System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.35 - Qing Shandian yang Murka



Berjalan beriringan, 13 orang terlihat terburu-buru dalam langkahnya. Hingga beberapa saat kemudian, mereka tiba di depan bangunan megah, namun terlihat ada pintu perunggu yang menuju sisi lain. Pemimpin Wen memimpin jalan dan membuka pintu itu, lalu melangkah maju menuruni anak tangga satu demi satu.


Sementara itu, Qing Shandian merasakan firasat yang kurang menyenangkan. Tubuhnya sedikit bergetar.


Wenrou yang melihat perubahan pada Qing Shandian pun segera memegang lengannya untuk menenangkannya. Merasakan ada tangan halus yang menyentuhnya, Qing Shandian menoleh. Dia menghirup udara dalam-dalam, dan berusaha menenangkan dirinya.


Setelah beberapa saat menuruni anak tangga, mereka semua tiba di sebuah ruangan luas memanjang yang dibagi menjadi sekat - sekat dengan jeruji besi di bagian dinding depannya.


Perasaan Qing Shandian semakin tidak enak. Dia terus berjalan mengikuti mereka dengan perasaan gelisah dengan pandangannya menyapu ruangan disisi kanan kirinya.


Disisi lain, pemimpin Wen dan para Tetua juga memperhatikan Qing Shandian. Mereka pun segera mempercepat langkah mereka. Setelah beberapa saat, mereka menghentikan langkah didepan sebuah ruangan dengan seorang wanita yang terlihat sangat lemah.


Sementara itu, Qing Shandian yang juga melihatnya, tubuhnya menjadi kaku dan bergetar hebat. Dia jelas tidak asing dengan wanita itu. Karena dia adalah Qing Xue. Dia pun segera berkata dengan suara yang bergetar. "Pemimpin Wen... Cepat! Cepat buka pintunya..."


Pemimpin Wen yang mendengar ucapan Qing Shandian pun merasakan hawa dingin dipunggungnya, dan dengan cepat dia membuka pintu jeruji besi.


Begitu pintu terbuka, Qing Shandian segera menerobos masuk tanpa mempedulikan yang lain. Dia berjongkok, lalu memandang wanita itu lekat-lekat. Sambil memegang bahunya, dengan suara yang bergetar, dia berkata, "Bibi Xue... Apakah bibi mendengarku?"


Mendengar seseorang memanggil namanya, alis Qing Xue sedikit bergetar dan perlahan matanya terbuka. Dia memandang seorang pemuda di depannya dengan seksama.


Qing Shandian pun segera melepaskan topeng yang menutupi sebagian wajahnya, lalu berkata, "Apakah Bibi Xue mengenaliku sekarang?"


Qing Xue yang mengenali wajah itu pun berkata dengan suara lirih, "An'er, apakah ini kamu?"


Qing Shandian yang mendengar suara lemah bibinya pun segera membalas, "Ya.. Ya.. Ini Qing Shandian, Bibi Xue."


Setelah mengucapakan kata-kata itu. Qing Shandian yang tidak bisa lagi menahan amarahnya pun segera berkata dengan suara yang agak serak, diikuti oleh aura ganas yang sangat kuat yang merembes keluar dari tubuhnya. "Bibi, katakan pada An'er, Siapa... Siapa yang melakukan ini pada bibi?!"


Qing Xue pun hanya tersenyum lemah, kemudian menggelengkan kepalanya.


Qing Shandian pun semakin terbawa amarah ketika melihat respon Qing Xue yang tanpa bersuara. Dengan cepat, dia mengeluarkan 'Vitality and Durability Restoration Pill. sambil mengulurkan pil itu ke mulut Qing Xue, dia berkata, "Bibi telan dulu pil ini agar kondisi bibi pulih."


Qing Xue hanya mengangguk kecil, lalu membuka mulutnya sedikit, dan menerima pil yang disuapkan Qing Shandian.


Dengan bantuan Qing Shandian, proses penyerapan pil hanya berlangsung selama 10 menit. Qing Xue pun akhirnya juga pulih sepenuhnya.


Qing Shandian segera berdiri sambil mengepalkan jarinya kuat-kuat hingga bunyi gemeretak terdengar. Dia pun berkata dengan suara serius dan dalam, "Karena Bibi Xue tidak mau berbicara tentang siapa yang melakukan hal ini kepada bibi, An'er akan bertanya pada seseorang."


