System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.101 - Berakhirnya Perjalanan di Wilayah Timur



Setelah berjalan selama sepuluh menit, Li Feifei, Qing Shandian dan Qing Wenrou akhirnya tiba di sebuah bangunan megah, yang tidak lain adalah Gedung Pertemuan Rumah Dagang Bulan Jingga. Li Feifei melangkah maju, mengetuk pintu beberapa kali sebelum berkata, "Pemimpin Wen, Tuan muda An datang berkunjung. Dia meminta untuk bertemu."


Sesaat setelah ucapan Li Feifei berakhir, terdengar suara langkah tergesa-gesa dari dalam ruangan.


"Krekkk...."


Begitu pintu terbuka itu menimbulkan suara berderit. Li Xing Wen tampak bersemangat ketika melihat Qing Shandian dan Qing Wenrou. Dia tertawa renyah, lalu berkata, "Hahaha... Selamat datang kembali, Tuan muda, Nona muda, mari silakan masuk."


Qing Shandian tersenyum tipis dan berkata, "Senang bertemu denganmu lagi, Pemimpin Wen." Pungkasnya sambil lalu memasuki ruangan bersama Qing Wenrou.


Setelah mereka berdua masuk, Li Xing Wen mengalihkan pandangannya ke arah Li Feifei dan dengan nada serius dia berkata, "Feifei, kembali dan temui Li Qiaolin. Sampaikan padanya untuk segera menutup rumah dagang kita dan mengumpulkan semua anggota Klan. Katakan bahwa ini adalah perintahku. Jangan menunda waktu, cepat lakukan."


"Ahh.. Ba..baik, Pemimpin Wen." Sahut Li Feifei kaget dan berkata dengan terbata-bata.


Pemimpin Wen dengan sigap juga segera kembali memasuki ruangan menyusul Qing Shandian dan Qing Wenrou.


Sementara itu, di dalam ruangan, setelah bertegur sapa dengan sepuluh tetua, Qing Shandian dan Qing Wenrou duduk dengan tenang.


Sesaat kemudian, Li Xing Wen juga mengambil posisi duduknya. Dia menghirup nafas panjang, lalu berkata dengan santai, "Maaf, Tuan muda. Jika boleh aku tahu, apa maksud kedatangan Tuan muda kali ini?"


"Pemimpin Wen, bukankah kamu sudah mengetahui dengan jelas tentang tujuanku kemari? Kamu bahkan sudah mengambil tindakan sebelum aku mengatakannya." Sahut Qing Shandian sambil memutar matanya dengan malas.


"Apakah itu berarti dugaanku benar, bahwa Tuan muda ingin menjemput kami?" Ucap Li Xing Wen dengan suara sedikit bergetar.


Qing Shandian menatap semua orang dalam ruangan itu dengan tatapan serius dan berkata, "Itu benar. Tepat seperti yang kamu fikirkan. Jadi, aku meminta bantuan kalian untuk memanggil yang lain agar berkumpul disini. Aku ingin memastikan jawaban mereka sekali lagi. Lakukan dengan cepat."


"Baik.. Segera, Tuan muda." Sahut Li Xing Wen sebelum kemudian dia mengalihkan pandangan pada sepuluh tetua dan berkata, "Kita akan membagi tugas. Aku akan mengunjungi Pemimpin kota. Kalian temui Pemimpin Klan Shen, Klan Han, Klan Su, Klan Jiao, Sekte Bulan Jingga, dan Sekte Langit Biru. Katakan saja alasan pastinya. Mari kita pergi."


Ucapan Li Xing Wen dibalas anggukan oleh sepuluh tetua dan mereka segera bergegas meninggalkan Gedung Pertemuan.


Sementara itu, Qing Shandian dan Qing Wenrou tetap duduk dengan tenang sambil berbincang ringan setelah kepergian mereka.


...…………………………...


Setelah lima belas menit berlalu, Gedung Pertemuan Rumah Dagang Bulan Jingga tampak ramai ketika semua orang yang dimaksud telah berkumpul.


"Hahaha.. Tuan muda, akhirnya kamu datang. Meskipun baru satu bulan lebih, waktu seolah terasa begitu lama." Ucap Zhu Linyan, Pemimpin Kota Bulan Jingga dengan tawanya yang renyah.


"Itu benar. Waktu benar-benar berjalan sangat lambat. Seolah sudah bertahun - tahun telah berlalu." Sahut Pemimpin Sekte Langit Biru, Du Huanglin dengan nada tenang.


