System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.109 - Memberi Pelajaran



Semaraknya suasana di kamar Lin Lianhua melenyapkan kesunyian. Gelak canda tawa diantara mereka pun membuyarkan semua kedukaan yang selama ini mendera. Mereka seolah tidak pernah merasakan perasaan itu.


"An'er, bagaimana keadaanmu selama ini? Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Ayo, ceritakan pada ibu." Ucap Lin Lianhua dengan nada lembut dengan kepalanya bersandar di bahu kanan Qing Shandian.


Qing Yuan, Qing Tian, dan yang lain menjadi penasaran ketika mendengar ucapan Lin Lianhua. Suasana kembali tenang. Mereka dengan khidmat memusatkan pendengaran mereka.


Qing Shandian yang melihat reaksi mereka pun segera menatap Qing Wenrou untuk sesaat, lalu berkata, "Apa Wenrou belum menceritakan apapun pada kalian?"


"Rou'er? Tidak. Dia hanya mengatakan bahwa kamu sedang melakukan perjalanan panjang yang berbahaya, dan kamu tidak ingin terjadi sesuatu pada yang lain. Dia tidak mengatakan apapun selain itu. Apa yang sebenarnya terjadi? Cepat katakan..." Sahut Lin Lianhua dengan sedikit kebingungan ketika menjelaskan.


Qing Shandian menghela nafas panjang, lalu dengan tenang mulai bercerita. "An'er memang melakukan perjalanan. Tapi itu ditemani oleh Wenrou, Yin Yue, Xing Yue dan yang lain. Hanya saja, kami mendapat gangguan ketika melintasi wilayah laut timur. Setelah gangguan teratasi, An'er menjelajahi kedalaman laut bersama Wenrou dan yang lain. Itu tidak lain karena rasa penasaran An'er. Setelah itu, kami menjemput kelompok Hydra Air, lalu dilanjut dengan melakukan perburuan skala besar, membersihkan wilayah laut timur. Semua agenda berjalan lancar pada awalnya. Namun ketika kami berhadapan dengan kelompok manusia ular, Ratu mereka meluncurkan teknik ruang yang sulit untuk dihancurkan. Inilah sebab perpisahan kami saat itu. Beruntungnya, sebelum peristiwa itu terjadi, An'er telah membahas beberapa hal dengan Wenrou, dan memintanya untuk membawa semua orang kembali, jika sesuatu yang buruk terjadi."


Qing Shandian berhenti sejenak untuk menghirup nafas panjang, lalu melanjutkan ceritanya. "Baik Wenrou, Xing Yue dan yang lain telah melakukan upaya terbaik untuk membantu membebaskan An'er. Sayangnya, itu tidak membuahkan hasil sama sekali. Saat itu, An'er juga tidak bisa berbuat apapun. Bahkan teknik teleportasi sama sekali tidak berguna. Setelahnya, An'er tidak tahu lagi apa yang terjadi, karena An'er telah terjebak dalam ruang terisolasi itu. Selama dalam ruang itu, An'er menenggelamkan diri dalam kultivasi untuk menerobos tingkat. Namun itu sangat sulit, karena An'er hanya dapat mengandalkan 'Pil Pengompres Qi Spiritual' sebagai penunjang kultivasi. Disaat An'er bosan, An'er sesekali mengasah dan mencoba meningkatkan teknik. Selain itu, An'er juga bermeditasi untuk meningkatkan wawasan pengendalian ruang, sambil lalu mempelajari tentang ruang terisolasi itu."


Qing Shandian berhenti lagi. Dia mengambil nafas ringan dan berkata, "Pada awalnya, itu sangat sulit untuk menemukan kelemahan dari ruang itu. Seiring waktu, An'er perlahan mulai memahami cara kerjanya. Hingga disaat terakhir, An'er akhirnya dapat menerobos dengan lima botol pil yang tersisa. Ketika An'er berhasil membuka jalan dan bergegas keluar, An'er terluka cukup parah karena terhimpit koyakan ruang yang menutup dengan cepat. Beruntung bahwa An'er bisa bereaksi cepat. Jika tidak..... Huuhhh... Begitulah yang An'er lakukan selama terjebak dalam ruang itu. Tidak sehari pun An'er berani bersantai, karena ingin segera keluar. Namun sungguh tidak terduga, bahwa waktu berlalu begitu cepat."


