System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.52 - Sumpah Setia Klan Mu



Setelah Qing Shandian mendeklarasikan bendera perangnya terhadap Klan Duan dan Klan Wen, dia mengabaikan semua orang yang berada diluar Kediaman Klan Mu. Dia segera berbalik, dan mengarahkan pandangannya ke arah Mu Lingyun. Dengan nada santai dia berkata, "Lingyun, kamu bisa turun sekarang."


Ketika ucapan itu berakhir, Mu Lingyun yang berada tidak jauh dari area pertempuran segera bergegas ke arah Qing Shandian dan langsung menerkamnya. Sambil sesunggukan dia berkata, "hiks..hiks.. An gege, terimakasih, hiks.. Terimakasih telah menyelamatkan Klan Mu."


"Sudahlah. Semua baik-baik saja sekarang. Apakah kamu tidak malu dilihat oleh anggota Klan-mu yang lain? Hmm?" Qing Shandian berkata dengan lembut sambil mengusap pelan kepala Mu Lingyun.


Bahkan ketika mendengar ucapannya, Mu Lingyun tidak mempedulikan itu sama sekali, dan justru semakin erat memeluknya. Qing Shandian pun berkata lagi, "Lingyun, jika kamu memelukku seerat ini, aku akan kesulitan nafas."


Mendengar ucapan lanjutan Qing Shandian, Mu Lingyun segera melepaskan pelukannya. Namun, dia berganti memeluk lengan Qing Shandian.


Sementara itu, para anggota Klan Mu hanya berdiri diam di tempatnya masing-masing. Mereka seolah takut, jika Qing Shandian akan beralih menargetkan mereka.


Melihat hal ini, Qing Shandian hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya, lalu menyapukan pandangannya ke seluruh anggota Klan Mu. Dengan suara serius, Qing Shandian berkata, "Segera kumpulan semua anggota Klan Mu yang tersisa di ruangan luas. Baik yang masih sehat, maupun yang terluka. Kumpulkan semuanya segera."


Begitu ucapan Qing Shandian jatuh, tidak ada satu orang pun yang bergerak. Dan ini membuat Qing Shandian menghela nafas panjang. Namun, sebelum Qing Shandian berbicara lagi, Mu Lingyun memberikan tanda agar dia diam.


Perlahan melangkah maju, Mu Lingyun melepaskan topengnya, lalu menyapukan pandangannya pada Pemimpin Klan Mu, Mu Yuanzhou, dan berkata, "Pemimpin Klan Yuanzhou, jika kamu tidak segera mengambil tindakan, Klan Mu akan musnah dalam kepemimpinanmu."


Dia berhenti untuk sejenak, lalu menyapukan pandangannya ke arah ayah dan ibunya. Dia berkata, "Ayah, ibu, lama tidak bertemu. Apa kalian masih mengingat putrimu, Mu Lingyun?"


Begitu ucapan itu jatuh, airmata Xie Xianyu langsung berderai, dan dia segera melesat, menerkam Mu Lingyun, memeluknya dengan erat. Diantara tangisnya, dia berkata, "Yun'er, kemana saja kamu selama ini? Kami bahkan tidak pernah berhenti mencari keberadaanmu. Kamu akhirnya kembali, nak."


Mu Lingyun juga dengan erat membalas pelukan Xie Xianyu. Dia berkata, "Maafkan Yun'er, bu. Semua karena keegoisan Yun'er yang penasaran dengan dunia luar."


Sementara itu, Mu Yuanli yang telah berdiri disamping Xie Xianyu hanya mengusap pelan kepala Mu Lingyun. Dia dengan suara agak serak berkata, "Syukurlah kamu baik-baik saja. Itu yang terpenting sekarang."


Setelah menyelesaikan ucapannya, dia mengalihkan pandangannya ke arah Qing Shandian. Dia melangkah sedikit maju, menangkupkan kedua tangan, lalu dengan sedikit membungkuk dia berkata, "Anak muda, terimakasih telah menyelamatkan Klan kami dari kehancuran."


"Itu bukan masalah bagiku. Yang akan menjadi masalah adalah jika kalian tidak segera melakukan apa yang aku katakan. Jika kalian terus mengulur waktu dan mengabaikan ucapanku, aku bisa memastikan, sepenuhnya Klan Mu akan musnah tanpa sisa, dan itu segera. Malam ini juga." Qing Shandian berkata dengan nada serius dan dingin. Dia tidak peduli jika kehancuran menjadi pilihan mereka.


