
Masih di tempat yang sama, Qing Shandian duduk diam sambil menatap semua orang secara bergantian ketika mereka tertawa sambil lalu menyesap tehnya. Dia dengan santai berkata, "Kalian sepertinya sangat bahagia saat menertawaiku. Entah kenapa, aku merasa seperti orang bodoh disini. Terserah kalian saja mau menyebutku apa. Yang pasti, An'er akan tetap menjadi orang yang sama. Qing Shandian yang tampan, imut dan menggemaskan, yang dicintai semua orang."
Sekali lagi, ucapannya membuat semua orang kembali terkikik dan tertawa. Mereka merasa bahwa dia terlalu percaya diri.
Qing Shandian menggelengkan kepalanya sebelum kemudian menatap ayah ibunya dan berkata, "Sudahlah. Kalian menyebalkan. Ayah, Ibu, ngomong - ngomong, bagaimana dengan stok pil yang tersisa saat ini? Apakah itu masih cukup untuk menunjang kebutuhan latihan semua orang?"
Mendengar pertanyaan Qing Shandian, mereka segera menghentikan tawanya. Melepas nafas ringan, Qing Yuan membalas tatapan Qing Shandian dan berkata, "Karena kamu menanyakannya, ayah tidak akan menyembunyikan apapun. Sebenarnya, stok pil terakhir telah ayah bagikan untuk semua orang. Untuk memenuhi kebutuhan latihan dibawah tingkat Raja, kami mengandalkan Feng Xue dan alkemis lainnya untuk memurnikan pil. Namun, untuk tingkat Raja dan diatasnya, tidak mungkin jika harus mengandalkan Feng Xue saja. Secara alami, itu jelas akan membebaninya dan menunda pelatihannya juga. Oleh karena itu, semua orang memilih untuk mengandalkan Ruang Khusus Kultivasi untuk menunjang latihan mereka. Meskipun begitu, satu pun dari mereka tidak ada yang mengeluhkan hal itu. Mereka tetap merasa bersyukur karena kepadatan Qi Spiritual di tempat ini juga sangat membantu mereka."
Qing Shandian memegang dagunya dan dengan suara tenang menyahuti. "Sudah habis kah... Kalau begitu, nanti ayah coba periksa di bangunan besar yang dekat rumah An'er. Itu An'er dapat dari peninggalan Qin Laohu, dan belum sempat memeriksanya. Semoga saja pil yang dibutuhkan semua orang ada disana. Lalu, jika ayah dan ibu menemukan pil yang termasuk kelas dewa, tolong pindahkan saja di 'Paviliun Obat Shangdi'. Nanti, An'er juga akan membantu menyediakan stoknya. Jadi ayah tidak perlu khawatir."
"Ohh? Peninggalan? Apakah itu dari situs peninggalan yang sama, seperti yang pamanmu katakan sebelumnya?" Sahut Qing Yuan sedikit terkejut dan penasaran.
Qing Shandian mengangguk ringan dan berkata, "Emm.. Itu tempat yang sama, dan merupakan sebuah kebetulan yang tidak terduga. Tidak hanya mendapatkan banyak jenis item, ada juga ladang Ramuan Spiritual di situs peninggalan itu yang trlah An'er pindahkan ke dunia jiwa. Selain itu, An'er juga mendapatkan banyak informasi penting tentang Benua Shangdi."
"Benarkah?! Apakah yang kamu maksud adalah benua tertinggi itu?!" Sahut Qing Yuan yang sangat terkejut sekaligus penasaran.
Qing Shandian menatap ayahnya. Dia mengangguk dan berkata, "Itu benar. Benua Shangdi, benua tertinggi dari dunia ini. Tapi, abaikan itu untuk saat ini. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah terus memperbaiki diri dan meningkatkan kekuatan kita sebanyak mungkin."
"Kamu benar. Perjalanan kita masih sangat panjang. Lalu, apa lagi yang kamu dapatkan dari situs peninggalan itu?" Qing Yuan dengan bersemangat kembali ingin tahu.
Qing Shandian menyeringai. Dia dengan tenang berkata, "Cukup banyak. Apakah ayah ingin An'er menyebutkan semuanya?"
