
Aula Pertemuan Klan Lin.
Saat ini, suara riuh bergemuruh terdengar memenuhi ruangan. Mereka tidak tahu alasan mengapa mereka tiba-tiba dikumpulkan. Sesaat kemudian, mereka mendengar suara deheman dari Kursi Pemimpin Klan.
"Eheemm"
Dengan deheman itu pun, ruangan yang awalnya riuh, menjadi senyap. Lin Huangli yang melihat bahwa anggota klan-nya telah tenang, dia berkata, "Kalian mungkin bertanya-tanya, mengapa tiba-tiba kalian diminta berkumpul disini bukan?. Baik... Aku tidak akan bicara omong kosong yang tidak perlu. Pertama, aku ingin tahu, apakah kalian setuju, jika kita pindah ke tempat yang lebih baik dengan suasana baru? Kedua, Jika kalian tidak setuju untuk pindah, Aku ingin kalian memilih Pemimpin Klan yang baru. Karena aku ingin mengikuti cucuku Lin Lianhua ke Kota Teratai Salju."
Setelah mendengar penjelasan Pemimpin Klan mereka, suasana menjadi lebih sunyi. Namun itu hanya sesaat, sebelum kemudian, seorang pria paruh baya melangkah maju dan berkata, "Maaf, Pemimpin Klan. Jika boleh, aku ingin bertanya."
"Oh.. Lin Laofu, katakan apa itu..." Sahut Lin Huangli singkat.
"Maaf, Pemimpin Klan, apa yang ingin aku tanyakan adalah pertama, bagaimana kehidupan ditempat baru itu? Apakah persaingannya lebih ketat? Ataukah disana lebih damai?... Kedua, jika kita pindah, bagaimana dengan Kediaman dan Bisnis Klan di Kota ini?" Ucap Lin Laofu dengan sedikit gugup.
Lin Huangli menoleh ke arah Qing Shandian, karena rencana ini, dia yang mengusulkan. Ketika dia mendapati anggukannya, dia menatap para anggota klan, lalu berkata dengan serius, "Disana, persaingan hanya akan terjadi diantara kalian sendiri. Selain itu, disana juga sangat damai, dan benar-benar jauh lebih baik dari tempat manapun yang pernah aku kunjungi. Disana, kalian bisa mengasah diri dengan nyaman. Tidak akan ada tekanan. Semua kembali pada kalian masing-masing. Singkatnya, tanpa usaha tidak akan membuahkan hasil apapun meskipun tempat itu jauh lebih baik. Mengenai Kediaman Klan, An'er akan mengurusnya untuk kita..."
Mendengar penjelasan Lin Huangli, para anggota Klan saling berembug, dan sesaat kemudian, Lin Laofu kembali berkata, "Jika apa yang dikatakan Pemimpin Klan benar demikian, kami setuju untuk melakukan perpindahan. Kami hanya berharap, pengalaman yang kami alami bertahun-tahun ini, tidak akan terulang lagi."
"Emmm... Bagus. Karena kalian semua menyatakan persetujuan, aku merasa tenang. Jangan khawatir, aku sendiri yang akan memastikan peristiwa lalu tidak akan terulang lagi." Tutur Lin Huangli. Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "Baiklah... Pertemuan ini berakhir disini. Sampaikan pada semua anggota klan untuk segera berkumpul di lapangan pelatihan. Ingat, semuanya tanpa terkecuali." Pungkas Lin Huangli menegaskan.
...-------------------------...
Seiring berlalunya waktu, matahari kian menyingsing naik. Di lapangan pelatihan klan yang luas, kini tampak riuh penuh sesak. Semua anggota Klan Lin, dengan sangat antusias menunggu saat keberangkatan perpindahan mereka. Mereka sangat penasaran dengan tempat baru yang dikatakan Pemimpin Klan mereka.
Beberapa saat kemudian, Pemimpin Klan, para Tetua, Qing Shandian, Qing Yuan dan Lin Lianhua datang satu demi satu
Lin Huangli segera menenangkan para anggota klan-nya. "Semuanya tenang! Kita akan segera berangkat.!"
