
Berjalan beriringan di sepanjang jalanan kota Matahari Terbit, Qing Shandian dan Mu Lingyun menyapukan pandangannya untuk menemukan rumah makan yang ramai. Cukup lama berjalan, mereka akhirnya menemukan sebuah rumah makan besar dengan bangunan empat lantai.
"Yun Ling, sepertinya disini cukup ramai. Kita mulai darisana saja." Ucap Qing Shandian dengan nada tenang sambil memandang Mu Lingyun.
"Baik." Sahut Mu Lingyun singkat, sebelum mereka berdua berjalan lagi.
Ketika mereka tiba di depan rumah makan, Qing Shandian bisa melihat bahwa rumah makan ini bernama 'Rumah Makan Senja'. Melangkahkan kaki dengan santai, Qing Shandian dan Mu Lingyun memasuki rumah makan dan langsung menuju meja resepsionis.
"Selamat datang di Rumah Dagang Senja, Tuan muda. Apa Tuan muda ingin memesan sesuatu?" Ucap resepsionis wanita berbaju hijau dengan ramah.
"Ya. Kami ingin memesan makanan dan minuman terbaik yang kalian miliki. Ngomong-ngomong, di lantai berapa yang paling banyak pengunjung?" Sahut Qing Shandian dengan nada tenang.
"Di lantai tiga yang paling ramai, Tuan muda. Tapi untuk naik ke lantai ketiga, Tuan muda harus membayar biaya tambahan 100 Batu Spiritual tingkat rendah." Pelayan itu menjelaskan dengan ramah.
Mengangguk ringan, Qing Shandian menyerahkan 100 Batu Spiritual tingkat rendah kepada resepsionis itu dan berkata, "Tidak masalah. Kami akan menunggu di lantai tiga. Bawa saja hidangan terbaik kalian." Pungkasnya sebelum berjalan naik ke lantai tiga.
"Baik, Tuan muda." Sahut resepsonis itu sebelum memberikan pesanan kepada pelayan.
Di lantai tiga rumah makan, Qing Shandian dan Mu Lingyun sama-sama menyebarkan persepsi spiritualnya untuk mendengarkan percakapan orang-orang dalam ruangan. Namun, ketika mereka sedang memfokuskan indra mereka, seorang pelayan datang dan membawa banyak hidangan menuju meja Qing Shandian dan Mu Lingyun.
"Ini pesanannya Tuan muda." Ucap pelayan wanita berbaju hijau sambil dengan cekatan menyusun hidangan diatas meja. "Selamat menikmati ,Tuan muda, saya permisi."
"Baik, terimakasih." Sahut Qing Shandian sambil mengangguk.
Sementara itu, orang-orang yang berada dalam ruangan lantai tiga memberikan tatapan bertanya-tanya. Siapa orang asing yang memesan begitu banyak makanan terbaik rumah makan.
Qing Shandian dan Mu Lingyun mengabaikan mereka dan mulai menyantap hidangan di depannya sambil memfokuskan indra spiritualnya.
"Sudahlah. Abaikan dia. Mungkin dia orang yang baru memasuki kota ini. Ngomong-ngomong, apa kamu sudah mendapatkan tim untuk perburuan selanjutnya."
"Belum. Tidak mudah mendapatkan tim yang bisa sejalan dengan pemikiran kita."
"Kita harus cepat mengumpulkan tim dan membentuk kelompok. Aku dengar, dunia kecil yang akan dibuka tahun ini memiliki jumlah kekayaan yang besar di dalamnya."
Mendengar percakapan itu, Qing Shandian segera mengalihkan ke yang lain.
"Benar. Aku juga penasaran dengan item yang ditemukannya selama menjelajah. Aku dengar, itu semacam logam unik. Tapi tidak tahu itu berada di kelas apa."
