
"Wuusshhhh"
Angin berhembus kencang menyapu seluruh area lembah. Suasana tampak mencekam karena lautan mayat Binatang Spiritual masih bergelimpangan di segala arah.
Diantara lautan mayat itu, terlihat sembilan orang sedang berdiri dalam diam di depan seorang yang masih duduk bersila dengan mata terpejam. Mereka tidak lain adalah Shi Zhifang, Xie Huang Yang, Meng Wanglu, Yuan Huo Tian, Sun Mingzhou, Wang Xu Jia, Zhi Miyue, Xing Yuezhi dan Bao Yinxue. Sementara di hadapan mereka adalah Qing Shandian yang masih dalam proses memulihkan Qi Spiritualnya yang terkuras...
Sesaat kemudian, Qing Shandian perlahan membuka matanya dan menghembuskan nafas keruh, lalu perlahan berdiri. Dia meregangkan tubuhnya yang terasa kaku hingga suara tulangnya yang bergemerutuk terdengar. Dia menatap kelompoknya dengan tenang dan berkata, "Bagaimana rasanya berada diujung kematian? Apakah itu mendebarkan?"
Mendengar pertanyaan Qing Shandian, Shi Zhifang menundukkan kepalanya. Dia terdiam seribu bahasa dan tidak berani membalas tatapan Qing Shandian. Sementara itu, delapan orang lainnya hanya menghela nafas bersamaan, tidak berani berkomentar apapun.
Melihat reaksi kelompoknya, Qing Shandian tersenyum tipis. Dia dengan tenang berkata, "Aku senang kalian semua mampu bertahan dan selamat. Beruntung bahwa aku telah menyelesaikan pertempuranku dan datang dengan cepat. Jika tidak, aku mungkin tidak akan lagi melihat kalian. Aku sudah sering mengatakan, agar jangan ceroboh, apalagi harus panik disaat situasi tidak memungkinkan. Zhifang, aku tidak akan menyalahkanmu. Semua sudah terjadi. Kalian selamat, itu yang terpenting. Namun kejadian ini harus kalian tanamkan dalam diri kalian sebagai pengalaman yang sangat berharga. Agar di lain waktu, kalian tidak mengalami hal serupa."
"Kami mengerti." Sahut delapan orang secara bersamaan kecuali Shi Zhifang.
Shi Zhifang masih terdiam dan menunduk. Lalu secara perlahan dia mengangkat kepalanya dan menatap Qing Shandian dengan tatapan rumit. Dia menghirup nafas ringan dan berkata, "Terimakasih sudah menyelamatkan kami di saat terakhir. Maafkan aku telah menyebabkan semua kekacauan ini. Aku berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama untuk kedua kalinya. Terimakasih sekali lagi."
Qing Shandian tersenyum tipis. Dia dengan nada santai berkata, "Itu akan bagus jika kamu bisa berubah. Memang, setiap orang pasti akan mengalami kepanikan disaat - saat tertentu. Namun seharusnya kita bisa menekannya dan menenangkan diri. Tidak ada gunanya untuk menjadi panik. Karena itu justru akan membuat situasi semakin runyam."
Setelah menyelesaikan ucapannya, dia berbalik dan menatap lautan mayat Binatang Spiritual. Dia berkata, "Perburuan hari ini kita sudahi dulu. Aku akan menyelesaikan urusan disini, lalu kita istirahat."
"Emm.. Aku setuju itu. Hari ini terasa sangat melelahkan fisik maupin mental. Huhhh... Senang bisa lolos dari gerbang kematian." Sahut Sun Mingzhou dengan anggukan kecil sebelum kemudian menghembuskan nafas ringan merasa lega.
"Kami juga setuju." Sahut tujuh orang lainnya serempak.
"Kalau begitu, tunggu sebentar. Beri aku waktu untuk memindahkan semua mayat ini." Ucap Qing Shandian dengan nada santai, sebelum kemudian dia melepaskan kekuatan spiritualnya, menyapu ke seluruh area dan menyelimuti semua mayat Binatang Spiritual yang ada.
"Wuusshhh"
Ketika semua mayat telah terbungkus dengan kekuatan spiritualnya, Qing Shandian langsung memindahkanya ke dunia jiwa. Terlihat bahwa tanah yang putih telah menjadi merah oleh darah. Bau anyir benar-benar sangat menyengat. Selesai dengan urusannya, Qing Shandian tanpa berbalik segera menyelimuti kelompoknya dengan kekuatan spiritual, lalu mereka menghilang dari tempat mereka berdiri
"Wuusshh"
...…………………………...