"Pemimpin Wen... Katakan padaku! Siapa yang membuat bibiku Qing Xue menjadi seperti itu!! Siapa yang mengirimnya ke Rumah Dagang Bulan Jingga untuk dilelang? Aku sarankan untuk tidak menipuku. Jika tidak... Bahkan 10 orang Saint tidak akan mampu menyelamatkan bahkan sehelai rambutmu! Cepat katakan!" Ucap Qing Shandian yang meledak-ledak karena marah diikuti auranya yang meledak kuat sambil menatap dingin ke arah Pemimpin Wen.


"Boommm..."


Ledakan aura itu membuat ruangan porak-poranda. Namun, mereka beruntung karena Qing Wenrou segera bereaksi tepat waktu.


Mereka semua yang ada dalam ruangan itu terlihat menggigil ketakutan. Dan belum reda rasa takut mereka, Qing Shandian segera berkata lagi dengan nada yang meninggi. "Cepat katakan!"


Qing Wenrou yang menyaksikan itu segera muncul tepat disamping Qing Shandian dan berkata, "An gege, tenanglah dulu. Jika kamu seperti ini, mereka semua akan mati sebelum mereka bicara."


Qing Shandian yang mendengar suara lembut Qing Wenrou, segera tersadar, dan dia pun mengulangi perkataannya, "Sekarang, katakan padaku... Siapa yang mengirim bibiku Qing Xue untuk dilelang.."


"Tuan muda, itu.. Itu..." Ucap Pemimpin Wen dengan terbata-bata.


"Katakan!!!! Atau aku robek kepalamu saat ini juga.. Jika kamu tidak percaya, kamu boleh mencobanya!" Sahut Qing Shandian yang sudah terbawa amarah.


"Klan Shi! Klan Shi! Klan Shi yang menyerahkannya kesini!..." Ucap Pemimpin Wen dengan cepat.


Mendengar hal itu, Qing Shandian segera melambaikan tangannya, dan portal putih transparan muncul, diikuti oleh keluarnya Qing Yuan, Lin Lianhua, dan Yin Xing Yue.


Qing Shandian memandang Qing Yuan dan Lin Lianhua. Dia berkata, "Ayah, ibu, maafkan An'er yang memanggil kalian secara tiba-tiba. Tolong bawa Bibi Xue ke tempat kita... An'er akan pergi menuntut balas! Tidak satu nyawa pun akan An'er biarkan lepas!"


"Tunggu... An'er, ceritakan pada kami sddikit. Sebenarnya apa yang terjadi?" Sahut Lin Lianhua sambil melangkah maju.


"An'er tidak tahu seperti apa detailnya. Akan lebih baik jika ibu menanyakannya pada Bibi Xue." Ucap Qing Shandian sambil menahan amarahnya.


Qing Yuan dan Lin Lianhua pun segera mengalihkan pandangan mereka ke Qing Xue, dan Qing Yuan pun membuka mulut, "Xue xue, apa yang terjadi sampai An'er semarah ini? Ceritakan dengan singkat dan jelas."


Qing Xue yang ditanya oleh Qing Yuan pun berkata sambil menundukkan kepalanya sedikit. "Sebenarnya, saat aku, kakak Yu dan kakak Tian berburu di hutan tidak jauh dari Kota Bulan Jingga, kami menemukan Ramuan Spiritual Kelas 8. Namun, para anggota Klan Shi secara tiba-tiba datang dan merebut ramuan spiritual itu dari kami. Karena kami kalah jumlah dan kekuatan, kami pun terluka parah dan dipenjara di penjara Klan Shi. Sepanjang hari mereka menyiksa kami, sampai akhirnya, aku dikirim ke Rumah Dagang Bulan Jingga sebagai budak untuk dilelang."


Mendengar cerita itu, aura Qing Yuan pun meletus.


"Boommm..."


"Klan Shi... Berani-beraninya mereka melakukan itu... Lalu dimana Qing Tian dan Qing Yu sekarang? Apa mereka masih di penjara dan disiksa?" Sahutnya dengan suara dalam dengan amarah yang meledak-ledak.


"Terakhir kali, mereka masih disiksa di penjara Klan Shi.. Setelah itu aku tidak tahu..." Sahut Qing Xue dengan suara sedikit bergetar karena takut dengan Qing Yuan.


Qing Shandian yang juga ikut mendengarkan cerita itu pun menoleh ke arah pemimpin Wen. Dia berkata, "Pemimpin Wen, kirimkan aku informasi lokasi Klan Shi. Aku tidak punya banyak waktu untuk di sia-siakan."


Tanpa menunggu lama, Pemimpin Wen segera menuruti dan langsung mengirimkan semua informasi yang terkait tentang Klan Shi secara terperinci.


Qing Shandian yang telah mendapatkan informasi itu, dia berkata lagi, "Apakah rumah dagangmu mempunyai musuh yang tidak mampu kalian selesaikan?"


