System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.38 - Awal Lelang



Tanpa terasa, satu hari dua malam berlalu begitu saja di dunia jiwa. Selama itu juga, Qing Shandian menikmati hari santai bersama keluarganya dan juga Qing Wenrou, sambil sesekali melatih tekniknya. Dia juga menyerahkan mayat Binatang Spiritual yang dia kumpulkan selama perburuannya di Pegunungan Lingshan, untuk di bagikan keseluruh penghuni dunia jiwa.


Berpenampilan rapi dengan Jubah Hitam Bulan Bintang dan Topeng Giok Naga berwarna putih yang menutupi sebagian wajahnya, Qing Shandian terlihat cukup antusias menghadiri acara pelelangan yang diadakan oleh Rumah Dagang Bulan Jingga. Qing Shandian dan Qing Wenrou berjalan berdampingan dengan santai sambil berbincang ringan.


Setelah beberapa saat, Qing Shandian dan Qing Wenrou pun sampai di depan Gedung Rumah Dagang Bulan Jingga. Mereka langsung menuju meja resepsionis.


Sementara itu, resepsionis yang telah akrab dengan penampilan Qing Shandian pun segera menghampiri. Dia berkata sambil tersenyum, "Selamat datang kembali, Tuan muda. Apakah Tuan muda ingin menghadiri acara lelang?"


Sambil mengangguk ringan, Qing Shandian berkata, "Emm.. Aku ingin menghadiri acara pelelangan. Bisakah kamu mengantarku ke tempat lelang diadakan? Aku lupa menanyakannya pada Pemimpin Wen."


"Ahh... Baik, Tuan muda. Tempatnya tidak jauh dari gedung ini. Mari ikuti saya..." Pungkasnya sebelum dia berjalan kembali ke pintu masuk, memimpin Qing Shandian dan Qjng Wenrou menuju tempat pelelangan diadakan.


...…………………………...


Setelah berjalan selama 3 menit, mereka pun tiba didepan bangunan yang sama megahnya dengan Gedung Rumah Dagang Bulan Jingga, namun itu hanya 2 lantai. Suasana terlihat begitu ramai penuh sesak, diiringi dengan riuh gemuruh perbincangan diantara mereka. Ada juga beberapa Klan yang baru tiba di depan bangunan itu.


Beberapa Klan yang baru hadir juga melemparkan pandangan mereka ke arah Qing Shandian dan Qing Wenrou yang dipimpin oleh resepsionis Rumah Dagang Bulan Jingga.


Salah satu pemuda dengan jubah merah dengan simbol Klan Shen datang menghampiri Qing Shandian dan Qing Wenrou. Begitu berdiri didepan Qing Shandian dan Qing Wenrou, dia menyapukan pandangannya sekilas ke arah Qing Shandian, dan segera mengalihkan pandangannya ke arah Qing Wenrou. Dia menatap Qing Wenrou tanpa berkedip, lalu berkata sambil tersenyum lebar "Hehe.. Nona, ikutlah denganku. Kamu bisa meminta apapun yang kamu mau selama pelelangan nanti. Daripada mengikuti dia..... Sepertinya tidak mampu untuk membeli apapun. Lebih baik nona mengikutiku."


Qing Wenrou hanya melirik sekilas, lalu berkata, "Tidak perlu... Jika hanya sebuah barang, An gege memiliki lebih dari cukup kekayaan untuk membelinya. Lagipula, aku tidak mengenalmu. Pergilah.. Aku tidak ingin diganggu."


Mendengar penolakan Qing Wenrou, senyum diwajahnya langsung menghilang. Ekspresinya segera berubah gelap. Dengan suara dalam, dia berkata, "Nona.. jangan membuatku memaksamu dengan cara kasar. Aku, Shen Diyu.. tidak ada yang berani menolakkku begitu aku mengingini seorang gadis." Pungkasnya sebelum kemudian mengulurkan tangannya untuk memegang tangan Qing Wenrou.


Qing Shandian yang melihat itu pun dengan sigap menangkap tangan pemuda itu. Dia dengan dingin berkata, "Dia sudah berkata tidak ingin diganggu. Jadi, pergilah.. Jangan memaksakan diri sebelum semuanya terlambat..."


