
Setelah mendapatkan lencana alkemis dan menyelesaikan sedikit urusan yang tersisa dalam Asosiasi Alkemis, Qing Shandian dan Xie Feng Xue meninggalkan halaman Asosiasi Alkemis dengan langkah tenang. Mereka berdua berjalan berdampingan di sepanjang jalanan kota, sambil sesekali Qing Shandian menyebarkan persepsi spiritualnya untuk mendengarkan percakapan orang-orang yang berlalu-lalang.
Saat ini Qing Shandian dan Xie Feng Xue terlihat sedang dalam obrolan ringan yang terkadang diselingi tawa renyah diantara mereka.
"Feng Xue, bagaimana perasaanmu sekarang?" Ucap Qing Shandian dengan memiringkan kepalanya sedikit ke arah Xie Feng Xue sambil tetap berjalan pelan.
Sambil mengimbangi langkah Qing Shandian, Xie Feng Xue juga memiringkan kepalanya sedikit kearahnya dan berkata dengan suara riang. "Aku merasa seperti tanpa beban sekarang. Udara segar dan pemandangan ramai ini, itu aku sangat menyukainya. Selain itu, aku juga tidak perlu lagi untuk selalu berkecimpung dalam ruang pemurnian."
"Emm.. Itu bagus jika kamu merasa begitu. Awal yang baru, akan di mulai darisini. Tapi kamu tidak boleh ceroboh. Karena hari-hari damai tidak selalu menyertai langkah kita." Sahut Qing Shandian dengan anggukan ringan sebelum membalas.
Ucapan Qing Shandian baru saja jatuh, ketika seorang pemuda berpakaian kuning emas yang terlihat mewah tiba-tiba keluar dari sebuah rumah makan besar, diikuti oleh empat pria paruh baya yang mengenakan pakaian hitam dan langsung tertawa keras.
"Hahahahaha..."
"Benar-benar sebuah keberuntungan langit. Siapa yang menyangka bahwa akan ada peri cantik di pagi hari yang menghampiri Tuan muda ini." Ucap pemuda itu sambil pandangannya menyapu wajah Xie Feng Xue yang sangat cantik dan seluruh tubuhnya yang sintal padat berisi.
Qing Shandian yang memperhatikan arah pandangan pemuda itu pun mengerutkan alisnya. Dan segera menggandeng tangan Xie Feng Xue, lalu berjalan melewati pemuda itu tanpa mempedulikannya.
Pemuda berpakaian kuning emas yang merasa dirinya diabaikan pun segera berteriak ke arah Qing Shandian. "Berhenti disana! Jangan melangkah lebih jauh!"
Qing Shandian dan Xie Feng Xue mengabaikan teriakan itu dan terus berjalan dengan tenang sambil bergandengan tangan.
Merasa semakin diabaikan, pemuda itu dengan marah berkata dengan nada tinggi. "Kurang ajar! Beraninya mereka mengabaikanku! Kalian, cepat tangkap mereka untukku!" Pungkasnya memerintahkan empat pria paruh baya yang berada dibelakangnya.
"Baik Tuan muda." Sahut empat pria paruh baya itu serempak, sebelum melesat cepat menerjang ke arah Qing Shandian dan Xie Feng Xue.
Sementara itu, Qing Shandian yang suasana hatinya telah memburuk segera menghilang dari sisi Xie Feng Xue, melesat lebih cepat ke arah empat pria paruh baya yang juga melesat kearahnya dengan tangan yang terkepal erat.
"Bang.. Bang.. Bang... Bang..."
"Meledak!"
"Boomm.. Boomm.. Boomm.. Boomm.."
Bersamaan dengan aksi Qing Shandian, banyak orang sudah berhamburan menjauh dari tempat pertarungan. Mereka terbelalak kaget ketika Qing Shandian menghabisi empat pria paruh baya itu dengan sangat cepat. Bersamaan dengan itu, keributan pun semakin pecah ketika suhu panas yang tinggi menyapu area disekitar tempat pertarungan itu.
Pemuda berpakaian kuning keemasan, yang menyaksikan betapa mudahnya Qing Shandian mengalahkan empat bawahan yang melindunginya pun tubuhnya bergetar. Dia berbalik dan ingin melarikan diri. Namun, sebuah suara dengan nada dingin terdengar dibelakangnya.
