
Setelah beberapa waktu, Qing Shandian dan Mu Lingyun tiba di depan Gedung Pertemuan Rumah Dagang Bulan Jingga. Mereka bisa mendengar suara riuh pembicaraan di dalam ruangan. Dengan langkah tenang, Qing Shandian membuka pintu dan langsung memasuki ruangan.
Bersamaan dengan itu, ketika semua orang mendengar suara pintu terbuka, mereka segera mengalihkan pandangan ke arah Qing Shandian yang memasuki ruangan. Seketika itu juga, suasana riuh benar-benar menjadi sunyi.
Qing Shandian menyapukan pandangannya pada wajah-wajah yang tidak asing di dalam ruangan dan memberikan anggukan ringan sebagai sapaan, sebelum akhirnya dia dan Mu Lingyun duduk di barisan kursi kosong didepan bagian kanan Pemimpin Wen. Mereka yang di dalam ruangan itu tidak lain adalah Pemimpin Wen dan para Tetua Rumah Dagang Bulan Jingga, Pemimpin kota Zhu Linyan, Pemimpin Sekte Langit Biru, Bulan Jingga, Bulat Sabit, dan Pemimpin dari beberapa Klan yang dia temui sebelumnya.
Sementara itu, Pemimpin Wen yang memperhatikan Qing Shandian telah berada dalam posisi duduknya, dia menyapukan pandangannya pada semua orang di dalam ruangan dan berkata, "Baiklah. Semuanya, karena Tuan muda telah datang dalam pertemuan ini, aku sebagai tuan rumah mengumumkan, bahwa pertemuan ini dimulai."
"Tuan muda, kedatangan mereka kesini berkaitan dengan apa yang telah Tuan muda katakan pada mereka. Untuk masalah ini, aku akan menyerahkannya pada Tuan muda." Pemimpin Wen berbicara setelah jeda singkat dari ucapan pembukanya, sambil memandang ke arah Qing Shandian.
Begitu ucapan Pemimpin Wen selesai, Qing Shandian segera menyapukan pandangannya pada semua orang. Dia mengangguk ringan dan berkata, "Baik. Aku mengerti. Aku akan mengulanginya sekali lagi sebelum mendengar keputusan dari kalian. Pertama, aku tidak akan mentolerir pengkhianatan dalam segala bentuk atau alasan apapun. Kedua, aku akan meninggalkan Benua Tianxia ini suatu hari nanti. Yang terakhir, ini bukan paksaan. Jadi, aku harap kalian sudah merundingkan dan memikirkannya dengan baik bersama para anggota kalian. Kita akan mulai dari perkenalan singkat. Namaku Qing Shandian. Tentang asal-usulku, sudah tidak perlu dikatakan lagi."
Mereka yang hadir kecuali pihak dari Rumah Dagang Bulan Jingga saling bertukar pandang sesaat, lalu mulai memperkenalkan diri.
"Seperti yang Tuan muda ketahui, aku, Zhu Linyan, Pemimpin kota Bulan Jingga."
"Pemimpin Sekte Langit Biru, Du Huanglin."
"Pemimpin Sekte Bulan Jingga, Mo Qianyu."
"Pemimpin Sekte Bulan Sabit, Lu Lifeng."
"Pemimpin Klan Shen, Shen Diren."
"Pemimpin Klan Han, Han Liu."
"Pemimpin Klan Su, Su Jinhao."
"Pemimpin Klan Jiao, Jiao Jinghan."
Ketika mereka selesai memperkenalkan diri mereka dengan singkat. Qing Shandian menganggukkan kepala, lalu dengan santai berkata, "Emm.. Sekarang, bagaimana keputusan kalian? Apakah kalian ingin mengikutiku, atau tetap menjadi bagian Kota Bulan Jingga?"
Begitu suara Qing Shandian jatuh, Pemimpin Sekte Bulan Jingga, Mo Qianyu segera menjawab, "Maaf Tuan muda, jika boleh, aku ingin menanyakan beberapa hal."
"Tentu. Pemimpin Sekte Qianyu bisa mengatakannya." Ucap Qing Shandian dengan nada tenang.
Mendengar respon itu, Mo Qianyu menghirup udara dalam-dalam. Dia mengalihkan pandangannya ke arah Mu Lingyun sebelum kemudian memangfang Qing Shandian. Dia berkata, "Pertama, apakah Tuan muda ingin kami mengikuti Tuan muda secara keseluruhan, atau sebagian? Kedua, kemana kita akan pergi jika kami mengikuti Tuan muda? Ketiga, Jika kita bepergian bersama, bukankah itu berarti kita akan melakukan perjalanan dalam bentuk kelompok besar?"
