
Duduk dengan tenang di kursi singgasana, Qing Shandian menyapukan pandangannya pada semua orang dihadapannya. Dia dengan tenang berkata, "Maafkan aku karena tidak memperhatikan kalian sejak awal. Itu bukan maksudku untuk tidak peduli pada kalian. Hanya saja, aku memiliki banyak urusan diluar, dan itu membuatku hanya sesekali kembali kesini."
"Tuan muda, menurut kami, itu sama sekali tidak masalah. Kami bisa mengerti. Lagipula, Tuan muda sudah menyediakan untuk kami tempat yang jauh lebih baik. Itu sudah cukup untuk kami. Selain itu, kami semua juga merasa sangat beruntung karena Tuan muda tidak menjadikan kami hanya sebagai alat." Sahut seorang pria paruh baya rambut hitam panjang mengenakan pakaian hitam bercorak putih bergaris.
"Kami juga sama, Tuan muda." Sahutan semua orang nampak serempak menyambung ucapan itu.
Qing Shandian menatap mereka lekat-lekat. Lalu dengan nada tenang dia berkata, "Aku tahu itu. Aku bisa mengetahui fikiran kalian. Hanya saja, aku merasa bersalah pada kalian. Jadi sekali lagi, maafkan aku."
Penuturan Qing Shandian membuat mereka merasa tersentuh hingga tidak dapat berkomentar apapun. Qing Shandian menghirup udara dalam-dalam dan berkata lagi, "Kalian semua mulai hari ini akan berada di bawah perintah Qing Yin Yue dan Yin Xing Yue. Mereka berdua yang akan membagikan sumberdaya untuk kebutuhan kultivasi kalian. Sedangkan untuk kalian para Kirin, dan yang lain, kalian juga akan menerima sumberdaya yang sama dari mereka berdua. Aku juga akan membentuk kelompok tersendiri untuk kalian nanti. Jadi, untuk saat ini bersabarlah dulu. Yang pasti, semua orang harus terus meningkatkan kekuatan dan jangan ada yang malas."
"Baik, Tuan muda." Sahut mereka serempak.
"Ahh.. Ituuu.. Bi..Bisakah Tuan muda membawa anggota ku juga? Mereka ada di Wilayah Barat." Ucap seorang pria baruh baya berambut hitam dengan warna merah dibagian kiri kanannya. Dia mengenakan pakaian Merah bercorak api, yang tidak lain adalah Qing Lin Long si Kirin Api Ekor Naga.
"Kami juga, Tuan muda." Sahut 'Qing Tian Shi' si Singa Langit Petir Hitam, 'Qing Feng Hu' si Harimau Angin Taring Panjang, 'Qing Tian Yuan' si Kera Langit Tanduk Emas, dan 'Qing Xing Lang' si Serigala Bintang Badai Petir secara bersamaan.
"Hehe... Itu juga sama untukku, Tuan muda. Tapi anggotaku ada di Wilayah Selatan." Sahut Qing Jiao Long yang terkekeh canggung sambil menggaruk pipinya pelan.
Qing Shandian menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kalian ini benar-benar pembuat masalah. Jika tempat kalian ada di Wilayah Barat, lalu kenapa kalian muncul dan berada di Wilayah Timur? Haiihhh... Sudahlah.. Lupakan... Aku tidak keberatan membawa anggota kalian. Tapi aku akan melakukannya nanti ketika urusanku di Wilayah Utara selesai."
"Ahh.. Aku tidak termasuk mereka, Tuan muda. Aku hanya berkelana mencari peluang untuk meningkatkan kekuatanku." Ucap Qing Jiao Long sambil melambai - lambaikan tangannya dengan cepat.
Qing Shandian melambaikan tangannya dengan santai dan menyahuti. "Sudah cukup. Tidak perlu membahasnya lagi. Semua sudah menjadi masa lalu. Sekarang, aku akan menunjuk yang terkuat diantara kelompok kalian masing-masing sebagai pemimpin kelompok dan memberikan kalian nama agar memudahkanku memanggil kalian."
"Terimakasih, Tuan muda." Sahut mereka serempak dengan nada bersemangat.
Qing Shandian mengangguk kecil. Dia menghirup nafas dalam-dalam dan berkata, "Ingat baik-baik. Kalian semua adalah bagian dariku dan termasuk anggota Klan Qing. Namun, aku tidak akan mencantumkan nama 'Qing' dalam nama kalian. Lalu, aku akan mulai dari Harimau Hitam Loreng Putih Bersayap, kamu akan dipanggil 'Hu Hei Baiyun'. Harimau Abyss Putih Bersayap, 'Hu Bai Yuan'. Singa Api Bersayap 'Shi Huo Yi'. Macan Tutul Bersayap, 'Bao Yi Feng'. Elang Petir Hitam, 'Ying Lei Tian'. Kera Emas Lengan Panjang, 'Yuan Jin Bichang'. Kera Langit Lengan Baja, 'Yuan Tian Bigang'. Singa Emas Bertanduk, 'Shi Jin Jiao'. Serigala Salju Taring Panjang, 'Lang Xue Ya'. Rubah Salju Ekor Enam, 'Huli Wei Xiu'. Serigala Bayangan, 'Lang Ying Gu'. Macan Tutul Hitam, 'Bao Hei Hua'. Musang Hitam Petir Angin, 'Shu Feng Lei'. Tikus Kecil Emas, 'Laoshu Jinju'. Kelelawar Petir, 'Bianfu Xuanlang'. Laba-laba Racun Langit, 'Zhizhu Tiandu'. Laba-Laba Jaring Baja, 'Zhizhu Wangyan'. Untuk anggota kalian, kalian tinggal merubah nama belakang saja."
