System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.75 - Perburuan 3



Memurnikan dan Menggabungkan 'Api Teratai Lidah Naga' dengan 'Api Dingin Bulan Bintang'.


"Wuusshhh"


Disebuah gua yang cukup besar, Qing Shandian muncul dari udara tipis. Saat ini, dia terlihat sangat senang karena berhasil mendapatkan dua kelompok pengikut baru. Dia menatap delapan anggota kelompoknya yang sedang bermeditasi, sebelum kemudian menatap ke arah Sun Mingzhou yang masih terbaring. Dia berjalan dengan langkah ringan menghampiri mereka.


Shi Zhifang perlahan membuka matanya dikuti oleh tujuh orang lainnya, ketika mereka mendengar suara langkah kaki, sebelum kemudian penampilan Qing Shandian memasuki pandangan mereka. Shi Zhifang menatap Qing Shandian dengan tatapan menyelidik, lalu berkata, "Shandian, kamu akhirnya datang. Apakah kamu menemukan sesuatu yang baik? Kamu terlihat sangat senang bukan?"


"Hehe... Apakah aku mengganggu meditasi kalian?" Qing Shandian terkekeh ketika membalas.


Shi Zhifang menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak sama sekali. Kebetulan kami juga telah memulihkan diri. Hanya saja...." Pungkasnya sebelum kemudian dia mengalihkan pandangannya ke arah Sun Mingzhou yang masih terbaring. "..... Mingzhou bahkan belum sadar sampai sekarang. Aku rasa, dia pernah mengalami hal seperti itu ketika dia menggunakan teknik itu. Haahhhh...."


Qing Shandian tidak segera menyahuti. Dia perlahan duduk bersila, lalu menatap mereka bergantian dengan tatapan serius dan berkata, "Aku sudah berulang kali mengingatkan kalian agar tidak memaksakan diri, bukan? Lalu, menurut kalian, kenapa klon bayanganku tidak mencegah kalian?"


"Uhh... Shandian, kami juga tidak pernah menyangka jika kawanan 'Laba-Laba Hitam Beracun' akan sekuat itu." Sahut Xie Huang Yang dengan nada tidak berdaya.


Qing Shandian menggelengkan kepalanya, lalu berkata dengan serius. "Apa yang telah kalian lakukan merupakan sikap yang sangat ceroboh. Apakah 35.200 poin itu sebanding dengan nyawa kalian? Aku juga sudah mengatakan, tidak perlu terburu-buru. Waktu kompetisi masih sangat panjang. Kalian memang bekerjasama dengan sangat baik. Namun kalian melupakan beberapa poin penting tentang diri kalian sendiri. Kelemahan utama kalian adalah pada teknik kalian. Kedua adalah ketahanan fisik kalian. Ketiga adalah stamina."


Qing Shandian berhenti sejenak. Dia menghela nafas ringan, lalu berkata, "Hahh.. Aku senang kalian semua bisa selamat. Tapi kalian juga harus ingat. Meskipun kalian memiliki perlengkapan kelas surga tingkat tinggi, itu tidak akan menjamin keselamatan kalian. Itu hanya sebuah aspek pendukung kalian untuk meningkatkan daya serang dan perlindungan kalian. Klon bayanganku sengaja tidak menghentikan kalian, agar kalian bisa belajar dari pengalaman. Kita tidak bertarung satu lawan satu, melainkan puluhan, bahkan melawan ratusan lawan. Apa kalian mengerti apa yang aku maksud?"


"Kami mengerti." Sahut mereka serempak.


Qing Shandian berdiri, lalu menghampiri Sun Mingzhou. Dia meraih tubuhnya dan menggendongnya, lalu berkata, "Bagus jika kalian mengerti. Sekarang, aku akan membawa kalian ke tempatku. Manfaatkan percepatan waktu di Ruang Khusus Kuktivasi sebelumnya untuk meningkatkan kekuatan fisik dan stamina kalian, lalu pelajari teknik terbaru yang kalian dapatkan sebelumnya. Untuk Mingzhou, serahkan dia padaku."


"Shandian, terimakasih telah memperlakukan kami dengan baik." Ucap Shi Zhifang sambil menundukkan kepala.


Qing Shandian menatap mereka dengan tatapan hangat, lalu berkata, "Zhifang, kalian semua adalah sahabat sekaligus anggota kelompokku. Jadi, tinggalkan sikapmu yang membosankan itu. Aku tidak terlalu suka jika seseorang menundukkan kepalanya padaku. Aku tidak gila hormat. Sudahlah.. Lupakan itu... Kita pergi sekarang." Pungkasnya sebelum kemudian dia menyelimuti semua orang dengan kekuatan spiritualnya, lalu mereka menghilang dari gua.


