Spicy Wife

Spicy Wife
BAB 58



" Marisa, ini sudah satu minggu, tapi kau masih saja mengurung diri, apa tidak ingin bercerita agar kau merasa lega? " Ibu Lean tersenyum seraya membuka pintu kamarnya Shen yang sudah satu pekan i i dihuni oleh Marisa.


Marisa memaksakan senyumnya, dia menggeleng untuk menjawab pertanyaan Ibu Lean.


Ibu Lean menghela nafasnya, lalu duduk disebelah Marisa yang semenjak di bawa kerumahnya selalu saja diam tak banyak bicara.


" Marisa, aku tahu putraku sudah melakukan kesalahan yang sangat menyakiti hatimu. Jika kau ingin marah, marah saja padaku, aku yang gagal mendidik putra-putraku, tali aku juga tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada mereka. Mereka berdua terlaku mencintai putriku, mereka tumbuh bersama, saling menyayangi, mencintai, dan mereka selalu kompak meski sering bertengkar. Jadi, marah saja padaku ya? "


Marisa menatap kedua bola mata Ibu Lean yang nampak hangat dan tulus, sebenarnya dia takut kalau Ibu Lean, beserta keluarganya hanya ingin membalaskan dendam Shen kepadanya, tapi cara Ibu Lean berbicara dan memperlakukannya seminggu ini seolah membantah ketakutannya.


" Bibi, maaf atas yang kakakku lakukan. " Akhirnya setelah satu minggu Marisa benar-benar bisa mengatakan itu secara langsung kepada Ibunya Shen.


Ibu Lean tersenyum, ternyata benar dugaannya. Satu minggu ini dia terus memperhatikan bagaimana Marisa, dan Ibu Lean bisa melihat bahwa Marisa jauh berbeda dengan Mona.


" Jangan panggil Bibi, kau harus membiasakan diri memanggil Ibu. "


Marisa kaget, dia menatap manik mata Ibu Lean dengan dahi mengeryit bingung.


" Kenapa? Sepertinya kau kaget sekali. " Ujar Nyonya Lean.


Marisa meunduk sembari mengaitkan keduabtangannya karena tak enak untuk mengatakannya.


" Ada apa? Katakan saja? "


Marisa lagi-lagi menatap Ibu Lean takjub, Iya dia benar-benar tidak menyangka kalau Ibu Lean seperti bisa membaca pikirannya.


" Bukankah aku hanya akan tinggal disini sampai bayinya lahir saja? "


Ibu Lean terperangah kaget.


" Siapa yang bilang begitu? "


Marisa kembali menunduk. Dan itu semua membuat Ibu Lean bisa menebak siapa yang mengatakannya.


" Apa Digo? "


" Maaf, tapi dia bilang begitu. "


" Kalau begitu katakan saja padanya, suruh dia menyusui bayinya sendiri, mengganti popok bayi nya saat dia pup dan pipis, menggendong juga saat bekerja, dan biarkan saja dia berperan sebagai Ibu dan Ayah selamanya. Huh! Sakit kepala jadinya. "


Marisa tersenyum karena tidak bisa menahannya lagi lalai saja kelucuan itu terjadi.


" Marisa, mungkin ini terdengar aneh, tapi Digo itu sama sekali tidak pernah dekat dengan wanita manapun juga. Kami sudah sering menjodohkannya dengan wanita yang cantik, tetap saja dia menolak. Ini dia bisa menghamili mu sebenarnya aku bangga loh. " Mata Marisa mengeryit mendengar kalimat Ibu Lean yang terakhir.


" Eh! Maksudnya merasa heran. " Ralat Ibu Lean yang merasa malu karena kelepasan.


" Tapi bukannya Digo juga sedang menjalin hubungan dengan wanita akhir-akhir ini? "


" Marisa, setelah mendengar itu kau seharusnya paham satu hal, Digo tidak akan menyentuh mu begitu saja hanya karena dendam. Jadi jangan terlalu buruk pendapatmu tentang dia, walaupun dia itu dingin dan menyeramkan saat menatap marah, tapi dia juga bodoh dalam urusan percintaan. Jadi jangan ragu-ragu kalau mau marah padanya, dia tidak akan memukulmu kok, dia paling hanya akan mengatakan hal menyakitkan, tapi dia sama sekali tidak akan merealisasikan ucapannya itu padamu. "


Marisa menahan tangis mendengar semua pesan yang diberikan Ibu Lean padanya. Rasanya berbeda sekali saat Ibu kandung dan Ayahnya saat menasehati yang ujungnya memintanya untuk menjadi pengertian.