Shen Diyu yang mendengar ucapan Qing Shandian menjadi geram. Dia langsung mengarahkan tangan lainnya untuk memukul Qing Shandian. Namun, pukulan berhenti di udara ketika dia mendengar suara teriakan.


"Hentikan!!!"


Sesaat kemudian, seorang Tetua Rumah Dagang Bulan Jingga datang dan berkata pada Shen Diyu, "Shen Diyu.. Jangan bersikap tidak sopan pada tamu kehormatan rumah dagang kami. Aku akan menegaskan, bahkan dengan seluruh kekuatan Klan mu, kemungkinan tidak akan mampu untuk menyinggungnya..."


Setelah menyelesaikan ucapannya, dia mengalihkan pandangannya ke arah Qing Shandian dan berkata, "Tuan muda, maafkan kami atas masalah ini. Aku harap Tuan muda tidak memasukkan ke hati."


"Tidak masalah... Aku bisa melupakannya jika masalah ini berhenti sampai disini. Jika tidak.... Akan ada satu Klan lagi yang menghilang dari kota ini... Sekarang, bawa kami masuk ke ruanganku... Uuhh.. Sungguh menyebalkan.. Kecantikan membawa bencana... Haiih.." Pungkasnya menggerutu sambil menggelengkan kepala, sementara di sisi Qing Wenrou, dia hanya terkikik pelan menutup bibirnya.


"Baik Tuan muda. Mari ikuti saya."


Shen Diyu yang melihat kepergian Qing Shandian dan Qing Wenrou, ekspresinya menjadi lebih tidak dipandang. Dia menoleh ke arah pria paruh baya sesama Klan-nya, lalu berkata, "Shen Guangyi.. Cari tahu siapa dia... Selidiki semuanya.."


Pria paruh baya yang dipanggil Shen Guangyi pun menjawab, "Baik, Tuan muda." Pungkasnya sebelum kemudian menghilang...


...…………………………...


Berjalan dengan langkah santai, Qing Shandian dan Wenrou terlihat menikmati interior Gedung Pelelangan yang indah dan mewah. Sementara pria paruh baya yang memimpin yang memoerhatikan itu segera bertanya, "Tuan muda, Nona muda, apakah ini pertama kalian mengikuti pelelangan?"


"Ya... Ini pertama kalinya.. Ngomong-ngomong, terimakasih sebelumnya. Jika Tetua tidak menghentikannya... Uhh.. Semua akan merepotkan.. Padahal aku hanya ingin menikmati kota ini dengan damai sebelum pergi..." Pungkas Qing Shandian menggerutu.


"Hehe.. Tidak masalah Tuan muda.. Itu hanya kebetulan." Sahut Tetua itu.


"Ngomong-ngomong, apakah akan ada yang menarik dalam pelelangan ini, Tetua?.." Ucap Qing Shandian


"Uhhh... Tuan muda, dengan semua yang Tuan muda miliki, kemungkinan ada sesuatu yang menarik minat Tuan muda sangatlah kecil." Sahut Tetua itu sambil menggelengkan kepalanya tak berdaya.


Menghela nafas panjang, Qing Shandian berkata, "Haahhhh... Baiklah, antarkan saja kami ke ruangan. Jika ada yang bisa menarik minatku, mungkin itu keberuntungan.."


...…………………………...


Seiring berjalannya waktu, Suasana di dalam Gedung Pelelangan semakin riuh. Satu demi satu tamu undangan datang. Diantara tamu undangan itu, Pemimpin Kota Bulan Jingga juga hadir dan menempati ruang VIP. Ada juga Klan Shen, Klan Li, Klan Han, Klan Su, Sekte Langit Biru, Sekte Bulan Jingga, dan Sekte Bulan Sabit. Kelompok mereka juga sama-sama menempati Ruang VIP dengan plakat nama yang menggantung di depan ruangan.


Sementara itu, di ruangan yang cukup mewah, di ruangan VIP No.1, Qing Shandian terlihat kebosanan menunggu dimulainya acara. Namun, dia segera menjadi bersemangat ketika suara gong terdengar.


"Gonggg..."