Menyelesaikan ucapannya, Lin Huangli menoleh kesamping, memandang Qing Shandian. Qing Shandian yang melihat pandangan Lin Huangli segera mengerti. Dia dengan segera merentangkan kedua tangannya kedepan. Semua anggota Klan Lin terlihat bingung dengan tindakan Tuan muda kecil mereka. Namun, Qing Shandian mengabaikan hal itu. Dia menutup mata, dan dalam fikirannya, dia berkata, "Wenrou, maaf harus merepotkanmu... Bisakah kamu memindahkan Kediaman Klan Lin ke dunia jiwa? Jika bisa, alokasikan saja di area yang tidak jauh dari Ruang Khusus Kultivasi... Dan satu hal lagi, buat array ilusi agar tidak ada orang luar yang tahu bahwa Klan Lin telah menghilang."
[Ding... Tidak masalah, An gege... Serahkan pada Wenrou]
Begitu Qing Wenrou menyelesaikan ucapannya, cahaya putih transparan segera menyelimuti seluruh kediaman Klan Lin. Sesaat kemudian, seluruh bangunan yang berdiri dengan kokoh, menghilang secara misterius hingga membuat semua anggota Klan Lin membuka mulut mereka lebar-lebar. Mereka bertanya-tanya apa yang sedang terjadi? Dan kemana semua bangunan Klan?... Suasana di lapangan pelatihan menjadi kacau. Namun, Qing Shandian segera berkata dengan lantang, "Jangan membuat keributan! Semua tenang! Bangunan Kediaman Klan hanya aku pindahkan ke tempat tujuan kita. Tidak ada seorang pun diluar yang tahu bahwa Kediaman Klan Lin telah menghilang. Sekarang, semua tolong berkumpul di belakangku dengan rapi."
Mendengar ucapan Qing Shandian, suasana segera kembali ke ketenangannya. Semua anggota Klan Lin, termasuk Lin Huangli, para Tetua, Qing Yuan dan Lin Lianhua segera berkumpul. Qing Yuan dan Lin Lianhua terlihat tenang dan santai. Namun, itu berbeda dengan para anggota Klan Lin. Mereka jelas terlihat kebingungan.
Qing Shandian yang melihat semuanya telah berkumpul rapi, dia segera melambaikan tangannya, dan sebuah portal putih transparan selebar 10 meter segera muncul didepannya.
"Baiklah, sekarang ikuti aku. Jangan ada yang tertinggal." Ucap Qing Shandian sambil lalu melangkah memasuki portal, dan segera semua orang mengikuti..
...-------------------------...
Setelah menghilangnya Array ilusi, kegemparan pun terjadi. Banyak orang yang berada disekitaran Kediaman Klan Lin berdiri mematung dengan mulut ternganga lebar. Seiring waktu, semakin banyak orang yang melihat keanehan itu, kemudian segera menyebarkan berita ke seluruh kota Mawar Biru. Begitu berita tersebar luas, banyak anggota Klan lain yang berduyun - duyun datang untuk memastikan kabar burung yang tersebar, bahwa Kediaman Klan Lin telah menghilang beserta para anggotanya. Mereka dengan cermat mengamati area luas yang tampak kosong. Tidak ada bekas pertempuran atau apapun. Klan Lin seperti menghilang ke udara tipis.
Belum ada 2 hari sejak musnahnya Klan Xing, kini Kota Mawar Biru bahkan kehilangan Klan yang lain. Kejadian yang terjadi pada Klan Lin membuat suasana kota Mawar Biru menjadi lebih semarak dengan berbagai versi cerita yang berbeda.
...-------------------------...
Di dunia jiwa Qing Shandian. Semua anggota Klan Lin terkejut hebat begitu mereka berada di tempat lain yang tampak asing. Mereka menghirup udara dalam-dalam, merasakan segarnya udara dan kepadatan Qi yang tinggi. Sesaat kemudian, banyak diantara mereka yang langsung memasuki mode pelatihan karena Qi dalam dantian mereka bergejolak. Satu demi satu dari mereka mendapatkan terobosan. Begitu mereka menyudahi pelatihan mereka, sebuah suara menyadarkan keterkejutan yang mereka alami.
