System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.23 - Kerjasama Bisnis yang Gagal



"Ayah, ibu, sebelum berangkat, An'er akan mengunjungi Rumah Dagang Emas Hitam terlebih dulu." Ucap Qing Shandian dengan santai sambil menikmati hidangan yang dimasak ibunya.


"Ohh? Apakah ada sesuatu yang ingin kamu lakukan disana?" Sahut Qing Yuan ingin tahu.


"Emm.. An'er ingin menyerahkan sesuatu ke Rumah Dagang Emas Hitam untuk ditangani." Tutur Qing Shandian tanpa menjelaskan.


"Hmm.. Baiklah. Jangan terlalu lama, karena perjalanan kita tidaklah dekat." Ucap Qing Yuan mengingatkan.


"Ayah tidak perlu khawatir. Kita akan sangat cepat sampai di Klan nanti. Hehe..." Sahut Qing Shandian dengan terkekeh misterius.


Lin Lianhua yang juga ikut mendengarkan hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya. Putranya menjadi semakin misterius dari waktu ke waktu.


Begitu acara makan bersama selesai, Qing Yuan dan Qing Wenrou keluar dari dunia jiwa. Mereka berjalan dengan santai di sepanjang jalan yang penuh sesak lalu lalang penduduk dan kultivator, menuju Rumah Dagang Emas Hitam. Sesekali, mereka juga berbincang ringan, bahkan kadang terdengar tawa dan kikikan diantara mereka.


Beberapa waktu kemudian, mereka sampai di depan pintu Rumah Dagang Emas Hitam. Melangkah masuk, mereka langsung menuju meja resepsionis yang menerima penjualan barang dari luar.


Resepsionis yang melihat kedatangan Qing Shandian dan diikuti seorang gadis cantik pun segera mengenalinya, lalu menyambut, "Selamat datang kembali, Tuan muda. Apakah ada yang bisa saya bantu?" Ucapnya dengan nada yang ramah.


"Emm.. Bisakah kamu mengantarku ke ruangan Manager Huang? Ada bisnis yang perlu aku diskusikan dengannya." Balas Qing Shandian sambil mengangguk ringan.


"Ahh.. Baik Tuan muda. Mari ikuti saya." Jawab resepsionis itu dengan cepat, lalu segera memimpin Qing Shandian dan Qing Wenrou ke ruangan manager Huang di lantai dua.


Setelah beberapa saat, mereka pun sampai didepan ruangan manager. Resepsionis segera mengetuk pintu, lalu berkata, "tok.tok.tok... Manager Huang, ada seseorang yang ingin membicarakan bisnis dengan Anda."


"Siapa itu?" Sahut manager Huang dari dalam ruangan dengan suaranya yang agak serak.


Sebelum resepsionis itu menjawab, Qing Shandian mendahului, "Ini aku.. Apakah manager Huang masih mengingat suaraku?"


"Plak.plak.plak.plak.plak.plak..."


Terdengar langkah cepat dari dalam, lalu disusul oleh pintu yang terbuka. Manager Huang yang melihat seorang pemuda yang dikenalnya pun segera berkata, "Ahh.. Maafkan saya tidak menyambut kedatangan Tuan muda... Mari, silakan masuk.." Berhenti sejenak, lalu dia menoleh dan berkata pada si resepsionis dengan suara riang. "Kerja bagus, Yanyan... Kamu akan mendapatkan bonus besar nanti. Sekarang kembalilah ke tugasmu."


Resepsionis yang mendengar ucapan manager Huang pun tergegun untuk sesaat, lalu segera merespon, "Baik manager Huang.. " Kemudian memberi salam dengan membungkuk, lalu melenggang pergi.


...………………………...


Di dalam ruangan, ketika Manager Huang melihat Qing Shandian dan Qing Wenrou sama-sama duduk, dia segera berkata, "Tuan muda, apakah ada yang bisa saya bantu?"


Qing Shandian tidak segera menjawab, melainkan menatap manager Huang sejenak, lalu dengan serius dia berkata, "Manager Huang, aku tidak punya banyak waktu untuk berbicara omong kosong. Kdatanganku kemari adalah untuk bisnis yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Apakah kamu memiliki wewenang untuk menangani masalah ini?"


