milliar PS... Sisa Poin System : 50.764.831.415.750 PS]


Setelah berhasil melakukan pembelian, Qing Shandian menyebarkan botol giok itu menggunakan Qi Spiritualnya, dan membaginya ke Binatang Spiritual yang tidak terpilih. Dia berkata, "Dalam botol giok itu berisi 10 butir pil Kelas 8 Tingkat Tinggi, 'Pil Pusaran Pengompres Qi Binatang Spiritual'. Pil itu berguna untuk membantu kalian meningkatkan penyerapan Qi Spiritual .."


"Terimakasih, Tuan muda.." Ucap mereka serempak.


"Baiklah, sekarang kalian boleh kembali ke tempat kalian masing-masing. Terimakasih sudah datang." Sahut Qing Shandian, dan mereka segera membubarkan diri, berpencar ke segala arah.


...…………………………...


"Xing Yue, kamu tinggallah di tempatku. Disana, ayahku akan memandumu. Pimpin yang lain untuk mencari tempat tinggal mereka. Dan ingat! Ditempat itu tidak ada namanya musuh. Semuanya adalah bagian dari kita." Ucap Qing Shandian yang baru saja menyelesaikan proses penanaman segel kontrak, sambil lalu melambaikan tangannya, dan portal putih transparan segera muncul.


"Baik, Tuan muda.." Sahut Xing Yue dengan nada tenang. Dan dia pun segera memasuki portal, diikuti oleh binatang spiritual yang lain.


Begitu suasana kembali sepi, Qing Shandian segera menoleh ke arah Qing Wenrou. Sambil tersenyum, dia dengan lembut berkata, "Wenrou, ayo berangkat... Kemarilah."


Qing Wenrou yang mendengar itu segera berjalan mendekat. Namun, dia terkejut karena Qing Shandian langsung membopong tubuhnya. Dia dengan nada malu berkata, "An gege... Cepat turunkan Wenrou..."


Qing Shandian terkikik, lalu berkata, "Hihihi.. Kita hanya berdua... Begini lebih baik bukan? An gege bisa lebih jelas menikmati harumnya Wenrou... Baiklah, kita menuju ke arah tenggara.." Pungkasnya sambil mengedipkan matanya sebelah, lalu segera melesat cepat ke langit menggunakan 'Sayap Emas Petir Angin'.


...…………………………...


Matahari memancarkan teriknya tepat di atas kepala. Di langit, Qing Shandian melesat dengan kecepatan sedang sambil membopong Qing Wenrou. Setelah melakukan perjalanan selama satu jam lebih, pandangannya menangkap sebuah kota yang terlihat begitu kecil di kejauhan. Dengan bersemangat, dia berkata, "Wenrou, lihat... Kita sudah dekat dengan tujuan kita..."


Qing Wenrou yang mendengar nada bersemangat Qing Shandian segera menoleh, dan dia pun akhirnya juga menangkap sebuah kota yang terlihat kecil. Dia pun menjawab, "Semoga saja ada hal yang menarik disana..."


"Ohhoo... Apakah Wenrou yang cantik sudah tidak sabar? Hmm?" Celetuk Qing Shandian. Namun, bukannya jawaban yang dia dengar. Justru pinggangnya yang mendapat cubitan keras.


"Tidak bisakah sekali saja untuk tidak menggoda Wenrou? Apakah An gege begitu senang ketika menggoda Wenrou? Hmmm?..." Sahut Qing Wenrou yang masih mencubit ringan pinggang Qing Shandian.


"Hehe.. Itu sangat menyenangkan... Entah kenapa, melihatmu dengan wajah memerah membuatku kecanduan.. Dan lagi, kamu terlihat semakin cantik disaat malu.." Sahut Qing Shandian membalas.


"Dasar bodoh... Bodoh mesum... Hmph!" Pungkas Qing Wenrou mendengus.


"Semoga kecantikan Wenrou tidak mendatangkan masalah yang menyebalkan.." Celetuk Qing Shandian sambil memutar matanya dengan malas.


"Hihihi... Semoga." Sahut Qing Wenrou sambil terkikik...


...…………………………...


Di tepi hutan yang tidak jauh dari Kota Bulan Jingga, Qing Shandian dan Qing Wenrou menapakkan kakinya diatas jalan menuju kota. Sebelum turun, Qing Shandian sudah memastikan bahwa tidak ada orang yang beraktivitas di tepi hutan.


Melangkahkan kaki dengan ringan, Qing Shandian berjalan berdampingan dengan Qing Wenrou sambil berbincang ringan.


Tidak lama mereka berjalan, mereka disuguhkan oleh benteng kota yang terlihat tinggi, dengan gerbang lebar berwarna perunggu. Antrian masuk tidak begitu panjang. Dan sssaat kemudian, giliran mereka yang mendapat pemeriksaan.


"Tolong tunjukkan identitasnya, Tuan muda." Ucap Prajurit penjaga.


"Ahh.. Maaf, Penjaga. Aku seorang kultivator independen. Aku kehilangan plakat identitasku saat berburu di hutan." Ucap Qing Shandian menimpali.


"20 Batu Spiritual tingkat rendah untuk membuat identitas sementara, Tuan muda." Sahut penjaga itu.


"Baik." Ucap Qing Shandian singkat, sambil lalu menyerahkan 50 Batu Spiritual tingkat rendah, lalu berkata lagi, "Sisanya untuk penjaga."


"Terimakasih, Tuan muda. Tolong sebutkan nama, dan asal kota." Ucap penjaga membalas.


"Shandian dan Wenrou, dari kota Bambu Kuning." Sahut Qing Shandian.