Beralih di luar area kompetisi, tepatnya di depan monumen pemantauan. Suasana terlihat begitu sunyi. Hanya suara nafas yang menderu yang terdengar dari hidung setiap orang. Tubuh mereka tampak mematung seperti batu. Mata mereka terbelalak dan mulut ternganga lebar.
Di kelompok Wilayah Timur, Xing Lihai yang tersadar lebih dahulu menghirup nafas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya. Dia dengan pelan berkata, "Apa yang sebenarnya mereka lakukan? Bagaimana mungkin mereka mendapat jutaan poin hanya dalam waktu setengah hari? Berapa banyak mereka harus membunuh? Haahh.. Ini benar-benar sulit untuk dipercaya."
Ucapan Xing Lihai segera menyadarkan tujuh orang yang berada dalam kelompoknya. Bao Biyu yang selalu diam akhirnya ikut berbicara. "Aku juga berfikiran sama sepertimu. Ini benar-benar sulit untuk dipercaya. Satu-satunya kemungkinan adalah bahwa mereka bukan membunuh. Melainkan melakukan pembantaian skala besar. Jika tidak, sangat mustahil bagi mereka mendapat jutaan poin secepat itu."
"Haahhhhh... Sepertinya begitu. Kita amati saja sampai berakhirnya kompetisi. Lama - lama aku bisa jantungan jika terus terkejut." Sahut Wang Xiu dengan helaan nafas panjang ketika dia ikut menimpali.
Di sisi kelompok Wilayah Tengah, Juan Jixun yang dalam keterkejutannya akhirnya tersadar. Dia dengan suara lirih bergumam. "Bagaimana mungkin ini terjadi? Sejak kapan Wilayah Timur menjadi begitu kuat? Aku tidak percaya! Aku tidak percaya ini akan terjadi!"
Satu per satu akhirnya mereka tersadar. Berbagai komentar pun segera ditumpahkan dari mulut mereka. Rasa tidak percaya, penasaran, umpatan, semua mereka lontarkan.
Sedangan untuk Kaisar Dong Jun dan kelompoknya, mereka mengalihkan pandangan ke arah kelompok Wang Xiu dan Xing Lihai. Tatapannya sangat kompleks. Dong Jun menghirup nafas dalam dan menenangkan diri. Dia pun berkata, "Xing Lihai, Wang Xiu, sepertinya Wilayah Timur menyembunyikan seorang monster dengan sangat baik."
"Kaisar Dong, kami para orang tua bahkan tidak pernah membayangkan bahwa hal ini akan terjadi. Tidak hanya kalian saja yang terkejut. Kami pun juga merasakan hal yang sama." Xing Lihai berbicara dengan suara yang dalam. Dia benar-benar masih sulit untuk mempercayai apa yang ada di hadapannya.
...…………………………...
Di tempat lain, setelah memasuki dunia jiwa, Qing Shandian dan kelompoknya berjalan dengan santai menuju tempat tinggal pribadinya. Dengan nada tenang dia berkata, "Jika kalian ingin istirahat ataupun ingin berkultivasi, lakukan saja. Aku tidak akan mengganggu kalian. Aku masih ada sesuatu yang perlu aku lakukan."
Shi Zhifang dan delapan orang lainnya saling bertukar pandang ketika mendengar ucapan Qing Shandian. Mereka saling mengangguk, lalu Shi Zhifang berkata, "Kami akan berkultivasi seperti biasanya. Sangat rugi jika tidak memanfaatkan waktu istirahat selama disini."
"Emm.. Terserah kalian saja. Apakah stok pil kalian masih ada?" Sahut Qing Shandian dengan anggukan anggukan kecil.
"Ya. Masih ada. Aku fikir itu cukup untuk beberapa waktu kultivasi." Balas Sun Mingzhou dengan santai.
Qing Shandian menganggukkan kepala ringan dan berkata, "Baiklah.. Jika itu habis, segera temui aku. Nanti akan aku berikan kalian stok pil lagi. Aku pergi dulu." Pungkasnya sebelum kemudian dia menghilang ke udara tipis.
"Ayo pergi juga. Kita juga harus menjadi lebih kuat lagi." Ucap Shi Zhifang dengan nada bersemangat, mengajak Sun Mingzhou dan tujuh orang lainnya. Dia berjalan cepat menuju Ruang Khusus Kultivasi diikuti oleh mereka di belakangnya.
...…………………………...
