System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.51 - Menyelamatkan Klan Mu dari Kehancuran



Setelah menyelesaikan pertempurannya, Qing Shandian duduk dengan tenang di tepi tempat tidur. Dia memandangi Mu Lingyun yang tertidur pulas dengan tatapan lembut. Bahkan dengan suara keributan seperti itu, Mu Lingyun bahkan tidak terganggu sama sekali. Menggelengkan kepalanya ringan, Qing Shandian segera memasuki dunia jiwa.


"Wuusshhh.."


Muncul di dunia jiwa di tempat para mayat orang-orang berjubah hitam, Qing Shandian hanya menatap dengan acuh tak acuh. Dia segera memeriksa mayat itu satu demi satu, namun hanya berhasil mengumpulkan cincin penyimpanan mereka. Dia mengabaikan segala sesuatu yang di kenakan orang-orang itu. Setelah itu, dia memulai proses ritual persembahan untuk meningkatkan dunia jiwa lagi.


Tidak sampai sepuluh menit, Qing Shandian selesai melakukan ritualnya. Dia perlahan duduk dan mulai memeriksa isi setiap cincin penyimpanan. Dari pemeriksaan itu, Qing Shandian hanya menemukan tumpukan Batu Spiritual tingkat menengah sebanyak 10 Juta dan sebuah buku catatan yang membuatnya tertarik. Sedangkan yang lainnya hanya barang tidak berguna menurutnya, dan langsung membakarnya.


Qing Shandian dengan tenang membaca buku catatan ditangannya. Buku catatan itu memiliki sampul dengan judul 'Daftar Target dan Tugas'. Dihalaman pertama ada simbol organisasi dan namanya 'Organisasi Pembunuh Bayangan'. Lembar demi lembar dia baca dengan ekspresi tenang. Namun, begitu dia sampai di halaman terakhir. Dia sangat terkejut, karena target mereka adalah Klan Mu, dengan tugas melenyapkan pemimpin Klan Mu dan kedua orangtua Mu Lingyun, Mu Yuanli dan Xie Xianyu.


Menutup buku catatan ditangannya, dia segera menyimpannya. Menghirup nafas dalam-dalam, Qing Shandian segera kembali ke penginapan.


...…………………………...


Dalam kamar penginapan, Qing Shandian tidak ingin menunda waktu lagi. Dia segera membangunkan Mi Lingyun. "Lingyun, bangun."


Tidak ada reaksi, Qing Shandian segera mendekatkan bibirnya ditelinga Mu Lingyun, lalu meniupnya sebelum berkata, "Lingyun, jika kamu tidak bangun, aku akan mencium bibirmu sekarang juga."


Dengan sigap, ketika suara itu jatuh, Mu Lingyun segera terduduk sambil menatap Qing Shandian dengan tatapan dingin. Namun, Qing Shandian mengabaikan tatapan itu. Dia berkata, "Ini bukan saatnya untuk bercanda. Bahkan dengan pertarungan seperti itu, kamu tidur seperti orang mati. Lingyun, aku akan bertanya padamu. Jika kamu tertidur seperti itu tanpa aku memasang array pelindung, apa yang akan terjadi padamu? Perlu kamu tahu, bahkan seseorang yang berada di tingkat Sovereign pun lenyap oleh sapuan badai energi itu. Lalu, bagaimana dengan seseorang yang berada di tingkat Kaisar bintang 3 sepertimu?"


Mu Lingyun yang mendengar pertanyaan Qing Shandian pun hanya menundukkan kepala. Dengan nada bersalah dia berkata, "Maafkan aku, lain kali aku tidak akan bersikap seperti itu dan ceroboh lagi. Aku benar-benar minta maaf."


Menghela nafas panjang, Qing Shandian berkata, "Haaahhhh... Sudahlah. Lupakan saja. Aku hanya berharap, kamu tidak selalu mengandalkan perlindunganku. Karena aku tidak tahu, apakah aku bisa selalu ada untukmu atau tidak. Karena aku tidak tahu, lain kali aku bisa melindungimu atau tidak."