...…………………………...


"Wusshh"


Muncul di depan tempat tinggal pribadinya di dunia jiwa, Qing Shandian menatap Shi Zhifang dan yang lalin sambil berkata, "Sekarang pergilah. Lebih kurangnya, kalian akan mempunyai waktu satu setengah bulan di dalam Ruang Khusus kultivasi. Manfaatkan dengan baik. Aku tidak ingin diantara kalian ada yang mati saat kita menjalani pertempuran besar. Besok, aku akan bergabung dengan kalian. Aku akan mengurus Mingzhou dulu." Pungkasnya sebelum kemudian dia melenggang pergi memasuki rumahnya.


"Shandian, kami pasti menjadi lebih kuat." Sahut Shi Zhifang dengan lirih sambil mengepalkan tangannya. Sorot matanya penuh tekad api tekad yang membara.


"Sudahlah. Mari kita manfaatkan waktu ini sebaik mungkin. Jangan sampai kita membuatnya kecewa. Dia sudah membantu menyediakan tempat, fasilitas dan pil terbaik untuk menunjang latihan kita." Ucap Bao Yinxue mengingatkan.


"Kamu benar, Yinxue. Kita benar-benar beruntung memilikinya sebagai seorang sahabat. Dia benar-benar sangat peduli dan memperhatikan keselamatan kita. Jangan menunda lagi. Ayo pergi." Ucap Yuan Huo Tian sambil lalu dia menuju ke Ruang Khusus Kultivasi, diikuti oleh yang lain.


...…………………………...


Setelah memasuki rumahnya, Qing Shandian membaringkan Sun Mingzhou di tempat tidur di salah satu kamar, lalu memegang pergelangan tanganya, dan mengalirkan kekuatan spiritualnya untuk memeriksanya dengan cermat. Ekspresi Qing Shandian berubah serius ketika dia mendapati bahwa jalur Qi Spiritual dalam tubuh Sun Mingzhou mengalami banyak kerusakan, dan yang terparah adalah di kedua lengannya.


Qing Shandian melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Sun Mingzhou. Meskipun dia bisa memulihkan kondisinya, itu akan sangat merepotkan karena dia perlu membuat sebuah pil pemulihan khusus. Itu adalah 'Pil Roh Pemulihan dan Perlindungan Jalur Qi' yang merupakan salah satu Pil Kelas 8 Tingkat Tinggi. Pil itu tidak hanya dapat memulihkan kerusakan pada jalur Qi, tapi juga memberikan lapisan perlindungan agar jalur Qi semakin kuat. Meskipun dia bisa memurnikannya dengan mudah, dia kekurangan satu bahan utama, dan dia tidak memilikinya di dunia jiwa maupun dalam cincin penyimpanannya.


Qing Shandian tampak tidak yakin. Tapi dia akhirnya tetap membuka 'Toko' system, dan mulai mencari-cari, apakah ada pil yang dia butuhkan. Setelah cukup lama mencari, dia akhirnya menemukannya. Dia menghela nafas lega dan bergumam. "Huhh...Untung saja itu ada, atau itu akan menjadi hal yang sangat merepotkan."


[Ding... Berhasil membeli 10 botol 'Pil Roh Pemulihan dan Perlindungan Jalur Qi'... Mengurangi 200 Juta PS... Sisa Poin System \= 157.175.177.222.000]


Qing Shandian tidak mempedulikan pemberitahuan itu. Dia dengan sigap segera mengeluarkan botol giok jingga transparan dan segera menuangkan satu butir 'Pil Roh Pemulihan dan Perlindungan Jalur Qi' dan menyimpan sisanya. Dia memasukkan pil itu ke mulut Sun Mingzhou, lalu membantu proses penyerapannya.


Sepuluh menit berlalu. Proses penyerapan khasiat pil berakhir. Qing Shandian memperhatikan Sun Mingzhou dengan tenang, hingga dia mendengar suara lenguhan pelan.


"Uuhhh"


Sun mingzhou secara bertahap membuka matanya. Ketika dia mendapatkan kembali pandangannya yang jelas, dia perlahan duduk, lalu memiringkan kepalanya ke arah Qing Shandian. Dia pun berkata, "Shandian, apakah kamu yang menyembuhkanku?"


Qinv Shandian mengangguk ringan dan menjawab. "Emm... Itu aku. Sekarang, jalur Qi-mu sudah kembali pulih, dan itu juga di perkuat. Mingzhou, kamu beruntung bahwa itu hanya sebuah kerusakan. Jika itu benar - benar hancur, kamu mungkin sudah menjadi orang cacat sekarang."