Waktu terus berlalu dengan cepat. Hari berganti hari. Qing Shandian dan kelompoknya terus berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tidak ada hari tanpa pertempuran. Pundi-pundi kekayaan Qing Shandian semakin menumpuk. Dia bahkan hampir empat kali mendapatkan terobosan, dan saat ini berada di tingkat Saint ★7. Sembilan orang anggotanya pun juga mengalami peningkatan kekuatan yang signifikan karena di setiap waktu istirahat, mereka selalu berkultivasi di Ruang Khusus Kultivasi. Kekuatan tertinggi mereka ditempati oleh Shi Zhifang dan Xie Huang Yang, yang berada di tingkat Sovereign ★8, dan yang terendah adalah Sun Mingzhou yang berada di tingkat Sovereign ★4.
"Shandian, di lembah ini populasi Binatang Spiritual semakin berkurang dan kian menipis. Menurutmu, kemana kita harus mencari buruan selanjutnya?" Ucap Shi Zhifang ingin tahu, namun dengan nada santai.
"Qing Shandian tidak segera menjawab. Dia mengusap cincin hitam di jari telunjuknya dan mengeluarkan token kompetisi. Dia mengalirkan kekuatan spiritualnya ke dalam token hingga jumlah poin terlihat. Dia menatapnya, lalu dengan santai berkata, "Kita telah berjuang sangat keras selama kompetisi ini. Berkat kalian juga, duniaku berkembang pesat. Jadi aku ucapkan terimakasih. Lalu, tentang poin, sampai hari ini, kita sudah mengumpulkan 46,235 Juta poin. Waktu kompetisi hanya tersisa dua hari lagi. Menurutku, kita genapi saja poin kita hingga mencapai 50 Juta. Bagaimana menurut kalian?" Pungkasnya sambil lalu menatap kelompoknya.
Ketika Qing Shandian menyebutkan jumlah poin perburuan, sembilan anggotanya sangat terkejut. Mereka terbelalak dan ternganga lebar.
Shi Zhifang tersadar lebih dulu. Dia menghirup udara dalam-dalam, lalu dengan suara yang sedikit bergetar dia berkata, "Shandian, apakah kamu bercanda? Berikan padaku tokennya. Aku akan memastikannya sendiri." Pungkasnya sambil lalu mengulurkan tangannya yang gemetar ke arah Qing Shandian.
Qing Shandian tersenyum tipis sambil menyerahkan token di tangannya pada Shi Zhifang. Dia berkata, "Lihatlah sendiri."
Shi Zhifang dengan sigap meraih token itu dan segera mengalirkan kekuatan spiritualnya ke dalamnya. Delapan orang lainnya segera mengerumuninya. Mereka juga dilanda rasa penasaran. Ketika token itu menampilkan jumlah poinnya, mereka kembali tefkejut. Shi Zhifang memegang token itu dengan tangan yang gemetar. Namun sesaat setelah itu, dia tertawa nyaring sebelum berbicara. "Hahahahaha... Ini sangat luarbiasa. Jumlah yang fantastis."
Bersamaan dengan itu, tawa nyaring Shi Zhifang membuat Xie Huang Yang dan tujuh orang lainnya menutup telinga mereka, sebelum kemudian Xie Huang Yang dengan kesal memukul kepala Shi Zhifang.
"Plakkk"
"Ahhh!! Huang Yang! Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu memukulku?" Teriak Shi Zhifang sebelum kemudian dia berseru.
"Sialan!! Tawamu membuat telinga kami seakan mau pecah. Apakah menurutmu hanya kamu yang terkejut? Lihat bagaimana kami." Seru Xie Huang Yang sebelum kemudian dia menggerutu.
"Zhifang, Zhifang.. Beruntung bahwa kita saat ini berada di dalam gua yang jauh dari kawanan Binatang Spiritual. Jika tidak... Apa menurutmu yang akan terjadi?" Sahut Sun Mingzhou mengingatkan sambil menggelengkan kepalanya. Sementara itu, yang lainnya melontarkan tatapan tajam ke arah Shi Zhifang.
"Glukk... Aku minta maaf. Aku salah, aku salah. Aku benar-benar kelepasan. Jangan marah, oke? Haha.." Shi Zhifang menelan ludah kasar ketika menyahuti. Dia bergidik ngeri ketika melihat tatapan tajam delapan orang di hadapannya.
"Hmpphh!! Lihat saja jika kamu mengulangi lagi di saat yang tidak tepat. Kami akan melumpuhkanmu dengan cepat." Ucap Wang Xu Jia mendengus dingin sambil mengacungkan kepalan tangannya.
"Glukk.. Baik, baik... Aku mengerti." Sahut Shi Zhifang yang kembali menelan ludah dengan kasar dan berbicara dengan suara sedikit bergetar.
