System Break the Limit - Qing Shandian' Journey

System Break the Limit - Qing Shandian' Journey
Ch.24 - Kembali ke Klan Qing, Pertemuan Darurat!!



"Wuusshhh.."


Di tepi hutan tidak jauh dari kota Teratai Salju, Qing Shandian dan Qing Wenrou muncul dari udara tipis. Qing Shandian menyapu area sekitarnya dengan persepsi spiritualnya, untuk memastikan tidak ada yang melihat mereka. Begitu dia yakin semua aman, dia segera melambaikan tangannya, dan portal putih transparan muncul didepannya. Dari portal, Qing Yuan dan Lin Lianhua berjalan berdampingan.


Dengan alis dirajut, Qing Yuan merasa tidak asing dengan tempat dia berdiri saat ini. Dengan sedikit rasa ingin tahu, dia memandang Qing Shandian dan berkata, "Bocah kecil, apa kita saat ini berada di tepi hutan yang tidak jauh dari Kota Teratai Salju?"


"Emm.. Kita berada tidak jauh dari kota. Ayah, jangan bicara omong kosong yang tidak perlu. An'er sedang tidak ingin berdebat sekarang." Balas Qing Shandian dengan suara yang agak dalam, namun serius.


Memandang putranya yang sedang dalam suasana hati yang buruk, Lin Lianhua pun segera melangkah maju, memegang bahunya, lalu bertanya, "Ada apa An'er? Apa sesuatu telah terjadi? Kamu terlihat sangat murung.."


"Ahh.. Tidak apa, bu... Hanya masalah kecil.. Lupakan saja.. Lebih baik kita segera kembali ke Klan. Itu yang harus kita utamakan dan segerakan." Sahut Qing Shandjan mengingatkan.


Qing Yuan pun segera menimpali, "Hmm.. Baiklah, mari kita kembali sekarang."


Mereka pun bersama-sama berjalan beriringan, melewati pemeriksaan, dan memasuki kota dengan langkah tenang.


...…………………………...


Di Kediaman Klan Qing, Qing Yuan melangkahkan kakinya dengan lebar. Dia bergegas menuju ke tempat tinggal ayahnya, Qing Rui atau Tetua Rui untuk menyampaikan rencana revitalisasi klan.


Beberapa saat kemudian, dia akhirnya sampai di salah satu rumah dengan ukuran sedang. Mengetuk pintu, dia lalu berkata, "Ayah, Qing Yuan datang untuk membicarakan sesuatu... Apakah ayah ada waktu?"


Disisi lain, Tetua Rui tidak menjawab, namun terdengar suara langkah kaki santai dari dalam rumah. Sesaat kemudian pintu perlahan terbuka.


"Kreekkk.."


"Yuan'er, apakah ada sesuatu yang mendesak? Ohh... Ngomong-ngomong, bukankah kalian sedang melakukan perjalanan ke Pegunungan Lingshan? Kapan kalian kembali?"


Qing Yuan memutar matanya dengan malas. Sambil mengorek telinganya, dia membalas, "Bisakah ayah tidak berbicara seperti kereta? Hahh..." Berhenti sejenak, dia memandang ayahnya, lalu berkata dengan serius, "Mari kita bicara di dalam. Karena ini menyangkut keberlangsungan Klan."


Melihat sikap serius Qing Yuan yang tidak bisa diganggu, dia mengangguk, lalu membiarkan Qing Yuan masuk, dan menutup pintu.


Duduk berhadapan, Qing Yuan tidak banyak bicara. Dia hanya mengusap cincin penyimpanannya, mengeluarkan botol giok hijau cerah, dan meletakkannya di meja.


Tetua Rui yang melihat sikap bungkam Qing Yuan, minatnya menjadi terusik. Dia untuk sesaat memandang botol giok itu, lalu mengambilnya. Membuka tutupnya, lalu menuangkan isinya, pil bulat mengkilap berwarna hijau cerah terpampang jelas di matanya. Aroma harum yang kuat pun membeludak memenuhi ruangan. Dengan tangan yang sedikit bergetar, dia mengamati dengan cermat, lalu bergumam pelan, "Saint Breaker Pill.."


Mendongakkan kepalanya, dia menatap wajah serius Qing Yuan, lalu berkata dengan suara yang dalam namun agak serak, "Katakan, Yuan'er.. Darimana kamu mendapatkan sesuatu seperti ini? 'Saint Breaker Pill' bukanlah permen gula yang bertebaran di kios pasar.."


"Tidak penting darimana Yuan'er mendapatkannya... Ayah sudah faham bukan, tujuan Yuan'er menemui ayah?" Balas Qing Yuan dengan nada serius juga.