Mu Yuanli merasa kebingungan dengan ucapan Qing Shandian. Namun, ketika dia akan bertanya, Mu Lingyun segera melepaskan diri dari pelukan ibunya dan berkata dengan serius. "Jika Klan Mu ingin terus hidup dan tetap ada di dunia ini, jangan banyak bertanya. Segera kumpulkan semua anggota Klan yang tersisa. Bagi siapapun yang ragu, bersiaplah untuk menyambut hari kematian kalian."


Mu Yuanli dan Xie Xianyu tidak bergerak dan menatap Mu Lingyun dengan tatapan bingung. Melihat hal ini, Mu Lingyun segera berteriak keras. "Tunggu apalagi!! Cepat kumpulkan semua orang! Ayah bodoh! Ibu bodoh! Kalian semua bodoh! Jika kalian ingin mati, aku tidak akan ikut. Mati saja sendiri!"


Mendengar teriakan Mu Lingyun, mereka segera tersadar dan secepat mungkin mengumpulkan semua orang tanpa penundaan, membawa hanya sesuatu yang penting, dan meninggalkan lainnya.


...…………………………...


Sementara di Kediaman Klan Mu sedang sibuk mengumpulkan sisa para anggotanya, di Klan Duan jelas berbeda. Terlihat saat ini bahwa Aula Pertemuan Klan Duan penuh sesak dengan para petinggi Klan. Suara gaduh bergemuruh pembicaran saling bersahutan, membahas tentang deklarasi pemusnahan Klan yang diucapkan Qing Shandian.


"Pemimpin Klan, apa yang harus kita lakukan sekarang? Haruskah kita mengabaikannya? Atau lebih baik kita segera melenyapkannya?" Ucap salah satu tetua dengan jubah biru gelap bermotif emas sambil menatap seorang pria tua berambut putih dan mengenakan pakaian biru gelap bermotif emas dengan plakat pemimpin klan yang menggantung di pinggang sebelah kiri.


Pemimpin Klan Duan tidak segera menjawab. Dia menyapukan pandangan nya keseluruh ruangan yang gaduh, lalu berkata, "Kalian semua diam! Jangan panik. Kalian harus ingat. Jika Klan kita lebih kuat daripada segelintir orang dari Organisasi Pembunuh Bayangan yang menyerang Klan Mu. Selain itu, dia hanya seorang bocah kecil yang tidak tahu tingginya langit. Jika dia ingin datang, maka biarkan dia datang. Dengan begitu, kita tidak perlu bersusah payah mencarinya. Kita akan melenyapkannya dengan sekali jalan. Apakah kalian mengerti?"


"Kami mengerti Pemimpin Klan." Ucap semua orang yang hadir dalam Aula Pertemuan secara bersamaan.


"Bagus. Jadi, tenangkan diri kalian. Kumpulkan semua kekuatan kita, lalu bagi menjadi empat kelompok. Begitu dia datang memasuki Klan, kita akan mengepungnya, dan melenyapkannya saat itu juga." Ucap Pemimpin Klan Duan menambahkan untuk membangkitkan semangat mereka.


"Baik, segera Pemimpin Klan." Sahut mereka yabg hadir sekali lagi dengan serempak.


"Emm.. Kalau begitu, pertemuan ini berakhir sampai disini." Pemimpin Klan Duan berbicara sambil melambaikan tangannya. Dan ketika ucapan itu jatuh, semua orang segera membubarkan diri keluar dari Aula Pertemuan.


...…………………………...


Kembali ke Kediaman Klan Mu. Saat ini, semua orang telah berkumpul di salah satu ruangan luas Klan Mu tanpa mengeluarkan satu suara pun. Suasana benar-benar sunyi. Banyak dari mereka yang terluka, namun masih dalam batas aman. Sementara untuk yang meninggal, mereka juga telah dikuburkan secara layak.


Qing Shandian, Mu Lingyun, Mu Yuanli, Xie Xianyu, Mu Yuanzhou dan para petinggi Klan yang tersisa berdiri dibarisan paling depan. Qing Shandian menatap semua orang dengan tatapan tenang, lalu mengalihkan pandangannya pada Pemimpin Klan, Mu Yianzhou, dan para Tetua. Lalu dengan nada serius dia berkata, "Pemimpin Klan Yuanzhou, para Tetua, aku tidak akan berbasa basi pada kalian. Aku akan bertanya pada kalian. Apakah kalian ingin menjadi lebih kuat?"