Pemimpin Wen sedikit ragu untuk sesaat, sebelum kemudian dia berkata, "Ya, kami mempunyai musuh yang kuat. Itu Rumah Dagang Bintang Salju, dari Klan Ji."


"Kirimkan informasi lokasinya pada pengikutku." Sahut Qing Shandian dengan cepat.


Dan tanpa menunggu lama, Pemimpin Wen langsung mengirimkan informasi terkait Klan Ji. Begitu selesai, dia ingin bertanya, namun segera dia urungkan.


"Xing Yue... Tugas pertamamu adalah meratakan Klan Ji berserta semua anggotanya. Jangan sisakan satu nyawa pun. Apakah kamu bersedia menerima tugas pertamamu?" Ucap Qing Shandian sambil menatap Yin Xing Yue.


"Baik.. Sangat bagus! Sekarang pergilah!ratakan Klan mereka untukku! Dan aku akan akan mengurus bisnisku!" Sahut Qing Shandian diikuti oleh amarahnya yang kembali meluap.


"Baik, Tuan muda!" Ucap Yin Xing Yue sebelum kemudian dia lenyap dari pandangan tanpa meninggalkan jejak aura sedikitpun.


"Ayah, ibu, bawa Bibi Xue ke tempat kita. Aku sendiri sudah cukup menyelesaikan masalah ini..." Ucap Qing Shandian sambil memandang Qing Yuan dan Lin Lianhua, lalu membuka portal jiwa.


Melihat hal itu, Qing Yuan menimpali, "Baiklah.. Kamu harus berhati-hati..." Pungkasnya sambil melangkahkan kaki menuju portal.


"Aku akan.." Sahut Qing Shandian singkat, lalu menghilangkan portal ketika ayah, ibu dan bibinya telah masuk.


"Wenrou, apakah kamu ingin menunggu disini, atau ikut denganku?" Ucap Qing Shandian sambil memandang Qing Wenrou.


"Wenrou akan menemani An gege." Sahut Qing Wenrou.


"Baik... Kita berangkat sekarang." Pungkas Qing Shandian sambil memeluk pinggang Qing Wenrou, dan mereka pun juga lenyap tanpa meninggalkan aura apapun.


Sementara itu, setelah lenyapnya Qing Shandian dan Qing Wenrou, Pemimpin Wen, sambil mendesah dia berkata, "Haaahhh... Malam ini, dua Klan sepertinya benar benar akan binasa..."


Para Tetua yang mendengar itu pun juga mengangguk setuju. Lalu, Tetua Yin menyahuti, "Apakah kita perlu melihatnya? Jujur, aku sangat penasaran dengan kekuatan Tuan muda An itu. Dia terlihat sangat percaya diri seolah Klan Shi bukan apa-apa dimatanya."


"Kita akan melihatnya dari kejauhan.." Ucap Pemimpin Wen membalas, kemudian segera meninggalkan ruangan itu dengan diikuti oleh yang lain.


...…………………………...


Berdiri didepan gerbang Kediaman Klan Shi, Qing Shandian dengan dingin menatap dua mayat penjaga yang mencoba menghentikannya. Sementara penduduk biasa dan kultivator yang melihat aksi Qing Shandian menjadi penasaran dengan apa yang terjadi. Mereka mulai berdatangan satu demi satu.


Qing Shandian yang melihat kedatangan banyak orang dan kultivator bersikap acuh, dan kembali melangkahkan kakinya memasuki area Kediaman Klan Shi. Dia menggunakan sedikit Qi Spiritualnya lalu berkata dengan keras. "Pemimpin Klan Shi!.. Keluarlah!.. Aku datang untuk mencari Qing Tian dan Qing Yu..!"


Ucapan Qing Shandian bergema dengan keras menyelimuti area luas hingga menjangkau keluar dari Kediaman Klan Shi. Sesaat kemudian, belasan orang paruh baya dan beberapa orang tua berdatangan kearah Qing Shandian. Lalu, salah satu orang tua melangkah maju. Dia berkata, "Anak muda... Aku Shi Shiulan, Pemimpin Klan Shi... Kamu mengatakan sedang mencari mereka. Bisakah kamu menyebutkan siapa mereka?"


"Mereka adalah orang yang sudah sangat lama aku cari. Qing Tian dan Qing Yu. Bawa mereka kemari segera.. Aku akan memberimu hadiah yang sangat memuaskan.." Sahut Qing Shandian dengan tenang, namun itu mengandung amarah yang sangat besar.


"Oh? Mereka?" Sahut Shi Shiulan, lalu menoleh ke arah salah satu pemuda. Dia berkata, "Cepat.. Bawa mereka kesini.."