Setelah beberapa saat menunggu, penjaga itu menyerahkan plakat identitas sambil berkata, "Ini plakat identitasnya Tuan muda. Plakat ini berlalu selama 10 hari. Setelah itu, Tuan muda harus melakukan perpanjangan."


"Baik, terimakasih penjaga." Ucap Qing Shandian lalu melangkah memasuki kota.


Begitu mereka memasuki kota, mereka disuguhkan oleh banyak kios toko yang berjajar rapi, bangunan tinggi dan megah, jalanan kota yang bersih, pohon rindang di kiri kanan jalan, serta bundaran air mancur yang terlihat jelas dari kejauhan. Lalu lintas orang yang padat, namun tidak sampai penuh sesak.


"An gege.. Kota ini sangat indah... Krruukkk.." Ucap Qing Wenrou yang menggantung, disusul suara perut yang keroncongan. Dia menutupi wajahnya yang merah padam karena malu...


"Baiklah,, karena Wenrou lapar, kita mencari rumah makan dulu. Sambil mengumpulkan informasi. Setelah itu, kita bisa berkeliling." Sahut Qing Shandian. Sementara Qing Wenrou hanya mengangguk.


...…………………………...


Setelah berjalan untuk beberapa waktu, Qing Shandian dan Qing Wenrou menemukan sebuah rumah makan yang bernama 'Rumah Makan Bulan Jingga'. Rumah makan itu terlihat penuh, namun masih ada yang kosong. Mereka berjalan masuk dan disambut oleh seorang pelayan.


"Selamat datang, Tuan muda, Nona muda. Apakah Tuan muda dan Nona muda ingin makan di lantai dasar, atau ruang khusus?" Ucap pelayan itu.


"Di lantai dasar saja, dan tolong bawakan beberapa makanan dan minuman terbaik kalian. Kami akan duduk di meja yang ada di sudut." Sahut Qing Shandian menimpali.


"Baik... Kami akan segera mengantarkan makanan dan minumannya." Ucap pelayan itu membalas, lalu segera pergi mempersiapkan pesanan.


Qing Shandian dan Qing Wenrou pun juga berjalan menuju meja yang ada di sudut.


Setelah menunggu sesaat, pelayan itu kembali dengan beberapa makanan dan minuman di tangannya, lalu meletakkannya diatas meja.


"Silakan dinikmati Tuan muda, Nona muda." Ucap pelayan itu lalu segera kembali ke meja resespsionis.


Qing Shandian dan Qing Wenrou pun mulai makan secara perlahan, sambil menyebarkan persepsi spiritualnya untuk mendengarkan pembicaran orang-orang yang ada di lantai dasar.


"Ehh... Apakah kamu sudah tahu, jika Sekte Langit Biru akan mengadakan seleksi penerimaan murid baru? Ku dengar, kali ini seleksinya akan di perketat."


"Ya.. Aku sudah mendengarnya. Ku dengar, Instrukturnya juga berbeda dari tahun lalu. Kalau tidak salah, instruktur Tianli namanya."


Mendengar percakapan mereka, Qing Shandian tidak tertarik dan mengalihkan ke yang lain. Dan lagi-lagi hanya pembicaraan yang menurutnya membosankan. Namun, tiba-tiba dia tertarik dengan pembicaraan dua orang.


"Tiga hari lagi, acara lelang besar di Rumah Dagang Bulan Jingga akan segera dimulai. Aku dengar mereka akan mengeluarkan banyak item berharga."


"Emm.. Aku juga sedikit mendapatkan informasinya. Katanya, di acara lelang nanti juga akan melelang seorang budak yang cantik. Meskipun usianya sudah 40 tahunan, tapi kekuatannya sangat tinggi."


"Kamu benar.. Aku juga mendapat informasi yang sama. Aku penasaran, seperti apa budak itu... Jika saja aku kaya.."


"Huss.. Jangan berkhayal.. Kamu tentu tahu bukan, pada pelelangan kali ini, Pemimpin Kota, beberapa klan besar dan beberapa sekte juga diundang oleh Rumah Dagang Bulan Jingga..."


Sampai disini, Qing Shandian menarik persepsi spiritualnya, dan segera menyelesaikan makannya, begitupun dengan Qing Wenrou. Setelah acara makan selesai, mereka berdiri dan menuju meja resepsionis. Begitu sampai, Qing Shandian berkata, "Pelayan, berapa harga semua makanannya?"


"Semuanya 1000 Batu Spiritual tingkat rendah Tuan muda." Jawab pelayan itu.


Qing Shandian pun segera mengeluarkan 2 Batu Spiritual tingkat menengah dan menyerahkannya pada pelayan itu sambil berkata, "Satu Batu Spiritual tingkat menengah ini akan menjadi milikmu jika kamu menjawab pertanyaanku."


"Ahh... Maaf, Tuan muda, apa yang ingin Tuan muda tanyakan?" Sahut pelayan itu setelah keterkejutannya.


"Katakan padaku, dimana arah Rumah Dagang Bulan Jingga.." Ucap Qing Shandian membalas.


"Kalau hanya itu, saya tahu Tuan muda. Dari sini, Tuan muda ambil jalan lurus sampai menemukan perempatan jalan pertama, lalu belok kiri, dalam 500 meter sebelah kanan, Tuan muda akan melihat bangunan paling megah. Disitulah letak Rumah Dagang Bulan Jingga, Tuan muda." Pungkas pelayan itu menjelaskan.


"Baik, terimakasih. 1 Batu Spiritual tingkat menengah untuk makan, 1 lainnya ini milikmu sekarang.. Ambillah." Ucap Qing Shandian sambil lalu melangkah pergi bersama Qing Wenrou.


"Terimakasih, Tuan muda." Ucap pelayan itu dengan nada sangat senang.


...…………………………...


** Bersambung …