"Huuhhh... Kita harus segera pergi darisini. Segera ganti pakaianmu, atau semua akan sangat terlambat." Qing Shandian melepas nafas kasar sebelum berbicara dengan nada serius.


Begitu Mu Lingyun mendengar ucapan Qing Shandian, dia merasa kebingungan dan tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, "An gege, kenapa harus pergi malam-malam begini? Bukankah masih ada hari esok? Apakah ada sesuatu yang mendesak?"


Mendengar deretan pertanyaan Mu Lingyun, Qing Shandian segera memberinya tatapan dingin yang mematikan, dan dengan nada dingin dia berkata, "Lingyun, aku bukan orang yang suka bertele-tele. Jika sekali lagi kamu mengajukan pertanyaan, aku akan benar-benar meninggalkanmu. Urusanku tidak hanya sampai disini. Waktuku juga tidak banyak. Jadi segeralah ganti pakaianmu atau aku yang menggantinya sendiri." Pungkasnya dengan nada yang sedikit meninggi.


Tubuh Mu Lingyun menggigil ketika mendengar nada dingin Qing Shandian. Tatapan yang dia berikan membuat giginya bergemerutuk dan dia tanpa penundaan segera berlari ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya.


Tidak sampai dua menit, Mu Lingyun keluar dari kamar mandi dengan gaun merah muda dibalut jubah hitam dengan topeng giok naga yang menutupi sebagian wajahnya. Terlihat tubuhnya masih sedikit gemetaran karena ucapan Qing Shandian.


"Apakah kamu sudah selesai?" Ucap Qing Shandian yang kembali dengan nada santainya.


"Ya..ya.. Aku sudah selesai." Sahut Mu Lingyun dengan suara bergetar.


Qing Shandian memandangnya dengan tatapan bersalah. Dia menghela nafas panjang, lalu berkata, "Haahhhh... Kemarilah. Kirimkan aku lokasi Kediaman Klan Mu."


Mu Lingyun tidak menjawab. Dia dengan segera mendekat dan mengirimkan informasi lokasi Kediaman Klan Mu.


Begitu Qing Shandian mendapatkan informasi lokasi yang dia inginkan, dia mengulurkan tangan dan mengusap lembut kepala Mu Lingyun, lalu berkata, "Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menakutimu. Hanya saja, situasinya sekarang sangat serius. Jika aku tidak mendisiplinkanmu sedari sekarang, kamu akan terus seperti itu nantinya. Aku tidak suka ketika seseorang meremehkan keseriusanku. Yang aku butuhkan bukan pertanyaan balik, tapi tindakan. Apa kamu mengerti, Lingyun?"


"Lingyun mengerti, An gege. Maafkan Lingyun. Hiks.." Ucap Mu Lingyun diikuti isaknya.


Qing Shandian merasa tidak berdaya dengan sikap yang ditunjukkan Mu Lingyun. Dia segera meraih tubuh Mu Lingyun dan memeluknya. Lalu dia berkata, "Kita akan pergi sekarang. Jika kita terlambat, Ayahmu, Mu Yuanli dan Ibumu, Xie Xianyu hanya akan menjadi mayat."


Mendengar ucapan Qing Shandian, Tubuh Mu Lingyun gemetar hebat. Dia dengan suara bergetar berkata, "La.. Lalu, tunggu apalagi? Cepat.. Ayo pergi.."


Qing Shandian tidak menjawab. Namun, secara tiba-tiba, mereka berdua menghilang menjadi ketiadaan.


...…………………………...


Di Kediaman Klan Mu, saat ini telah terjadi pertempuran besar dengan orang-orang dari Organisasi Pembumuh Bayangan. Suara teriakan terdengar bersahutan, dan api berkobar melahap bangunan-bangunan Klan Mu.


"Crasshh..crasshh..crasshh.."


"Aahh.. Aaahhh.. Aahhhh.."


"Tingg.. Tingg.. Tingg.."