"Emm... Ayah mengerti. Segera, ayah akan mengumpulkan para Tetua yang lain dan Pemimpin Klan... Pertemuan darurat harus segera diadakan.. Lebih cepat lebih baik... Sekarang, kembalilah.. Begitu semuanya berkumpul di Aula Pertemuan, ayah akan mengirimimu transmisi spiritual." Ucap Tetua Rui sambil lalu segera bergegas keluar untuk mengumpulkan para Tetua dan Pemimpin Klan. Begitu pula Qing Yuan yang segera kembali untuk mempersiapkan diri menghadiri pertemuan darurat.


...…………………………...


Setengah jam setelah kabar Pertemuan Darurat Klan disebarkan, Aula Pertemuan yang biasanya sepi, kini tampak riuh karena perbincangan para Tetua. Pemimpin Klan yang sering melakukan pengasingan pun juga menghadiri pertemuan darurat yang sangat mendadak. Sebagai Pemimpin Klan, dia juga sangat penasaran dengan agenda yang akan dibicarakan. Sebab Tetua Rui tidak menjelaskan apapun.


Lima menit kemudian, Qing Shandian, Qing Yuan, Lin Lianhua dan Qing Wenrou memasuki Aula Pertemuan. Mereka dengan tenang melangkah maju, kemudian sedikit membungkuk sambil menangkupkan kedua tangan, mereka secara serempak berkata, "Salam Pemimpin Klan, para Tetua."


Pemimpin Klan yang melihat itu pun menjadi semakin bingung dan penasaran. Namun, dia menekannya dalam hati untuk saat ini. Dia melambaikan tangan dengan ringan sambil berkata, "Emm... Apa kalian juga mengikuti pertemuan ini?"


"Benar, Pemimpin Klan. Sebenarnya, pertemuan darurat ini, aku yang mengusulkan. Karena ini benar-benar sangat penting." Jawab Qing Yuan dengan nada serius.


Mendengar jawaban itu, Pemimpin Klan lantas mengangguk sambil berkata, "Baik.. Duduklah.. Kita akan memulai pertemuan ini."


Begitu melihat mereka berempat duduk, Pemimpin Klan segera berkata pada Qing Yuan, "Qing Yuan.. Karena pertemuan darurat ini kamu yang mengusulkan, aku fikir itu merupakan sesuatu yang serius bukan? Bahkan Tetua Rui tidak mengatakan alasan apapun padaku."


Qing Yuan yang mendengar pertanyaan itu pun menghirup udara dalam-dalam, lalu dia segera mengeluarkan dan menyerahkan botol giok hijau cerah kepada Pemimpin Klan, lalu dia berkata, "Pemimpin Klan, tolong lihat isi di dalam botol giok ini terlebih dulu."


"Jika hanya satu pil, memang itu terlalu berlebihan. Pemimpin Klan, para Tetua, bagaimana jika aku mengatakan, bahwa sebenarnya ada puluhan botol giok yang sama, dengan ribuan butir pil di dalamnya? Lalu, bagaimana jika aku mengatakan, ada beberapa jenis pil yang berbeda, dengan masing-masingnya juga ada puluhan botol giok?" Balas Qing Yuan dengan nada yang tidak main-main.


Mendengar penuturan frontal yang terdengar tidak masuk akal itu, para Tetua tertawa terbahak-bahak. Namun, tawa mereka tidak berlangsung lama sebelum tiba-tiba bungkam begitu melihat ratusan botol giok yang dikelompokkan dalam warna yang berbeda-beda. Mereka sangat shock. Tubuh mereka bahkan bergetar hebat. Sesaat begitu mereka tersadar, mereka memandang Qing Yuan dengan rasa malu diwajah mereka.


"Pemimpin Klan, para Tetua. Aku tidak keberatan jika kalian meragukan ucapanku, maupun menertawakannya. Tapi, ada satu hal yang selalu aku junjung tinggi. Terhadap keberlangsungan Klan, aku tidak pernah main-main." Tutur Qing Yuan sedikit mengingatkan para Tetua. Berhenti sejenak, kemudian dia melanjutkan, "Dari semua botol giok yang aku keluarkan, semua adalah jenis Pil Kelas 6 sampai Kelas 8 Tingkat Tinggi. Di dalam botol giok yang berbeda warna ini ada Pil pendukung seperti, 'Spiritual Qi Gathering Pill', 'Spiritual Qi Recovery Pill', 'Wound Healing Pill', 'Spiritual Strength Stregthening Pill', 'Physical Strengthening Pill'."