"Ehemmm.. Semuanya, selamat datang di duniaku. Kalian tidak perlu khawatir akan serangan dari siapapun atau apapun. Disini, kalian bisa berkultivasi dengan tenang." Ucap Qing Shandian membuka pembicaraan sambil menjelaskan.
Lin Huangli disisi lain yang tersadar lebih dulu setelah melihat adegan yang terjadi tepat didepan matanya, segera bertanya pada Qing Shandian dengan rasa penasaran, "An'er... Apa yang kamu maksud dengan duniamu? Apakah itu berarti semua yang ada disini milikmu?"
"Benar, kakek buyut. Semua yang ada disini adalah milik An'er. Tidak seorang pun bisa memasuki atau keluar dari dunia ini jika An'er tidak menginginkan. Itulah sebabnya, An'er mengatakan, tidak perlu khawatir. Tapi, ada dua hal yang ingin An'er katakan diawal." Berhenti sejenak mengambil nafas ringan, Qing Shandian melanjutkan dengan nada serius. "Pertama, apapun yang kalian lihat disini, cukuplah hanya diantara kalian yang tahu... Jika tidak.... Lalu yang kedua, jangan ada yang memasuki bangunan 'Paviliun Obat Shangdi' dan jangan ada yang memaksa masuk area Ramuan Spiritual. Aku telah memasang array tingkat tinggi sebagai pelindungnya. Jika kalian memaksa masuk, bahkan jika kalian seorang Saint, konsekuensinya akan sangat serius."
Lin Huangli dan para anggota Klan Lin mendengarkan perkataan Qing Shandian dengan hati-hati. Mereka tentu mengerti akan hal itu. Jika orang yang tidak dikenal tahu, sesuatu yang buruk pasti akan terjadi.
"An'er... Lalu, apa yang bisa kami lakukan disini? Tidak mungkin bukan, jika kami hanya berkultivasi dan berkultivasi? Kita juga akan membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit." Sahut Lin Huangli begitu Qing Shandian menjelaskan.
jika kalian bosan selama kultivasi, kalian bisa berkeliling dan mencarinya disini." Balas Qing Shandian dengan tenang.
"Emm.. Baiklah.. Kami akan mengikuti saranmu." Sahut Lin Huangli singkat sambil mengangguk.
"Baiklah.. An'er fikir sudah cukup penjelasannya. Jika ada yang ingin kakek buyut tanyakan, tanyakan saja pada ayah dan ibu..." Pungkas Qing Shandian mengakhiri pembicaraan, sebelum kemudian dia teringat sesuatu dan menambahkan sambil lalu melenggang pergi menuju 'Paviliun Obat Shangdi'. "Ohh... Satu hal lagi. Kalian semua bisa mengatur jadwal berkultivasi di Ruang Khusus Kultivasi. Waktu didalamnya berjalan 100 kali lebih cepat daripada diluar. Qi Spiritual juga lebih padat, karena dilengkapi Array Pengumpul Qi Spiritual."
Mendengar ucapan terakhir Qing Shandian, para anggota Klan Lin tercengang, dan pandangan mereka segera menyapu ke arah bangunan megah yang menjulang tinggi seperti menara. Sementara Qing Yuan dan Lin Lianhua hanya menggelengkan kepala tak berdaya ketika urusan terakhir dilimpahkan kepada mereka.
Kembali ke Qing Shandian. Begitu dia sampai di depan pintu 'Paviliun Obat Shangdi', dia mengetuk pintu dan berkata, "Wenrou, apakah kamu di dalam?"
"Ahh... An gege, tunggu sebentar." Sahut Qing Wenrou yang berada didalam ruangan.
Beberapa saat menunggu, pintu perlahan terbuka, namun begitu sosok anggun yang cantik terpampang di depannya, matanya tidak berkedip dan tubuhnya seolah membeku. Dia lupa untuk sesaat tentang tujuannya, sebelum kemudian sebuah suara yang lembut menyadarkannya.
"An gege... An gege... Apakah An gege baik-baik saja?" Ucap Qing Wenrou dengan suara lembut sambil melambai-lambaikan tangannya didepan wajah Qing Shandian.