"Crasshh..crasshh..crasshh.."


"Aahh.. Aaahhh.. Aahhhh.."


Tidak jauh dari pusat pertempuran, Qing Shandian muncul dengan Mu Lingyun dari udara tipis.


"Wuusshh"


Melihat kekacauan terjadi dimana-mana, tubuh Mu Lingyun semakin bergetar hebat. Namun, ketika dia akan menerjang ke arah pertempuran, Qing Shandian menepuk bahunya dan berkata dengan suara dingin dan dalam, "Jika kamu ingin mati, aku tidak keberatan membunuhmu dengan tanganku sendiri. Tetap diam disini dan jangan bergerak walau hanya sejengkal. Jika tidak...."


Seketika, tubuh Mu Lingyun mematung saat mendengar suara dingin itu. Sedikitpun dia tidak berani menggerakkan anggota tubuhnya.


Sementara itu, Qing Shandian juga tidak menunda waktu. Dengan segera, dia mengeluarkan 'Pedang Terbang Petir Angin' dan membuatnya melayang di depannya, lalu dengan suara pelan dia berkata,


"Pengganda Bayangan! Pedang Terbang Bayangan!"


Pedang-pedang bayangan itu segera melesat dengan sangat cepat menerjang orang-orang berjubah hitam dari Organisasi Pembunuh Bayangan dengan Qing Shandian sebagai pusat pengendalinya. Dia terlihat sangat serius dan tidak ragu mengeluarkan kekuatan penuhnya.


"Crasshh..crasshh..crasshh.."


"Aahh.. Aaahhh.. Aahhhh.."


Suara tebasan dan teriakan saling bersahutan seperti senandung melodi. Namun, jika orang menyaksikan, itu jelas seperti nyanyian kematian yang sebenarnya. Pedang-pedang itu kadang menyebar, kadang juga menyatu menjadi bayangan pedang terbang besar. Menghabisi satu per satu orang-orang berjubah hitam. Seolah itu sengaja disesuaikan dengan tingkat kekuatan lawan.


"Tingg.. Tingg.. Tiinngggg.."


Ketika serangannya digagalkan oleh seorang berjubah hitam, Qing Shandian segera menghilang dari tempatnya berdiri, dan muncul tepat didepan orang itu sambil mengayunkan tinjunya.


"Ledakan Api Langit!"


"Bangg.."


"Boommm.."


Orang berjubah hitam yang terkena pukulan menyelinap Qing Shandian terpental jauh sebelum meledak tanpa sisa, dan suhu tinggi segera menyapu area luas.


"Semua anggota Klan Mu mundur! Cepat! Serahkan sisanya padaku!"


Para anggota Klan Mu tidak menunda. Mereka dengan cepat menjauhi area pertempuran. Serangan pedang terbang yang membantu mereka menghabisi para anggota Organisasi Pembunuh Bayangan dan pukulan mematikan yang meledakkan salah satu pemimpin Organisasi Pembunuh Bayangan, tidak diragukan lagi, jika mereka terlibat dalam bentrokan, mereka pasti akan ikut mati.


"Anak muda! Siapa kamu?! Kenapa kamu mencampuri urusan kami?! Apakah kamu tidak takut dengan Organisasi kami?" Ucap seorang berjubah hitam dengan basis kultivasi tingkat Saint bintang 6 dengan nada tinggi dan suara serak.


"Hahahahaha... Organisasi Pembunuh Bayangan? Apakah itu maksudmu, pak tua?" Qing Shandian tertawa terbahak-bahak sebelum berbicara. Dia berhenti sejenak dan segera melanjutkan ucapannya. "Sebelum ini, Klan Wen juga memerintahkan Organisasi kalian untuk membunuhku. Tapi sayangnya, 5 Saint, 15 Nirvana, dan 20 Sovereign. Mereka mati ditanganku tanpa mayat. Apa kamu sudah mendengar keributan yang terjadi belum lama ini, pak tua? Hahahahaha..."


