System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.105 - Kelompok Kura-Kura Hitam



Waktu terus bergulir. Menit berganti jam, jam berganti hari. Tanpa terasa, Qing Shandian dan kelompoknya sudah memasuki hari keempat dalam penjelajahannya di Wilayah Laut Timur. Di hari ketiga penjelajahan mereka, puluhan kelompok Binatang Spiritual lainnya telah mereka bantai tanpa sisa. Tidak ada penyesalan sedikitpun dari raut wajah mereka. Justru sebaliknya, mereka terlihat semakin bersemangat dalam setiap pertempuran.


"Bangg..Bangg..Bangg..Bangg..Bangg.."


"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."


"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


Berbagai suara di medan pertempuran saling bersahutan mengalunkan nyanyian merdu kematian. Air laut bersemu merah seiring berjalannya waktu. Mayat bergelimpangan tak tentu arah. Satu per satu dari kelompok Binatang Spiritual laut jatuh berguguran.


Qing Shandian dan kelompoknya bergerak dengan lincah dan gesit. Serangan demi serangan mereka luncurkan, dan saling berbalas dengan lawan mereka. Kelompok Qing Shandian layaknya raksasa liar yang ganas ketika bertarung. Tubuh besar mereka selalu memenuhi area luas.


"Bangg..Bangg..Bangg..Bangg..Bangg.."


"Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr..Duarr.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


"Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg..Sriingg.."


"Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb..Sleebb.."


"Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr..Groarrr.."


Ketika satu jam berlalu, pertempuran akhirnya berakhir. Qing Shandian kembali mendengar suara pemberitahuan dalam fikirannya.


[Ding... Berhasil membunuh 910 Binatang Spiritual Kelas 4 Tingkat Tinggi, mendapatkan 45,5 Triliun PS, mendapatkan 22,75 Triliun PP]


[Ding... Berhasil membunuh 480 Binatang Spiritual Kelas 5 Tingkat Rendah, mendapatkan 240 Triliun PS, mendapatkan 120 Triliun PP]


[Ding... Total Poin System saat ini \= 4,43907925 Kuadriliun PS]


[Ding... Total akumulasi Poin Pengalaman \= 1,0956 Kuadriliun/2,5 Kuadriliun PP]


Qing Shandian mengabaikan pemberitahuan itu. Dia bertumpu pada pedangnya yang dia tancapkan di tanah. Wajahnya tampak pucat. Nafasnya juga terengah-engah. Di sela nafasnya, dia menatap kelompoknya dan berseru pelan, "Hah..hah..hah.. Cepat! Pulihkan diri kalian! Wenrou, tolong jaga kami sebentar. Aku akan memulihkan diri secepat mungkin."


Yin Xing Yue dan yang lain juga terlihat pucat dan lemah. Tanpa berkomentar apapun, mereka dengan sigap duduk bersila, mengeluarkan 'Pil Pemulih Qi Binatang Spiritual', menelannya, lalu segera memulai penyerapan.


"An gege tidak perlu khawatir. Wenrou akan menjaga semua orang." Sahut Qing Wenrou sambil tersenyum tipis, sambil lalu membantu Qing Shandian menopang tubuhnya. Dia terlihat masih bertenaga meski telah melalui pertarungan panjang yang melelahkan.


"Terimakasih, Wenrou." Ucap Qing Shandian sebelum kemudian duduk bersila dan segera memulihkan diri.


Setengah jam berlalu. Qing Wenrou masih duduk dengan tenang di depan Qing Shandian, menunggu dia dan yang lainnya memulihkan diri. Sesaat kemudian, Qing Shandian perlahan membuka matanya. Dia menghembuskan nafas keruh. Ketika pandangannya kembali jelas, dia menatap Qing Wenrou dengan tatapan lembut, lalu mengulurkan tangannya. Sambil mengusap lembut pipi Qing Wenrou, dia berkata, "Maaf sudah membuatmu menunggu. Sekarang, biarkan aku yang menjagamu. Kamu juga harus memulihkan diri."


"Emm.." Sahut Qing Wenrou singkat, lalu dia segera mengkonsumsi beberapa pil dan memasuki kondisi meditasi.