"Baik. Aku akan menjawabnya untuk itu. Pertama, tentang mengikutiku secara keseluruhan atau tidak, aku tidak memberikan batasan. Tapi setidaknya, kita perlu meninggalkan beberapa kekuatan untuk menjaga dan melindungi kota Bulan Jingga bukan? Lalu yang kedua...." Qing Shandian berbicara sambil memandang Pemimpin Sekte Bulan Jingga, sebelum kemudian dia mengalihkan pandangannya secara bergantian ke semua orang dalam ruangan itu, dan dia melanjutkan. "Kedua, ini adalah masalah yang sangat sensitif sebenarnya. Tapi, aku akan mengatakannya untuk kalian semua. Klan ku bukan berasal dari Benua ini. Lebih tepatnya, kami berasal dari Benua Tiankong. Apakah kalian pernah mendengar tentang itu?"
Begitu kalimat terakhir Qing Shandian jatuh, suasana ruangan yang sudah sunyi menjadi semakin sunyi. Semua orang terkejut ketika mendengarnya.
Pemimpin Sekte Langit Biru, Du Huanglin yang tersadar dari keterkejutannya menghirup udara dingin. Dia lalu berkata dengan nada serius. "Aku hanya sedikit tahu tentang Benua Tiankong. Menurut catatan leluhur sekte kami, ribuan tahun yang lalu, pernah ada seseorang yang sangat kuat yang berhasil turun ke Benua Tianxia. Dalam catatan itu tertulis, bahwa beruntungnya dia bukan kultivator yang arogan. Jika tidak, mungkin Benua Tianxia saat itu sudah luluh lantak karena ulahnya. Benua Tiankong, disana kultivator kuat bertebaran seperti awan. Bahkan banyak sekte raksasa yang menguasai daratan. Apakah Klan Tuan muda benar-benar berasal dari tempat itu?"
"Benar. Klan-ku berasal darisana. Aku akan mengatakan ini lebih awal. Jalan kultivasi setelah mengikutiku, itu tidak akan sedamai yang sekarang kalian rasakan. Jadi, fikirkan baik-baik. Dan untuk pertanyaan yang ketiga, kita tidak akan melakukan perjalanan secara berkelompok. Tapi, aku sendiri yang akan melakukan perjalanan. Sementara kalian yang mengikutiku, kalian akan berkultivasi dengan tenang, sebelum kalian siap untuk menghadapi dunia yang lebih kejam. Apakah menurut kalian, aku seperti orang yang akan menjadikan pengikutku sebagai umpan meriam sementara aku melarikan diri? Aku bukan orang bodoh. Sudah pasti aku tidak akan membuat pergerakan yang bisa menarik perhatian banyak kekuatan." Ucap Qing Shandian dengan nada serius sambil sesekali menyapukan pandangannya.
"Itu.. Tuan muda, jika kami tidak melakukan perjalanan bersama Tuan muda, bukankah itu berarti kami akan tetap tinggal?" Sahut pemimpin kota Zhu Linyan yang kebingungan, diikuti oleh yang lain yang sama kebingungannya.
Dengan terkekeh pelan, Qing Shan menimpali. "Hehe.. Secara alami, itu benar begitu jika orang lain yang kalian ikuti. Namun, itu tidak akan berlaku jika aku yang kalian ikuti." Pungkasnya sambil lalu melambaikan tangannya ke arah Pemimpin kota, Zhu Linyan dan dia pun menghilang.
Namun, itu hanya sesaat sebelum dia kembali muncul dari udara tipis. Tubuhnya terlihat kaku seperti patung dengan ekapresi terkejut yang masih menghiasi wajahnya.
"Bagaimana menurut Pemimpin kota Yan? Apa yang sudah kamu lihat dan rasakan?" Ucap Qing Shandian masih dengan nada santai.
Sementara itu, semua orang selain Pemimpin kota jelas semakin kebingungan. Mereka serempak mengalihkan pandangannya ke arah Pemimpin kota.
"Pemimpin kota, apa yang terjadi? Kemana kamu menghilang tadi?" Ucap Lu Lifeng yang sedari awal hanya duduk diam memperhatikan dengan suara dalam dan agak serak.
Mendengar seseorang memanggilnya, Pemimpin kota Zhu Linyan tersadar dan tertawa keras dan membuat kaget semua orang dalam ruangan itu.