Mu Yuanzhou dan para Tetua yang mendengar pertanyaan Qing Shandian bertukar pandangan sesaat, lalu Mu Yuanzhou berkata, "Di dunia ini, siapa yang tidak ingin menjadi lebih kuat? Tentu saja kami ingin. Tapi, untuk menjadi lebih kuat, itu jelas bukan perkara yang mudah."


Qing Shandian mengangguk ringan dan berkata, "Benar. Tidak mudah menjadi kuat. Lalu, jika aku bisa membuat kalian semua menjadi lebih kuat, apa balasan yang akan kalian berikan untukku? Tapi perlu kalian tahu, jangan bicara tentang uang. Karena aku sama sekali tidak kekurangan uang."


Sekali lagi Mu Yuanzhou bertukar pandang dengan para Tetua sebelum berkata, "Jika uang tidak lagi Tuan muda menjadi masalah, lalu apa yang bisa kami berikan?"


"Tentu saja masih ada satu hal. Tapi ini akan kembali pada keputusan kalian, setuju atau tidak. Perlu kalian tahu, bahwa tidak lama lagi, Organisasi Pembunuh Bayangan dan Klan Duan, pasti akan meluncurkan serangan susulan. Jadi, waktu kalian sangat terbatas untus memustuskan. Satu hal yang aku maksud adalah Kesetiaan kalian. Tapi, aku tidak akan memaksa." Qing Shandian berbicara sambil menatap mereka dengan tatapan serius.


Mu Yuanli dan Xie Xianyu yang mendengar ucapan Mu Lingyun pun terkejut. Tubuh mereka kaku seperti patung untuk sesaat sebelum tersadar. Xie Xianyu dengan cepat berkata, "Yun'er ibu akan mengikutimu. Terserah apa pilihan ayahmu. Jangan pergi lagi dari ibu." Pungkasnya lalu segera meraih Mu Lingyun ke pelukannya.


"Hahh.. Baik, aku juga akan mengikuti kalian. Kalian adalah keluarga kecilku." Mu Yuanli menghela nafas ringan sebelum membalas ucapan Xie Xianyu.


"Lalu, bagaimana dengan kalian? Aku tidak punya banyak waktu untuk aku sia-siakan disini. Urusan ku bukan hanya sebatas pada kalian tapi ada hal yang jauh lebih penting yang harus aku tangani. Dan jangan berfikir, bahwa suatu hari kalian bisa menghianatiku. Karena meskipun aku terlihat seorang diri, tapi aku tidak kekurangan seorang di tingkat Saint dan Saint King di sisiku." Qing Shandian berkata dengan santai seolah tanpa beban.


Tubuh Mu Yuanzhou dan para Tetua bergetar lembut begitu mendengar penuturan Qing Shandian. Saint King? Bahkan jika hanya ada satu Saint King, dia akan mudah meratakan Klan Besar semudah membalik telapak tangan. Itulah yang ada dalam fikiran mereka masing-masing.


"An gege, sepertinya mereka masih meragukan ucapanmu. Kenapa tidak kamu tunjukkan Saint King itu pada mereka? Lalu minta dia mengeluarkan auranya agar para orangtua lambat fikir seperti mereka memuntahkan darah kotor dari tubuhnya." Celetuk Mu Lingyun yang sudah kehabisan kesabaran.


"Lingyun, jika ibu tahu kamu berbicara seperti ini, dia akan memberimu hukuman cambuk di punggungmu. Apa kamu ingin mengalaminya? Rasanya sangat nikmat, kau tahu?" Sahut Qing Shandian menggoda Mu Lingyun yang usil.


Mendengar ucapan itu, tubuh Mu Lingyun segera menggigil. Dia melambai - lambaikan tangannya sambil berkata, "Tidak, tidak.. Lingyun tidak mengatakan apapun. Hanya asal bicara."


Qing Shandian tidak menanggapi ucapan Mu Lingyun. Dia dengan santai melambaikan tangannya.


"Wuusshhh.."


"Yin Xing Yue menyapa Tuan muda."


Mengangguk ringan, Qing Shandian berkata, "Xing Yue, keluarkan aura kultivasimu. Biarkan mereka tahu."


"Baik, Tuan Muda." Sahut Yin Xing Yue singkat diikuti oleh auranya yang kuat meletus dari dalam tubuhnya.


"Wuusshhh.."