Qing Shandian masih menatap Qing Wenrou dengan lekat. Setelah itu, dia perlahan berdiri, lalu meregangkan tubuhnya yang terasa kaku. Dia mengalihkan pandangan ke arah Qing Yin Yue dan lainnya, yang satu per satu mulai membuka mata. Dengan tenang dia berkata, "Kita istirahat dulu selama tiga jam untuk merilekskan tubuh. Baru setelah itu kita bergerak ke tujuan akhir."


"Haahh... Akhirnya selesai juga. Aku sangat kelelahan." Sahut Qing Yin Yue dengan helaan nafas panjang, sebelum kemudian dia merapatkan diri ke Bing Yi Yu, lalu menyandarkan kepalanya di bahu kirinya.


"Yin Yue... Ya ampun.. Kamu benar-benar selalu menempel padaku." Ucap Bing Yi Yu dengan nada tidak berdaya.


"Ohh ayolah.. Kakak Yi Yu, jangan mengeluh, oke? Ini benar-benar terasa nyaman setelah pertempuran panjang." Sahut Qing Yin Yue dengan manja.


"Baiklah, baiklah. Terserah kamu saja. Asal kamu tidak menangis." Ucap Bing Yi Yu pasrah.


Qing Shandian tersenyum melihat hal itu. Sementara yang lain, mereka hanya bisa geleng-geleng kepala. Qing Shandian dengan sigap mwngeluarkan beberapa plat array hitam. Dia kemudian melemparkan ke enam sisi berbeda, lalu mengaktifkannya.


"Wuusshh... Ngunnggg.."


Plat array bersinar memancarkan cahaya putih tipis samar diiringi suara dengungan ringan, dan saling terhubung dengan lima plat lainnya, membentuk kubah segi enam, melingkupi area Qing Shandian dan kelompoknya. Tempat dimana mereka istirahat juga menjadi terisolasi dari air. Sambil menatap Qing Wenrou, dengan nada santai Qing Shandian berkata, "Dengan array ini, tidak akan ada siapapun yang bisa mengetahui tentang keberadaan kita. Bahkan jika ingin menghancurkan arrau ini, itu tidaklah mudah. Tunggu Wenrou selesai memulihkan diri. Setelah itu kita beristirahat di tempat yang nyaman."


"Baik, Tuan muda." Sahut kelompok Qing Shandian serempak.


"Hehe.. Itu lebih baik, Tuan muda." Sahut Qing Yin Yue dengan terkekeh pelan.


Setengah jam lagi berlalu. Qing Wenrou secara perlahan membuka matanya, lalu menghembuskan nafas keruh. Dia perlahan berdiri, lalu berkata, "An gege, aku sudah selesai. Apakah An gege memasang array?"


"Benar. Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak terduga ketika kita beriatirahat. Apa ada yang kurang dari array ini?" Sahut Qing Shandian dengan nada santai.


Qing Wenrou tidak segera menjawab. Dia mengamati array untuk sesaat. Setelah itu, dia membentuk segel tangan, lalu menempelkannya telapak tangannya pada dinding array.


"Nguunggg"


Suara dengungan ringan kembali terdengar. Cahaya putih tipis samar kembali terlihat, namun itu ada tambahan warna emas. Sambil tersenyum, Qing Wenrou berkata, "Sekarang sudah lebih baik. Dengan ini, bahkan Binatang Spiritual setingkat puncak Saint King tidak akan mampu menerobos dan menghancurkannya."


Qing Shandian yang memperhatikan tindakan Qing Wenrou pun menjadi berbinar. Dia seperti mendapat pencerahan tentang peningkatan array. Dengan nada riang, dia berkata, "Aku bisa merasakan perbedaannya. Terimakasih, Wenrou. Itu adalah sesuatu yang bahkan tidak terfikirkan olehku. Kita pergi sekarang. Jangan menolak kekuatan spiritualku."


"Wuusshhh"


Ketika kekuatan spiritual Qing Shandian menyelimuti semua orang, mereka menghilang dari tempatnya berdiri.


...…………………………...