Sun Mingzhou menhela nafas panjang, lalu dengan pelan berkata, "Haahhh... Maafkan aku. Aku terlalu ceroboh. Terimakasih telah menyembuhkanku."


"Itu bukan masalah. Justru akan menjadi masalah jika kamu benar-benar cacat. Dasar sialan! Apa kamu tahu? Kamu hampir saja membuatku kerepotan mengumpulkan semua bahan pemurnian pil. Jika kamu mengulanginya lagi,.. Hehehe... Aku tidak akan segan menendangmu dengan keras sampai kamu berguling-guling seperti bola." Qing Shandian berbicara dengan santai sebelum kemudian dia terkekeh dan berbicara dengan seringai menyeramkan.


Sun Mingzhou menatap Qing Shandian lekat-lekat dan berkata, "Aku mengerti. Aku pasti berusaha menjadi lebih baik. Ngomong-ngomong, dimana Zhifang dan yang lain? Apa mereka sedang berkultivasi?"


"Emm.. Aku meminta mereka untuk meningkatkan kekuatan fisik dan stamina mereka, lalu memperlajari teknik terbaru yang mereka dapatkan. Karena kamu juga sudah sembuh, hal itu juga berlaku untukmu. Manfaatkan periode waktu ini sebaik mungkin. Aku juga ingin melakukan sesuatu." Qing Shandian mengangguk ringan ketika dia membalas ucapan Sun Mingzhou. Setelah itu, dia berjalan keluar meninggalkan kamar.


Setelah gumaman itu, Sun Mingzhou berjalan keluar meninggalkan kamar.


...…………………………...


Di lantai empat Ruang Alkimia, Qing Shandian duduk dengan tenang sambil menatap nyala api kuning yang melayang diatas teratai kristal, sebelum kemudian dia berkata, "Wenrou, jika aku ingin memurnikan 'Api Teratai Lidah Naga' ini, apa yang perlu aku persiapkan?"


[Ding... Dengan kekuatan An gege saat ini, untuk memurnikan 'Api Teratai Lidah Naga' ada dua hal yang harus An gege siapkan. Pertama, 'Pil Teratai Roh Api'. Itu adalah salah satu pil kelas 9 yang berguna untuk melindungi tubuh bagian luar saat seorang kultivator ingin memurnikan Api Langit. Kedua, 'Pil Teratai Roh Es'. Salah satu pil kelas 9 yang berguna untuk melindungi tubuh bagian dalam.]


Mendengar penjelasan itu, Qing Shandian segera bertanya lagi dengan sedikit ragu. "Lalu, apakah system memiliki dua pil itu, Wenrou?"


[Ding... Ya. System menyediakannya. Apakah An gege ingin membelinya?]


"Ya. Tolong beli 'Pil Teratai Roh Api' dan 'Pil Teratai Roh Es'." Sahut Qing Shandian bersemangat.


[Ding... Berhasil membeli 'Pil Teratai Roh Api' dan 'Pil Teratai Roh Es'. Mengurangi 2 Milliar PS. Sisa Poin System saat ini \= 157.173.377.222.000 PS]


[Ding... Jika An gege ingin memurnikan 'Api Teratai Lidah Naga', An gege harus mengkonsumsi dua pil itu. Selanjutnya, An gege harus menangkap inti apinya, lalu menelannya. Karena An gege sudah memiliki Api Langit, seharusnya itu tidak bisa dilakukan. Namun, karena An gege memiliki 'Teknik Evolusi Api Langit', An gege tidak perlu mengkhawatirkannya.]


"Terimakasih, Wenrou. Aku mengerti." Sahut Qing Shandian dengan nada tenang.


Setelah itu, Qing Shandian mengkonsumsi 'Pil Teratai Roh Api' dan 'Pil Teratai Roh Es', lalu segera melakukan penyerapan. Setelah lima menit, dia membuka matanya, dan dengan serius menatap ke arah 'Api Teratai Lidah Naga'. Dia menghirup udara dalam-dalam, lalu mengulurkan tangannya menembus nyala api kuning di hadapannya.


Inti api kecil dipusat nyala api terlihat bergerak kesana kemari menghindari tangan Qing Shandian yang mencoba menangkapnya. Setelah usaha yang cukup lama, akhirnya Qing Shandian berhasil menangkap inti api kecil kuning seukuran jari telunjuknya. Dia menatapnya sesaat sebelum kemudian menelannya, dan dia langsung memasuki mode pelatihan, menjalankan teknik 'Evolusi Api Langit'.


