
"Tak,tak. Tak,tak.. Tak,tak.."
Suara langkah kaki beriringan terdengar menggema di dalam ruangan Rumah Utama Klan Lin. Qing Yuan dan Lin Lianhua yang sedang berbincang menoleh ke arah sumber suara. Begitu mereka menemukan siapa penyebab sumber suara itu, mereka sama-sama tersenyum lembut. Meski sejak lahir putra mereka belum pernah bertemu, namun diantara putra dan kakek buyutnya sudah terlihat begitu dekat. Seolah mereka sudah sering bercengkrama sejak lama.
Qing Shandian, yang melihat ayah dan ibunya tersenyum, dia juga membalas dengan senyuman sambil menyapa, "Ayah, ibu, An'er sudah menyelesaikan urusan An'er."
Mendengar penuturan singkat putranya, Qing Yuan mengangguk sambil berkata, "Emm.. Bagus. Lalu, apa rencanamu sekarang?"
"An'er... Ingin mendengar cerita kakek buyut tentang permasalahan yang selama ini dihadapi Klan Lin." Kata Qing Shandian dengan santai, menimpali perkataan ayahnya.
Qing Yuan dan Lin Lianhua saling bertukar pandangan untuk sesaat. Sebelum kemudian Lin Lianhua yang mengangkat pembicaraan. "An'er, duduklah dulu. Apakah kamu tidak merasa lelah setelah melakukan perjalanan kita?"
Mendengar ucapan ibunya yang berusaha menghindari topik, Qing Shandian tidak memberikan jawaban apapun. Dia tetap bersikap tenang, melangkahkan kaki dengan ringan, lalu duduk di salah satu kursi di depan Qing Yuan dan Lin Lianhua. Setelah duduk dengan posisi nyaman, dia menoleh ke arah kakek buyutnya, lalu berkata, "Kakek buyut, apakah kakimu tidak terasa pegal dengan hanya berdiri seperti patung? Jika Kakek suka berdiri seperti itu, lambat laun kaki kakek akan mengakar dan membumi seperti batang pohon." Pungkasnya sambil berusaha menghidupkan suasana suram dalam ruangan itu.
"Hahahahaha.. Bocah kecil, lidahmu bahkan lebih tajam daripada pedangku." Celetuk Lin Huangli menimpali perkataan Qing Shandian. Dengan langkah sedikit berat, dia berjalan menuju kursi utama, lalu duduk.
Sunyi! Hening! Senyap!
Setelah cukup lama keheningan berlalu, Lin Huangli menghirup udara dalam-dalam, melepaskannya perlahan. Setelah dia menenangkan gejolak hatinya, sambil memandang Qing Yuan, Lin Lianhua, dan Qing Shandian, dia berkata, "Maafkan kakek, Hua'er... Sebenarnya, kakek tidak bermaksud menyembunyikan masalah yang menimpa Klan darimu. Kakek hanya berfikir untuk tidak mengganggu kebahagiaan keluarga kecilmu. Dan untukmu Yuan, terimakasih selalu menjaga Hua'er dengan sangat baik." Berhenti sejenak, menghela nafas pelan, dia kemudian melanjutkan, "Hua'er, kakek tidak akan berbicara banyak omong kosong. Dengarkan dengan baik... Sebenarnya, masalah ini berkaitan dengan erat denganmu, Hua'er... Kabar tiba-tiba menghilangnya kamu dari Klan, bahwa kamu sebenarnya sudah menikah, membuat Tuan muda pertama Klan Xing merasa tidak terima dan marah besar. Dia menggunakan segala upaya untuk menemukan keberadaanmu. Tapi, setiap kali dia mengirim bawahannya untuk melakukan pencarian, bawahannya akan selalu di temukan mati. Dan itulah pemicu meledaknya masalah awal. Tuan muda pertama Klan Xing, mengira bahwa kami lah yang telah membunuh semua bawahan yang dia kirim untuk mencarimu. Berkaitan dengan tuduhan tak berdasar itu, kakek selalu berkata tegas, bahwa bukan anggota Klan kita pelakunya. Namun Tuan muda pertam Klan Xing tetap bersikukuh tidak percaya. Satu demi satu, dia memblokade setiap bisnis Klan Lin, sampai tidak bisa berkutik dan akhirnya bangkrut. Hingga saat ini, hanya ada 3 bisnis Klan yang masih tersisa dan terus beroperasi secara diam-diam."
