System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.110 - Seorang Adik



Di lantai teratas Ruang Khusus Kultivasi, Qing Shandian terlihat bercucuran keringat. Di depannya terdapat tungku penempaan dan beberapa perlengkapan lainnya.


"Hah..hah..hah.. Akhirnya selesai juga. Huuhh... Benar-benar melelahkan." Ucap Qing Shandian dengan nafas terengah-engah sambil meraba jubah hitam dihadapannya yang baru selesai dia perbaiki agar sesuai dengan tubuhnya saat ini. Di samping jubah itu juga ada satu set aksesoris hasil perbaikannya juga.


Untuk perbaikan set jubah itu, Qing Shandian menghabiskan waktu dua belas jam dengan dua kali istirahat.


Bersamaan dengan itu, tidak jauh darinya, Ratu manusia ular yang sebelumnya dalam keadaan tidak sadarkan diri, secara perlahan terbangun diiringi geraman pelan sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit sakit.


"Ermm.."


Qing Shandian yang mendengar suara itu pun segera mengalihkan pandangannya, lalu berkata, "Akhirnya kamu bangun juga."


Ketika suara Qing Shandian jatuh, Ratu manusia ular segera tersadar sepenuhnya, lalu mengarahkan pandangannya ke arah Qing Sahndian. Ketika pandangannya menangkap sosok Qing Shandian, dia bergidik ngeri disertai tubuhnya yang bergetar hebat karena ketakutan. Dengan sigap dia bergerak cepat ke sudut ruangan, lalu meringkukkan tubuhnya.


Qing Shandian tersenyum tipis ketika melihat reaksi itu. Dia dengan perlahan mengganti pakaian atasnya dengan jubah hitam yang telah dia perbaiki, berikut set aksesorisnya. Setelah selesai, dia menyimpan semua peralatannya, lalu berjalan menghampiri Ratu manusia ular dengan langkah tenang.


"Tap.. Tap.. Tap.. Tap.. Tap..."


Ketika suara langkah kaki terdengar, Ratu manusia ular dengan suara bergetar bergumam, "Tidakk.. Jangan.. Jangan mendekat... Jangan mendekat... Ampun.. Aku mohon.. Jangan lagi.. Aku tidak akan mengulangi kesalahanku.. Aku salah.. Aku salah... Hiks..hiks..hiks.. Jangan siksa aku lagi." Pungkasnya diiringi tangisnya yang pecah, dan tubuhnya yang semakin gemetar.


Qing Shandian tidak menggubris ucapan itu. Dia tetap melanjutkan langkahnya. Ketika sampai di hadapan Ratu manusia ular, dia berjongkok, lalu mengulurkan tangannya dan menangkup pipinya.


"Lihat aku." Ucap Qing Shandian dengan nada tenang.


Ratu manusia ular menggelengkan kepala tanpa menjawab. Dia terlihat sangat ketakutan hingga airmatanya tidak berhenti mengalir.


"Jika kamu tetap diam, jangan salahkan aku jika mengulangi pelajaran sebelumnya. Lihat aku!" Ucap Qing Shandian dengan suara dalam.


Mendengar ancaman itu, dengan perasaan takut, Ratu manusia ular memberanikan diri menatap Qing Shandian, dan berkata dengan suara bergetar. "Tidak... Jangan siksa aku lagi. Aku mohon.. Aku.. Aku minta maaf.. Hiks..hiks..hiks.."


Qing Shandian tidak menjawab. Ketika dia melihat betapa ketakutannya Ratu manusia ular, dia juga merasa tidak tega. Dengan lembut dia mengusap airmata di pipi Ratu manusia ular, lalu dengan suara tenang dia berkata, "Jangan takut. Tenanglah... Mulai sekarang, kamu akan dipanggil She Xiaoqi. Apa kamu mengerti?"


Ratu manusia ular menganggukkan kepala berulang kali dan menyahuti dengan suara yang masih bergetar. "Aku mengerti. Xiaoqi mengerti, Tuan."


"Bagus jika kamu mengerti. Lalu, bagaimana dengan kesetiaanmu?" Ucap Qing Shandian dengan nada tenang sambil menatapnya lekat-lekat.


"Xiaoqi pasti setia pada Tuan sampai kapanpun. Xiaoqi tidak akan berani berfikir untuk mengkhianati Tuan. Jadi.. Jadi tolong jangan siksa Xiaoqi lagi. Itu sangat menyakitkan, Tuan." Sahut She Xiaoqi masih dengan suara dan tubuh bergetarnya.