"Ehemm.. Saya fikir semua orang di sini telah menunggu sampai mereka merasa sedikit tidak sabar dan kebosanan. Oleh karena itu, saya tidak akan mengatakan banyak omong kosong pada kalian." Ucap seorang wanita cantik bergaun merah ketat dengan belahan rok di sebelah kiri hingga naik sampai paha bawah, sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya yang tidak beraturan, yang terpampang jelas dengan benjolan di tempat-tempat yang seharusnya. Dia tersenyum saat menatap kepala massa yang padat di tempat pelelangan. Akhirnya, tatapan tidak jelasnya menyapu ke arah Qing Shandian dan Qing Wenrou yang duduk di ruangan VIP No.1.


Suaranya yang keras dan jelas bergema di seluruh tempat. Sebagai juru lelang yang berpengalaman, dia jelas tahu apa yang ingin dilihat dan tidak ingin dilihat oleh orang-orang seperti mereka. Oleh karena itu, perkenalannya yang tidak perlu di awal langsung disingkirkan. Tanpa ragu, bagaimanapun, tindakan wanita itu telah memenangkan sorak - sorai dari seluruh tempat.


"Pada Pameran Lelang yang diadakan Rumah Dagang Bulan Jingga kami kali ini, saya yakin, pasti tidak akan mengecewakan siapa pun." Wanita itu dengan lembut bertepuk tangan. Dia berkata dengan suara yang jelas, "Saya mengumumkan bahwa Pameran Lelang ‘Kota Bulan Jingga’ dimulai sekarang!"


Begitu dia selesai berbicara, seorang pelayan pria melangkah maju membawa sebuah kotak panjang, menaruhnya diatas meja, lalu membuka kotak itu. Terlihat sebuah pedang panjang dengan gagang berwarna biru, membawa aura dingin.


Wanita itu memegang pedang panjang biru di tangannya. Tubuh pedang bergetar dan samar, udara dingin naik, membentuk kabut putih samar yang sebagian terlihat. Dia menoleh ke arah tempat pelelangan dan tersenyum saat dia berkata, "Harga dasar adalah 1 Juta Batu Spiritual Kelas Rendah... Penawaran dimulai..."


"Haahh... Kelas Bumi yaa..." Ucap Qing Shandian sambil mendesah ringan. Dia pun menoleh ke arah Qing Wenrou yang duduk disampingnya. Dia berkata, "Wenrou, apakah Poin System bisa ditukarkan menjadi Batu Spiritual?"


Qing Wenrou yang ditanya segera menoleh ke arah Qing Shandian, lalu menjawab, "Tentu saja bisa.. 1 PS \= 1000 Batu Spiritual Tingkat Rendah."


"Uhh... Bukankah itu sangat banyak? Jika difikir-fikir lagi, saat aku membeli teknik kultivasi kelas surga tingkat tinggi itu 100 Milliar PS... Bukankah berarti harganya sekitar 100 Juta Batu Spiritual Tingkat Tinggi?..." Sahut Qing Shandian.


"Emm... Teknik kultivasi dan Bertarung mahal karena kegunaan, dan proses pembuatannya yang tidak mudah. Seseorang perlu melakukan ujicoba berulang kali sebelum mencapai keberhasilan." Sahut Qing Wenrou menjelaskan.


Sementara Qing Shandian dan Qing Wenrou berbincang ringan, penawaran pun terjadi untuk beberapa waktu sebelum akhirnya terjual kepada seorang pemuda berjubah kuning dengan harga 2,2 Juta Batu Spiritual Tingkat Rendah.


Setelah pelelangan item pertama berjalan dengan sukses, pelelangan pun berlanjut dari item ke-2 sampai ke-lima, yang semuanya adalah senjata Kelas Bumi. Lalu berlanjut ke beberapa jenis Ramuan Spiritual dibawah Kelas 5 dan beberapa pil. Juru lelang wanita itu pun tersenyum puas dengan setiap penawaran.


Qing Shandian duduk di kursi empuk dan dengan acuh tak acuh memperhatikan berlangsungnya pelelangan. Dia memejamkan mata dan menunggu sesuatu yang bisa membangkitkan minatnya.


Selama pameran lelang, tidak terlalu banyak item unik yang muncul. Sehingga tidak menciptakan suasana ledakan yang berlebihan. Apalagi orang-orang yang menawar hanyalah beberapa orang yang duduk di deretan kursi luar ruangan VIP. Bahkan dari beberapa klan, pemimpin kota dan tiga sekte, yang memiliki banyak kekayaan, belum membuat satu penawaran sampai sekarang.


"Gongg."