Mengambil nafas pelan, dia melanjutkan, "Selain Pil Obat pendukung, ada juga Pil Obat untuk Menerobos Tingkatan, seperti, Golden Core Breaker Pill, Nascent Soul Breaker Pill, Soul Formation Breaker Pill, King Stage Breaker Pill, Emperor Stage Breaker Pill, Sovereign Breaker Pill, Nirvana Breaker Pill, Saint Breaker Pill, dan Saint King Breaker Pill." Pungkasnya menyebutkan pil apa saja yang telah dia keluarkan.


Begitu Qing Yuan selesai menjelaskan, suasana Aula Pertemuan menjadi hening. Bahkan jika ada jarum yang jatuh ke lantai pun, itu akan terdengar sangat jelas.


Keheningan itu berlangsung untuk waktu yang lama, sebelum Qing Shandian mengacaukannya. "Ayyaa... Hanya beberapa ratus botol pil, kalian para orangtua sudah sangat terpukul... Haiihhh... Ck..ck..ckk... Bagaimana jika ibu dan aku menambahkan beberapa ratus botol giok lagi?"


Menyelesaikan ucapannya, Qing Shandian melambaikan tangannya, dan beberapa ratus botol giok muncul, tertata dengan rapi. Hal itu menyebabkan para Tetua dan Pemimpin Klan kembali terkejut.


Qing Shandian yang melihat reaksi mereka pun hanya bisa menggelengkan kepala. Menghela nafas panjang, dia berkata, "Haahhhhh.... Lihatlah bagaimana ekspresi kalian semua.. Aiih... Benar-benar menyebalkan."


Qing Yuan yang mendengar olok-olok Qing Shandian pun menyebabkan ujung bibirnya berkedut-kedut. Sementara, Lin Lianhua dan Qing Wenrou menundukkan kepalanya sambil menutupi bibirnya agar tidak terkikik...


"Para Tetua, Pemimpin Klan, kapan kalian akan terus membuka mulut selebar itu? Telur burung bisa masuk dengan sekali happ..." Celetuk Qing Shandian sambil memutar matanya, menyadarkan para Tetua dan Pemimpin Klan.


...…………………………...


Begitu suasana Aula Pertemuan Klan kembali normal, Pemimpin Klan memandang lekat-lekat ke arah Qing Shandian, lalu bertanya, "Apakah kamu Qing Shandian? Bagaimana kamu tumbuh begitu cepat? Seingatku, kamu baru berusia 8 tahun bukan?"


"Benar, aku Qing Shandian, putra Qing Yuan dan Lin Lianhua. Tentang pertumbuhanku, lebih baik lupakan saja.. Kalian akan menganga lagi jika aku bercerita." Celetuk An'er tanpa menjelaskan apapun, bahkan memutar matanya dengan malas. Terdiam sejenak, tanpa menunggu Pemimpin Klan bertanya lebih lanjut, dia segera berkata dengan serius, "Masalah utama saat ini bukan padaku. Tetapi, ada pada Klan. Aku dan ayah juga sudah membuat rencana tambahan untuk merevitalisasi Klan secara menyeluruh. Namun, ini akan kembali pada keputusan kalian para Tetua dan Pemimpin Klan."


Para Tetua dan Pemimpin Klan saling bertukar pandang. Melihat para Tetua menganggukan kepala, Pemimpin Klan segera berkata, "Lanjutkan.. Kami akan mendengarkan rencanamu terlebih dulu. Setelah itu, kami akan membuat keputusan."


Ketika Pemimpin Klan selesai berucap, Qing Shandian segera menoleh ke arah Qing Yuan dan Lin Lianhua untuk mencari persetujuan.. Melihat anggukan mereka berdua, Qing Shandian menghirup udara dalam-dalam, lalu berkata, "Sebelum kembali ke Klan Qing... Aku, ayah, juga ibu, mengunjungi Klan Lin di Kota Mawar Biru. Awalnya, aku tidak mempunyai rencana apapun. Namun, demi ibu, akhirnya aku dan ayah membuat rencana memindahkan seluruh angota Klan Lin ke suatu tempat. Ditempat itu, suasana jauh lebih tenang dan tidak ada tekanan. Hanya ada persaingan diantara kita sendiri. Tidak ada persaingan yang keras disana. Semua kembali ke masing-masing individu. Dimulai dari perpindahan Klan Lin ini, aku juga berencana memindahkan seluruh anggota Klan Qing ke tempat yang sama. Pertanyaanku, apakah Pemimpin Klan dan para Tetua siap melakukan perpindahan seperti yang dilakukan Klan Lin?" Pungkasnya dengan nada serius.