Qing Shandian tersenyum dan melepaskan tangannya. Dia merasa lucu ketika melihat Ratu manusia ular yang sangat dingin menjadi penurut seperti anak kecil. Dia mengusap cincinnya dan mengeluarkan botol giok merah transparan, lalu menuangkan isinya. Setelah mengambil satu butir pil, dia menyimpan kembali sisanya. Dia mengulurkan tangannya ke depan bibir She Xiaoqi, bermaksud menyuapkan pil berwarna merah kehijauan, yang tidak lain adalah 'Pil Perubahan Bentuk Binatang Spiritual'. Dengan nada santai, Qing Shandian berkata, "Buka mulutmu. Telan dan seraplah pil ini."


Tanpa ragu sedikitpun, She Xiaoqi membuka mulutnya dan menerima suapan pil itu, lalu menelannya dan segera melakukan penyerapan.


Seiring berjalannya waktu, tubuh She Xiaoqi diselimuti cahaya merah kehijauan samar sebelum akhirnya dia berubah menjadi seorang gadis cantik berambut putih, dengan mengenakan pakaian ungu berpadu putih dan hitam. Dia bahkan terlihat lebih muda dari Qing Shandian.


She Xiaoqi secara perlahan membuka matanya. Dia mengamati penampilannya yang berubah total, terutama ketika dia menyadari bahwa sekarang dia telah memiliki sepasang kaki. Ketakutannya terhadap Qing Shandian pun seolah lenyap. Dia melompat-lompat kegirangan sambil tertawa dan berbicara dengan riang. "Hahaha... Aku punya kaki.. Aku menjadi manusia seutuhnya.. Aku bisa melompat... Hahaha.."


Qing Shandian yang menyaksikan tingkah She Xiaoqi pun tersenyum tipis, kemudian berdehem dan berkata dengan santai. "Ehemm.. Bagaimana rasanya menjadi manusia? Apa itu menyenangkan?"


Ketika ucapan itu jatuh, She Xiaoqi segera tersadar. Dia menunduk dan menyahuti dengan suara sedikit bergetar. "Maaf, Tuan. Xiaoqi terlalu senang, sehingga melupakan Tuan. Tolong jangan hukum Xiaoqi."


Qing Shandian melangkah maju, lalu mencubit pipi She Xiaoqi dengan lembut dan berkata, "Tidak apa jika kamu senang. Tapi kamu tetap harus dihukum karena melupakanku, dan ini hukumannya."


She Xiaoqi yang awalnya harap-harap cemas dan takut, menjadi terkikik merdu sambil lalu menyahuti. "Hihihi... Tuan, bagaimana ini bisa disebut hukuman?"


"Ohh? Lalu, apa kamu ingin hukuman yang sama seperti sebelumnya?" Sahut Qing Shandian dengan nada bercanda sambil tersenyum lebar dan melepas cubitannya.


She Xiaoqi gemetar ketika mendengar itu. Dia dengan cepat bersujud dan berkata dengan suara bergetar, diiringi airmatanya yang kembali mengalir. "Tidak, Tuan. Jangan hukum Xiaoqi dengan cara itu. Lebih baik Xiaoqi mati daripada merasakan rasa sakit itu lagi."


Qing Shandian menghela nafas panjang, lalu berjongkok dan mengangkat She Xiaoqi agar berdiri. Dia menatap She Xiaoqi dengan tatapan hangat sambil lalu mengusap airmatanya dan berkata, "Aku hanya bercanda. Aku juga tidak akan menghukummu dengan hal itu lagi. Jadi, jangan takut dan menangis lagi. Hmm?"


She Xiaoqi membalas tatapan Qing Shandian, lalu berkata, "Terimakasih, Tuan. Xiaoqi pasti menjadi lebih baik."


"Tentu. Aku akan menantikannya. Sekarang, tenangkan dirimu. Sebenarnya, itu adalah kali pertamanya aku melakukan penyiksaan pada anggotaku sendiri. Aku tidak pernah sekejam itu sebelumnya. Lalu, panggil saja aku dengan panggilan Tuan muda, atau yang lain, asalkan jangan Tuan." Ucap Qing Shandian dengan nada lembut sambil tersenyum tipis.


She Xiaoqi mengerjapkan kelopak matanya. Dia memandang Qing Shandian lekat-lekat sebelum kemudian menunduk dan berkata dengan suara pelan. "Lalu.. Apakah.. Apakah Xiaoqi boleh memanggil kakak? Sejak lama, Xiaoqi ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang kakak. Tapi jika tidak boleh, Xiaoqi akan memanggil Tuan muda saja. Maafkan Xiaoqi jika lancang."