Setelah panjangnya penjelasan itu, dia mengambil nafas, lalu melanjutkan lagi. "Sejak hari itu hingga sekarang, mungkin sudah 20 tahun berlalu. Kami hanya bisa bertahan tanpa perlawanan balik. Hahh.. Sejak hari itu juga, Anggota Klan semakin menurun dari hari ke hari... Tidak ada yang bisa berkembang lebih jauh... Kami sudah sering mendiskusikan perlawanan dengan para Tetua, namun pada akhirnya, kami tetaplah tidak mampu.. Jika memaksakan... Mungkin Klan Lin akan lenyap dari dunia ini...... " Pungkas Lin Huangli menyelesaikan ceritanya.
Mengikuti akhir cerita Lin Huangli, aura kuat segera meledak dari dalam tubuh Lin Lianhua dan Qing Yuan...
"Boommm..."
Rumah utama Klan Lin langsung hancur. Qing Shandian bahkan terpental jauh, menghamtam bangunan lain hingga memuntahkan darah beberapa kali. Sementara Lin Huangli, dia tersungkur dengan sedikit jejak darah di sudut bibirnya.
Qing Yuan dan Lin Lianhua seketika tersadar. Begitu melihat yang telah terjadi, Qing Yuan segera mengeluarkan 'Wound Healing Pill' Kelas 5 Tingkat Tinggi, lalu menyerahkannya pada Lin Huangli.
Anggota klan dan para Tetua yang mendengar suara ledakan pun segera menuju ke sumber suara. Namun, mereka semua pada akhirnya dibuat ternganga lebar begitu melihat pemandangan didepan mata mereka. Shock berat adalah kata yang tepat untuk mereka.
Sementara itu, disisi Lin Lianhua, dia sudah menangis tersedu-sedu begitu melihat kondisi putranya yang tampak kesakitan dengan banyak darah yang dia muntahkan yang mewarnai tubuhnya. Lin Lianhua gagal beraksi memberikan pertolongan, hingga Qing Yuan yang dengan cepat mengambil tindakan. Sama seperti Lin Huangli, Qing Yuan juga memberikan 'Wound Healing Pill' kepada Qing Shandian, sambil membantu proses penyerapannya.
Beberapa saat kemudian, kondisi Qing Shandian kembali pulih. Dia tetap dalam keadaan mata terpejam sambil mengedarkan Teknik Pusaran Elemen Langit, menyerap Qi Spiritual disekitarnya, lalu mengamati kondisi tubuh bagian dalam dengan fikirannya. Setelah tidak menemukan adanya kesalahan, Qing Shandian membuka matanya perlahan. Belum sempat dia berbicara, ibunya sudah memeluknya dengan erat sambil menangis.
Qing Shandian tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa berkata, "Tidak apa-apa, bu. An'er baik-baik saja sekarang, jadi ibu tidak perlu cemas."
"Maafkan ibu, An'er... Ibu tidak bermaksud melukaimu... Itu.. Itu terjadi begitu saja.. Ibu sangat marah, sehingga tidak bisa mengontrol kekuatan ibu.." Kata Lin Lianhua disela-sela tangisnya.
"Hahhh... Enaknya jadi orang kuat... Hm..hmm.. Sudahlah, bu. An'er baik-baik saja, sungguh!" Pungkas Qing Shandian meyakinkan..
Lin Lianhua yang mendengar itu pun segera melepaskan pelukannya, lalu mengusap airmata yang masih tersisa. Memandangi putranya untuk sesaat, Lin Lianhua yang masih dalam kemarahan membara di sorot matanya, dia berkata, "An'er... Apakah kamu juga ingin membantu Klan ibu?"
"Tentu saja An'er mau... Kakek buyut juga bagian keluarga An'er. Bagaimana mungkin An'er bisa sembunyi tangan? Sungguh... Kebetulan yang tidak terduga. Klan Xing!! Ya.. Mungkin sudah takdirnya untuk mati ditanganku!" Ucap Qing Shandian dengan sorot mata penuh niat bertarung yang berkobar.
"Ehh.. Kebetulan? Siapa yang kamu bicarakan An'er? Apakah sesuatu terjadi?" Lin Lianhua menyahuti dengan nada penasaran.
"Hehe... Hanya tikus kecil... Bukan apa-apa. Ibu tidak perlu khawatir.. An'er sudah mengatasinya sebelumnya. Selanjutnya adalah... Menumpasnya!" Berkata dengan santai, Qing Shandian mengakhiri ucapannya dengan api amarah yang membara...