Suara ‘gong’ jelas lainnya ditransmisikan dari platform kristal. Juru lelang wanita itu penuh dengan senyuman saat dia menerima piring perak kecil dari tangan seorang pelayan wanita. Ada dua botol giok kecil transparan di piring perak. Ada pil obat kuning berguling-guling di dalam masing-masing botol giok.


Pil obat ini menarik cukup banyak tatapan saat muncul. Bagaimanapun, pil obat adalah sesuatu yang sangat diminati dan setara dengan Teknik Kultivasi maupun Teknik Bertarung. Selain itu, beberapa dari ramuan obat itu, yang dapat langsung digunakan untuk meningkatkan kekuatan seseorang, akan menyebabkan banyak orang berbondong-bondong.


"Pil obat ini disebut ‘Pil Penerobos Kaisar'. Saya rasa cukup banyak orang yang pernah mendengar namanya. Pil ini dapat membantu orang-orang yang telah berada di puncak tingkat Raja untuk waktu yang lama agar dapat menerobos penghalang mereka dalam sekali jalan. Selain itu, ‘Pil Penerobos Kaisar’ ini adalah dari Kelas 5 Tingkat Tinggi. Jika seseorang cukup beruntung setelah mengkonsumsinya, dia mungkin akan menerobos dengan dua bintang kekuatan." Ucap Juru lelang wanita itu tersenyum sambil menunjuk ke pil obat di dalam botol.


Kata-kata juru lelang baru saja selesai, dan keributan segera pecah di tempat pelelangan. Banyak orang menatap botol giok di piring perak dengan mata panas mendidih. Pil obat semacam ini, yang dapat membantu orang menerobos penghalang antar tingkat, adalah sesuatu yang jarang terlihat bahkan di banyak kota di Benua Tianxia. Tingkat Raja dan Kaisar hanyalah perbedaan satu kata saja. Namun, hanya dengan melangkah ke tingkat Kaisar, seseorang bisa benar-benar dianggap telah mencapai tingkat ketika seseorang memiliki pijakan dalam perjalanan melatih Qi Spiritual. Persimpangan ini pada dasarnya merupakan perubahan yang sangat besar. Oleh karena itu, ada banyak orang yang berhenti di puncak Tingkat Raja dan tidak dapat mengambil langkah maju untuk waktu yang lama.


Namun, masalah ini dapat dengan mudah diatasi dengan ‘Pil Penerobos Kaisar’. Karena inilah bahkan tiga sekte di ruangan VIP juga memiliki ketertarikan saat pil muncul. Bagaimanapun, ‘Pil Penerobos Kaisar’ bisa merawat satu Tingkat Kaisar. Dilihat dari segi jangka panjang, transaksi bisnis ini cukup berharga. Meskipun orang-orang kuat di puncak adalah penguasa di ‘Kota Bulan Jingga', Tingkat Kaisar adalah pilar tingkat menengah dari banyak sekte. Secara alami bagus jika seseorang dapat menambahkan beberapa lagi.


Juru lelang tersenyum. Setelah itu, dia melambaikan tangannya. "Harga lelang dasar, 5 Juta Batu Spiritual Kelas Rendah!"


"5 Juta 100 Ribu!" Suara juru lelang baru saja terdengar ketika seseorang dari kursi di belakang berteriak dengan keras.


"5 Juta 200 Ribu!" Jelas ada cukup banyak orang yang tertarik dengan ‘Pil Penerobos Kaisar’. Oleh karena itu, tawaran sebelumnya dilampaui dalam waktu kurang dari satu menit.


Teriakan harga berulang kali terdengar satu demi satu di dalam tempat lelang. Hanya dalam sepuluh menit, harga satu ‘Pill Penerobos Kaisar’ telah meningkat dari 5 Juta menjadi sekitar 6,5 Juta. Ketika harga telah mencapai level ini, teriakan itu jelas menjadi lebih jarang. Lagi pula, jika satu pil sama dengan 6,5 Juta, dua pil sama dengan 13 Juta. Harga semacam ini agak terlalu mahal bagi kebanyakan orang.


"7 Juta." Tepat saat harga berhenti di 6,5 Juta, suara yang agak sedingin es, dan malas akhirnya terdengar dari Ruang VIP Sekte Langit Biru.