"Hahahahahahaha... Luar biasa... Benar-benar luarbiasa.. Hahahahaha." Racau Pemimpin Kota di sela tawanya. Namun, segera dia tersadar. Dengan terkekeh ringan dia berkata, "Hehe.. Maafkan aku, aku hanya terlalu terkejut dan bersemangat sehingga lupa jika ada kalian disini."
"Lalu, bisakah Pemimpin kota Yan menjelaskan apa yang sudah kamu lihat pada yang lainnya?" Sahut Qing Shandian sambil menegakkan punggungnya yang terasa kaku.
Mendengar ucapan itu, Pemimpin kota Yan memandang Qing Shandian untuk sesaat sebelum menyapukan pandangannya ke semua orang dalam ruangan. Dengan nada serius dia berkata. "Apa yang aku lihat dan aku rasakan adalah sebuah tempat dengan kepadatan Qi Spiritual yang puluhan kali lebih padat daripada disini. Mungkin sekitar 50 kali atau bahkan 70 kali lebih padat daripada disini. Meskipun hanya sesaat aku menapakkan kaki, Qi Spiritual dalam dantianku langsung bergejolak, seolah itu akan membuatku menerobos kapan saja."
Qing Shandian yang memperhatikan ekspresi semua orang hanya bisa menggelengkan kepalanya sebelum berbicara. "Jadi, apa keputusan kalian? Sekali lagi aku katakan. Aku tidak akan memaksa jika kalian tidak mau. Lagipula, perjalananku akan membawa banyak kesulitan untuk kalian."
"Tuan muda, aku, Zhu Linyan dan seluruh Klan Zhu akan mengikutimu tanpa penyesalan mulai sekarang... Hahahaha." Sahut Pemimpin kota dengan cepat diiringi tawanya yang menggelegar.
Mengangguk-anggukkan kepalanya, Qing Shandian beralih ke yang lain dan berkata, "Bagaimana dengan kalian? Klan Li juga akan mengikutiku."
Mendengar hal itu, mereka serempak memandang Pemimpin Wen sebelum dibalas dengan anggukan, begitu pun para Tetua Rumah Dagang Bulan Jingga yang ikut mengangguk.
"Baik. Aku, Mo Qianyu, mewakili seluruh Sekte Bulan Jingga akan mengikuti Tuan muda mulai sekarang. Lagipula, bukankah Tetua Yun kebanggaan kami juga mengikuti disamping Tuan muda?" Pungkasnya sambil lalu mengalihkan pandangannya ke arah Mu Lingyun yang duduk diam dan tenang.
"Hihihi... Pemimpin Sekte Qianyu, aku mengikuti An gege karena hati, bukan karena kekayaan atau apapun yang dia miliki. Jika hanya itu, mungkin aku sudah menuntut ini dan itu darinya." Mu Lingyun terkikik pelan sambil menutup bibirnya sebelum membalas ucapan Pemimpin Sekte Mo Qianyu.
"Hmph.. Gadis kecil, kamu menjadi semakin pandai berbicara setelah hanya satu malam tidak bertemu. Apakah Tuan muda melakukan sesuatu padamu? Atau..." Celetuk Mo Qianyu membalas sambil memberikan tatapan nakal.
"Ahh... Tidak ada. Tentu saja tidak ada hal seperti itu. Pemimpin Sekte, jangan berbicara omong kosong." Sahut Mu Lingyun dengan cepat sambil melambai-lambaikan tangannya, namun rona merah samar nampak terlihat diwajah cantiknya. Setelah itu, dia segera mengalihkan pandangannya dari Pemimpin Sekte Bulan Jingga.
"Sudah sudah.. Sekarang bagaimana dengan yang lain? Apakah kalian ingin tetap tinggal disini?" Ucap Qing Shandian.
"Aku mewakili Klan Shen akan mengikuti Tuan muda mulai sekarang." Sahut Shen Diren dengan nada tegas.
"Klan Han juga akan mengikuti Tuan muda." Sahut Han Liu dengan nada yang tidak kalah tegasnya dengan Pemimpin Klan Shen.
"Klan Su akan mengikuti Tuan muda."
"Klan Jiao akan mengikuti Tuan muda."
Sahut Su Jinhao dan Jiao Jinghan bersamaan.
"Sekte Langit biru akan mengikuti Tuan muda." Ucap Du Huanglin dengan tegas diiringi dengan sorot mata yang membara penuh tekad.
"Maaf, Tuan muda, Sekte Bulan Sabit akan tetap tinggal di kota Bulan Jingga. Meskipun sebenarnya aku ingin mengikuti Tuan muda, namun ini sudah menjadi keputusan bersama." Sahut Lu Lifeng setelah banyaknya pertimbangan.