Ketika Qing Shandian menutup ceritanya, Lin Lianhua langsung memeluk Qing Shandian dengan erat diiringi tangisnya yang kembali pecah. Dengan suara bergetar, dia berkata, "Lain kali jangan gegabah. Jangan mengambil resiko yang tidak perlu. Ibu.. Ibu sangat mengkhawatirkanmu selama ini."


Qing Shandian membalas pelukan ibunya fan berkata, "Baik. An'er pasti mengingat pesan ibu. Yang terpenting sekarang, An'er telah kembali dalan keadaan selamat, bukan? Jadi, ibu jangan bersedih lagi."


Lin Lianhua melepas pelukannya, lalu mengusap airmatanya. Dia menatap Qing Shandian dengan tatapan hangat, lalu berkata, "Jika kamu ingin melakukan perjalanan lagi, ibu akan ikut untuk menemani perjalananmu."


"Tapi Bu...." Sahut Qing Shandian yang bermaksud ingin menolak.


"Tidak ada kata tapi. Jika kamu tidak mengizinkan ibu untuk ikut, lebih baik kamu diam dan tifak perlu pergi kemanapun." Ucap Lin Lianhua dengan nada tegas.


"Baiklah. Ibu boleh ikut. Dengan syarat, ibu juga harus mendengarkan An'er." Sahut Qing Shandian dengan nada tegas.


"Selama itu masuk di akal, ibu pasti mendengarkanmu." Ucap Lin Lianhua sambil menyandarkan kepalanya di bahu kanan Qing Shandian.


"Hehe.. An'er, apa kamu melupakan bibimu?" Sahut Qing Xue sambil berjalan mendekat.


"Bibi Xue, bagaimana mungkin An'er bisa melupakan bibiku yang cantik?" Ucap Qing Shandian menimpali sambil tersenyum.


Qing Xue duduk di sebelah kiri Qing Shandian. Dia terkikik sambil lalu menengadahkan tangannya dan berkata, "Hihihi.. Lalu, mana bagian untuk bibi? Lihat... Kakak Hua kembali menjadi muda dan cantik. Sementara aku...."


"Bibi Xue, apa kamu juga menginginkan 'Pil Roh Peremajaan' seperti yang dikonsumsi ibu?" Sahut Qing Shandian sambil mengangkat alisnya sebelah.


"Tentu saja. Cepat... Mana bagian bibi?" Ucap Qing Xue dengan nada bersemangat.


Qing Shandian menggelengkan kepalanya dan berkata, "Sayang sekali. Aku tidak memilikinya lagi. Tapi...."


"Ahh... Apa kamu bilang? Itu sudah habis? Lalu, tapi apa itu? Cepat katakan.." Sahut Qing Xue sedikit kaget dan tidak sabar.


"Meskipun itu sudah habis, tapi An'er masih bisa memurnikannya lagi untuk bibi Xue." Ucap Qing Shandian menyahuti.


"Benarkah? Itu hebat. Lalu jangan lupa memurnikan satu untukku." Sahut Qing Xue bersemangat.


"Haahhh... Sayang sekali bahwa bibiku hanya menginginkan sebuah pil, dan tidak menginginkanku. Betapa malangnya..." Ucap Qing Shandian dengan helaan nafas dan nada tidak berdaya.


"Hihihi.. An'er, bukankah masih ada ibu?" Celetuk Lin Lianhua yang terkikik merdu.


"Ayo Bu, kita pergi.." Ucap Qing Shandian sambil lalu beranjak dari tempat tidur bersama Lin Lianhua, dan meninggalkan kamar.


"Ehh... Tidak, tidak.. Bukan begitu yang bibi maksud. Tentu saja bibi juga menginginkan An'er. Tunggu aku..." Sahut Qing Xue dengan nada sedikit panik sambil lalu melangkah cepat mengejar mereka berdua.


Seketika itu, gelak tawa kembali terdengar dalam kamar itu, kemudian mereka semua beranjak pergi mengikuti Qing Shandian dan Lin Lianhua, sambil lalu berbincang ringan.


...…………………………...


Setelah keluar dari kediaman Klan Qing, Qing Shandian bersama yang lainnya segera bergegas menuju tempat dimana kelompok manusia ular berada.


Sesaat kemudian, mereka pun sampai di tujuan, yang disambut dengan tatapan tajam oleh kelompok manusia ular, terutama oleh Ratu manusia ular.


Qing Shandian acuh tak acuh dengan reaksi mereka. Dengan nada tenang dia berkata, "Bagaimana pendapat kalian tentang tempat ini? Apakah itu bagus?"