Setelah Sekte Langit Biru meneriakkan harga, gedung lelang yang berisik segera menjadi jauh lebih tenang. Beberapa orang yang awalnya berencana menaikkan harga sekali lagi saling berhadapan dan dengan enggan duduk. Meskipun mereka punya sejumlah uang, mereka tidak diragukan lagi tahu batas mereka dan konsekuensinya jika mereka bersaing dengan Sekte Langit Biru.


"7 Juta 100 Ribu."


Di sisi Qing Shandian, Tepat ketika dia mengira harganya akan berhenti pada 7 Juta, suara samar yang agak serak tiba-tiba terdengar.


Banyak tatapan menuju arah teriakan. Mereka sedikit mengernyit saat hati mereka bergumam: "Seseorang dari ‘Sekte Bulan Sabit’."


‘Sekte Bulat Sabit’ juga merupakan sekte yang cukup kuat di dalam ‘Kota Bulan Jingga’. Sekte mereka mempraktikkan Teknik Kultivasi yang sangat aneh. Selain itu, atribut mereka condong ke arah atribut yang langka. Oleh karena itu, hanya ada sedikit orang di dalam sekte itu. Namun, semua elit adalah orang kuat. Mereka biasanya memiliki konflik yang tak henti-hentinya dengan Sekte Langit Biru, tetapi mereka tidak benar-benar keluar dan bertarung sampai mati karena penindasan dan pengekangan para pemimpin di kedua sisi.


Ketika dia mendengar ada seseorang yang mengeluarkan tawaran bersaing, mata Pemimpin Sekte Junior dari Sekte Langit Biru segera menjadi lebih gelap dan lebih dingin. Dia memiringkan kepalanya dan menatap wajah pria paruh baya yang ada di ruangan VIP Sekte Bulan Sabit. Dia berkata, "7,5 Juta."


"7,6 Juta." Pria paruh baya itu masih tanpa ekspresi saat dia berteriak dengan kecepatan tetap.


Tatapan orang-orang di seluruh tempat lelang terfokus ke dua orang ini. Beberapa Klan, Pemimpin Kota dan Sekte Bulan Jingga tidak ikut serta. Mereka hanya mengamati dua orang itu dengan penuh minat ketika mereka bertanya - tanya seberapa tinggi kedua orang itu akan menaikkan harga.


"Pemimpin Sekte Junior, 7 Juta sudah harga puncak untuk ‘Pill Penerobos Kaisar'. Jika kamu terus menambahkan, kamu akan sedikit rugi. Selain itu, kita masih harus menyisakan sejumlah uang untuk item lainnya bukan?" Ucap Pria paruh baya dari Sekte Bulan Sabit, setelah melihat bahwa Pemimpin Sekte Junior dari Sekte Langit Biru masih berfikir untuk menaikkan harga lagi.


"8 Juta." Ucap Pemimpin Sekte Junior dari Sekte Langit Biru dengan sedikit mengernyit setelah merenung sejenak sebelum mengatakan penawarannya. Dia telah membuat keputusan bahwa dia akan membatalkan penawaran ini jika pihak lain menaikkan harga lebih lanjut.


Melihat harapan banyak orang, pria paruh baya tanpa ekspresi tidak membuka mulutnya lagi setelah Pemimpin Sekte Junior dari Sekte Langit Biru meneriakkan harga ini. Dia menyusut kembali ke kursinya dan ejekan samar muncul di wajahnya.


Tindakan pria paruh baya itu menyebabkan Pemimpin Sekte Junior dari Sekte Langit Biru, Du Haoran, menjadi kosong. Dia segera mengerti apa yang terjadi dan kegelapan pekat terangkat dari sudut mulutnya. Dia dengan lembut berkata, "Sangat bagus. Jika ayah ingin mengambil tindakan, aku akan menangani Lu Hairu ini. Aku ingin dia merasakan sakit saat darahnya terkuras sepenuhnya."


"Pemimpin Sekte Junior Du Haoran menawarkan 8 Juta untuk satu pil. Siapa lagi yang mau menaikkan harga? Jika tidak ada siapa pun, maka dua ‘Pil Penerobos Kaisar’ ini akan menjadi miliknya!" Juru lelang wanita itu cukup puas dengan harga itu. Dia langsung tersenyum saat bertanya pada kerumunan. Melihat tidak ada respon, dia akhirnya menjatuhkan palu lelang di tangannya ke bawah.


...…………………………...


** Bersambung …