"Emm.. Aku pun sama. Jika itu jenis logam unik dengan kelas tinggi, dia benar-benar mendapatkan untung dari penjelajahannya. Ngomong-ngomong, dimana dia saat ini?"
"Tentang itu, aku rasa terakhir kali dia mengunjungi Rumah Dagang Langit Senja. Mungkin dia menjual logam itu disana."
Mendengar percakapan itu, Qing Shandian merasa minatnya terusik. 'Sebuah logam unik? Jika dari kelas yang tinggi, mungkin aku bisa menggunakannya untuk berlatih dan meningkatkan senjataku.' Fikirnya dalam hati.
"Tidak bagus. Sama sekali tidak bagus. Situasi kota memang terlihat damai diluar. Tapi di dalam, sebenarnya itu bergejolak seperti air laut yang bergelombang."
"Emm.. Kamu benar. Tidak hanya klan besar. Bahkan beberapa klan menengah juga mulai membuat gerakan mereka."
"Ya. Tidak hanya klan besar seperti Klan Wen, Klan Xie, dan Klan Bai, tapi juga klan menengah seperti Klan Hao, Klan Jing, dan Klan Meng yang sama-sama membuat pergerakan. Dan yang memprihatikan adalah Klan Mu yang terus dipojokkan oleh Klan Duan selama hampir dua tahun ini."
"Haiihhh.. Benar-benar ironi. Hanya karena seorang gadis yang kabur dari rumah, mereka terus membuat ulah dan menuntut Klan Mu agar mengerahkan seluruh kekuatan mereka untuk menemukan Mu Yun."
"Dasar bodoh. Mu Lingyun. Itu nama yang benar."
"Hehe.. Ya seperti itu intinya. Bahkan setiap pergerakan Klan Mu tidak luput dari setiap pasang mata di kota ini."
Sementara itu, di sisi Mu Lingyun, dia terlihat sangat serius dengan sorot mata yang penuh dengan kemarahan. Tubuhnya pun bergetar lembut ketika indra spiritualnya menangkap pembicaraan itu sehingga membuatnya kehilangan ketenangan.
Qing Shandian yang memperhatikan reaksi Mu Lingyun mengerutkan dahinya dan segera memfokuskan indra spiritualnya menyapu ruangan, hingga akhirnya dia tahu apa penyebab reaksi Mu Lingyun yang terlihat penuh kemarahan. Dia mengulurkan tangannya, dan menggenggam telapak tangan Mu Lingyun untuk menyadarkannya dan menenangkannya.
Mu Lingyun yang merasakan sentuhan di telapak tangannya pun segera mengalihkan pandangannya ke arah Qing Shandian. Dia menghirup nafas dalam-dalam, berusaha menenangkan dirinya.
"Jangan gelisah. Tenanglah... Aku pasti akan membantu keluargamu selama aku mampu. Sekarang selesaikan makanmu, lalu kita pergi." Ucap Qing Shandian lirih sambil tersenyum lembut.
Mu Lingyun mengangguk ringan dan berkata, "Baik. Terimakasih An gege."
Setelah itu, mereka berdua dengan cepat menyelesaikan makannya, dan berjalan turun menuju meja resepsionis.
"Berapa jumlah tagihanku?" Ucap Qing Shandian begitu mereka tiba dimeja resepsionis.
"Semuanya 5500 Batu Spiritual tingkat rendah, Tuan muda." Ucap resepsionis itu dengan ramah membalas ucapan Qing Shandian.
Qing Shandian mengangguk ringan, lalu mengeluarkan 6000 Batu Spiritual tingkat rendah dan berkata, "Ambil 500 sisanya untukmu. Makanannya benar-benar enak."
"Terimakasih Tuan muda." Ucap resepsionis itu dengan riang.
Qing Shandian hanya membalas dengan anggukan dan berjalan keluar dari rumah makan dengan Mu Lingyun mengikuti dibelakangnya.
...…………………………...