"Kamu terkutuk! Aku akan membunuh... Aaahhhhh..." Sahut Ratu manusia ular dengan marah sebelum kemudian dia berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya.


Qing Shandian dengan ekspresi datarnya berkata, "Aku lupa memberitahu kalian, bahwa dalam jiwa kalian telah tertanam segel kontrak dariku. Lalu, seperti yang sudah aku katakan, kamu dan kelompokmu juga harus menerima pembalasan dariku. Jadi, selamat menikmati hidangan utama."


"Aaahhhh..Aaahhhh..Aaahhhh..Aaahhhh.."


Ketika ucapan Qing Shandian berakhir, kelompok manusia ular berteriak-teriak kesakitan sambil memegangi kepala mereka. Mereka terus berteriak hingga suara mereka berangsur serak sambil berguling-guling.


"Aaahhh... Hentikan! Aku mohon... Aaahhh.. Tolong... Jangan lagi.. Aaahhh..." Seru Ratu manusia ular dengan suara seraknya sambil menatap Qing Shandian.


"Aaaahhhhhh..."


Teriakan Ratu manusia ular menjadi semakin kencang ketika Qing Shandian meningkatkan siksaannya. Sementara beberapa orang yang menyaksikan di sebelahnya hanya menatap datar ketika melihat reaksi para manusia ular.


Setelah setengah jam berlalu, semua manusia ular terkapar lemah tidak sadarkan diri. Qing Shandian yang melihat itu pun segera menghilangkan perisai penghalang, lalu memasukkan pil pemulih ke dalam mulut mereka. Setelah itu, dia kembali membuat perisai penghalang lagi.


Ketika semua manusia ular terbangun, Qing Shandian kembali memberikan mereka siksaan yang sama hingga mereka kembali tidak sadarkan diri, lalu mengulangi hal yang sama.


Setelah lima kali penyiksaan berulang, Qing Shandian menyudahinya. Dia menatap semua orang di sisinya dan berkata, "Ayo kita kembali. Untuk saat ini, aku fikir sudah cukup. Besok aku akan memberi mereka rasa yang sama lagi."


"Baiklah. Kamu bersihkan dirimu dan beristirahatlah. Kamu pasti sangat lelah, bukan? Ayah dan ibumu tidak akan mengganggumu untuk sisa hari ini." Sahut Qing Yuan sambil tersenyum.


Qing Shandian dengan nada tenang berkata, "Baik. Kalau begitu An'er pergi dulu. Apa kalian ingin ikut denganku?" Pungkasnya sambil lalu menatap Qing Wenrou, Mu Lingyun, Xie Feng Xue dan Xue Shui Jing sebelum melangkah pergi menuju rumahnya.


"Kami ikut." Sahut mereka serempak, lalu berjalan pelan mengikuti Qing Shandian.


Sementara itu, Qing Yuan dan yang lain menatap sekikas ke arah kelompok manusia ular yang terkapar, lalu segera bubar dan kembali ke kediaman klan.


...…………………………...


Waktu berlalu, dan hari berganti. Ketika cahaya pagi menelisik celah-celah kamar, Qing Shandian perlahan membuka matanya. Dia perlahan duduk sambil lalu menguap lebar dan meregangkan tubuhnya.


"Uuhhh... Sudah lama aku tidak merasa senyaman ini. Hug..uuhh... Baiklah, saatnya memulai aktivitas." Ucap Qing Shandian dengan nada malasnya sambil lalu turun dari tempat tidur.


Setelah lima belas menit berlalu, Qing Shandian keluar dari rumahnya dengan penampilan yang sudah rapi. Dia berjalan pelan menuju tempat kelompok manusia ular berada. Tidak lama kemudian, dia pun sampai di tujuannya dan melihat kelompok manusia ular yang terlihat sedang bermeditasi.


Qing Shandian tidak peduli dengan hal itu. Dia bersendekap, dan dengan nada santai berkata, "Sepertinya kalian semua sudah pulih. Itu bagus. Jadi aku tidak perlu repot-repot untuk memulihkan kalian. Kalau begitu, mari kita mulai pelajaran keduanya."


Ketika suara Qing Shandian jatuh, Ratu manusia ular segera mengakhiri meditasinya, begitupun yang lain. Dia menatap Qing Shandian dengan tatapan dinginnya, lalu berkata, "Apa maksudmu dengan pelajaran kedua?"