Hung Pojun yang mendengar ucapan serius Qing Shandian pun tertegun. Menghirup udara dalam-dalam, dia lalu menjawab, "Tuan muda, jika bisnis yang Tuan muda katakan benar seperti itu, saya tidak memiliki wewenang menanganinya. Bahkan jika saya mampu sekalipun."


"Lalu, bisakah kamu menghubungkanku dengan Presiden Rumah Dagang Rmas Hitam?" Sahut Qing Shandian.


"Ahh.. Tuan muda, maafkan saya. Tapi Pusat Rumah Dagang Emas hitam sangat jauh dari Kota Mawar Biru. Jika menggunakan kereta, paling cepat sekitar 3 hari baru sampai... Haahhh..." Pungkas Huang Pojun dengan diiringi helaan nafas panjang.


Merenung sejenak, Qing Shandian berkata, "Manager Huang... Lalu, bisakah kamu memberiku pandangan singkat tentang lokasinya?"


"Maksud Tuan muda, apakah itu semacam transfer informasi?" Balas Huang Pojun memastikan.


"Ya, benar.. Semacam itu... Jika bisa, lebih cepat lebih baik.. Karena tengah hari ini, aku harus segera ke suatu tempat." Lanjut Qing Shandian menjelaskan.


"Tentu, Tuan muda.." Balas Huang Pojun, lalu segera mengirimkan informasi lokasi kantor pusat Rumah Dagang Emas Hitam melalui kekuatan spiritualnya.


Begitu Qing Shandian mendapatkan gambaran yang jelas tentang lokasinya, dia segera berdiri, "Wenrou, pegang tanganku. Manager Huang, mendekatlah." Ucap Qing Shandian menatap Qing Wenrou dan Manager Huang secara bergantian.


Begitu Manager Huang mendengar ucapan Qing Shandian, meskipun dia bingung, dia tetap berdiri dan berjalan mendekat.


Ketika Manager Huang dalam jangkauannya, Qing Shandian segera memegang pundaknya, lalu mereka bertiga menghilang dari ruangan itu.


...………………………...


Halaman Kantor Pusat Rumah Dagang Emas Hitam, Kota Bambu Kuning.


"Wushhh..."


Qing Shandian, Qing Wenrou dan Manager Huang yang muncul secara tiba-tiba dari udara tipis, membuat banyak orang terkejut dan segera waspada. Sesaat setelah kemunculan mereka, seorang pria paruh baya dengan jubah hitam tiba-tiba juga muncul, lalu memberikan tatapan tajam kepada mereka, dan dengan suara dingin dia berkata, "Katakan! Siapa kalian?! Kenapa datang ke Rumah Dagang Emas Hitam kami dengan menyelinap?! Jika tidak... Jangan menyalahkanku jika bersikap kejam!"


Manager Huang segera tersadar dari keterkejutannya. Dia segera melangkah maju, lalu berkata dengan serius sambil menangkupkan tangannya. "Salam Senior Lingying, saya Manager cabang Rumah Dagang Emas Hitam dari Kota Mawar Biru, Huang Pojun... Tujuan kedatangan kami adalah ingin menemui Presiden... Masalah ini, hanya Presiden yang bisa menangani. Tolong antarkan kami segera ke ruang Presiden."


"Tentang itu.... " Manager Huang menggantungkan ucapannya sambil lalu menoleh ke arah Qing Shandian, karena dia sendiri pun juga terkejut.


"Salam, Senior Lingying.. Tujuan kedatanganku ingin membicarakan bisnis yang sangat serius.. Aku tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan. Bisakah Senior Lingying mengantarkan kami segera untuk menemui Presiden?.. Sahut Qing Shandian.


Penjaga Lingying tidak menjawab, melainkan mengamati Qing Shandian dengan cermat, mencoba mengukur kekuatannya.. Dia mengeluarkan aura membununya, lalu menghilang seperti bayangan. Namun, begitu dia muncul, tangan Qing Shandian bergerak lebih cepat mencengkeram erat lehernya, bahkan sebelum dia bisa bereaksi.


"Senior Lingying.. Aku tidak ingin membuat masalah.. Tujuan kami kesini dengan niat baik. Tapi jika kamu terus mengabaikan kami, dan membuat ulah, aku tidak akan segan untuk membunuhmu tanpa meninggalkan mayat!" Ucap Qing Shandian dengan suara yang dalam dan nada yang dingin.