Qing Shandian menatap semua orang. Sambil tersenyum dia berkata, "Itu hanya perasaan kalian saja. Baiklah, lupakan omong kosong yang tidak perlu. Seperti yang sudah kalian ketahui, kedatanganku kali ini adalah untuk menjemput kalian yang masih yakin untuk mengikutiku. Jika ada yang berubah fikiran, aku tidak akan memaksa. Namun, aku akan sedikit membuat perubahan. Siapapun yang yakin untuk mengikutiku, aku ingin kalian bersumpah setia padaku. Ini bukan berarti aku merampas kebebasan kalian, tetapi ini adalah aturan tetapku yang tidak akan bisa diganggu gugat. Semua yang mengikutiku melakukan sumpah yang sama."


Ketika Qing Shandian menjelaskan hal itu, suasana menjadi hening. Namun itu hanya sesaat sebelum kemudian Li Xing Wen berbicara dengan nada tegas. "Tuan muda, Klan Li tidak akan mundur dari keputusan awal. Kami akan tetap mengikuti Tuan muda dan bersumpah setia."


Qing Shandian mengangguk ringan. Dia tersenyum dan berkata, "Itu bagus. Aku bisa memastikan, bahwa kalian tidak akan menyesali pilihan yang sudah kalian ambil."


"Itu.. Tuan muda, maafkan aku. Apakah harus dengan itu untuk mengikuti Tuan muda? Apakah tidak ada cara yang lain?" Ucap Du Huanglin dengan nada sedikit ragu.


Qing Shandian menatap Du Huanglin dan menyahuti dengan santai. "Itu adalah cara terbaik yang aku tahu. Meskipun ada cara lain, tapi apakah kalian mau jika aku perbudak? Aku tidak suka memperbudak siapapun. Yang aku butuhkan adalah tekad dan keyakinan dari mereka yang siap menjadi pengikutku dengan sumpahnya. Jika tidak bersedia dengan hal itu, aku juga tidak pernah memaksakan. Lagipula, perlu kalian ingat, bahwa yang diuntungkan disini tidak hanya aku, melainkan kalian juga yang menikmati keuntungan terbesarnya. Waktuku tidak banyak. Ini adalah kali terakhirku berada di Wilayah Timur. Setelah ini, aku akan pergi ke Wilayah Selatan. Jadi, ini adalah kesempatan terakhir kalian untuk menentukan pilihan. Aku tahu bahwa itu sulit. Tapi sekali lagi aku katakan, aku tidak akan memaksa kalian."


Mo Qianyu yang sedari awal duduk terdiam pun menghirup udara dalam-dalam, lalu berkata dengan nada lembut namun tegas. "Tuan muda, aku dan sekteku akan tetap mengikuti kemanapun Tuan muda pergi. Kami siap berbagi suka duka, dan jatuh bangunnya bersama tUan muda."


"Baik. Aku menghargai tekad dan keyakinan Pemimpin Sekte Qianyu." Qing Shandian mengangguk ringan ketika dia menyahuti.


"Aku dan seluruh anggotaku juga akan mengikuti Tuan muda dengan setia." Ucap Zhu Linyan dengan suara mantap setelah cukup lama terdiam dan tenggelam dalam fikirannya.


"Klan kami juga, Tuan muda." Sahut empat pemimpin Klan bersamaan dengan nada tegas.


Qing Shandian mengangguk dan menatap mereka dengan tatapan tenang. Dia kemudian mengalihkan pandangan pada Du Huanglin dan berkata, "Lalu, bagaimana dengan Pemimpin Sekte Huanglin? Apakah kamu ingin tetap tinggal?"


Du Huanglin membalas tatapan Qing Shandian. Dia menghembuskan nafas ringan, lalu berkata, "Huuhh... Cara itu cukup sulit untuk aku terima, Tuan muda. Jadi, aku akan memilih untuk tetap tinggal di kota ini. Mafkan aku, Tuan muda."


Qing Shandian melambaikan tangannya dengan santai. Sambil tersenyum dia berkata, "Tidak masalah. Setiap orang punya pripsip dan keyakinannya masing-masing. Aku juga tidak menyalahkanmu untuk itu. Karena kamu memilih untuk tinggal, aku akan memberimu sedikit saran. Kamu tentu sudah mengetahui tentang perubahan kepemimpinan Ibukota Kekaisaran Tianhuo, bukan? Jadi, jika di Sekte Langit Biru-mu ada seseorang yang memiliki bakat terbaik dengan karakter yang baik pula, kirim mereka ke Ibukota Kekaisaran. Jika ada bakat lainnya di kota ini, kirim mereka juga. Buatlah surat pengantar bahwa aku yang mengirim mereka. Aku bisa memastikan, bahwa Kaisar baru, Ming Shan, akan mengerti tujuanku mengirim mereka. Kelak mereka akan menjadi cikal bakal kekuatan utama Kota Bulan Jingga. Sehingga kalian bisa merasa tenang jika suatu hari nanti terjadi gelombang serangan Binatang Spiritual."