Qing Shandian tertegun untuk sesaat ketika mendengar pemintaan itu, lalu meraih She Xiaoqi dan memeluknya. Dia dengan nada tenang berkata, "Tentu saja boleh. Xiaoqi boleh memanggilku kakak mulai sekarang. Apa sekarang Xiaoqi senang?"


She Xiaoqi membalas pelukan Qing Shandian dan menangis tersedu-sedu sambil berkata, "Terimakasih, kakak An. Terimakasih... Xiaoqi sangat senang. Xiaoqi sangat bahagia. Sekarang Xiaoqi tidak sendirian lagi di dunia ini."


Qing Shandian menjadi sedih dan iba ketika mengetahui tentang fikiran She Xiaoqi. Dia mengusap punggung She Xiaoqi dengan lembut sambil berkata, "Xiaoqi tidak akan sendirian lagi mulai sekarang. Nanti kakak An akan kenalkan Xiaoqi pada ayah dan ibu. Mereka juga akan menjadi ayah dan ibu Xiaoqi mulai sekarang."


"Hiks..hiks..hiks.. Terimakasih, kakak An.. Terimakasih.." Sahut She Xiaoqi diantara tangisnya yang semakin menjadi dan memeluk Qing Shandian semakin erat.


Qing Shandian membiarkan She Xiaoqi meluapkan semua rasa yang selama ini dia pendam sendiri. Seiring berjalannya waktu, tangis She Xiaoqi akhirnya mereda. Namun, dia mendapati bahwa She Xiaoqi sebenarnya telah terlelap. Qing Shandian tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, lalu menggendong She Xiaoqi di punggungnya dengan hati-hati agar tidak membangunkannya, sebelum kemudian berjalan pelan meninggalkan ruangan itu.


...…………………………...


Ketika sampai di depan rumah orangtuanya, Qing Shandian berkata, "Ayah, ibu, apa kalian di dalam?"


Sesaat setelah ucapannya jatuh, dari dalam rumah terdengar suara langkah kaki, sebelum kemudian pintu terbuka perlahan diiringi suara berderit.


"Kreekkkk..."


Lin Lianhua sedikit terkejut ketika melihat Qing Shandian sedang menggendong seorang gadis muda yang terlelap di punggungnya dan tidak dia kenali. Dengan suara lembut dia berkata, "An'er, siapa dia? Kenapa ibu tidak mengenalinya? Apa kamu membawanya dari dunia luar?"


"Bu, apa ibu hanya akan membiarkan An'er terus berdiri disini?" Sahut Qing Shandian dengan bibirnya yang brrkedut-kedut.


"Hihihi... Maafkan ibu. Masuklah, dan biarkan dia beristirahat di kamar." Ucap Lin Lianhua dengan terkikik pelan, sambil lalu memberi jalan untuk membiarkan Qing Shandian masuk. Setelah itu dia menutup kembali pintunya, dan mengikutinya.


Setelah membaringkan She Xiaoqi di tempat tidur, Qing Shandian duduk di salah satu kursi di kamar itu, bersebelahan dengan ibunya. Sambil menatap She Xiaoqi, dia berkata, "Ibu sudah bertemu dengannya kemarin. Hanya saja, dia dalam wujud yang berbeda. Dia adalah Ratu manusia ular. An'er memberinya nama She Xiaoqi."


Lin Lianhua tampak terkejut ketika mendengar penuturan Qing Shandian. Dengan kemarahan dia berkata, "Apa kamu bilang? Ratu manusia ular? Kenapa kamu membawanya kemari? Bawa dia keluar! Ibu tidak mau melihatnya disini! Karena dia, kamu harus mengalami masa sulit untuk waktu yang lama."


"Tenanglah, Bu. Dengarkan penjelasan An'er. Setelah itu, An'er akan membawa dia pergi jika ibu benar-benar tidak menginginkan kehadirannya." Sahut Qing Shandian menenangkan ibunya.


"Katakan cepat! Jangan bicara omong kosong!" Ucap Lin Lianhua dengan nada dingin.