"Ahh.. Ohhh.. Itu.. Semua baik.. Yaa.. Baik.. Ahaaha." Sahut Qing Shandian dengan kikuk, lalu melanjutkan, "Mm.. Wenrou, ayah dan ibu saat ini sedang sibuk, aku bisa membawamu keluar dulu dari sini, lalu aku akan mengenalkanmu pada mereka nanti... Bagaimana, apakah kamu mau ikut denganku? Kita bisa berkeliling di Kota Mawar Biru."
Qing Wenrou pun menjawab dengan suara pelan dengan wajah sedikit memerah ketika mendengar ajakan Qing Shandian, "Ahh.. Berkeliling? Dengan Wenrou?"
"Iyaaa... Jika bukan kamu, lalu siapa lagi?" Sahut Qing Shandian sambil mencubit pipi Qing Wenrou, sehingga membuatnya semakin malu..
"Baiklah, ayo pergi... Ini pertama kalinya kita akan bepergian bersama.. Hmmm.. Orang-orang akan sangat iri ketika mereka melihatku berjalan dengan seorang gadis yang sangat cantik.. Hihihi..." Celetuk Qing Shandian sedikit menggoda Qing Wenrou dan menggandeng tangannya, lalu mereka keluar dari dunia jiwa.
...-------------------------...
"Wenrou, apakah kamu ingin makan sesuatu?" Ucap Qing Shandian sambil menoleh ke arah Qing Wenrou.
"Mmm... Wenrou ingin makan sesuatu yang manis." Sahut Qing Wenrou dengan lirih sambil memegang dagunya
"Sesuatu yang manis yaaa...." Gumam Qing Shandian, lalu dia berkata, "Baiklah... Ayo telusuri jalanan kota.. Kita pasti menemukannya..." Pungkas Qing Shandian bersemangat.
"Baik...." Jawab Qing Wenrou singkat. Dan mereka pun kembali menyusuri jalanan kota dibawah teriknya matahari.
Beberapa saat kemudian, Qing Shandian melihat kios yang menjual pernak-pernik. Dia segera meraih tangan Qing Wenrou, sedikit mempercepat langkahnya, dia berkata, "Ikuti aku..."
Begitu mereka sampai di kios pernak pernik, si penjual yang melihat kedatangan Qing Shandian dan Qing Wenrou segera menyapa, "Selamat datang Tuan muda, Nona muda.. Apakah ada yang bisa saya bantu..?"
Mengangguk ringan, Qing Shandian segera menyapukan pandangannya sebelum kemudian tatapannya berhenti pada sebuah penjepit rambut berwarna perak, dengan hiasan bunga yang menurutnya sangat bagus. Dia mengambilnya dan bertanya pada si penjual, "Nyonya, berapa harga untuk ini?"
"Ahh... Itu hanya 5 Batu Spiritual tingkat rendah, Tuan muda. Apakah Tuan muda ingin membelinya?" Balas penjual itu.
"Ya.. Aku ingin..." Ucap Qing Shandian sambil menyerahkan 5 batu spiritual tingkat rendah. Kemudian, dia berbalik menghadap Qing Wenrou, dan dengan segera memasangkan penjepit rambut itu di kepala sebelah kiri. Begitu selesai, dia berkata, "Hmm.. Terlihat lebih baik sekarang.. Sunggu Sangat cantik..."
Qing Wenrou hanya bisa berdiri mematung dengan rona kemerahan menghiasi wajahnya. Dia menunduk, lalu berkata dengan suara yang sangat pelan, "An gege... Terimakasih..."
"Hehe... Wenrou,, kenapa suaramu sangat pelan? Aku tidak bisa mendengarnya.. Ayo..coba katakan sekali lagi.." Celetuk Qing Shandian dengan nada menggoda..
Qing Wenrou tidak menjawab, namun dia mengulurkan tangannya dan mencubit lengan Qing Shandian dengan keras.
"Aahhhhh.. Wenrou.. Baik.. Baik..... Aku tidak akan menggodamu lagi.." Ucap Qing Shandian diiiringi teriakan karena cubitan Qing Wenrou. Respon lucu itu, membuat Qing Wenrou terkikik merdu seperti lonceng kaki yang bergemerincing. Kemudian, mereka melangkahkan kaki, kembali berkeliling di Kota Mawar Biru.
...… … … … …...
** Bersambung …