Manager Huang yang melihat itu pun, tubuhnya bergetar hebat. Siapa yang mengira, jika seorang pemuda didepannya sangat kuat. Bahkan penjaga senior seperti Lingying dikalahkan hanya dalam gerakan sederhana. Dia segera berkata dengan gugup, "Tu.. Tuan muda, tolong tenang.. Jangan bunuh penjaga Lingying.." Berhenti sejenak, dia segera melanjutkan, "Senior Lingying, tarik kembali aura membunuhmu... Sudah aku katakan, Aku manager cabang Rumah Dagang Emas Hitam dari Kota Mawar Biru! Apakah itu masih belum cukup? Lalu, lihat ini! Perhatikan dengan baik!" Tutur Manager Huang sambil mengeluarkan Plakat Perak yang terukir kata Rumah Dagang Emas Hitam.


"Tu..Tuan muda... Maafkan aku.. To..tolong lepaskan aku.. Aku akan mengantarmu ke ruang Presiden.." Ucap Penjaga Lingying dengan cepat begitu dia melihat plakat yang ditunjukkan Manager Huang.


Qing Shandian segera melepaskannya. Lalu berkata, "Waktuku telah banyak terbuang sia-sia karenamu.. Jika Presidenmu tahu begini kinerjamu, aku yakin, dia akan segera memecatmu sebagai hukuman ter-ringan.. Jika tidak.. Mungkin hidupmu yang akan menjadi ganti ruginya... Karena bisnisku, tidak akan mampu di beli bahkan oleh seluruh Rumah Dagang Emas Hitammu!" Pungkasnya yang sudah terlanjur kesal..


Manager Huang yang mendengar penuturan Qing Shandian, tubuhnya membeku seperti patung. Lalu dengan suara bergetar, "Tuan muda, biarkan aku sendiri yang mengantarmu. Kamu bisa melakukan apapun jika ada yang menunda lagi. Mari Tuan muda." Ucapnya sambil lalu memimpin Qing Shandian dan Qing Wenrou, mengabaikan Penjaga Lingying dan orang-orang yang menyaksikan kejadian itu…


...………………………...


'Tok.. Tok.. Tok..' "Presiden, saya Huang Pojun, Manager Cabang Rumah Dagang Emas Hitam kota Mawar Biru, datang untuk meminta audiensi." Ucap Manager Huang dari luar ruangan Presiden.


"Ohh? Apakah sesuatu yang serius terjadi, Manager Huang?" Sahut seseorang dari dalam dengan suara feminim..


Qing Shandian mengernyitkan dahinya. 'Apakah presiden Rumah Dagang Emas Hitam seorang wanita?' Fikirnya dalam hati.


"Tidak ada sesuatu yang terjadi, Presiden. Tapi, tujuan kedatangan saya untuk mengantar seorang mitra bisnis." Kata Manager Huang dengan perasaan gugup.


"Mitra bisnis? Jika hanya seorang mitra bisnis, bukankah kamu bisa menanganinya, manager Huang? Jangan bilang bahwa kamu hanya ingin menikmati hasil tanpa keringat." Sahut seseorang itu dengan nada yang agak dingin.


"Presiden, ini bukan bisnis sederhana... Jika Presiden tidak..."


Belum selesai Manager Huang Berkata, Qing Shandian yang sedari awal sudah kesal, menjadi geram. Dia segera menyela dengan nada yang sangat dingin, "Manager Huang.. Tidak perlu membuang waktu lagi.. Sepertinya Presidenmu yang terhormat bahkan tidak memandang mitra bisnisnya.. Tidak masalah, aku akan mencari kerjasama dengan Rumah Dagang yang lain... Aku bisa 100% memastikan, dalam 3 bulan, banyak Rumah Dagang akan segera menutup pintu mereka... Dan itu tidak terkecuali bagi Rumah Dagang Emas Hitam ini.. Ambil ini.. Tunjukkan padanya, seperti apa bisnis yang sebenarnya!" Pungkasnya dengan perasaan geram karena sikap Presiden Rumah Dagang Emas Hitam, sambil lalu memberikan botol giok putih, kemudian melangkah pergi.


Sesaat setelah kepergian Qing Shandian, pintu ruangan itu terbuka, diiringi suara yang keras.


"Brakkk..."