Begitu mereka keluar dari Rumah Makan Senja dan berjalan sedikit menjauh, Qing Shandian segera bertanya pada Mu Lingyun. "Yun Ling, apa kamu tahu kemana arah menuju Rumah Dagang Langit Senja?"
"Rumah Dagang Langit Senja?... Sepertinya aku masih mengingatnya. Apakah An gege ingin membeli sesuatu?" Sahut Mu Lingyun dengan nada santai sambil memegang dagunya.
"Kalau begitu, ikuti aku. Aku akan membawa An gege kesana." Sahut Mu Lingyun yang kemudian berjalan sedikit lebih cepat dan Qing Shandian segera mengikutinya.
Setengah jam kemudian, Qing Shandian dan Mu Lingyun tiba di depan sebuah bangunan besar berlantai lima dengan plakat bertuliskan 'Rumah Dagang Langit Senja' berwarna emas kehitaman yang menggantung di atas pintu masuk.
"An gege, kita sudah sampai." Ucap Mu Lingyun sambil tersenyum dan memandang Qing Shandian dengan tatapan lembut.
"Baiklah, ayo masuk. Aku tidak sabar ingin segera mengetahuinya. Logam unik apa itu." Qing Shandian berkata dengan nada santai sambil membalas senyum Mu Lingyun sebelum berjalan memasuki Gedung 'Rumah Dagang Langit Senja'.
Sesampainya mereka didalam, banyak orang yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang memilih senjata dan baju pelindung, ada yang mengamati berbagai macam pil, dan ada yang sedang berunding akan suatu hal.
Begitu mereka tiba di meja resepsionis, seorang resepsionis wanita berbaju biru cerah yang bertugas segera menyapanya dengan ramah. "Selamat datang di 'Rumah Dagang Langit Senja'. Apakah Tuan muda ingin membeli atau menjual sesuatu?"
Qing Shandian mengangguk ringan, lalu berkata, "Emm.. Aku ingin bertanya tentang suatu barang. Aku dengar, ada seseorang yang menjual logam unik di rumah dagang kalian. Apakah itu benar?"
"Memang benar, Tuan muda. Tapi tentang logam unik itu, jika Tuan muda ingin memeriksanya, Tuan muda perlu membicarakan ini dengan manager." Sahut resepsionis wanita itu menjelaskan dengan tenang.
"Begitu. Lalu, bisakah kamu mengantarku untuk bertemu managermu? Aku penasaran dengan logam unik itu." Qing Shandian menganggukkan kepala sebelum membalas ucapan resepsionis itu.
"Apakah Tuan muda yakin? Manager tidak suka diganggu jika bukan pembicaraan serius." Sahut resepsionis itu dengan sedikit ragu.
"Bawa saja aku ke ruangan managermu." Sahut Qing Shandian singkat.
"Baik. Silakan ikuti saya, Tuan muda." Resepsionis itu berkata sebelum kemudian memimpin jalan, menuju lantai dua.
Sesaat kemudian mereka bertiga sampai didepan sebuah ruangan. Resepsionis wanita itu segera melangkah maju, mengetuk pintu beberapa kali laku berkata, "Manager, ada pelanggan yang ingin bertemu."
"Ada apa? Jika tidak begitu penting, bawa mereka pergi dari sini. Aku cukup sibuk."
"Ahh.. Manager, mereka mengatakan ingin memeriksa logam unik yang rumah dagang dapatkan belum lama ini." Sahut Resepsionis wanita itu menjelaskan.
Tidak berselang lama sejak suara resepsionis wanita itu berakhir, suara langkah ringan terdengar dari dalam ruangan, dan pintu terbuka. Terlihat seorang pria paruh baya dengan jenggot tipis dan memiliki tubuh kurus dan tinggi yang tidak lain adalah Manager 'Rumah Dagang Langit Senja'.
