System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.00 - Pengenalan



Di suatu tempat, ada sebuah dunia dengan Kultivator sebagai dominasi mayoritas penghuninya. Banyak orang berjuang dengan segenap usaha dan tekad untuk berkultivasi demi menjadi yang terkuat. Di dunia ini, terbagi menjadi 4 Benua, yaitu: Benua Tianxia, Benua Tiankong, Benua Tiantang, Benua Shangdi.


Di Dunia ini, mereka mengandalkan Qi Spiritual untuk menerobos setiap tingkatan pada jalur kultivasi. Sedangkan jalur kultivasi sendiri, terbagi menjadi 21 tingkatan dan masing-masing dari tingkatan itu dibagi menjadi Bintang 1 - 9 , diantaranya:



Qi Refining


Tempered Body


Qi Transformation


Qi Foundation


Golden Core


Nascent Soul


Soul Formation


King Stage


Emperor Stage


Sovereign


Nirvana


Saint


Saint King


Holy God


Quasy God


Half God


Holy God Emperor


Quasy God Emperor


Half God Emperor


God Emperor



Selain Tingkat Kultivasi, sebuah Teknik Kultivasi dan Teknik Bertarung juga akan menjadi pendukung penting bagi seorang kultivator. Semakin tinggi tingkat sebuah teknik, akan semakin menakutkan potensi yang bisa dikembangkan seseorang. Adapun Teknik tersebut, dikelompokkan menjadi 4 Kelas, yaitu: Bumi, Langit, Surga, Dewa.


Dari 4 Kelas tersebut, setiap Kelas terbagi menjadi Tingkat Rendah, Tingkat Menengah, Tingkat Tinggi.


Ada juga Binatang Spiritual yang menghuni dunia ini. Binatang Spiritual ini bisa dijadikan sebagai Binatang Kontrak. Mereka terbagi menjadi 7 tingkatan. Setiap Tingkatan terbagi lagi menjadi 3 sub-tingkat: Tingkat Rendah, Tingkat Menengah, Tingkat Tinggi atau Puncak. Setiap sub-tingkat pada tingkatan Binatang Spiritual mewakili setiap tingkatan tingkat kultivasi manusia.


...----------------------------------------...


Kota Anggrek Bulan, Klan Qing, sebuah Klan kuat yang pernah mendominasi Benua Tiankong, terpaksa harus mengasingkan diri ke Benua Tianxia karena suatu tragedi. Tepatnya, mereka mengasingkan diri di Kota Teratai Salju.


Pada hari itu, pertarungan besar yang mengguncang bumi tidak terelakkan. Sosok misterius tiba-tiba datang dan melakukan pembantaian. Demi kelangsungan hidup para generasi muda, Leluhur Klan, Pemimpin Klan, para Tetua, semua bergandengan tangan melawan sosok misterius itu. Banyak eselon atas di Klan Qing yang terlibat dalam pertemuran, gugur, saat terjadinya pembantaian berdarah oleh sosok misterius itu. Namun, usaha mereka tidak sia-sia. Meski banyak eselon atas Klan Qing yang gugur, sosok misterius itu juga terluka parah dan hidupnya hanya bergantung pada seutas benang, hingga dia-pun terpaksa harus melarikan diri untuk hidupnya. Sementara di Klan Qing sendiri, hanya tersisa tingkat Sovereign sebagai kultivator terkuatnya.


...... ... ......


Waktu terus berlalu, 100 tahun berlalu dalam sekejap mata. Meski begitu, tragedi pembantaian yang terjadi di Klan Qing di Kota Anggrek Bulan, Benua Tiankong, tidak akan pernah terlupakan oleh para kultivator yang menyaksikan pertempuran berdarah itu.


Sampai suatu hari, di langit, diatas Kota Teratai Salju, Benua Tianxia, muncul fenomena mengerikan yang hampir meluluh-lantakkan seluruh kota.


Hujan disertai badai petir, angin topan, gempa. Berbagai bencana alam melanda Kota Teratai Salju saat kelahiran putra pertama pasangan Qing Yuan dan Lin Lianhua. Seisi kota dibuat gempar oleh fenomena ini. Bahkan di kediaman Klan Qing, banyak anggota Klan yang heran, cemas, dan ketakutan. Hingga akhirnya, fenomena itu mereda saat prosesi kelahiran usai.


Seorang bayi mungil yang tampan, telah terlahir ke dunia. Pasangan Qing Yuan dan Lin Lianhua sangat bahagia, dan dia diberi sebuah nama... 'Qing Shandian'


System Break the Limit, Qing Shandian's Journey... Dimulai ...