Sementara itu, Qing Shandian sudah tidak peduli tentang aturan untuk tidak membuat keributan di dalam Ibukota Kekaisaran Tianhuo. Dia berkata, "Aku sama sekali tidak mengenalmu. Tapi karena kamu telah merusak suasana hatiku, maka kamu bisa kembali setelah menjadi orang yang cacat."
Setelah berkata demikian, Qing Shandian menghilang dari belakang pemuda itu, dan muncul dengan tiba-tiba didepan pemuda itu dengan sebuah pukulan yang mengarah ke perut bagian bawah, atau dimana dantian seorang kultivator berada.
"Bangg..."
"Aaaahhh... Aaaahhh.... Aaaaahhhh.."
Pemuda itu terpental sejauh sepuluh meter dan berguling-guling, diiringi teriakan kesakitan sambil memegang perut bagian bawahnya. Bagi seorang kultivator, tanpa sebuah dantian, mereka sama halnya terlihat seperti manusia biasa tanpa aura apapun.
Ketika Qing Shandian akan meninggalkan area pertempuran, dia mendengar suara teriakan nyaring.
"Anak muda! Kau ingin pergi begitu saja setelah berani menghancurkan dantian anakku?! Kau mencari kematian! Pedang Pencakar Langit!"
Ketika suara itu berakhir, sebuah serangan tiga tebasan pedang yang membentuk seperti cakar melesat tajam ke arah Qing Shandian.
Tatapan Qing Shandian tearah kepada seorang pria paruh baya berpakaian kuning keemasan, yang melesat ke arahnya dari langit dengan niat membunuh sambil meluncurkan serangan kuat. Melihat itu, ekspresi Qing Shandian menjadi semakin dingin. Dia mengeluarkan 'Pedang Petir Bulan Bintang' lalu berucap lirih, sebelum kemudian mengayunkannya ke arah pria paruh baya itu. Dia tidak ragu menggunakan kekuatan penuhnya.
"Seribu Pedang Membelah Langit! Seribu Pedang Pemusnah!"
"Wuusshh.."
Dengan sangat cepat, banyak pedang Qi teebentuk di udara, dan langsung menyatu menjadi pedang Qi raksasa yang melesat dengan cepat menyambut serangan pria paruh baya itu.
"Booommmmm...."
Ketika dua serangan saling bertemu, itu meledak keras dan menimbulkan badai energi ganas yang menyapu area luas. Meskipun ledakan itu terjadi di udara, dampak ledakan itu menghancurkan cukup banyak bangunan. Beruntung bahwa semua orang sudah menyelamatkan diri mereka sebelum dua serangan saling bertemu.
Pria paruh baya yang sebelumnya menyerang Qing Shandian terpental tinggi ketika terkena dampak ledakan itu, sebelum akhirnya jatuh, menghantam tanah dengan keras. Tubuhnya dipenuhi oleh luka berdarah, dengan pakaian yang compang camping.
Qing Shandian segera menghilang dari tempatnya berdiri. Dia muncul tepat di depan pria paruh baya itu, lalu dengan dingin dia berkata. "Pak tua, aku bukan orang yang suka mengusik dan menindas orang lain. Bukankah kamu sudah menyaksikan sendiri dengan matamu sejak dimulainya pertikaian kami? Kenapa saat itu kamu tidak menghentikannya? Apakah kamu merasa bahwa aku anak muda yang mudah ditindas?"
Pria paruh baya itu menggunakan sisa kekuatannya untuk memaksa tubuhnya berdiri. Dia dengan nada arogannya membalas, "Anak muda, seharusnya kamu menyerahkan wanitamu kepada anakku. Dengan begitu, kamu akan terhindar dari masalah yang tidak perlu. Tapi, karena kamu telah melukai anakku dan bahkan aku, jangan pernah bermimpi bisa meninggalkan Ibukota Kekaisaran ini hidup-hidup! Klan Xiang pasti akan menuntut balas dan menghancurkanmu."
"Hahaha... Pak tua, apakah menurutmu aku terlihat ketakutan dan berharap kalian melepaskanku? Lalu, pernahkah kamu mendengar pemusnahan beberapa Klan di tiga kota dalam pemerintahan Kekaisaran Tianhuo beberapa waktu lalu? Aku yakin berita itu sudah menyebar luas di seluruh Wilayah Timur." Qing Shandian tertawa, lalu menyeringai dan berkata dengan nada sinis sambil menatap dingin ke arah pria paruh baya di hadapannya.