"Tentu saja. Ayah sangat penasaran. Bahkan paman dan bibimu hampir mati saat itu. Jadi ayah fikir, pasti banyak hal baik." Sahut Qing Yuan cepat.
Jawaban Qing Yuan membuat Qing Wenrou menunduk sambil menutupi bibirnya agar tidak terkikik. Dia tahu, bahwa Qing Shandian sengaja ingin menggoda ayahnya. Sementara itu, Lin Lianhua memalingkan wajahnya sambil menutup bibirnya juga.
Qing Shandian terkekeh ingan dan berkata, "Hehe... Karena begitu, An'er akan katakan. An'er mendapatkan 25 Milliar Batu Spiritual Tingkat tinggi yang terbagi rata dengan kelompok An'er. Lalu ada banyak gulungan resep pil, buku teknik, senjata, dan baju pelindung kelas surga tingkat tinggi, serta ada juga yang kelas dewa. An'er juga mendapatkan banyak bahan penempaan yang tidak bisa An'er nilai kelasnya. Yang terakhir adalah sebuah Api Langit peringkat Ke-5, 'Api Teratai Lidah Naga'. Bagaimana, apakah ayah sudah puas sekarang?" Pungkasnya sambil tersenyum lebar.
Qing Yuan diam mematung. Dia menunjuk Qing Shandian sambil memegang dadanya. Sesaat kemudian, dia menepuk-nepuk dadanya sambil terbatuk-batuk hingga wajahnya terlihat memerah. Disela-sela batuknya, dia berbicara dengan bersungut - sungut. "Uhukk..uhukk..uhukk.. Kamu! Kamu bocah sialan!! Apa kamu ingin ayahmu mati karena jantungan?! Kamu benar-benar sialan! Tidak bisakah sekali saja untuk tidak menggoda ayahmu?! Uhukk..uhukk..uhukk.."
Wenrou dan Lin Lianhua yang mendengar itu pun akhirnya tidak bisa menahan lebih lama dan mereka berdua tertawa nyaring sambil menutup bibirnya. Sementara Mu Lingyun, Xie Feng Xue dan Xue Shui Jing, mereka terkikik merdu sambil menutupi bibirnya.
Qing Shandian terkekeh ringan, dan berkata, "Hehehe... Bukankah tadi ayah sendiri yang meminta untuk menyebutkannya agar ayah tidak penasaran? Jadi, menggoda ayah itu hanya bonus saja dari An'er."
"Huuhhh... Kamu bocah sialan! Untung saja jantung ayahmu kuat. Bonus apanya... Bilang saja bahwa kamu sengaja dan senang menggoda ayahmu." Qing Yuan menyahuti sambil menghembuskan nafas ringan.
Qing Shandian mengendikkan bahunya dan berkata, "Sebenarnya, untuk buku teknik dan buku resep pil, An'er belum memeriksanya satu pun. Semua masih ada di dalam ruangan itu. Sedangkan untuk teknik dan resep pil yang dalam bentuk gulungan giok, An'er simpan dalam cincin penyimpanan. Selama istirahat di dunia jiwa, An'er akan memeriksanya nanti."
Qing Yuan mengangguk ringan dan berkata, "Terserah kamu saja. Ayah dan ibumu akan memeriksanya nanti. Lalu, apa yang akan kamu lakukan setelah ini?"
"Hehehe... Tentu saja An'er ingin menghabiskan sisa hari ini untuk menemani empat wanita cantik." Sahut Qing Shandian terkekeh dan berbicara dengan nada santai sambil perlahan berdiri sebelum kemudian dia merenggangkan tubuhnya dengan malas.
"Baiklah. Sekarang kalian pergilah, sebelum hari gelap." Sahut Li Lianhua sambil tersenyum lembut.
Qing Shandian membalasnya dengan anggukan. Berjalan pelan, dia meninggalkan halaman belakang sambil lalu berkata, "Wenrou, Lingyun, Feng Xue, Shui Jing, ayo kita jalan-jalan."
Mendengar ucapan itu, Qing Wenrou, Mu Lingyun, Xie Feng Xue, Xue Shui Jing, perlahan berdiri. Qing Wenrou menatap Qing Yuan dan Lin Lianhua lalu berkata, "Ayah Yuan, Ibu Lin, kami pergi dulu."