"Siapa yang begitu berani mengatakan hal seperti itu? Kembali kesini!" Ucap si Presiden dengan berteriak, namun tidak mendapat jawaban. Dia pun segera bertanya pada Manager Huang yang berdiri menunduk dengan tubuh gemetar hebat. "Manager Huang, kemana mitra bisnis yang kamu sebutkan? Berani sekali dia berkata begitu sombong."


"Di..dia sudah pergi, Presiden... Dia hanya meninggalkan ini, sebagai bukti keseriusan ucapannya." Jawab Manager Huang dengan suara bergetar, sambil lalu menyerahkan botol giok putih.


Presiden Rumah Dagang Emas Hitam yang melihat itu mengernyitkan dahinya, namun tetap menerima botol giok itu. Perlahan, dia menarik tutup botol giok, lalu menuangkan isinya. Aroma harum yang sangat kuat segera memenuhi lorong tempat mereka berdiri. Berdiri seperti patung, tubuhnya bergetar hebat, begitu melihat benda yang ada di tangannya. Dengan suara terkejut, dia berkata dengan bergetar, "Pil Kelas 8 Tingkat Tinggi, 'Vortex Spiritual Qi Compressing Pill'."


Begitu mendengar ucapan itu, Manager Huang langsung ternganga. Dia dengan tak berdaya menghela nafas panjang, lalu berkata, "Haahhhh... Presiden, maaf telah mengganggu waktumu. Saya akan kembali ke kota Mawar Biru... Permisi Presiden." Pungkasnya sambil lalu memberi salam, dan segera melangkah pergi.


Presiden itu segera tersadar, lalu segera bertanya pada Manager Huang yang berjalan belum terlalu jauh, "Tunggu, Manager Huang.. Katakan! Dari mana dia berasal? Kita harus bekerjasama dengannya,.. Jika tidak, Rumah Dagang Emas Hitam benar-benar akan berakhir."


"Maaf, Presiden. Aku tidak tahu darimana Tuan muda itu berasal. Sebelumnya, kami sudah menjalin kerjasama di Kota Mawar Biru.. Tapi sekarang... Haahh.." Tutur Manager Huang sambil menggelengkan kepala.


Presiden Rumah Dagang Emas Hitam, hanya bisa menunduk tanpa daya... Semua itu jelas karena sikap arogannya terhadap mitra bisnis. Dengan lirih, dia berkata, "Perintahkan seseorang untuk mencaritahu identitasnya!!.. Bagaimanapun, kita harus bekerjasama dengannya. Jika dia tidak mau, habisi dia!" Pungkasnya dengan nada dingin.


Manager Huang yang mendengar itu pun segera berkata dengan serius, "Presiden, bahkan seseorang setingkat Senior Lingying dengan mudah dikalahkan.. Dan itu hanya dengan satu gerakan sepele. Lalu siapa lagi yang lebih kuat dari Senior Lingying?.. Maaf Presiden, aku harus segera kembali ke Kota Mawar biru." Pungkasnya tanpa menunggu Si Presiden menjawab.


...………………………...


Di tempat lain yang sangat jauh dari Kota Bambu Kuning, Qing Shandian berjalan dengan santai berdampingan dengan Qing Wenrou. Meskipun kerjasama bisnis gagal terjalin, dia tidak terlalu menganggapnya serius. Menurutnya, masih banyak Rumah Dagang lain yang mungkin lebih kompeten dan lebih baik kinerjanya. Menoleh ke arah Qing Wenrou, dia berkata, "Wenrou, bagaimana jika kita segera kembali ke Klan Qing? Aku tidak mempunyai ide apapun saat ini. Rencanaku gagal karena Presiden sialan itu." Ucapnya dengan akhir gerutuan..


"Hihi.. An gege tidak perlu khawatir, apapun rencana An gege, Wenrou pasti akan selalu mendukung." Sahutnya sambil terkikik pelan.


"Hmm.. Terimakasih, Wenrou.." Ucap Qing Shandian, lalu melanjutkan, "Hahh... Baiklah... Kita kembali ke Klan Qing saja.. Aku sudah tidak sabar ingin segera berpetualang." Pungkasnya sambil tersenyum, lalu menggandeng tangan Qing Wenrou. Dia berkata lagi, "Jangan dilepas, oke?"


Sementara Qing Wenrou yang mendapat perlakuan manis merasa malu. Dia hanya menjawab dengan anggukan, dan mereka pun menghilang.


...… … … … …...


** Bersambung …