Qing Shandian menggelengkan kepalanya, lalu berkata, "Bagaimana itu? Apa kalian setuju untuk menggenapi jumlahnya? Aku fikir, poin kita sangat jauh diatas poin keempat wilayah lainnya."
"Emm.. Tidak masalah. Aku setuju." Sahut Sun Mingzhou sambil mengangguk kecil.
"Kami juga setuju." Ucap Shi Zhifang dan tujuh orang lainnya serempak.
Qing Shandian mengangguk, lalu berkata, "Kalau begitu sudah di putuskan. Untuk malam ini, kita istirahat saja disini. Besok, kita akan menyusuri lembah ini sekali lagi, lalu mengambil jalan kembali ke area luar."
"Baik." Sahut kelompoknya serempak.
...…………………………...
Di luar area kompetisi, suasana tampak kacau. Suara riuh gemuruh berbagai obrolan seolah terdengar seperti gerombolan lebah yang berdengung. Semua orang saling melontarkan komentar berbagai pendapat. Mereka terus dibuat terkejut lagi dan lagi oleh melejitnya poin Wilayah Timur yang terpampang pada Monumen Pemantauan.
Di sisi kelompok Wilayah Timur, Xing Lihai menghirup nafas dalam-dalam dan menenangkan dirinya dari keterkejutan. Dia menghembuskan nafas perlahan, lalu berkata, "Huuhhhh... Mereka benar-benar gila. Berapa juta Binatang Spiritual yang telah mereka bantai? Aku benar-benar sulit mempercayainya."
"Kamu benar. Aku juga sependapat dengan pemikiranmu. Bahkan jika itu kita, akan sangat sulit untuk mengumpulkan poin sebanyak itu dalam waktu satu bulan yang singkat. Bahkan ada kemungkinan kita terbunuh dalam prosesnya. Sepertinya kita telah menjadi tua dengan sia-sia. Hahhh..." Sahut Wang Xiu dengan nada tidak berdaya.
Bao Biyu menggelengkan kepalanya dan berkata dengan serius. "Jangan samakan kita dengan mereka. Kalian jangan lupa, bahwa diantara mereka ada seorang monster kecil yang memimpin Yinxue dan delapan orang lainnya. Aku rasa, mereka juga telah diubahnya menjadi monster kecil sepertinya."
Ketika mendengar ucapan Bao Biyu, sikap Xing Lihai berubah menjadi berwibawa. Dia dengan suara agak dalam menyahuti. "Kamu benar, Biyu. Dia seperti monster kecil yang ganas. Aku hampir melupakan bagaimana aksinya bersama pendukung dibelakangnya sebelum ini. Itu benar-benar mengerikan. Sepertinya Senior Feng cukup memahaminya meskipun hanya sekilas." Pungkasnya sebelum kemudian mengalihkan pandangan ke arah Luan Feng yang duduk dengan mata terpejam.
Luan Feng yang merasa disebut, perlahan membuka matanya, lalu debgan tenang berkata, "Semakin banyak pengalaman seseorang, semakin tajam pula intuisinya. Aku hanya mengandalkan intuisi itu untuk mengetahui sedikit tentangnya. Melihat hasil yang dia dan kelompoknya tunjukkan, itu membuktikan dedikasinya. Aku tidak menyesal menjadikannya sebagai Tuanku. Aku yakin, suatu hari nanti namanya akan menggema dan diingat oleh banyak orang di benua ini. Ngomong-ngomong, sepertinya kalian akan kehilangan anggota kalian setelah berakhirnya kompetisi ini."
Xing Lihai, Wang Xiu, Bao Biyu dan lima orang lainnya tertegun ketika kalimat terakhir Luan Feng memasuki telinga mereka. Mereka menatap Luan Feng dengan tatapan penasara. Xing Lihai lalu memberanikan diri bertanya. "Senior Feng, apakah maksud dari ucapanmu bahwa mereka akan mengikutinya?"
"Emm.. Mereka telah menemukan panutan mereka. Jadi aku yakin, bahwa mereka akan dengan senang hati mengikuti Tuan muda. Tunggu saja dengan tenang. Mereka akan memberikan kalian kejutan yang lain." Luan Feng mengangguk ringan ketika menjawab pertanyaan Xing Lihai, lalu dia kembali menutup matanya.
"Kejutan? Kejutan apalagi yang akan mereka berikan?" Gumam Xing Lihai sambil memegang dagunya.
"Sudahlah. Tidak perlu menerka. Kita tunggu saja. Hanya dua hari, dan itu tidak akan lama." Sahut Wang Xiu dengan nada santai.
...…………………………...
** Bersambung …