Pemimpin Klan dan Para Tetua terdiam. Mereka kemudian saling berembug perihal perpindahan Klan.


Diskusi antara para Tetua dan Pemimpin Klan terlihat berjalan alot, sehingga belum mendapat keputusan meskipun sudah sangat lama mereka berembug. Karena tidak sabar dengan diskusi alot yang terjadi, Qing Shandian yang merasa bosan segera berdiri. Dia dengan santai berkata, "Jika bahkan Klan Lin, sebuah klan kecil berani mengambil tindakan dengan sangat cepat tanpa berbelit-belit, lalu kenapa Klan Qing yang besar dan kuat justru seperti kura-kura dalam tempurung?.." Berhenti sejenak, dia langsung melanjutkan, "Jika para leluhur terdahulu melihat sikap kalian para Tetua dan Pemimpin Klan, mereka pasti akan sangat kecewa.. Sangat kecewa... Demi kalian semua, mereka bahkan tidak ragu mengorbankan nyawa. Ck.ck.ck... Sungguh ironis... Haiihhh... Sayang sekali, Klan yang dulunya besar dan kuat, sekarang telah turun menjadi seperti kura-kura..." Pungkasnya dengan nada kecewa, sambil lalu melenggang pergi.


Namun, begitu dia akan mencapai pintu, dia kembali berkata dengan suara dalam dan serius. "Jika Klan Qing se-penakut ini, akan lebih baik jika kalian berhenti menyebut diri kalian seorang Qing... Sikap kalian, bukan sikap seorang Qing! Bahkan juga sangat jauh jika dibandingkan dengan sikap Klan Lin yang tidak mengenal takut mati! Begitupun sepertiku... Aku memang bocah kecil... Tapi, aku seorang Qing sejati yang pemberani... Sampai matahari terbenam, jika kalian tidak memiliki keputusan, aku akan menganggap bahwa kalian nyaman tinggal di Benua ini. Tapi bagiku, langkahku tidak akan berhenti hanya di Benua rendah ini." Pungkasnya segera pergi, disusul oleh Qing Wenrou, Lin Lianhua, dan yang terakhir adalah Qing Yuan dan Tetua Rui.


...…………………………...


Setelah kembali dari Aula Pertemuan, Qing Shandian duduk menyendiri sambil memandang ke kejauhan dari teras rumahnya. Dia memandang anggota klan yang sedang sibuk berlatih.. Sesekali juga ada diantara mereka yang saling beradu teknik. Namun, lamunannya segera buyar begitu suara lembut memasuki telinganya.


"An gege, apa kamu fikirkan? Kamu terlihat begitu murung.." Ucap Qing Wenrou dengan nada lembut.


"Ahh... Wenrou, duduklah... Aku tidak memikirkan apapun. Aku hanya sedang melihat anggota klan yang sedang berlatih tanpa mengenal lelah." Balas Qing Shandian menjelaskan. Tapi, itu tidak menjelaskan maksud sebenarnya.


Qing Wenrou yang melihat bagaimana Qing Shandian tampak begitu kuyu, lesu, dan tanpa semangat, membuat hatinya mencelos. Seorang yang biasanya selalu aktif, selalu riang, saat ini seperti tidak memiliki semangat untuk apapun. Menghirup udara pelan, dia lalu berkata, "An gege, Wenrou tahu apa yang sebenarnya An gege fikirkan... Meski begitu, bukan berarti itu harus mempengaruhi tekad An gege juga, bukan?. Tidak semua hal akan berjalan sesuai keinginan kita. Yang utama, fikirkan diri sendiri dulu. Mengenai orang lain, itu berikutnya... Jika An gege seperti ini, itu tidak akan berdampak baik bagi siapapun, terutama bagi An gege sendiri, lalu Ibu Lin, Ayah Yuan, dan juga Wenrou."


Mendengar penuturan Qing Wenrou, Qing Shandian menjadi sedikit lebih tenang. Dia tersenyum tipis, lalu berkata, "Terimakasih, Wenrou... Aku sedikit lebih baik sekarang..."


"Hihi.. Begitu terlihat lebih baik.. An gege terlihat menawan ketika tersenyum." Celetuk Qing Wenrou menggoda Qing Shandian..


"Hehe... Teriamakasih... Wenrou juga tampil selalu cantik, apalagi ketika pipi Wenrou menjadi kemerahan." Celetuk Qing Shandian yang balas menggoda, membuat wajah Qing Wenrou benar-benar memerah, dan dia pun berlari meninggalkan Qing Shandian...


...…………………………...


** Bersambung …