Qing Shandian mengalihkan pandangannya ke arah ibunya, lalu berkata, "Sebelum An'er kesini, dia sudah mendapat pelajaran yang tidak akan pernah bisa dia lupakan. Namun, ketika dia sadar, dia menjadi sangat ketakutan dan terlihat sangat trauma. Dulu, dia adalah gadis yang ceria, periang, dan baik hati. Dia pernah memiliki seorang kakak yang sangat memperhatikan dan menyayanginya. Namun karena suatu peristiwa, dia harus berpisah dengan kakak dan kedua orangtuanya. Banyak upaya yang telah dia lakukan. Namun tetap saja, dia tidak dapat menemukan petunjuk apapun tentang keberadaan mereka yang entah dimana. Sejak saat itulah, She Xiaoqi tumbuh dan menjadi pribadi yang dingin dan kejam. Dia sangat sulit untuk didekati bahkan oleh anggotanya sendiri. Alasan An'er membawa dia kemari, karena dia sangat senang dan bahagia ketika An'er memperbolehkannya memanggil An'er sebagai kakak. Lalu An'er berkata padanya, bahwa An'er akan mengenalkannya pada ayah dan ibu, dan menganggap ayah dan ibu sebagai orangtua baginya. An'er yakin ibu pasti mengerti apa yang selama ini dia alami dan rasakan, bukan? Sekarang, itu terserah ibu untuk memutuskan."


Mendengar penuturan itu, Lin Lianhua tampak berkaca-kaca. Tanpa berkata apapun, dia menghampiri She Xiaoqi yang terlelap dalam tidurnya, lalu duduk disampingnya. Dia mengusap kepala She Xiaoqi dengan lembut, sambil berkata pelan, "Gadis malang... Dia pasti sangat kesepian selama ini. Apalagi dia harus berjuang seorang diri."


Sesaat setelah Lin Lianhua menyelesaikan ucapannya, She Xiaoqi menggeliatkan tubuhnya sambil lalu meraih tangan Lin Lianhua dan bergumam pelan dengan suara bergetar. "Ayah, Ibu, kakak, jangan pergi lagi... Jangan tinggalkan aku sendirian disini."


Lin Lianhua merasa sesak di dadanya ketika mendengar gumaman itu. Airmatanya tanpa sadar mengalir. Dia pun ikut berbaring di sebelah She Xiaoqi dan memeluknya.


Qing Shandian yang menyaksikan itu pun menghela nafas panjang sebelum kemudian melangkah pergi meninggalkan kamar.


...…………………………...


Duduk di kursi halaman belakang, Qing Shandian terlihat termenung sambil menerawang jauh ke angkasa luas. Dia menghela nafas sambil lalu bergumam, "Hahh... Semua orang telah meningkat drastis selama sepuluh tahun terakhir. Hanya aku yang tertinggal di belakang mereka. Perjalananku juga tertunda begitu lama. Sudah saatnya kembali ke tujuan awal. Wenrou, tampilkan status."


Nama : Qing Shandian


Gelar : «»Pencipta Teknik Kelas Dewa, «»Kaisar Serigala Bulan Bintang Penelan Surga


Umur : 18 Tahun


Ras : Manusia / Setengah Binatang Spiritual


Garis Keturunan : Serigala Bulan Bintang Penelan Surga


Tipe Tubuh : Tubuh Multiverse


Kultivasi : Saint King ★1 [100 Juta/5 Kuadriliun PP]


Profesi : «»Alkemis (Kelas Surga), «»Master Array (Kelas Surga), «»Master Binatang Spiritual (Kelas Surga), Master Persenjataan (Kelas Surga)


Skill / Teknik :


«» Teknik 'Penyembunyian Aura', Kelas Surga - Rendah


«» Teknik 'Seribu Pedang Membelah Langit', Kelas Surga - Rendah


«» Teknik 'Langkah Bintang Jatuh', Kelas Surga - Rendah


«» Teknik 'Teleportasi', Kelas Surga - Rendah


«» Teknik 'Jari Petir Penghancur', Kelas Surga - Tinggi (Bisa Ditingkatkan)


«» Teknik Terbang : 'Sayap Emas Petir Angin', Kelas Surga - Tinggi


«» Teknik 'Evolusi Api Langit', Kelas Surga - Tinggi (Bisa Ditingkatkan)


«» Teknik 'Pengganda Bayangan', Kelas Surga - Tinggi (Bisa Ditingkatkan)


«» Teknik 'Serangan Jiwa', Kelas Surga - Tinggi (Bisa Ditingkatkan)


«» Teknik 'Pedang Terbang Bayangan', Kelas Surga - Tinggi (Bisa Ditingkatkan)


«» Teknik 'Amarah Petir Semesta', Kelas Dewa - Menengah (Bisa Ditingkatkan)