Di tempat lain, di dalam sebuah istana terlihat dua puluh manusia ular pria dan wanita yang duduk di barisan kursi sebelah kanan dan kiri. Sementara itu, di kursi singgasana, duduk seorang wanita ular yang cantik namun terlihat dingin, yang tidak lain adalah ratu mereka. Suasana dalam ruangan itu tampak hening dan serius.


Agak jauh dari kursi singgasana, lima manusia ular pria terlihat berdiri dengan tubuh sedikit membungkuk ke arah ratu manusia ular.


"Apakah semua yang kalian katakan benar?" Ucap ratu manusia ular itu dengan suara dingin sambil menatap lima manusia ular pria yang melapor.


Ratu manusia ular itu terdiam. Sesaat kemudian, dia berkata, "Tidak ada gunanya bagiku untuk menghukum kalian. Semua sudah terjadi. Situasi ini, aku ingin semua orang mengambil tindakan dan secepatnya menutup semua akses masuk ke wilayah kita. Turunkan perintahku pada komando pasukan utama untuk menerapkan siaga darurat tertinggi! Siapapun yang tidak mematuhi, bunuh mereka di tempat! Apa kalian mengerti?" Pungkasnya sambil lalu menyapukan pandangannya pada dua puluh manusia ular pria dan wanita di barisan kursi kanan kiri.


"Baik, Yang Mulia Ratu." Sahut mereka serempak.


"Pergilah. Lakukan tugas kalian." Ucap Ratu manusia ular itu dengan tegas sambil melambaikan tangannya.


Dengan sigap, semua manusia ular dalam ruangan itu berdiri, memberi hormat, lalu segera beranjak meninggalkan ruangan, menyisakan sang Ratu sendirian.


Setelah semua pergi, ratu manusia ular itu merebahkan diri dan menopang kepalanya dengan tangan kanan. Dia menyipitkan matanya dan bergumam pelan, "Apa tujuan kalian sebenarnya? Kenapa harus memusnahkan setiap kehidupan di wilayah laut ini. Jangan harap kalian bisa meninggalkan tempat ini hidup-hidup jika mengganggu wilayahku."


...…………………………...


"Wuusshh"


Waktu berlalu dengan cepat. Qing Shandian dan kelompoknya kembali muncul di tempat sebelumnya. Raut kelelahan di wajah mereka telah tergantikan dengan semangat baru. Qing Shandian menonaktifkan arraynya, lalu menyimpan kembali plat array itu. Dia menatap Jiu Tou She dan berkata, "Kita tinggalkan tempat ini. Jiu Tou She, kamu pimpin jalannya menuju tempat persembunyian Kura-Kura Hitam."


"Baik, Tuan muda." Sahut Jiu Tou She dengan nada bersemangat, lalu memimpin Qing Shandian dan yang lain ke suatu arah.


Setelah satu jam lagi berlalu, Qing Shandian dan kelompoknya di suguhi hamparan kristal hitam yang berkilauan. Dengan tenang Qing Shandian berkata, "Apakah disini tempat persembunyian mereka?"


"Benar, Tuan muda. Selama kita melangkah maju sedikit lebih jauh, kita akan sampai di gua persembunyian mereka. Memang disini tidak terlihat adanya sebuah gua, karena itu terdapat di bawah hamparan kristal hitam ini, Tuan muda." Sahut Jiu Tou She menjelaskan.


"Kura-kura memang suka bersembunyi. Jadi aku bisa mengerti itu. Bawa aku kesana. Sisanya, serahkan saja padaku." Ucap Qing Shandian sambil menyeringai kecil.


"Baik. Ikuti aku, Tuan muda." Sahut Jiu Tou She sebelum kemudian berjalan santai memimpin jalan, dengan Qing Shandian, Qing Wenrou dan yang lain mengikuti dibelakangnya.


...…………………………...


Tidak sampai lima menit kelompok Qing Shandian berjalan, mereka sampai di depan sebuah mulut gua yang menjorok ke dalam.


Jiu Tou She dengan sedikit keras berteriak. "Besar Hitam, aku Kepala Sembilan datang berkunjung."


"Groarrr... Jangan hanya berdiri di luar. Masuk saja!" Suara itu terdengar dalam dan agak serak ketika membalas ucapan Jiu Tou She.