"Brukk.. Brukk.. Brukk.. Brukk.."


Begitu Yin Xing Yue melepaskan aura kultivasinya, semua orang dalam ruangan jatuh tersungkur berlutut kecuali Mu Lingyun, Mu Yuanli dan Xie Xianyu yang dilindungi Qing Shandian.


"Sudah cukup Xing Yue. Kamu bisa membunuh mereka semua jika terlalu lama." Ucap Qing Shandian cepat ketika melihat semua orang tersungkur dan berlutut. Lalu mengalihkan pandangannya ke Mu Yuanzhou dan para Tetua dan berkata, "Ini akan menjadi pertanyaan dan kesempatan terakhir kalian. Jika kalian tidak menjawab, aku akan menganggap bahwa kalian semua memilih untuk siap mati melawan Organisasi Pembunuh Bayangan dan Klan Duan. Apakah kalian mau mengikutiku dengan setia atau tidak?"


"Baik, kami akan mengikuti Tuan muda dengan setia. Jika kami melanggar kesetiaan kami, biarkan petir semesta menyambar tubuh kami sampai menjadi ketiadaan." Ucap Mu Yuanzhou yang diikuti oleh semua anggota Klan Mu.


"Duarr.. Duarr.. Duarr.. Duarr.. Duarr.."


Begitu ucapan mereka selesai, gemuruh sambaran petir putih menyambar sebanyak sembilan kali. Pertanda bahwa ucapan mereka didengar oleh semesta.


"Karena kalian semua berani mengambil sumpah itu, kalian akan menjadi prioritas utamaku selain anggota Klan ku dan empat lainnya." Ucap Qing Shandian sambil memandang Mu Yuanzhou dan para Tetua.


"Xing Yue, tolong pimpin mereka ke Kediaman Klan Qing. Mereka adalah bagian dari kita dengan status yang sama karena sumpah mereka. Sampaikan ini pada ayahku. Dia akan mengerti." Qing Shandian berkata dengan serius sambil memandang Yin Xing Yue.


"Baik, Tuan muda. Xing Yue akan menjalankan perintah dengan baik." Sahut Yin Xing Yue dengan nada tegas.


"Wuusshhh"


"Baiklah, bawa mereka semua. Jangan ada yang tertinggal." Ucap Qing Shandian menambahkan.


"Semuanya, silakan ikuti aku ke suatu tempat. Kalian akan sangat aman dan akan lebih cepat menjadi kuat disana." Yin Xing Yue berbicara sambil menatap semua orang, sebelum kemudian memasuki portal putih transparan selebar lima meter, dan segera diikuti oleh Mu Yuanzhou, para Tetua, serta para anggota Klan Mu yang lain.


"Lingyun, kamu juga harus mengikuti mereka. Perjalananku setelah ini akan sangat berbahaya. Aku tidak yakin bisa melindungimu. Terlebih lagi, kamu juga sangat ceroboh. Mulai sekarang, kamu berlatihlah dengan ibuku. Dia orang yang tegas dan tidak ceroboh. Ketika aku kembali, aku berharap, kamu tumbuh menjadi lebih kuat." Ucap Qing Shandian dengan lembut sambil menatap Mu Lingyun dengan tatapan hangat.


Mu Lingyun tidak segera menjawab, dia membalas tatapan Qing Shandian untuk sesaat lalu berkata, "Baik, Lingyun akan menjadi lebih baik, dan berjuang untuk menjadi lebih kuat. An gege, kamu harus berhati-hati." Pungkasnya sebelum mendekat ke arah Qing Shandian, lalu memberikan ciuman di pipinya. Setelah itu, dia dengan cepat memasuki portal dunia jiwa, meninggalkan ayah dan ibunya.


"Ayah Li, Ibu Yu, kalian juga harus segera menyusul yang lainnya. Disana, kalian akan tumbuh kuat lebih cepat. Dan disana, akan ada banyak orang yang bisa kalian temui. Mereka adalah bagian dari kita semua." Qing Shandian berkata sambil menatap lembut ke arah Mu Yuanli dan Xie Xianyu.


"Baik, jaga dirimu. Jangan memaksakan diri dengan sesuatu yang tidak kamu mampu." Sahut Mu Yuanli membalas ucapan Qing Shandian sambil menepuk ringan bahunya sebelum memasuki portal.


"Berhati-hatilah, An'er." Ucap Xie Xianyu sebelum memasuki portal.


...…………………………...


** Bersambung …