"Baik, Tuan muda." Sahut mereka serempak.
Mendengar balasan mereka, Qing Shandian menatap mereka dengan tatapan serius, lalu berkata, "Saat itu, aku memilih kalian semua karena aku memiliki tujuan tersendiri. Seperti kamu, Baiyun. Aku memilihmu dan anggotamu, serta kalian yang mampu terbang karena aku ingin membangun sebuah kelompok pasukan yang berspesialisasi di udara. Meskipun semua pada akhirnya bisa terbang, itu tetap berbeda jika dibandingkan dengan kalian yang bersayap. Lalu Kera Emas Lengan Panjang dan Kera Langit Lengan Baja. Aku memilih kalian, karena kalian memiliki kemampuan serangan jarak dekat yang sangat kuat. Sedangkan untuk yang lain, aku yakin kalian bisa memperkirakan tujuanku. Intinya, aku ingin membentuk kelompok khusus dengan kemampuan berbeda yang diantaranya adalah spesialisasi serangan udara, jarak jauh, dan jarak dekat. Lalu spesialisasi menyusup, memata-matai dan pembunuhan instan. Yang terakhir adalah spesialisasi dalam perangkap. Kalian adalah harapanku sejak pertama kali aku menanam segel kontrak. Jadi, jangan membuatku kecewa."
"Hihihi.. Tuan muda benar-benar sangat jeli dalam menyusun pengaturan. Menurutku, itu sangat sempurna. Aku kagum dengan pemikiran Tuan muda." Sahut Qing Yin Yue dengan terkikik merdu sambil menutup bibirnya.
"Hmm.. Aku juga setuju dengan Yin Yue, Tuan muda." Ucap Yin Xing Yue dengan anggukan ringan.
Qing Shandian tersenyum tipis. Dia menatap semua orang dengan tatapan serius sekali lagi dan berkata, "Apa yang sudah aku katakan, itu hanya sebuah cadangan jika suatu saat terjadi hal-hal yang tidak bisa aku tangani sendirian. Karena itu, aku ingin bersiap dari sekarang. Perlu kalian tahu, bahwa Klan Qing memiliki musuh yang sangat kuat, dan masih menjadi teka-teki. Jadi, aku tegaskan pada kalian agar berlatih dengan giat. Perkuat pertahanan diri kalian dimulai dari fondasi kultivasi, kekuatan spiritual, kekuatan fisik, teknik pergerakan, teknik perpindahan, teknik pendukung, dan teknik bertarung."
"Hehehe... Pasti, Tuan muda. Kami tidak akan mengecewakan harapan Tuan muda." Sahut Qing Jiao Long yang diikuti oleh anggukan semua orang.
Qing Shandian mengangguk ringan. Dia menghirup nafas ringan, lalu berkata, "Untuk stok pil, kalian tidak perlu memikirkannya. Aku sudah meninggalkan stok dalam jumlah yang cukup pada Xing Yue dan Yin Yue. Mereka berdua akan mengelolanya untuk kalian. Lalu, untuk teknik perpindahan, kalian semua wajib mempelajari teknik teleportasi. Xing Yue, besok temui ayahku. Katakan padanya bahwa aku menyuruhmu mengambil buku teknik teleportasi." Pungkasnya sambil lalu mengalihkan pandangannya pada Yin Xing Yue.
"Baik, Tuan muda. Serahkan padaku." Sahut Yin Xing Yue dengan nada bersemangat.
"Maaf, Tuan muda. Tentang teknik yang Tuan muda katakan, bukankah itu merupakan teknik ruang? Apakah itu mungkin bagi kami untuk dapat menguasainya?" Sahut Hu Bai Yuan dengan sedikit ragu. Dia adalah seorang pria paruh baya yang mengenakan pakaian putih dengan corak keabu-abuan.
Qing Shandian tersenyum. Dia memandang semua orang dan berkata, "Kalian tidak perlu merasa tertekan. Aku tahu bahwa tidak semua orang memiliki bakat yang tinggi. Tapi, dengan meningkatkan kekuatan spiritual dan dengan bantuan Ruang Khusus Kultivasi yang memiliki seratus kali percepatan waktu, aku yakin kalian akan mampu menguasainya dengan sempurna. Mungkin memang sulit, tapi kesulitan itu juga sepadan dengan manfaatnya. Dengan teknik itu, kalian bisa menyelamatkan diri disaat-saat kritis. Jadi, jangan putus asa sebelum mencoba."
"Kami pasti berusaha sebaik mungkin, Tuan muda." Sahut Hu Hei Baiyun dengan sorot mata penuh tekad.