Ucapan Qing Shandian membuat semua orang yang hadir menjadi terkejut. Bagaimana Qing Shandian bisa mengetahui tentang itu jelas membuat mereka penasaran. Zhu Linyan, dengan sedikit ragu bertanya, "Bagaimana Tuan muda bisa tahu tentang hal itu? Dari yang aku tahu, informasi itu hanya sampai ke telinga para pemimpin setiap klan. Lainnya tidak ada yang mengetahui hal itu."


"Maksud Tuan muda, Ap..apakah itu..itu terkait dengan Tuan muda?" Sahut Su Huanglin suara tergagap.


"Benar. Aku dan keluarga besarku yang meratakan kekaisaran sebelumnya, dan menggantinya dengan kepemimpinan yang baru. Aku juga yang memimpin kelompok perwakilan Wilayah Timur untuk mengikuti kompetisi dan memenangkannya. Tapi perlu kalian ingat. Jika kalian tidak ingin ada bencana yang menimpa kalian, simpan semua rahasia ini baik-baik. Atau kalian akan benar-benar menerima konsekuensi serius." Ucap Qing Shandian menjelaskan seperlunya.


"Glupp.."


Berakhirnya penjelasan Qing Shandian membuat semua orang dalam ruangan menelan ludah dengan kasar. Sementara itu, Qing Wenrou yang duduk disamping Qing Shandian menutupi bibirnya agar tidak tertawa.


Qing Shandian menggelengkan kepala. Dia berkata lagi, "Sudahlah.. Lupakan tentang itu dan anggap saja ucapanku hanya omong kosong. Karena aku sudah mendengar keputusan akhir dari kalian, kita akhiri pertemuan ini. Tentang sumpah, nanti lakukan secara massal agar menghemat waktu. Sekarang, bawa aku ke kelompok kalian."


"Baik, Tuan muda." Sahut mereka serempak.


Setelah itu, mereka bubar meninggalkan Gedung Pertemuan. Selanjutnua, agenda pemindahan besar-besaran pun terjadi. Tidak hanya para penghuninya, bahkan seluruh bangunan kediaman mereka juga turut di pindahkan ke dunia jiwa oleh Qing Shandian. Langit Kota Bulan Jingga diwarnai dengan gemuruh gelegar suara petir yang bersahut-sahutan untuk waktu yang lama ketika semua yang mengikuti Qing Shandian mengucapkan sumpah kesetiaan mereka. Menghilangnya enam klan dan Sekte Bulan Jingga menyebabkan Kota Bulan Jingga dilanda keributan yang terjadi di segala tempat.


...…………………………...


Matahari semakin menyingsing ke peraduannya. Setelah aktivitas panjang pemindahan enam klan dan Sekte Bulan Jingga tuntas, Qing Shandian dan Qing Wenrou bergegas kembali ke 'Kapal Langit Petir Angin', dimana Qing Yin Yue, Yin Xing Yue dan yang lainnya menunggu.


Berdiri tenang di anjungan kapal, Qing Shandian dua puluh orang di hadapannya dan berkata, "Urusanku disini sudah selesai. Kita berangkat menuju Wilayah Selatan sekarang juga. Jika ada sesuatu yang menarik selama perjalanan, jangan lupa untuk memberitahuku."


"Hahaha... Dengan senang hati, Tuan muda." Sahut Yin Xing Yue bersemangat, sebelum kemudian dia mengendalikan kapal, dan melesat cepat meninggalkan langit Kota Bulan Jingga, menuju arah barat daya.


"Wuusshhhh..."


Meskipun kapal itu melaju dengan cepat, namun itu sangat stabil. Dengan tingkat kekuatan mereka, itu tidak membuat pandangan mereka kabur. Selain itu, dengan perisai pelindung kapal, semua angin yang menerpa pun terhalau.


"Lalu, apa yang akan kalian lakukan selama perjalanan ini?" Ucap Qing Shandian dengan santai.


"Hihihi.. Kami ingin menikmati suasana perjalanan ini, Tuan muda." Qing Yin Yue terkikik merdu sambil menutup bibirnya ketika dia menyahuti.