Semua anggota Klan Lin yang hadir menyaksikan pemandangan hancurnya Rumah Utama Klan Lin, menjadi sibuk melakukan pembersihan. Setelah waktu berlalu selama satu jam, mereka akhirnya bernafas lega. Mereka tidak mempermasalahkan kejadian ini, bahkan tidak mengeluhkan apapun. Ya, mereka sudah terbiasa dengan hari-hari sulit yang mereka hadapi.
...-------------------------...
Ruang Pertemuan Klan, Klan Lin
Mendengar penuturan Qing Shandian, Lin Huangli pun berkata, "An'er ... Uhh.. Lidahmu benar-benar semakin tajam sejalannya dengan waktu.. Haiihh.."
"Hehe.. Bagaimana lidahku bisa tajam? Sebutan tumpul justru benar... Kakek buyut, tidak perlu membicarakan tentangku. Permasalahan Klan Lin adalah pokok utama yang harus diselesaikan." Berhenti sejenak, Qing Shandian dengan nada serius melanjutkan, "Ngomong-ngomong, karena Klan Lin sudah lama berkutat dengan Klan Xing, seharusnya kakek buyut tahu bukan, tingkat dan jumlah kekuatan mereka? Dan juga, berapa keseluruhan anggota Klan Lin saat ini?" Pungkasnya yang disertai rasa keingintahuan.
Terdiam sejenak, Lin Huangli pun menjawab, "Jumlah keseluruhan anggota Klan Lin.. Jika mencakup seluruh usia, ada 310 orang. Jika yang siap bertempur, ada sekitar 120 orang. Sedangkan untuk Klan Xing... Memang, aku tahu tingkat dan jumlah kekuatan mereka. Hanya saja, jika kita ingin melawan, kita tidak akan bisa berbuat apa-apa dengan kekuatan Klan Lin yang sekarang masih...."
Belum sampai Lin Huangli menyelesaikan ucapannya, Qing Shandian berkata, "Itu hal mudah... Kakek tidak perlu mengkhawatirkan kekuatan mereka... Serahkan saja pada ayah... Dia orang yang sangat murah hati. Benar kan ayah?" Pungkas Qing Shandian yang sengaja menggoda ayahnya sambil menaik-turunkan alisnya.
"Uhuk.. Uhukk.. Uhukk..." Mendengar celetukan asal Qing Shandian, Qing Yuan yang sedang menyesap teh terbatuk-batuk. Sudut matanya berkedhut-kedhut.. Melirik sejenak ke arah putranya, dia bergumam lirih dengan gerutuan, "Bocah kecil sialan... Kenapa kau senang sekali menggoda ayahmu.."
Lin Lianhua yang paling dekat pun terkikik sambil menutupi bibirnya ketika mendengar gumaman menggerutu Qing Yuan.
Qing Yuan yang mendapat lemparan 'kentang panas' dari putranya pun hanya bisa menghela nafas tak berdaya. Memandang para Tetua dan Pemimpin Klan Lin, dia berkata, "Mengenai kekuatan, seperti yang sudah An'er katakan. Hal itu tidak perlu di khawatirkan. Aku akan memberikan sedikit bantuanku dengan ini...."
Menggantungkan ucapannya, Qing Yuan melambaikan tangan. Puluhan botol giok muncul dan tersusun rapi dalam barisan sesuai jenisnya. Melihat sekumpulan botol giok untuk sesaat, Qing Yuan kembali berkata, "Setiap barisan botol giok ini semuanya adalah Pil Kelas 6 Tingkat Tinggi. Meski tidak banyak, semua pil ini adalah yang paling dibutuhkan. Ada » 'Wound Healing Pill' » 'Spiritual Qi Gathering Pill' » 'Spiritual Qi Recovery Pill' » 'Spiritual Strength Strengthening Pill' » 'Physical Strengthening Pill' » 'Golden Core Breaker Pill' » 'Nascent Soul Breaker Pill' » 'Soul Formation Breaker Pill' » 'King Stage Breaker Pill' dan 'Emperor Stage Breaker Pill'."
Para Tetua dan Lin Huangli tercengang dengan penjelasan Qing Yuan. Mulut mereka ternganga lebar. Menghirup udara dalam-dalam, Lin Huangli berkata, "Dengan pil tingkat tinggi sebanyak itu, sudah pasti itu akan sangat membantu perkembangan Klan Lin yang telah lama terhenti. Yuan'er, apakah kamu yakin ingin memberikan semua ini pada Klan Lin?' Pungkas Lin Huangli sambil menatap Qing Yuan.