"Ohh? Sepertinya aku perlu membuatmu mengingatnya. Kalau begitu..." Sahut Qing Shandian sambil menyeringai, lalu dia menggunakan ikatan kontraknya untuk kembali menyiksa Ratu manusia ular.


"Aaahhhhhh...aaahhh... Hentikan! Aaahhh.. Tolong jangan lagi...aaahhh.. Ampuni aku.. Aku salah.. Aku mengaku salah...aaahhh." Ucap Ratu manusia ular dengan suara serak diantara teriakan kesakitannya. Dia memegangi kepalanya sambil berguling - guling. Wajah cantiknya pun terlihat pucat pasi.


Qing Shandian acuh tak acuh ketika mendengar ucapan itu, dan melakukan hal yang sama pada yang lainnya.


"Aaahhh...Aaahhh...Aaahhh...Aaahhh..."


Kelompok manusia ular seketika berteriak keras sambil memegangi kepala mereka. Qing Shandian dengan nada datar berkata, "Aku akan bertanya pada kalian. Apa kalian mau tunduk dan setia padaku, atau terus merasakan penderitaan itu?!"


"Aaahhh...Aaahhh...Aaahhh...Aaahhh..."


"Kami bersedia tunduk, Tuan." Ucap mereka serempak sambil menahan rasa sakit.


Qing Shandian mengangguk, lalu menghilangkan sakit yang merajam jiwa mereka. Namun, itu berbeda halnya dengan Ratu manusia ular. Karena dia tidak berkata apapun, maka Qing Shandian juga tidak mengakhiri penderitaannya.


"Ingat ini baik-baik! Sedikit saja kalian memiliki niat buruk padaku, bersiaplah dengan penderitaan yang lebih buruk daripada yang kalian rasakan saat ini. Yang terakhir, jangan harap kalian bisa meninggalkan tempat ini tanpa seizinku." Ucap Qing Shandian dengan suara dalam.


"Kami mengerti, Tuan." Sahut mereka serempak disertai ekspresi ngeri.


Bersamaan dengan itu, Yin Xing Yue dan kelompoknya juga tiba. Dengan serempak mereka berkata, "Salam, Tuan muda."


Qing Shandian menghilangkan perisai penghalang kelompok manusia ular, lalu menatap Yin Xing Yue dan kelompoknya. Dengan nada tenang dia berkata, "Emm.. Xing Yue, bantu mereka mengambil bentuk manusianya, dan tolong awasi mereka. Jelaskan seperlunya tentang tempat ini. Jangan khawatir bahwa mereka akan membuat ulah."


"Kami mengerti, Tuan muda." Sahut Yin Xing Yue dan yang lain serempak.


Setelah itu, mereka mengajak kelompok manusia ular meninggalkan tempat itu, dan bergerak menuju halaman istana.


Sementara itu, Ratu manusia ular masih berteriak-teriak kesakitan dengan tubuh terlentang, namun suaranya telah melemah. Qing Shandian berjalan menghampirinya. Dia berjongkok dengan satu kaki di sampingnya dan berkata, "Bagaimana itu? Apa kamu menikmatinya?"


"To..long..henti..kan.. A..aku.. ber..se..dia.. tunduk.. Padamu.." Sahut Ratu manusia ular dengan suara lemah dan terbata-bata, disertai dengan airmatanya yang mengalir.


Qing Shandian menyudahi siksaannya. Dia dengan suara dalam berkata, "Jika kamu bisa berfikir seperti ini sejak awal, kamu tidak akan semenderita ini. Tapi karena ulahmu, apa kamu tahu seperti apa nasib ibuku? Tahukah kamu?! Dia hampir mati karena mengkhawatirkanku! Sekarang, kamu minta agar aku berhenti?! Tidak mungkin! Kamu harus merasakan sakit terlebih dahulu, agar kamu tahu, bagaimana sakit hati yang aku rasakan!" Pungkasnya dengan kemarahan yang meluap.


"Aaaahhhhhhh..."


Ketika Qing Shandian menyelesaikan ucapannya, teriakan Ratu manusia ular terdengar melengking tajam untuk sesaat sebelum akhirnya pingsan.


"Aku harap kamu benar-benar belajar dari rasa sakit itu. Atau kamu akan menyesal untuk seumur hidup." Ucap Qing Shandian sambil lalu menggenggam tangan Ratu manusia ular, sebelum kemudian mereka berdua menghilang dari tempat itu.


...…………………………...


** Bersambung …