"Kami juga, Tuan muda." Sahut yang lain serempak.
...…………………………...
"Wuusshh"
Di depan tempat tinggal pribadinya, Qing Shandian terlihat muncul dari udara tipis. Ketika suara merdu memasuki telinganya, dia segera melangkah maju dan membuka pintu rumahnya perlahan.
"Kreekkk"
Ketika pintu itu terbuka, itu menimbulkan suara berderit yang cukup nyaring. Bersamaan dengan itu, empat orang wanita yang berada di dalam rumah segera mengalihkan pandangannya ke arah Qing Shandian. Mereka tidak lain adalah Qing Wenrou, Mu Lingyun, Xie Feng Xue, dan Xue Shui Jing. Mereka menatap Qing Shandian dengan tatapan hangat. Sambil tersenyum manis, mereka secara bersamaan berkata, "Selamat datang kembali, An gege."
Qing Shandian membalas senyuman sambil lalu berjalan menghampiri mereka, lalu ikut duduk bersama.
Ketika Qing Shandian sudah duduk, Qing Wenrou segera menuangkan teh untuknya, lalu menyerahkannya sambil berkata dengan nada lembut. "Ini untuk An gege, minumlah selagi hangat."
Qing Shandian tersenyum sambil menerima teh itu, lalu berkata, "Terimakasih, Wenrou."
Qing Shandian menyesapnya perlahan, lalu menatap mereka dengan tatapan lembut. Dengan nada santai dia berkata, "Entah kenapa, aku merasa kalian terlihat sangat bersemangat hari ini. Apakah sesuatu yang menggembicarakan terjadi? Ohh.. Ngomong - ngomong, bagaimana istirahat kalian tadi malam?"
Xie Feng Xue menutup bibirnya. Dia terkikik merdu, lalu berkata, "Hihihi... An gege, yang menggembirakan belum terjadi. Tapi akan segera terjadi. Bukankah An gege sudah berjanji untuk menemani kami setelah ini?"
"Emm... Kami juga terlelap sangat nyaman tadi malam." Sambung Qing Wenrou dengan anggukan kecil sambil tersenyum lebar.
"Iya, iya. Aku tidak lupa dengan janjiku. Aku akan menemani kalian." Ucap Qing Shandian dengan santai sebelum kemudian dia menyesap tehnya lagi.
Mu Lingyun dengan rasa ingin tahunya bertanya, "Lalu, kemana kita akan jalan-jalan kali ini?"
"Itu benar. Kemana An gege akan membawa kami jalan-jalan kali ini?" Sahut Xue Shui Jing dengan nada bersemangat.
Qing Shandian tidak segera membalas. Dia berfikir sambil memegang dagunya. Sesaat kemudian, dia tersenyum lebar sambil lalu menatap mereka dan berkata, "Ada satu tempat yang bagus. Aku akan membawa kalian kesana." Pungkasnya sebelum kemudian dia menyelimuti mereka dengan kekuatan spiritualnya, lalu mereka menghilang dari ruangan.
"Wuusshhh"
...…………………………...
Sementara suasana di dunia jiwa Qing Shandian tampak damai dan tenang, di dunia luar saat ini justru sebaliknya. Terlihat bahwa ekspresi kebanyakan orang yang berdiri di depan monumen pemantauan kompetisi nampak kebingungan dan penuh tanya.
"Hahaha... Xing Lihai, Wang Xiu, lihatlah! Sepertinya perwakilan yang kamu bawa terluka parah bukan? Bahkan satu hari sudah berlalu, dan poin mereka tidak meningkat sedikitpun. Hahaha.. Atau mungkinkah diantara mereka justru ada yang telah tewas?" Ucap Juan Jixun disela-sela tawanya yang menggelegar. Dari sorot matanya, dia terlihat sangat senang jika perwakilan Wilayah Timur tewas dalam acara kompetisi.
Ucapan Juan Jixun menyebabkan rasa penasaran kebanyakan orang semakin meningkat. Semantara itu, di sisi kelompok Wilayah Timur tampak tenang. Xing Lihai terkekeh ringan, lalu dia berkata, "Hehehe... Juan Jixun, lihatlah bagaimana kami. Tidak ada satu pun dari kami yang khawatir. Kami mempercayai mereka. Bagi kami, tidak masalah apakah mereka terluka parah atau tidak. Juga bukan masalah apakah mereka sudah mati atau belum. Hasil akhir masih tidak ada yang tahu sampai berakhirnya kompetisi, bukan? Jadi tidak ada gunanya untuk gelisah dan terlalu bersemangat."
"Hahaha... Ucapan yang bagus. Benar-benar lihai seperti namamu, Xing Lihai. Kompetisi masih berlanjut. Kita amati saja dengan tenang sampai berakhirnya kompetisi." Sahut Wang Xiu yang ikut tertawa nyaring menimpali ucapan Xing Lihai.
Percakapan singkat mereka mendapati anggukan yang sama dari kelompok Wilayah Barat, Salatan, dan Kelompok Wilayah Utara yang dipimpin oleh Kaisar Dong Jun.
...…………………………...
** Bersambung …