"Emm.. Pergilah. Jangan kembali terlalu larut." Sahut Lin Lianhua sambil menatap mereka dan tersenyum lembut.
"Baik, Ibu Lin." Sahut mereka berempat bersamaan sebelum kemudian mereka melangkah pergi menyusul Qing Shandian.
...…………………………...
Qing Wenrou menoleh dan membalas tatapan Qing Shandian. Sambil tersenyum lembut dia berkata, "Hamparan giok kristal ini memang terlihat sangat indah. Tapi, dimanapun Wenrou, selama itu bersama An gege, Wenrou sudah sangat senang."
Qing Shandian menatap Qing Wenrou lekat-lekat. Dia mengalihkan pandangannya ke arah hamparan giok kristral dan berkata, "Wenrou, itu bukan masalah ketika kamu bersamaku atau tidak. Kamu juga harus membuat dirimu sendiri senang. Setidaknya, ketika aku tidak ada disini, kamu tidak akan merasa bosan dan kesepian."
"Wenrou tahu. Tapi, bukankah An gege ada disini saat ini?" Sahut Qing Wenrou dengan nada manja sambil mengerucutkan bibirnya.
Melihat tingkah menggemaskan Qing Wenrou, Qing Shandian mengulurkan tangan dan mencubit pipi kiri Qing Wenrou pelan. Dia terkikik pelan dan berkata, "Hihi.. Baiklah. Kalau begitu, kita bergabung dengan mereka. Aku akan membuatkan kalian sesuatu yang cantik. Apa Wenrou mau?"
Qing Wenrou dengan cepat menoleh. Dengan nada bersemangat dia menyahut. "Benarkah? Lalu, tunggu apalagi? Ayo susul mereka." Pungkasnya sebelum kemudian menarik tangan kanan Qing Shandian, bergegas menghampiri Mu Lingyun dan dua lainnya.
Sementara itu, Qing Shandian hanya bisa pasrah melihat bagaimana bersemangatnya Qing Wenrou. Dia dengan tidak berdaya berkata, "Wenrou, pelan-pelan saja. Bukankah kamu terlalu bersemangat? Lagipula, kita punya banyak waktu, bukan?"
"Ahh.. Baik." Ucap Qing Wenrou sedikit kaget ketika tersadar dari tingkahnya sambil lalu melepaskan genggaman tangannya, sebelum kemudian dia berjalan cepat meninggalkan Qing Shandian.
Qing Shandian tersenyum kecut melihat tingkah lucu Qing Wenrou. Dia mengibaskan tangannya, menyimpan beberapa potong 'Giok Kristal Pelangi'. Setelah itu, dia berjalan pelan sebelum akhirnya tiba di sebuah cerukan yang dalam, di sisi kanan tebing jurang. Dia dengan tenang melangkah masuk. Dari dalam cerukan itu, suara tawa cekikikan terdengar memasuki telinganya. Sesaat kemudian, dia akhirnya bisa melihat empat wanita cantik yang sedang asyik bercanda dan tertawa.
Qing Shandian membiarkan mereka bercengkrama. Dia berdiri dengan tenang, lalu menyapukan persepsi spiritualnya ke dalam cincin penyimpanan. Setelah menemukan apa yang dia cari, dia mengeluarkan meja penempaan, cetakan khusus untuk membuat sebuah rantai kalung, cetakan khusus berbentuk bulan bintang seukuran ibu jari, tungku penempaan, satu logam panjang berwarna perak, dan satu potong 'Giok Kristal Pelangi'.
Qing Shandian tidak menunda waktu. Dia menempelkan tangannya pada tungku penempaan dan mengalirkan nyala api kuning pucat dengan campuran kuning gelap ke dalamnya. Ketika dirasa suhunya cukup, dia memasukkan logam perak dan meningkatkan suhunya untuk meleburnya. Setelah lima menit pembakaran suhu tinggi, logam itu mencair. Kekuatan spiritual Qing Shandian segera menyelimuti cairan logam perak itu, lalu membaginya menjadi empat bagian. Dia mengeluarkan salah satunya dan menuangkannya ke dalam cetakan untuk membuat rantai kalung. Proses seperti itu terulang sebanyak empat kali hingga akhirnya empat rantai kalung berwarna perak yang berkilauan telah siap.