«» Teknik 'Petir Suci Semesta', Kelas Dewa - Menengah (Bisa Ditingkatkan)


«» Teknik 'Kemarahan Api Semesta', Kelas Dewa - Menengah (Bisa Ditingkatkan)


Teknik Kultivasi : «» 'Sembilan Putaran Naga Petir', «» 'Pusaran Elemen Langit'


Senjata :


«» 'Pedang Langit Meteorit Biru', Kelas Bumi - Tinggi


«» 'Pedang Bintang Meteorit Hitam', Kelas Surga - Rendah


«» 'Pedang Terbang Petir Angin', Kelas Surga - Tinggi (Bisa Ditingkatkan)


«»'Pedang Petir Bulan Bintang' Kelas Dewa - Rendah (Bisa Ditingkatkan)]


Armor : «» 'Rompi Hitam Bulan Bintang', Kelas Surga - Tinggi, «» 'Jubah Hitam Bulan Bintang', Kelas Surga - Tinggi


Poin System : 439,07925 Triliun PS


Poin Keterampilan : 2.025.000 PK


Poin Percepatan : 2.543


Batu Waktu : 2.379 Potong


Kekayaan : «» Batu Spiritual Tingkat Rendah 599,994 Juta. Tingkat Menengah 500 Juta. Tingkat Tinggi 4,794997 Milliar


«» Batu Dewa : 999.995


[ Inventory ]


[ Toko ]


Qing Shandian tidak terkejut ketika melihat bahwa poin systemnya telah sangat berkurang. Tanpa menerka pun, dia sudah tahu untuk apa poin systemnya digunakan. Setelah itu, dia berselancar di 'Toko' system untuk membeli beberapa item, termasuk beberapa jenis pil untuk mengisi kembali persediaan dalam cincin penyimpanannya.


[Ding... Berhasil membeli 1 Juta Botol 'Pil Pusaran Pengompres Qi Spiritual', Kelas 8 Tingkat Tinggi. Mengurangi 1 Triliun PS]


[Ding... Berhasil membeli 500 Botol 'Pil Penguat Fondasi', Kelas 8 Tingkat Tinggi. Mengurangi 500 Juta PS]


[Ding... Berhasil membeli 500 botol 'Pil Roh Pemulihan dan Perlindungan Jalur Qi', Kelas 8 Tinggi. Mengurangi 10 Milliar PS]


[Ding... Berhasil membeli 500 Botol 'Pil Peningkat Kekuatan Spiritual', Kelas 8 Tingkat Tinggi. Mengurangi 1 Milliar PS]


[Ding... Berhasil membeli 500 Botol 'Pil Teratai Tulang', Kelas 8 Tingkat Tinggi. Mengurangi 500 Juta PS]


[Ding... Berhasil membeli 500 Botol 'Pil Penerobos Tingkat Raja', Kelas 5 Tingkat Tinggi. Mengurangi 100 Juta PS]


[Ding... Berhasil membeli 500 Botol 'Pil Penerobos Tingkat Kaisar', Kelas 5 Tingkat Tinggi. Mengurangi 100 Juta PS]


[Ding... Berhasil membeli 500 Botol 'Pil Penerobos Tingkat Nirvana', Kelas 6 Tingkat Menengah. Mengurangi 250 Juta PS]


[Ding... Berhasil membeli 500 Botol 'Pil Penerobos Tingkat Sovereign', Kelas 6 Tingkat Tinggi. Mengurangi 500 Juta PS]


[Ding... Berhasil membeli 500 Botol 'Pil Penerobos Tingkat Saint', Kelas 8 Tingkat Tinggi. Mengurangi 1 Milliar PS]


[Ding... Berhasil membeli 500 Botol 'Pil Penerobos Tingkat Saint King', Kelas 8 Tingkat Tinggi. Mengurangi 5 Milliar PS]


[Ding... Berhasil membeli 100 'Rompi Cahaya Sembilan Warna', Kelas Surga Tingkat Tinggi. Mengurangi 2 Milliar PS]


[Ding... Menghitung Poin System... An gege menghabiskan 1,2095 Triliun PS. Sisa Poin System \= 437,86975 Triliun PS]


Qing Shandian perlahan berdiri. Dia meregangkan tubuhnya sambil berkata, "Uhh.. Untuk saat ini aku rasa cukup. Hanya tersisa persiapan akhir sebelum melanjutkan perjalanan lagi." Pungkasnya sambil lalu melenggang pergi.


...…………………………...


** Bersambung …