Mendengar ucapan Qing Shandian, tubuh pria paruh baya itu gemetar hebat. Dengan suara yang bergetar, sambil menunjuk Qing Shandian, dia berkata, "Ka..Kamu.. Apa kamu yang menghancurkan mereka semua?"
Qing Shandian tersenyum lebar dan berkata, "Benar. Itu aku. Aku tidak pernah melepaskan klan manapun yang bertindak sesuka hati mereka. Jika orang lain tidak berani, itu bukan berarti bahwa aku juga takut. Jadi, dengan terpaksa aku harus mengatakan, Klan Xiang, mulai hari ini, akan menjadi sebuah sejarah." Pungkasnya dengan menambahkan kekuatan spiritual untuk menyebarkan suaranya hingga jarak yang jauh, sebelum kemudian meluncurkan pukulan ke arah pria paruh baya itu.
"Bangg.."
"Aaahhhh... Aaahhhh.. "
Setelah menghancurkan dantian pria paruh baya itu, dia dengan dingin berkata, "Jalanilah sisa hidupmu layaknya orang biasa, agar kamu juga merasakan bagaimana penderitaan mereka saat mereka ditindas oleh kalian yang kuat."
"Zheepp"
"Feng Xue, bisakah kamu tunjukkan padaku arah Kediaman Klan Xiang?" Ucap Qing Shandian begitu dia kembali muncul didepan Xie Feng Xue.
Xie Feng Xue menatap lekat ke arah mata Qing Shandian. Dia berkata dengan sedikit ragu. "An gege, apakah perlu untuk memusnahkan mereka semua? Aku rasa, tidak semua orang dalam Klan Xiang memiliki sikap seperti mereka ayah dan anak."
Qing Shandian membalas tatapan Xie Feng Xue, lalu berkata sambil tersenyum palsu, "Ohh? Apakah itu pembelaan Feng Xue untuk mereka? Jika benar begitu, lebih baik Feng Xue tidak mengikutiku. Itu tidak akan cocok untukmu yang lemah lembut dan penuh kasih sayang. Karena jalanku, adalah jalan yang penuh dengan darah." Pungkasnya lalu membalikkan badan.
"Baiklah, aku akan pergi. Aku harap, kamu bisa menikmati hidup damai seperti yang ada dalam fikiranmu. Jika tidak, kemungkinan kamu hanya akan di bawa oleh orang-orang seperti mereka, lalu dijadikan sebagai mainan serta alat pemuas hasrat mereka." Qing Shandian berkata sambil berjalan menjauh dari Xie Feng Xue.
Xie Feng Xue yang mendengar ucapan itu entah kenapa hatinya terasa sangat sakit. Dia bertanya-tanya pada dirinya. 'Bukankah aku sendiri yang ingin mengikutinya? Bukankah ini pilihanku? Kenapa aku tidak siap dengan sesuatu yang terjadi dikemudian hari?'. Ketika Xie Feng Xue tersadar dari lamunannya, Qing Shandian telah berjalan sangat jauh. Dengan mata berkaca-kaca, dia segera melesat cepat mengejar Qing Shandian dan memeluknya dari belakang.
"Pergilah, Feng Xue. Aku tahu, kamu memiliki hati yang lembut. Ini adalah kesempatanmu untuk menghindari sesuatu yang tidak sesuai dengan jalan fikiranmu. Bukankah baru semalam, aku mengatakannya padamu? Bahwa menjalani kehidupan bersamaku, itu tidak akan mudah. Banyak jalan terjal dan berliku yang menanti di masa depan. Bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa kamu siap dengan apapun yang akan terjadi? Lalu, apa ini? Bukankah terlalu awal bagimu untuk berubah? Jika itu nanti, bukankah kamu mungkin saja akan menghianatiku?" Qing Shandian berbicara dengan nada datar dan tanpa ekspresi ketika dia merasakan Xie Feng Xue memeluknya. Dia mengabaikan tatapan dan reaksi orang-orang yang melihat mereka berdua.
Xie Feng Xue hanya menangis dalam diam ketika Qing Shandian kembali mengulang ucapan yang dia dengar dan katakan dimalam sebelumnya saat di Asosiasi Alkemis.