Mendengar ucapan Qing Shandian, 30 orang berjubah hitam yang tersisa langsung memasang sikap waspada.


"Apakah benar, jika Klan Duan yang memberikan misi untuk kalian melenyapkan Pemimpin Klan Mu, Mu Yuanli dan Xie Xianyu? Dan haruskah aku memanggilmu pak tua Wuhei?" Ucap Qing Shandian dengan nada dingin.


"Anak muda, siapa kamu sebenarnya? Bagaimana kamu mengetahui rincian misi kami?!" Sahut orang berjubah hitam yang di panggil Wuhei oleh Qing Shandian.


Qing Shandian menggelengkan kepalanya, menatap para anggota Organisasi Pembunuh Bayangan dengan tatapan dingin dengan niat membunuh, lalu berkata dengan suara yang dingin dan dalam, "Aku bukan siapa-siapa. Karen kalian berani menjadikanku target dalam tugas pembunuhan kalian, maka tidak perlu bicara banyak omong kosong. Organisasi Pembunuh Bayangan, akan aku lenyapkan dari Kota Matahari Terbit!" Pungkasnya dan diikuti tekniknya.


"Pengganda Bayangan!"


"Wuusshh..wuusshh..wuusshh..."


"Bang.. Bang.. Bangg.."


"Tiinggg...."


"Petir Suci! Badai Petir!" Ucap Qing Shandian meluncurkan serangannya yang lain.


"Buat perisai pelindung!" Ucap orang yang dipanggil Wuhei. Dan segera anggota Organisasi Pembunuh Bayangan yang tersisa segera berkumpul membentuk segel tangan bersama, dan terciptalah perisai energi yang tebal menaungi mereka.


"Duarr..duarr..duaarr..duarrr"


Suara sambaran petir yang menari-nari seperti badai bergulung-gulung disertai deru angin yang kencang, menerjang dan menghantam perisai energi itu. Namun, satu hal yang tidak mereka sadari, bahwa sebuah serangan susulan telah menanti mereka.


"Petir Suci! Kemarahan Naga Petir!"


"Raawwrrrrr!"


Melihat seekor naga petir raksasa yang tiba-tiba keluar dari pusaran awan hitam, para anggota Klan Mu segera bergerak lebih jauh dengan tubuh bergidik ngeri. Sementara itu, diluar Kediaman Klan Mu, sudah cukup banyak orang yang menyaksikan pertempuran itu dan mereka juga merasakan hawa dingin dipunggung mereka ketika mendengar raungan keras yang disusul dengan keluarnya naga petir raksasa.


"Oh tidak... Kita benar-benar akan mati disini.. Perkuat perisai! Kerahkan semua yang kalian miliki!"


"Hahahahaha... Wuhei! Sudah terlambat sekarang!. Awal kehancuran Organisasi Pembunuh Bayangan, dimulai malam ini! Hancurkan untukku!" Ucap Qing Shandian dengan tawanya yang menggelegar.


"Raawwwrrrrrrr" "Wuusshhhh"


"Duarrr... Boooommmmmm...."


Ledakan keras itu mengguncang area yang luas dan benar-benar terasa seperti gempa. Namun, kali ini Qing Shandian hanya memfokuskan serangan hanya pada kelompok Organisasi Pembunuh Bayangan, sehingga tidak sampai menghancurkan area lain.


Qing Shandian hanya menatap dengan dingin ke arah ledakan. Tidak ada satu mayatpun yang tersisa. Semua lenyap menjadi serpihan tak terlihat. Kemudian, dengan menggunakan kekuatan spiritualnya, Qing Shandian berkata melalui teriakannya. "Klan Duan! Klan Wen! Selanjutnya giliran kalian yang akan aku musnahkan! Bersiaplah!"


Suara Qing Shandian bergema, menjangkau seluruh kota Matahari Terbit. Tidak diragukan lagi, siapapun yang melihat serangan itu, jika itu menyapu suatu Klan, sudah bisa dipastikan akan langsung musnah tanpa sisa.


...…………………………...


** Bersambung …