Tubuh Qing Shandian terlihat bergetar, dengan nyala api yang sesekali keluar dari sela mulutnya. Sementara itu, di dalam tubuh Qing Shandian, api kecil kuning itu sedikit memberontak. Qing Shandian dengan cepat mengarahkan api kecil itu ke ruang khusus di dalam tubuhnya. Ruang khusus itu adalah sebuah ruangan penyimpanan nyala api, yang terbentuk setelah Qing Shandian menguasai teknik 'Evolusi Api Langit'.


Proses itu berlangsung selama satu jam lamanya, sebelum kemudian nyala api kuning meletus, menyelimuti seluruh tubuh Qing Shandian. Di dalam ruang khusus penyimpanan nyala api, Qing Shandian masih berjuang keras menaklukkan 'Api Teratai Lidah Naga' untuk disatukan dengan 'Api Dingin Bulan Bintang'. Qing Shandian dihajar habis-habisan olehnya. Namun Qing Shandian masih belum menyerah. Dia mengeluarkan semua kekuatannya, untuk sekali lagi menekan 'Api Teratai Lidah Naga', dan 'Api Dingin Bulan Bintang'. Setelah proses yang melelahkan itu, nyala api berhasil disatukan, dan itu membuat warnanya berubah menjadi kuning pucat dengan campuran kuning gelap.


Qing Shandian perlahan membuka matanya. Wajahnya saat ini terlihat pucat, dengan nafas yang terengah-engah. Dia dengan cepat mengeluarkan 'Pil Pemulih Vitalitas dan Durabilitas' dan langsung menelannya. Sepuluh menit kemudian, setelah menyelesaikan penyerapan, dia membuka matanya dan menghembuskan nafas keruh.


Dia mengulurkan tangan dan membuka telapak tangannya. Kemudian, dia mengeluarkan nyala apinya yang telah berevolusi. Dia tersenyum lebar sambil memandangi nyala api kuning pucat dengan campuran kuning gelap dan bergumam pelan. "Aku rasa, panas api ini setara dengan Api Langit peringkat Ke-4, atau mungkin mendekati peringkat Ke-3."


[Ding... Selamat, An gege berhasil menggabungkan 'Api Teratai Lidah Naga' dan 'Api Dingin Bulan Bintang'. Mendapatkan hadiah Teknik 'Kemarahan Api Semesta' Kelas Dewa Tingkat Menengah.]


[Ding... Apakah An gege ingin mempelajari Teknik 'Kemarahan Api Semesta'?]


Qing Shandian berbinar. Dia menjadi lebih bersemangat dan dengan cepat mengambil sikap pelatihan. Sambil memejamkan matanya, dia berkata, "Ya. Pelajari itu, Wenrou."


[Ding... Mempelajari Teknik Kemarahan Api Semesta... Mengurangi 2,5 Juta PK]


[Ding... Memulai proses...1%..2%..5%..10%..]


Seiring dengan berjalannya proses itu, informasi tentang teknik 'Kemarahan Api Semesta perlahan mengalir ke dalam fikiran Qing Shandian.


...…………………………...


Waktu berlalu dengan cepat, dan malam telah berganti pagi. Terlihat saat ini bahwa Qing Shandian dan kelompoknya telah berkumpul di luar Ruang Khusus Kultivasi. Mereka terlihat sangat bersemangat.


Qing Shandian menatap sembilan anggotanya dengan tatapan serius dan berkata, "Aku senang bahwa kalian semua telah bertambah kuat. Meskipun begitu, semua orang tetap harus berhati-hati. Saat perburuan nanti, kita akan kembali ke pengaturan awal."


"Shandian, jangan khawatir. Kami pasti berhati-hati kali ini. Lagipula, bukankah ada kamu? Hehehe.." Sahut Shi Zhifang dengan nada santai diikuti kekehannya.


Sun Mingzhou menggelengkan kepalanya dan berkata, "Zhifang, meskipun Shandian kali ini bergabung dengan kita, bukan berarti kita harus selalu mengandalkannya. Kita juga harus berusaha sebaik mungkin. Lagipula, bertarung sambil melindungi, itu adalah hal yang tidak mudah."


Qing Shandian mengangguk dan menyahuti. "Apa yang dikatakan Mingzhou benar. Meskipun aku kuat, jika harus bertarung dan melindungi kalian, itu akan membuat konsentrasi pecah. Oleh karena itu, sebisa mungkin kalian harus menjaga diri."


"Kami mengerti." Sahut Sun Mingzhou dan delapan orang lainnya bersamaan.


"Baiklah. Kalau begitu, kita berangkat sekarang." Ucap Qing Shandian dengan tenang sebelum kemudian dia menyelimuti semua orang dengan kekuatan spiritualnya, lalu mereka menghilang dari tempatnya berdiri.


...…………………………...


** Bersambung …