Ketika merasakan bahwa punggungnya basah, Qing Shandian menghela nafas panjang dan berkata, "Haahhhh... Biarkan aku pergi, Feng Xue. Jalanku tidak hanya sampai disini. Aku memikul tanggung jawab dan harapan seluruh klan-ku. Jangan memaksakan diri jika kamu tidak sanggup untuk mengikutiku."
"Aku ikut.. Maafkan aku." Ucap Xie Feng Xue dengan suara pelan yang bergetar disela tangisan diamnya.
"Feng Xue, jika kamu tidak berhenti menangis, percaya atau tidak aku akan menciummu dihadapan semua orang." Sahut Qing Shandian menggertak.
Sayangnya, Xie Feng Xue bahkan tidak peduli dengan gertakan Qing Shandian, dan tetap menangis dalam diam sambil memeluknya.
Qing Shandian yang suasana hatinya masih belum membaik, ketika Xie Feng Xue mengabaikannya juga, dia langsung menghilang dari dekapan Xie Feng Xue, dan langsung muncul kembali dengan tangan kanannya yang memegang tengkuk Xie Feng Xue, dan memberinya sebuah ciuman yang dalam di bibir cerinya.
Xie Feng Xue yang benar-benar dicium oleh Qing Shandian dihadapan banyak orang pun membelalakkan matanya tidak percaya. Dia hanya berfikir, ucapan Qing Shandian hanyalah sebuah gertakan, dan bukan sesuatu yang serius. Siapa yang menyangka jika Qing Shandian sebenarnya tidak main-main dengan ucapannya.
Setelah cukup lama Qing Shandian mencium bibir Xie Feng Xue, dia perlahan melepaskan ciumannya, lalu menatap Xie Feng Xue lekat-lekat. Dia berkata, "Apakah kamu masih menganggap bahwa ucapanku hanyalah sebuah omong kosong? Aku tidak keberatan jika harus menciummu sepanjang hari di jalanan kota ini."
"Aku..." Ucap Xie Feng Xue dengan suara pelan. Namun, itu langsung dipotong oleh Qing Shandian.
"Tentukan keputusan dan pilihanmu sekarang. Tetap mengikutiku sesuai jalanku, atau tetap disini bersama jalanmu sendiri. Jika mengikutiku, tunjukkan arah Kediaman Klan Xiang. Mereka perlu tahu, bahwa wanitaku bukanlah barang untuk ditawar dan diperjual belikan. Apa yang menjadi milikku, tidak ada yang bisa merebutnya dariku. Jika kamu ingin tinggal, kamu cukup membalikkan badanmu, dan aku tidak akan pernah lagi muncul dihadapanmu." Qing Shandian berkata dengan serius sambil menatapnya dengan tatapan dingin.
Xie Feng Xue tidak bersuara. Jantungnya berdegup kencang ketika mendengar ucapan pertama Qing Shandian. 'Apakah dia seperti ini demi aku?' Fikirnya dalam hati, lalu dia menunjuk ke arah barat.
Qing Shandian juga tidak berbicara. Ketika melihat arah yang ditunjuk Xie Feng Xue, dia dengan cepat membopong tubuhnya, lalu segera melesat cepat ke arah barat menggunakan 'Sayap Emas Petir Angin'.
Sepeninggalan Qing Shandian dan Xie Feng Xue, tempat dimana pertarungan sebelumnya terjadi menjadi semakin kacau. Para kultivator kuat segera berbondong-bondong mengikuti arah yang di tuju Qing Shandian.
...…………………………...
Melayang tinggi di udara di atas Kediaman Klan Xiang, Qing Shandian menyebarkan auranya secara terpusat menuju bangunan utama yang terlihat besar dan megah. Sementara itu, Xie Feng Xue yang juga seorang Saint, berdiri dengan tenang melayang disamping Qing Shandian. Sesaat setelah itu, ada sekitar 15 pria tua yang melesat cepat menuju arah Qing Shandian.
Sebagai kultivator tingkat Saint, mereka tentu mudah jika hanya melayang di udara. Mereka melayang agak jauh dari Qing Shandian dan Xie Feng Xue. Salah satu dari mereka yang berada pada posisi tengah dan mengenakan pakaian kuning gelap keemasan menatap Qing Shandian dan Xie Feng Xue sambil mengerutkan alisnya berkata dengan suara yang terdengar serak. "Anak muda, apa tujuanmu menyebarkan auramu di kediaman klan ku?"