" Eh, kenapa kau memangis? "


Marisa tak menjawab, tapi dia memilih untuk memeluk erat-erat tubuh Ibu Lean. Dan ternyata, sedari tadi Digo menguping pembicaraan itu saat tidak sengaja melihat Ibunya masuk kedalam kamar Shen, dan dia memutuskan untuk mencuri dengar.


Sebenarnya dia juga memiliki rasa kepada Marisa, tapi karena dia terlalu gengsi, ditambah lagi belum pernah memiliki pengalaman dalam hubungan cinta, mau tidak mau dia mengatakan hal menyakitkan itu untuk menahan Marisa agar tetap berada bersamanya.


" Lusa kita akan menikah, jadi siapkan dirimu. Makan yang banyak, aku tidak ingin orang melihatku heran saat wanita yang akan menikah denganku pucat dan kurus seperti mayat hidup. " Ucap Digo setelah dia memastikan Ibunya pergi jauh, baru dia masuk kedalam kamar itu.


Marisa tak menjawab, tapi dia menatap Digo heran.


" Jangan terlalu senang! Aku terpaksa saja menikahi mu, kalau bukan karena Ibuku, aku juga tidak tidak mungkin mau menikah denganmu. " Digo memalingkan wajahnya karena tidak mau memperlihatkan bagaimana ekspresinya.


" Apa menurutmu aku terlihat senang? "


Digo sebenarnya kesal sekali degan jawaban Marisa, tapi sialnya dia tidak bisa menunjukannya.


" Bagus lah kalau begitu, kau sadar diri juga rupanya. "


Marisa memutar bola matanya jengah dengan sikap Digo. Sebenarnya dia heran dengan sikap Digo yang berubah jauh. Beberapa saat lalu dia begitu lihai berpura-pura mesra, sekarang dia menunjukkan sifat aslinya yang sangat jauh berbeda.


" Ingat ya, aku terpaksa menikah denganmu! " Ucap Digo lagi sebelum meninggalkan kamar itu. Seolah menunggu tanggapan Marisa, Digo masih saja betah disana.


" Pergilah sana, aku mual berdekatan denganmu. " Marisa memalingkan pandangan, lalu merebahkan tubuhnya karena sudah enggan bicara dengan Digo.


Sementara Digo malah bergerundel kesal tanpa suara.


***


" Sialan! Brengsek kau shen! Aku benar-benar akan membunuhmu saat bertemu denganmu nanti! " Ancam Mona saat melihat ramainya media sosial yang tengah membahas tentang dirinya. Bagaimana tidak? Video Shen dan dirinya sewaktu di pusat belanja telah menyebar luas tak terkontrol.


Jelas sekali bahwa dia berada diposisi yang disalahkan di video ini. Terlebih, semua komentar jahat mengarah padanya setelah beberapa photo yang sempat ia unggah saat akan menikah itu telah banyak tersebar padahal dia sudah menghapusnya.


Ini Mona yang terkenal karena memenangkan banyak penghargaan itu? Kenapa dia gendut sekali? Kenapa tubuhnya gendut sekali? Apa dia tidak malu menindas istri sah yang cantik dan baik hati itu? Apa dia tidak berkaca dulu sebelum menindas orang? Lihatlah tubuhmu yang seperti babi betina tengah hamil! Dasar jelek! Tidak tahu malu! berani-beraninya menindas istri sah! Perebut suami orang kenapa bisa seberani ini? Lapor saja ke pihak berwajib! Laki-laki itu pasti buta karena berselingkuh dengan si jelek itu! Bla bla... Masih banyak lagi hinaan yang jauh lebih menyakitkan.


Mona meraih ponselnya untuk menghubungi salah satu temannya yang ia yakini bisa membantunya. Tapi sayang, yang ada dia malah menghindar dengan berbagai alasan. Iya, mungkin dia merasa jika image Mona memang sudah tidak mungkin bisa ditolong lagi, dan dia juga takut kalau akan terbawa dalam masalah ini dan akan malu kalau sampa publik tahu mereka berteman.


Bersambung....


Halo kesayangan.....


Aku mau ucapin banyak-banyak terimakasih atas dukungan kalian, mohon maaf karena tidak membalas komentar dari kalian, soalnya aku beneran lagi di tempat yang susah signal😭 cuma bisa paste bab dan up doang, itu juga lama banget loading nya. Pokoknya, thanks untuk semua dukungannya, semoga kalian sehat selalu, dan jangan lupa bahagia ❤️