Qing Yuan pun menjawab tanpa keraguan, "Tentu saja, Klan Lin adalah keluarga istriku.. Jadi Klan Lin juga bagian keluarga kecilku. Mengenai kultivator terkuat Klan Xing, selama itu bukan tingkat Saint, serahkan saja padaku dan Hua'er. Sisanya, aku serahkan pada kalian para Tetua dan Pemimpin Klan untuk membuat pengaturan." Selesai berkata demikian, Qing Yuan kembali menikmati teh nya.
Ketika perhatian semua orang tertuju pada barisan botol giok dan penjelasan Qing Yuan, tidak ada satu orang pun yang memperhatikan Qing Shandian, bahkan ibunya. Qing Shandian memanfaatkan kesempatan itu untuk membeli artefak di 'Toko' system. Dia membeli 310 'Rompi Cicada Emas', Artefak tipe Pertahanan, Kelas Surga Tingkat Rendah, seharga 310 Juta Poin System. Kemudian, dia juga membeli 110 'Tombak Ganda Petir Angin', Kelas Surga Tingkat Rendah, seharga 110 Juta PS. Terakhir, adalah 200 'Pedang Giok Petir Angin', Kelas Surga Tingkat Rendah, seharga 200 Juta. Dari semua itu, dia menghabiskan 620 Juta Poin System. Namun, dia tidak menyesal sama sekali. Kemudian dia melihat statusnya sekilas untuk melihat sisa poin systemnya, dan jumlahnya masih berlimpah, 45.150.447.250 PS...
...-------------------------...
Setelah beberapa waktu berlalu, kesepakatan dalam diskusi antara para Tetua dan Pemimpin Klan Lin akhirnya tercapai. Dengan tenang, Lin Huangli berkata, "Baiklah, semua sudah diputuskan. Kita akan membagikan pil-pil ini sesuai kebutuhan, danmelakukan pelatihan tertutup untuk beberapa waktu, sebelum memulai serangan."
Para Tetua mengangguk, begitu pula dengan Qing Yuan dan Lin Lianhua.
Qing Yuan yang sudah merasa kebosanan, akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berbicara, "Karena pertemuan sudah mencapai keputusan, maka An'er juga akan sedikit membantu Klan Lin. Tadi ayah sudah membuat pembukaan yang meriah, dan sekarang giliran An'er membuat penutup kecil."
Menyelesaikan ucapannya, Qing Shandian melambaikan tangannya. Dari udara tipis, muncul beberapa kotak dengan warna yang berbeda.
Dengan sedikit seringai nakal dibibir dan sorot matanya, Qing Shandian berkata, "Ini hanya bantuan kecil. Meski tidak banyak, tapi An'er yakin, itu akan sangat berguna nantinya."
Para Tetua, Lin Huangli, Lin Lianhua, dan Qing Yuan menatap heran dan penasaran sambil merajut alis mereka. Karena rasa keingintahuannya, Qing Yuan tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya pada putranya. "An'er apa ini? Apakah itu Ramuan Spiritual?"
Dalam hati, Qing Shandian tertawa terbahak-bahak karena ayahnya terpancing hingga tidak bisa lagi untuk diam. Qing Shandian pun berkata sambil menyeringai jahat ke arah ayahnya, "Itu tidak begitu penting, bukan? Ayah hanya terlalu memikirkannya. Ehemm.. Baiklah... Didalam peti panjang, ada 110 Tombak Ganda Petir Angin. Dalam peti hitam, ada 200 Pedang Giok Petir Angin. Sedangkan Untuk Peti Emas, ada 310 Rompi Cicada Emas. Semua artefak ini Kelas Surga Tingkat Rendah."
Ngingggggg.....
Dalam telinga setiap orang yang ada dalam ruangan itu seakan berdenging nyaring. Mereka bungkam. Satupun tak ada yang bersuara, seolah-olah mereka gagal memahami ucapan Qing Shandian. Namun, sesaat kemudian, mereka kembali ke akal sehatnya. Dengan mata terbuka lebar, mereka berteriak secara serempak...
"Apa?!!!!!"
Qing Shandian yang mendengar dan melihat reaksi mereka pun akhirnya tidak bisa lagi menahan tawa..
"Hahahahahahaha........ Luarbiasa!... Hahahhaha..." Tawa Qing Shandian bergetar membahana.
...… … … … …...
** Bersambung …