"Baik, Pemimpin Lan." Sahut pemuda itu lalu segera bergegas menuju ke suatu tempat.


Beberapa saat kemudian, pemuda itu kembali dengan dua orang yang tubuhnya berlumuran darah dan terlihat sangat lemah.


Qing Shandian segera berkata pada Shi Shiulan, "Pemimpin Lan, kamu sudah melakukan perbuatan besar yang tidak akan pernah terlupakan."


"Hahaha... Anak muda.. Hanya masalah sepele.. Lalu, apa yang Tuan muda hadiahkan untuk kami?" Sahut Shi Shiulan dengan tawanya.


Qing Shandian tidak segera menjawab. Dia menoleh ke arah Qing Wenrou, lalu berkata melakui transmisi spiritual. "Wenrou, maaf merepotkanmu. Aku serahkan kedua pamanku padamu. Tolong jaga mereka. Aku akan mengurus sisanya."


Qing Wenrou pun juga memandangnya, lalu berkata dengan cara yang sama. "Baik, An gege... Serahkan mereka pada Wenrou."


Setelah itu, Qing Shandian memandang Shi Shiulan. Dia menghirup udara dalam-dalam, lalu berkata dengan suara dalam dan serius. "Hadiahnya adalah sesuatu yang bahkan banyak orang tidak akan berani begitu saja menginginkannya."


Shi Shiulan yang mendengar itu pun merasa minatnya terusik. "Ohh.. Apa itu anak muda?"


"Sebuah pemusnahan total klan! Pengganda Bayangan!" Sahut Qing Shandian dengan suara dalam, sambil meluncurkan teknik pengganda bayangan. Semantara itu, bersamaan dengan Qing Shandian mengeluarkan tekniknya, Qing Wenrou segera menghilang, dan langsung muncul di dekat Qing Tian dan Qing Yu, lalu menyambar mereka dan menghilang lagi.


Ketika Qing Shandian selesai berucap, puluhan bayangan yang persis menyerupainya segera melesat ke segala arah. Shi Shiulan dan para Tetua yang ada disitu pun sangat terkejut, lalu mereka segera melakukan serangan balasan menyerang bayangan-bayangan itu. Sambil berteriak, Shi Shiulan berkata, "Anak muda... Kamu benar-benar berani!"


Qing Shandian disisi lain sangat tenang, karena Shi Shiulan dan para Tetua disibukkan oleh teknik pengganda bayangannya. Dia tertawa keras dan berkata, "Hahahaha.... Pemimpin Lan... Jika bukan karena ulahmu sendiri, mungkin Klan Shi masih akan bertahan untuk waktu yang lama... Tapi kalian telah melakukan kesalahan yang sangat fatal!" Pungkasnya sambil melayang ke langit menggunakan 'Sayap Emas Petir Angin', lalu segera membentuk segel tangan.


"Petir Suci Semesta! Kemarahan Naga Petir Semesta! Meraunglah!!"


"Raawwrrrr.."


Mengikuti ucapan Qing Shandian, Naga Petir 3 Warna keluar dari pusaran awan hitam, dan meraung keras menjangkau area yang jauh.


Sementara itu, cukup jauh dari area pertempuran, anggota Klan lain, para petinggi Rumah Dagang Bulan Jingga dan Pemimpin Kota Bulan Jingga merasakan hawa dingin dipunggung mereka ketika melihat naga petir raksasa muncul dari pusaran awan hitam.


"Klan Shi... Waktu bermain-main selesai." Ucap Qing Shandian, lalu segera berkata lagi, "Hancurkan untukku!"


"Raawwrrrr.."


"Blaarrrrrr.... Booommmmmm....."


Ledakan keras bergema, begitu Naga Petir raksana melesat dengan sangat cepat dan menghantam area pusat Klan Shi.


...…………………………...


Disisi lain, di Kediaman Klan Ji, pembantaian massal juga sama-sama terjadi. Jerit tangis para anggota Klan Ji bergema saling bersahutan. Tidak ada satu pun yang bisa melarikan diri dari amukan Yin Xing Yue.


Dan ketika dia merasa sudah cukup bermain-main, dia segera berubah ke wujud aslinya, Serigala Perak Bulan Bintang. Dia mengepakkan sayapnya, naik di atas langit Kediaman Klan Ji, lalu meluncurkan tekniknya.


"Ledakan Atom Bulan Bintang!!"


"Boooommmm..."


Begitu serangan itu jatuh menghujam area Kediaman Klan Ji, ledakan keras juga bergema menjangkau area yang jauh. Setelah itu, Yin Xing Yue pun menghilang dari langit atas Kediaman Klan Ji.


...…………………………...


** Bersambung …