Dia mengamati Qing Shandian dan Mu Lingyun dengan seksama, kemudian berkata dengan suara yang agak serak, "Namaku Yan Shi Fang. Apa benar jika Tuan muda ingin memeriksa logam unik itu?"
"Benar, itu aku. Aku sangat penasaran ketika mendengar informasi itu ketika berkeliling kota. Apakah Manager Fang, bisa menunjukkannya padaku?" Sahut Qing Shandian dengan tenang sambil membalas tatapan Manager 'Rumah Dagang Langit Senja'.
Manager 'Rumah Dagang Langit Senja' tidak segera membalas ucapan Qing Shandian. Dia memiringkan kepalanya ke arah resepsionis wanita yang masih berdiri disamping Qing Shandian dan berkata, "Yan Yu, kamu bisa kembali ke tugasmu."
"Baik, Manager." Ucap resepsionis wanita itu dengan sedikit membungkuk lalu segera berbalik dan berjalan pergi.
Manager 'Rumah Dagang Langit Senja' yang dipanggil Manager Fang segera mengalihkan pandangannya ke arah Qing Shandian begitu resepsionis itu pergi. Dia dengan tenang berkata, "Silakan masuk Tuan muda. Kita bicara di dalam."
Begitu mereka berada dalam ruangan dan duduk saling berhadapan dengan meja sebagai pembatas, Manager Fang memulai pembicaran santai. "Maafkan aku sebelumnya Tuan muda. Logam unik yang Tuan muda ingin periksa, sebenarnya kami juga tidak tahu itu berada di Kelas apa. Bahkan tim penilai harta karun rumah dagang kami tidak dapat menentukan Kelasnya. Tapi, karena keunikan dari logam itu, kami membayar mahal untuk itu."
"Tidak masalah. Aku akan memeriksanya. Jika itu memang logam yang bagus, aku tidak keberatan membelinya dengan harga yang lebih tinggi. Bisakah Manager Fang menunjukkannya padaku?" Sahut Qing Shandian dengan tenang sambil tersenyum.
Manager Fang mengangguk ringan, lalu segera berbalik dan mengambil sebuah kotak kayu berukuran 30x50x40 cm. Dia kemudian meletakkannya diatas meja, lalu membuka kotak itu. Terlihat sebulah logam tiga warna yang berkilauan deng bentuk tidak beraturan. Manager Fang berkata, "Ini adalah logam yang aku sebutkan Tuan muda. Silakan jika Tuan muda ingin memeriksanya."
Qing Shandian yang sudah memperhatikan sedari kotak itu dibuka, dia hanya mengangguk ringan lalu mengulurkan tangannya untuk memegang logam itu. Dia mengangkatnya dari dalam kotak, lalu memeriksa dengan cermat sambil membolak-balikkan logam itu. Tangan Qing Shandian sedikit gemetar. Dengan profesinya sebagai 'Master Persenjataan' Kelas Surga, dia bahkan tidak bisa mengetahui Kelas dari logam tiga warna itu. Dia hanya bisa menyimpulkan, bahwa itu pasti logam berkualitas tinggi diatas Kelas Surga.
Setelah cukup memeriksa, Qing Shandian meletakkannya kembali ke dalam kotak kayu. Dia memandang Manager Fang, lalu berkata dengan tenang. "Manager Fang, aku juga tidak bisa mengetahui Kelas dari logam ini. Tapi aku menginginkannya untuk meningkatkan Kelas dari pedangku. Berapa banyak aku harus membayar untuk itu?"
"Itu... Tuan muda, aku akan jujur padamu. Sebelumnya, rumah dagang kami membayar 2 Juta Batu Spiritual tingkat menengah untuk logam itu. Karena menurut kami, logam itu pasti berkualitas tinggi. Oleh karena itu, jika Tuan muda memang berminat, bagaimana dengan 3 Juta Batu Spiritual tingkat menengah." Manager Fang membalas ucapan Qing Shandian dengan sedikit ragu.