Ketika Qing Shandian mendengar penuturan Lu Lifeng, dia tetap tenang. Dengan nada santai dia membalas. "Tentu. Aku tidak akan memaksa Sekte Bulan Sabit untuk mengikutiku."
Menyapukan pandangannya pada semua orang, Qing Shandian dengan nada serius berkata. "Kecuali Sekte Bulan Sabit, kalian telah memilih untuk mengikutiku. Oleh karena itu, harus ada kekuatan baru untuk mendukung kota ini selain Sekte Bulan Sabit. Setidaknya, jika suatu saat gelombang serangan binatang spiritual datang lagi, kota Bulan Jingga akan terselamatkan. Selain itu, karena kekuatan kota Bulan Jingga nantinya akan banyak berkurang, aku akan memasang array pelindung Kelas Langit tingkat tinggi untuk mengganti hilangnya beberapa kekuatan."
Berhenti sampai disini, Qing Shandian mengambil nafas ringan sebelum melanjutkan. "Untuk pemimpin kota Yan, kamu harus memilih pemimpin kota yang baru yang kamu percayai. Sedangkan untuk sekte yang mengikutiku, sampaikan pada murid kalian agar membawa orangtua mereka untuk menetap di kota Bulan Jingga untuk sementara waktu. Kalian semua harus terus meningkatkan kekuatan sebanyak yang kalian bisa."
"Lalu, Tuan muda, apakah Tuan muda tidak akan membawa kami secara langsung?" Ucap Mo Qianyu menyahuti.
"Benar. Ini adalah ujian pertama untuk kalian. Aku tidak ingin jika suatu saat hati kalian goyah karena suatu hal. Kekuatan, Kekayaan, Kekuasaan, tiga hal ini bisa membutakan mata hati siapapun. Dan hal itu akan menggoyahkan siapapun orangnya. Oleh karena itu, sebelum aku pergi, aku berikan tugas itu. Nanti ketika aku kembali ke kota Bulan Jingga, aku harap kalian masih dalam pendirian kalian. Namun, jika kalian pada akhirnya memilih untuk tetap tinggal, aku tidak akan menyalahkan kalian. Apakah kalian mengerti?"
Semua orang saling bertukar pandang sebelum secara serempak membalas. "Kami mengerti, Tuan muda."
"Bagus. Karena pertemuan ini sudah mendapatkan hasil, aku tidak akan berbicara omong kosong lebih banyak." Sahut Qing Shandian sebelum mengibaskankan tangannya.
"Wuushh.."
Barisan botol giok yang tertata rapi muncul dari udara tipis, dan itu dua jenis botol giok berbeda warna. Qing Shandian menyapukan pandangannya pada semua orang dalam ruangan yang terkejut. Dia berkata, "Semua dalam botol giok ini adalah ujian keduaku untuk kalian. Apakah kalian bisa aku percaya dan tetap setia atau tidak. Karena aku tahu satu hal. Seiring bertambahnya kekuatan seseorang, kebanyakan dari mereka akan lupa darimana mereka memulai, dan memutar haluan. Aku tidak akan mendiskriminasi siapapun. Setiap dari kalian akan mendapatkan 40 botol. Semua dalam botol giok ini adalah pil untuk membantu meningkatkan kultivasi kalian, 'Pil Pusaran Pengompres Qi Spiritual' Kelas 8 Tingkat Tinggi. Ini adalah perbaikan dari 'Pil Pengumpul Qi Spiritual'. Apapun keputusan kalian disaat aku kembali lagi ke kota Bulan Jingga, aku tidak akan menyesal telah melakukan ini untuk kalian."
Begitu penuturan Qing Shandian selesai, ruangan itu kembali sunyi. Semua orang menatap Qing Shandian dengan tidak percaya.
"Ehemm.. Baiklah. Kita akhiri pertemuan ini. Kalian bagi semua itu secara merata. Jangan ada kecurangan atau aku akan mengetahuinya. Aku juga harus bersiap untuk melanjutkan perjalananku menjelajahi benua ini. Selamat tinggal semuanya. Kita akan bertemu lagi." Qing Shandian berbicara sambil meregangkan tubuhnya dengan malas sebelum melangkahkan kakinya melenggang pergi.
"Ahh.. An gege tunggu aku." Ucap Mu Lingyun dengan kaget sebelum berdiri dan mengejar langkah Qing Shandian.
Sementara semua orang yang berada dalam ruangan itu kembali tersadar, mereka segera mengalihkan pandangan menatap punggung Qing Shandian dan Mu Lingyun yang perlahan menghilang melewati pintu Gedung Pertemuan.
...…………………………...
** Bersambung …