Jiu Tou She menatap Qing Shandian dan berkata, "Mari kita masuk, Tuan muda."


Qing Shandian mengangguk dan berkata, "Emm... Pimpin jalannya."


Ketika Qing Shandian dan kelompoknya memasuki gua, mereka disuguhi eksotisnya pemandangan ruangan gua yang sangat indah. Batu-batu cahaya warna-warni mengantung di langit-langit gua.


Bersamaan dengan itu, kedatangan Qing Shandian dan kelompoknya segera menjadi perhatian dari seribu lebih Kura-Kura hitam raksasa. Kura-kura terbesar di ujung gua menatap mereka dengan tatapan sedikit terkejut karena kelompok Qing Shandian adalah Binatang Spiritual dalam bentuk manusia, ketika dia mengetahui aura mereka. Namun sesaat setelah itu, dia tersadar dan pandangannya terfokus pada Jiu Tou She. Dengan suara dalam dan terdengar menggelegar, dia berkata, "Sangat tidak terduga bahwa kamu telah mengambil bentuk manusiamu. Katakan padaku, bagaimana kamu melakukannya?"


Jiu Tou She memimpin Qing Shandian dan yang lain menuju ujung gua, tempat dimana Kura-Kura terbesar itu berada. Ketika tiba tidak jauh darinya, Jiu Tou She membalas tatapannya. Dia terkekeh ringan dan berkata, "Hehe.. Ini hanya sebuah keberuntungan setelah kemalangan. Besar Hitam, jika kamu ingin menjadi sepertiku, aku sama sekali tidak bisa membantumu. Tapi jika itu Tuanku, dia pasti bisa membantumu." Pungkasnya sambil lalu mengalihkan pandangannya pada Qing Shandian yang berdiri tepat di sebelahnya.


Kura-kura itu mengikuti arah pandangan Jiu Tou She dan menatap Qing Shandian lekat - lekat, lalu berkata, "Kamu mengatakan bahwa dia adalah Tuanmu? Apa itu berarti bahwa kamu sekarang adalah Binatang Kontraknya?"


"Itu benar. Dia adalah Binatang Kontrakku. Kamu bisa memanggilnya Jiu Tou She." Ucap Qing Shandian dengan sigap menyahuti.


"Ohh? Benar-benar tidak terduga bahwa Pemimpin Hydra Air yang terkenal kuat dapat dengan mudah di tundukkan olehmu. Lalu, apa tujuan manusia sepertimu datang ke tempatku?" Ucap Kura-kura itu sedikit terkejut dan penasaran.


Qing Shandian tersenyum tipis dan berkata, "Karena kamu sudah menanyakannya, aku tidak akan berbasa-basi. Tujuanku kemari tidak lain adalah untuk merekrut kalian untuk menjadi pengikutku selanjutnya. Namun ini bukan paksaan. Semua kembali padamu sebagai seorang pemimpin. Aku tidak akan mengatakan apa keuntungan mengikutiku. Tapi aku bisa memastikan, bahwa kalian tidak akan pernah menyesal."


"Hitam Besar.. hehe.. Dengarkan saranku. Jika kamu menolak kesempatan ini, kamu pasti akan menyesalinya seumur hidup." Sahut Jiu Tou She diiringi kekehan ringan.


Kura-kura yang kerap di panggil 'Hitam Besar' menatap Jiu Tou She dengan tatapan dalam. Setelah itu, dia kembali menatap Qing Shandian dan berkata dengan suara serius. "Aku tidak tahu apakah ini akan menjadi keberuntungan atau kesialan. Karena bahkan sahabatku Kepala Sembilan telah mengikutimu, aku ingin menanyakan satu hal padamu. Jika aku memutuskan untuk mengikutimu, apakah kamu bisa membawa semua anggotaku?"


Qing Shandian tersenyum dan menyahuti. "Selama mereka juga bersedia menerima segel kontrak dariku, itu bukan masalah sama sekali. Aku akan membawa mereka meninggalkan tempat ini dengan aman. Lalu, apa keputusanmu sekarang?"