Mu Lingyun yang mendengar ucapan Manager Fang pun ternganga sebelun kemudian dia berkata dengan ssdikit marah. "Pak tua, jika kamu menaikkan harganya sebanyak itu, kenapa kamu tidak merampok saja. 3 Juta? Apanya yang 3 Juta. Bukankah penilai kalian bahkan tidak bisa menentukan Kelasnya?"
"Haiihh.. Nona muda, bukan masalah berapa banyak aku meningkatkan harganya. Jika rumah dagang kami memasukkannya dalam pelelangan, menurutmu berapa banyak yang bisa kami dapatkan? Berhubung pelelangan masih sangat lama, kami tidak mungkin terus menahan sebuah barang di dalam gudang. Kami juga harus terus memutar modal usaha kami atau kami akan bangkrut." Manager Fang menghela nafas tidak berdaya sebelum membalas ucapan Mu Lingyun.
"Sudah, tidak apa-apa Yun Ling. Aku akan membayarnya." Ucap Qing Shandian dengan lembut menenangkan Mu Lingyun. Dia kemudian mengeluarkan 3.000 Batu Spiritual tingkat tinggi dan berkata. "Ini adalah pembayarannya. 3.000 Batu Spiritual tingkat tinggi. Manager Fang bisa menghitungnya jika ragu bahwa jumlahnya kurang."
Manager Fang membelalakkan matanya dengan mulut ternganga begitu melihat tumpukan Batu Spiritual yang berkilauan diatas mejanya. Dia memandang Qing Shandian dengan tatapan tidak percaya. Sesaat kemudian dia tersadar dan berkata. "Baik, Tuan muda. Aku akan menghitungnya dengan cepat." Pungkasnya sebelum menyapukan persepsi spiritualnya menghitung jumlah Batu Spiritual.
"Cukup, Tuan muda. Jumlahnya sesuai. Logam ini milik Tuan muda sekarang." Ucap Manager Fang begitu selesai menghitung jumlah Batu Spiritual sambil mendorong kotak kayu dihadapannya.
Qing Shandian pun mengangguk ringan dan segera menyimpan kotak kayu itu. Dia pun berkata sambil tersenyum. "Karena bisnisku disini sudah selesai, aku akan pergi. Aku sangat senang berbisnis dengan Manager Fang."
"Haha.. Tidak masalah Tuan muda. Aku juga senang berbisnis dengan Tuan muda. Mari aku antar." Sahut Manager Fang dengan nada riangnya dan segera memimpin Qing Shandian dan Mu Lingyun keluar dari Gedung 'Rumah Dagang Langit Senja'.
Sepanjang jalan di lantai bawah, banyak pasang mata yang terpusat pada Qing Shandian dan Mu Lingyun yang dipimpin langsung oleh Manager Fang. Berbagai bisikan pun tidak luput dari pendengaran mereka, namun mereka abaikan.
Sesaat kemudian, mereka sampai di luar pintu Gedung 'Rumah Dagang Langit Senja'. Manager Fang dengan sikap sopan dan nada hangat sambil tersenyum berkata, "Tuan muda, jika ada sesuatu yang Tuan muda butuhkan, jangan ragu untuk mengunjungi rumah dagang kami. Selama itu dalam jangkauan kami, kami akan melakukan yang terbaik."
"Hehe.. Tentu. Kalau begitu, aku pergi dulu. Terimakasih bisnisnya Manager Fang." Qing Shandian berbicara dengan senyum diwajahnya sambil menangkupkan kedua tangannya membalas sikap sopan manager Fang.
"Hati-hati Tuan muda." Sahut Manager Fang sambil membalas salam Qing Shandian. Dia pun memperhatikan punggung Qing Shandian dan Mu Lingyun sebelum kembali memasuki Gedung 'Rumah Dagang Langit Senja' dengan ekspresi senang yang terlukis diwajahnya.
...…………………………...
** Bersambung …