Qing Shandian juga membalas tatapan mereka. Dia dengan nada tenang berkata, "9 Saint bintang 3 - 4, 2 Saint bintang 6, 2 saint bintang 8, 1 Saint bintang 9 dan 1 Saint King bintang 3. Sungguh kekuatan yang mengesankan untuk klan yang tidak terlalu besar. Sepertinya, kamu adalah pemimpin Klan Xiang. Aku akan langsung ke intinya. Apakah anggota Klan Xiang-mu sering menindas orang yang lemah? Dan jika mereka dikalahkan, apakah kalian akan menuntut balas atas kekalahan mereka?"
"Hahaha... Tentu saja yang kuat akan selalu menindas yang lemah. Dan pasti, kami akan melenyapkannya jika mereka melukai anggota klan ku." Sahut pemimpin klan Xiang yang disebutkan Qing Shandian.
"Emm.. Kalau begitu tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Aku sudah tahu garis besar dari ucapanmu." Ucap Qing Shandian dengan anggukan ringan. Dia kemudian menatap Xie Feng Xue yang melayang disampingnya, lalu berkata, "Feng Xue, pergilah sedikit lebih jauh. Jangan membantah ucapanku."
Xie Feng Xue membalas tatapan Qing Shandian sebelum menjawab. "Baik. Aku mengerti. Berhati-hatilah An gege."
Setelah menyelesaikan ucapannya, Xie Feng Xue segera terbang menjauhi area yang akan menjadi medan pertempuran.
"Boommm..."
"Wuusshh.."
Qing Shandian tidak bicara sepatah katapun. Dia melepaskan auranya yang lain ke tingkat maksimal hingga itu bahkan terasa melampaui aura dari pemimpin Klan Xiang yang berada di tingkat Saint King bintang 3. Simbol bulan bintang tiga warna juga muncul di dahinya.
Menghirup nafas dalam-dalam, Qing Shandian menatap kelompok Pemimpin Klan Xiang. Dia berkata, "Kedatanganku kemari, adalah untuk memusnahkan Klan Xiang dan meninggalkannya dalam sejarah. Karena aku telah membuat cacat seorang ayah dan anak yang menginginkan wanitaku."
"Anak muda, keberanianmu benar-benar luarbiasa. Tapi jika hanya itu yang kamu miliki, aku sendiri sudah cukup untuk melenyapkanmu." Pemimpin Klan Xiang menyipitkan matanya ketika dia membalas ucapan Qing Shandian dengan suara dingin.
"Hahahaha.. Pak tua, itu hanya jika kamu memiliki kemampuan untuk melenyapkanku..." Qing Shandian tertawa keras sebelum berbicara.
"Petir Suci Semesta.. Kemarahan Naga Petir Semesta.. Keluarlah.. Meraunglah!" Ucap Qing Shandian lagi dengan nada pelan sebelum akhirnya meninggikan suaranya.
"Raawwrrrrrrr"
"Duarr.. Duarr.. Duarr.. Duarr.. Duarr...."
Pusaran awan hitam legam berbalut petir tiga warna secara tiba-tiba muncul di atas langit Kediaman Klan Xiang, diiringi suara raungan yang yang sangat keras menggema menjangkau area luas. Secara perlahan, sosok naga petir tiga warna keluar dari dalam pusaran itu.
Bersamaan dengan gema raungan itu, banyak tokoh kuat Ibukota Kekaisaran Tianhuo yang dengan cepat melesat ke arah Qing Shandian, hingga itu terlihat seperti gerombolan lebah. Namun, ketika mereka cukup dekat dengan area Qing Shandian, mereka segera menghentikan pergerakan mereka ketika pandangan mereka menangkap sosok naga petir raksasa tiga warna.
Di sisi Qing Shandian, dia melambaikan tangannya, lalu Yin Xing Yue dan Qing Jiao Long muncul dari udara tipis. Dia berkata, "Xing Yue, jaga area pertempuran disekitarku agar tidak ada yang mengganggu. Sedangkan untukmu Jiao Long, lindungi Feng Xue dari serangan menyelinap. Kamu pasti bisa menemukannya dari aromanya yang tertinggal ditubuhku bukan? Sekarang, pergilah!"
"Baik, Tuan muda." Sahut Yin Xing Yue dan Jiao Long sebelum mereka menghilang ke udara tipis.
...…………………………...
** Bersambung …