Qing Shandian kemudian melanjutkan untuk melebur 'Giok Kristal Pelangi' dengan suhu yang lebih tinggi. Lima belas menit kemudian, giok kristal itu meleleh menjadi cairan kental multiwarna. Dengan kekuatan spiritualnya, dia membagi cairan itu menjadi empat bagian dan mengeluarkannya dari tungku penempaan sebelum kemudian dia menuangkannya ke dalam cetakan bulan bintang. Proses yang sama terus berlanjut sebanyak empat kali. Kini, empat liontin berbentuk bulan bintang muliwarna telah siap. Namun, itu masih dalam bentuk kasar. Qing Shandian kemudian mengeluarkan pisau ukir khusus dan dengan sigap segera memperhalus liontin itu. Dengan kemampuan profesi Qing Shandian dalam penempaan saat ini, untuk membuat aksesoris jelas merupakan hal mudah baginya.
Dari awal proses peleburan hingga selesainya empat kalung dengan liontin bulan bintang, Qing Shandian hanya menghabiskan satu jam. Dia tersenyum tipis sambil memandangi empat kalung perak di tangannya. Setelah itu, dia menyimpan semua peralatan dan berjalan mendekat ke arah Qing Wenrou, Mu Lingyun, Xie Feng Xue dan Xue Shui Jing. Ketika tiba di depan mereka, dia mengulurkan tangannya memperlihatkan empat kalung perak dan dengan nada lembut berkata, "Lihatlah, apakah kalian menyukainya?"
Ketika mereka berempat melihat kalung perak itu, secara serempak mereka berseru. "Sangat cantik."
Qing Shandian tersenyum tipis dan berkata. "Jika kalian mau, aku akan memakaikannya untuk kalian."
"Wenrou mau. Cepat, pakaikan untukku." Qing Wenrou menyahuti dengan cepat sambil lalu memposisikan dirinya membelakangi Qing Shandian dan menyibakkan rambut panjangnya, diikuti oleh tiga wanita lainnya.
"Baiklah, Wenrou lebih dulu." Ucap Qing Shandian singkat, lalu memakaikan salah satu kalung di leher jenjang Qing Wenrou, dengan yang terakhir adalah Xue Shui Jing.
Qing Shandian tersenyum tipis sambil memandang mereka yang terlihat bahagia, lalu berkata, "Kalian terlihat semakin cantik dengan kalung itu. Meski itu bukan barang berharga, aku membuatnya dengan sepenuh hati untuk kalian. Aku harap, kalian tidak kecewa."
"Terimakasih, An gege." Ucap mereka serempak sebelum kemudian satu per satu memberikan kecupan di pipi Qing Shandian.
Sambil memegang liontin kalungnya, Qing Wenrou tersenyum manis dan berkata, "Bagi Wenrou, ini adalah hadiah terbaik dan pasti akan Wenrou jaga dengan baik."
"Kami juga." Sahut Mu Lingyun, Xie Feng Xue dan Xue Shui Jing bersamaan.
"Baiklah. Aku senang jika kalian menyukainya. Sekarang, bagaimana kalau kita pulang dan beristirahat? Aku cukup kelelahan hari ini. Besok, kita bisa berjalan-jalan lagi atau sekedar bersama menghabiskan hari." Qing Shandian berbicara sambil menatap mereka dengan tatapan hangat.
"Emm... Mari kita pulang." Sahut Qing Wenrou sambil lalu bergelayut manja di lengan kanan Qing Shandian.
"Wenrou, kamu curang. Selalu saja mendahuluiku." Ucap Mi Lingyun menggerutu sebelum kemudian dia bergelayut manja di lengan kiri Qing Shandian.
Sementara Xie Feng Xue dan Xue Shui Jing hanya tersenyum tipis sebelum kemudian mereka mendekat dan saling bersentuhan. Setelah itu, mereka berlima menghilang dari tempat mereka berdiri, mengembalikan kesunyian ruangan itu.
...…………………………...
** Bersambung …