Kura-kura itu tidak segera menjawab. Dia memandang semua anggotanya yang terlihat memperhatikan percakapannya. Dengan suara tenang dia berkata, "Semua dengarkan.. Aku akan mengikuti pemuda ini dan menjadikannya sebagai Tuanku. Apa kalian tetap ingin mengikutiku dan meninggalkan tempat ini bersamaku?"


Ketika ucapan itu jatuh, ruangan gua menjadi sangat hening. Namun sesaat setelah itu, semua kura-kura hitam berseru serempak. "Kami akan selalu mengikuti pemimpin."


Setelah itu, 'Hitam Besar' menatap Qing Shandian dan berkata, "Manusia, kamu sudah mendengarnya. Aku siap kapanpun menerima segel kontrak darimu. Aku berharap, kamu akan menjadi Tuan yang baik untuk kami semua." Pungkasnya sambil lalu menjulurkan lehernya, lalu menundukkan kepalanya.


"Tidak perlu begitu serius seolah aku akan meminta kalian untuk mati. Baiklah, aku akan memulai."


Setelah itu, Qing Shandian memulai proses penanaman segel kontrak pada si 'Hitam Besar'. Kemudian dia melanjutkan proses yang sama pada semua anggotanya secara massal. Ketika proses pembentukan segel kontrak berakhir, Qing Shandian memberi mereka 'Pil Perubahan Bentuk Binatang Spiritual' dan menunggu mereka dengan tenang. Dia menatap Jiu Tou She dan berkata, "Setelah ini, kamu pimpin mereka ke tempat kita. Jelaskan pada mereka sebagaimana yanh sudah kamu ketahui. Sebelum itu, kirimkan informasi tempat kerajaan manusia ular padaku."


"Baik, Tuan muda. Aku mengerti." Sahut Jiu Tou She sebelum kemudian dia mentransfer informasi yang diminta Qing Shandian.


Setengah jam kembali berlalu. Dengan tatapan tenang yang tertuju ke arah 'Hitam Besar' yang telah mengambil bentuk manusianya, dia dengan santai berkata, "kamu akan dipanggil Wugui Juxing mulai sekarang. Sedangkan untuk anggotamu, aku serahkan pemberian nama mereka padamu."


"Baik. Terimakasih, Tuan muda." Sahut Wugui Juxing dengan nada hormat.


Qing Shandian mengangguk ringan, lalu melambaikan tangannya membuka portal dunia jiwa. Dia menatap semua anggota Kura-kura hitam, lalu berkata, "Kalian semua masuklah. Jiu Tou She akan memimpin jalan dan menjelaskan pada kalian nanti."


"Baik, Tuan muda." Sahut mereka serempak sebelum kemudian memasuki portal mengikuti Jiu Tou She.


Setelah semua masuk, Qing Shandian menghilangkan portal itu, lalu menatap Qing Wenrou dan berkata, "Wenrou, tujuan terakhir kita, mungkin itu tidak akan mudah. Jika sesuatu yang tidak terduga terjadi, bawa mereka semua ke dunia jiwaku. Gunakan ini untuk melakukannya." Pungkas Qing Shandian sambil lalu menyerahkan sebuah giok kristal pelangi transparan.


Qing Wenrou menerima giok kristal itu, lalu menatap Qing Shandian lekat-lekat. Setelah melihat keseriusan dalam sorot matanya, Dia dengan lembut berkata, "Baik, Wenrou akan mendengarkan An gege."


Qing Shandian tersenyum tipis. Dia menatap semua orang dan berkata, "Baiklah. Kita lanjutkan penjelajahan menuju kerajaan manusia ular. Ingat! Apapun yang terjadi, selain aku, kalian harus mendengar apa yang dikatakan Wenrou. Apa kalian mengerti?"


"Kami mengerti, Tuan muda." Sahut Yin Xing Yue dan yang lain serempak.


"Bagus. Kita berangkat." Ucap Qing Shandian sambil lalu menggandeng Qing Wenrou dan melangkahkan kaki dengan santai meninggalkan ruangan gua itu. Yin Xing Yue dan yang lain pun tanpa berkomentar apapun segera mengikuti langkah Qing Shandian dan Qing Wenrou.


...…………………………...


** Bersambung …