"Itu benar, Tuan muda. Sangat disayangkan jika perjalanan ini tidak dinikmati. Siapa tahu, kami melihat sesuatu yang mungkin menarik minat Tuan muda." Ucap Qing Jiao Long dengan nada bersemangat.


"Baiklah. Lakukan apa yang membuat kalian nyaman. Ohh.. Aku hampir lupa. Ini untuk kalian. Pakailah.." Sahut Qing Shandian dengan nada santai, sebelum kemudian dia mwnyerahkan dua puluh rompi transparan dengan kilau sembilan warna.


"Tuan muda, ini...." Sahut Yi Shuang dengan penasaran.


"Itu adalah Rompi Cahaya Sembilan Warna, Kelas Surga Tingkat Tinggi. Kelebihan utama rompi itu adalah memulihkan 25% Qi Spiritual kalian disaat bertarung. Selain itu, itu juga fleksibel, dan akan menyesuaikan dengan ukuran tubuh kalian. Aku berharap, itu bisa meningkatkan pertahanan dan menjamin keselamatan kalian. Setidaknya untuk berjaga-jaga." Ucap Qing Shandian menjelaskan secara singkat.


"Terimakasih, Tuan muda." Sahut mereka secara bersamaan.


"Silakan, Tuan muda, Nona muda. Biar kami yang memantau situasi perjalanan." Ucap Bing Yi Yu sambil tersenyum tipis.


"Uuhh.. Kalian.. Apa kalian tidak bisa untuk tidak terlalu bersikap formal seperti itu? Bersikaplah sebagaimana kami berdua seperti teman atau keluarga kalian. Sangat menyebalkan.." Qing Shandian menyahuti dengan nada tidak berdaya. Setelah itu, dia dan Qing Wenrou meninggalkan anjungan kapal.


Selepas kepergian mereka berdua, sambil menerawang jauh kedepan, Qing Yin Yue dengan nada melankolis berkata, "Kita semua benar-benar beruntung memilikinya sebagai Tuan kita. Sejak awal mengikutinya, belum pernah sekali pun dia memintaku melaksanakan tugas yang sulit. Dia lebih banyak berjuang dan bekerja keras sendiri demi perkembangan semua pengikutnya daripada dirinya sendiri. Haahhh..." Pungkasnya dengan helaan nafas panjang.


"Hehe.. Kamu benar, Yin Yue. Bahkan sekelas Xing Yue, dia hanya sekali diberi tugas untuk membantai sebuah klan. Sejak hari itu, Tuan muda selalu menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa merepotkan kita. Dia benar-benar Tuan yang baik. Tuan yang sangat memperhatikan kita dari segala sisi." Sahut Qing Hei Bao ketika tiba-tiba teringat peristiwa yang menimpa paman dan bibi Qing Shandian di Kota Bulan Jingga.


"Kita semua tidak perlu memusingkannya. Untuk saat ini, lebih baik kita berkultivasi dengan giat dan meningkatkan kekuatan kita. Suatu saat nanti, kekuatan kita pasti akan dibutuhkannya untuk suatu hal." Sahut Qing Jiao Long dengan nada santai untuk mencairkan suasana.


"Kami juga setuju dengan pendapat kalian. Namun yang membuat kami penasaran adalah bagaimana cara Tuan muda mendapatkan semua sumberdaya untuk kita? Aku yakin kalian juga pasti merasakan hal yang sama. Jumlah sumberdaya yang dia berikan untuk kita tidak main-main. Selain itu, tentang semua yang Tuan muda lakukan, itu seperti semudah membalik telapak tangan." Sahut Xiong Bing Guang dengan suara yang dalam.


"Eheemm.. Kalian ini. Haiihh... Simpan rasa penasaran kalian itu. Tuan muda juga punya rahasianya sendiri. Jangan sampai pembicaraan kalian membuat Tuan muda tersinggung." Sahut Yin Xing Yue yang datang secara tiba-tiba mengagetkan mereka.


"Hihihi... Xing Yue, kamu terlalu banyak berfikir. Bukankah Tuan muda sudah mengatakannya tadi? Bahwa kita tidak harus bersikap seformal itu." Qing Yin Yue terkikik merdu ketika membalas ucapan Yin Xing Yue.


"Haiihhh... Terserah kalian saja. Lebih baik kita nikmati perjalanan kita. Ini adalah kesempatan kita untuk membuktikan pengabdian kita pada Tuan muda." Ucap Yin Xing Yue sambil lalu duduk di deretan kursi si sekitar anjungan kapal.


Setelah itu, suasana diantara mereka menjadi tenang dan sesekali juga berbincang ringan.


...…………………………...


** Bersambung …